My Love Never Wrong For You
..
.
.
.
this is..
Kai tak mampu melihat adegan suaminya yang melahap rakus namja dibawahnya. Kai segera berlari keluar mansion megah itu.
Mata Kris menatap pintu yang tertutup itu.
"Jangan pedulikan Kris" Tao membelai rahang tegas Kris. Kemudian mereka kembali melakukan adegan panas mereka.
-SKIP-
Waktu menunjukkan pukul 21.34..
Sehun barusaja memarkirkan mobilnya di garasi.
Ia kemudian melepas sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu.
"Umma.." Sehun memanggil Kai dengan riang.
Kakinya berjalan menuju dapur namun yang pandangannya tangkap adalah siluet namja tinggi berkulit lebih tan dari ibunya sedang memasak menggunakan celana pendek dan kemeja putih appanya.
"Oh, Sehunna? Kau sudah pulang rupanya, kemari, umma sudah memasakkan sup untukmu" namja berambut hitam itu memberikan senyumannya. Diletakkannya panci berisi sup kaldu itu di meja makan.
Sehun berjalan cepat dengan nafas yang terpompa cepat.
GREP!
Sehun menarik kuat kerah apron yang digunakan namja itu.
"Dimana umma?" Sehun bertanya pada namja yang lebih pendek sedikit darinya itu. tinggi mereka hampir sama, hanya Sehun lebih tinggi dua senti.
"Apa maksudmu Hun? Lepaskan Tao" Kris keluar dari kamar mandi dengan handuk terlilit dipinggangnya.
Sehun berdecih kesal. Ia melihat jelas banyak kissmark yang ada dileher Tao.
"Minta maaf pada calon umma barumu!" Kris menatap tajam pada Sehun.
"Tidak akan!" Sehun pergi begitusaja kekamarnya.
"Anak sialan.." Kris menggeram marah menatap kepergian Sehun.
"Tenanglah Kris, jangan marahi dia, mau tidak mau dia pasti akan menerimanya" Tao memeluk Kris dari belakang. Bibirnya menggambarkan seringai jahat yang tak bisa dilihat Kris.
-SKIP-
Ini sudah pagi dan Kai belum pulang juga.
Sehun keluar dari kamarnya dengan menggunakan kemeja putih dan celana hitam. Sebuah jas almamater tersampir di lengannya. Tak lupa tas selempang sudah dikenakannya. Sehun terlihat amat tampan dengan rambut pirang pendeknya. (seperti saat era GROWL)
"Sehun, kemarilah, makan dulu" itu suara namja yang bahkan ingin dibunuhnya. Berwajah sok manis didepan ayahnya. Padahal yah.. Tao selalu mengancamnya. Tapi Sehun tidak takut sama sekali.
"Hn" Sehun mendudukkan tubuhnya di kursinya.
Sehun sedikit tersulut emosinya ketika Tao menduduki kursi kesayangan ummanya.
"Ini, makanlah" Tao menyodorkan mangkuk berisi sup pada Sehun.
"Aku ingin makan milik appa" bukannya Sehun terlalu songong.. ia hanya was-was mangkuknya diisi racun.
"AH, ne.." Tao menukar mangkuk Sehun dengan mangkuk Kris.
"Bukankah ini sup kemarin malam?" Sehun mengrenyit heran.
"Iya, kemarin malam kau tidak sempat makan, jadi appa dan umma juga tidak ikut makan Sehun" Tao tersenyum manis.
"Umma? Kau bukan umma ku! Dan appa tidak mau memakan masakan kemarin! Dia akan mencacimu karena menghidangkan makanan kemarin! Kau akan menangis karena kalmiat pedas appa!" Sehun menatap sengit Tao. Ia jadi teringat ketika Kai menghidangkan masakan kemarin malam dan Kris membentak dan menampar Kai dengan keras. Itu teringat jelas di memori cerdas Sehun.
"Aku akan memakannya" Kris berkata santai.
Tao tersenyum manja pada Kris dan membuat Sehun muak.
SRUUPTT..
Sehun mencicipi kuah sup kaldu tersebut.
BRUUUSSSSHH!
Sehun segera memuntahkannya.
"Kau mau membunuhku?! Ini bukan makanan! Ini racun! " Sehun menumpahkan sup di mangkuknya di meja itu hingga berceceran.
"Jangan pernah memberiku makanan lagi! Kau bukan umma ku!" Sehun pergi begitusaja.
