(ya.. aku tahu ini ff aneh.. semua ff ku aneh -_- yang mau baca ff ku silakan, kan semua orang pemikiran dan seleranya beda-beda oke? Hhe)

Berhubung kalian pada bingung mau panggil aku apa kalo review,

Buat readers yang merasa perempuan, silakan panggil aku dengan sebutan 'BL-Oppa'

Buat readers yang merasa cowok, silakan panggil aku dengan sebutan 'BL-Hyung'

Thanks for attention! ^_^


TRAP IN DEVIL PLEASURE

Ini FF ChanKai..

Saya ingatkan.. ini FF terlalu sadis..

ChanKai

Chanyeol Sadist..

DRUG ADDICT

Tapi..

Bagi yang tidak suka karakter Chanyeol jahat, jangan baca..

Banyak alur pembunuhan karakter..

DON'T BASH.. DON'T READ IF YOU HATE THIS FF

I told you before

.

.

.

AND THIS IS

TRAP IN DEVIL PLEASURE

.

.

….


CHU~

Lagi. Namja sexy itu berbeda. Sentuhan bibirnya.. lebih lembut dari hisapan nikotin menthol kesukaannya.

"Aku pergi" Kai melangkah pergi meninggalkan Chanyeol yang masih memandangnya tanpa bergerak seincipun dari tempatnya semula. Terhipnotis.

Sentuhan tangan Kai berbeda. Dingin, membuat darahnya mengalir lebih cepat, dan jantungnya terpompa berlipat kali pada detik yang sama.

Chanyeol rasa.. mulai detik ini, Kai menjadi amfetamin dosis tingginya.


-Trap in Devil Pleasure-


Sudah seminggu berlalu sejak kejadian itu.

Dan kini Chanyeol tidak lagi pantas disebut sebagai pengendali pasar gelap narkoba.

Ia hancur. Terlihat frustasi.

Seminggu ini ia melakukan hal yang sia-sia. Mencari.

Namja tan itu dengan keparat membuat Chanyeol harus menghabiskan jatah narkoba tiga hari untuk satu hari.

Ia seolah semakin tergantung dengan benda-benda neraka itu setelah usahanya gagal dalam mencari keberadaan namja sexy itu. Chanyeol sungguh ingin memilikinya. Mendengarkan dengan seksama desahan indah namanya dari bibir merekah yang manis itu.

Senyuman yang lebih indah dari yeoja manapun di dunia ini.

Chanyeol ingin memilikinya seutuhnya.

Dan kini Park tampan itu benar-benar kehilangan amfetamin dosis tingginya.

Tubuhnya tergeletak lemah di kasur apatermen mewahnya dengan dua bungkus metafetamin yang ia buka asal hingga berserakan hingga lantai. Sebuah suntikan berbahan yang hampir sama, masih tertancap di intravenanya. Dan bibirnya menghisap rokok ganja dengan malas.

"Arhhg! Keparat!" Chanyeol mengerang frustasi. Semua itu tak dapat menggantikan sensasi tubuhnya saat bersentuhan dengan Kai.

Ia butuh inhalansia kokainnya. Chanyeol hampir terjatuh berulang kali.

Langkah kakinya sedikit tertatih, sepertinya ototnya sudah hampir relaksasi semua, bahkan ia tak merasakan apa apa pada kaki kirinya yang tertancap pecahan kaca botol red wine. Kepalanya juga terasa berat.

Dibukanya laci meja belajar dipojok ruangan itu.

Wajah Chanyeol makin frustasi ketika benda yang dicarinya di laci tak ditemukan juga.

"Kai! Bitch!" Chanyeol mencabut paksa suntikan yang ada di venanya dan melemparnya di lantai dingin itu hingga jarum suntik itu patah.

Chanyeol sungguh seperti mayat berjalan. Ia telah menghabiskan lebih dari 4 kilogram ganja dan drugs lainnya seminggu ini.


-Trap in Devil Pleasure-


Seminggu kemudian..

Tidak ada yang berubah dikelas itu, kecuali kelas yang sedikit lengang karena tak ada kenampakan namja tampan berwajah dingin bernama Park Chanyeol beberapa minggu ini. Ia seperti hilang tanpa kabar.

Lain hanya dengan Kai.

