Hy, our HunKai FF update! Yey!
And thanks for review:
Little dark wolf 99: Buang kenangan kris n chanyeol? Wow, oke!
Overdxse: Ini udah lanjut
Jongin48: Kris males aku munculin, lagi bête sama tu naga, salah sendiri keluar dari EXO, kan uri Jongie semenya jadi berkurang T_T
Vioolyt: Akhirnya Kai bebas dari rumah, yey.. mkasih udah menanti
Keepbeef Chiken Cubu: Terong busuk, hhe
Taohun: Bikin Kris nyesel? Oke!
Mizukami Sakura-chan: ini udah lanjut
Afranabilah19: NCan gak ya? Hhe
Putrifibrianti96: Jongin kalo jadi tante girang gimana ya? Hhe
Banzaianime80: Thanks too
SooBabyBee: ChanKai nya ditambahin? Nanti FF nya malah gak jadi END dunk
Little Dark Wolf 99: Incest! Kasian kalo dbuang ke hutan, hhe
Ichigo song: Ya, kita akan memperebutkan Kai
Sayangsemuamembersuju: hhe
Jongin48: ini udah lanjut
FriederichOfficial: em, maksudmu hubungan HunKai kan? Kalo bisa disini pairnya HunKai, bukan KaiHun..
Askasufa: Chanyeol cocok jadi appanya Sehun? oke! Hhe Thanks for support
Kim In Soo: Kita akan mempersatukan Hunkai
Urikaihun: ayo bakar rame-rame, hhehe
Xxchancimit: Jongin sama Chanyeol aja? Oke!
Glamcy: ini dia yang ditunggu.. ch5! Yey
Adilia. taruni. 7: Kai sama Chanyeol aja? Oke! Buat Kris menyesal juga? Sip! Hhe
Adehl: ini udah lanjut :D
Kamong Jjong: Sayangnya Kai udah terlanjur cinta mati sama Kris T_T
.
/
Akhirnya saya bisa update!
.
.
And this is..
.
.
My Love Never Wrong For You
…
Brugh..
Sehun menjatuhkan tubuh Kai, memerangkap tubuh wangi itu dibawahnya. Dihirupnya aroma tubuh namja yang dicintainya itu.
"S-Sehun, menjauh sedikit dari leher umma.." Kai sedikit merinding ketika nafas hangat Sehun menerpa leher sensitifnya. Bukannya menjauh, Sehun malah makin membenamkan wajahnya di ceruk leher Kai, mengendus aroma tubuh tan itu.
"Kau tahu? Aroma tubuhmulah yang aku tunggu setiap bangun pagiku.." Sehun mulai menciumi cetiap inchi kulit tan halus leher Kai.
"Engh~ apa maksudmuh?" Kai susah payah menahan desahannya. Kedua bahunya ditahan erat oleh Sehun membuatnya tak dapat bergerak sama sekali. Tangan Kai meremas kuat seprai putih itu hingga tidak berbentuk.
"Aku selalu memimpikanmu disampingku.." Sehun sudah sampai di tulang selangka yang terbentuk sempurna.
"A-Aku selalu disampingmu, Hun" Kai makin takut, bahkan ia terbata untuk bicara.
"Kau berbohong padaku" Sehun merendahkan tubuhnya, membuat Kai merasa semakin sesak, tubuh Sehun dengan aroma manly itu semakin banyak ia hirup. Kai baru menyadari wangi itu lebih memikat dari wangi tubuh Kris.
"A-ku.. tidak berbohong.." Kai memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya. Entah jantungnya memompa darah lebih cepat karena jarak kedekatan mereka, atau malah karena takut.
"Buka matamu dan tatap aku" Sehun berbisik tepat ditelinga Kai dan mengecupnya pelan berkali-kali.
"Ja-janghaannh~" Kai akhirnya mendesah ketika mulut hangat Sehun mengulum daun telinganya. Lidah Sehun menjilat dan memainkan tulang lunak itu hingga basah.
"S-stop-ah~" Kai mendorong paksa pundak Sehun agar sedikit menjauh dan itu berhasil.
"Tatap aku" Sehun membelai pelan pipi halus Kai. Dengan ragu mata Kai perlahan membalas sorotan matanya.
"Se..Hun.." untuk kali ini. Kai melihat sesuatu yang lain. Kai harap pandangan Sehun bukanlah sesuatu yang lain. Kai takut prediksinya benar.
My Love Never Wrong For You
"JongIn.. aku.." Sehun mulai merangkai kalimat dan Kai segera menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Hanya gerakan bibir Sehun yang bisa ia lihat. Kai tak dapat menyangkal itu. Sesuatu yang juga ia rasakan.
Chu~
Sehun mencium Kai.
