Tambahan

'…..' Pikiran karakter

"….." Pembicaraan karakter


Akhir yang Lain

Seijuurou lalu membuka pintu dan melihat kalau tirai di jendela tertutup. Ia membuka tirai tersebut kemudian melihat kearah tempat tidur. Disana terlihat seseorang yang berbaring dan tertutupi oleh selimut. Hanya bagian kepalanya saja yang terlihat. Seijuurou merasa sedikit aneh dengan wajah neneknya. Ia tidak bisa melihat bagian rambut karena ada topi rambut yang menutupinya tetapi Ia bisa melihat bagian wajahnya.

"Nenek, kenapa kulitmu jadi gelap?"

"Aku terlalu lama berjemur dibawah matahari Sayang."

Seijuurou merasa aneh dengan suara yang baru saja didengarnya. Ia juga tidak pernah ingat kalau nenek pernah memanggilnya 'Sayang'.

"Nenek, kenapa suaramu aneh?"

"Suaraku berubah karena sakit Sayang."

"Nenek, kau tidak pernah memangilku 'Sayang' sebelumnya."

"Aku memanggilmu itu karena Aku menyayangimu sekarang."

Topi rambut yang dipakai neneknya sedikit bergeser dan memperlihatkan rambutnya. Seijuurou ingat kalau neneknya memang memiliki rambut yang gelap di bagian bawah kepalanya tetapi warnanya bukan biru gelap.

"Nenek, sepertinya warna rambutmu sedikit berubah."

"Aku bosan jadi Aku mengecatnya dengan warna lain."

"…"

"…"

Seijuurou lalu mengambil pedang dari sarungnya. "Kau bukan nenekku! Tunjukan dirimu yang sebenarnya!"

"Baiklah! Aku mengaku kalau Aku bukan nenekmu." Secara perlahan – lahan orang yang berbaring di tempat tidur tersebut membuka selimutnya dan bangun dari tempat tidurnya. Ia juga melepas topi rambut yang dipakainya.

Seijuurou sekarang bisa melihat dengan jelas perawakan penyusup yang masuk ke rumah neneknya. Penyusup tersebut memliki tubuh yang tinggi dan besar. Kulitnya berwarna gelap dengan warna biru tua yang menghiasi rambut dan warna matanya.

"Siapa kau? Dan dimana nenekku?" Seijuurou bertanya dengan tegas kepada penyusup yang terlihat lebih kuat darinya.

"Aku ini kakekmu, Aomine Daiki. Salam kenal cucuku tersayang." Penyusup tersebut menjawab dengan santai.

"Aku ingat perawakan kakekku dan Ia sudah meninggal."

"Aku dan nenekmu saling jatuh cinta terhadap satu sama lain, jadi Aku adalah kakekmu yang baru."

Seijuurou terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya. Ia tidak percaya kalau ada yang mau menikah dengan neneknya.

"Uwaaaaaaaaa!" Tiba – tiba dari kejauhan terdengar suara teriakan dari seseorang. Suara itu terdengar pelan tetapi Seijuurou tahu kalau itu adalah suara teriakan di kejauhan.

"Oh, kurasa nenekmu sudah menyadari kedatangan Tetsu. Ayo kita ke tempatku anak muda!"

Aomine lalu berjalan menjauhi Seijuurou dan keluar dari kamar tersebut. Seijuurou merasa sangat curiga dengan Aomine tetapi Ia tidak merasa kalau orang tersebut akan menyerangnya. Seijuurou lalu mengikuti Aomine keluar dari rumah dan berjalan menuju rumah kakek Kuroko.

oOo

"Taiga sayang! Apa kau sudah bertemu dengan Tetsu?" Aomine masuk kedalam rumahnya dan mendapatkan cucunya berdiri di depan orang yang disayanginya.

"Jangan menyebutku sayang! Aomine, apa dia ini cucumu?!" Taiga bertanya sambil menunjuk Kuroko yang tidak memberikan ekspresi apapun.

"Benar, ini adalah Tetsu." Aomine menghampiri Kuroko dan menaruh tangannya diatas kepala cucunya. "Tetsu, Aku sudah bilang untuk mengentuk pintu dulu dan jangan langsung masuk begitu saja. Aku tahu kalau Aku jarang mengunci pintu, tetapi itu adalah tata cara umumnya."

"Maafkan Aku, kakek Aomine." Kuroko menundukan kepalanya kepada Aomine.

Taiga lalu menarik bagian kerah baju Aomine untuk mendekat padanya. "Aomine brengsek! Kau harusnya menjelaskan kepadaku tentang kedaan cucumu ini. Aku hampir saja memukulnya dengan sapu kalau Ia tidak menghindar. Dan dia sama sekali tidak mirip denganmu!" Terlihat ada sapu yang tergeletak di samping Taiga.

"Apa kau buta? Kita sama – sama memiliki warna biru." Aomine menunjuk kepalanya dan kepala Kuroko.

