Author : seishuuhara
Cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun,dsb
NB : Baru, kritik dan Saran diperlukan.
.
.
.
.
.
.
Chapter 3
"Seosangnim, mengapa kau ada dikamarku saat ini?". Tanya Chanyeol penuh selidik.
"Aku akan mengajarimu, kali ini kau les kepadaku". Jawab Baekhyun sambil membuka lembara-lembara latihan soal yang dibawanya.
"Oh my god? jadi aku harus belajar matematika setiap hari dan setiap waktu? Omo?". Jelas Chanyeol sambil berdiri dan memasang muka idiotnya.
"Ne, terima saja itu, pabo. Salah sendiri bodoh, jika kau bisa matematika, kau tidak akan merasakan les ini. Makanya belajar". Ucap Baekhyun sambil mengetukkan pensilnya di dahi Chanyeol.
"YAK, EOMMA...AKU TIDAK MAU LES". Teriak Chanyeol.
"Nikmati saja, sayang". Ucap ibu Chanyeol dari lantai bawah.
"Yak, sial". Umpat Chanyeol.
"Sudah, kerjakan ini. Jika kau bisa mengerjakannya ,Kamis esok kau bisa istirahat.". Ucap Baekhyun sambil menyerahkan beberapa kertas latihan soal.
2 hours later
"Chanyeol, sudah selesai?". Tanya Baekhyun sambil meng-inguk Chanyeol yang masih sibuk mengerjakan latihannya. Baekhyun meletakkan kepalanya diatas meja sambil melihat Chanyeol yang sedang mengerjakan Latihan soal. Kepalanya di tolehkan ke Chanyeol. Chanyeol menoleh. Seketika wajah Baekhyun dan Chanyeol berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Chanyeol dan Baekhyun terbelalak dan langsung menjauhkan kepala masing-masing.
"Ehem, sudah selesai?". Tanya Baekhyun sambil menguraikan rambutnya yang sedari tadi ia ikat. Ia menyisir rambutnya dengan jemari lentiknya. Chanyeol menganga.
"Woah, Byun seosangnim cantik sekali.". Bisik Chanyeol pelan. Chanyeol terus saja memandangi Baekhyun yang sedari tadi merapikan selesai merapikan rambutnya dan mengikat rambutnya. Ia menoleh kearah Chanyeol dengan gesit.
"Apa yang kau lihat, pabo?". Ucap Baekhyun ketus. Ucapan Baekhyun berhasil membuyarkan lamunan Chanyeol.
"Ah, anniyo, seosangnim. Argh, ini-ini, latihan soalnya sudah selesai." Chanyeol mengambil latihan soalnya. Tangan Chanyeol gemetar saat memberikan kertasnya. Baekhyun melirik kearah Chanyeol sebentar lalu mengeluarkan spidol merahnya.
Awalnya di lembar pertama hanya salah satu. Chanyeol lega melihatnya. Dilembar kedua hanya salah dua. Chanyeol lega melihatnya. Tapi, dilembar ketiga, lembar terakhir, Baekhyun mencoret separuh dari 20 soal yang ada dilembar ketiga. Jadi totalnya salah 13 dari 40 soal. Chanyeol menganga lebar. Baekhyun tampak menulis di sebuah kertas kosong.
"hafalkan ini, besok aku tagih saat pulang sekolah". Ucap Baekhyun sambil menyerahkan kertas yang barusan ia tulisi rumus yang sangat bebelit belit. Baekhyun mengambil ransel hitamnya dan berjalan keluar kamar Chanyeol. Baekhyun turun keruang tamu
"Kamsahamnida, Byun seosangnim.". Ucap Ibu Chanyeol ramah. Baekhyun hanya menarik sudut mulutnya dan membungkuk 90 derajat didepan ibu Chanyeol.
Chanyeol meletakkan tasnya di atas meja dan duduk santai di bangkunya. Ia membuka bungkus lolipopnya dan memasukkan permen manis itu ke mulutnya. Beberapa menit kemudian, Sehun dan Kai datang dan duduk dibangkunya, yaitu di seberang Chanyeol. Sehun dan Kai mengahmpiri Chanyeol.
