Author : seishuuhara

Cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun,dsb

NB : Baru, kritik dan saran sangat diperlukan

.

.

.

.

Chapter 5


DRRTT...DRRRTT

Ponsel Chanyeol bergetar hebat. Chanyeol membuka matanya dan mematikan settingan alarmnya. Chanyeol mengusap-usap wajahnya dan mengucek matanya. Dilihatnya jam dinding. Sudah pukul 6 pagi. Chanyeol merenggangkan tubuhnya dan berjalan ke luar kamar. Dengan mata yang setengah tertutup, Chanyeol memaksakan diri untuk berjalan ke kamar mandi yang berjarak hanya 1 kamar saja. Ia mandi, menggosok gigi, tak lupa keramas. Setiap hari ia selalu keramas, karena dia cinta rambutnya. Ia keluar kamar mandi dan menyibakkan rambutnya yang basah. Ia turun dan dan menuju ruang makan. Sebentar, Chanyeol baru sadar jika kamar noonanya yang ia lewati tadi pintunya terbuka. Dan ia juga mendengan suara hairdryer. Padahal kan noonanya sedang pergi ke rumah bibinya. Chanyeol kembali naik ke lantai atas. Chanyeol membuka pintu kamar noonanya. Jengjeng...

"Seongsaenim?". Teriak Chanyeol terkejut. Baekhyun yang sedang memakai eyeliner hanya menoleh. Karena dia tahu Chanyeol akan berteriak seperti itu jika melihatnya ada dirumahnya selama 2 minggu kedepan.

"Mwo? Apa kau tidak terima jika aku tinggal disini untuk 2 minggu kedepan?". Ucap Baekhyun dingin.

"Hah? 2 Minggu? lama sekali?". Teriak Chanyeol.

"Itu semua untuk kebaikanmu. Setiap hari kau harus belajar bersamaku, agar kau nanti bisa mengikuti ujian kelulusan dengan tenang". Ucap Baekhyun sambil merapikan rambutnya yang masih basah.

"Hah?2 minggu?yang benar saja?Komik,PSP,game online.puuft..hilang". Batin Chanyeol.

"Oya, ibumu akan menyita seluruh komik, kaset game, laptop, PSP dan mematikan jaringan WiFi untuk 2 minggu kedepan. Terima saja, muridku". Ucap Baekhyun sambil mendorong Chanyeol agar memberinya jalan untuk keluar.

"Oh My God". Chanyeol memegang kepalanya dan memijiatnya pelan. Ia berjalan ke kamarnya sambil merapikan dasinya. Dan...Baekhyun benar. Sudah ada 2 kardus besar yang berisi Kaset game dan Komik juga PSP nya.

"Ya Tuhan! Eommaaaa...kau tega sekali." Teriak Chanyeol dari kamarnya yang elit itu.

At diningroom.

"Eomma, kau akan membuang semuanya?". Tanya Chanyeol melas.

"Tidak, eomma tidak membuangnya" Ucap ibu Chanyeol tenang.

"Puufft...lega". bisik Chanyeol sambil mengelus dadanya.

"Tapi membakarnya". Sambung ibunya lagi.

Dug.

Kaki Chanyeol membentur meja karena saking kagetnya. Baekhyun hanya menahan tawa. Chanyeol mengelus kakinya sambil melirik tajam saenimnya.

"Sial". Umpat Chanyeol.

"Oya, Selama Byun seongsanim disini, kau harus berangkat sekolah dan pulang sekolah bersamanya. Appa sudah belikan mobil lagi. Kau nanti tidak usah naik bus lagi. Membuang waktu saja.". Ucap Appa Chanyeol sambil melemparkan kunci mobil pada Chanyeol.

"Kau bisa menyetir kan?". Tanya Baekhyun khawatir.

"Hmm, bisa. Aku tidak akan membunuhmu kok". Ucap Chanyeol sambil mengacungkan jempol.