"Nenek, kenapa kau bisa ada disini? Bukannya kau sedang sakit?" Seijuurou muncul dari arah pintu.

"Seijuurou. Kau sudah sampai rupanya. Aku memang sakit beberapa hari lalu. Sekarang Aku sudah sembuh." Taiga melepaskan tangannya dari Aomine dan mendekati Seijuurou. "Apa kau sudah mengenal orang ini?" Taiga menunjuk Aomine.

"Ia bilang kalau dia adalah kakekku yang baru."

"Apa – apaan itu! Dia itu hanya tetangga baru! Jangan dengarkan perkataannya!" Taiga kembali menarik kerah baju Aomine. "Aku akan menghajarmu sehabis ini!"

"Hm, jadi dia adalah nenek baru yang kau ceritakan lewat surat. Perkenalkan, namaku Kuroko Tetsuya. Mohon bantuannya nenek." Kuroko membungkukan badannya kepada Taiga.

"Aku bukan Nenekmu!"

"Kau sebaiknya diam Taiga, suaramu sangat kencang. Dan kau juga tidak mirip dengan cucumu." Aomine menepuk pundak Taiga untuk menenangkannya.

"Aku merasa bersyukur karena diriku tidak mirip dengan nenek." Sejuurou lalu menghampiri Kuroko. "Kuroko sebaiknya kita keluar saja. Biarkan mereka berdua menyelesaikan masalahnya."

"Baiklah Akashi-kun." Kuroko lalu mengikuti Seijuurou berjalan keluar rumah.

Kuroko dan Seijuurou berjalan menuju pohon besar. Merekan duduk di kursi panjang yang ada dibawah pohon besar.

"Kuroko, kau mempunyai nama keluarga yang berbeda dengan kakekmu?" Seijuurou menatap Kuroko dari samping.

"Dia adalah kakek dari ibuku, Akashi-kun."

"Hm, aku bersyukur kau tidak mirip dengannya. Oh ya, Aku masih belum tahu kenapa kau mendapat julukan 'Phantom Wolf from North'?"

Kuroko lalu menundukan kepalanya dan diam. Setelah beberapa menit Ia mengangkat kepalanya dan menatap Seijuurou. "Um Akashi-kun, apa kau mau menyimpan suatu rahasia?"

"Aku mau."

"Um… eto… sebenarnya Aku adalah manusia serigala. Kakek Aomine juga salah satunya. Ia datang kesini sebenarnya untuk mencari mangsa di wilayah yang baru."

Seijuurou terkejut dengan perkataan Kuroko, tetapi Ia berusaha untuk menahan ekspresinya.

"Aku kaget saat membaca surat dari kakek. Ia bilang kalau Ia akan menetap di wilayah yang baru untuk menjaga nenekku yang baru." Kuroko lalu diam sejenak. "Kakek Aomine cukup sadis. Ia biasanya akan menyerang orang yang tinggal sendirian, apalagi di tempat yang dekat dengan hutan seperti ini. Karena itu Aku penasaran dan bilang akan mengunjunginya."

Seijuurou diam sejenak untuk memikirkan perkataan Kuroko. Seijuurou melihat bahwa Kuroko tidak memperlihatkan ekspresi apapun, seolah – olah Kuroko hanya menceritakan keadaan cuaca kepadanya.

"Hm, Aku tidak tahu kalau manusia serigala itu benar – benar ada. Dan dari ceritamu, berarti manusia serigala bisa memakan manusia?"

"Tentu saja Akashi-kun. Aku pernah mencobanya satu, tetapi setelah itu tidak pernah lagi." …. "Semenjak salah satu leluhur di keluarga kami menikah dengan manusia dan mempunyai keturunan, kami mencoba untuk berbaur dengan manusia dan mulai menghentikan kebiasaan untuk menyerang manusia. Kami hanya menyerang manusia kalau itu sangat diperlukan."

Seijuurou menatap Kuroko dengan heran. "Jadi maksudmu, Aku dan nenekku sekarang sedang dalam bahaya?"

"Benar. Akashi-kun tidak curiga denganku dan Aku bisa menyerangmu kapan saja. Tetapi Aku tidak tahu kalau kakek sudah memberitahu nenek atau belum. Aku hanya tahu kalau kakek tidak akan menyerang nenek."

Seijuurou menatap Kuroko dengan tajam. "Karena Aku sudah tahu, Aku bisa mempersiapkan diri sekarang. Jadi, apa kau mau menyerangku?"

"Tidak mau. Aku tidak punya alasan untuk melakukannya."

"Hm, baiklah. Kuroko, Aku tertarik denganmu. Jadi, apa kau mau jadi temanku? Aku berharap kau bisa menetap disini supaya Aku bisa sering menemuimu."

Kuroko lalu tersenyum kepada Seijuurou. "Aku mau. Akashi-kun akan jadi teman manusiaku yang pertama."

