Kali ini mereka berdua lebih mesra, atau lebih tepatnya Itachi nya aja yang mesum hehehe. Toh sama istri sendiri, ga apa-apa dong. Ah tapi Kyuubi nya juga sama aja. Kalau diinget-inget aku ga ngerti kenapa ide ceritanya begini, jadi ketawa sendiri pas ngedit.
Sei : Di chap kemarin katanya Itachi manja. Walau aku rada gimana gitu sebenernya pas meranin, takut OOC. Meski sebenernya walau iya pun ga masalah juga hahaha.
Shi : Iya bener aku setuju banget Itachi Teme itu manjanya gak ketulungan sampai aku aja pengen ngejitak kepalanya. Tapi kalau udah marah, jangan harap bisa liat hari esok nak.
Sei : Bener itu, jangan berani macam-macam. Fufufu.
Shi : Semoga di chap ini kadar sweet-nya meningkat. Hihi.
Sei : Udah pasti.
Sei sebagai Itachi.
Shi-chan sebagai Kyuubi.
Timeline : 13 bulan menikah
Hari sudah sore dan Kyuubi sedang berdiri di balkon kamar menunggu kepulangan Itachi. Matanya melirik jam pada hp-nya dan kembali ke langit sore. "Hm."
Itachi membuka pintu depan dan melepas sepatunya. "Aku pulang." Tidak mendengar jawaban Itachi berjalan ke kamar untuk melihat Kyuubi yang sedang melamun memandangi sunset dengan berpangku tangan. Itachi meletakkan tasnya di atas meja dan mendekat pelan-pelan lalu memeluk Kyuubi dari belakang. "Sedang apa?"
Tidak mendengar kepulangan suaminya Kyuubi kaget ada yang tiba-tiba memeluknya. Kyuubi berbalik menghadap Itachi lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher Itachi. "Hm. Menurutmu?" Sebuah senyum nakal terukir di bibir merahnya.
Melihatnya Itachi ikut tersenyum dan berniat ingin menggoda sang istri. "Memikirkan menu makan malam mungkin?" Tentu dia tahu bukan itu yang dipikirkan Kyuubi.
Dengan manja dan sedikit merajuk Kyuubi memalingkan muka. "Huh, menu makan ya."
Ekspresi yang ditunjukkan Kyuubi membuat Itachi tertawa geli dalam hati. "Kenapa? Aku salah ya?" Kyuubi mencibir nyamendengar dan melirik tajam Itachi. Kedua tangan yang sebelumnya dikalungkan ke leher Itachi tiba-tiba dia lepas lalu sekali lagi dia memunggungi suaminya. Itachi menatap Kyuubi dengan sedikit kaget. "Kenapa, Kyuu? Kau marah ya?"
"Aku tak marah kok," Kyuubi menjawab dengan ketus. "Lebih baik kau mandi dulu sana. Nanti kusiapkan makan malam." Dia masih berbalik badan tidak mau melihat Itachi.
Itachi diam sejenak sebelum menjawab. "Hm, baiklah." Tanpa basa-basi lagi dia segera ke kamar mandi dan menutup pintu tanpa melirik lagi ke belakang.
Kyuubi menjadi kesal sendiri sambil mendumel tak jelas. "Uh, keriput sialan! Masa dia gak peka sih?!" Setelah itu dia pergi ke dapur dengan perasaan dongkol. Sambil menyiapkan makan malam dan mencuci peralatan masak yang sempat dia pakai tadi sore, terus saja dia bergumam sendiri tanpa henti.
Yang sedang mandi malah senyam-senyum karena permainannya sendiri. "Kyuu-ku lucu sekali kalau sedang kesal." Setelah membersihkan diri Itachi keluar dari kamar mandi dan berpakaian. Saat dia ke dapur Kyuubi baru saja selesai menyiapkan semuanya. "Wah, makan malam sudah siap rupanya. Kau memang berbakat menjadi istri yang baik."
Kyuubi melirik sejenak pada Itachi. "Aku laki-laki, bodoh. Sebutan istri itu untuk wanita." Sepertinya dia masih kesal karena hal tadi.
"Hm. Tapi kau istriku."
Kyuubi membalikan badan sambil mengeringkan kedua tangan dengan handuk. Dia lalu berjalan menuju meja makan dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Itachi. "Yayaya, terserah kau sajalah." Kyuubi mulai mengambil makanan untuk Itachi dan setelah terisi memberikan piring tersebut pada suaminya. "Sekarang makanlah," Kyuubi berkata sambil berpangku dagu.
Bukannya mulai makan Itachi malah ikut berpangku dagu juga. Mata onyxnya menatap Kyuubi sambil tersenyum. "Aku ingin disuapi."
Kedua mata Kyuubi memutar bosan. "Manja sekali suamiku ini. Tidak bisanya." Memang ada kalanya Itachi bersikap manja padanya. Tapi karena itu jarang sekali terjadi, sangat jarang malah, wajar saja kan jika Kyuubi menganggap itu tidak biasa. Dia masih diam di tempat dan tidak melakukan apa-apa.