".. Mian" Sehun segera melepaskan Kai dari kukungannya. Beranjak dari Sofa meninggalkan Kai. Hal terakhir yang Kai dengar adalah suara pintu apatermen itu tertutup dari luar.
"Aku yang salah-hiks-seharusnya aku bisa membahagiakanmu, kau anakku satu-satunya.. tidak seharusnya keluarga kita seperti ini, hiks.." Kai duduk dengan memeluk erat kedua lututnya. Air mata mulai membasahi pipinya yang semakin tirus.
Kai masih memegangi pipi kanannya, rasa hangat masih tertinggal disana, nyatanya Sehun tidak mencium bibirnya. Sehun hanya mencium pipi kanannya.
My Love Never Wrong For You
"Jongie?" suara berat itu menggema berasal dari pintu masuk apatermen.
"C-Chanyeol?" Kai langsung mendapati tubuh tinggi dengan wajah tampan itu sudah berada diambang pintu kamar.
"Bagaimana kau bisa ada disini?" Kai segera menghapus jejak air matanya.
"Sehun-"
"Sehun? dimana dia?" Kai langsung panik begitu ingat bahwa Sehun langsung pergi keluar apatermen ini. Pikirannya tiba-tiba kacau seolah hanya diisi oleh nama Sehun seorang. Tubuhnya menegang kaku mendengar nama namja tampan putih yang baru ia sadari sudah cukup lama tidak berada disampingnya.
"Dia yang menghubungiku untuk segera membawamu pergi dari sini" Chanyeol berusaha menenangkan Kai.
"Tapi dimana Sehun sekarang?" Kai segera turun dari ranjang dan merapihkan pakaiannya.
"Dia tidak mengatakannya padaku, dia hanya membiarkan aku menjagamu" Chanyeol mendekat untuk duduk di ranjang tapi Kai segera berdiri tegak.
Pikirannya tiba-tiba kosong dan tubuhnya bergerak sendiri. Kepanikan telah menyerang seluruh syarafnya, seolah reflek akan suasana asing dimana tidak ada Sehun disampingnya.
Tap! Tap ! Tap!
"Hei kau mau kemana?" Chanyeol segera menyusul langkah cepat Kai yang berjalan kearah pintu untuk keluar.
"Aku harus mencari Sehun sekarang" Kai berkata amat dingin dan cepat tak mengacuhkan Chanyeol yang ada dibelakangnya. Dipakainya sepatu ketsnya asal.
Grepp!
Belum sempat jemari lentiknya membuka pintu yang tadi Sehun biarkan tidak terkunci, tubuhnya dipeluk erat dan hangat.
"Lepas!" Kai memberontak dalam rengkuhan Chanyeol.
"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu pergi" Chanyeol mengeratkan pelukannya.
"Lepas aku harus tahu dimana Sehun sekarang!" Kai masih mencoba memberontak meski usahanya gagal.
"Sehun telah menyerahkanmu padaku, dia akan baik-baik saja" Chanyeol masih setia merengkuh tubuh ramping itu.
My Love Never Wrong For You
Entah sudah berapa lama kini suasana disekitar mereka sangat tegang. Keduanya dilingkupi emosi dan amarah.
"Kubilang lepas! Aku harus menemukannya! Sehun pasti akan menjagaku! Dia tidak akan meninggalkanku!" kekuatan Kai sudah terkuras, pelukan Chanyeol terlalu kuat.
"Jongin! Sehun sendiri yang memintaku untuk menjagamu!" Chanyeol meninggikan suaranya karena suasana semakin tegang, hatinya panas karena Kai yang entah mengapa seolah tidak mengharapkan kehadirannya.
"Tidak! Hanya Sehun yang menjagaku!" Kai hanya dapat berteriak karena tenaganya sudah habis.
"Wu Jongin! Kau bersamaku!" Chanyeol ikut meninggikan suaranya.
"Sehun tidak akan menyerahkanku pada siapapun! Lepaas! A-aku mohon.. lepaskan aku-hiks- Sehun pasti-" Kai frustasi karena kini langkahnya mencari Sehun terhenti. Ia tidak bisa lepas dari Chanyeol.
"Dia anakmu Jong!" Chanyeol dengan lantang mengucapkan itu sekali hembusan nafas, lalu mengeratkan dekapannya. Mendengar fakta dari bibir Chanyeol seolah ada sesuatu yang merobek memberi luka menganga besar dihatinya. Sesuatu yang tajam menyayat tepat memutus nadi-nadinya.
"Hiks-Yeol.." Kai membalik tubuhnya sehingga mereka berhadapan dan segera memeluk leher Chanyeol.
"…" tanpa bertanyapun Chanyeol tahu. Tangannya masih setia mengusap punggung terisak namja manis dalam dekapannya.
"Chanyeol hiks-A-aku.. Sehun-hiks" Kai bahkan sulit untuk berkata.
