OH MY TEACHER

Author : seishuuhara

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun,dsb

NB : Baru, kritik dan saran diperlukan

.

.

.

.

.

.

Chapter 16

Kemarin malam Chanyeol benar-benar tidur di gazebo beralaskan kantung tidur. Pola Lantai yang tidak rata membuat punggung Chanyeol serasa terkena batu es, tajam dan dingin. Ia Bangun setelah mendengar tetangga sebelah membunyikan klakson mobil. Ia mengusap matanya dan menggaruk tengkuknya. Ini masih pukul 8. Ia juga cuti, tidak ada yang harus dilakukan. Disampingnya ada susu panas dan sandwich telur. Juga ada sticky note yang menempel di nampan, bertuliskan 'makanlah sarapanmu, lalu mandi. Jangan terlalu lama diluar, udara sedang dingin. Meskipun Gazebo indoor, tetap saja dingin.' Chanyeol tersenyum kecil membacanya. Ternyata Baekhyun memiliki rasa kasihan juga. Ia membuka bungkusan sandwich telur lalu memakannya. Tak lupa minum susu dan membereskan 'tempat tidurnya'. Setelah itu Chanyeol masuk kedalam rumah.

Didalam rumah sepi sekali suasananya. Baekhyun tampaknya sedang keluar, mungkin ke perpustakaan seperti biasanya. Di dapur sudah ada sup kacang merah dan kroket kentang. Chanyeol meletakkan nampan dan gelas ke bak pencuci piring.

DRRRT..DRRT...

Chanyeol mendengar sesuatu yang bergetar. Ia mencari sumber suara. Jackpot! Ponsel baekhyun bergetar. Chanyeol mengambilnya dari meja tamu.

'1 Pesan Masuk'

Chanyeol memiringkan kepalanya. Ia membuka pesan tersebut. Ternyata dari Luhan. Ia membacanya.

'malam ini kau ada acara? Mau makan malam bersama?' begitulah isinya. Chanyeol tersenyum sinis.

"Oh? Jadi ini teman 'kencan buta' nuna...Dasar kau ya! Beraninya menyentuh nunaku. Awas saja sampai kau mengambil nuna dari ku, akan kugali liang kubur untukmu dan aku masukkan tulang dan bangkaimu bersama sampah masyarakat lainnya. Lalu kubakar dan kujadikan api untuk membakar BBQ. Sedap pasti rasanya." Umpat Chanyeol. Ia melempar ponsel Baekhyun ke sofa dan pergi mandi.

Chanyeol tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia mondar-mandir di dapur dengan berkali-kali membuka dan menutup pintu lemari es.

"Tidak ada yang menyenangkan." Desah Chanyeol bosan. Tiba-tiba..

TING TONG...TING TONG

Chanyeol bergegas ke ruang tamu dan membukakan pintu. Ternyata kedua orang tua Chanyeol pulang dari Pertemuan bisnis mereka.

"Chanyeol anakku...kami pulang.." Teriak Ibu Chanyeol sambil menghambur memeluk anaknya itu. Ayah Chanyeol masuk sambil membawa beberapa koper.

"Kau sedang sendirian di rumah? Baekhyun dimana? Aku ingin bertemu dengannya." Ibu Chanyeol menengok isi rumah sambil mencari Baekhyun.

"Mungkin dia pergi ke perpustakaan seperti biasanya. Akhir-akhir ini hubungan kami agak sedikit kacau." Chanyeol menyodorkan jus anggur kepada ibunya. Ibunya meminumnya.

"Kacau? Bagaimana bisa? Astagaaa..." ibu Chanyeol khawatir. Chanyeol tersenyum.

"Wajarlah jika pasangan seperti kami mendapatkan perpecahan, masalah sepele pun bisa kami jadikan bahan pertengkaran. Ibu tidak perlu khawatir." Ucap Chanyeol meyakinkan. Kedua orang tua Chanyeol tahu jika anaknya sekarang menjalin hubungan serius dengan mantan guru lesnya. Dan mereka pun memakluminya. Rencana pernikahan yang dibuat Chanyeol pun mereka menyetujuinya.

Ibu Chanyeol terseyum.

.

.

.

Pagi berganti siang. Baekhyun pulang dari perpustakaan kota. Chanyeol menyambutnya dengan senyuman. Baekhyun membalasnya dengan senyuman juga. Tampaknya mereka sudah merasa lebih baik.

