OH MY TEACHER
Author : seishuuhara
Cast : Park Chanyeol,Byun Baekhyun,dsb
NB : Jangan plagiat, ini fiksi semata. Typos..
.
.
.
.
.
.
Chapter 11
At Home
Chanyeol melempar kunci mobilnya dan berjalan lemas. Ia melewati ruang tv. Ia terbayang saat asik main game dengan Baeekhyun. Lalu ia melewati dapur, teringat saat Baekhyun memasakkan sarapan untuknya. Ia naik ke lantai atas, Melewati kamar Baekhyun. Ia teringat saat ia menidurkan Baekhyun dan membersihkan make upnya. Ia masuk ke kamarnya, terbayang saat ia belajar bersama Baekhyun. Ia berbaring dikasurnya. Teringat Baekhyun yang tidur di tempatnya berbaring sekarang.
"Argh, aku bisa gila. Tapi, mengapa aku selalu memikirkannya?."Chanyeol mengacak rambutnya kesal. Ia turun untuk mengambil jus di kulkas.
Chanyeol membuka kulkasnya. Ia melihat susu stroberi dan setengah kotak kimbab. Ia memiringakn kepalanya.
"aku ingin mencoba makanan dan minuman kesukaan Byun saenim."Ucap Chanyeol sambil menagmbil susu stroberi dan kimbabnya.
Ia duduk sambil meletakkan makanan + minuman tsb. Ia memandanginya.
"Seleranya sangat buruk."Ucap Chanyeol meremehkan. Chanyeol memulai menyuapkan kimbab kemulutnya.
"Lumayan juga,"ucap Chanyeol sambil berlagak seperti peneliti (?) menuangkan susu stroberi dingin lalu meminumnya.
"Tidak buruk". ucapnya sambil meletakkan gelasnya. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.
"Chanyeol,jika kau mengikuti pola makanku,kau akan kurus dalam waktu 10 hari,percayalah.Tapi jika kau ingin gemuk,kau tinggal menambah porsi dari kimbabnya,tapi pertahankan susunya."
Ya, itu kata Baekhyun.
"Jika ingin kurus makan 1 setengah kotak kimbab lalu minum 1 gelas susu. Jika ingin gemuk tambahkan saja porsi kimbabnya." Ucap Chanyeol sambil menerawang atap (?). Ia berlari kekamarnya. Ia mengambil timbangan badan dan menimbang dirinya.
"70? tidak buruk. Kan aku tinggi, jadi tidak terlihat gemuk. Tapi aku mau coba turunkan berat badanku. Eungg.. 68 saja.". Ucap Chanyeol sambil menyimpan kembali timbangan badannya.
Ting tong
"Nugu?". Teriak Chanyeol dari kamarnya.
"SeKai."
"Masuk saja."
Sehun dan Kai masuk dan duduk di sofa panjang.
"Chanyeol, kau tidak berniat kuliah?". Tanya Kai membuka pembicaraan.
"Aku masih memikirkan universitasnya. kalau kalian?"
"Kami akan ke Universitas yang sama, tidak usah jauh-jauh, di Universitas Namsan saja, dekat dengan SMA Namsan. Sekali-sekali bisa flashback tentang masa SMA.". Terang Sehun.
"Oya, dimana pacarmu?". Tanya Kai sambil celingukkan.
"Pacar? siapa yang kau maksud 'pacar'?". Tanya Chanyeol balik. Dengan memberikan oenekanan pada kata 'pacar'.
"Itu, Byun saem.". Jawab Kai masih celingukan.
"Oh, dia. Heumm... entahlah, dia pergi. Aku juga tidak tahu kemana.". Jawab Chanyeol lesu. Kai dan Sehun menunduk.
"Aku merasa hampa tanpanya. Karena dialah yang mengisi hari-hariku yang suram. Aku berpikiran bahwa hidup itu hanya membuang waktu saja. Setelah kedatangannya, aku tahu jika hidup itu sangat berarti. Aku belajar untuk terus semangat dan pantang menyerah. Aku juga belajar menyayanginya. Semua yang ia lakukan untukku sangat berarti." Ucap Chanyeol lesu.
"Padahal kau dulu begitu membencinya." Ucap Kai. Chanyeol mengangguk.
Chanyeol pergi ke dapur dan membawakan saru kotak kimbab dan susu stroberi.
"Ini, cobalah. Aku pikir kalian akan menyukainya." Ucap Chanyeol sambil duduk. Kai dan Sehun memandangi apa yang disuguhkan Chanyeol dan Chanyeol secara bergantian.
"Kau serius? Style siapa yang kau contoh ini?" Tanya Kai begidik geli.
"ini style Byun saem. Heung entah mengapa, Sekarang aku merasa takut." Ucap Chanyeol sambil memandangi isi rumah.
"Takut? waeyo?". Tanya Kai balik.
"Aku takut kalau aku benar-benar menyukai Byun saem." Ucap Chanyeol pasrah.
"Haah...wow apa ku bilang, akhirnya terjadi..."Ucap Sehun sambil menyuapkan kimbab ke mulutnya.
Chanyeol hanya menduduk.
