OH MY TEACHER

Author : seishuuhara

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun,dsb

NB : Baru, kritik dan saran diperlukan

.

.

.

.

.

.

Chapter 15

Baekhyun memilih pergi ke perpustakaan kota keesokan harinya. Kejadian pada pesta natal kemarin membuatnya muak hingga anjing tetangga sebelah saja ia lempar dengan batu koral saking marahnya Baekhyun pada Chanyeol. Pagi ini ia mendiamkan Chanyeol.

Baekhyun sampai di perpustakaan kota. Tempat paling nyaman bagi Baekhyun. Baekhyun mulai menyusuri setiap rak. Seperti biasa ia akan membaca buku-buku tebal yang berkaitan dengan psikis dan cara meredakan stress. Jujur ia tidak suka pergi ke psikiater atau tempat untuk mencurahkan isi hati. Ia lebih suka menyelesaikannya secara manual. Baekhyun mulai mengambil 3 buku tebal dan meletakkannya di buku. Ia mulai membaca.

"Oh God hari ini dingin sekali." Ucap Seseorang. Seseorang tsb duduk disamping Baekhyun dengan beberapa buku di tangannya. Baekhyun menoleh. Seseorang tsb juga menoleh.

"k-kau, yang dilorong." Ucap seseorang itu sambil menunjuk Baekhyun. Baekhyun menganggukkan kepalanya. Seseorang tsb meletakkan buku-bukunya dan melepas kacamatanya.

"So, Baekhyun?"

"And you, Luhan."

"Great.." Ucap Luhan. Baekhyun tersenyum. Baekhyun melanjutkan membacanya. Luhan tampak penasaran dengan apa yang dibaca Baekhyun.

"Cara. Praktis. Menghilangkan. Stress. Wow jadi kau ingin menjadi ahli terapis?" Tanya Luhan. Baekhyun hanya tersenyum.

"Tidak juga, aku seorang dosen. Itu saja sudah cukup. Aku hanya ingin meredakan stress secara manual. Jujur aku tidak suka pergi pergi ke tempat terapi." Jawab Baekhyun. Luhan mengangguk.

"Memangnya ada masalah apa? Kau bisa menceritakannya kepadaku. Mungkin saja aku bisa membantumu." Tawar Luhan. Baekhyun menoleh.

"Ekhm, sebenarnya aku tidak ingin. Tetapi apa salahnya. Yah, kemarin malam aku mengadakan pesta natal bersama teman-temanku dan pacarku. Tak kusangka pestanya hancur karena datangnya satu orang. Kim Namjoo. Awas saja kau"

Luhan langsung berdehem. Baekhyun menoleh dengan tatapan bingung. Luhan tersenyum kecil.

"Tenggorokanku gatal, lanjutkan saja." Ucap Luhan mencairkan suasana. Baekhyun tersenyum.

"Ya begitulah ceritanya. Aku kesal sekali hingga aku tak sudi melihat wajah Chanyeol pagi ini." Jelas Baekhyun sambil memukulkan kepalan tangannya ke meja. Luhan menenangkan Baekhyun.

"Sudah sudah, itukan sudah kemarin malam. Oh ya, aku bawa coklat panas. Pas sekali untuk suasanamu yang hancur ini." Ucap Luhan sambil mengeluarkan termos berisi coklat panas dari tasnya. Baekhyun bertepuk tangan senang. Luhan membuka tutup termos dan menuangkan isinya pada tutup tsb. Luhan memberikannya pada Baekhyun. Baekhyun menerimanya lalu meminumnya.

"Oh My God, panas sekali." Baekhyun menjauhkan gelasnya dan mengipasi mulutnya dengan tangan. Luhan tergerak untuk menolong. Luhan menarik dagu Baekhyun dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Baekhyun. Baekhyun terkejut. Luhan meniup bibir Baekhyun. Baekhyun merasakan aliran listrik yang terus mengalir, karena wajahnya sangat dekat dengan wajah Luhan.