"Nuna, orang tua ku datang, sambutlah mereka." Bisik Chanyeol. Baekhyun memasang wajah terkejut. Baekhyun langsung menghampiri orang tua Chanyeol.

"Ah...Halo...Lama tidak bertemu." Baekhyun membungkuk didepan orang tua Chanyeol. Orang tua Chanyeol tersenyum.

"Baekhyun...Lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu dan Chanyeol?" Tanya Ayah Chanyeol.

"Sejauh ini baik-baik saja." Jawab Baekhyun sopan. Ayah dan Ibu Chanyeol tersenyum.

"Mau ku buatkan teh? Kebetulan kami mendapat banyak teh dari tetangga sebelah." Baekhyun langsung tanggap membuatkan teh. Chanyeol pergi ke dapur untuk menggoda Baekhyun seperti biasa.

Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang sambil menciumi pipi Baekhyun. Baekhyun yang risih memukul lembut lengan Chanyeol. Chanyeol pun diam. Saat Baekhyun melanjutkan membuat teh. Chanyeol kembali menggoda Baekhyun. Benar-benar seperti pasangan suami istri. Kedua Orang tua Chanyeol hanya tertawa melihatnya. Saat sedang hangatnya suasana, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Ibu Chanyeol langsung membukakan pintu. Chanyeol dan Baekhyun yang masih asik bermain menoleh dengan cepat. Dan yang datang adalah...

Kim

Nam

Joo.

Chanyeol dan Baekhyun membelalakkan matanya. Namjoo memeluk Ibu Chanyeol.

"kim nam Joo, kau sudah secantik ini sekarang. Aku dengar kau sekarang terjun ke dunia model ya? Wah selamat." Ibu Chanyeol menyambut Namjoo. Gadis itu tersenyum riang. Gadis itu tersenyum kearah Ayah Chanyeol. Ayah Chanyeol tersenyum. Namjoo langsung cemberut saat melihat adegan mesra Chanyeol dan Baekhyun.

"Bibi Park, apa yang dilakukan gadis itu terhadap calon tunanganku? Mengapa mereka berpelukan? Bibi Park, dia kan tunanganku..Seharusnya kau menjauhkan gadis itu dan beri dia pelajaran agar tidak mendekati Chanyeolku. Chanyeol hanya milikku. MILIKKU!" Namjoo merengek seperti anak TK. Ibu Chanyeol bingung harus apa. Sedangkan Baekhyun sudah naik pitam.

"Rasanya ingin kuhajar saja Gadis tengik itu." Baekhyun sudah ingin maju dengan pukulan mautnya, tetapi ditahan oleh Chanyeol. Ibu Chanyeol mengajak Namjoo duduk di ruang tamu.

"Ehm..begini Namjoo, Saat kami pergi keluar nergeri bersama perusahaanmu beberapa bulan yang lalu, Pihak Kim Coop. Dan Park Coop . sudah membatalkan semua perjanjian itu. Karena ternyata Chanyeol sudah merencanakan pernikahan dengan Baekhyun.". ibu Chanyeol menenangkan Namjoo.

"Oh? Jadi kalian lebih memilih menikahkan Chanyeol dengan gadis seperti dia daripada dengan gadis mapan sepertiku? Astaga Bibi Park, Anda salah pilihan. Coba Anda pikirkan lagi. Aku punya segalanya. Uang, perusahaan, saham, perhiasan, paras cantik, tubuh molek. Lalu? Apa yang kurang dari seorang Kim Namjoo?." Namjoo mulai merengek.

"Sudah kubilang aku tidak membutuhkan semua hartamu. Aku tidak menikah demi bisnis. Aku menikah demi hidupku. Dan kau masih belum mengerti juga, Kim Namjoo.." Chanyeol mulai ikut meriuhkan suasana. Ibu Chanyeol bingung. Namjoo bangkit dari duduknya.

"Oh okey..Jika kalian tidak mau merestui pernikahanku dengan Chanyeol. Okey...Perusahaan kalian akan kubuat bangkrut. Apa kalian lupa jika perusahaan kalian ada dibawah kendali perusahaanku sekarang? Sebentar algi aku kan menduduki posisi yahku sebagai presdir. Tanpaku, perusahaan kalian tidak ada apa-apanya. Camkan itu." Ancam Namjoo. Namjoo pergi dari rumah Chanyeol. Chanyeol memijit pelipisnya. Ayah dan ibu chanyeol kebingungan.

