Author : seishuuhara
Cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun,dsb
NB : Baru, kritik dan saran diperlukan sangat.
.
.
.
.
.
.
Chapter 8
"Gomawo,Chanyeol. Aku senang memiliki murid baik sepertimu.". Ucap Baekhyun masih dalam pelukan Chanyeol. Chanyeol hanya tersenyum. Baekhyun melepaskan pelukannya dan mendongak kearah Chanyeol sambil tersenyum. Chanyeol nge-fly.
"Ayo belajar.". Ucap Baekhyun dengan muka datar. Dari ekspresi tersenyum menjadi datar dan tak berperasaan. Yap, Chanyeol seperti jatuh dari menara eifel lalu tenggelam di laut amazon dan dimakan ratusan ikan piranha yang kelaparan.
"Yaa, saem..kok belajar sih". Keluh Chanyeol.
"Sudahlah, jangan membantah. Hari ini kau sudah bolos gara-gara Kris, dan terpaksa aku juga ikutan tidak masuk. Jadi, Belajarlah.". ucap Baekhyun sambil meninju pelan lengan Chanyeol lalu berlalu. Chanyeol tersenyum lalu mengikuti langkah Chanyeol.
Chanyeol memasuki kelasnya dengan langkah gontai. Kacamata yang turun dan seragamnya yang acak-acakan membuat lengakap penampilannya. ia menaikkan kacamatanya dan duduk di lama kemudian, Sehun dakn Kai datang.
"Yaa..kenapa lecek sekali penampilanmu.". ucap Kai sambil begidik.
"dan kau juga tidak masuk sekolah kemarin. padahalkan liburnya Cuma 1 hari.". sambung Sehun. Chanyeol melepaskan kacamatanya dan memijat tulang hidungnya.
"Sorry, kemarin kalian pasti kesepian kan. Sorry banget ya. Aku kemarin kedatengan sepupuku. jadi aku tidak pergi kesekolah. Dan terpaksa Byun saenim juga tidak ikut masuk sekolah.". Jelas Chanyeol sambil memakai kembali kacamatanya. Sehun dan Kai hanya menggut-manggut.
"Kenapa Byun saenim tidak kau suruh naik bus saja?". Tanya Kai sambil menempelkan telunjuknya di jidat Chanyeol. Chanyeol melirik keatas.
"Benar juga kata Kai. Kenapa aku tidak menyuruhnya naik bus saja? Jika dia naik bus, dia akan sampai di sekolah dengan cepat dan tidak akan bertemu dengan Bule kampret sok keartisan itu.". Batin Chanyeol.
"Kau benar juga,Kai. Tapi sudah terlanjur ya sudah.". Ucap Chanyeol tidak peduli.
"Aissh...otakmu isinya main game dan komik saja sih. Makanya dipikir dong.". Ucap Sehun sambil mendorong jidat Chanyeol.
"Aduh! Iya-iya kau tahu. Aku akan berpikir jernih sekarang.". Ucap Chanyeol sambil mengusap jidatnya.
"Yoo! cepat ke ruang Bahasa sekarang. Byun saenim sudah menunggu.". Teriak Suho dari pintu depan kelas.
"Ne...ketua kelas.". Ucap Murid-murid serempak. Semua murid berhamburan keluar kelas.
At Language Room
"Selamat pagi anak-anak.". Ucap Baekhyun mengawali pelajaran hari ini.
"Selamat pagi, Byun seosangnim.". Teriak Murid-murid serempak.
"Keluarkan buku tugas kalian. Seosangnim akan memberikan soal evaluasi untuk 5 hari kedepan. Karena 5 hari lagi kalian ujian kelulusan. Jadi, yang buku tugasnya sudah mau habis, cepat beli lagi.". Ucap Baekhyun datar. Baekhyun membuka lembar-lembar buku materi dan mengetikkannya di laptopnya. Lalu, Baekhyun menancapkan kabel LCD dan muncullah beberapa soal evaluasi di layar proyeksi.