-SKIP-
Sehun mengendarai mobilnya dengan emosi. Hampir saja tadi ia menabrak pejalan kaki yang melewati zebracross.
Sehun kemudian mulai memelankan laju kendaraanya begitu melewati taman umum di tengah kota.
Mata Sehun tak sengaja menangkap siluet tubuh yang mirip dengan ummanya.
Sehun segera memarkirkan mobilnya dan mengejar namja itu.
Sehun makin geram begitu melihat seorang namja yang lebih tinggi memeluk pinggang Kai erat sambil berjalan beriringan dengan candaan dan tawa keduanya.
Tawa itu, jelas itu tawa Kai.
SRETT!
Sehun segera menarik pergelangan tangan Kai.
Memeluknya dan membenamkan wajahnya di dada bidangnya.
"Se-Sehun?!" Kai kaget anaknya dapat menemukannya di taman yang ramai ini. Ia tahu jelas, itu Sehun, anaknya, wangi tubuh Sehun. Kai hafal wangi ini.
"Ajushi.. lepaskan tanganmu dari namjachinguku" Sehun berkata mengintimidasi.
"Maksudmu?" namja tinggi itu mengerutkan alisnya bingung.
"Dia namjachinguku, lepaskan tangannya" Sehun menarik tangan Kai yang masih digenggam namja itu.
"Se-Sehun" Kai hendak mengatakan sesuatu pada Sehun.
"Diam! Jangan membelanya" Sehun membentak Kai dan mengeratkan pelukannya.
"Ahahaha.. kau pasti Sehun, iya kan?" namja itu tertawa lalu melepaskan tautan tangannya dan tangan Kai.
"Kenapa ajushi tertawa?" Sehun merasa orang tinggi didepannya ini gila karena tertawa cukup keras mengundang banyak pejalan kaki melihat mereka.
"Ehm.. aku, kenalkan, Park Chanyeol.." Chanyeol melepas kacamata dan maskernya.
"Aku tahu Kai itu manis dan cantik, tapi tidak berarti dia bebas digandeng termasuk oleh aktor papan atas sepertimu!" Sehun menatap sengit pada Chanyeol.
"Cemburumu persis seperti Kris hyung.. haha" Chanyeol tertawa lagi. Melihat betapa miripnya Sehun dengan appanya.
"Jangan ungkit nama namja brengsek itu didepan ku, terutama didepan namjachinguku ini" Sehun mengeratkan pelukannya.
"Sudahlah, aku sudah tahu.. Kai itu ummamu, dan jangan buruk sangka.. aku adalah temannya selama ia menjadi model majalah dulu" Chanyeol tersenyum lebar.
"Oh.." Sehun jadi sedikit malu, ia melonggarkan pelukannya dan Kai segera melepaskan diri.
"Ish! Anak nakal! Minta maaf pada Chanyeol ajushi! Palli!" Kai cemberut imut.
"Iya-iya.. mian Chanyeol ajushi.. Wu Sehun imnida"Sehun meminta maaf dengan terpaksa dan raut dongkol.
"Minta maaf yang benar!" Kai mendelik kesal pada Sehun membuat Sehun makin gemas.
CHU~!
Sehun mengecup kilat ujung bibir Kai.
"MWO! Anak nakal!" Kai memukul ringan lengan Sehun. dan Sehun hanya tertawa puas.
"Sudah Kai, namanya juga sedang masa remaja" Chanyeol menenangkan Kai.
"Arraseo.." Kai berjalan duluan dengan wajah yang masih imut karena kesal.
"Aigo.. sungguh aku tak bisa jauh-jauh darinya sedetikpun, bisa-bisa ia dimakan ajushi mesum" Chanyeol menggeleng tak habis pikir betapa manisnya Kai.
"Ajushi juga berpikiran sama denganku.. apa ajushi selalu menjaga umma?" Sehun bertanya antusias.
"Ne, saat dia hamil dan mengandung dirimu, dia makin rewel dan berwajah sangat imut, aku harus ekstra menjaganya dari semua orang dibumi ini" Chanyeol berkata dengan semangat.
"Gomawo ajushi, kau boleh menjaga ummaku saat dia pergi keluar rumah dengan seijinku kali ini" Sehun sedikit lega ada namja yang mau menjaga ummanya dengan baik.
"Tentu sa-JONGIN! ANDWAE! MENJAUH!" Chanyeol berteriak dan segera berlari kearah Kai.
Sehun yang juga melihat segera berlari juga kearah Kai.
GREP!