3 months later
At Incheon Airport
"Eomma, Appa. Aku berangkat sekarang. Doakan aku disana ya..." Ucap Chanyeol sambil mengecup pipi kedua orang tuanya secara bergantian.
"Chanyeol, semoga kau disana bahagia, jangan lupa makan dan rajinlah belajar. Eomma dan Appa akan menunggu disini sampai kau tamat sekolah. Jangan lupa juga rutin telepon eomma atau appa atau noona." Ucap ibu Chanyeol sambil memeluk anaknya itu. Chanyeol melepaskan pelukannya dan menarik kopernya ke arah pengecekan paspor.
"Cepat pulang naak, Eomma dan Appa menunggumu." Teriak ibu Chanyeol sambil menyeka air matanya.
"Ne, eomma..."Sahut Chanyeol.
Dan pesawat menuju Amerika yang ditumpangi Chanyeol kepas landas.
Hari ini adalah hari pertama Chanyeol di Universitas barunya. Ia tidak bersama Sehun dan Kai yang memilih ke Universitas sebelah sekolahnya yang lama. Chanyeol mencari ruangannya.
Sesampainya di ruangannya.
Chanyeol duduk di bangku paling belakang. Tak lama kemudian, Dosen barunya datang.
"Good Morning everybody. Please take your nametag on the desk."
Chanyeol melepaskan nametagnya dan meletakkannya di meja. Dosen itu berkeliling sambil melihat nametag mahasiswa baru lainnya satu persatu. Saat sampai di meja Chanyeol.
"Park Chanyeol? kau berasal dari Korea Selatan?" Tanya Dosen tersebut menggunakan bahasa Korea yang fasih. Saat Chanyeol mendongak, Chanyeol langsung terbelalak. Dosen itu juga terkejut.
"Byun saem?"
"Park Chanyeol? Ternyata ini benar kau." ucapnya sambil tersenyum.
At Canteen
"Saem, kau kemana saja? Aku menghawatirkanmu." Ucap Chanyeol sambil meminum vanilla latte nya.
"Mianhae, aku pergi tidak bilang-bilang. Aku juga baru disini. Hari pendaftarannya tidak panjang, jadi aku tidak memberitahumu.". Jawabnya. Chanyeol merogoh kantong almamaternya. Ia mengeluarkan sesuatu dari sana.
"Eum, sebelumnya aku minta maaf karena tidak memberi tahumu sejak dulu"Jelas Chanyeol sambil menunduk.
"Apa maksudmu?"
Chanyeol memberikan sesuatu yang keluarkan dari saku almamaternya.
"Ini, maafkan aku. Aku sudah menemukan ini sejak dulu. Tetapi aku tidak mau mengembalikannya agar kau bisa tinggal lebih lama dirumahku, eheheh". Jelas Chanyeol. Baekhyun mengambil benda itu.
"Jepitku kembali. Dan kau menyembunyikannya? Dasar tidak berguna kau ya!"
Baekhyun mencubit lengan Chanyeol gemas. Chanyeol hanya tertawa.
"Saem, sekarang kau tinggal diamana?"
"Aku tinggal di apartemen sebelah mall baru itu."
"Wah sama , aku juga tinggal disana. Aku di A17, and you?"
"Aku di A20."
"Wah kita berseberangan, seru...Kita bisa kemana-mana bersama."
Baekhyun hanya tertunduk malu.
"Saem sudah punya pacar? atau sudah menikah?"
"eeeeeh..Belum, .Kalau kau?"
"Belum juga. Ah bagus kalau begitu. Aku sudah menunggu hal ini terjadi."
"Apa maksudmu?"
"Jadi pacarku ya?"
Deg
"Eh?"
Baekhyun terpaku.
"Aku tahu kalau saem menyukaiku. Sudah tampak sekali. Dan aku juga sangan menyukai saem. Aku juga sudah memikirkan untuk menjadikanmu pacar sejak dulu. Ini adalah harapanku sejak dulu." Jelas Chanyeol.
"Bisa kau beri aku waktu untuk berpikir? mungkin 1 minggu."
"Tentu jika untukmu"
Baekhyun bangkit dari duduknya dan berlari ke taman dan duduk di kursi taman. Ia mengipas-ngipaskan tangannya. Wajahnya memerah hebat sekarang. Baekhyun berpikir sebentar.
"Menjadikanku pacarnya?" Baekhyun bergumam sendiri.
"Apakah ini mimpi? Oh Tuhan aku tidak percaya ini. Tapi, aku belum siap mengatakannya. Aku juga masih bimbang." Ucap Baekhyun sambil menyilangkan tangannya didepan dada . Baekhyun bangkit dan berjalan masuk ke gedung untuk kembali mengajar.
Chanyeol berloncat-loncat girang karena pelajarannya sudah selesai. Ia bergegas ke mobilnya.
"Kuliah sangan melelahkan. Jika begini terus aku bisa kurus. Huuft aku lapar. Aku juga malas makan dirumah. Makan di luar saja deh." Ucap Chanyeol sambil tancap gas. Saat di jalan, ia melihat Baekhyun sedang duduk di halte, sedang menunggu bis berikutnya. Chanyeol menepikan mobilnya dan keluar dari mobilnya.
