OH MY TEACHER

Author : seishuuhara

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun,dsb

NB : Baru, kritik dan saran diperlukan

.

.

.

.

.

.

Chapter 14

Baekhyun berdandan rapi sekali. Gaun merah mencolok selutut, rambut coklat yang digerai indah. Hari ini adalah reuni SMA Namsan sekaligus perayaan malam natal yang di beri nama Xmas Party. Baekhyun turut diundang.

"Baek...ayo berangkat". Teriak Chanyeol dari ruang tamu. Baekhyun cepat-cepat memakai antingnya dan turun ke ruang tamu.

"Let's Go..". ucap Baekhyun sambil berlalu mendahului Chanyeol. Chanyeol terdiam. Baekhyun membalikkan badannya heran. Chanyeol masih diam dengan raut wajah yang terkagum kagum.

"Baek nunaaa..". ucap Chanyeol tanpa berkedip. Baekhyun memeriksa keadaannya. Ia merasa tidak ada yang aneh.

"Hmm, wae? Ada yang salah? Apa aku tidak pantas memakai gaun ini? Terlalu mencolok ya?". Tanya Baekhyun bingung. Chanyeol menggeleng.

"Baek nuna..kau cantik sekali..baru pertama kali ini aku melihatmu seistimewa ini.". Ucap Chanyeol sambil menghampiri Baekhyun. Baekhyun tersenyum malu.

"Sudah sudah, ayo berangkat. Nanti kita terlambat.". Ucap Baekhyun sambil menutupi wajahnya yang merona dengan dompet lalu berjalan pergi.

-Sesampainya di Ballroom SMA Namsan—

Baekhyun dan Chanyeol memasuki ballroom. Ballroom dihias dengan nuansa natal dengan pohon natal besar sebagai pusat pandang. Meja meja tertata rapi dengan berbagai macam kue-kue kecil dan wine. Sudah banyak orang berkumpul di ballroom. Baekhyun dan Chanyeol menyapa teman-teman mereka.

"Chanyeol...Aaah lama tidak bertemu.". Ucap Suho sambil memeluk Chanyeol heboh.

"Hey pak ketua kelas... kau semakin pendek saja. Hahahaha.. bagaimana kabarmu?"

"Heeeh pendek begini tapi banyak yang naksir. Aku baik saja. Kudengar kau kuliah di Amerika ya?". Sambung Suho. Chanyeol mengangguk.

"And, siapa dia? Sepertinya aku tidak asing dengan wanita cantik disampingmu itu. Sebentar aku ingat- ingat dulu.". Suho berusaha mengingat kembali. Chanyeol dan Baekhyun tersenyum geli.

"Dia pacarku.". Jawab Chanyeol.

"Hey ketua kelas Kim Suho... Apa kau tidak mengenaliku? Benarkah? Padahal aku begitu terkenal di SMA Namsan. Terkenal guru paling killer dengan soal matematika yang bahkan albert einstein pun tak bisa menyelesaikannya, yah begitulah kata orang-orang" Sambung Baekhyun. Suho terkejut lalu menjentikkan jarinya.

"Astaga Byun saenim? I-ini dirimu? A-aku tidak percaya ini.." Suho terkejut. Baekhyun dan Suho berpelukan melepas rindu.

"Aku tidak bisa mengenalimu karena penampilanmu yang berubah 180 derajat dari 5 tahun yang lalu. Dan..kalian berpacaran? Tuh kan aku sudah bilang. Kalian sudah ditakdirkan bersama." Jelas Suho. Baekhyun dan chanyeol tertawa.

"Aku pergi menyapa yang lain dulu. Bye.." ucap Suho sambil berlalu. Hilang dibalik kerumunan.

"Mau wine?" Tanya Baekhyun. Chanyeol mengangguk. Baekhyun lekas mengambil wine di meja depan dekat panggung.

Chanyeol berdiri sambil sesekali mencicipi kue yang sudah disediakan.

"Chanyeol..."

Chanyeol menoleh. Mencari sumber suara. Dilihatnya gadis berambut hitam gelombang yang memakai gaun hitam berenda. Chanyeol terbelalak tak percaya. Gadis itu menghampiri Chanyeol.