Chanyeol sampai disekolahnya. Ia lekas memarkir Mobilnya di parkiran sekolah. Semua mata murid dan guru terarah ke Chanyeol dan mobilnya. Chanyeol keluar mobil dan membukakan pintu untuk Baekhyun yang duduk jok sebelahnya. Baekhyun keluar sambil membenarkan poninya.

"Woah! Ternyata Byun Seongsanim sudah jadian dengan Chanyeol!". Teriak salah satu murid. Semua warga sekolah ricuh melihat pemandangan yang sungguh wow itu. Chanyeol tidak menanggapinya. Ia berjalan beriringan dengan Baekhyun yang sedari tadi menunduk.

"Byun seonsanim, gwenchana?". Tanya Chanyeol smabil membungkuk dan menoleh kearah Baekhyun.

"Ne-ne nan gwenchana". Ucap Baekhyun sambil memalingkan wajahnya. Ia tidak mau Chanyeol melihat wajahnya yang sudah memerah. Semua murid menyoraki Chanyeol. Chanyeol masuk kekelasnya.

"Lihat tuh, pacarnya Byun seongsanim sudah datang". Teriak Suho keras. Semua mata melihat kearahnya. Chanyeol hanya melirik lalu duduk di bangkunya.

"Ehem, ada berita baru nih". Ucap Kai sambil mendekati Chaneyol.

"Tuh kan, kejadian akhirnya". Ucap Sehun sambil cengengesan.

"Yak, aku tidak pacaran dengan Byun seongsanim". Teriak Chanyeol kesal.

"Waah, dia saja sudah melepaskan julukan "setan tua" yang ia berikan". Ucap Kai sambil bertepuk tangan.

"Yak kalian , Byun seongsanim tinggal dirumahku. Jadi aku otomatis pulang dan berangkat bersamanya". Ucap Chanyeol sambil merapikan rambutnya.

"Wiih, tinggal serumah lagi. Aku yakin, kalian akan segera dinikahkan". Ucap Sehun sambil menahan tawanya.

"Yak, kalian ini. Sudahlah, jangan dibahas.". Ucap Chanyeol kesal.

"hmm, aku pacaran dengan atlet taekwondo terkemuka di sekolah ini saja tidak se-famous dirimu". Ucap Kai sambil merangkul pinggang Sehun.

"Hmm, ya benar..Aku kan famous, tapi Kai ku gak ikut famous. Dan berita kami berpacaran tidak tersebar luas seperti dirimu, Baru berapa menit saja sudah meluas hingga ke Universitas Namsan dan SMP Namsan juga mungkin". Ucap Sehun sambil merangkul pundak Kai.

"Ya itu masalah kalian. Sudahlah, aku muak. Aku mau tidur dulu. Selamat malam". Ucap Chnayeol sambil menempelkan kepalanya di meja.

"Dasar tukang tidur. Chagi, ayo kita kekantin". Ucap Kai sambil menoleh ke arah Sehun. Sehun mengangguk senang.


Chanyeol sedang berdiri didepan ruang guru. Menununggu Baekhyun yang masih sibuk dengan berkasnya.

"Ahh, Park Chanyeol, menunggu pacarmu ya". Ucap Suho.

"Yak, dia bukan pacarku.". ucap Chanyeol menegaskan.

"Lalu sedang apa kau disini?". Tanya Suho pensaran.

"Kau sendiri sedang apa?". Tanya Chanyeol balik.

"Aku mau menemui Kim seongsanim. Kau kan tahu aku ketua kelas yang handal, dan selalu melapor kejadian kelas kepada wali kelas secara rutin". Ucap Suho sambil masuk ke ruang guru.

Baekhyun melihat Chanyeol yang berdiri di ambang pintu.

"Chanyeol!". Panggil Baekhyun. Chanyeol menoleh.

"Masuklah, aku masih lama". Ucap Baekhyun sambil menunjuk kursi kosong di sebelahnya. Chanyeol mengangguk dan duduk di kursi yang sudah ditunjuk Baekhyun. Chanyeol memandangi Baekhyun yang masih sibuk sendiri .Semua guru dan murid yang ada di ruangan tsb melihat kearah mereka.