CKRIK... /suara kamera/

"jackpot"

Luhan menjauhkan wajahnya. Baekhyun dengan canggung memalingkan wajahnya.

"Te-terima kasih" Ucap Baekhyun masih canggung. Luhan menepuk pundak Baekhyun.

"Sepertinya kita seumuran, jadi hilangkan semua kecanggungan ini." Ucap Luhan sambil merangkul pundak Baekhyun. Baekhyun hanya menunduk.

"By the way, aku dengar kau dosen, di bidang apa?" Tanya Luhan. Baekhyun menoleh.

"Matematika." Jawab Baekhyun sambil tersenyum.

"Sepertinya kau dosen muda ya, kau pasti sangat jenius. Aku juga berkecimpung di dunia matematika. Hanya saja aku tidak tertarik untuk bekerja. Aku masih harus meneruskan kuliahku. Aku juag belum lama pindah dari China ke Korea." Jelas terlihat tertarik.

"China? Wow lumayan juga. Pantas parasmu sedikit asing dari yang aku tahu." Baekhyun tertarik dengan topik bahasan kali ini. But..

Luhan terus memandangi Baekhyun. Baekhyun merasa malu sendiri.

"Oh ya, berhubung kau seorang dosen, aku ingin kau membantuku dalam semua tugasku. Kau tahu, aku tidak sesempurna kau dalam bidang matematika." Pinta Luhan. Baekhyun mengangguk.

"Ini nomor ponselku, kau bisa menelponku kapan saja." Baekhyun memberikan secarik kertas berisi nomor ponselnya. Luhan mengeluarkan smirknya.

"Thanks." Luhan memasukkan secarik kertas itu ke saku jaketnya.

"Ah, aku harus pergi sekarang. Aku harus memberi makan anjingku. Aku hampir lupa. Sampai jumpa. Akan kutelpon kau." Luhan membawa tasnya lalu pergi. Baekhyun tersenyum. Baekhyun mengingat kaejadian dimana Luhan mendekatkan wajahnya seperti ingin menciumnya. Baekhyun begidik sendiri mengingatnya.

.

.

.

"Aku pulang". Ucap Baekhyun sambil menggantungkan mantelnya di tiang penggantung. Chanyeol menghampiri Baekhyun.

"Kau kemana saja?" Chanyol merengek. Baekhyun tidak merespon Chanyeol. Chanyeol berusaha mendapatkan perhatian Baekhyun. Baekhyun duduk di sofa sambil membaca majalah. Chanyeol duduk di sampinya sambil terus memandangi Baekhyun. Baekhyun merasa risih.

"Argh, kau ini kenapa?" baekhyun melempar majalahnya. Chanyeol terkejut.

"Apa kau sudah mengakui kesalahanmu? Hehm? Aku pusing dengan gadis jalang itu!" Teriak Baekhyun. Chanyeol menunduk.

"Ba-baiklah..aku minta maaf. Itu semua diluar rencana, chagi. Aku tidak pernah mengundangnya dalam acara apapun. Percayalah padaku." Chanyeol meraih tangan Baekhyun dan mengusap-usapnya.

"Di lain waktu, awas saja jika kau masih berhubungan dengan gadis jalang itu. Akan kutendang kau keluar dari rumah ini." Baekhyun beranjak dari tempat duduknya dan langsung menuju dapur untuk mengambil jus. Chanyeol mengangguk tanda ia mengerti.

.

.

.

Chanyeol membanting pintu kamarnya keras-keras. Baekhyun yang berada di dapur langusung pergi ke kamar Chanyeol.

"Ada apa chagi? Ini sudah malam, jangan membanting pintu seperti itu."Baekhyun menghampiri Chanyeol yang sedang berdiri di depan kamar.

"Nuna, apa maksudmu? Kau marah jika aku berhubungan dengan Kim namjoo, tapi kenyataannya, aku malah berhubungan dengan namja lain. Ini maksudnya apa? Apa semua yang kau lakuakan itu benar? Sehingga aku harus selalu menuruti apa katamu?" Teriak Chanyeol kesal. Bakehyun bingung.

