Syukurlah kalau kalau kalian suka, padahal ini semua diawali dari iseng hehehe. Di chap ini Shi-chan agak sentimentil, aku ga nyangka respon dia bakal kayak gitu. Ah tapi aku juga sedikit melenceng kayaknya. Mohon dimaklum, semua sikap dan sifat para chara ini tergantung mood kita berdua.

Kalau masalah diterusin tenang aja, pasti dilanjut kok. Udah ada sekitar 20-an chapter yang kami buat, tinggal diedit aja ke bentuk cerita utuh.

Shi : Wah ternyata ada juga yang sama-sama suka RP ya. Dulu aku sama Sei-nee juga suka RP di FB, tapi karena kesibukan masing-masing di duta jadinya beralih ke sms deh. Semoga chap ini bisa dijadiin inspirasi lagi hihi (^w^)

Sei : Iya, nih. Hihihi. Boleh-boleh, baguslah kalau cerita ini bisa jadi inspirasi. Silahkan dinikmati momen-momen ItaKyuu lainnya. ^_^

Shi : Hihi. Sweet juga ya kita meranin ItaKyuu. Lanjutin, Onee!

Sei : Enak aja kamu ngomong. Yang ngedit cerita ane tau. Mana udah numpuk lagi. (-_-)'

Shi : Ternyata sukses juga bikin momen yang sweet. Semoga di chap ini mereka ga kalah dah sama yang kemarin.


Sei sebagai Itachi dan Sasuke.

Shi-chan sebagai Kyuubi dan Naruto.

Timeline : 8 bulan menikah


"Kenapa sekarang jadi kau yang sakit, keriput?" Kyuubi mengomel sambil memeriksa suhu badan Itachi dengan termometer.

"Hm." Itachi berbaring sambil menutup mata. Dia tidak ada tenaga untuk membela diri.

"Ya ampun, demammu tinggi sekali. Padahal kau sempat membaik. Hm, lebih baik kau sarapan dulu lalu minum obat. Akan kuambilkan bubur dulu." Kyuubi beranjak dan pergi meninggalkan Itachi.

Itachi membuka mata sedikit lalu memandang ke arah dimana Kyuubi berada sebelumnya. Memastikan dia tidak ada disana Itachi menutup mata lagi. Sebentar-sebentar dia bergerak mencari posisi berbaring yang nyaman sambil mengerang pelan karena tak juga mendapatkan posisi yang diinginkan.

Tak lama Kyuubi kembali membawa semangkuk bubur dari panci. Dia duduk di samping Itachi dan berbicara dengan nada sing a song. "Waktunya sarapan. Keriput, ayo bangun." Itachi sekali lagi membuka mata, menoleh dan menatap Kyuubi diam dengan mata sayu. Melihatnya Kyuubi menghela napas. "Tachi, ayo sarapan dulu. Jika melihatmu lemas begini seperti bukan dirimu saja."

Masih memandang sayu dan menahan sakit kepalanya, Itachi mencoba bicara dengan suara yang lemah. "Kyuu." Tapi hanya itu saja yang berhasil dia katakan.

Kyuubi mengelus kepala Itachi perlahan dengan sayang. "Tachi, makan dulu oke?"

Dengan bantuan istrinya, Itachi mencoba bangun untuk duduk menyender ditemani sedikit erangan. Setelah itu Kyuubi menyuapi Itachi bubur buatannya dengan telaten. Itachi makan dengan perlahan dan sesekali memandang Kyuubi lalu menutup mata lagi karena sakit kepala. Setelah suapan terakhir Kyuubi memberikan minum dan obat padanya.

Begitu obat itu tertelan tubuh Itachi perlahan merosot lalu berbaring lagi. "Ugh."

Kyuubi menyisir rambut Itachi perlahan. "Lebih baik sekarang kau istirahat saja ya. Aku ada di ruang TV." Mengecup kening sayang lalu beranjak berdiri.

Belum sempat mengambil langkah, Itachi segera menangkap tangan Kyuubi. "Temani aku," Itachi menatap penuh arti dengan pandangan yang semakin sayu.

Kali ini Kyuubi tersenyum tulus lalu ikut berbaring di samping Itachi dan memeluknya dari samping. "Merasa lebih baik?"

