Author : seishuuhara
Cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun,dsb
NB : Baru, kritik dan saran diperlukan.
.
.
.
.
.
Chapter 6
"Sehun, Kai?". Ucap Chanyeol sambil menunjuk Sehun dan Kai bergantian. Baekhyun terbangun dari tidurnya. Baekhyun mengucek matanya dan ikut terbelalak.
"Sedang apa kalian disini?". Tanya Baekhyun kepada Sehun dan Kai yang sudah berdiri ala polisi yang siap mengintrograsi.
"Hmm, mereka memang sudah berpacaran". Ucap Kai sambil menggosok dagunya.
"hmm, benar sekali. Memang tidak salah lagi rumornya". ucap Sehun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Yak, kami tidak berpacaran.". ucap Chanyeol sambil mengepalkan tangannya.
"Eung, sebaiknya, Aku menyiapkan sarapan dan snack dulu". ucap Baekhyun sambil bangkit dari duduknya.
"Hmm, Jadi kau serumah dengan Byun saenim. Hmm, fantastik. Pasti kalian akan segera dinikahkan, dan nanti orang tuamu akan segera mendapatkan cucu.". Ucap Kai sambil berkacak pinggang.
"Yak, apa kau bilang?"
"Sudahlah, jangan disembunyikan". Ucap Sehun sambil duduk di sebelah Kai.
"Oya, tadi orang tuamu bilang, mereka akan ke Amerika sampai 3 bulan kedepan. Kau suruh jaga rumah dan jaga Byun Saenim.". Ucap Sehun sambil meneguk jus jeruk yang baru saja di hidangkan Baekhyun.
"Hmm, mereka kesana lagi. Oke, oke aku tau". Ucap Chanyeol sambil berjalan ke arah dapur.
"Kau mau sarapan?". Tanya Baekhyun sambil merapikan alat dapur.
"Lalu? apa lagi yang akan kulakuakn jika bukan makan?". Tanya Chanyeol sambil duduk di kursi makan.
"Sikat gigi dulu. Nanti banyak kumannya. Kamu bakal kebagian jatah kok. Sudah, cepat sana". ucap Baekhyun sambil meletakkan panci sup di meja.
"Benar-benar calon istri yang sempurna". Ucap Kai sambil memandangi gerak-gerik Baekhyun.
"Yak, jika kalian tidak bisa diam, akan kuhajar kalian". ucap Chanyeol sambil berjalan ke kamar mandi.
"Aku punya Sehun, dia bisa bela diri tau". Ucap Kai sambil mengusap pipi Sehun. Sehun hanya tersenyum tipis.
"Yaa...serbu...". Teriak Chanyeol sambil mengambil makanan yang sudah tersaji di meja makan. Kai dan Sehun hanya mematung melihat tingkah laku Chanyeol.
"Sehun, Kai, Cepat dimakan. Keburu dingin".ucap Baekhyun sambil tersenyum. Sehun dan Kai hanya tersenyum. yaa..sekarang semua sedang makan di ruang makan. Sehun dan Kai juga ikut.
"Chagi, Byun Seosangnim kalau diluar sekolah baik ya, tidak seperti di sekolah, apalagi saat mengajar, kenapa gak dari dulu aja kayak gini". Bisik Kai kepada sehun. Sehun hanya mengangguk sambil terus makan.
Sehun dan Kai bangkit dari duduknya dan kembali duduk di sofa. Tiba-tiba, ponsel Kai bergetar, biasanya, jika ponselnya bergetar, pasti ada yang mention di twitternya.
Yap benar,Minseok mention di twitternya.
Kainamjakeren_sedunia hei, di lapangan besar ada festival. kesana yuk, ajak yang lain juga
Kai menjawab
Minseok_cinta_Jongdae Eap,akuwh ajakh Chanyeol juga yes,dia punya pacar baru loh!
Minseok membalas
Kainamjakeren_sedunia pacar baru? seru dong. Iya deh ajak in mereka
Kai menjawab
Minseok_cinta_Jongdae Tunggwuhin loh, jangan ditinggalin
Minseok membalas
Kainamjakeren_sedunia Ne cepetan keburu rame
Kai mematikan ponselnya lalu berdiri dan mengahampiri Chanyeol dan Baekhyun yang masih sibuk merapikan sarapan mereka.
