Author : seishuuhara

Cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun,dsb

NB : Baru, kritik dan Sarn diperlukan.

.

.

.

.

.

.

Chapter 7


"Di-dia?". ucap Chanyeol gelagapan.

"Ne". Jawab baekhyun singkat.

"Dia benar Kris? Aku kira bukan Kris dia". Ucap Chanyeol sambil mengingat-ingat.

"Kau mengenalnya?". Tanya Baekhyun gugup.

"Dia, dia sepupuku.". Ucap Chanyeol sambil menunduk.

"hah?"

Baekhyun menangis. Chanyeol panik.

"Kajja kita pergi. Aku muak melihatnya. Ayo kita pergi dari sini!". Teriak baekhyun. Chanyeol meng-sms Kai.

"Kai, aku pulang duluan. Acara makan malam bersamanya ditunda dulu saja. Byun seosangnim sedang tidak enak badan". Chanyeol mengirim pesan tsb.

Chanyeol pulang bersama Baekhyun yang masih tersedu-sedu.

Sesampianya dirumah, Baekhyun langsung mengahambur kekamarnya. Ia menangis tak keruan disana. Ia menutupi wajahnya dengan Bantal. Chanyeol masuk ke kamar Baekhyun.

"Byun ?". Tanya Chanyeol.

"Mengapa dia selalu muncul dihadapanku? Kenapa? Belum lagi dia sepupumu". Teriak Baekhyun.

"saenim, tenanglah dulu". ucap chanyeol sambil memeluk Baekhyun.

Baekhyun sudah agak tenang. Chanyeol melepaskan pelukannya.

"ini, teddymu". Ucap Chanyeol sambil menyodorkan boneka teddy yang td ia dpt.

"Gomawo. Terima kasih kau sudah menghiburku". ucap Baekhyun tersenyum.

"Mau dikasih nama siapa teddynya?". Tanya Chanyeol sambil mengelus teddy milik Baekhyun,

"Namanya,eumm...Park Yeollie". Jawab Baekhyun sambil tersenyum.

"Park Yeollie? Dari mana kau dapatkan nama itu?"

"Darimu, Park Chanyeollie"

"Ahaha, baiklah..salam kenal namaku Chanyeol.". Ucap Chanyeol sambil menjabat tangan teddy tsb.

"Dia menyukaimu"

"Dari mana kau tahu"

"Jika pemiliknya menyukai apa yang ia sukai, teddynya pasti ikut suka". Ucap Baekhyun sambil tertawa kecil.

Chanyeol hanya tersenyum.


"MWO?".Teriak Chanyeol shock.

"Kau akan kerumahku? untuk apa? kau kan punya rumah sendiri.". Elak Chanyeol sambil menghentakkan kakinya.

"Ayolah Chanyeol ,aku ingin menengokmu setelah 2 tahun tidak melihatmu. Aku akan datang bersama pacarku. Aku akan mengenalkannya padamu .Dia manis loh, kau tidak mau tahu"

"Tidak, aku tidak mau tahu. Pokoknya jangan sekarang, Hyung. Jebal, aku mau ujian, aku mau fokus dengan ujianku.". Ucap Chanyel mencari-cari alasan.

"Ah, dulu aku datang saat kau ujian kau tidak mengeluh. Sekarang kau mengeluh. Pokoknya aku akan kerumahmu. jangan keluar sampai pukul 12 siang ya"

Chanyeol me-reject lalu melemparkan ponselnya ke kasur. Ia duduk di pinggir ranjang sambil mengacak rambutnya frustasi.

"mampus deh. Dasar Hyung keras kepala. Bagaimana ya, aku harus sembunyikan Byun saenim dimana?". Gumam Chanyeol sambil memutar-mutar ponselnya.

TING TONG

Bel rumah berbunyi. Baekhyun keluar dari kamarnya dan turun kebawah hendak membukakan pintu. Tapi dicegah oleh Chanyeol. Chanyeol menarik tangan Baekhyun.

"Saem, jangan buka pintunya. Biar aku yang buka. Kau kembalilah ke kamar.". Ucap Chanyeol dengan tatapan tajam.

"Wa-wae? apa salahnya? tolong penjelasannya dong". Ucap Baekhyun bingung.

"Sudahlah, saem masuk saja.". Ucap Chanyeol sambil melepaskan tangannya yg sedari tadi menggenggam lengan Baekhyun. Baekhyun meninggalkan Chanyeol dengan seribu tanda tanya di kepalanya. Chanyeol menghela nafasnya berat dan membukakan pintu.

"Yaak... sepupuku tersayang. Halo! kau tidak lupa hyung tersayangmu ini kan. Aku kesini tidak sendiri loh, aku kesini dengan pacarku yang sangat manis.". Ucap Kris sambil memeluk Chanyeol.

Chanyeol melepaskan pelukan Kris dan menyunggingkan senyuman pahit.