"yeobo, Bagaimana ini?" ibu Chanyeol bingung. Ayah Chanyeol menggeleng pasrah. Ibu Chanyeol menunduk sedih.

"Kim Namjoo, setelah berusaha menghancurkan hubunganku dengan Baekhyun, kini kau mulai masuk kedalam dunia keluargaku. Maumu apa?" Chanyeol mendesah lemas. Baekhyun mengusap punggung sang kekasih dengan lembut.

.

.

.

30 Desember 2014.

Malam ini Sehun dan Kai juga Xiumin dan Jongdae mengadakan pesta Perayaan tahun baru 2015. Baekhyun dan Chanyeol sudah menyiapkan beberpa peralatan dan baju untuk malam ini. Mereka akan menginap di villa paman Xiumin di dekat pantai. Sehun dan Kai sudah sampai di Pantai lebih dahulu, begitu juga Xiumin dan Jongdae. Chanyeol mengepak semua barang dan memasukkannya ke bagasi. Baekhyun menari-nari senang. Dan merekan pun berangkat ke pantai.

Perjalana kepantai menghabiskan waktu 3 jam. Dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Pasti yang lainnya sudah menyiapkan pestanya. Chanyeol dan Baekhyun sampai di pantai. Buru -buru ia memarkirkan mobilnya dan bergegas menata barangnya di kamar villa yang sudah dipesan Xiumin sebelumya.

Setelah berkemas, Chanyeol dan Baekhyun pergi menghampiri teman-temannya yang sedang membakar BBQ dan jagung.

"Chanyeol! Akhirnya kau datang juga." Teriak Xiumin dari kejauhan. Chanyeol melambaikan tangannya. Chanyeol cepat bergabung dengan teman-temannya.

Baekhyun membantu Sehun dan Xiumin membersihkan cumi-cumi dan ikan yang dibawa Sehun dan Kai. Chanyeol, Jongdae, dan Kai membuat perapian dan menggelar karpet untuk duduk. Angin berhembus sangat kencang, salju tidak turun. Entah mengapa mereka memilih pantai daripada tempat lain.

Para gadis membakar daging dan ikan di tempat pembakaran BBQ. Aromanya menggoda siapa saja yang menciumnya. Para lelaki bernyanyi dan memainkan gitar. Menambah hangat suasana. Mereka tak merasakan dinginnya angin malam.

"Daaam...makanan sudah siap..YEHET!" Sehun membawa cumi-cumi dan daging beserta sayur ke temoat laki-laki berada. Para lelaki menyerbu makannanya. Xiumin dan Baekhyun ikut bergabung.

"Sungguh, ini indah sekali. Aku baru pertama kali merasakan pesta malam tahun baru yang sangat meriah seperti ini." Ucap baekhyun berbinar-binar. Semuanya tersenyum.

"Setiap malam pergantian tahun kami selalu mengadakan pesta seperti ini..tentu saja ditempat yang berbeda-beda. Jadi kau sangat beruntung kali ini berada di puncaknya. Yaitu pesta di pantai. Kita akan melihat matahari terbit bersama." Jelas Kai sambil terus memasukkan daging ke mulutnya. Baekhyun tersenyum senang.

"Tetapi dulu Chanyeol masih sendiri jadi hahahaha dia kami paksa melihat adegan romantis. Salah sendiri tidak punya kekasih hahahahahah." Tawa Jongdae meledak. Semua ikut tertawa. Chanyeol melempari Jongdae dengan pasir. Baekhyun merasakan kehangatan keluarga menyelumuti mereka berenam.

"Lalu..Bagaimana denganmu, Baekkie unnie?" Tanya Xiumin. Baekhyun hanya menarik sudut mulutnya sedikit. Baekhyun mulai bercerita. Semua orang hanyut dalam cerita Baekhyun yang tampaknya mengharukan.

"Ooh, jadi begitu. Sejak kecil kau sudah mandiri ya. Dan aku tidak menyangka mantan kekasihmu adalah sepupu Chanyeol. Yang aku dengar dia memang seperti paman hidung belang." Xiumin mencoba mencerna cerita Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum. Bagaimana pun itu juga sudah masa lalu. Baekhyun tidak mau ambil pusing.