"Kerjakan itu. Oya, untuk yang nomor 3, akan saya jelaskan sekarang. Jadi perhatikan. saya tidak mau mendengar pertanyaan ini lagi di pertemuan mendatang.". Ucap Baekhyun ketus.
"Jadi, ini di tambah ini, lalu dikalikan 2 karena jumlahnya ada 2. Setelah mendapakan jawabannya, gabungkan dengan hasil yang sudah diketahui,lalu-". Penjalasan Baekhyun tiba-tiba terpotong karena ponselnya berdering. Ia melihat ke layar ponselnya. Nomor tak dikenal muncul dari layar ponselnya. baekhyun mengerutkan keningnya.
"Eung, sebentar ya. Ada yang telpon. Kalian kerjakan yang bisa dulu saja.". Ucap Baekhyun sambil menngangkat telponnya.
"Yeoboseo."
"Baekhyun, tolong maafkan aku. Aku menyesal"
"maaf, ini siapa?"
"T-Tao"
"Berhentilah mengangguku". Ucap Baekhyun sambil keluar ruangan. Chanyeol merasa pasti ada masalah dalam diri Baekhyun sekarang. Chanyeol menyelinap dan berjongkok di depan pintu yang tertutup, untuk menguping.
"Sudah lah, Tao. Kau jangan begitu. Aku masih tidak bisa memutuskannya. Pergilah dengannya. Lagipula aku sudah menyukai orang lain. Aku ikhlaskan Kris untukmu.". Ucap Baekhyun lirih.
"Aku tidak bisa pergi dengannya tanpa meminta maaf kepadamu, Baekhyun. Tolong maafkan aku"
"Tao, pergilah. Aku tidak mau mendengar suaramu lagi.". Ucap Baekhyun.
"Aku sekarang ada di depan sekolah .Mari kita bicarakan"
"Didepan sekolah? Apa kau sudah gila? Kau rela kesekolah tempatku mengajar hanya untuk ini? sudahlah lupakan saja"
"Tidak, sekarang ayo kita bicarakan."
"Baiklah, aku tunggu di atap sekolah."
Baekhyun menutup ponselnya. dan kembali masuk ke ruangan. Chanyeol bersembunyi di balik pintu.
"Eung, anak-anak. saya ada urusan sebentar. jika sudah dikerjakan kumpulkan di ketua kelas. Nomor 3 di lingkari saja.". Ucap Baekhyun tergesa-gesa. Chanyeol mengikuti Baekhyun ke atap.
At rooftop
"Tao, apa kau sudah gila? Nyalimu besar sekali ya.". Ucap Baekhyun ketus. Tao berlutut.
"Tolong maafkan aku untuk sekali ini saja. Aku tidaka kan mengilaninya lagi. Aku menyesal. Jangan benci aku. Anggaplah aku seperti sahabatmu yang dulu.". Ucap Tao sambil berlutut dan menangis.
"Sudah cukup. Kau sudah salah masih saja begini. Aku tidak akan memaafkanmu secepat ini. Jika kau ingin pergi dengannya dan meninggalkanku silahkan saja. Aku tidak akan keberatan. Karena aku sudah menemukan orang yang dapat membuatku tersenyum seperti dulu"
Tao mendongak.
"Tapi,tapi.."
"Sudahlah Tao, aku ikhlas. Sudah pergilah.". Ucap Baekhyun memalingkan wajahnya. Tao bangkit dari berlututnya.
"Siapa pria baik yang bisa membuatmu bahagia seperti ini meskipun kau punya banyak cobaan?". Ucap Tao Lirih. Chanyeol yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok terbelalak.
Baaekhyun menunduk dan mengepalkan tangannya kuat.
"Siapa?". Tanya Tao lagi. Baekhyun mengankat kepalanya.
Chanyeol semakin penasaran. Ia mengintip terus dari balik tembok saking penasarannya.
And...
T to the B to the C
