Hy, our HunKai FF update! Yey!
Akhirnya update juga ni FF lumutan -_-
And thanks for review:
Tchandra07. Tc: haha /ikut ketawa bareng sehun/ oke-oke, hhe
Putrifibrianti96: Gapapa Hun! Kamu gak bakal kualat kok! haha
Istrinya Sehun Bininya Kai: Hell, hehe iya itu gak bakal durhaka kok, tnang ja bro
Mizukami Sakura-chan: wooooo NC natural bro! dialam terbuka!
V: hehe, itu udah ada deskripsinya di prolog ch 1 memang perbedaan umur hunkai 8 tahun -_- karena Bocah Lanang memang tidak pernah logis memberi tahun maupun umur dalam setiap tokoh ffnya, keke
Tokisaki: Ini lanjut looh..
Hunkailovers: ciyee.. yang nungguin, hehe
Boy: Udah.. emm.. udah sekitar 9 bulan gak diupdate, hahahahahaha gila ya ni FF terbengkalai banget :v
Kkamcong: Thanks semangatnya! Love u!
The devil number 1: Ini lanjut kok ^^
Aliyya: Iya, aku lupa melanjutkan ini :o
Rofi. Mvpshawol: Melupakan fakta mereka ibu dan anak itu sulit, hm.. gimana ya, oke aku cuba deh buat endingnya, hehe
Flo. Futsuji: Kai masih bingung, galau, galon, gangguan, gegarotak, gagaga..*apa lagi ya?
Yeolsa: Wah pemikiran kamu luas, kita sama-sama detail dalam urusan yadong, hehe
sparkyuELF137: NC nya kepotong jadi nyesek banget ! kalo gak kuat baca langsung di close tab aja ya? Daripada kamunya sakit hati
askasufa: berkeliaran? Yang berkeliaran buat fotoin HunKai NC an di alam terbuka tentusaja BocahLanang *bersembunyi di semak-semak bawa hp sony tahan aer hujan, hehe
misszshanty05: ok
ismiexol: Lanjutan hubungan mereka makin rumit, TT
anon: ngga wajar emang, hehe
Thanks for all reviewers yang gak ketulis disini, Lopeyauall pokoknya! hehe
..
..
©BocahLanang
Facebook:
BocahLanang HunKai (The Real BocahLanang)
.
/
Akhirnya saya bisa update!
.
.
And this is..
.
.
My Love Never Wrong For You
…
"Katakan" Sehun memainkan testis Kai dan membelai hole sempit itu.
"Ngghh~ sssh~ Prince-aaahh~ I want your penis inside my asshole! Fill me up with your cum! Please-aangh~ fuck me hard!" wajah Kai sudah memerah dan deru nafasnya begitu capat.
Amat indah dalam pantulan mata Sehun, kulit tan polos itu basah teraliri air dan beberapa daun hijau yang gugur menghias rambutnya. Mata sayu itu memandang menggoda. Lehernya sudah ia penuhi dengan banyak kissmark.
Ini disore hari dengan keadaan gelap karena hujan.
Tapi cuaca terasa amat panas bagi mereka sekarang.
"Kau harus mempersiapkan holemu dengan baik, baby.." Sehun memeluk tubuh Kai dan mulai melepas celana hitam seragamnya.
My Love Never Wrong For You
"Katakan lagi manis.." Sehun memenjarakan Kai.
"S-Sehunnie-aah~" Kai akhirnya melepaskan desahannya ketika tangan pucat Sehun memelintir nipplenya.
PLAKKK!
Tamparan keras itu begitu cepat dan tiba-tiba.
Sehun bahkan tidak menyadari kedatangan yeoja berumur yang kini ada dihadapannya dan ibunya. Mata Kai terbelalak bahkan detak jantungnya seperti berhenti beberapa saat.