"Namja lain? Si-siapa? Chanyeol, kau adalah namjaku. Tak ada namja lain yang kumiliki selain dirimu." Baekhyun bingung. Chanyeol menunjukkan ponselnya di depan wajah Baekhyun.

"Lalu, ini siapa?" Tanya chanyeol dingin. Baekhyun membelalakkan matanya. Fotonya dnegan Luhan di perpustakaan.

"i-Itu...itu temanku Chanyeol, percayalah. Siapa yang mengirimimu foto ini? Jangan jangan Namjoo? Iya kan? Mengapa ia selalu mengusik hubungan kita? Jelas jelas itu foto hoax. Kamu tidak berciuman. Percayalah!" Baekhyun ikut kesal. Baekhyun membalikkan badannya tetapi dicegah oleh Chanyeol.

"NUNA! Jangan memindah topik. Iya memang Namjoo yang mengirimkannya. Memang salah? Dan kembali lagi, Siapa namja berambut coklat itu?" Chanyeeol masih belum puas dengan penjelasan Baekhyun.

"Sudah kubilang kita hanya berteman, tidak lebih. Karena aku sadar diri, aku masih memilikimu! Yah benarkan Namjoo..Namjoo hanya ingin merusak hubungan kita. Mengapa kau terus saja memercayainya? Kau bilang kau tidak punya hubungan apapun dengannya, tetapi kau masih saja memercayainya? Dari pada kekasihmu sendiri? Kau ini memilih siapa? Aku atau dia?!" Teriak Bakehyun kesal. Chanyeol berdecih.

"Bukan aku tidak percaya padamu, teta- .."

"LALU MENGAPA KAU MASIH TERUS SAJA MENYALAHKANKU? AKU BILANG DIA HANYA TEMAN YA TEMAN. JIKA KAU MASIH TIDAK PERCAYA, IT'S OKEY.!" Baekhyun pergi dengan air mata bercucuran. Chanyeol merasa bersalah. Baekhyun membanting pintu kamarnya kasar.

"MENGAPA CHANYEOL MEMILIH GADIS JALANG ITU DARIPADA AKU? MENGAPA DIA LEBIH PERCAYA PADANYA? TUHAN AKU INI KURANG APA? " Teriak Baekhyun dari dalam kamar. Terdengar tangis Baekhyun yang menjadi-jadi. Chanyeol ingin menghampiri tetapi dia terlali takut. Jadi ia biarkan saja Baekhyun.

.

.

.

Seperti biasa Baekhyun selalu pergi ke perpustakaan kota untuk menjernihkan pikiran. Dan di sanalah ia kembali bertemu dengan Luhan. Baekhyun tersenyum kearah Luhan.

"Hai, Lu.." Sapa Baekhyun. Luhan melambaikan tangannya.

"Tampaknya kau sedang ada masalah ya..Ada apa lagi?" Tanya Luhan dengan nada prihatin. Baekhyun menggeleng.

"Seperti biasa, aku bertengkar dengan pacarku. Aku tidak tahu mengapa akhir-akhir ini aku sering bertengkar dengan pacarku. Sekalipun itu hal sepele." Baekhyun bertopang dagu. Luhan mengusap punggung Baekhyun.

"Itu sudah wajar, Baek. Semua pasangan pasti mengalami itu juga." Jeas Luhan. Baekhyun tersneyum tipis.

"Apa kau..pernah menjalin hubungan dengan seseorang sebeumnya?" Baekhyun bertanya dengan wajah penasaran. Luhan terkejut. Ia tersenyum.

"Aaah.. masalah itu..belum pernah. Entah mengapa aku merasa tidak ada niatan untuk menjalin hubungan.. tetapi akhir-akhir ini ada seorang gadis yang sedang menarik hatiku."

Baekhyun menegakkan badannya.

"Siapa..itu?"

Luhan tersenyum.