"Tidak apa, kan. Ayo suapi aku." Setelah beberapa saat Kyuubi menghela napas dan beranjak duduk di kursi di samping Itachi. Dia mengambil sendok yang ada di dekat piring dan mulai menyuapi Itachi. Itachi mengunyah makanannya sambil terus senyam-senyum. "Enak."
Kali ini Kyuubi memalingkan muka dan pipnya merona. "Hm. Kalau begitu habiskan." Dia melanjutkan menyuapi Itachi dan sesekali menyuap makanannya sendiri.
"Tadi di kantor aku bosan sekali."
Kyuubi menaikkan sebelah alis. "Benarkah? Biasanya kau selalu menjahili si pantat ayam setiap kau bosan."
"Tapi disana tidak ada Kyuubi-ku. Tentu saja aku bosan."
Setelah keduanya habis Kyuubi menaruh piring dan memberikan air putih pada Itachi. "Aku kan tidak bekerja di perusahaanmu bodoh. Mana mungkin aku ada disana."
Itachi menghabiskan air yang diberikan Kyuubi dan satu tegukan. "Karena itu aku tidak mau lama-lama di kantor. Aku ingin cepat pulang dimana Kyuu-ku menunggu."
"Aku tak pernah menunggumu."
"Hm, benarkah? Bukannya tadi kau sedang menungguku ya?" Itachi berkata dengan wajah berpikir lagi-lagi menggoda istrinya.
"Si-siapa bilang?! Aku tidak pernah menunggumu, baka. Kau saja yang terlalu kepedean," Kyuubi berkata sambil sedikit berteriak untuk menutupi kekagetannya.
"Padahal tadi wajahmu begitu nakal menggodaku. Kupikir sedang memikirkanku. Bukan ya?" Kali ini Itachi masang wajah kecewa.
Kata-kata Itachi membuatnya merona dan Kyuubi segera mengalihkan pandangan karena malu. "Siapa juga yang memasang wajah menjijikan itu hah?! Kurasa matamu sudah rabun, keriput."
Wajah kecewanya tadi berubah menjadi wajah sedih, tentu saja masih bercanda. "Istriku sendiri menolakku. Kasihan sekali aku ini." Itachi bangkit dan berjalan ke kamar meninggalkan istrinya di dapur.
Kyuubi cengo dan sweatdrop karena kelakuan suaminya. "A-apa-apaan dia tadi?! Argh dasar menyebalkan keriput sialan! Mati kau sanaaaa!" Kakinya dia hentakkan seperti anak kecil lalu beranjak ke wastafel untuk mencuci piring.
Begitu masuk ke kamar Itachi mengambil buku dan kacamata bacanya lalu membaca buku entah apa itu di kursi dekat jendela. Saat beberapa lama kemudian Kyuubi masuk dan melewatinya berjalan ke kamar mandi, dia hanya melirik sebentar istrinya dan kembali membaca.
Tiga puluh menit setelahnya saat Kyuubi keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk di pinggangnya barulah Itachi benar-benar meninggalkan bacaannya. Kyuubi sedang berdiri di depan lemari memilih baju yang akan dipakai ketika Itachi muncul di belakangnya dan tiba-tiba mencium pundaknya. "Harum sekali yang habis mandi."
Kyuubi kaget sejenak sebelum kembali memilih baju. "Diamlah, keriput. Aku harus pake baju dulu."
Tidak menghiraukan kata-kata Kyuubi, Itachi memeluknya dari belakang dan perkataanya membuat istrinya itu merona juga sedikit gugup. "Tidak usah pakai baju juga tidak apa-apa. Kau tetap manis."
"Ta-Tachi, lepaskan aku." Kyuubi berusaha memberontak. "Aku harus pakai baju, keriput! Dingin lho! Nanti kalau masuk angin lagi bagaiamana? Aku tak mau merepotkan orang lain, baka."
"Kalau dingin kan ada aku." Itachi memeluknya lebih erat. "Kyuu tidak suka aku peluk ya?"
Sadar bahwa percuma saja melawan, Kyuubi berpikir sejenak lalu menyeringai. Dengan satu gerakan dia melepas paksa tangan Itachi dan berbalik. Dia membawa tangan Itachi untuk memeluk pinggangnya sedangkan tangannya sendiri dikalungkan pada leher Itachi. "Hm. Menurutmu?"
Tidak menyangka reaksi yang seperti ini Itachi terkejut sejenak. Kepalanya dia miringkan sedikit seperti bertanya. "Jika aku menganggap ini sebuah undangan aku tidak akan kecewa kan?"
Kyuubi menatap ke langit-langit berpura-pura berpikir. "Entahlah. Sebenarnya aku kesal padamu, keriput." Menatap kesal. "Hari ini kau menyebalkan. Jadi tidak ada udangan apapun." Menjulurkan lidah.
