Hai aku kembali. Buat yg Udah review makasih bgt. buat masukannya juga mkasih. Maaf nah ane masih amatir T.T

-
Desclaimer : BBB milik Monsta

Cast : BBB&Fang, etc.

Genre : Drama&Romance

Warning: Typo,Gaje,Alur aneh,EYD belom sempurna T.T, dll.

Happy reading

***
Keesokan harinya, Fang berjalan lesu ke arah sekolah. Di gang pak senin koboy, ia bertemu BoBoiBoy. Seketika ia memasang wajah lembutnya dan tersenyum. "Hai BoBoiBoy." Sapa Fang. BoBoiBoy yang mendengarnya sedikit terkejut dan senang -mungkin. Tapi kemudian ia sadar, bahwa ini hanya sementara. BoBoiBoy tanpa menoleh langsung berjalan cepat menuju sekolah meninggalkan Fang yang terdiam mematung.

Fang berfikir, "Apa BoBoiBoy benar-benar marah? Oh, astaga! sungguh aku tak ingin apa yang aku takutkan terjadi." Pikir Fang. Ia mengejar BoBoiBoy.

Ia mensejajarkan langkahnya dengan BoBoiBoy,"BoBoiBoy, apa kau marah padaku?"Tanya Fang. BoBoiBoy tidak menoleh pada Fang, namun pandangannya datar.

Fang mencengkram lengan BoBoiBoy agar gadis itu berhenti, BoBoiBoy menatap Fang tajam.

"Bisa kau melepaskan tanganmu?" Desisnya menepis tangan Fang.

Fang terkejut,"BoBoiBoy, tolong jangan merubah sikapmu. Aku tidak suka melihatmu seperti ini. Maaf selama ini aku melukaimu. Sebenarnya aku... "

BoBoiBoy memotong ucapan Fang, "Permisi, sebentar lagi bel masuk, dan aku tak ingin terlambat... apalagi denganmu." Ucap BoBoiBoy dengan nada rendah di akhir kata.

Fang menatap BoBoiBoy tidak percaya, "BoBoiBoy, dengarkan penjelasanku dulu."Teriak Fang saat BoBoiBoy berlari menjauh meninggalkannya.

Fang tersenyum sedih, "Kau benar-benar membenciku BoBoiBoy? sepertinya Ying benar." Gumam Fang menatap langit biru dengan tatapan kosong.

***
BoBoiBoy sampai di sekolah dengan nafas tersenggal-senggal. Ia mengatur nafasnya, lalu berjalan santai ke kelasnya. Pikirannya melayang ke peristiwa di gang pak senin Koboy.

BoBoiBoy berfikir, "Apa Fang sudah berubah? tapi aku takut kalau itu hanya sementara." Batinnya sedih.

Tak lama kemudian, ia sampai di kelasnya lalu duduk di samping Gopal.

Gopal menegur BoBoiBoy, "Hei BoBoiBoy, kau kenapa?" Tanya Gopal kepada gadis bertopi terbalik itu.

BoBoiBoy tersenyum kepada Gopal menandakan bahwa ia tidak apa-apa. Tak lama kemudian Yaya masuk sembari membawa kotak bekal yang- Ah... jangan-jangan...

"BoBoiBoy, kau mau rasa Biskuit terbaru aku nggak?"Tanya Yaya dengan senyum manisnya, namun kalau sudah membahas biskuit, maka senyum itu senyum paling mengerikan di dunia, menurut BoBoiBoy.

BoBoiBoy tersenyum seraya menggaruk pipinya yang tidak gatal, "Emm... aku udah kenyang yaya. Lain kali saja ya."Sahut BoBoiBoy pelan. Yaya memasang wajah kecewa.

Gopal yang mendengar kata biskuit langsung berbinar, "Biskuit? mana biskuit tu? aku mau."Ujar Gopal dengan berbinar-binar.

BoBoiBoy menepuk jidatnya seraya bergumam, "Habislah kau Gopal." Gumam BoBoiBoy pelan. Yaya dengan senang hati memberikan kotak bekalnya pada Gopal.

"Nah, coba kau rasa. Pasti sedap " Ucap Yaya antusias, BoBoiBoy meneguk ludahnya seraya berkomat-kamit agar Gopal tidak koid setelah ini.

Gopal memakan satu biskuit milik Yaya, "Bagaimana rasanya Gopal?" Tanya Yaya tersenyum lebar. Gopal terdiam.

Krik...krik...

GUBRAAAKK...