"Aku dan dia baru mengenal beberapa minggu yang lalu. Dia sangat lucu. Aku gemas denganya." Luhan tampak senyum-senyum sendiri. Baekhyun ikut tersenyum. Baekhyun membolak-balik buku tipis yang ada di atas meja sejak tadi.

"Aku yakin dia pasti orang yang baik." Baekhyun menoleh kearah Luhan sambil menyelipkan sedikit rambutnya di balik telinga. Luhan mengeluarkan Smirk Andalannya. Baekhyun melanjutkan membaca buku yang sempat ia pinjam kemarin. Sangat serius. Tiba-tiba Ponsel Luhan berdering, tanda ada pesan masuk. Luhan cepat-cepat membukanya. Dari seseorang berinisial 'KNJ'.

"Lu, cepat ke Night Club sekarang" Seperti itulah isi pesannya. Luhan menarik sebelah mulutnya. Luhan memasukkan ponselnya ke saku celana.

"Baek, aku pergi dulu. Tiba-tiba ada urusan mendadak. Lain kali kita bisa bertemu lagi. Bye-Bye." Luhan melambai lalu pergi entah kemana. Baek hanya tersenyum.

.

Chanyeol sedang bersama seseorang. Yap Kim Namjoo. Sebenarnya Chanyeol tidak minum-minum. Kim Namjoo memaksanya datang menemuinya di Club. Mereka berdua duduk bersama di Bar. Namjoo menyesap minumannya lalu tersenyum kearah Chanyeol.

"Mengapa kau memilih Baekhyun daripada aku? Sudah jelas aku bisa membantu perusahaan keluargamu. Keluargaku punya peran penting dalam kemajuan bisnis kita. Dan sebentar lagi Aku akan menjadi pewaris tahta. Kau juga. Jadi mengapa kau memilih dia?" Tanya Namjoo sedikit meninggikan nada. Chanyeol memasang muka dinginnya.

"Yang aku cari selama ini bukanlah pasangan untuk bisnis. Tetapi pasangan hidup." Jawabnya singkat. Namjoo berdecih.

"Bukannya aku lebih sempurna daripada dia? Aku punya kekuasaan, uang, dan sudah pasti aku cantik. Belum lagi keluargamu sudah berhubungan erat dengan keluagaku. Sedangkan dia? Dia hanya dosen biasa." Namjoo menyesap minumannya sambil memalingkan wajahnya kesal. Chanyeol memejamkan matanya, menahan amarah.

"Dia tidak seperti itu. Jangan menilai buku dari sampulnya. Baekhyun adalah wanita teristimewa yang pernah aku te—" Perkataan Chanyeol terputus karena tiba-tiba Namjoo menicum bibirnya.

Dan tanpa sadar ada yang memotretnya.

CKRIK /suara kamera/

"Kena kau, Park Chanyeol"

Chanyeol buru-buru melepaskan ciuman Namjoo dan menampar pipi Namjoo. Namjoo memalingkan wajahnya sambil memegangi pipinya yng memerah.

"Jaga tingkah lakumu! Aku ini bukan bonekamu. Dan sekali lagi tidak! Aku tidak akan mencintai orang lain selain Byun Baekhyun. Ingat Itu!" Chanyeol bangkit dari kursinya dan pergi kelaur Club. Namjoo yang masih memegangi pipinya tersenyum sinis. Namjoo menyalakan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang.

"Apa aku sudah memotretnya? Apa aku kurang dalam menciumnya? Hahaha" Seperti itu isinya. Ia memasukkan ponselnya kedalam tas lalu pergi.

.

.

.

Chanyeol sampai dirumahnya. Ia menghabiskan setengah harinya hingga malam tiba dengan pergi ke rental game. Chanyeol duduk di sofa sambil memijit pelipisnya. Baekhyun duduk di samping Chanyeol sambil membawa jus anggur untuk Chanyeol. Chanyeol meneguknya kasar. Baekhyun tampak sedikit khawatir.