"Hm." Itachi diam sejenak. "Kalau begitu aku akan mengundang diriku sendiri," Itachi berkata lalu menarik kepala Kyuubi untuk terus menciumnya dengan panas.
Kedua mata Kyuubi melebar kaget. Dia mencoba memberontak dengan memukul dan mendorong dada Itachi. Tentu Itachi tidak membiarkan Kyuubi lepas begitu saja dan malah mencium semakin dalam. Kedua tangan Kyuu ditangkapnya agar diam. "Umh!" Setelah tahu tidak akan bisa menang Kyuubi akhirnya pasrah. Matanya tertutup dan dia mulai membalas ciuman Itachi. Dalam hati Itachi tersenyum dan kali ini mencium Kyuubi dengan lebih lembut. Tangan yang sebelumnya dia tangkap dilepaskannya dan kedua tangnnya sendiri beralih ke punggung Kyuu. "Mmh!" Kyuubi menahan desahan. "Ta-Tachi... Ber-henti.." Tangannya memegang erat bahu Itachi.
Mengerti apa yang diinginkan, Itachi berhenti dan mengecup Kyuubi sekali lagi lalu menyatukan dahi mereka. "Kenapa, sayang?" Napasnya sedikit terengah-engah.
Dengan masih menggenggam pundak Itachi erat sebagai topangan, Kyuubi berkata dengan pipi merona dan menunduk malu. "Tachi, ja-jangan sekarang."
Masih tidak ingin menambah jarak diantara mereka Itachi menggesekkan hidungnya dengan hidup Kyuubi. "Kalau kau terus bersikap begini aku jadi tidak tahan."
Kyubi agak geli dengan sikap Itachi. Dia lalu mengalungkan kedua tangannya ke leher Itachi dan mengecup pipi Itachi lembut. "Tidakkah kau lelah, Tachi? Bukankah seharian ini kau rapat, hm?"
"Tapi kau adalah pengisi tenagaku. Memelukmu begini saja membuat rasa lelahku hilang."
Kyubi tersenyum lembut dan lagi-lagi mengecupi pipi suaminya. "Begitukah? Kalau begitu kita pelukan saja sampai kau puas, bagaimana?" Kyuubi mengedipkan sebelah matanya menggoda.
Dengan satu gerakan Itachi mengangkat Kyuu lalu membawanya ke tempat tidur. "Kalau begitu pelukan disini saja, ya." Dia berbaring di samping Kyuu sambil memeluk istrinya itu.
Kyuubi menyamankan diri dalam pelukan hangat Itachi. Meski nyaman berada dalam kehangatan dekapan Itachi lama-lama Kyuubi risih juga karena dia hanya memakai sehelai handuk. "Uh keriput, aku risih jika hanya menggunakan handuk saja." Kedua matanya menatap mata onyx Itachi.
"Ya sudah lepas saja. Kan tinggal pakai selimut." Sebenarnya Itachi tidak begitu berpikir saat menjawab dan hanya berkata seenaknya. Karena itu dia sedikit kaget saat Kyuubi benar-benar mengikuti sarannya membuka handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya dan melemparnya ke sembarang arah. Istrinya itu lalu menyelimuti mereka berdua dengan selimut tebal. Sebuah seringai yang tidak berhasil Itachi sadari merekah di bibir Kyuubi. "Kau menggoda sekali hari ini." Tangan kirinya mengelus-elus punggung Kyuubi. "Aku semakin cinta padamu," Itachi berkata sambil senyam-senyum.
Melihatnya Kyuubi bergidik ngeri. "Entah mengapa melihatmu senyum-senyum begitu membuatku takut, Tachi."
Tangan Itachi satunya lagi naik mengelus-elus rambut Kyuubi. "Tidak perlu takut. Memangnya kau pikir aku akan menyakiti istri yang kusayangi?"
"Ya, jika kau mencintai orang lain bisa saja kan?" Kyuubi mengelus pipi Itachi.
Sebuah kecupan mendarat di kening Kyuu. "Kau saja sudah lebih dari cukup. Aku tidak butuh yang lain."
Kyuubi mencium bibir Itachi lembut. "Kuanggap itu sebagai janji. Awas saja kalau kau berbohong. Kubunuh kau." Lagi-lagi dia menyeringai. Percakapan ini bukan yang pertama kali mereka lakukan dan jawaban dari Itachi selalu sama.
Sebelum menjawab Itachi mengecup balik bibir Kyuubi dan tersenyum. "Kalau aku bohong, aku akan bunuh diri."
Kyuubi mengembalikan lagi kecupannya. "Deal." Dia memeluk Itachi erat dan bersandar pada dada bidangnya.
"Aku sayang padamu."
Dibalik pelukan hangatnya Kyuubi tersenyum lebar. "Sayang Tachi juga!"