"GOPAL! BANGUN GOPAL!" Pekik BoBoiBoy panik. Sedangkan Yaya memasang ekspresi bingung. Oh, naas sudah nasib kau Gopal, seharusnya kau tidak menelan biskuit pencabut nyawa itu.

***
Setelah insiden tersebut, Gopal berjanji tidak akan memakan biskuit Yaya lagi. Kini, Gopal dan BoBoiBoy pulang bersama tanpa Yaya. Karena Yaya sedang rapat osis.

"Seharusnya aku tidak memakannya tadi." Ucap Gopal dengan nada menyesal.

BoBoiBoy terkekeh, "Makanya jangan makanan terus yang kau fikirkan." Sahut BoBoiBoy.

Gopal mendengus, "Seharusnya kau memberitau ku tadi BoBoiBoy." Ucap Gopal kesal.

"Aku ingin memberitaumu tapi biskuit itu sudah terlanjur kau makan." Sahut BoBoiBoy watados. Gopal memutar bola matanya kesal.

"Eh BoBoiBoy itu Fang kan?" Celetuk Gopal membuat langkah BoBoiBoy terhenti.

Tanpa menoleh BoBoiBoy menjawab, "Lalu kenapa?"Tanya BoBoiBoy acuh tak acuh.

"Itu... Fang sedang dalam bahaya BoBoiBoy." Pekik Gopal membuat BoBoiBoy terkejut. Ia menoleh dan benar... Fang sedang dalam bahaya.

"FANG!" Teriak BoBoiBoy saat melihat Fang sudah tersungkur di tanah dengan muka lembam dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.

"Uhukk...uhuk... aku tak apa BoBoiBoy." Sahut Fang tersenyum pada BoBoiBoy.

"Hei gadis mungil, apa kau mau coba menjadi pahlawan?" Bentak pria yang mirip seperti preman.

BoBoiBoy menatap Fang sendu, "Lepaskan Fang!" Pekik BoBoiBoy.

"Baiklah, kami akan melepaskannya. Tapi dengan syarat kau harus ikut dengan kami." Ucap Preman tersebut.

BoBoiBoy nampak berfikir sejenak, lalu ia berkata "Baiklah... "Sahut BoBoiBoy agak ragu.

"Tidak, jangan kau apa-apakan BoBoiBoy." Pekik Fang sembari berdiri. Preman itu tersenyum sinis kepada Fang.

"Kenapa? kau menyukai gadis ini, hem?" Tanya preman itu memegang tangan BoBoiBoy membuat Fang marah.

"JANGAN KAU SENTUH DIA!" Bentak Fang membuat BoBoiBoy agak takut melihatnya.

Preman itu tertawa sinis, ia memandang remeh kepada Fang. "Habisi dia." Ujar ketua preman tersebut. Anak buah preman itu segera menghampiri Fang dan menendangnya.

BoBoiBoy terbelalak saat Fang di tendang seperti itu, "Jangan sakiti Fang aku mohon."Ucap BoBoiBoy sendu. Ia memberontak dan menyikut perut ketua preman itu..

BoBoiBoy memukul kedua preman itu lalu membantingnya. Sebenarnya BoBoiBoy adalah ketua karate di clubnya.

"Sial! gadis ini bisa berkelahi juga ternyata." Desis ketua preman itu. BoBoiBoy menatap sengit preman-preman itu.

"Pergi kalian! atau kalian akan aku habisi." Desis BoBoiBoy. Para preman itu berlari meninggalkan mereka.

BoBoiBoy menghampiri Fang, "Kau tidak apa-apa Fang?"Tanya BoBoiBoy khawatir.

Fang tersenyum, "Aku tidak apa-apa." Sahutnya lalu tak sadarkan diri.

"FANG... BANGUN!" Teriak BoBoiBoy mengguncangkan tubuh Fang. Gopal yang melihat itu menghampiri mereka.

"Sebaiknya kita antar dia pulang BoBoiBoy." Ujar Gopal. BoBoiBoy mengangguk lalu menggotong Fang di bantu Gopal.

***
Di rumah Fang, BoBoiBoy mengobati luka Fang. Lalu ia menyelimuti Fang. BoBoiBoy duduk di samping ranjang Fang. Gopal? ia sudah pamit pulang.

"Sadarlah Fang, aku khawatir." Ucap BoBoiBoy sedih.

BoBoiBoy menggenggam tangan Fang, " Maafkan aku jika kemarin aku bersikap dingin padamu." Ujarnya. Tak lama kemudian BoBoiBoy ikut tertidur di samping Fang.

TBC

Maaf ya aku tdk bisa membalas review kalian satu persatu. Tapi aku mengucapkan banyak terima kasih. kalian memang TERBAIK!