(Wah.. udah lebih dari tanggal 1, gpp kan? Masih mau baca gak? Klo enggak aku end in aja)
Aku mau balas review kalian di ch2:
GaemCloud: Hhe.. siapa ya? Wah, nanti kalo kebawa mimpi gimana coba? Hhe
Askasufa: makhluk sejenis? Thanks for support
HoMin'EL: aku senang kmu bisa senang(? apaan coba..) kamu suka Chanyeol sadist?
Haemin: aku akan bikin yang lebih seru lagi, hhe
Guest: niat terselubung.. apa ya..
Sungie: kok tau klo bakal ada NCnya? #nyodorin tangan juga #kamunya udah tarik tangan duluan #gak jadi kenalan #pundung -_- this is next time, welcome, hhe
Jongin48: mau ngapain ya.. hhe,
Byvn88:karakter Chan emang gitu, ini udah next
Guest: NC?
KHyejungKai: hhe, ini agak lama, mian
Adilia. taruni. 7: Ya, panas.. hha
Keepbeef Chiken Chubu: nyosor? Itu Jongin polos loh, matanya blink-blink gituh..
Mizukami Sakura-chan: ya, Sehun dikacangin! Hha
Yuki Edogawa: Udah siap sih, Cuma gak ada waktu bro
Afranabilah19: NC? Aku bilang rate M lo.. mature belum tentu NC, masa pertama kali ketemu gara-gara tabrakan langsung NC, kan kasian uri Jongie, hhe
Amalia1993: wo wow woo panas (ikut-ikutan) ya, itu sikap Kai labil lo di ff ini, aku aja gak tau tu anak manis sifat aslinya gimana nanti
Ardian. aiyul: Semangat juga
SooBabyBee: Kurang panjang? Aku Cuma takut nanti kalo typo krn wordnya pada ilang e, makasih udah nunggu ff ini
Kamong Jjong: Kan Kai manis, Kai kasih kiss diawal sih, jadi siapa sih yang gak mau kiss bibir sexy itu lagi? Hehe..
Nadiaa: iya, hehe
Jongkwang: Thanks
Chotaein816: mian bikin kamu nunggu lama, em? Jongin gak takut sama Chanyeol kok, semangat! ^_^
FlowAraa23: this is the next
Thanks for all review,
Mian kalo ff ini jadinya ancur (aku kehilangan ide)
So this is..
TRAP IN DEVIL PLEASURE
Ini FF ChanKai..
Saya ingatkan.. ini FF terlalu sadis..
ChanKai
Chanyeol Sadist..
DRUG ADDICT
Tapi..
Bagi yang tidak suka karakter Chanyeol jahat, jangan baca..
Banyak alur pembunuhan karakter..
DON'T BASH.. DON'T READ IF YOU HATE THIS FF
I told you before
.
.
.
AND THIS IS
TRAP IN DEVIL PLEASURE
.
.
….
Pluk.. Pluk..
Chanyeol membuka satu persatu kancing seragam namja tan manis dikungkungannya itu kemudian membuangnya asal.
SET..
Ciuman panas itu terputus, menyisakan benang salvia yang masih saling tertaut di kedua bibir itu.
Mata Chanyeol memandang namja itu, pikirannya masih terlalu rumit.
"Hm.." namja tan itu memberikan seulas senyuman manis dengan bibirnya yang masih mengkilap dan sedikit memerah akibat gigitan Chanyeol tadi.
-Trap in Devil Pleasure-
PUK…
Tangan kanan namja itu kemudian menyentuh pelipis Chanyeol, membelainya hingga pipi dan berakhir di rahang tegas Chanyeol. Lagi, hanya seperti namja yang menghirup dalam morfin kristal yang dibakar, wangi red rose tangan namja tan itu menyeruak tajam hingga memenuhi tenggorokan dan paru-parunya.
Meski sudah penuh, Chanyeol tetap memaksakan paru-parunya menampung lebih banyak harum itu.
"Manis.." Chanyeol membingkai wajah namja tan itu, menggiringnya sehingga dahi dan hidung mereka bersentuhan.
"Aku namja, kau tahu jelas.." namja tan itu menatap mata Chanyeol dalam.