"Hei, kau tahu tidak kemana Kai? Sudah seminggu ia tak berangkat sekolah sejak hari pertamanya" Luhan bertanya pada ketua kelas. Jinri.

"Hm, dia katanya ke Jepang, ada urusan dengan keluarganya disana" Jinri menjawab seadanya.

"Oh, yasudah" Luhan kembali duduk dibangkunya.

Kai baru satu minggu tidak masuk.

TAP TAP TAP..

Langkah seseorang begitu menggema di kelas tersebut.

Padahal kelas tadi amat ribut. Namun, begitu melihat namja itu melangkah masuk, kelas langsung hening dan tak ada yang berani melihatnya.

PUK!

Namja itu mendudukkan tubuhnya.

Di kursi paling belakang…

GLUP!

Luhan menelan ludahnya kasar. Tidak. Tidak hanya Luhan.

Tapi semua teman sekelasnya. Mereka sekarang tahu kebenaran gossip mengenai namja tinggi yang kini duduk dibelakangnya.

Karena gossip itu memang benar. Satu kelas melihat dengan jelas.

Park Chanyeol dengan seragam Elieos SHS.

masih mengikat bagian tengah lengan bawahnya dengan tali sabuk. Dan pada nadinya tertancap suntikan yang sudah setengah cairannya masuk ketubuh tinggi itu.

"Aaah.." Chanyeol menghela nafasnya lega setelah ia suntikkan seluruh cairan yang tersisa itu. Dilepasnya tali sabuk tersebut dan dengan bebas narkoba mengalir disepanjang peredaran darahnya.

Kepala Chanyeol makin berat.

BRUK!

Chanyeol menjatuhkan kepalanya di meja. Siswa sekelas menatap horror padanya. Ini adalah pengalaman pertama mereka melihat langsung orang yang mengkonsumsi narkoba selain minuman beralkohol tentunya.


-Trap in Devil Pleasure-


TAP..TAP..TAP..

Langkah kaki lain masuk kedalam kelas itu dengan santai seolah cuek dengan keadaan kelas yang tiba-tiba hening.

GREP!

Luhan memegang lengan namja itu agar tidak duduk dibangkunya.

"Lepaskan aku Lu" Kai memandang Luhan datar.

"Dia berbahaya, jangan dekati dia" Luhan hendak menarik Kai keluar kelas namun Kai bertahan di posisinya.

"Lepas" Kai berujar dengan datar. Seolah tak tertarik dengan apa maksud perkataan Luhan.

"Kai, dia barusaja mengkonsumsi drugs" Luhan berucap. Dan hanya suara Luhan dan Kai yang terdengar dikelas itu.

Chanyeol. Telinganya masih dapat menangkap suara kedua orang itu. Perlahan didongakkannya kepalanya untuk melihat namja pemilik nama familiar lawan bicara seorang Xi.

Seolah drugs pada tubuh Chanyeol sudah mengambil alih. Merasa berhalusinasi Kai ada didepannya. Dan tubuh namja Park itu tetap diam meski apa yang dicarinya selama ini sudah ada didepan matanya.

"Hai" Kai tersenyum manis melihat pandangan Chanyeol yang tepat melihatnya.

Chanyeol ikut mengulas senyum. Itu seringaian.

SLEP!

Kai segera menghentakkan tangannya sehingga pegangan Luhan terlepas.

PUK!

Kai mendudukkan tubuhnya di kursinya. Tepat satu meja dengan Chanyeol. Meski selama ini ia tak pernah duduk bersama namja Park itu. Bahkan semua siswa tak yakin jika Chanyeol tahu Kai memang satu meja dengan namja tan manis itu.

"Hai manis.." Chanyeol menatap Kai yang ada disampingnya. Dengan kepala yang ia paksakan untuk tetap tegak meski pening serasa menghantam telak kepalanya.

"Kurasa kau pusing. Ikutlah denganku mencari udara segar" Kai dengan nada bicara dinginnya, menawarkan secara tidak langsung. Sebuah hal yang biasa Chanyeol lakukan.

Membolos.

"Tentu" Chanyeol memberikan seringai tajamnya, Kai berlalu terlebih dahulu. Disusul dengan namja tampan itu yang mengikuti langkah Kai dengan sempoyongan.