"Kau menantu paling kurangajar yang pernah kutemui! Beraninya kau merayu anakmu sendiri untuk menyentuhmu! Kau adalah manusia paling bejat yang pernah kutemui Kim Kai!" suara yeoja itu berteriak sedikit dipaksakan, tubuhnya yang berumur sedikit bergetar dan terengah setelahnya. Tangannya bahkan masih panas setelah menampar kuat pipi namja manis yang masih terlalu muda dengan usia 25 tahun untuk menjadi seorang ibu.
Kai hanya mampu mematung memegangi pipi kanannya yang terasa amat panas seperti terbakar. Bahkan terlihat merah padam. Guyuran air hujan memperparah rasa perih kulit pipi halusnya yang lecet. Menyamarkan buliran air matanya yang menganak sungai.
Sehun segera meraih kemeja almamaternya yang sudah basah, memakaikannya pada tubuh tan sempurna yang kini bergetar diam.
My Love Never Wrong For You
"Umma.." Sehun perlahan membingkai pipi Kai. Menghalangi air hujan itu mengaliri wajah cantik yang kini termenung diam.
"Bicaralah. Jangan seperti ini" Sehun menggoyangkan bahu Kai mencoba mendapat respon dari namja manis yang kini masih diam dalam duduknya.
"Andweji. Jangan mendiamkanku! Jebal.." Sehun memeluk erat tubuh kaku itu. Menggumamkan kata maaf berkali-kali berharap namja manis itu membalas pelukannya.
Ingin mendengar namja manis itu terisak di bahunya, memanggil namanya berkali-kali, memintanya untuk membuatnya tenang dan terasa dilindungi.
"Sehun! Ikut nenek pulang sekarang! Tinggalkan namja jalang itu sekarang!" wanita berumur itu.. Wu Heechul. Ibu dari Wu Kris.
Sehun masih saja mengacuhkan neneknya. Masih setia memeluk dan mengusap sayang punggung bergetar itu.
Tentusaja menantu mana yang tidak shock jika mertua dari suami yang dicintainya memergokinya telanjang dengan anaknya sendiri. Ini pasti kesalahpahaman karena erangan yang ia keluarkan setelah Sehun memojokkannya untuk mengatakan ia membutuhkan sentuhan.
"S-Sa-kit.." itulah kata pertama yang bibir pucat itu keluarkan setelah beberapa menit dirinya terdiam.
"Mian. Aku akan mengobatinya. Aku akan menjagamu. Aku akan melindungimu" Sehun terus saja bergumam maaf di telinga Kai. Mengeratkan rengkuhannya. Jujur Sehun takut kehilangan Kai.
"Sehun! Dengarkan kata nenekmu ini! Ke rumah sekarang! Tinggalkan orang biadab sepertinya!" kini Heechul tidak mampu bersabar lagi. Segera ia raih tangan kanan Sehun yang merengkuh Kai dan menariknya kuat.
SLAP!
Sehun menolak mentah-mentah tarikan neneknya.
"Sehun kau jangan pernah jadi cucu durhaka! Kau sudah mempengaruhi cucuku dengan kebusukanmu! Namja menjijikkan!" Heechul masih terus berteriak dengan nafas terengah. Tubuh tuanya tidak kuat terus-terusan dihujami air hujan yang menusuk kulit.
Jari telunjuknya yang gemetaran menunjuk tepat pada Kai yang dipeluk erat Sehun.
"Nenek sudah cukup! Jangan pernah kau mencercanya!" Sehun kini berteriak dengan keras pada yeoja berumur yang masih berdiri kehujanan didekatnya.
My Love Never Wrong For You
"Kau ajarkan apa pada cucuku hingga dia memaki neneknya sendiri hah?!" Heechul memekik.
Duk! Duk! Duk!
Kaki Heechul yang dihiasi sepatu mahal itu menendang kuat pada punggung Kai berulang-ulang hingga berbunyi keras.
Grep! Sret- Gbrugh!
Sehun mencekal kaki itu dan menghentakkannya kuat hingga Heechul oleng dan jatuh ke tanah.
Sehun segera menyelipkan tangannya pada bawah kedua lutut Kai dan punggung Kai. Menggendongnya bridal.