"Jangan terlalu larut, masih ada aku disampingmu" Chanyeol mengecup dahi Kai yang mulai reda dari isakannya. Kai hanya mengangguk lirih.
"Sehun.. dia hanya.. a-anakku" entah mengapa lidah Kai terasa kelu untuk mengucapkan itu. Matanya terpejam erat seolah dia telah berdusta besar. Kedua tangannya mengepal erat ingin meninju dirinya sendiri.
"Good, sekarang, carilah anakmu" Chanyeol melepaskan pelukannya dan menghapus jejak air mata di pipi halus Kai dengan memberikan senyuman yang mampu menenangkan namja tan yang dicintainya.
"Tapi.. kau?" Kai ragu meninggalkan Chanyeol.
"Kau tahu kan? Kalau aku.. selalu menunggumu?" Chanyeol menatap lurus pada mata hitam kelam yang selalu mengisi mimpi-mimpinya.
"Terimakasih" dan dengan itu, kaki jenjang itu berlari dengan cepat keluar, berbelok memberikan bayangan pudar sosok sempurna pada mata Chanyeol.
My Love Never Wrong For You
"Sehunna!" Kai segera berlari setelah menemukan siluet tubuh tinggi gagah yang sedang berdiri tegak meski diterpa angin sore. Pancaran sinar matahari jingga menambah tampan wajahnya. Kedua kaki Kai akhirnya sampai juga disamping namja yang lebih tinggi tiga senti darinya.
"Sehun, kenapa kau meninggalkan umma? Untung saja umma ingat bahwa tempat ini adalah tempat biasa kita bersama" Kai berdiri tepat disamping anaknya.
"Kenapa kau disini" perkataan dingin Sehun bahkan terdengar seperti mengusir.
"Haha, kau ini bicara apa hm? Tentusaja menjemput anak kesayanganku" Kai menundukkan kepalanya dan menendang nendang angin kosong didepannya.
"Harusnya kau bersama Chanyeol sekarang" Sehun mendudukkan tubuhnya di rerumputan taman tepat dibawah pohon dimana mereka kini berada.
"Kenapa harus bersama Chanyeol jika.. ada kau?" Kai masih memasang senyumnya dan ikut mendudukkan dirinya disamping Sehun.
"Aku akan pergi setelah ini" Sehun masih memandang tajam kedepan. Tapi Kai segera menoleh tidak percaya mendengar kalimat itu terucap dari bibir tipis namja tampan disampingnya.
My Love Never Wrong For You
Ternyata perkiraan cuaca benar. Tak berselang lama awan-awan gelap mendung sudah melingkupi taman sepi itu. Pancaran matahari semakin redup dan meninggalkan bundaran jingga yang tak lagi menyengat mata. Angin dingin kini menyapa kulit mereka. Membuat tubuh tan itu sedikit menggigil.
"Sehun, jangan bercanda u-umma tidak mengajarkanmu u-untuk bberbohong" bahkan perkataan Kai kali ini sedikit bergetar. Sore ini terlalu baik untuk dirusak oleh kesedihannya seorang. Kai tidak mau itu.
"Bisakah kau tidak memberiku senyum palsu? Kau membohongiku" Sehun bahkan memalingkan wajahnya dari Kai.
Tes..
Punggung tangan Sehun merasakan tetesan air membasahi kulitnya.
Kai.. menangis. Bidadarinya menangis karenanya. Ini tidak benar, kesalahan yang sangat tak bisa dimaafkan ketika air mata berharga itu keluar karena ulahnya. Sehun selalu ingin melihat senyum bibir manis itu. Tapi kini ia menorehkan luka pada sayap-sayap halus Kai.
Grep!
Kai segera memeluk bahu Sehun.
"Sehun maafkan aku, aku tahu aku bukanlah orangtua yang sempurna, kau seharusnya hidup bahagia dengan keluarga yang baik, ini semua salahku, aku tidak bisa merawatmu dengan baik, aku gagal, aku-"
Grep!
"Diam!" Sehun memeluk erat pinggang ramping Kai. Nafas Sehun memburu menahan amarah.
"Mian aku sangat-"
"Aku bilang diam! Ini semua salahnya! Bukan salahmu!" Sehun makin mengeratkan pelukannya.
Kai segera mengalungkan kedua lengannya di leher Sehun.
"Tidak, Kris adalah appa yang baik, dia menyayangimu, dia-"
"Dia berselingkuh didepan mataku! Dia tidak mencintaimu!" setelah emosinya meluap Sehun segera mengecup berkali kali ujung bibir Kai. Menjilatnya, menggigitnya, dan mengulum ujung bibir itu brutal.
Kai amat kaget bahkan matanya membulat penuh.
"Biarkan aku merasakan ini" Sehun berbisik tepat didepan ujung bibirnya lalu kembali melumat belahan bibir halus itu.