Malam mereka habiskan dengan makan bersama, bernyanyi bersama, bermain permainan papan, dan lain-lain. Kali ini mereka sedang sibuk sendiri dengan urusannya masing-masing. Baekhyun memilih untuk kembali ke kamar untuk menata barang-barangnya yang belum sempat tertata. Chanyeol yang merasakan kepergian /? Baekhyun dari rombongan akhirnya ikut bersama Baekhyun.

Chanyeol sampai dikamarnya. Ia mencari Baekhyun dan ternyata Baekhyun ada di kamar mandi. Chanyeol masuk kedalam kamar mandi yang pintunya sengaja tidak ditutup itu. Baekhyun sedang membuka lilitan tisu di jarinya dan mencucinya dengan air dari wastafel.

"Chagi, ada apa dengan tanganmu?" Chanyeol menghampiri Baekhyun dan meraih tangan Baekhyun. Baekhyun merintih sedikit.

"Aaah..bukan apa-apa, jariku tak sengaja teiris pisau saat menyiapkan makan malam. Tidak usah khawatir." Baekhyun tersenyum sambil meniupi jarinya yang terlukan. Chanyeol berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia langsung menyeret Baekhyun dan mendudukkkanya di pinggiran bathub. Ia mengambil plester dari kotak obat dan menempelkannya di jari Baekhyun. Baekhyun tersenyum.

"hohoho sudah tidak sakit kan..Plester hewan spesial dari santa..." Chanyeol mengeluarkan tawa ala santa. Baekhyun menggeleng. Chanyeol mengembalikan kotak obat di rak seperti semula.

"Nuna.." Panggil Chanyeol. Baekhyun menoleh. Chanyeol menunduk sambil memegangi pinggiran wastafel. Baekhyun merasa heran.

"Sebelumnya..aku minta maaf atas semua hal yang ternyata diluar rencanaku. Aku berharap dengan kembalinya kita ke Korea, semuanya akn baik-baik saja. Tetapi ternyata itu semua berbalik. Maafkan aku." Ucap Chanyeol terus memandangi wastafel berembun. Baekhyun hanya tersenyum.

"Sudahlah..sekarang aku berusaha menerima semuanya. Tidak selamanya aku harus marah dan marah setiap ada masalah seperti itu." Baekhyun bangkit dari duduknya. Ia memeluk Chanyeol dari belakang.

"Chan..bagaimana pun juga kita harus tetap bersama..selamanya." Ucap Baekhyun sambil membenamkan wajahnya di punggung Chanyeol. Chanyeol mengusap-usap tangan Baekhyun.

"Aku berjanji akan terus bersamamu selamanya." Ucap Chanyeol.

GUBRAK...

Chanyeol dan Baekhyun menoleh kearah pintu. Terdapat Kai dan Jongdae yang jatuh tertimpa ember. Kai dan Jongdae salah tingkah. Mereka telah mengganggu adegan mesra Baekhyun dan Chanyeol.

"Ehm..eeeh...sekarang waktunya pesta soju." Ucap Kai sambil menarik Jongdae keluar dari kamar Chanyeol. Chanyeol dan Baekhyun hanya memasang wajah bingung.

.

Chanyeol dan Baekhyun kembali bersama teman-temannya di pinggir pantai. Mereka sedang menghangatkan diri di depan api unggun. Beberapa sudah meminum soju. Chanyeol dan Baekhyun ikut bergabung. Mereka minum bersama.

"CHANYEOLLIE!" teriak seorang gadis. Semuanya saling berandangan.

"chanyeollie?" Mereka bertanya-tanya. Perasaan Baekhyun menjadi buruk. Seperti akan ada mala petaka. Dan benar..Malapetaka telah datang.

"Namjoo?" chanyeol bangkit dari duduknya. Menatap kehadiran Namjoo dengan tak percaya. Baekhyun ikut bangkit. Raut wajah Namjoo berubah menjadi kusut saat melihat Baekhyun ikut bangkit.

"Sedang apa kau disini?" Chanyeol berbisik pada Namjoo. Namjoo senyum-senyum.

"Aku dengar dari Bibi Park jika kau sedang pesta tahun baru. Jadi aku ikut." Namjoo cengar-cengir. Chanyeol menoleh ke arah Baekhyun. Baekhyun sudah mengeluarkan api merah. Matanya terihat berapi-api.

"Chan..siapa dia?" tanya Xiumin dan Jongdae bersamaan. Chanyeol bingung menjelaskannya.