"oh, hai Hyung. A-aku senang kau bertamu disini. Eomma dan Appa sedang ke Amerika semalam 3 bulan, jadi aku tinggal sendiri.". Ucap Chanyeol gugup.

"Haah, kau bohong. Mana ada kau tinggal sendiri. Ini heelsnya sapa? apa Bibi Park sekarang berganti fashion menjadi higheels modis?". Ucap Kris sambil masuk ke dalam rumah, diikuti pacarnya.

"Ah, itu..eung..Ya, itu milik eomma, entah mungkin eomma ikut arisan yang isinnya ABG merubah penampilannya.". Ucap Chanyeol sambil menggaruk tengkuknya.

"Oya, kenalkan ini pacarku. Namanya Tao. Dia manis kan". Ucap Kris sambil merangkul Tao.

"Oh, ah..ya..dia-dia manis. Hai, aku Chanyeol. sepupu kris". Ucap Chanyeol sambil menyodorkan tangannya.

"Hai juga. Aku Tao. Pacar Kris". Ucap Tao sambil menerima jabat tangan Chanyeol.

"Si-silahkan duduk. Aku akan membuatkan minum. Mau minum apa? Aku punya Jus dan Teh jepang.". Tawar Chanyeol.

"Apa kau tidak punya bir? whiski? vodka?.". Tanya Kris sambil menyandarkan badannya di sandaran sofa.

"Ah, sayangnya aku tidak suka minum apa yang kau minum. Jadi aku tidak punya".Jawab Chanyeol gugup.

"Baiklah, jus anggur saja". Jawab Kris sambil menggoda pacarnya.

Chanyeol pergi kedapur dan menuangkan jus anggu ke dalam 2 gelas tinggi.

"Hei, Chanyeol! sejak kapan kamu suka susu? susu stoberi lagi". tanya Kris sambil melihat kearah meja makan. Diatas meja makan ternyata ada gelas dan kotak susu rasa stroberi.

"Oh, itu..eung..aku ingin tinggi sepertimu, jadi..jadi aku minum susu". Jawab Chanyeol sambil merapikan peralatan dapur yang berserakan.

"kenapa harus rasa stroberi? kan bisa vanilla atau coklat". Ujar Kris sambil tersenyum jahil.

"Ah, itu..eung..rasa stroberi lebih murah. Jadi aku bisa menghemat pengeluaranku". Jawab Chanyeol ngasal.

"Perasaan sama saja harganya". Ucap Kris sambil mengingat-ingat.

Skak mat

"Eh, sudahlah lupakan. Ini silahkan diminum.". Ucap Chanyeol sambil menyodorkan 2 gelas berisi jus anggur.

Saat sedang merapikan meja yang akan dibuat temapt meletakkan gelas Kris dan pacarnya, Baekhyun turun dari kamarnya.

"Siapa yang da-..." .Baekhyun terpaku ditempat, melihat seseorang yang sudah membuat ia tak keruan, dan disamping Kris ada...

"Ah,saem..."Chanyeol salah tingkah sendiri.

"K-Kris?". Air mata Baekhyun sudah tidak bisa dibendung lagi.

Kris dan Tao berdiri bersamaan.

"Baekhyun?". Kris terlihat bingung.

"Baekhyun ?". Tao juga terlihat bingung.

"T-Tao? Kris?". Ucap Baekhyun sambil bercucuran airmata.

"Oh My God" Keluh Chanyeol. Chanyeol berjalan menuju Baekhyun dan mendekap tubuh Baekhyun yang sudah mulai lemas.

"Sedang apa kau disini?" Tanya Baekhyun gugup.

"Justru aku tanya sedang apa kau disini" .Ucap Kris ketus.

Baekhyun menggigit bibir bawahnya. Yap, Kris adalah mantan pacar Baekhyun yang sudah membuat Baekhyun sedih dan tak punya harapan lagi. Sedangkan Tao, ia sahabat baekhyun yang ternyata tanpa disadari Baekhyun, Tao sudah menjalin hubungan dengan Kris. Inilah yang membuat hati Baekhyun remuk. Kris mendua dengan sahabatnya sendiri. Baekhyun melepaskan dekapan tangan Chanyeol dan berlari ke kamarnya. Chanyeol menoleh kearah Kris sebentar lalu menyusul Baekhyun.

"Saem..."

"Huwaaa! Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi? Aku sudah ikhlas. Tapi kenapa dia kembali lagi? Itu membuat aku menjadi tidak tega melepaskannya, Chanyeol. Aku masih sayang kepadanya, tapi aku tahu dia sudah berpindah kelain hati. Aku sudah muak dengannya. Aku benci dia. Aku benci, chanyeol". Tangis Baekhyun. Chanyeol menahan tangisnya dan memeluk saenimnya itu.

"Aku tahu apa yang kau rasakan sekarang, Saem. Aku mencoba mencegahnya, tapi dia selalu keras kepala. Aku minta maaf, aku mewakilkan Kris selaku sepupuku.". ucap Chanyeol sambil mengusap-usap punggung Baekhyun. Baekhyun melepaskan pelukan Chanyeol dan menyeka airmatannya.

