"Kau hebat anakku, bisa menembak dengan sasaran yang selalu tepat" puji Minato, yang takjub melihat kemampuan menembak anaknya.
"Ini juga berkat ayah" jawab Naruto dengan cengiran khasnya yang tidak lupa ia perlihatkan
"Bagaimana hubungan kamu sama Nona Hyuga itu Naruto?"
"Aku memutuskan dia ayah"
"Kenapa kau memutuskannya nak? Apa dia berbuat salah?"
Belum sempat Naruto menjawab pertanyaan dari Ayahnya, seorang asisten ayahnya datang untuk memberi tahu bahwa ada tamu yang sedang mencari Naruto
"Permisi tuan, ada yang mencari tuan muda diluar"
"Siapa?" selidik Naruto
"Tuan Uchiha Sasuke. Dia datang untuk bertemu dengan anda"
"Oh Sasuke, baiklah Ayah aku ingin menemui Sasuke dulu" Naruto pun pamit dan pergi menuju ruang tamu tempat Sasuke menunggu. Ia pun melihat Sasuke yang sedang gelisah disana. Naruto mendudukan dirinya didepan Sasuke dan langsung menanyakan mengapa Sasuke sampai datang kerumah orang tuanya. "Ada apa Sasuke? Tidak biasanya kamu datang langsung menemuiku disini. Kita kan bisa bertemu di rumahku atau disekolah"
"Ini masalah penting Naruto" jawab Sasuke dengan nada yang serius
"Ada apa?"
Sasuke pun menjelaskan semuanya tanpa tertinggal sedikitpun. Penjelasan Sasuke membuat Naruto sedikit terkejut. Naruto yang masih memasang ekspresi santai pun mendengar dengan teliti ucapan Sasuke.
"Jadi kamu putus dengan Sakura?"
"Iya, Sakura tidak mau mendengar omonganku"
"Baiklah Sasuke, akan ku bantu kamu berbaikan dengan Sakura"
"Apa kamu serius Naruto? Ohya, ada yang ingin ku tanyakan"
"Apa Sasuke? Apa soal hubungan ku dengan Hinata?"
"Dari mana kau tau?" Sasuke pun sedikit terkejut dengan tebakan Naruto
"Kau tidak perlu tau apa sebabnya, yang jelas ini tidak ada hubungannya dengan kamu dan Sakura"
"Baiklah, aku pergi dulu. Terimakasih Naruto" Sasuke pun pamit dan pergi meninggalkan Naruto. Naruto hanya menatap lurus kepunggung sahabatnya itu dan tersenyum tipis "Maaf Sasuke, aku berbohong. Karna aku juga mencintai Sakura"
.
.
.
.
.
.
Sakura menatap gelas yang ada dihadapannya dengan pandangan kosong, ia melamun sudah 1 jam lamanya, yang membuat Ino merasa iba kepada sahabatnya itu.
"Hey Sakura Jidat, melamun terus. Sengaja aku meliburkan diri dari pekerjaanku cuman karna aku ingin menghiburmu. Tapi kamu malah melamun" keluh Ino memonyongkan bibirnya. Ino memiliki perkejaan paruh waktu sebagai pelayan toko kue dan ia sengaja mengambil cuti karna alasan dirinya tidak enak badan,ucapan Ino hanya dibalas Sakura dengan lirikan sesaat "Heh Jidat! Apa maksud lirikanmu itu? Apa kamu menyesal memutuskan Sasuke"
"Diamlah Ino pig, aku sedang berfikir"
"Berfikir apa Sakura? Apaaa" Ino pun mulai frustasi dengan keadaan temannya ini
"Menurut kamu apa Sasuke berkata yang sebenarnya"
"Berkata apa?"
"Soal dia diberi obat oleh seseorang dan mengira Hinata itu aku"
"Entahlah Sakura, aku pun bingung dengan hal itu. Tapi ku rasa tidak mungkin karna Sasuke diberi obat malah seenaknya mencium orang sembarangan"
Sakura yang mendengar pendapat Ino pun hanya bisa diam dan mulai memikirkan bagaimana dia dengan Sasuke selanjutnya.
"Daripada kamu pusing soal hubungan kamu yang sudah berakhir, mending kamu temani aku shopping"
"Aku gak mood Ino, pergi aja dengan Sai"
"Ah gak mau, Sai sibuk melukis untuk pameran lusa nanti"
"Jadi Sai mau membuka pameran. Apa kamu jadi model lukisannya Ino?"
"Ah gak Sakura, hupt Sai itu kejam sekali" Inopun memasang wajah pasrahnya terhadap kelakuan Sai yang terlalu terobsesi dengan lukisannya
Tak lama berbincang, ponsel yang dibawa Sakura berdering dan menampilkan nama seseorang yang sedang menelponnya. Raut wajahnyapun mulai berubah menjadi benci. Dan Sakura pun mencabut baterai yang ada diponselnya. Yang membuat Ino dapat menebak siapa pelaku yang telah menelpon sahabatnya ini. Setelah kejadian telpon Sakura berdering, kemudian ponsel Ino yang berbunyi menandakan ada pesan masuk.
From : Sasuke
Ino, tolong beritahu Sakura. Aku akan menjemputnya malam ini. Permasalahan ini harus selesai. Tolong Sakura jangan menghindar lagi. Maafkan aku.
Sakurapun membaca pesan tersebut yang diperlihatkan oleh Ino. Dan Sakura hanya menatap layar ponsel itu dengan raut yang tidak dapat dibaca oleh Ino.
"Ino, apa sebaiknya aku menemui Sasuke?" tanya Sakura yang mulai goyah dengan keputusannya.