"Park chanyeol, berhentilah memandangiku.". Ucap Baekhyun dingin tanpa menoleh. Chanyeol mendongak lalu bersandar dan memainkan ponselnya.

"Nah, kelar sudah akhirnya". Ucap Baekhyun sambil menyeka keringatnya.

"Sudah selesai? Ayo pulang". Ucap Chanyeol sambil menguap dan mengucek sempat tertidur sebentar.

"Eh, kamu mengantuk? Biar aku yang menyetir". Ucap Baekhyun sambil mengambil tasnya.

"Eh? seongsanim bisa menyetir?". Tanya Chanyeol.

"Baru pemula sih, tapi aku sudah bisa banyak.". Ucap Baekhyun.

"Tidak usah, aku saja yang menyetir. Aku nanti beli kopi saja". Ucap Chanyeol sambil merenggangkan tubunhya.

"Kajja, ini sudah sore". Ucap Chanyeol sambil menarik tangan Baekhyun agar lebih cepat jalannya. Dia benar-benar sudah ngantuk berat. Chanyeol berhenti di sebuah toko dan membeli kopi dingin dan susu storberi. Chanyeol masuk lagi kemobilnya.

"Ini untukmu". Ucap Chanyeol sambil menyodorkan susu stroberi ke arah Baekhyun.

"Kenapa harus susu?"

"Agar kau cepet tinggi". ucap Chanyeol tenang.

"huh,tidak sopan". Ucap Baekhyun sambil meminum susunya.

Sesampainya...

"Tadam, kajja masuk. Kita sudah sampai.". Ucap Chanyeol sambil menoleh ke arah Baekhyun. Baekhyun tertidur.

"Padahal aku yang ngantuk berat, yang tidur saenim". Ucap Chanyeol sambil melepas sealtbelt Baekhyun. Chanyeol keluar mobil dan menggotong Baekhyun.

"Chanyeol, Byun saenim kenapa? sakit?". Tanya Ibu Chanyeol panik.

"Tidak, hanya ketiduran." Ucap Chanyeol sambil menaiki tangga dengan hati-hati.

Chanyeol merebahkan Baekhyun. Melepaskan sepatu dan jaketnya juga meletakkan tasnya. Ia juga mengambil pembersih make up dan membersihkan make up yang masih menempel di wajah mulus Baekhyun. Ibu Chanyeol dan ayah Chanyeol membuka pintu kamar Baekhyun pelan-pelan dan mengintip keadaan. Mereka melihat Chanyeol sedang membersihkan make up Baekhyun dan mencopot ikat rambut Baekhyun. Ibu Chanyeol menutup pintunya.

"Mungkin anak kita sudah menerima kedatangan Byun seongsanim". Ucap Ibu Chanyeol sambil menyilangkan tangannya didepan dada.

"memamng sudah seharusnya begitu". Ucap Appa Chanyeol sambil tersenyum.

"Haah, aku tidak akan mendengar tangisan bayinya lagi. Hum, aku sudah menduga, dia akan menerima kedatangannya". Ucap Ibu Chanyeol sambil berlalu.

Back to Baekhyun's bedroom

Chanyeol selesai membersihkan make up Baekhyun. Ia mengamati wajah Baekhyun.

"Meskipun tidak memakai make up, dia tetap cantik.". Ucap Chanyeol sambil mengusap pipi Baekhyun.

"Eh?". Chanyeol menarik tangannya yang menempel di pipi Baekhyun. Chanyeol mengendurkan dasinya dan menelan ludahnya berat.

"A-apa aku, ah..aku tidak berpacaran dengan makhluk ini. Aku tidak menyukai orang ini.". Elak Chanyeol. Kini jantungnya berdegup kencang.

"Mengapa selalu seperti ini? jantungku selalu berdegup kencang jika didekatnya. Apa ini? Kenapa aku selalu merasakan sensasi (?) ini?". Tanya Chanyeol dalam hati sambil memegang dada kirinya. Chanyeol memijat kepalnya lalu kembali ke kamarnya.