"Biarkan aku menyentuhmu.." jemari Chanyeol turun dan membuka tiga kancing atas kemeja putih seragam namja tan itu. Terpampanglah kulit tan halus merata itu. Leher janjang serta dada bidang yang mendesirkan darah Chanyeol lebih cepat.
HAUP!
Chanyeol segera melesakkan kepalanya di perpotongan leher namja tan itu dan mengecapnya ganas.
"Hnh.. tidak sabaran.." namja tan itu sedikit terkikik geli mengetahui betapa Chanyeol bernafsu padanya. Tangan Chanyeol menggiring tubuh tan itu untuk mengalungkan kedua kakinya dipinggangnya. Segera Chanyeol bawa namja tan dalam rengkuhannya tersebut menuju lapangan indoor basket yang sepi.
-Trap in Devil Pleasure-
"Ne, hisap terus, Chanyeol.. emh.." namja tan itu membusungkan dada datarnya ketika bibir Chanyeol meraup rakus nipple merah mudanya. Seragam kemeja namja tan itu sudah ditanggalkan dan hilang entah kemana. Canyeol dengan sibuk menandai bahu dan lehernya hingga menimbulkan warna kebiruan hampir diseluruh inci tubuhnya. Rasanya lebih nikmat dari morfin.
Jemari lentik namja tan itu membelai lembut wajah tampan Chanyeol yang asik memberi tanda pada pundaknya. Dirematnya dengan sensual rambut Chanyeol, dan menambah libido Chanyeol dengan desahan desahan sexynya.
SET!
Tiba-tiba namja tan itu melepaskan tubuhnya dari kungkungan Chanyeol dengan mudah.
Mereka duduk dilantai gudang basket yang dingin dengan jarak yang amat dekat.
Mata Chanyeol menatap heran. Bibir namja tan itu mengulas smirk nakalnya dengan kerlingan menggoda.
GREP!
Segera Chanyeol merengkuh kembali namja tan itu. Menyesap kuat-kuat leher namja tan itu dan membentuk sebuah tanda keunguan yang baru.
"A-aah~ Chanyeol.. sshh~" desahan namja itu lebih indah dari semua lagu siksaan yang didengarnya selama hidupnya.
TEP!
Aktifitas Chanyeol terhenti lagi.
"Singkirkan tanganmu, aku ingin memakannya" Chanyeol menunjuk tangan namja tan yang menyilang menutupi dadanya.
"Ahaha, kau menginginkan ini? Eungh~ Chanyeol~" namja tan itu meraba dadanya sendiri dengan gerakan sensual dan mendesahkan nama Chanyeol dengan wajah menggodanya.
"Chanyeol~ ah.." desahan itu membuat Chanyeol semakin ingin memilikinya.
BRUGH!
Chanyeol segera menerjang namja tan tersebut, namun usahanya menggagahi namja manis itu gagal ketika kedua tangan mulus itu menahan pundaknya untuk benar-benar menidurinya.
-Trap in Devil Pleasure-
"Eits.. sabar tampan.. aku harus pergi sekarang" namja tan itu mengulurkan tangannya, mengambil tasnya yang tergeletak tak jauh dari mereka.
Chanyeol menatap heran namja yang masih ada dibawahnya itu. Namja tan itu tak marah ataupun merasa hina, bahkan tak menendang Chanyeol sama sekali meski tadi sudah hampir akan dilecehkan. Namja di bawahnya ini berbeda.. namja tan ini unik..
SREET..
Namja tan itu bangun dengan menjinjing asal tasnya.
"Sampai jumpa lagi, tampan" namja tan itu mengelus pipi Chanyeol dengan lembut. Kembali Chanyeol melihat senyuman indah itu.
"Jangan pergi" Chanyeol merengkuh tubuh ramping itu dan terasa pas dalam pelukannya. Dihirupnya wangi red rose, keberadaan paling agung dalam hati seorang Park Chanyeol.
"Kau akan tahu kisahmu" bibir penuh itu berbisik lirih ditelinga Chanyeol membuat mata namja tampan itu membulat kaget.
"Jadi.." tubuh Chanyeol menjadi tegang, kedua tangan panjang itu memeluk Kai makin erat.
"Kau bisa putuskan semuanya" suara namja tan itu menyadarkannya.