"ehm..dia Kim Namjoo..dia—" perkataan Chanyeol terputus.

"Aku kekasih Chanyeol yang sebenarnya. Gadis bernama Baekhyun ini hanya menempel saja pada Chanyeol. Dia hanya mengaku-ngaku. Akulah kekasih yang sebenarnya" ucap Namjoo penuh percaya diri. Chanyeol melotot kearah Namjoo.

"Oh? Begitukah?" Xiumin dan Jongdae saling bertatapan.

"Dan kau pasti Sehun dan Kai. Kita pernah bertemu sebelumnya, iya kan?" Ucap Namjoo sok kenal. Sehun dan Kai hanya tersenyum kecil. Chanyeol menarik lengan Namjoo menjauh dari rombongan.

"kau ini sudah gila ya?" Chanyeol membentak Namjoo. Namjoo berkacak pinggang.

"No no no..sekarang jika kau berlaku kasar kepadamu, aku akan melaporkanmu kepada orang tuamu dan orang tuamu terancam bangkrut." Ucap Namjoo sambil mengambil ponselnya dari tas. Chanyeol mencegahnya.

"Aku tidak akan berlaku kasar terhadapmu jika kau berhenti mengganggu ku dan mengganggu Baekhyun nuna. Arraseo?" Chanyeol kembali ke tempatnya duduk bersama Baekhyun. Namjoo ikut duduk di sebelah Chanyeol.

"Perkatannya yang tadi jangan di pikirkan. Dia hanya mengarang." Ucap Chanyeol. Namjoo memukul lengan Chanyeol. Chanyeol kembali berbincang dengn Baekhyun.

Tetapi, setiap Chanyeol memberikan perhatian kepada Baekhyun, Namjoo selalu mengusiknya. Namjoo selalu menarik Chanyeol agar menaruh perhatian padanya dan membiarkan Baekhyun. Selalu seperti itu hingga akhirnya Baekhyun pun naik darah.

"Aku ambil coklat panas dulu." Baekhyun bangkit dari duduknya dengan kasarnya. Chanyeol merasa bersalah pada Baekhyun. Namjoo melepaskan rangkulannya pada Chanyeol dan pergi menyusul Baekhyun.

Baekhyun sedang menyiapkan gelas-gelas untuk diisi coklat panas. Namjoo menghampiri Baekhyun. Kebetulan tempat berkumpul dengan villa cukup jauh jaraknya. Baekhyun membalikan badannya. Ia terkejut.

"Hai.." Namjoo melambaikan tangan dengan sombongnya. Baekhyun mengacuhkannya dengan terus berjalan. Sampai ditengah jalan Baekhyun dihadang oleh Namjoo.

"Malam ini kau akan kubuat menderita. Chanyeol akan segera aku rampas darimu. Tunggu saja." Namjoo mencoba menyulut api kemarahan Baekhyun. Baekhyun menggenggam erat nampan berisi coklat panas. Ia sedang tidak ingin marah. Tetapi Namjoo terus saja menggodanya.

"Kalian tidak pantas bersama. Lelaki mapan seperti Chanyeol harus bersama wanita mapan sepertiku. Bukan wanita miskin sepertimu. Menumpang di rumah Chanyeol seperti gelandangan." Ucapan namjoo semakin jauh semakin tajam. Namjoo mengeluarkan ponselnya.

"Foto ini..aku yang mengambilnya. Lalu aku kirimkan kepada Chanyeol dengan kuberi sedikit bumbu pedas agar lebih sedap. Dan pasti pada waktu itu kalian bertengkar hebatkan? Hahahahahah". Namjoo menunjukkan foto Baekhyun dan Luhan saat di perpustakaan. Baekhyun melotot.

"Jadi...ternyata benar kau—" Baekhyun berhanti berbicara.

Namjoo menggelengkan kepalanya. Ia menunjukkan satu foto lagi.

"dan foto ini. Luhan sendiri yang mengambilnya. Semuanya telah kami rencanakan matang-matang. Semua rencana licik dari A hingga Z hanya untuk memutus hubungan kalian. Jadi bersiaplah menerima hukuman yang lebih berat dariku. Kami selalu mengamatimu. Dimanapun dan kapanpun." Ucap Namjoo sambil berkacak pinggang. Namjoo mengeluarkan sebuah foto dari mantelnya. Foto Baekhyun dan Chanyeol. Namjoo menyobeknya hingga bagian Baekhyun dan Chanyeol terpisah lalu ia membuangnya ke sembarang arah. Baekhyun sudah tidak tahan. Ia mengambil satu gelas coklat panas. Ia ingin menyiram namjoo dengan coklat itu tetapi ia tahan.