Meninggalkan kelas yang diselimuti hawa ketakutan.

Seringai Chanyeol sungguh mengerikan.


-Trap in Devil Pleasure-


"Chanyeollie~, belikan aku boneka teddy bear pink itu~" Kai menunjuk boneka teddy bear besar berwarna pink yang dipajang didepan etalase sebuah toko dari sekian banyak toko berjajar di Gangnam.

"Kajja" Chanyeol memegang erat tangan kanan Kai dan membawanya masuk kedalam toko itu.

"Ini" Chanyeol menyerahkan boneka teddy bear pink itu pada Kai segera.

Kai memeluk boneka itu erat dan wajahnya terlihat amat senang membuat bibir Chanyeol melengkung tipis dengan perasaan berbeda.. untuk pertama kali dalam hidupnya.

Chu~

"Gomawo Yeollie" Kai mengecup kilas pipi Chanyeol.

Inikah bahagia yang sebenarnya itu? Yang orang-orang rasakan?

"Kita cari pakaian ganti, seragam ini jelek" Chanyeol menarik Kai keluar toko itu segera dan mencari toko pakaian. Chanyeol memang tidak suka memakai seragam sekolah. Toh dia sebenarnya sudah lulus SHS saat umurnya 15 tahun. Tak ada yang tahu hal ini kecuali ayah dan Tuhan.


-Trap in Devil Pleasure-


"Kau cocok dengan pakaian itu, kau tampan" Kai bertepuk tangan antusias melihat Chanyeol keluar dari ruang pakai.

Chanyeol menggunakan celana jeans hitam dan kemeja santai berwarna putih dengan lengan yang disinsingkan hingga siku. Untuk tubuh setinggi dan setampan Chanyeol, pakaian ini membuatnya semakin berkelas dan tampan.

"Kai, pakai ini" Chanyeol dengan wajah datarnya menyerahkan celana jeans hitam dan kaos putih bergambar tengkorak. Ia rasa ini cukup baik digunakan Kai. Setidaknya warna pakaian mereka sama. Chanyeol selalu ingin serasi dengan Kai.

Chanyeol setia menunggu tanpa bosan. Meski ia merasa waktu ganti Kai telalu lama untuk seorang namja.

Cklek..

Pintu ruang ganti terbuka dan Kai belum terlihat.

"Chanyeol, em.. ini.. bagaimana?" Kai keluar dengan ragu dari ruang ganti. Tangannya menyilang di dadanya.

Chanyeol hanya terdiam dengan mata yang tak berkedip.

Manis, adalah kata pertama yang otak Chanyeol berikan pada wajah Kai yang malu-malu itu.

Sexy, adalah kata kedua ketika mata Chanyeol memandang tubuh Kai.

Indah, adalah kata ketiga untuk menggambarkan keseluruhan seorang Kai.

Memabukkan adalah kata tanpa batas untuk Kai sebagai Drugs abadi seorang Park Chanyeol.

"Bu-bukankah ini terlalu transparan?" Kai menatap ragu pada Chanyeol.

"E-ehem!" Chanyeol akhirnya sadar dari kegiatan matanya mengamati tubuh Kai yang sedikit terlihat karena tipisnya kaos putih itu.

"Carikan sesuatu yang manis untuknya" Chanyeol menyuruh pelayan toko wanita disebelahnya dengan sedikit membentak.

Segera pelayan itu pergi cepat mencari apa yang diminta customernya karena suara bass bentakan yang menakutkan itu.

"I-ini tuan" Ia kembali dengan membawa sebuah hoodie berwarna pink cerah dengan penutup kepalanya berhiaskan telinga kelinci.

Chanyeol melihat itu sedikit sanksi.

"Seleramu buruk. Carikan yang lebih manis" Chanyeol menatap tajam pelayan tersebut. Pelayan meminta maaf dan akan mencari pakaian lain.

TEP! Namun Kai meraih hoodie itu.

"Aku pakai ini saja" Kai segera masuk kembali kedalam ruang ganti.

Chanyeol menunggu dengan santai disebuah sofa empuk yang tersedia.

Drrrt.. Drrrt..

PIP!

Chanyeol segera mengangkat teleponnya.