"Hm." Itachi memeluk Kyuubi balik. Beberapa lama mereka berbaring seperti itu namun tiba-tiba Itachi mengerang sakit. "Kyuu."

Merasa dipanggil Kyuubi menatap Itachi sambil mengelus pipi Itachi. "Apa?"

Itachi diam sejenak sebelum menjawab. "Aku ingin pergi."

Kyuubi sedikit bingung dengan jawaban suaminya. "Pergi? Pergi kemana? Kau kan sedang sakit."

"Toilet."

Jawaban yang sangat singkat namun berhasil membuat Kyuubi facepalm. "Keriput." Beranjak dari kasur lalu berdiri. "Hm."

Itachi menatap Kyuubi dengan raut wajahnya yang pucat. "Kyuu."

Kyuubi menghela napas. "Aku lebih suka kau yang biasanya keriput." Membantu Itachi bangun dengan hati-hati.

Itachi berjalan ke kamar mandi dibantu Kyuubi. Belum dia sampai kepalanya terasa semakin sakit. Dia melepas Kyuubi dan buru-buru menuju toilet untuk memuntahkan semua isi perutnya. "Uhuk. Uhuk." Setelah semuanya keluar Itachi merasa tubuhnya lemas.

Mendengar suara Itachi yang sedang mengeluarkan isi perutnya Kyuubi menjadi panik. "Ya ampun Tachi, kau tak apa-apa?" Membantu Itachi berdiri. "Lebih baik kita ke rumah sakit saja ya? Aku takut kau kenapa-napa."

Itachi meraih wastafel untuk mencuci mulutnya yang terasa asam. Dia menggeleng sebagai jawaban lalu jatuh ke pelukan Kyuubi. "Panggil Sasuke."

Dengan refleks Kyuubi menangkap Itachi. "Kenapa si pantat ayam itu?" Dia segera membawa Itachi kembali ke kasur. "Lebih baik ke rumah sakit saja."

Begitu Itachi berbaring dia tidak melepaskan istrinya dan malah meremas baju Kyuubi. "Sasuke." Dia sangat bersikeras dengan hal ini.

Menghadapi Itachi yang seperti ini Kyuubi sedikit kewalahan dan akhirnya menyerah. "Oke oke oke, aku panggilkan si pantat ayam itu. Tapi tolong lepaskan aku dulu." Mencoba melepas genggaman Itachi. Setelah terlepas dia segera eranjak dan menghubungi Sasuke. Tidak butuh waktu lama sampai orang yang dituju mengangkat teleponnya.

"Ya?" Terdengar suara Sasuke dari sebrang sana.

Kyuubi melirik Itachi sejenak sebelum menjawab. "Kau dimana? Sekarang juga datang ke rumah. Itachi sakit."

Sasuke terdiam sebentar. "Aniki?" Uchiha muda itu sepertinya sedang berpikir karena cukup lama sampai Kyuubi mendengar suaranya lagi di telepon. "Sebentar lagi aku datang." Dengan kalimat itu Sasuke menutup telepon.

Kyuubi menatap sejenak telepon genggamnya lalu menyimpan benda itu di saku. Uzumaki yang sekarang Uchiha itu menghampiri pria yang sudah mengubah marganya kembali. Dia duduk di sampingnya yang sedang terbaring sambil mengusap sayang helai rambut ravennya. "Bersabarlah sedikit, Tachi." Nada suaranya terdengar sedih.

"Nggh." Dahi Itachi berkerut dan matanya masih tertutup. Kepalanya terasa semakin pusing.

~30 menit kemudian~

Sasuke yang datang dengan tergesa-gesa masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa mengetuk. Dia segera menuju ke kamar Itachi dan melihat kakaknya yang sedang terbaring di atas tempat tidur "Aniki." Sasuke menghampiri Itachi dan berlutut di samping tempat tidur.

Kyuubi kesal dengan sikap Sasuke yang seenaknya masuk namun ditahan melihat situasinya. Dia agak menjauh dari ranjang membiarkan Sasuke mendekati Itachi lalu memperhatikan keduanya dari jauh.

"Aniki." Sekali lagi Sasuke memanggil kakaknya pelan.

Mendengar suara adik tercintanya Itachi membuka mata sedikit. "Otouto." Dia dapat melihat wajah Sasuke menatapnya khawatir. "Tolong."

