MY LOVE NEVER WRONG FOR YOU

Cast:

Wu Kris (Sehun Appa)

Wu Jongin (Sehun Umma)

Wu Sehun

The Story is Begin..

"Sehunnie, ayo bangun" suara halus mengalun indah menyapa pendengaran anak laki-laki berusia 13 tahun yang kini masih bergelung dalam selimutnya.

Anak itu malah semakin mengantuk dan merasa nyaman dengan hadirnya suara dan aroma lavender khas sosok itu.

"Ayo baby, sudah saatnya mandi" suara halus itu adalah suara namja paling merdu yang pernah didengar anak itu. Jemari namja itu mengelus surai anak itu perlahan.

"Emh, aku mau mandi kalau umma ikut mandi" anak itu membuka perlahan kedua matanya. Senyum tipis terukir ketika melihat namja manis yang membangunkannya. Begitu cantik dan indah. Namja yang telah melahirkannya. Kim Jongin-Kai.

"Sudah besar loh Sehunnie, ingat kata appa.. tidak boleh manja" Kai mengingatkan anaknya.

"Ish, umma.. itu kan kalau sama appa, kalau sama umma tetep gak apa-apa" Sehun merengek sambil menggoyang-goyangkan lengan ummanya.

"Umma tidak mau" Kai ngambek. Memasang wajah cute. Sehun sampai harus berkedip berulang kali dan 3 detik lupa caranya bernafas. Di umur Kai yang masih 21 tahun, sangat tidak dapat dipercaya bahwa ia sudah memiliki anak yang berumur 13 tahun.

"E-ehm! Kalau umma mau, Sehun akan membantu umma belanja di super market nanti pulang sekolah" Sehun selalu mengimingi ibunya dengan imbalan membantu jika ibunya yang cantik itu mau mengabulkan permohonannya.

"Jinja?" Kai memandang sanksi pada anaknya. Biasanya Sehun sangat anti dengan namanya belanja. Terlalu feminim dan itu pekerjaan uke katanya. Dan Kai sendiri melihat bahwa Sehun itu seme sejati seperti appanya.

"Aku janji umma" Sehun mengacungkan kelingkingnya lalu mengaitkannya pada kelingking ummanya.

"Oke.. siap-siap dulu, umma akan menyiapkan air hangat di bathtub mu" Kai beranjak menuju kamar mandi pribadi Sehun.

Sehun hanya mampu mengangguk dan mengulum senyum bahagia. Mandi dengan umma manisnya untuk kesekian kalinya.

-SKIP-

"Sehunnie, ayo, airnya sudah siap!" Kai berteriak dari dalam kamar mandi.

"Ne, umma!" Sehun segera turun dari kasur, membuang selimutnya asal, lalu berlari kedalam kamar mandi.

CKLEK!

Sehun mengunci pintu kamar mandi.

"Kenapa harus dikunci pintunya, hm?" Kai bertanya sambil masih menyiapkan sabun mandi Sehun.

"Biar appa tidak lihat" Sehun berujar jujur.

"Kau itu malu pada appa tapi pada umma tidak malu sama sekali.. aneh" Kai membalik tubuhnya ketika ia merasakan sepasang lengan memeluk pinggang rampingnya.

"Biar" Sehun memasang wajah coolnya. Membuat Kai merasakan desiran aneh namun segera ditampiknya. Kai meluruskan bahwa wajah tampan anaknya merupakan warisan suaminya.

"Aigo~ sudah umma bilang untuk bersiap-siap mandi, kenapa kau tidak ganti dengan bathrobe? Kenapa masih berpakaian piama begini?" Kai agak pusing memiliki anak Sehun, sedikit nakal menurutnya.

"Aku ingin umma yang lepaskan bajuku, bathrobenya sudah ku gantung di situ" Sehun menunjuk gantungan di samping wastafel.

"Manja sekali anak laki-laki umma ini~" Kai berkata gemas sambil mencubit kedua pipi Sehun.

"Appo, umma!" Sehun segera menyentak tangan Kai.

"Hihihi.. mian~" Kai memasang wajah puppy membuat Sehun mengangguk pelan tanpa berkedip.

"Palli umma, katanya sudah siang!" Sehun menarik-narik baju Kai.

"Arraseo.. sini, umma bukakan" Kai mendudukkan tubuhnya dipinggiran bathtub agar bisa sejajar dengan tinggi anaknya. Tinggi Sehun kini sepundaknya. Sungguh tinggi bagi anak seusia 13 tahun. Mungkin pengaruh appanya yang tinggi.

SREEETT..