"Lama tidak bertemu, park chanyeol." Ucap gadis itu sambil memainkan dasi hitam Chanyeol.

"Kim Namjoo..kau..datang juga?"

Dari kejauhan, Baekhyun melihatnya. Baekhyun bingung siapa sebenarnya gadis itu. Baekhyun ingin menghampiri Chanyeol tapi tidak jadi karena gadis asing itu mencium Chanyeol dengan ganas. Tepat di bibir. Baekhyun terkejut bukan main. Kepalanya berdenyut. Ia hampir menjatuhkan gelas wine.

"Hai park chanyeol. Ternyata Bibirmu masih sama dengan 5 tahun yang lalu."Ucap gadis bernama Namjoo sambil menjilat tepian bibirnya. Chanyeol buru-buru mengusap bibirnya dengan sapu tangan.

"Ekhem sebaiknya kau pergi jauh-jauh dariku. Kau tidak ada hubungan apapun dengan ku. Jika orang lain melihat ini, hancur sudah hidupku." Bisik Chanyeol sambil berusaha tenang.

Baekhyun yang melihatnya langsung pergi ke kumpulan alumni lain. Sambil terus memperhatikan gadis asing yang dengan berani merampas haknya –mencium bibir Chanyeol-.

Back to chanyeol.

Namjoo tersenyum sambil meminum wine nya. Ia mengusap pipi chanyeol lembut.

"aku datang kesini bukan tanpa alasan, Park Chanyeollie." Ucap Namjoo.

"p-Park Chanyeollie? Namjoo kita tidak ada apa-apa sekarang. Berhenti berlagak seakan ini dijaman 5 tahun yang lalu. Tolong hentikan." Elak Chanyeol sambil memalingkan wajahnya. Namjoo semakin gemas saja dengan chanyeol. Ia tak henti-hentinya menggoda Chanyeol. Tingkah namjoo membuat Baekhyun ingin sekali menggaruk wajah gadis itu dengan Garpu kebun. Baekhyun tidak tahan. Baekhyun menghampiri Chanyeol.

"Ekhem, Chagi. Ini Wine mu." Ucap Baekhyun sambil memasang senyum palsu . Baekhyun memberikan segelas wine kepada Chanyeol. Chanyeol –yang masih dalam pelukan namjoo—menerimanya.

"Chagi? Chanyeollie, siapa dia?" ucap namjoo sambil menatap Baekhyun dengan tatapan 'hai kecoa bau sebaiknya kau segera pergi dari sini'. Baekhyun menaikkan sebelah alisnya. Chanyeollie? Panggilan macam apa itu.. batin baekhyun.

"Justru seharusnya aku yang tanya, siapa kau? Beraninya menggoda pacarku." Ucap Baekhyun mulai naik darah. Namjoo tertawa.

"Chanyeollie, rupanya kau belum menceritakan semuanya. Hai, aku tunangan Chanyeol. Kim Namjoo." Ucap Namjoo sambil mempererat rangkulannya pada Chanyeol. Baekhyun memasang wajah ' what the fu... is this?'. Baekhyun menoleh sewot kearah Chanyeol.

"Chagi..ini..tidak seperti yang kau bayangkan. Aku dan dia tidak ada hubungan apapun. Aku berani bersumpah. Chagi tolong percaya padaku. Please". Chanyeol tidak tahu kalau ini akan terjadi. Baekhyun memasang senyum palsu. Baekhyun meletakkan gelas winenya dengan kasar dan pergi ke luar ballroom. Chanyeol bingung. Chanyeol melepas rangkulan Namjoo dan pergi menyusul Baekhyun. Namjoo tertawa jahat sambil meminum wine nya.

"Kali ini rencanaku berjalan mulus. Tak lama lagi Chanyeol akan kembali ke dalam pelukanku. Hahahahahha.".

Chanyeol berlari menyusuri setiap inci dari gedung sekolahnya. Ia tak menemukan Baekhyun dimana pun. Hanya satu tempat yang sekarang ada di benaknya. Atap membuka pintu reyot yang menuju atap sekolah. Benar. Baekhyun berdiri seperti patung di seberangnya. Chanyeol menghampiri Baekhyun.

