OH MY TEACHER
Author : seishuuhara
Cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun,dsb
NB : baru, kritik dan saran diperlukan.
.
.
.
.
.
.
Chapter 10
Hari ini adalah hari yang sangat mendebarkan bagi Chanyeol. Ya, sekarang adalah hari dimana Chanyeol akan wisuda dan siap mendengarkan pengumuman siswa berprestasi. Chanyeol sudah duduk bersama wisudawan lainnya. Dan acara pun dimulai.
"Seperti yang kita tahu, SMA Namsan selalu memberikan penghargaan terhormat bagi siapa saja yang berprestasi, benarkan Park Seongsanim?". Ucap Kim seosangnim pada Park seosangnim.
"Ya, benar. Dan sekarang, kami berdua akan mengumumkan 3 siswa berprestasi tahun ajaran baru.". Ucap Park seongsanim sambil mengambil 1 kertas berisi nama siswa berprestasi di sakunya.
"Baiklah. Siswa berprestasi peringkat pertama adalah...Kim Jongwoon dari kelas 3-2.". Ucap Park seongsanim. Nama yang disebut barusan naik keatas panggung dan berdiri disamping host.
"Yang kedua,adalah...Lee Donghae dari kelas 3-5". Ucap Kim seongsanim sambil bertepuk tangan. Nama yang disebut naik keatas panggung.
"Dan yang terakhir...dam dam dam dam...adalah Park Chanyeol dari kelas 3-3.". Ucap Kim dan Park seongsanim bersamaan. Chanyeol bangkit dari duduknya dan berlari dan naik panggung.
Kepala sekolah mengalungkan medali emas di setiap siswa berprestasi.
"Aku berharap kalian menjadi anak-anak yang baik dan jenius seperti yang diharapkan. Terus semangat dan pantang menyerah.". Ucap Kepala sekolah kepada 3 siswa tsb.
"Kami mempersilahkan untuk ketiga siswa untuk bisa pidato sebentar.". Ucap Kim seongsanmim mempersilahkan.
"Dari yang peringkat 1". Ucap Kim seongsanim lagi.
"Okey, Pertama terima kasih untuk Tuhan yang membantuku, lalu orang tuaku yang mendukungku. Thanks to my beloved girlfriend,but she is not here. And to all my friend, thank you very much,much much.". Ucap Jongwoon sambil turun dari panggung.
"Yang peringkat 2."
"Thank you for you God, For my beloved parent, for my beloved teacher, for my beloved girlfriend, and all my friend.". Ucap Donghae.
"yang peringkat 3"
"Terima kasih kepada Tuhan, kedua orang tuaku yang sekarang tidak bisa hadir karena masih ada urusan yang mungkin jauh lebih penting dan tidak bisa ditinggalkan. Terima kasih kepada semua temanku, terutama Sehun dan Kai yang selalu menghukumku saat aku mendapat niali jelek (Chanyeol melambai ke arah Sehun dan Kai, Sehun dan Kai membalasnya). Dan tidak lupa, terima kasih untuk guruku yang tercinta, yang rela meluangkan waktu istirahatnya untuk mengajariku, dan dia adalah Byun seongsanim.". Ucap Chanyeol sambil tersenyum.
But, Chanyeol tidak bisa mendapati Baekhyun. Chanyeol turun pangggung dan berlari ke atap sekolah. Chanyeol berlari kesana kemari tapi tidak ada tanda-tanda adanya Baekhyun. Ia juga sudah menelpon Baekhyun berkali-kali tapi tidak diangkat. Ia menyerah dan duduk di bangku yang ada di sebelah pintu atap. Ia mengeluakan jepit milik Baekhyun dan memandanginya.
"Kau dimana? Kau kan sudah berjanji tidak akan meninggalkanku. Aku butuh kau untuk menyemangatiku. Lihat, ini aku sudah mendapatkannya, yang kau mau. aku sudah menjadi siswa berprestasi.". Ucap Chanyeol sambil memandangi jepit itu.
"Meskipun kita tidak berpacaran atau satu darah keluarga, tapi aku sudah menganggapmu pacarku atau noona ku sendiri.". Sambungnya lagi. Chanyeol turun dan menuju lapangan tempat diaman acara diselerenggarakan.
"Kau dari mana saja?". Tanya Sehun dan Kai bersamaan.
"Mian, aku lagi mencari sesuatu.". Ucap Chanyeol sambil duduk kemabli.
Dan acara pun selesai. Chanyeol menoleh kesana-kemari. Ia memilih untuk berlarian dari pada naik mobilnya. Ia menghampiri Kim seongsanim.
"Saem, apakah Byun saenim tidak datang? Kemana dia?". Tanya chanyeol sambil ngos-ngosan.
"Oh, Byun saenim sudah keluar dari sekolah ini. Mungkin sudah seminggu yang lalu saat ujian pertama. Ia sudah tidak mengajar lagi.". Ucapnya.
"Mwo?Jinjja?". Chanyeol terbelalak. Chanyeol berjalan lemas sambil menggenggam erat jepit rambut Baekhyun yang ia "curi".
"Ia sudah meninggalkan rumahku dan sekarang meninggalkan sekolah. Oh, bagaimana jika aku menyusul kerumahnya saja, barangkali dia ada disana.". Ucap Chanyeol sambil masuk kemobilnya.
Sesampainya.
Chanyeol memperhatikan rumah kecil namun panjang kebelakang didepan matanya. Ia memandangi kertas yang berisi alamat Baekhyun yang pernah Baekhyun berikan pada Chanyeol.
"Apa benar, ini rumahnya?". Chanyeol memberanikan diri untuk masuk.
Tok tok tok
Tidak ada sahutan.
Tok tok tok
Ada seseorang yang membukakan.
"Cari siapa?". Tanya seseorang tsb.
"Eum, ini rumah Byun Baekhyun?"
"Byun Baekhyun? siapa dia? Oh, orang yang dulu tinggal disini. Ia sudah pindah minggu lalu. Ini sekarang rumahku.". Ucap nya lagi.
"Oh, pindah ya. Kalau boleh tahu pindah kemana?"
"Entahlah, aku tidak tahu."
"Okey, kamsahamnida.". Ucap Chanyeol sambil membungkuk. Lawan bicaranya membungkuk lalu menutup pintu.
Chanyeol mendesah kasar. Ia membuka isi ponselnya, mencari nomor Baekhyun. Ia menemukannya. Ia langsung menelponnya.
Tuuut...
Tuuutt...
Tuutt...
Chanyeol menunggu.
"Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi,tinggalkan pesan setelah bunyi..."
Tuuuttt.
Chanyeol menyepakkan sepatunya di tanah.
"Kenapa tidak bisa dihubungi?". Tanya Chanyeol mencoba menelpon lagi.
Sementara di sisi lain.
Baekhyun sedang menerangkan sesuatu didepan mahasiswa. Tiba-tiba ponselnya berdering. Ia mengecek siapa yang telpon.
"Chanyeol lagi?". Desah Baekhyun. Ia me-reject nya lalu mematikan ponselnya.
Back to Chanyeol
Chanyeol menatap kesal ponselnya.
"Arrghh.." .Ia mengacak-acak rambutnya masuk kemobilnya lalu pulang.
TBC