Sehun memeluk erat tubuh Kai yang sedang berjongkok didepan anak kecil.
Chanyeol segera menarik jauh anak kecil itu dan membawanya ke kumpulan anak kecil lainnya.
Chanyeol lalu kembali ketempat Sehun dan Kai.
"Huft.. hampir saja.." Sehun dan Chanyeol melepas nafasnya lega.
"Kalian ini terlalu over!" Kai melepas pelukan Sehun.
"Tidak! Kami hanya melindungimu dari anak kecil yang hampir saja mencium pipimu!" Chanyeol menunjuk anak kecil tadi.
"dia hanya ingin mencium pipiku, apa salahnya heh?" Kai memandang sebal teman dan anaknya itu.
"Karena hanya aku yang boleh menyentuhmu!" Sehun dan Chanyeol berkata bersamaan.
Kai sampai kaget karena mereka berkata sama sambil berteriak.
"Hei jangan mengikutiku!" Chanyeol marah pada Sehun.
"Kau yang mengikutiku! Dia ummaku! Aku lebih berhak!" Sehun balas memarahi Chanyeol.
"Kau masih muda untuk urusan dewasa!" Chanyeol balas memarahi Sehun.
"Diam! Atau aku berjalan sendiri lagi!" Kai mengancam.
Akhirnya jedua namja tinggi itu diam dan mereka berjalan beriringan. Sungguh memenuhi jalan. Lihatlah, tangan kiri Kai digenggam Chanyeol dan tangan kanan Kai digenggam Sehun.
Mereka berhenti di restoran untuk memesan ayam goreng kesukaan Kai.
"Chanyeol, ayo, pemotretan setengah jam lagi" menejer Chanyeol yang lain datang dengan membawa mobil van.
"Aku masih ingin bersama Kai" Chanyeol terlihat merengek.
"Tidak ada alasan! Masuk!" Menejer menggeret tubuh Chanyeol yang pastinya tidak akan bergerak karena Chanyeol itu tiang.
"Sudahlah Yeol, besok kita bertemu lagi" Kai tersenyum lembut.
"Mwo? Andwae!" Sehun tak rela.
"Oke, tunggu aku manis.. hehe" Chanyeol berjalan riang memasuki van. Kemudian van itu berjalan menjauh.
"Umma serius" Sehun menatap tajam Kai.
"Itu tergantung kebolehanmu" Kai memandang takut Sehun.
"Aku tidak memperbolehkan. Titik." Sehun meminum bubble teanya.
"Oke.." Kai menganggukkan kepalanya santai.
"Ayo" Sehun menggenggam erat tangan kanan Kai.
Menarik tangan Kai keluar restoran.
-SKIP-
"Sehun kenapa kita ada didepan hotel?" Kai mengrenyitkan alisnya bingung. Sehun mengendarai mobilnya ke sebuah hotel mewah.
"Aku ingin umma rileks dan melupakan kehidupan rumah, kita bebaskan pikiran kita disini, nanti malam kita ke indoor town game" Sehun memarkirkan mobilnya di parkiran khusus lalu menarik Kai menuju resepsionis.
Setelah mendapatkan kunci, Sehun segera menarik Kai menuju kamar sesuai kunci tersebut. Kamar 198.
"Ehm, hai tante.." seorang anak berseragam SHS kini ada dalam satu lift dengan Sehun dan Kai.
Name tag nya bertuliskan Dongwoon.
Kai hanya meliriknya dan melirik pakaiannya sendiri. Seingatnya ia sudah cukup manly dan tidak cocok dipanggil tante. Apa ada orang lain selain mereka bertiga di lift ini? Kai sungguh heran.
"Tante suka terong-terongan yah..? tapi terongnya kok busuk sih.. sama saya aja tante, masih segar loh.." Dongwoon tersenyum gaje kearah Kai.
"M..mwo?" pipi Kai memerah begitu tahu maksud perkataan anak SHS itu.
))TBC((
Ahahaha..
Ini bagian terakhirnya rada error gimana gitu.. (ada terong-terongan.. Sehun dikatain Terong Busuk segala.. :D )
Itu gara-gara aku habis lihat St*ndUp Kom*di season 4 di TV Call Back -pas bagiannya Yuda Keling-.. sumpah lucu banget! Haha
Karena banyak readers yang bilan ini terlalu kasihan, sebenarnya iya sh.. dan aku gak mau uri Jonginnie sedih terus, jadi aku kasih chap lucu ini buat all! :)
Review please