"Cha-chagi...Tolong dengarkan aku. Aku akan menjelaskan semuanya."Ucap Chanyeol gemetaran. Ia memegang bahu Baekhyun. Baekhyun menyibakkan tangan Chanyeol.

"Park Chanyeol. To the point. Who is she? Apa yang dia lakukan disini? Apa hubunganmu dengannya?."Baekhyun memutar badannya.

"Dia...dengar aku tak ada hubungan apapun denganya sekarang. I Swear. Percayalah padaku." Chanyeol memegang kedua bahu Baekhyun.

"Tapi kau jelas-jelas berciuman dengannya. Apa kau pikir aku tidak melihatnya? Tidak mungkin tidak ada hubungan apapun diantara kalian. Semua itu sudah terekam di otakku. Aku melihatmu berci—"

"Saem, bukan aku yang melakukannya. Dia duluan."

"Tapi kenapa kau tidak mengelak chanyeol? Jika kau tidak ada hubungan apapun dengannya seharusnya kau mengelak."

"Aku-aku tidak bisa waktu itu. Aku-"

"Chanyeol! hhh... Sudah jangan banyak alasan. Sekarang sudah jelas. " Baekhyun menangis. Eyelinernya luntur. Ia memijat pelipisnya. Ia pergi meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol berlari ke parkiran. Ia harus melewatkan pesta Xmas yang hanya setahun sekali itu. Di mobilnya, bersandarlah Namjoo. Namjoo menyambut Chanyeol. Chanyeol mendorong kasar tubuh Namjoo.

"ini semua karenamu."Ucap Chanyeol kasar. Namjoo memasang wajah tak bersalah.

"Aku? Apa salahku? Aku ini tunanganmu. Sudah sepantasnya aku melakukan itu."Jawab Namjoo santai.

"Sejak kapan kita bertunangan?! Heh? Sejak kapan? Mendengarmu mengucap kata 'bertunangan', itu membuatku muak. Aku tidak pernah bertunangan denganmu."Teriak Chanyeol marah. Chanyeol membuka pintu mobilnya.

"Kau lupa janjimu? Aku datang menemuimu karena aku ingin menagih janjimu 5 tahun yang lalu." Ucap Namjoo. Chanyeol berhenti sebentar. Lalu masuk dan memacu kendaraannya dengan kecepatan penuh. Meninggalkan Namjoo sendiri.

Chanyeol mengemudi dengan kesal sekaligus bingung. Ia ingin menjelaskan semuanya tapi bagaimana caranya ia pun tak tahu. Ia tak bisa memilih kata-kata yang tepat supaya Baekhyun tidak merasa sakit hati. Belum lagi besok malam, ia ada Xmas Party dengan Sehun dan Kai. Dirumah Chanyeol .

"Ini semua karenamu, namjoo. Mengapa kau kembali ke kehidupanku yang sudah cukup tentram ini astaga Tuhan."

Chanyeol memacu mobilnya kencang agar dapat sampai dirumah dengan cepat.

Chanyeol sampai dirumah. Sepi. Tapi ia tahu jika Baekhyun sudah pulang daritadi. Buktinya heels dan tasnya tergeletak di atas sofa. Chanyeol menghela nafas berat. Chanyeol naik dan masuk kekamarnya -kamar Baekyun juga-. Tampak Baekhyun yang melamum kearah jendela yang terbuka. Tirainya bergerak kesana kemari akibat angin. Tampilan Baekhyun sekarang lebih parah dari insident Baekhyun dulu ketika Baekhyun masuk kedalam selokan. Sangat kacau. Chanyeol mengambil nafas.

"Cha-chagi.."

Tidak ada sautan.

"Tolong maafkan aku. Tapi serius aku tidak ada hubungan dengannya."

Baekhyun masih diam.

"Tolong jangan diam begini, Chagi."

Baekhyun akhirnya angkat bicara.

"Lalu siapa dia. Beritahu aku. It's okey." Kata Baekhyun dengan nada dingin.

"Dia..sssh..apa ya..hemm dia adalah orang yang akan dijodohkan denganku. Tapi-tapi itu tidak akan terjadi. Karena aku punya kau."