"Hmm...aku masih tidak bisa memaafkannya begitu saja. Aku masih butuh penjelasan yang jelas.". Ucap Baekhyun sambil menyunggingkan senyuman. Chanyeol ikut tersenyum.

"Baiklah, aku kebawah dulu ya." Ucap Chanyeol sambil membuka pintu. Saat membuka pintu, ternyata Tao sudah ada di depan pintu tsb. Chanyeol hanya menarik sudut bibirnya lalu berlalu melewati Tao yang terlihat sudah berkaca-kaca. Tao menghambur ke arah Baekhyun yang sedari tadi berdiri seperti patung.

"Baekhyun, tolong maafkan aku. Aku sangat menyesal. Tolong jangan membenciku. Aku tahu aku salah, aku menyesalinya. Tolong maafkan aku.". Tangis Tao sambil berlutut didepan Baekhyun dan memegangi kaki Baekhyun yang terbalut kaus kaki pink.

Baekhyun tak berkutik. Ia tak bergerak sesenti pun. Menunduk kearah Tao saja tidak dilakukannya. Ia hanya menatap lurus dengan tatapan kosong. Perlahan, air mata Baekhyun jatuh kembali. baekhyun menggigit bibir bawahnya. Ia mengepalkan tangannya. Sementara itu Tao masih berlutut sambil menangisi perbuatannya. Baekhyun menunduk kearah Tao dan melepaskan pegangan tangan Tao yang melingkari kedua kakinya. Baekhyun membantu Tao untuk berdiri. Tao memegang tangan kanan Baekhyun dengan kedua tangannya.

"Jebal, tolong maafkan aku. Kumohon jangan membenciku.". Ucap Tao melas. Baekhyun menggelengkan kepalanya. Baekhyun melepaskan tangan Tao yang memegang erat tangan kananya dan lalu berlari keluar kamar. Tao terjatuh lemas di lantai. Rambutnya yang panjang menjuntai menutupi wajahnya yang sudah basah akan air mata penyesalan.


Chanyeol turun kebawah menemui Kris. Kris sedang menonton tv sambil meminum jus anggurnya.

"Hyung, komohon pulanglah. Suasana lagi tida bagus. Aku tidak mau suasananya akan menjadi tak keruan.". Ucap Chanyeol menghampiri Kris.

"yak, Chanyeol. kenapa Baekhyun bisa ada dirumah ini?.". Tanya Kris sewot.

"Sudah itu bukan urusanmu. Sekarang kau pulang saja.". Ucap Chanyeol sambil mengambilkan ransel Kris.

"Hei, kau hutang penjelasan. Sebetulnya kenapa dia bisa tinggal disini?.". Tanya Kris denagn nada memaksa.

"Karena dia pacarku. Sekarang sudah jelaskan. Cepat kau pulang sana.". Ucap Chanyeol marah.

"Pacarmu?" .Kris tampak tak percaya.

"Ya.". Jawab Chanyeol bohong. Ya, untuk mengusir Kris. Kris menarik sudut bibirnya lalu keluar rumah, disusul Tao.

Chanyeol buru-buru naik ke lantai atas dan menuju kamar mandi. Ia menggedor pintu kamar mandi.

"seosangnim,keluarlah". Teriak Chanyeol.

Sementara di dalam kamar mandi, Baekhyun sudah siap dengan cutter di tangan kanannya. Ia menempelkan cutter tsb di pergelangan tangan kirinya. Siap menyobek kulitnya dan membiarkan darah mengucur dari pergelangannya. Chanyeol mendobrak pintunya dan berhasil terbuka. Ia melihat Baekhyun dan aksi nekatnya.

"saem, jangan lakukan itu.". Ucap Chanyeol sambil menyambar cutter itu lalu membuangnya ke sembarang arah. Baekhyun mendorong tubuh jangkung Chanyeol dan mengambil lagi cutternya yang dilempar Chanyeol.

"Wae? aku bosan hidup, Chanyeol. Hidupku selalu suram. Dan aku tidak mau itu terjadi. Aku tidak mau merasakannya.". Tangis baekhyun.

"Byun saenim, tolong sadarlah. Ini bukan jalan keluarnya. Kita bisa memperbaikinya dan memulainya lagi dari awal.". Ucap Chanyeol. Baekhyun memalingkan wajahnya. Chanyeol memeluk Baekhyun.

"Mari kita mulai lagi dari awal. Aku akan membantumu. Aku akan membuat hidupmu bahagia.". Ucap Chanyeol. Baekhyun terdiam. Ia menjatuhkan cutternya dan membalas pelukan Chanyeol. Baekhyun menenggelamkan wajahnya di dada Chanyeol.

"Tidak apa, mengangislah.". Ucap Chanyeol sambil tersenyum.


T to the B to the C

KRITIK DAN SARAN SILAHKAN DI TWITTER : keukimyongra