At Chanyeol's bedroom

Chanyeol tidak bisa tidur. Dikepalanya selalu terbayang wajah Baekhyun. Chanyeol sudah berusaha memejamkan matanya. Tapi bayangan itu masih ada. Ia bangun dan mengacak rambutnya frustasi. Ia mengucek matanya. ia sudah mengantuk sebenarnya, tapi setiap ia memejamkan matanya, ia selalu melihat bayangan Baekhyun. Ia tidak mau melihatnya. Ia tidak suka Baekhyun. Dan cenderung benci, karena dia guru yang killer, dan tidak berperasaan. Mana mungkin ia menyukai orang yang tidak berperasaan seperti Baekhyun. Tapi apa yang dia lakukan selama ini? Ia tidak sadar, ia melakukan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan pada gurunya itu. Ia berani mengusap pipinya, menggendongnya kekamar, dan memandanginya setiap saat. Itu dilakukannya tanpa rasa ragu.

"Arrggh, kenapa selalu terbanyang diinya, aku tidak suka, aku benci dia, aku tidak akan pernah suka orang tidak berperasaan seperti dia. Kenapa dia tidak mau hilang dari pikiranku". Teriak Chanyeol frustasi. Ia melempar gulingnya dan lalu memijat pelan kepalanya. Chanyeol bangkit dari duduknya dan keluar kamar. Ia turun ke ruang tv dan duduk di sofa. Sekarang rasa kantunya sudah hilang. Ia mengeluh lagi. Ia ingin istirahat. Tapi dia tidak bisa tidur.

00:01

Baekhyun terbangun dari tidurnya. Ia mengucek matanya dan melihat kearah jam. Masih tengah malam.

"Pppuufft, selalu saja terbangun di tengah malam.". Keluh Baekhyun sambil bangkit dan berjalan keluar kamar. Ia memutuskan untuk menonton tv.

Baekhyun turun dan berjalan menuju ruang tv. Ia melihat Chanyeol sedang duduk tanpa ada pekerjaan yang ia lakukan. Yap, duduk sperti orang mbambong tanpa tujuan hidup.

"Chanyeol? mengapa belum tidur?" Tanya Baekhyun.

"Yak! sadako jangan datang kau kesini. Ini rumah sudah disucikan". Teriak Chanyeol sambil menutupi wajahnya dengan lengannya.

"ini aku, saenimmu". Ucap baekhyun sambil menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Chanyeol bernafas lega.

"Aku tidak bisa tidur". Jawab Chanyeol santai. Baekhyun duduk di sebelah Chanyeol.

"Gabung ya, ehe". Ucap Baekhyun sambil tersenyum seperti anak kecil.

Deg

"NO!rasa ini lagi?". Bisik Chanyeol dalam hati.

"I-iya, duduk aja. Byun saenim tidak tidur?". Tanya Chanyeol balik.

"Oh, aku selalu terbangun di tengah malam. Dan aku tidak bisa tidur lagi. Sudah biasa". Jawab Baekhyun sambil tersenyum.

"Mau nonton film?". Tanya Baekhyun. Dan tanpa di peringatkan, Chanyeol mengangguk.

"Aku ingat ada film di channel 4". Ucap Baekhyun sambil menyalakan televisi.

Dan mereka menonton film bersama.

Saat sedang asik nonton film, Chanyeol merasa berat di pundaknya. Ia menoleh. Ternyata Baekhyun tertidur. Kepalanya sudah ada di pundak Chanyeol. Chanyeol tidak mau membangunkan Baekhyun, karena tidak mau mengganggu tidur Baekhyun. Lagian besok libur, guru juga libur. Jadi mereka bisa tidur kapanpun dan dimana pun.

Morning

07:00

"okey, Ternyata Chanyeol benar-benar pacaran sama Byun saenim". Ucap Sehun datar. Kai ikut mengangguk. Sekarang pasangan ini sudah berdiri didepan Chanyeol dan Baekhyun. Chanyeol membuka matanya. Ia terbelalak melihat pasangan yang sudah tidak asing didepannya.


T to the B to the C

DELETE ATAU LANJUT?