"Menikahlah dengannya. Dia seperti lebih mengerti kau daripada aku. Kalian tampak serasi. Memang salah aku datang ke dalam kehidupanmu."Ujar Baekhyun sambil berpangku dagu pada lutut.

Chanyeol menggeleng. Ia memeluk Baekhyun dari belakang.

"Tidak-tidak. Aku hanya ingin menikah dengan orang yang aku cintai. Yaitu kau, Saem. Jika aku lulus nanti. Atau tahun depan. Kita bisa menikah."Ucap Chanyeol.

"Really?" baekhyun memastikan. Chanyeol mengangguk. Baekhyun tersenyum.

"Aku masih belum bisa memaafkanmu atas insiden malam ini. Tapi aku sudah merasa sedikit aku tahu ini bukan kesalahanmu sepenuhnya. Aku harus belajar menerima. "Baekhyun tersenyum. Chanyeol ikut tersenyum. Malam itu mereka berbaikan.

Baekhyun berlari sambil membenarkan mantelnya yang belum terpasang sempurna. Chanyeol yang sedang main psp menghampiri Baekhyun.

"Chagi, kau mau kemana?" Tanya Chanyeol. Baekhyun menghentikan larinya. Ia menyambar tas yang tergeletak di sofa.

"Aku mau mengambil pesanan kue kering di kedai temanku. Tidak lama.. Sekalian membeli beberapa kaleng bir untuk nanti malam." Jawab Baekhyun. Baekhyun ingin meneruskan langkahnya tetapi Chanyeol menarik lengannya. Baekhyun berbalik.

"Aku antar ya?"

Baekhyun menggeleng.

"Aku naik bus saja. Tidak jauh kok."

Chanyeol mempoutkan mulutnya.

"Tapi, aku ingin ikut. Boleh ya.."

"SUDAH KUBILANG TIDAK YA TIDAK. AKU BERANGKAT." Teriak Baekhyun. Chanyeol hanya mematung melihatnya. 'Mungkin dia sedang PMS'

.

.

.

Baekhyun berjalan di lorong panjang dan gelap dengan menenteng beberapa kantung plastik. Ia sibuk dengan ponselnya. Ia memilih jalan di lorong itu karena hanya satu-satunya jalan pintas menuju rumah. Saat Baekhyun sedang berjalan dengan santai, dantanglah komplotan preman.

"ehm..hai gadis cantik." 3 orang mendatangi Baekhyun. Baekhyun melepas earphonenya.

"Kau manis sekali..Rumahmu dimana? Mari kita antar." Ucap pria yang menggunakan beanie sambil memegang dagu baekhyun. Baekhyun ingin memberontak tetapi tangannya sudah dicengkram erat oleh 2 rekan preman tadi.

"lepaskan aku!"

"Ush ush calm girl.. ayo kita bermain."Ucap pria itu. Pria itu mulai membuka mantel Baekhyun.

But..

"HEY KAU YANG DISANA." Teriak seorang pria.

Preman ber- beanie itu menoleh. Baekhyun semakin takut. Baekhyun dapat melihat siluet pria asing itu. Pria itu mendekat dan menampakkan wajahnya. Baekhyun tidak kenal dengan pria itu.

"Sebaiknya kau lepaskan gadis ini sebelum kau babak belur." Ucap pria asing itu. Preman berbeanie itu tampak ogah melepas tangan Baekhyun.

"Kau siapa. Ini mangsa kami. Shuh Shuh.." pria berbeanie itu mengusir pria asing. Pria asing yang tidak dikenal Baekhyun mulai menghajar para preman dan melindungi Baekhyun. Para preman kalah dan pergi meninggalkan mereka berdua. Prai itu membantu Baekhyun membereskan belanjaan Baekhyun dan memeriksa keadaan baekhyun.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya pria itu. Baekhyun mengangguk. Pria itu tersenyum.

"Disini memang tidak aman. Lain kali ambillah jalan lain selain jalan ini." Ucapnya ramah. Baekhyun mengangguk. Baekhyun melanjutkan jalannya meninggalkan pria asing itu.

"Tunggu!" teriak pria itu. Baekhyun menoleh.

"Namaku Luhan, kalau kau?" teriaknya lagi.