Mendengarnya tatapan Kyuubi menjadi semakin sedih dan juga khawatir. Dia berujar lirih sambil menunduk sedih. "Suke, aku mohon. Sembuhkanlah Itachi."

Naruto yang datang bersama Sasuke akhirnya menyusul. Melihat kakaknya sendiri yang sedih dia memeluk Kyuubi tiba-tiba dari samping. "Kyuu-nii, bersabarlah." Naruto sendiri khawatir, dia tidak pernah melihat Itachi yang begitu lemah seperti ini. Kyuubi yang merasakan pelukan Naruto memeluk balik adiknya. Air mata tiba-tiba mengalir tidak bisa dia cegah. Naruto dapat merasakan air mata kakanya membasahi pundaknya. Sebisa mungkin dia mencoba menenangkan Kyuubi sambil memperhatikan apa yang dilakukan Sasuke.

Itachi kembali terbatuk. Sasuke terlihat sedang mencari sesuatu di dalam tas yang dibawanya. "Naru, bantu aku. Ambilkan handuk dan air panas. Kyuubi, kemari dan berhentilah menangis. Kakakku tidak akan mati hanya karena demam biasa." Mata onyxnya melirik pada Kyuubi ketika tidak mendengar jawaban. "Oi, cepat kemari. Jangan melamun saja."

Naruto mengangguk mengerti lalu melepaskan pelukannya pada Kyuubi dengan lembut. Dia segera beranjak keluar kamar mengambil apa yang dibutuhkan Sasuke. Kyuubi menghapus sisa-sisa air matanya dan menghampiri adik iparnya.

"Otouto, jangan berteriak," Itachi berkata dengan suara lemah.

Sasuke mengeluarkan sesuatu dari dalam tas. "Aku tidak berteriak." Sekali lagi dia berbicara pada Kyuubi. "Hei kau, bantu aku melepas baju Aniki." Kyuubi melakukan apa yang diperintah Sasuke tanpa protes. Dengan hati-hati dia membuka baju Itachi.

"Teme, ini." Naruto kembali dengan cepat sambil memberikan apa yang Sasuke butuhkan untuk Itachi.

Sasuke fokus pada botol yang sedang dia pegang dan membuka tutupnya dengan gesit. "Naru, rendam kaki kakak dengan air panas. Kyuubi, bantu kakakku duduk. Aku akan mengoleskan sesuatu pada punggungnya," dia berkata dengan nada memerintah.

Kyuubi mencoba mendudukkan Itachi dengan hati-hati dan menyenderkan kepala suaminya di pundaknya. Tangannya mengelus-elus lengan Itachi sambil menjaga tubuh Itachi tetap tegap. Naruto membawa kedua kaki Itachi untuk berendam dan memperhatikan kedua kakaknya yang terlihat manis menurutnya.

Tangan Itachi perlahan memeluk Kyuubi dan menyamankan diri di pelukan istrinya. "Kyuu." Suaranya terdengar sedikit serak dan lelah.

Sasuke menatap Itachi sambil mengoleskan sesuatu ke punggungnya. "Tidak menyangka bisa melihat sisi manjamu lagi, Aniki." Itachi tidak merespon Sasuke dan lebih fokus pada kehangatan tubuh Kyuubi yang memeluknya. Naruto terkekeh lucu melihat sikap Itachi pada Kyuubi. Kyuubi sendiri menghiraukan kekehan Naruto dan menggenggam lembut tangan Itachi. Sasuke menoleh pada Naruto sambil menyeringai. "Sudah selesai. Tetaplah biarkan kakak duduk sampai beberapa menit lagi. Jangan lupa pakaikan lagi bajunya. Naru, ikut aku." Setelah membereskan botol dan memasukannya kembali ke dalam tas, Sasuke berdiri lalu berjalan keluar kamar diikuti oleh Naruto.

Beberapa menit Itachi dan Kyuubi berdiam diri seperti itu sampai akhirnya Kyuubi berbisik pelan. "Tachi, bisa lepaskan aku dulu? Kau harus pakai baju, jangan sampai masuk angin." Itachi bergerak sedikit membiarkan Kyuubi yang memakaikan baju padanya dengan hati-hati. "Sudah selesai." Kyuubi mengecup pipi kanan Itachi dan tersenyum lembut.