"Kerjamu minggu ini bagus Son, 4.5 juta US$, kutambahkan jatah makananmu" Appa Chanyeol menelfon, ia bangga Chanyeol menaikkan penjualan drugs hingga kurang lebih 51 miliar rupiah. Sehingga berniat menaikkan kiriman drugs kelas atas yang merupakan makanan rutin seorang Park Chanyeol.

"Hm.. kiriman makanan minggu ini tak usah dulu" Chanyeol berkata ringan.

Namun itu adalah pernyataan luar biasa.

Bagaimana Park Chanyeol bisa melewatkan sehari tanpa narkoba mengalir di darahnya?

Bahkan pecandu amatiran akan merasa terbakar jika tidak mengkonsumsi dalam jangka waktu tertentu.

"Kau bisa mati" suara Yunho menjadi serius.

"haha.. aku kuat.. kau tahu itu dengan jelas" Chanyeol berkata santai, seolah tak memikirkan sama sekali resikonya. Tentusaja ia bisa mati.

"Ada masalah?" Yunho merasa Chanyeol sedang dalam pengawasan sehingga membuat anaknya itu harus jauh dari makanannya.

"Tidak, aku punya candu baru" Chanyeol terkekeh. Bibirnya melengkungkan seringai.

"Kau bisa mati bila tanpa narkoba sehari saj-"

PIP!

"Persetan!"

Chanyeol jengah juga mendengar Yunho bicara panjang lebar. Chanyeol lalu melepas baterai smartphonenya kasar. Merematnya hingga hancur.


-Trap in Devil Pleasure-


Entahlah,

Akhir-akhir ini Kai manja sekali padanya. Padahal pertemuan pertama mereka, Kai terlihat seperti namja nakal urakan hingga Chanyeol mencapnya sebagai rude boy.

Tapi kini Kai lebih terkesan imut malu-malu. Dan Chanyeol suka itu.

Ani, Kai berubah menjadi jahatpun, Chanyeol tetap mencintainya.

CKLEK..

"Bagaimana?" Kai keluar dari ruang ganti dengan menggunakan hoodie kelinci pink tadi. Hoodie itu kebesaran sehingga pundak Kai sedikit terkekspose. Warna soft pink itu membuat kulit Tan Kai jadi lebih sexy.

GLUP!

Chanyeol menelan ludahnya kasar.

"Manis.. tubuhmu sexy sekali" Chanyeol berbisik tepat ditelinga Kai.

Chu~

Chanyeol mencium pipi Kai hati-hati. Namun efek yang di rasakan pada tubuhnya lebih hebat dari rasa saat dirinya sakaw.. jantungnya bergetar hebat hanya karena bibirnya bersentuhan dengan pipi mulus namja tan manis itu.

"Ehem.. permisi, Tuan" pelayan wanita dibelakang menepuk pelan pundak Chanyeol.

Chanyeol tersadar.

Segera Chanyeol melepas ciumannya di pipi Kai dan berjalan menuju kasir mengikuti arahan sang pelayan wanita. Meninggalkan Kai begitusaja.

Setelah membayar, Kai yang sudah berada disamping Chanyeol segera digeret keluar oleh Chanyeol dan dibawa kesebuah stand ice cream.

Dengan sangat tahu, Chanyeol membelikan Kai es krim rasa strawberry, yang merupakan kesukaan namja tan itu.

"Kai, kau tunggu di kursi itu dulu, aku mau membeli sesuatu" Chanyeol kembali masuk kedalam toko itu.

Tentu. Pelayan wanita itu menyadarkannya akan sesuatu.


-Trap in Devil Pleasure-

-TBC-


Yey! Yey!

ChanKai ng-Date berduaan!

Sebenernya itu yang jadi Luhan itu Sehun lo.. tapi aku gak mau kalo Sehun jadi pihak ketiga dalam hubungan ChanKai T_T (Aku kan HunKai shipper juga..)

Jadi aku ganti LuKai deh, mian ya yang LuKai Shipper, di FF ini Luhan dianiaya lahir batinnya. .

Kai punya berapa kepribadian sih sebenernya? Banyak! Tapi ada yang palsu loh.. hanya satu kepribadiannya yang asli. Mau coba tebak? Hehe..

Oke, Review ya! Gomawo all! Salam ChanKai! :D