"Aku Baekhyun. Salam kenal. Terima kasih sebelumnya." Baekhyun melambai lalu melanjutkan jalannya.

Pria bernama Luhan itu menyeringai. Ia mengambil ponsel dari saku jeansnya dan menghubungi seseorang.

"Rencana A sudah terlaksana, Kim." Luhan memasukkan ponselnya lagi lalu pergi meninggalkan lorong suram itu.

.

.

Baekhyun melepas sepatunya dan membersihkan salju-salju yang menempel. Ia lekas membuka pintu depan dan masuk kerumah.

"Chagi, im Home." Teriak Baekhyun nyaring. Chanyeol yang sedang mencuci piring langsung menghampiri Baekhyun.

"Bawaanmu banyak sekali." Ucap Chanyeol sambil membantu Baekhyun membereskan belanjaan. Baekhyun melepas mantelnya lalu mebaringkan tubuhnya di sofa. Baekhyun terus memikirkan pria yang menyelamatkannya tadi.

"Sepertinya dia bukan penduduk asli sini." Gumam Baekhyun sambil memainkan kakinya. Chanyeol datang sambil membawa setoples kue kering.

"emm chagi, kue ini lezat sekali. Madu yang ada ditengahnya sangat manis heem.." Chanyeol duduk disamping Baekhyun yang sedang tidur-tidur an.

"jangan dimakan, pabo. Ini untuk nanti Xmas Party. Kalau habis kita nanti menyajikan apa?" Teriak Baekhyun sambil meninju pelan lengan Chanyeol. Chanyeol menggerutu lalu menutup toples itu. Baekhyun kembali melamun. Chanyeol menyadari itu. Chanyeol mencubit pipi baekhyun agar tersadar dari lamunan tak bergunanya lalu pergi ke kamarnya. Baekhyun tersadar kembali.

"Channyeoll! Jangan menghancurkan lamunanku." Teriak Baekyun.

.

.

.

.

Chanyeol dan Baekhyun menyusun berbagai macam kue kering dan minuman di meja tamu. Tak lupa meletakkan pohon natal dan menghiasnya. Baekhyun memakai dress santa sepaha dengan bulu bulu putih di leher dan paha serta lonceng kecil di bagian dada. Chanyeol memakai baju santa couple dengan Baekhyun, celana putih. Tak lupa mereka memakai bando tanduk rusa. Lengkap lah penampilan mereka.

"Sekarang kita tunggu mereka. Chagi, kau sudah menyiapkan kado untuk mereka kan?" Ucap Chanyeol. Baekhyun mengangguk senang.

5 menit..

10 menit..

"BAEKHYUN SONSAENG, CHANYEOL! MERRY XMAS!" Teriak Sehun dan Kai tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Chanyeol dan Baekhyun berdiri dan menyambut mereka berdua.

"Merry Xmas too." Ucap Baekhyun sambil mempersilahkan sehun dan kai duduk.

"Yahoo...senang rasanya bisa merayakan natal bersama kalian." Ucap Sehun sambil bertepuk tangan. Entah mengapa Sehun menjadi feminim seketika. Baekhyun dan lainnya tersenyum riang.

"Ini pasti akan menjadi natal yang paling indah seumur hidupku. Karena bisa merayakan bersama." Ucap Baekhyun senang. Semuanya setuju. Semua mulai bertukar kado. Semua bersenda gurau sambil menikmati bir dan berbagai macam makanan yang disediakan.

"Ayo kita buka kadonya." Teriak Kai girang. Semuanya setuju. Mulai dari Sehun. Sebuah pedang samurai dari Baekhyun dan Chanyeol, dan juga sebuah MP3 player dari Kai.

"Wooooooww...terima kasih..." Sehun berteriak girang. Sekarang giliran Kai. Kai membukanya perlahan. Sebuah Sepatu dari baekhyun dan chanyeol, serta papan skate dari Sehun.

"Kalian memang tau apa kesukaanku." Ucap Kai senang.

Dan sekarang giliran baekhyun. Ia membukanya. Sebuah high heels berwarna merah dengan pompom putih di tengahnya, dan...sekotak eyeliner hitam dan biru tua dari Chanyeol. Baekhyun menoleh ke arah Chanyeol dengan seribu tanda tanya.