Sekali lagi Itachi memeluk Kyuubi. Setelah sekitar dua puluh menit berlalu atau mungkin lebih, Itachi mulai merasa tidak nyaman. "Kyuu, airnya dingin."

Tidak begitu mengerti dengan maksud suaminya Kyuubi berkata, "Tak apa keriput. Hanya sebentar dinginnya," dan memeluknya lebih erat berharap mengurangi rasa dingin yang Itachi rasakan.

Di luar kamar Sasuke dan Naruto berdiri tidak jauh dari pintu kamar yang terbuka. "Ne Suke, kita mau apa kesini?" Naruto tidak mengerti mengapa mereka keluar kamar hanya untuk berdiri diam di depan pintu.

Sasuke menggidikkan bahu. "Membiarkan mereka berdua. Aniki tidak akan suka kita berlama-lama melihatnya seperti itu. Setelah sembuh nanti pasti aura hitamnya muncul lagi."

"Begitu, ya. Ya baguslah jika Ita-nii bisa cepat sembuh. Aku tak mau melihat wajah sedih Kyuu-nii lagi."

Sasuke sedikit menguping percakapan kedua kakaknya dan berdecak kesal. "Si bodoh itu." Tanpa berkata apapun pada Naruto di masuk lagi ke kamar dan segera menghampiri kakaknya. "Oi rubah, kau ingin kakakku tambah sakit? Airnya sudah dingin." Sasuke berjongkok untuk mengangkat kaki Itachi yang direndam lalu melapnya dengan handuk sampai kering. "Sudahlah. Ini, minumkan padanya. Aku dan Naru akan pulang. Ayo, Naru." Dia memberikan kantung obat pada Kyuubi yang diam lalu menarik Naruto pergi. Naruto melambaikan tangan pada kakak dan kakak iparnya sebelum menghilang bersama Sasuke.

Itachi melirik ke arah adiknya yang menjauh ingin memanggilnya tapi suaranya tidak terjangkau. "Otouto."

Kyuubi bengong dengan kebodohannya. Suara Itachi yang mencoba memanggil Sasuke yang menyadarkannya kembali lalu matanya beralih melihat kantung obat di tangannya. "Ah, maafkan aku Tachi. Ini, lebih baik kau meminum obat ini agar cepat sembuh." Dia merasa begitu bodoh sampai membiarkan suaminya sendiri menderita. Oke itu hanya air dingin, tapi tetap saja. Kyuubi memberikan obat dan juga air minum pada pria dalam dekapannya.

Melihat obat yang diberikan Kyuubi Itachi tersenyum tipis lalu meminumnya. Dia tahu darimana obat itu berasal. Setelah menelan obat yang tidak asing itu Itachi menatap Kyuubi. "Tidurlah bersamaku." Kyuubi menaikkan alis bingung namun tetap mengangguk. Uzumaki-Uchiha itu berbaring di samping suaminya lalu menyelimuti tubuh mereka berdua. Itachi memeluk Kyuubi sekali lagi sebelum akhirnya terlelap sempat berkata, "Terima kasih, Kyuu."

Kyuubi menatap Itachi sejenak lalu mengecup keningnya agak lama dan berbisik pelan. "Cepat sembuh, Itachi." Dia memeluk erat Itachi dan menyusul tidur.

Esok paginya Itachi bangun dan sembuh total. Resep keluarga Uchiha memang luar biasa dan Itachi memang hanya disembuhkan dengan obat tradisional keluarganya. Begitu sadar dia segera menelepon Sasuke dan memperingatkan agar dia dan juga Naruto tidak menceritakan apa-apa tentang kejadian kemarin pada siapapun. Setelah Kyuubi bangun pun sikapnya yang biasa kembali. Tidak ada lagi Itachi yang penuh manja seperti semalam.

Sasuke mendengus kesal setelah Itachi seenaknya menutup telepon. "Lain kali kalau Aniki sakit kita harus membawa kamera dan merekamnya untuk blackmailing, Naru. Dasar kakak yang merepotkan." Dia tidak sadar dia juga begitu. Dasar Uchiha. Dan bukannya dia sudah punya satu video blackmailing ya? Kejadian yang mana ya yang dia rekam?