Kai sudah melepas atasan piama Sehun. memperlihatkan tubuh putih Sehun dengan otot lengan dan perut yang belum sempurna.

"Hmpft-" Kai membungkam mulutnya ketika tawanya hampir keluar.

"Ya… umma mentertawakanku ya?" Sehun menatap kesal Kai.

"Tidak kok, hihi" Kai jelas berbohong.

"Kenapa tertawa?" Sehun cemberut.

"Umma pikir Sehun sangat cool seperti appanya, tapi ternyata tubuhnya baru 10%nya appanya ya~" Kai mengerling nakal pada Sehun. Mengejek.

"Umma kok gitu sih! Sehun kan masih kecil! Besok kalau udah gede pasti lebih keren dari appa!" Sehun mempoutkan pipinya, tak mau melihat kearah Kai.

"Hehe.. mian~ anak umma yang paling tampan dan keren harus maafin umma donk" Kai mengelus wajah Sehun lembut.

"Cium dulu" Sehun merajuk.

Sehun benar-benar kesal. Sungguh ia harusnya jadi namja yang paling keren di mata Kai.

"Oke, iish anak umma.. sini" Kai meraih dagu Sehun.

Chu~

"Yaaah.. bukan di pipi! Di bibir!" Sehun menunjuk bibirnya.

Kai sedikit tersentak dengan permintaan Sehun.

"Belajar dari mana kalau ciuman bibir?" Kai menatap penuh selidik.

"Dari appa sama paman Zi Tao, mereka sering ciuman bibir waktu umma sibuk bikin minuman di dapur" Sehun berkata dengan polosnya.

"Appa dengan paman Zi Tao..?" mata Kai sedikit berair. Ia yakin Sehun tak pernah berbohong padanya. Dan pernyataan Sehun amat menusuknya.

"U-Umma baik-baik saja? A-apa Sehun salah bicara?" Sehun menangkupkan wajah manis Kai dengan kedua telapak tangannya dan menatap cemas.

TES!

Sebutir air mata jatuh mengalir di pipi kanan Kai.

"Kris.." bibir Kai mengalunkan nama suaminya. Wu Kris. Seorang namja tampan yang sukses sebagai direktur utama salah satu perusahan besar di Korea.

"Umma.. mian" Sehun menghapus perlahan air mata Kai.

Chu~

Sehun mengecup ringan kedua kelopak mata Kai yang tertutup lalu menyisir rambut lembut Kai.

Sedetik kemudian isakan Kai berhenti. Mata indahnya terbuka perlahan.

Mata itu sendu. Indah.. sangat indah. Memancarkan kelembutan. Sehun sangat merasakannya.

"Maafkan umma, Sehun" Kai mengulas senyum tipis dan menggenggam kedua tangan Sehun.

"Maaf untuk apa? Sehun akan maafkan jika umma janji tidak menangis lagi" Sehun sungguh tak sanggup melihat Kai menangis.

"Ne, umma tidak akan menangis lagi, tapi umma tidak janji" Kai menatap lurus mata tajam Sehun.

"Arraseo" Sehun tersenyum riang lalu menubruk memeluk tubuh Kai kuat.

"KYA! Hunnie~!" Kai memekik karena gerakan tiba-tiba dari Sehun membuatnya tidak seimbang.

BYURRR!

Keduanya tercebur kedalam bathtub. Kaos biru dan celana jean hitam Kai basah semua, rambutnya juga sedikit basah. Sehun yang berada diatasnya celana piamanya amat basah karena berusaha menahan berat badannya agar tidak merebahkan tubuhnya pada Kai.

DEG! DEG! DEG!

Jantung Sehun terpacu cepat. Pandangan mereka terperangkap oleh pesona wajah satu sama lain.

Sreet..

Sehun melepas celananya tanpa mengalihkan pandangannya dari mata Kai. Kai sendiri masih melihat wajah Sehun tanpa berkedip.

"Ahaha, umma basah!" Sehun akhirnya menghilangkan keakwardan moment itu.

Kai seketika sadar dan mengamati tubuhnya.

"Yash~ Padahal aku sudah mandi Hunnie~" Kai menggerutu sebal.

Chu~

Sehun mengecup kilat pipi Kai.

"Sini biar aku yang lepas baju umma" Sehun sudah menaikkan kaos Kai hingga leher.

"Umma bisa sendiri, nanti umma mandi setelah selesai memandikanmu" Kai hendak menurunkan kaos birunya.

"No.. Tadi umma janji untuk mandi bareng Sehun, bukan mandiin Sehun!" Sehun memprotes. Dan Kai merutuki dirinya yang salah mengartikan dan asal menyetujui perjanjian tadi.