"Lumayan, buy 1 get 1." Jawab Chanyeol. Baekhyun tersenyum.

"Terima kasih semua." Mata Baekhyun berbinar. Semua nya mengagguk senang.

"Sekarang giliranmu, Yeol." Ucap Kai. Chanyeol menggeleng.

"Nanti saja."

Baekhyun dan yang lainnya hanya mengangguk.

"Okey ayo dimakan kuenya,,,spesial looh." Ucap baekhyun sambil menyimpan kadonya. Ditengah tengah candaan mereka, ada yang mengetuk pintu. Semuanya bingung.

"Kau hanya mengundang mereka berdua, kan?" Bisik Baekhyun penuh selidik. Chanyeol mengangguk. Chanyeol berdiri untuk membukakan pintu.

CKLEK..

Pintu terbuka.

Dan yang datang adalah...

"Kim Namjoo? Sedang apa kau disini? Mengapa kau kerumahku?" Ucap Chanyeol kaget. Namjoo memeluk Chanyeol. Baekhyun berusaha melihat siapa yang datang. Tubuh jangkung Chanyeol menutupi.

"Chanyeol..siapa yang—" omongan Baekhyun terputus. Kim Namjoo datang dari balik tubuh jangkung Chanyeol. Baekhyun terbelalak. Baju seronok namjoo membuatnya jijik. Sehun dan Kai hanya saling pandang memandang.

"K-kau?" baekhyun berdiri sambil menunjuk Namjoo. Namjoo duduk disamping Chanyeol. Chanyeol menenangkan Baekhyun. Baekhyun menatap tajam Chanyeol. Chanyeol menggeleng. Baekhyun kembali menatap Namjoo.

"Chanyeol, ini kado untukmu." Namjoo memberikan kado kepada Chanyeol. Chanyeol menatapnya.

"Ayo buka." Pinta Namjoo. Chanyeol tidak bisa menolak. Baekhyun juga penasaran apa isinya. Chanyeol membuka kadonya. Komik 4 seri. Baekhyun terbelalak. Isi kadonya sama dengan Namjoo. Chanyeol tersenyum getir.

"Bagaimana kau tahu? ini barang yang aku inginkan sejak dulu." Ucap Chanyeol. Namjoo tersenyum menggoda. Baekhyun meremas kaleng bir yang ia pegang sedari tadi.

"Aku memang tau apa yang calon suamiku inginkan." Jawab Namjoo sambil mengusap pipi Chanyeol. Baekhyun terbelalak kaget. Terpaku. Mematung ditempat. Badannya kaku. Sehun dan Kai kebingungan.

"Chanyeol..apa maksudnya ini? Calon suami? Lalu bagaimana dengan Baek nuna?" Tanya Kai penuh tanda tanya. Chanyeol tak bisa menjelaskan.

"kalian pasti Kai dan Sehun. Sahabat Chanyeol sedari kecil. Bagus kalian bertanya. Aku dan Chanyeol sudah bertunangan sejak 5 tahun yang lalu. Dan sebentar lagi kami pasti akan menikah. Karena Chanyeol Sudah bilang akan menikahiku saat ia sudah lulus dari SMA dan masuk perguruan tinggi, ya kan Chanyeollie..." jelas Namjoo. Namjoo sedari tadi menggoda Chanyeol. Baekhyun tak kuasa melihatnya. Sehun dan Kai hanya bisa tersenyum kecil sambil bilang 'apa yang sebenarnya terjadi?'.

'Natal yang paling indah seumur hidupku? Tidak lagi...'

TBC

Hohoho Hara kembali :^). Ini sebenernya ff udah lama, pas natal tuuh. Cuma akunku bermasalah dan harus bikin akun baru deh. Ga seru ya... Oh ya, pasal bahasa yang kurang baku, emh gimana ya, aku udah kebiasaan pake bahasa tidak formal. Ya kalau readers pingin bahasanya diubah, oke deh untuk chapter mendatang aku pake bahasa baku. Kritik dan saran diperlukan sangat. Kalian juga bisa mengirimkan komentar kalian ke akun twitterku : keukimyongra /pasti aku jawab./

Tunggu kelanjutan dari ffku ini ^^