"Ssshh.." Kai meringis sakit memejamkan matanya merasakan punggungnya yang terlalu sakit karena tendangan kuat sepatu keras tadi.
"Kurangajar.." Sehun mengumpat melihat Kai yang kesakitan. Matanya memandang tajam pada yeoja berumur yang berusaha bangkit dengan pakaiannya yang menjadi kotor.
"Wu Sehun. Nenek bilang, turunkan namja pelacur itu!" Heechul masih meninggikan suaranya.
"Aku tidak akan pernah melepaskannya!" Sehun ikut berteriak. Kai bahkan menggeleng lemah dalam gendongannya.
Menolak konflik yang timbul karenanya.
Ini salah, seharusnya Sehun meninggalkannya disini sendiri. Seharusnya Sehun pergi bersama mertuanya. Semua sudah jelas, mereka yang melihat keadaan Jongin bercumbu dengan anaknya sendiri pastilah Jongin yang salah.
Memang benar Sehun yang memulai. Tapi bagaimana bisa ia tidak menahan Sehun?
Kai merasa gagal.
"Dia memang ibumu, tapi dia telah membuatmu menjadi penyimpang seperti ini! Jauhi dia!" Heechul mendekat membuat Sehun siaga mengeratkan rengkuhannya, menenggelamkan Kai dalam dekapannya.
"Kau aman bersamaku. Aku tempatmu bersandar, aku akan melindungimu. Saranghae" Sehun terus berujar itu pada Kai. Tapi Kai terus menggeleng seolah mengatakan bahwa itu semua tidak benar.
"Wu Sehun!" Heechul sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.
"Aku tidak akan meninggalkannya! Aku akan terus bersamanya! Aku yang akan menjaganya! Aku akan selalu berada di sisinya! Kau tahu apa hah?!" Sehun berteriak cukup kuat membuat Heechul menatap kaget.
My Love Never Wrong For You
Tubuh Sehun mulai dingin karena memang tubuh tinggi berkulit putih pucat itu hanya mengenakan celana hitam, tanpa kain apapun lagi yang menutupi tubuh atasnya.
"Wu Sehun! Jangan jadi pendosa bersamanya! Pulang sekarang! Biar nenek yang akan menyelesaikan semuanya!" Heechul mengepalkan tangannya erat menahan marah.
"Aku tidak butuh keluarga Wu! Aku tidak butuh kekayaan! Aku tidak butuh kehidupan mewah! Aku tidak butuh ayah, nenek, dan kakek! Aku hanya butuh Kim Jong In!" Sehun mengeratkan dekapannya ketika ia mendengar isakan keluar dari tubuh yang ada dalam gendongannya.
"Nenek akan memperbaiki semuanya menjadi lurus! Tinggalkan namja murahan itu dan kau bisa hidup seperti anak bahagia lainnya!" Heechul semakin meninggikan suaranya.
"Hanya dia yang mampu membuatku tersenyum! Hanya dialah kebahagiaanku! Dia hidupku!" nafas Sehun makin memburu karena paru-parunya yang tidak cukup kuat menghirup udara dingin tanpa balutan apapun menghangatkan tubuhnya yang langsung terhujam air deras.
"Sudah cukup Wu Sehun!" Heechul tiba-tiba menarik paksa tangan Kai.
Brugh!
Tubuh Kai jatuh dari gendongan bridal Sehun.
"Akh!" Kai memekik sakit langsung meringkuk merasakan sakit pada punggungnya yang kian menjadi. Punggungnya langsung jatuh pada tanah berumput itu amat keras.
"Kai chagi!" Sehun panik segera berlutut dan perlahan menyandarkan tubuh Kai pada tubuhnya. Merengkuh tubuh kedinginan Kai meski kenyataannya tubuhnya sendiri sudah mati rasa.
"Wu Sehun dengarkan nenek!" Heechul masih berteriak didepannya.
"Tinggalkan kami berdua! Aku tidak memintamu untuk menjadikanku cucu dari keluarga Wu!" Sehun berteriak lagi dengan suaranya yang kian parau.