"Bisa dibatalkan janjinya?" Kai memandang penuh harap.

"Tidak akan! Titik!" Sehun menarik kembali kaos biru Kai hingga lepas.

"Ish! Anak umma nakal sekali!" Kai hendak meraih kaos biru itu. Namun dengan cekatan Sehun membuang kaos biru itu hingga terlempar disamping wastafel yang agak jauh.

"Sehun, jangan nakal" Kai mengusak gemas rambut blonde Sehun.

"Sehun tidak nakal. Umma melanggar janji, jadi umma yang nakal" tangan Sehun sibuk membuka resleting celana jean hitam Kai.

"Yaah~ andwae~" Kai mempertahankan celananya ketika Sehun menarik kuat celananya agar lepas.

"Tidak ada penolakan!" Sehun menarik kuat celana jean hitam itu sehingga benar-benar lepas. Dibuangnya jauh-jauh hingga dekat pintu masuk kamar mandi.

"Wu Evil Sehun!" Kai protes dan menarik hidung Sehun sayang.

Chu~

Sehun mencium ujung bibir Kai. Membuat Kai terdiam.

"Jika umma menolak. Sehun akan cium bibir umma!" Sehun mengancam.

"O-oke.. umma tidak akan menolak, jangan cium" Kai kini menurut ketika Sehun menariknya untuk duduk dipangkuan Sehun.

"Apa umma tidak berat? Sepertinya kita salah posisi" Kai membenarkan. Meskipun Sehun besar, namun tubuh Kai masih lebih besar. Karena Sehun masih berumur 13 tahun. Sedang dia sudah 21 tahun.

"Tidak, Sehun suka memeluk umma dari belakang" Sehun segera memeluk Kai.

"Umma tidak bisa menyabuni tubuhmu, kau itu aneh-aneh saja" Kai tersenyum akan tingkah anak tampannya itu.

"Ah kalau begitu aku diatas umma, tapi umma bersihkan seluruh tubuhku" Sehun segera merubah posisinya.

GREP!

Sehun memeluk erat leher jenjang Kai dan menyandarkan tubuhnya di bahu Kai.

Sabun mulai berbusa dan memenuhi tubuh Sehun. Kai menyabuni dengan perlahan dan telaten. Kemudian menuangkan shampoo wangi strawberry ke rambut Sehun.

"Umma biar aku yang mandiin" Sehun menyabuni tubuh Kai.

Lalu menuangkan sampoo strawberrynya ke rambut Kai.

Keduanya saling mengkeramasi, mandi mereka diiringi canda tawa.

-SKIP-

Sehun dan Kai kini duduk di meja makan. Setelah Kai selesai menghidangkan makanannya. Di kursi utama terlihat namja yang sibuk menyusun naskah kantornya.

"Kris, makanlah dulu" Kai mengambilkan makanan untuk suaminya.

"Ini Sehun, makan yang banyak agar bisa membantu appa kelak" Kai memberikan bagian Sehun juga.

Setelahnya mereka makan dengan keheningan yang mencekam.

"Aku butuh tanda tangan orang tuamu untuk berkas ini" Kris menyerahkan map.

"Kenapa masih berhubungan dengan orang tua?" Kai mengerutkan alisnya. Bukankah jika sudah berumah tangga maka harus mencari nafkah sendiri? Kenapa Kris masih meminta tanda tangan persetujuan appa Kai untuk mengambil uang perusahaan Kim?

"Aku membutuhkan dana itu" Kris berkata enteng.

"Tapi ini akan merepotkan appa?" Kai bertanya lirih.. sungguh ia malu karena sudah kesekian kalinya meminta dana perusahaan appanya.

"Kau bicara baik-baik dengan appamu. Beres"Kris menatap tajam Kai.

"..Ne.." Kai hanya mampu mengangguk lemas.

"Umma, senyum dong?" Sehun menarik pipi Kai.

Dan Kai hanya mampu memberikan senyuman palsunya.

-SKIP-

"Belajar yang rajin, Sehunnie" Kai mewanti anaknya itu. Sehun mengangguk semangat lalu masuk kedalam gerbang sekolahnya. Sehun anak cerdas. Ia sudah SMA di usianya yang masih 13 tahun.

Setelah tubuh Sehun menghilang ditengah riuh anak SMA lainnya, Kai segera melajukan mobil Ferrarinya kembali kerumah. Pikirannya dipenuhi dengan perkataan jujur anaknya mengenai perselingkuhan Kris.. Ia tak menyangka.. Kris akan selingkuh darinya.

-TBC-

Sampai sini dulu? Hehe

Review please