"saem, masih belum pulang?"
Baekhyun yang sedari tadi menunduk sekarang mendongak.
"Eh, bisnya belum datang, mungkin sebentar lagi."
"kita tinggal di apartemen yang sama, bagaimana jika kita pulang bersama?"
"Eh, apakah boleh?"
"Tentu saja boleh, asal untuk guruku tercinta."
Baekhyun menyetujui ajakan Chanyeol dan masuk ke mobil Chanyeol.
"Saenim lapar? Aku sangat lapar. Kita mampir ke restoran sebentar ya."
"eh, terserah kau saja."
Sesamapainya di restoran.
Chanyeol membolak balik buku menunya. Baekhyun hanya menunduk menatap ponselnya. Chanyeol mengintip.
"Saem, pesan saja. Tidak apa-apa. Pesan yang kau mau." Ucap Chanyeol. Baekhyun mendongak dan menggeleng pelan sambil menatap Chanyeol.
"Sudahlah, mengapa kau sekarang jadi pemalu begini? Kita kan sudah berteman sejak lama."
"Aku pesan yang sama denganmu saja." Jawab Baekhyun. Chanyeol mengangkat pundaknya dan memesan makanannya.
Baekhyun dan Chanyeol makan. Tidak ada percakapan diantara mereka. Chanyeol akhirnya berinisiatif untuk membuka percakapan.
"eung, Saem. Apa kau sudah memutuskannya? Apakah harus 1 minggu? Aku sudah tidak tahan?" Ucap Chanyeol sambil meletakkan garpu dan pisaunya.
"Maaf, Chanyeol. Aku masih bimbang. Yang sabar ya." Jawab Baekhyun sambil tersenyum. Chayeol menganggukan kepalanya. Hening kembali.
"saem, apakah hanya kau yang berasal dari korea? Tidak ada yang lain?" Tanya Chanyeol sambil meminum jusnya.
"Ada, namanya Dosen Kim. Dia dosen bidang seni. Berhubung kau kelas Matematika, Jadi aku yang mengajar."Jawab Baekhyun. Chanyeol tepuk tangan.
"Ou ou ou, kembal terulang. Mungkin selamanya aku akan kau ajar. Hingga nanti aku lulus kuliah, kau yang mengajar. Sungguh ironis sekali." Ucap Chanyeol sambil membuang muka.
"Eh? Memangnya salah? Kau tidak suka? Kalau tidak suka pindah saja ke kelas yang lain." Ucap Bakhyun ketus.
"Aha, aku suka sifatmu yang ketus. Apa kau masih dingin dan tidak berperasaan seperti dulu?" Tanya Chanyeol dengan memasang muka mengejek.
"Entahlah, menurutmu?"
"Aku juga tidak tahu. Sudahlah, ayo kita pulang. Sudah sore." Ucap Chanyeol sambil berdiri dan menuju keluar. Baekhyun mengikuti langak Chanyeol.
Sesampainya di Apartemen.
Kebetulan kamar Chanyeol dan Baekhyun berhadapan.
"Selamat beristirahat saemku." Ucap Chanyeol sambil melambaikan tangan
'Selamat beristirahat muridku." Ucap Baekhyun sambil membalas lambaian tangan Chanyeol. Baekhyun hendak masuk. Tapi..
"Saem!" Panggil Chanyeol. Baekhyun menoleh.
"Sini" Ucap Chanyeol sambil memberi tanda. Baekhyun menghampiri Chanyeol. Chanyeol mendekatkan wajahnya dengan wajah Baekhyun lalu mengecup pipi Baekhyun. Baekhyun tersentak.
"Apa maskudmu? Kita belum resmi pacaran?"
"Sebagai rasa sayangku padamu, saemku. Kau tidak sayang padaku?" Ucap Chanyeol sambil menyetuh pipinya sendiri tanda ingin di kecup Baekhyun. Baekhyun memutar bola mata. Baekhyun menempelkan 2 jarinya ke bibirnya lalu meindahkan ke pipi Chanyeol. Chanyeol berfanboying.
"Selamat malam." Ucap Chanyeol sambil masuk ke kamarnya. Baekhyun juga masuk ke kamarnya.
Baekhyun menghempaskan diri ke kasurnya. Ia memegang wajahnya yang panas dan memerah hebat.
Begitu pula Chanyeol. Chanyeol sedang berfanboying ria karena mendapat kecupan (meskipun secara tidak langsung) dari saem yang ia cintai selama ini.
"Bagaimana pun juga, kau harus menjadi pacarku" Ucap Chanyeol sambil mengepalkan tangannya.
TBC
Maaf updatenya lama, Hara sedang hiatus hohoho :^). Bandar publish nya juga lagi hiatus. Haih aku merasa makin hari ff ini makin tidak jelas saja..Haduh si bandar publih suka lupa publish kan ai jadi sedih.
Baiklah, kritik dan saran sangat di butuhkan. Bisa lewat review (Tapi entah ga bisa baca sepertinya) atau twitter : keukimyongra
Tunggu kelanjutannya okey :^)