"Hei, kata Minseok, ada festival di lapangan besar. Ayo kesana. Itu sekali dalam setahun loh.". Ajak Kai.
"Kan 3 hari festivalnya". Jawab Chanyeol sambil meletakkan piring yang sudah bersih ke lemari.
"Ya tapi ini puncaknya, ayolah. Kita pergi bersama". Rayu Kai.
"Saenim, kau mau ikut?". Tanya Chanyeol.
"Terserah Kai saja". Ucap Bakehyun sambil berjalan ke kamarnya.
"Terserah aku? Kalau terserah aku, berarti ikut". Ucap Kai sambil menggandeng Sehun.
"Baiklah, kajja, keburu rame". Ucap Chanyeol sambil menyambar jaket dan kunci mobil.
At festifal
"Katanya ini festifal spesial valentine". Ucap Minseok sambil menoleh kearah Kai.
"Ooo, begitu". ucap kai sambil mengangguk.
"Mana, Chanyeol dan 'pacar baru'nya?". tanya Minseok sambil celingukan.
"Dia masih mencari tempat parkir. Penuh banget sih". Jawab Sehun sambil ikut celingukan.
Tak lama kemudian, Chanyeol dan Baekhyun tiba dan menghampiri Minseok, Jongdae, Kai dan Sehun.
"Nah, ini dia Chanyeol". ucap Kai sambil menepuk pundak Chanyeol.
"Eh? ini pacar barunya?". Tanya Minseok sambil menunjuk Baekhyun.
"Iya, coba kalau kamu sesekolah sama kita. pasti udah tahu dari dulu". jawab Sehun.
"Yak , dia bukan pacarku". Elak Chanyeol.
Minseok adalah sahabat Kai ,Sehun dan Chanyeol sejak kecil. Minseok berpacaran dengan Jongdae, teman Kai saat SMP dulu.
"Hai, namaku Kim Minseok, panggilnya Minseok aja. Dan ini pacarku Kim Jongdae, panggilnya Jongdae". Ucap Minseok sambil menyodorkan tangannya didepan Baekhyun.
"Eh, eum..namaku Byun Baekhyun. Panggilnya Baekhyun. Aku guru les dan Guru di sekolah Chanyeol, Sehun dan Kai". Ucap Baekhyun sambil menerima jabat tangan Minseok dan menjabata tangan Jongdae.
"Wah, pacarmu seorang guru ya". Ucap Jongdae sambil tersenyum kagum.
"Yak, Jongdae-ya...dia bukan pacarku. Kalian ini kenapa sih? Dia guruku. Hanya Guruku. Percayalah". Elak Chanyeol.
"Lalu, mengapa kau ajak dia?". Tanya minseok.
"Kasian lah kalau ditinggal sendiri di rumah". Jawab chanyeol singkat.
"Mereka tinggal seatap loh". Tegas Kai.
"Jinjja? Wah, mudah-mudahan langgeng deh". Ucap Minseok sambil tersenyum jahil.
"Yak kalian ini. Sudahlah jangan pikirkan. Ayo kita jelajahi lapangan yang lebar ini. Bagaimana jika kita menyebar saja?". Usul Chanyeol.
"Ya, kita menyebar saja. Aku dan Jongdae akan ke sana.". ucap Minseok sambil menunjuk sebuah tenda berwarna merah dan kuning.
"Baiklah, aku dan Sehun akan ke sana saja, ayo chagi". Ucap Kai sambil menggandeng Sehun.
"Kita akan kemana?". tanya Baekhyun.
"Entahlah, kita berjalan dulu saja,". Ucap Chanyeol sambil menarik tangan Baekhyun.
Chanyeol dan Bekhyun berjalan menyusuri lapangan besar yang lebranya mungin selebar dan seluas stadion sepak bola. Baekhyun tiba-tiba membungkukan badannya. Dia ngos-ngosan.
"Seosangnim? kau kenapa?". Tanya Chanyeol.
"Aku uuh...lelaaaa...aah, Chanyeol hhh..hhhh...hhh...". Ucap Baekhyun sambil menepuk-nepuk dadanya.
"bagaimana jika kita duduk di bangku taman itu? Aku akan membelikan minuman dan makanan". Ucap Chanyeol sambil memapah baekhyun. Baekhyun duduk di bangku taman. Menunggu Chanyeol yang sedang beli minuman dan makanan. Sesekali ia memijat kakinya dan melepas highheelsnya. Beberapa saat kemudian, Chanyeol datang dengan susu stroberi dan kopi. Ia juga membawa ddubokkie di tangan kirinya.