"oh kau ingin menyiramku? Silahkan." Ucap namjoo percaya diri. Baekhyun menggenggam erat gelas itu lalu meminumnya kasar. Setelah itu ia mencengkram kerah kemeja Namjoo.

"Diam kau gadis jalang. Apa kau tidak dengar perkataan Chanyeol? Dia tidak menginginkanmu. Haha dan sekarang dengan berani kau ingin mengancamku. Kau tidak takut denganku? Oh my...Kau kan mendapatkan balasannya." Baekhyun berkata dengan manly nya. Namjoo tersenyum licik dan sedikit berdecih. Namjoo langsung mengambil coklat panas dan menyiramkannya ke tubuhnya sendiri.

"Aah panaas." Teriaak Namjoo. Baekhyun melepaskan cengkramannya dan mundur menjauh. Chanyeol menghampiri Namjoo dan Baekhyun.

"Apa yang terjadi?" Tanya Chanyeol.

"huhuhu..Channie...dia menyiramku dengan coklat panas. Padahal aku hanya ingin mengajaknya berdamai. Tetapi dia malah...Aaah Channie ini panas sekali."Rengek Namjoo sambil mengipasi wajah dan lehernya. Baekhyun terbelalak kaget.

"Beraninya kau gadis ini salah satu rencana picikmu?.Kau—" Perkataan Baekhyun terhenti.

"Sudahlah nuna! ." bentak Chanyeol. Baekhyun terkejut. Namjoo tersenyum licik lalu kembali merengek.

"Aku tahu kau membencinya, tapi jangan berlaku seperti ini. Masih bagus bila dia mengajak damai."Bentak Chanyeol. Baekhyun terbelalak tak percaya. Baekhyun menitihkan air mata. Ia berjalan meninggalkan Namjoo dan Chanyeol. Baekhyun menyerahkan nampan pada Sehun lalu berlari ke arah villa sambil menyeka airmata. Teman-temannya hanya menatapnya bingung.

"Ada apa dengannya?" Tanya Sehun pada Kai. Kai hanya menggeleng. Tak lama Chanyeol kembali dengan membawa Namjoo.

"Dan...apa lagi ini.." Sehun mendesah kesal. Akhirnya Mereka kembali dengan urusan mereka masing-masing.

Di kamar, Baekhyun menangis menyangka Chanyeol membela Namjoo sekarang. Perbuatan licik Namjoo membuatnya semakin terpojok. Ia melempar segala barang yang ada di depan matanya. Tak lama kemudian, Chanyeol masuk. Chanyeol mengambil jaketnya.

"Mau kemana kau?" Tanya Baekhyun sambil mencengkram lengan Chanyeol. Chanyeol melepaskan tangan Baekhyun.

"Aku harus mengantarnya pulang, karenamu dia tak punya baju dan aku harus mengantarnya pulang." Ucap Chanyeol kesal. Baekhyun berdecih.

"Karenaku? Park Chanyeol! Kau ini di bawah pengaruh buruknya. Dia sudah merencanakan hal buruk ini dan kau sudah terjebak di dalamnya. Kelu—" omongan Baekhyun terpotong.

"NUNA! Kau itu salah sekarang kau malah menuduh Namjoo. Dia ingin mengajakmu berdamai tetapi kau menyiramnya. Tak tahukah kau jika itu tidak sopan? Meskipun dia lebih muda darimu, setidaknya hargailah dia!" teriak Chanyeol. Baekhyun memalingkan wajahnya sebentar lalu kembali menatap chanyeol.

"Chanyeol...bisakah kau percaya padaku sekali ini saja?. Bukan aku yang melakukannya. Dia sendiri yang menyiram coklat itu...Sumpah aku tidak melakukannya." Baekhyun menegaskan kalimat terakhir. Chanyeol memiringkan kepalanya.

"Dia yang melakukannya sendiri? Orang bodoh mana yang menyiramkan coklat itu ke tubuhnya sendiri eoh? " Chanyeol masih tak percaya. Baekhyun tak bisa berkata-kata lagi. Kepalanya sudah pening. Dari balik dinding, Namjoo menguping. Ia tersenyum licik.