My Love Never Wrong For You
"Itu bahkan tidak akan terjadi jika namja jalang yang kau peluk itu tidak mempertahankanmu dalam kandungannya padahal keluarga Wu sudah bersikeras untuk menggugurkanmu! Jadi sekarang cepat ikut nenek!" Heechul juga mulai kedinginan.
"K-Kai.." Sehun membelalakkan matanya mendengar perkataan Heechul.
Benarkah? Jadi dia adalah anak yang tidak diharapkan?
Dan Kai mempertahankannya hingga bisa hidup sampai saat ini?
Apa apaan ini? Kai itu malaikat atau apa? Kenapa bisa sebaik dan setegar itu?
"Kau tidak bersalah.. Sehunna. Umma harusnya menjadikanmu anak yang paling bahagia di dunia.. Umma bersyukur kau menjadi anak Umma yang pertama dan terakhir.. Umma tidak ingin kau digugurkan.. Sehun adalah anak Umma, Umma tidak akan membiarkan mereka menggugurkanmu.. Umma tidak akan membiarkanmu mati bahkan sebelum memanggil nama Umma, Wu Sehun" Kai membelai pipi Sehun pelan. Membuat namja tampan itu memejamkan matanya merasakan hangatnya sentuhan namja manis yang menyerahkan nyawa untuknya ketika ia masih seputih kertas dan pertama kali menghirup udara.
Sehun bahkan baru tahu jika tidak hanya appanya yang membenci Kai. Bahkan seluruh keluarga Wu telah membenci Kai sejak 17 tahun lalu ia hidup dalam perut Kai.
"Kris yang menghamili dirimu adalah sebuah kecelakaan! Kau memang sudah kotor sejak kecil namja jalang!" Heechul menjambak rambut Kai.
Kalau bukan karena Kris yang seorang pedofil kala itu, Sehun tidak akan pernah ada. Dan kehidupannya yang mewah dengan nama besar keluarga Wu tidak akan tercoreng menjadi cemoohan chaebol kala itu.
"Lepaskan dia!" Sehun menyentak tangan Heechul dengan mudah dan melindungi Kai dalam rengkuhannya.
"Wu Sehun!" Heechul melayangkan tangannya pada Sehun.
PLAKK!
Tamparan telak dari Heechul itu benar-benar terdengar nyaring.
Baik Heechul, Kai, maupun Sehun membelalakkan kedua matanya.
Kai sangat shock. Matanya terbuka lebar dan bibirnya yang bergetar kedinginan itu diam.
Pipinya tidak perih dan panas. Ia tidak terkena tamparan nyaring itu.
Sehun?
Sehun membelakangi Heechul. Memeluk erat tubuh Kai dalam rengkuhan kedua lengannya.
Kai tahu Sehun baik-baik saja.
Jadi tamparan itu tidak mengenai Kai maupun Sehun, tapi..
Sosok namja tinggi dengan balutan kemeja biru mahal dan celana hitam yang semuanya sudah basah. Air hujan mengalir dari rambut cepaknya deras selebat hujan sore yang menghujam mereka.
Berdiri kokoh melindungi Kai, mengorbankan pipinya untuk sebuah tamparan menyakitkan.
"Astaga! Sebetapa pelacurnya kah dirimu hingga aktor tampan papan atas seperti Park Chanyeol melindungi dirimu hah?!" Heechul yang mulanya terkejut melihat aktor papan atas tiba-tiba muncul dihadapannya langsung kembali mencerca Kai.
"Sehun. Bawa pergi Kai" suara berat terdengar dalam gemuruh hujan deras.
"C-Chanyeol..?" Kai sungguh kesulitan untuk sekedar mengeja nama namja yang melindunginya kini.
"Sehun!" Chanyeol meninggikan suaranya.
"Tidak. I-ini salahku Yeol" Kai mencengkram erat kemeja biru basah Chanyeol. Punggung lebar itu kokoh seakan melindungi Kai, tapi.. terlihat jelas sebuah rasa kecewa.
