Oke All, BL Hyung Comeback! Yey!
Aku balas review kalian ya:
Ayu shoen: Kayaknya gak bisa happy ending deh
Chokyuvie. dwielf: Chanyeol adalah pembunuh pro, hehe
Aldi. loveydovey: Sip! Haha, mungkin itu akan jadi pair kesukaan ku juga
Jongkwang: Chanyeol akan berhenti bubuh orang ketika Chanyeol sudah tidak dapat membunuh lagi (loh? Kok gitu? Terus kapan? Nunggu Kai mati dong brarti?)
Jongin48: Ini udah lanjut bro
BibiGembalaSapi: Hai Bibi, aku memang sebelas duabelas kayak Chanyeol di ff ini (ah jangan percaya! Boong.. hehe) Kamu author baru kah?
GaemCloud347: Iya aku juga bingung Kai itu sebenernya gimana
Raeraekkamjong: Chanyeol keren sadis? Gomawo ^_^
Arolinaa: Ya masalahnya kalo cewek itu pasti di rape-rape dulu sama Chanyeol baru bunuh-bunuhan, Hyuna kan juga dirape dulu. Tapi yang mau itu ceweknya kok, salahnya sendiri menggoda Chanyeol sang murderer, hehe
Adilia. taruni. 7: Oke, thanks udah menunggu
Flts: Keren? Gomawo ^_^
Hyemi kim: Chanyeol emang dibuat sadis, dari kata pengantar setiap sblum baca ff ini kan udah ada keterangannya, hehe
Redrose: Kai masih misteri loooo..
Cute: Kok bisa ngakak knapa? Hhe Di FF ku yg My Lovely Maid itu Kai gak psiko, cuma 2 kepribadian aja. Untuk masalah Kai tau ato enggak perbuatan chanyeol bakal kejawab di ch ini ^_^
Exosal: Knp? ._.
Mizukami Sakura-chan: Sayangnya ini kayaknya harus sad ending
ChanBaekLuv: Selamat datang reader baru ^_^ Kai kepribadiannya Cuma satu kok, yang lain fake
Ehh.. BTW jahat loh kalian masa yg review Cuma segitu orang coba, hiks, masa ChanKai shipper Cuma 17 orang sih? BL Sedih hiks.. hiks.. T_T
Oke! Abaikkan perasaan pribadi! Kita lanjutkan FF ChanKai ini! Yey! Semangat!
So this is..
TRAP IN DEVIL PLEASURE
Ini FF ChanKai..
Saya ingatkan.. ini FF terlalu sadis..
ChanKai
Chanyeol Sadist..
DRUG ADDICT
Tapi..
Bagi yang tidak suka karakter Chanyeol jahat, jangan baca..
Banyak alur pembunuhan karakter..
DON'T BASH.. DON'T READ IF YOU HATE THIS FF
I told you before
.
.
.
AND THIS IS
TRAP IN DEVIL PLEASURE
.
.
….
"Aku suka teriakan pilu" Chanyeol berkata jujur.
"Unik" Kai menyunggingkan senyuman miringnya. Lebih terkesan seperti seringaian. Kai kemudian mengeluarkan rokok disakunya. Menyulutnya, menghisapnya semaksimal kapasitas paru-parunya lalu menghembuskan asapnya tepat diwajah Chanyeol.
Fyuuuhhh~~ asap itu hilang dan memperlihatkan bibir penuh Kai yang terlihat seperti meminta untuk dilahap.
Menantang sekali.
Dan Chanyeol juga mencintai Kai yang bad boy seperti ini.
-Trap in Devil Pleasure-
Hari berikutnya
Elieos SHS
01.45 pm..
Sepi.
Seluruh siswa sudah pulang. Dikelas hanya ada Kai, tas Chanyeol, dan seseorang bermarga Xi yang mencuri-curi pandang melihat Kai.
Zraaakkk..