"Hai, sobat. Bagaimana sekarang? apakah kau sekarang tidak bodoh lagi setelah les dengan nona Byun?". Tanya Sehun sambil menyandarkan badannya di meja Chanyeol.
"Yak, jangan-jangan kalian yang mempengaruhi orangtuaku agar meleskanku pada setan tua norak itu?". Pekik Chanyeol marah.
"Yak, siapa juga yang mempengaruhi orangtuamu. Yang benar saja. Kami berdua hanya bilang nilai ujianmu, siapa gurumu, lalu apa keseharian gurumu, dan kami bilang nona Byun itu sangat perhatian dan sangat memperhatikan nilai muridnya termasuk nilaimu. Dan lalu orang tuamu bermusyawarah dan menentukan jika nona Byun akan menjadi guru lesmu, lalu mereka meminta persetujuan kami dan kami bilang 'setuju'."Jelas Sehun panjang lebar.
"Saat itu kalian juga ada disana?". Tanya Chanyeol.
"Iya, kami ditelepon ibumu dan datang kerumahmu sebelum kau datang. Lalu kami disuruh memberi tahu siapa guru matematika kita. Lalu kita jelaskan bagaimana dan...begitulah, orang tuamu tertarik dan besoknya kesekolah menemui Byun seosangnim dan merembugkan semuanya". Jelas Kai rinci.
"Yak, pabo. Yang benar saja kalian. Sama saja itu mempengaruhi orang tuaku". Ucap Chanyeol marah.
"Tidak, kami tidak mempengaruhi orang tuamu, tapi kami merekomendasikan". Ucap Kai santai.
"Yak, sama saja, pabo". Ucap Chanyeol sambil meninju lengan Kai pelan.
"Oya, mengapa kau memanggilnya setan tua? Dia tidak begitu tua. Dia masih 22 tahun. Masih mending, dia masih bisa kau pacari. Mengingat kau sangat playboy". Jelas Sehun sambil berseringai tajam. Chanyeol hanya berdecih.
"22 tahun itu tua, sayang". Ucap Chanyeol kepada Sehun.
"Sekarang kau berani memanggil Sehunku 'sayang'.?". Teriak Kai frustasi.
"Iya, tak lama lagi, Sehun akan menjadi milikku". Ucap Chanyeol jahil. Sehun berusaha menenangkan kedua playboy didepannya itu. Kai sudah mengangkat kepalan tangannya di diatas langit (?), sedangkan Chanyeol hanya berdiri tenang. Sehun berusaha menahan Kai yang sudah mulai terundang keluar amarahnya.
"Sudahlah, chagi. Aku masih milikmu. Tenanglah.". Ucap Sehun sambil menurunkan tangan Kai yang masih bersiap untuk meninju Chanyeol.
"Jinjjayo?". Tanya Kai dengan mata berbinar.
"Ne". Sehun menatap Kai dengan tatapan dingin.
"Jeongmalyeo?". Tanya Kai sambil mendekatkan tubuhnya dengan Sehun dan menggenggam tangan mulus Sehun.
"Ne". Sehun menatap Kai jijik. Chanyeol hanya memutar bola matanya.
"Sudah, aku tidak kuat lagi melihatnya. Kembalilah ketempat duduk kalian". Ucap Chanyeol sambil mengibaskan tanganya tanda mengusir.
"Ah, kau iri kan". Ucap Kai sambil memeluk pinggang Sehun.
"Yang benar saja. Aku tidak iri. Untuk apa aku iri. Aku tidak akan berpacaran hingga aku lulus nanti. Lagian sebentar lagi kita juga akan lulus. Lihat saja, kau akan kubuat iri.". Ucap Chanyeol sambil melihat kearah cendela.
Pelajaran memang diundur satu jam karena guru-guru pada rapat. Chanyeol melihat depan kelasnya yang kosong. Diujung sana, Chanyeol melihat seseorang yang tidak asing. Yap, Baekhyun. Baekhyun sedang berjalan dari toilet ke arah ruang guru yang berada di seberang kelasnya. Baekhyun merenggangkan ikat rambutnya dan melepasnya. Angin cukup kencang hari ini. Angin tsb mengibarkan rambut hitam kecokelatan Baekhyun yang tergerai indah sepunggung. Baekhyun merapikan rambutnya dan mengibaskan rambutnya lalu menguncirnya lagi. Chanyeol yang melihat kejadian itu melongo lebar.