"Mmngh~" Kai meremat pelan rambut brown Sehun. Desahan indah itu kembali keluar seiring kedua tangan Sehun yang mulai masuk kedalam celana Kai, meremas butt penuh menggoda itu.
Sehun masih hanya mencium ujung bibir Kai. Belum sanggup mengambil ciuman penuh yang pastinya terasa amat manis.
"Buka bajumu" Sehun melepaskan ciumannya dan menyatukan dahi mereka.
"A-aku-" Kai meremat kemeja Sehun di bagian pundak.
"Untukku" Sehun berkata dengan suara rendahnya. Kedua tangannya makin intens membelai dan memijat butt sexy Kai.
"Ne" Kai mengangguk pelan agak ragu dan mulai melepaskan satu persatu kancing kemeja hitam bergambar pororo yang dikenakannya.
My Love Never Wrong For You
Pluks..
Kancing terakhir dan mata Sehun menatap tubuh Kai secara detail seolah ingin memakannya.
"Sempuna" Sehun mencium kilas pundak sempit Kai.
"Sehun aku rasa-" Kai hendak memakai kembali kemeja hitamnya namun..
ZRAAAASSSSSSHHHHHHH…
"Hujan" Sehun meletakkan jas almamaternya di rerumputan, perlahan menurunkan kemeja hitam yang mulai basah itu, semakin turun dan Sehun dapat melihat pundak serta lengan mulus seperti yeoja itu.
Perlahan, Sehun mendorong tubuh Kai untuk tidur terlentang beralaskan jasnya seolah tubuh itu amat berharga.
Tubuh mereka sudah cukup basah dengan air hujan. Entah sejak kapan kemeja putih seragam Sehun sudah tergeletak di tanah hingga menjadi coklat kotor.
"Hhhmph" Kai menggigit bibir bawahnya menahan desahannya ketika Sehun bekerja pada nipplenya. Dikulumnya tonjolan itu dan di gigitnya kuat hingga membentuk kissmark merah yang begitu kentara. Kedua tangan Sehun perlahan membuka zipper celana Kai.
"Ja-jangan Hun" Kai menggelengkan kepalanya pelan dengan kedua lengannya yang masih mengalung dileher Sehun.
"Jongin" Sehun mencium pelipis Kai. Dan dengan itu Kai menganggukkan kepalanya pelan.
Zzzrrttss..
Dengan sekali hentakan Sehun dengan mudah melepas celana Kai meninggalkan underwear yang juga basah mencetak penis Kai yang sudah tegak.
"Sehun cukup! I-ini-"
"Aku akan menghangatkanmu" Sehun melepas paksa underwear Kai sehingga tubuh tan itu kini telanjang bulat dengan keadaan terlentang dan kedua kaki menekuk mengangkang.
"Kau sangat sempurna, Kim Jong In" Sehun mengecup pipi Kai lalu turun dan makin turun.
"A-aah~ Sehun sudah ja-ngan-oooohh~" Kai langsung menaikkan pinggulnya begitu penisnya diraup habis kedalam mulut Sehun. Lidah Sehun amat lihai menggesek setiap inci kulit penis mungilnya dan menyedotnya kuat.
"Angh~ anh~ sshh~ Sehun aaahhn~" Kai mendesah frustasi karena gerakan Sehun yang sengaja diperlambat.
"Apa yang kau inginkan?" Sehun menjilat batang penis itu dan sesekali menghandjob dengan gerakan cepat membuat tubuh Kai menggelinjang.
"Call me prince" Sehun berbisik seduktif ditelinga Kai.
"Eeemmhh~" Kai menggeleng cepat, enggan mengatakan ini, tapi tubuhnya sudah terangsang oleh sentuhan sentuhan kecil yang bahkan bisa memanaskan tubuhnya dalam derasnya hujan.
"Katakan" Sehun memainkan testis Kai dan membelai hole sempit itu.
"Ngghh~ sssh~ Prince-aaahh~ I want your penis inside my asshole! Fill me up with your cum! Please-aangh~ fuck me hard!" wajah Kai sudah memerah dan deru nafasnya begitu capat.
Amat indah dalam pantulan mata Sehun, kulit tan polos itu basah teraliri air dan beberapa daun hijau yang gugur menghias rambutnya. Mata sayu itu memandang menggoda. Lehernya sudah ia penuhi dengan banyak kissmark.
Ini disore hari dengan keadaan gelap karena hujan.
Tapi cuaca terasa amat panas bagi mereka sekarang.
"Kau harus mempersiapkan holemu dengan baik, baby.." Sehun memeluk tubuh Kai dan mulai melepas celana hitam seragamnya.
My Love Never Wrong For You
TBC
HunKai udah mau NC? Waaaww..
Yeah just review okey.. thanks all!