Pintu geser kelas itu terbuka tiba-tiba. Menampilkan sosok tinggi tampan dengan warna rambut hitamnya.
Namja itu mendudukkan tubuhnya disamping Kai.
"Kemana saja?" Kai bertanya tanpa memandang namja itu.
"Mencari kebahagiaan" itu tentu Chanyeol. Di kerah kemeja seragamnya ada setitik warna merah pudar. Kalian pasti tahu apa cairan itu.
"Kenapa Kai tidak diajak?" Kai menyandarkan kepalanya dibahu tegap Chanyeol.
"Aku yakin kau akan merubah pikiranmu tentangku jika kau ikut, Kai" Chanyeol mengusak rambut halus Kai yang berwarna silver itu perlahan. Membuat mata Kai perlahan terpejam.
Kai menegakkan duduknya kembali, membuat Chanyeol sedikit kecewa.
"Yeol, ini.." Kai menunjuk bibirnya. Chanyeol tidak lagi kecewa.
"Kau menggunakan lipgloss?" Chanyeol mau tidak mau tersenyum melihat betapa manis namja didepannya itu.
"Ini strawberry.. emh~ mau mencobanya~?" Kai menggoda dengan berbisik seduktif tepat ditelinga Chanyeol.
"Dengan senang hati, My Angel" Chanyeol segera menarik Kai duduk dipangkuannya hingga kini mereka berhadapan. Dengan cekatan tangan Kai mengalung dileher Chanyeol lalu bibirnya menyambut lumatan bernafsu itu.
Cpkk.. cpkk..
Kini lidah Chanyeol bergerak bebas didalam mulut Kai setelah sang manis itu lelah melawan lidah Chanyeol.
Ciuman dalam Chanyeol berikan sebagai penutup meski ia yakin ia ingin lagi.
"Manis.. Strawberryku" Chanyeol menghapus lelehan salvia didagu Kai.
"Pulanglah Yeol, kita bertemu lagi besok" Kai turun dari pangkuan Chanyeol.
Grep!
Tangan Chanyeol memeluk erat pinggang Kai. Membuat Kai kembali jatuh dalam pangkuan dan rengkuhannya.
"Buka bajumu" Chanyeol menunjuk kemeja seragam putih Kai.
"Ani" Kai menggeleng imut.
"Buka" Chanyeol kini memerintah lebih tegas.
"Buka dengan mulutmu dan kau dapat menandaiku sepuasmu" Kai mengecup kilas bibir Chanyeol.
Mendengar itu, Chanyeol dengan cekatan membuka semua kancing kemeja putih itu hingga memperlihatkan kulit tan mulus Kai.
Satu kancing atas terbuka dan leher jenjang itu terlihat seutuhnya, kedua, ketiga, keempat, ah dan yang terakhir..
"Anghhh~ Chan! Eungh~" Kai mendesah setiap kali Chanyeol menggigit lehernya kuat hingga meninggalkan beberapa kissmark. Tak hanya itu, nipplenya diraup rakus dan disedot ganas sehingga desahan yang lebih indah mengalun dari bibir sexynya.
Chu~
Kai mencium bibir Chanyeol cukup lama kemudian melepasnya.
"Cukup untuk hari ini" Kai memberikan senyumannya yang mampu menenangkan Chanyeol.
"Besok dengan senang hati.. penisku akan merobek holemu" Chanyeol bahkan tak sungkan mengucapkan hal senooh dengan suara bassnya yang menggema di ruangan sepi itu.
Tangan besar Chanyeol mengancingkan kembali seragam Kai kemudian melahap kembali bibir penuh yang sudah menjadi candunya itu.
"Aku pergi" Chanyeol meraih tasnya asal lalu keluar.
"Bye, mimpikan aku" Kai melambai pada Chanyeol yang sudah menjauh.
-Trap in Devil Pleasure-
TEP!