"saem, ini minumlah, lalu makanlah ini". Ucap Chanyeol menyodorkan ddukbokkie dan susu stroberi.
"Gomawo". ucap Baekhyun sambil meringis memegangi kakinya. Chanyeol melihat kebawah.
"kaki saem sakit yah? yang mana? sini biar aku pijat". ucap chanyeol sambil berlutut di bawah. Chanyeol mengusap kaki Baekhyun yang terbalut kaus kaki pink lalu mulai memijatnya.
"Eh, Chanyeol. Sudah hentikan. Malu dilihat banyak orang. udah nggak sakit kok". Ucap Baekhyun sambil meletakkan makanannya. Chanyeol masih sibuk.
Baekhyun berpikir sejenak. Pertanyaan muncul dibenaknya. Mengapa dia mau melakukan ini? ia jadi teringat pada seseorang. Seseorang yang sudah melengkapi hidupnya selama 2 tahun.
FLASHBACK 2 YEARSAGO
Baekhyun sedang berjalan mengitari taman bersama pacarnya. Saat itu Baekhyun seperti biasa, tampak feminin dan centil. Baekhyun tampak senang. Saking senangnya, ia sampai terjatuh dan kakinya terkilir.
"Kris, kakiku terkilir. Sakit". Ucapnya sambil merintih kesakitan.
"Hah? mana yang sakit?". Tanya Kris sambil menyelidiki sepanjang kaki Baekhyun.
"Yang ini, sakit sekali". Ucap baekhyun manja.
"Ayo,aku bantu ke bangku taman". Ucap Kris sambil memapah Baekhyun.Baekhyun duduk di bangku taman tsb. Kris tiba-tiba berlutut dan melepas highheels Baekhyun dan memijat kakinya. Sesekali Baekhyun merintih. Kris tiba-tiba berdiri dan berlari ke arah toko kecil diseberang taman.Beberapa saat kemudian, dia keluar dengan 2 botol sari jeruk hangat. Ia menghampiri Baekhyun yang masih memegangi kakinya. Kris berlutut lagi dan menempelkan botol jeruk itu di kaki Baekhyun yang terkilir.
"Cha, sudah tidak sakitkan". Ucap kris sambil bangkit dari berlututnya.
"Hmm, sudah mereda. Gomawo". ucap Baekhyun sambil mengecup pipi Kris.
"Ayo pulang, sudah sore.". Ucap Kris sambil menyodorkan tangannya. Baekhyun menerima tangan Kris dan pulang bersama.
FLASHBACK END
Baekhyun menitihkan airmatanya. Ia tiba-tiba ingat mantan pacarnya (?), Kris. Yang sudah melengkapi hidupnya selama 2 tahun.
"Seosangnim? Mengapa kau menangis? Sakit sekali ya kakinya? Aduh bagaimana ya?". Chanyeol panik melihat Baekhyun menangis.
"Ani ,sudah tidak sakit kok. Aku hanya teringat seseorang". ucap Baekhyun sambil menyeka airmatanya. Chanyeol bangkit dan duduk di samping Baekhyun.
"Seseorang? Siapa dia?". Tanya Chanyeol sambil menoleh kerarah Baekhyun.
"Dia, mantan pacarku. Namanya Kris". Jawab Baekhyun sambil berusaha untuk tersenyum.
"lanjutkan ceritanya". ucap Chanyeol penasaran.
"Aku sudah berpacaran dengannya selama 2 tahun. Hingga suatu hari, dia memilih untuk melepaskanku setelah membuatku sakit hati. Saat itu, aku melihat dia sedang berciuman dengan yeoja lain di taman. Dan yeoja itu adalah sahabatku sendiri. Aku sangat terpukul dengan kejadian yang aku lihat barusan. Lalu, keesokan harinya, dia memutuskan untuk berpindah kelain hati. Berpindah ke hati sahabatku. Ternyata, dia sudah berhubungan dengan sahabatku lebih dari 5 bulan. Bodohnya aku bisa tertarik pada namja yang suka mempermainkan hati perempuan. Setelah itu, aku merubah penampilanku. Aku melepas kebiasaanku yang manja dan cerewet. Dan sekarang, aku memilih menjadi orang yang dingin, tidak peduli akan fashion dan tidak punya perasaan. Saat aku pertama kali mengajar di sekolahmu, aku mencoba kembali ke kebiasaanku sejak dulu, feminin dan cerewet. Tapi, aku merasa tambah menderita, aku selalu saja mengingat kejadian yang dulu. Maka dari itu, aku memilih menjadi seperti sekarang, dingin, tidak peduli akan fashion, dan tidak punya perasaan." Jelas Baekhyun sambil terus saja menangis.