"Byun seosangnim cantik sekali". Batin dan Kai yang melihat Chanyeol langsung menghampiri Chanyeol.
"Ehem". Kai berdehem. Chanyeol tersentak.
"Lagi lihatin sapa tuh". ucap Sehun sambil menatap kearah Baekhyun yang sedang merapikan rambutnya didepan pintu ruang guru.
"Aku tidak sedang melihatnya. Aku-aku aku sedang melihat Kim seosangnim." Ucap Chanyeol mengelak. Kai dan Sehun melihat kearah Kim seosangnim. Pak guru tua yang sudah belasan tahun mengajar di sekolah Chanyeol. Kim seosangnim mengajak Baekhyun masuk dengan cara merangkul pundak Baekhyun.
"Yak, pak tua. Beraninya dia merangkul ABG muda seperti Byun seosangnim". Teriak Chanyeol marah.
"Oooh...jadi benar. Dia mulai suka dengan guru matematika kita tersayang." Ucap Sehun sambil tersenyum sinis.
"hmm..tidak disangka". Ucap Kai sambil tersenyum sinis juga. Kai dan Sehun membalikkan badannya lalu berjalan keluar kelas.
"Yak, kalian tidak mengerti. Yak, yak..jangan pergi aku belum selesai bicara". Ucap Chanyeol melas sambil menatap temannya yang sudah berjalan keluar itu.
Chanyeol berjalan menyusuri jalan menuju rumahnya. Ia masih saja memandangi kertas rangkuman rumus matematika yang diberikan Baekhyun. Ia meremasnya kuat.
"Kalau begini kejadiannya, aku tidak perlu menghafal rumus yang susah ini. Byun seosangnim pake pergi segala. Hmm..sekarang hari Rabu. Aku tidak ada les. Berarti aku bisa bebas. Yeah". Teriak Chanyeol girang. Ia mulai masuk kerumahnya dan masuk ke kamarnya.
But...
"Yak, Byun seosangnim? sedang apa kau disini? Sekarang hari rabu. Aku tidak ada jadwal les pada Hari Rabu." Jelas Chanyeol tidak terima.
"Yak, Pabo. Aku kesini bukan untuk les. Tapi untuk menagih hafalanmu. Tadi aku tidak sempat, jadi aku sempatkan sekarang". Jawab Baekhyun sambil memutar kursinya.
"Aih, jinjja. Seosangnim. Aku lupa lagi. Sudahlah, kan bisa besok. Sekarang sudah malam, kau tidak tidur?". Tanya Chanyeol ngeles.
"Aku akan menunggumu, aku sudah bilang orang tuamu jika aku akan minta waktu untuk ini. Jadi jangan sia-siakan, pabo"
"Yak, jangan memanggilku pabo, seosangnim."
"CEPAT HAFALKAN!". Ucap Baekhyun sambil menggebrak meja.
3 hours later
23:12
Baekhyun masih senantiasa menunggu Chanyeol yang sedari tadi mengahafalkan rumus. Chanyeol masih sibuk mengahafal. Tiba-tiba, ibu Chanyeol masuk.
"Seosangnim, apakah anakku sudah berhasil menghafalnya?". Tanyanya ramah.
"Tampaknya ia tidak akan hafal. Ini sudah 3 jam lebih". Jawab Baekhyun dingin.
"Heuh, kapan ia akan hafal? Eung seosangnim. Diluar hujan. Jika aku menyarankan, kau menginaplah disini untuk sehari ini saja. Jika kau nekat pulang, kau bisa sakit. Lagipula, jika kau menginap disini, kau bisa memantau Chanyeol mengahafal sampai besok pagi bukan". Ucap Ibu Chanyeol ramah.
"Yak, eomma. An-". chanyeol belum menyelesaikan bicaranya.
"Itu ide yang bagus. Terima kasih untuk tawarannya. Anda cerdas sekali". Ucap Baekhyun dingin. Chanyeol menepuk jidatnya dan memijat pelan pelipisnya.