"Sehun.. bisa menjagamu" satu jeda Chanyeol berikan sebelum pengungkapannya.
"Kuserahkan padamu" Sehun segera beranjak. Menggendong tubuh Kai bridal dan berlari kencang menembus lebatnya hujan.
"Hiks-Chanyeol.." Kai membenamkan wajahnya pada dada bidang Sehun.
My Love Never Wrong For You
Dan disinilah anak dan ibu itu sekarang..
Sebuah motel di pinggir pantai Busan.
Kai masih diam duduk ditengah bed.
Sehun setia duduk disamping ranjang. Pandangannya tak pernah lepas dari tubuh yang kini diam termenung.
Untuk mendekat saja terasa sulit.
Jika begini, Sehun merasa dirinya bukan apa-apa. Ia bahkan tidak mampu mengembalikan senyuman Kai.
Ia tahu resiko atas semua rasa dalam hatinya. Tapi kejadian tadi terlalu cepat.
Semua fakta itu bergulir bercabang-cabang dalam benaknya.
Tapi hatinya yang mencintai Kai lebih besar dari semua rintangan yang menghampirinya.
"C-Chan-Yeol.." mata Sehun terpejam erat ketika nama itulah yang pertamakali mengalun dari suara indah namja manis itu.
Hatinya masih lebih luas dari samudra untuk mengisi kembali lubang perih dihatinya hanya karena nama namja lain yang disuarakan bibir manis Kai.
"M-mian.." Kai menyembunyikan wajahnya dilipatan kedua tangannya. Lalu mulai menjambak kasar helaian rambut brown halusnya.
"Berhenti" Sehun menggenggam kedua pergelangan tangan Kai untuk berhenti menyiksa dirinya.
"Lepas!" Kai meronta membuat Sehun memandang miris pada Kai.
"Aku disini baby.. bersandarlah padaku" Sehun segera merengkuh erat tubuh Kai yang mulai kembali terisak.
"Sehun-hiks-" Kai menangis tersedu di bahu tegap yang selalu menjadi sandarannya. Entah, tapi senyum tipis tersungging di bibir Sehun.
Dengan begini hanya dirinyalah tempat Kai kembali.
"Kim Jongin, Sarangh-"
"Terimakasih Oh Sehun, kau satu-satunya yang kumiliki.." suara Kai berubah menjadi dengingan nyaring di telinga Sehun. Tidak. Sehun tidak mau mendengar kelanjutan kalimat itu.
"Kumohon jangan teruskan ucapanmu sayang.." Sehun bergumam lirih memejamkan kedua matanya erat sekaligus mengeratkan rengkuhannya pada namja manis yang menakhlukkan hatinya.
'Kai.. jangan.. aku mencintaimu. Jangan siksa hatiku.. katakan kau juga mencintaiku.. kumohon..' Sehun memohon dalam keheningan sesaat yang menyiksa.
Wu Sehun, aku menyayangimu.. Anakku.." Kai mengabaikkan pengungkapan perasaan Sehun untuk kesekian kalinya.
My Love Never Wrong For You
TBC
Siapa coba yang minta FF ini dilanjut?
Liat tu, nyesek banget..
Makanya BocahLanang gak mau update lagi karena bagian ini hurt banget.
Readers: BocahLanang kok jahat banget sih bikin FF ini sad gini, hiks-hiks
Bocah: Mian, makanya dari dulu BocahLanang nolak post ch 7 ini karena terlalu nyesek
Readers: Gak mau tahu! Pokoknya next (ch 8) harus happy! Gak mau tahu pokoknya! Kalo enggak aku bakal begal BocahLanang ditengah jalan pulang sekolah biar nyelesain FF di jalan!
Bocah: Oke, ch 8 bakal shoot posisi KrisTaonya..
..
Itu jahat sekali alurnya.. secara tidak sengaja ternyata BocahLanang bikin ff yg Kai idupnya sulit ya.. padahal BocahLanang gak brmaksut T_T
Yeah just review okey.. thanks all!