Kai yang sudah menyampirkan tasnya di pundak kanannya terpaksa menghentikan langkahnya ketika tangan putih seorang namja mencekal tangannya.
Ingat. Dikelas itu tak hanya Chanyeol dan Kai tadi.. ada tas berwarna biru disana..
Dengan Chanyeol yang sudah berlalu, maka kelas ini hanya diisi Kai dan.. Luhan.
"Kai, jangan dekati Park Chanyeol, dia itu Bandar narkoba. Aku juga tadi melihatnya keluar dari kamar mandi siswa dengan seragam yang berlumuran darah. Aku takut kau terbunuh" Luhan mencekal tangan Kai saat Kai akan menyusul Chanyeol pulang. Ini sudah jam pulang sekolah dan semua siswa sudah pulang sedari tadi.
Sepi.. hening.
"Aku tahu itu, Lu" Kai menatap datar namja bermarga Xi itu.
"Lalu.. Kenapa kau tak menjauhinya?" Luhan menatap dalam mata Kai.
"Kau bisa dibunuh Chanyeol jika menyentuhku lebih dari ini. Kurasa kau tahu itu, iya kan Lu?" Kai tersenyum manis sambil mengamati tangan Luhan yang kini menggenggam kedua tangannya erat.
"Kau tahu juga.. Jika aku diam-diam mengamati kalian" Luhan mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Kai.
Ya.. Luhan selama ini mengamati Kai dan Chanyeol. Luhan terfokus pada Chanyeol. Setiap mereka berdua pergi, namja yang menggoda Kai hari berikutnya ditemukan di Koran, dengan headline pembunuhan sadis ataupun mutilasi. Luhan makin tahu setelah melihat gerak gerik Chanyeol yang selalu ijin meninggalkan Kai dan kembali pada Kai dengan titik noda darah tak begitu kentara di pakaiannya.
"Kau bisa dibunuh Chanyeol jika menyentuhku lebih dekat" Kai berbisik ditelinga Luhan yang sudah mengelus punggung ramping Kai.
"Chanyeol sudah pulang. Aku lihat mobilnya sudah pergi barusaja. Jangan takut, aku menginginkanmu.." Luhan mengecupi cuping Kai dan diakhiri dengan kecupan lama dipipi mulus namja tan itu.
"Hm.. Kau menginginkanku? Prince?" Kai mengelus rahang tegas Luhan.
Luhan adalah namja popular di Elieos SHS. Banyak yeoja dan namja yang menginginkan Luhan menjadi namjachingunya, Sehun adalah saudara Luhan, sekaligus rivalnya.
Namun Luhan selalu menolak semua ajakan kencan itu. Karena...
"Aku mencintaimu.. Kim Jong In" Luhan memeluk erat pinggang ramping Kai. Ya, karena hati Luhan sudah dipenuhi oleh Kim Jong In seorang.
"Aku menginginkanmu, Xi Luhan" Kai berbisik sexy sedikit mendesah ditelinga Luhan. Membuat Luhan merasakan rangsangan yang tiba-tiba menyalakan nafsunya.
-Trap in Devil Pleasure-
BRUGH..
Luhan mendorong Kai sehingga terlentang di meja. Segera Luhan mengurung Kai. Tangannya dengan terburu-buru membuka kancing demi kancing seragam Kai.
"Hmp, tidak sabaran" Kai menahan tawanya melihat Luhan meraup leher jenjangnya dengan rakus.
"Luhan.. terus.. aahh" Kai mengelus pelan rambut pirang Luhan. Luhan sedang menyedot rakus nipple dada Kai yang rata. Luhan kemudian beranjak kembali pada leher Kai dan menandainya.
"Ack!" Kai memekik ketika Luhan menggigit perpotongan lehernya terlalu keras hingga menimbulkan keunguan.
"Tanda buatanku lebih indah dari Chanyeol, kau harus tahu itu.. Kai" Luhan menjilati kissmark buatannya itu.