"Eung, berhubung untuk memantau belajarnya anakku, kau tidur satu kamar saja dengan Chanyeol, Chanyeol biar tidur bawah. Masih ada satu kasur lagi dibawah ranjang Chanyeol, Chanyeol bisa menggeretnya"ucap ibu Chanyeol ramah.
"Mwora? Andwae eomma. Jebal, andwaeyo". Rengek Chanyeol.
"Ne, ahjumma. Saya terima tawarannya. Kamsahamnida". Ucap Baekhyun sambil membungkuk didepan ibu Chanyeol.
"Yap, ini bajumu. gantilah bajumu dengan ini. Piyama ini pasti muat ditubuhmu. Karena tubuhmu sepertinya sama dengan noona Chanyeol.". Ucap Ibu chanyol sambil menyodorkan piyama pink.
"Ne, kamsahamnida.". Ucap Baekhyun dingin. Ibu Chanyeol keluar kamar.
"Chanyeol tidak akan berani macam-macam denganmu. Lagian, dikamar Chanyeol ada CCTV nya, jadi jika Chanyeol macam-macam, aku akan melemparnya ke sungai Han.". Ucap Ibu Chanyeol. Chanyeol melotot pada ibunya. Ibu Chanyeol keluar kamar.
"Oke, Pabo. Sudah hafal?". Tanya Baekhyun dingin dan tatapan datar.
"Ya, mungkin". Jawab Chanyeol gugup.
"Coba sebutkan satu-satu"
"na-nb /nc sama dengan na-nc/nb sama deng-"
"Stop". Ucap Baekhyun ketus.
"Mwo?". Tanya Chanyeol penasaran.
"Yang benar na-nb/nc sama dengan na-nb/nc. Ulangi"
10 minutes later
"Sudah, hentikan. Lanjutkan besok pagi saja". Ucap Baekhyun sambil meletakkan penanya dan bangkit dari duduknya. Chanyeol menatap Baekhyun. Baekhyun menyambar piyama pink dan kekamar mandi. Beberapa saat kemudian, Baekhyun muncul dengan piyama pink yang nampak pas di tubuhnya. Rambunya tergerai indah sepunggung.
"Tidurlah, Chanyeol.". Ucap baekhyun sambil merebahkan tubuhnya dikasur. Beberapa menit kemudian, Baekhyun sudah sampai dialam mimpi. Chanyeol masih saja menghafalkan rumus. Chanyeol memandang Baekhyun. Chanyeol tersenyum sambil menyingkirkan poni yang berkumpul di kening Baekhyun. Chanyeol menutup tubuh Baekhyun denga selimut yang hanya sampai pinggang Baekhyun saja.
01:22
Baekhyun terbangun dari tidurnya. Biasa, ini sudah rutinitasnya. Selalu terbangun ditengah malam tanpa alasan yang jelas. Baekhyun melihat Chanyeol yang tertidur di meja belajar. Baekhyun bangkit dari kasur dan menuju ke arah Chanyeol. Baekhyun mendekatkan wajahnya ke arah Chanyeol.
"Tak usah sampai seperti ini. Kau merelakan tidurmu hanya untuk rumus-rumus itu". Ucap Baekhyun lembut. Ia menggotong Chanyeol *hero!Super Baekhyun* dan merebahkannya di kasur. Baekhyun terus menatap Chanyeol. Baekhyun tersenyum dan menyelimuti Chanyeol.
"Selamat tidur". Ucap Baekhyun sambil kembali ke kasurnya.
Baekhyun sudah kembali terbawa aliran mimpi. Tapi,ada satu hal yang dapat membangunkannya, yaitu..
BUUKKH
"Omo!". Baekhyun tersentak. Baekhyun merasa ada yang melingkari pinggangnya saat ini. Baekhyun memejamkan matanya. Ia takut dengan hantu dan semacamnya. Ia tak berani menoleh kebelakang.
"Tuhan selamatkan aku, aku tidak mau mati ditangan iblis jahat". Bisik Baekhyun gemetar. Ia masih memejamkan matanya.
Dan Baekhyun pun memberanikan diri membuka matanya. Ia melihat kearah pinggangnya.
Dan ternyata itu adalah...
"AAARRGGHHH..."
T to the B to the C
DELETE ATAU LANJUT?