"Oh, makanya kau berubah drastis saat itu". Ucap Chanyeol sambil menganggukan kepalanya. Chanyeol memeluk Baekhyun yang masih tersedu-sedu.
"Sudahlah, seosangnim. Masih ada aku. kau tidak akan kesepian, disekolah dan dirumah, kita kan selalu bertemu." Ucap Chanyeol menenangkan Baekhyun. Baekhyun masih menangis didada Chanyeol. Baekhyun melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya.
"Ayo kita bermain saja". Ucap Baekhyun sambil berusaha menghapuskan kesedihan yang mendadak kembali.
"Ayo!" ucap Chanyeol girang. Baekhyun dan Chanyeol berjalan lagi.
"Chanyeol, ayo main itu. Mainkan untukku". Ucap baekhyun sambil menunjuk boneka teddy besar berwarna pink.
"Hah, itu permainan apa?". tanya Chanyeol.
"Kau tinggal menembak hati yang berjalan itu dengan senapan panah. Jika kau bisa menenbaknya semua, kau bisa memilih hadiah yang sudah terpajang". Jelas Baekhyun. Chanyeol manggut-manggut lalu berjalan ke stan permainan tsb. Chanyeol menyerahkan beberapa lembar uang dan mengambil senapan yang sudah terisi 10 anak panah, sesuai jumlah hati yang harus ditembak.
"Fighting!" Sorak Baekhyun yang berdiri disamping Chanyeol.
"Baiklah, ini mudah saja. Kau dulu sudah pernah berlatih menembak. Pasti mudah". Batin chanyeol. Chanyeol menarik pelatuknya dan set..set..set..langsung kena semua.
"Selamat, silahkan pilih hadiah yang sudah terpajang di atas". Ucap penjaga stan.
"Seosangnim mau yang mana?". Tanya Chanyeol.
"mau yang teddy". ucap baekhyun datar. chanyeol menunjuk teddy yang dimaksud dan mengambilnya. Lalu mereka berjalan lagi.
"ini, sudah puas sekarang? kau tidak sedih lagi kan?". Tanya Chanyeol sambil menoleh kearah baekhyun.
"hmm, gomawo". ucap Baekhyun sambil mengecup pipi kiri Chanyeol. Chanyeol tersentak. Baekhyun menutup mulutnya.
"Mianhae, aku sudah terbiasa melakukannya dengan Kris, jadi kebawa deh". Ucap Baekhyun sambil membenarkan poninya. Pipinya sudah merona hebat sekarang.
Deg
"Rasa ini kembali lagi aku rasakan". Batin Chanyeol sambil memegang dada kirinya. Tiba-tiba Baekhyun berhenti. Chanyeol menoleh.
"Mengapa berhenti?". Tanya Chanyeol bingung. Baekhyun tidak menjawab. Baekhyun meremas lengan Chanyeol. Pandangannya lurus kedepan. Ia gemetar. Ia menitihkan airmata.
"Seosangnim,gwenchana? wae? kau sakit?". Tanya Chanyeol sambil memegang kening Baekhyun. Tidak panas.
"Ayo kita pergi dari sini". Ucap Baekhyun gemetar. Pandangannya tidak berpindah.
"Wae?"
Baekhyun menunjuk lurus. Chanyeol mengikuti arahnya.
"Ya, dia. Dia yang membuatku sakit. Dia yang membuatku sedih. Dia yang mengahancurkan semuanya". Ucap Baekhyun sambil menitihkan airmata.
"Di-dia?..". ucap Chanyeol gelagapan.
"Ne". Jawab Baekhyun.
Who is that?
T to the B to C
DELETE ATAU LANJUT?
KRITIK DAN SARAN SILAHKAN DI TWITTER : keukimyongra