"Benarkah kau bisa menaklukanku?" Kai menatap Luhan dengan kedua mata sayu indahnya.
"Aku menginginkanmu.." Luhan barusaja akan melumat bibir Kai namun dengan mudahnya Kai mendorong tubuh Luhan hingga terjatuh.
BRUGH!
"!" Luhan sedikit terkaget. Tubuh Kai tidaklah mungkin mampu mendorong tubuhnya dengan begitu mudah hingga jatuh begini. Luhan yakin jika gerakan menguncinya tadi tak mampu dibalikkan oleh orang lain termasuk Tao yang merupakan hobaenya di ekskul wushu.
"Luhan-sii.. Aku lapar.. kau tahu?" Kai berkata dengan nada imutnya. Jemari lentiknya melanjutkan kegiatan Luhan untuk menanggalkan seragamnya sendiri.
Kini Kai berpose menggoda diatas meja dengan tubuh topless.
"Kau ingin spermaku?" Luhan menyeringai. Bangkit dan mengusap pelan tanda buatannya di leher jenjang Kai. Barusaja Luhan akan meraup bibir penuh menggoda itu namun..
ZRRRRRAAAAKKKKKK!
Sesuatu yang besar dan berwarna segelap malam merentang lebar.
Benda itu menghalangi cahaya sore yang masuk kedalam kelas hening tersebut.
Itu sayap yang amat besar..
Shriingg…
"AAAAAAAAAAA!" Luhan memekik kaget. Tubuhnya terjatuh lagi.
Sebuah makhluk dari neraka menyeringai tajam, menampilkan gigi taring runcingnya dan mata menyala merah..
"Ja-jangan bunuh aku! Kumohon!" mata Luhan melebar. Tubuhnya bergetar hebat melihat makhluk itu. Kakinya tak dapat berdiri bahkan bergerakpun sulit.
Sayap kelam.
Sungguh megah merentang besar dari punggung makhluk itu, warnanya segelap malam. Indah sekaligus menyeramkan. Sepasang tanduk merah menyala panjang dan tajam melayang. Kuku meruncing tajam berwarna hitam.
"Kau salah karena telah menyerahkan dirimu untuk mati, biarkan aku, Iblis Kematian membawamu keneraka.. Xi Luhan" makhluk neraka itu menyeringai.
"GRRRRAAAAAAAHHHHHH!" teriakan Luhan menggema hingga ke lorong-lorong sekolah.
-Trap in Devil Pleasure-
-TBC-
Readers: BL! Itu makhluk apaan kok tega-teganya bunuh Luhan?
Aku: Oh, apa ya?
Readers: apa makhluk iblis itu jimat yang ditanam Chanyeol di tubuh Kai buat melindungi Kai?
Aku: Apa ya? Hehe
Readers: Kok tiba-tiba Luhan mati begitu aja? Kai kemana kok ilang?
Aku: Kai masih disitu kok, hehe
Readers: Ini kapan endnya BL Oppa?
Aku: Udah mau end! Horeee!
Readers: Alurnya kecepetan yah? Masa Luhan langsung mati gitu aja sih?
Aku: Karena BL Author ingin ini segera berakhir(?)
Readers:Kok kayaknya udah pernah baca FF mu yang genrenya gini sih author?
Aku: Ya! Kau benar! Ini memang sebelas duabelas dengan FF ku yang judulnya Without Answer! (tapi di Without Answer pair utamanya HunKai, ChanKai Cuma nyempil)
Readers: Kok Luhan gak ketahuan kalo mata-matain Chanyeol setiap hari? Apa Chanyeol lengah?
Aku: Tidak, Chanyeol itu berpengalaman. Mungkin Chanyeol sengaja membuat Luhan tahu identitas asli seorang Park ^_^
Oke, Review ya! Gomawo all! Salam ChanKai! :D