"Just with me.. She-" Chanyeol menghentikan perkataannya dan jantungnya serasa berhenti. Seperti kehilangan pijakan, kakinya serasa mati rasa.
"Don't remember that.." namja tan itu mencium bibir Chanyeol kilas.
"Katakan.." Chanyeol bingung, siapa sebenarnya namja tan dalam rengkuhannya itu. Harusnya dia tidak tahu.
"Park Chanyeol.." bibir penuh yang makin merekah indah karena berkali disesapnya tadi, namun manisnya masih terasa. Membuatnya terhipnotis.
Chanyeol hanya diam dengan pandangan lurus.
"Kau ingin ini?" namja tan itu menjilat bibirnya perlahan. Kemudian mendekatkan wajah mereka.
CHU~
Namja itu mencium lembut bibir Chanyeol. Hanya sementara.
Cpk!
"Emh.. st-stop engh.." namja tan itu mendesah ketika tangan Chanyeol menggerayangi tubuh bagian atasnya yang polos dan bibir Chanyeol membungkamnya dan meraupnya ganas.
Cukup lama Chanyeol bermain dengan bibir manis itu. Dan Chanyeol merasakan pertama kali yang namanya tak rela. Tak rela ketika bibir halus nan manis itu lepas begitusaja.
TEP!
Chanyeol meraih pergelangan tangan namja tan itu dan menggenggamnya erat.
Chanyeol menegakkan tubuhnya hingga kini berhadapan dengan namja setinggi telinganya itu.
Dibukanya kemeja putih seragam yang melekat ditubuh tiangnya dan dikenakannya pada tubuh tan yang telanjang dada itu.
"Kau punya rasa care? Aku tak percaya, ahaha.." namja tan itu terkekeh melihat Chanyeol yang kusyuk mengancingkan kemejanya dari bawah, yang ia kenakan pada tubuh tan itu.
Terlihat kebesaran ditubuh sexy tan itu.
Disesapnya kembali tanda kebiruan di dada kiri tubuh tan itu sebelum ia mengancingkan yang terakhir.
"Jangan berikan tubuhmu pada namja lain selainku" Chanyeol menatap tajam namja tan itu.
"Tubuhmu indah juga" namja tan itu malah mengalihkan pembicaraan. Jemari lentik itu menuruni tubuh Chanyeol dari jakun hingga abs yang terbentuk sempurna.
"Kau menyukainya?" Chanyeol memberikan senyum miringnya.
Jemari itu dingin ketika menyentuh kulit perutnya. Namun tubuhnya malah merasakan panas yang amat sangat. Dan ini lebih menegangkan dari suntikan narkoba yang selama ini mengalir di pembuluh nadinya.
"Aku mencintainya" namja tan itu mendesah sexy di telinga Chanyeol.
-Trap in Devil Pleasure-
GREP!
Chanyeol segera merengkuh tubuh tan itu.
Menggigit ganas leher kanan namja tan itu. Membuat desahan indah kembali keluar dari bibir yang kini memerah itu.
"Siapa namamu?" Chanyeol mengelus seduktif pinggang ramping namja dalam rengkuhannya itu.
"Kai.." namja tan itu mencium kilat pipi Chanyeol dan dengan mudahnya lepas dari rengkuhan kuat Chanyeol.
Lagi. Namja sexy itu berbeda. Sentuhan bibirnya.. lebih lembut dari hisapan nikotin menthol kesukaannya.
"Aku pergi" Kai melangkah pergi meninggalkan Chanyeol yang masih memandangnya tanpa bergerak seincipun dari tempatnya semula. Terhipnotis.
Sentuhan tangan Kai berbeda. Dingin, membuat darahnya mengalir lebih cepat, dan jantungnya terpompa berlipat kali pada detik yang sama.
Chanyeol rasa.. mulai detik ini, Kai menjadi amfetamin dosis tingginya.
-Trap in Devil Pleasure-
-TBC-
Jeng! Jeng! Chap 3! Yey!
Menurut kalian apa tabrakan itu disengaja?
Apa ada yang mengganjal dipikiran all readers setelah selesai baca ini?
Silakan review, chap depan akan saya jawab sebisa mungkin ^_^
Oke, Review ya! Gomawo all! Salam ChanKai! :D