"Kalau begitu, mulai sekarang Aku akan memanggilmu Tetsuya." Seijuurou lalu membalas senyuman yang diberikan Kuroko.

Setelah itu, Seijuurou selalu mencari kesempatan untuk mengunjungi Kuroko yang hidup bersama kakeknya. Mereka menjadi sahabat baik dan di masa depan, Seijuurou mengajak Kuroko untuk hidup berdua dengannya. Dengan begitu, akhirnya 'Lord Red Riding Hood' hidup bahagia bersama nenek dan kakeknya yang baru beserta teman manusia serigalanya. Tamat.

.

.

OoOoO

Komentar Penonton setelah Akhir yang Lain

(Tim Kaijo)

Kasamatsu: Hah… pada akhirnya ini hanya menjadi cerita untuk duo pasangan kepala merah dan biru itu. Kise bahkan tidak bermain disini.

Hayakawa: Bena(r). Disini juga tidak ada adegan pe(r)kelahian, Kasamatsu-san!

Kasamatsu: Aku juga tidak tahu apa pelajaran yang bisa kita ambil dari drama ini.

Moriyama: Pelajaran yang bisa diambil adalah kita tidak akan pernah tahu kapan cinta itu datang. Sama seperti diriku yang sekarang sedang terpaku pada gadis cantik blonde di sebelah tim Yosen.

Kobori: Pelajaran lainnya adalah jangan biarkan nenekmu tinggal sendirian di pinggir hutan. Kau bisa hampir terbunuh kalau mengunjunginya.

(Tim Shutoku)

Takao: Aku tidak menyangka kalau Shin-chan bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan 'nanodayo'.

Ootsubo: Kurasa Akashi tidak akan membiarkan dirinya menjadi narator kalau Ia tidak bisa menahannya. Menurutku, tokoh yang dimainkan terlalu sedikit.

Miyaji: Membosankan, tidak ada yang jahat disini. Bukankah semua dongeng memerlukan tokoh antagonis.

Kimura: Mereka seharusnya memunculkan pemburu disini. Pemburu itu berusaha menangkap manusia serigala sehingga Ia bisa menjadi tokoh antagonis.

(Tim Touou)

Imayoshi: Hm, Aku curiga kalau Aomine memang mempunyai sesuatu untuk bocah harimau itu. Sandiwaranya terlihat meyakinkan.

Wakamatsu: Hah… Untuk apa mereka jadi manusia serigala kalau pada akhirnya mereka hidup seperti manusia.

Sakurai: Maaf senpai, tapi kalau seperti itu artinya Taiga-san sudah dimakan sembilan bulan lalu dan cerita ini tidak akan ada. Sekali lagi, tolong maafkan Aku!

Susa: Kuroko seharusnya bisa sampai lebih cepat kalau Ia berubah menjadi serigala.

Sakurai: Maaf, tapi Ia tidak tahu jalannya senpai.

Susa: Bukannya serigala mempunyai penciuman yang tajam. Ia bisa melacak bau kakeknya.

Sakurai: Maaf senpai! Pengetahuanku kurang mengenai manusia serigala. Tolong maafkan Aku! Aku ini bodoh jadi, maafkan Aku!

Imayoshi: Sakurai, kau tidak akan kumaafkan kalau tidak bisa diam.

Sakurai: Maafkan Aku!

(Tim Yosen)

Wei Liu: Apakah mereka tidak mempunyai seorang perempuan untuk memerankan tokoh nenek?

Fukui: Hm, mereka sebenarnya punya. Tapi tidak ada satu pun yang keluar.

Himuro: Aku dengar dari Atsushi kalau Momoi-san dan Aida-san tidak memenuhi kriteria nenek yang diinginkan oleh Akashi.

Okamura: Apa maksudmu?

Himuro: Tokoh nenek tinggal sendiri, sedangkan Momoi-san dan Aida-san tidak bisa memasak. Mereka tidak akan bertahan hidup lama disana.

Okamura: Kurasa Aku mengerti maksudnya. Tetapi ini hanya sebuah cerita, Ia bisa memasukan apapun kedalamnya.

Himuro: Akashi merasa kalau penggunaan kepribadian pemeran yang sebenarnya akan mempermudah penonton untuk mengerti peran yang dimainkan.

Alex: Aku merasa kalau akhirnya aneh walaupun berakhir dengan bahagia. Mereka seharusnya tetap mengikuti jalan cerita yang aslinya.

Himuro: Akashi tidak mau bermain sebagai gadis kecil seperti dalam 'Little Red Riding Hood', karena itu Ia ubah ceritanya.

Semua penonton: Kalau begitu, tidak usah dia yang bermain sebagai tokoh utamanya. (Suara dalam hati)

.

.

.

Selesai


*Kalau ada typo atau kalimat yang aneh, mohon diberitahu.

*Author juga minta saran dan kritiknya.