"Ada masalah apa? Kau tampak kacau." Tanya Baekhyun dingin. Chanyeol menggeleng tanda tidak ada apa-apa. Baekhyun mengangguk sambil tersenyum. Baekhyun bergegas ke dapur untuk mengambilkan makan malam untuk Chanyeol. Saat ingin mengambil piring, ponsel Baekhyun bergetar. Tanda ada pesan masuk. Baekhyun bersandar di meja dapur sambil mengutak-atik ponselnya. Matanya terbelalak lebar setelah membaca pesan tsb. Pesan dari Luhan. Baekhyun buru-buru menghampiri Chanyeol. Chanyeol menoleh kearah Baekhyun dan seketika Baekhyun menampar Chanyeol. Chanyeol menatap Baekhyun bingung. Ia mengusap pipinya.

"Wae?" Chanyeol kebingungan. Ia bangkit dari duduknya. Baekhyun menatap Chanyeol tajam. Matanya sedikit berkaca-kaca. Baekhyun menunjukkan ponselnya kearah Chanyeol. Chanyeol terkejut bukan main.

"Namjoo lagi Namjoo lagi. Mau sampai kapan heuh? Sampai kapan? Sebenarnya kau ini cinta atau tidak kepadaku? Kau selalu bersama dengannya sepanjang waktu. Dan sekarang kau berciuman dengannya di tempat umum. Tega sekali kau!" Baekhyun mulai menangis. Chanyeol tak bisa berkata-kata.

"Chagi..aku-aku-"

"Dan setelah apa yang sudah terjadi kau masih berani memanggilku 'chagi'? " Baekhyun berteriak kesal. Chanyeol serba salah. Baekhyun menutup wajahnya dengan telapak tangan. Chanyeol memegang pundak Baekhyun.

"Keluar..." ucap Baekhyun lirih. Chanyeol masih disana, memegangi pundak Baekhyun. Baekhyun menyingkirkan tangan Chanyeol dari pundaknya.

"KELUAR !" Baekhyun berteriak. Matanya merah. Ia mendorong Chanyeol keluar. Chanyeol terhuyung ke taman. Baekhyun meletakkan nampan berisi makan malam di depan Chanyeol lalu mengunci pintu depan. Chanyeol tidak diperbolehkan masuk. Chanyeol membawa nampannya. Dari Balkon, Baekhyun meleparkan kantung tidur. Kantung tidur itu tepat mengenai kepala Chanyeol.

"TIDURLAH DI GAZEBO! SEMALAMAN INI KAU TIDAK BOLEH MASUK DAN TIDUR DIRUMAH. RENUNGILAH PERBUATAN BODOHMU ITU!" Baekhyun berteriak. Ia langsung menutup pintu kaca menuju balkon dan mematikan lampu kamarnya. Chanyeol tak bisa apa-apa. Chanyeol tahu dia sudah kelewatan. Tidak bisa menghentikan tindakan Namjoo yang semakin hari semakin ganas. Ia duduk di balkon sambil menikmati supnya yang mulai dingin.

Tanpa sepengetahuan Chanyeol dan Baekhyun, terdapat kamera tersembunyi di beberapa tempat di rumah Chanyeol. Mengawasi setiap gerak-gerik mereka. Sedangkan dirumah Chanyeol sudah banyak terpasang CCTV. Jadi tidak perlu Hidden Camera. Sudah jelas itu perbuatan siapa?.

.

.

.

TBC

Hai kalian para readers. Thanks sudah mau ngikutin ff ku. Di ff ini aku mulai memakai bahasa baku haha cocok gak?Maaf ya gabisa ningkatin volume ff. Buntet nih, kehabisan ide. Oya akhir-akhir ini aku sering telat publish ff nih..maaf internet sedang bermasalah.

Maaf gabisa bales review..entah kenapa internet tidak memperbolehkan :'D /sobs/ alias lemot. Kritik dan saran masih bisa dikirimkan melalu akun twitterku : keukimyongra

Thanks sudah mau baca. Nantikan kelanjutan dari ff ini bwahahaha :D /ketawanya buto ijo/.