"Rasakan itu, Gadis Gelandangan".

Chanyeol buru-buru keluar dari kamar dan menyeret Namjoo menjauh dari kamar. Membiarkan Baekhyun yang sedang sedih sendirian. Namjoo menghentikan langkahnya. Chanyeol menoleh ke arah Namjoo.

"Aku tidak mau pulang. Aku sudah jauh-jauh kesini. Aku juga ingin melihat kembang api." Rengek Namjoo. Chanyeol tak bisa apa-apa. Sekarang Chanyeol bagaikan menjadi boneka Namjoo. Chanyeol mengelak.

"Bajumu kotor." Ucap Chanyeol khawatir. Namjoo tersenyum.

"It's Okay." Namjoo tersenyum. Chanyeol diam. Ia kembali ke kamar untuk mengambil bajunya yang akan dipinjamkan kepada Namjoo. Namjoo memakai kemeja Chanyeol. Lalu mereka kembali ke perapian.

Malam sudah hampir dilewati. Sekarang pukul 23:58. Berarti pesta kembang api sebentar lagi akan dimulai. Sehun dan Kai menyiapkan berbagai macam kembang api untuk dimainkan. Chanyeol dan Namjoo duduk di pasir tanpa alas.

TIK TOK TIK TOK 2 menit kemudian

CUUUUT...DAAAR...

Bunyi kembang api mulai terdengar. Gemerlap Kembang api mulai tampak di langit malam. Namjoo begitu menikmatinya. Begitu pula yang lainnya. Chanyeol menoleh kearah Baekhyun yang duduk sendiri di seberangnya. Terasa miris melihat Baekhyun dengan wajah sedih dan tatapan kosong duduk disana. Chanyeol ingin menghampirinya, tetapi Namjoo terus saja mencegah. Entah mengapa Baekhyun tak mau bergabung dengan Sehun, Kai, Jongdae, Dan Xiumin. Chanyeol sebenarnya merasa bersalah karena telah memarahi Baekhyun. Selain Baekhyun lebih tua darinya, ia juga tidak tega memlihat Baekhyun merana seperti itu. Baekhyun bangkit dari duduknya. Chanyeol menatapnya. Baekhyun mengaitkan 2 tangannya dan mulai berdoa. Chanyeol melihat kearah Namjoo. Namjoo juga berdoa.

"Semoga hubunganku dengan Chanyeol terus berjalan hingga ke jenjang pernikahan." Ucap Namjoo dalam doanya. Chanyeol menoleh sewot. Dilihatnya wajah tulus Namjoo.

"Maafkan aku Namjoo...tetapi aku tak bisa." Ucap Chanyeol sambil menunduk. Namjoo membuka matanya dan menoleh kearah Chanyeol.

"Te-tetapi..mengapa?" ucap Namjoo sedikit melas. Chanyeol menoleh ke arah Baekhyun yang masih berdoa. Namoo juga ikut menoleh. Ekspresi Baekhyun makin lama makin memburuk. Dan tak lama kemudian Baekhyun menitihkan air mata.

"Aku tak bisa meninggalkannya, Namjoo...Sungguh berat menerima ini semua. Semua deritaku telah aku bagi dengannya. Aku begitu mencintainya lebih dari apapun. Mungkin ini sudah takdir dari Tuhan. Tuhan mempertemukanku dengannya." Jelas Chanyeol lirih. Namjoo menitihkan air mata.

"Aku juga mencitaimu lebih dari apapun, Chanyeol. Tolong mengertilah aku." Namjoo menggenggam lengan Chanyeol. Chanyeol menggeleng dan melepaskan genggaman Namjoo.

"Mungkin kita tidak ada kecocokan. Maafkan aku." Chanyeol bangkit dari duduknya dan pergi ke villa meninggalkan Namjoo. Namjoo menangis meratapi semua kata-kata Chanyeol.

.

.

.

.

TBC

Hai lagi...Di chapter ini aku sudah pake bahasa baku seperti yang kalian minta. Maaf juga kalo masih kurang baku. Disini aku kesel banget sama Namjoo..Tapi tak apalah Nama juga cerita. Maaf juga updatenya lama..hiatus hwhwhwhw :'D

Kritik dan saran masih sangat dibutuhkan. Boleh kirim ke twitter : keukimyongra

Makasih udah ngikutin sampe chapter jauh. Aku harap kalian suka sama ceritaku. :^)