OH MY TEACHER

Author : seishuuhara

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, dsb

NB : Baru, kritik dan saran diperlukan

.

.

.

.

.

.

Chapter 19

Hari ini adalah hari H nya. Pernikahan (tanpa cinta) Namjoo dan Chanyeol. Namjoo sangat senang sekali. Ia sedang spa sebelum pesta pernikahan dimulai pada siang harinya. Ia sangat memperhatikan kulitnya. Mulai dari memasker wajahnya, spa, pijat refleksi, mandi susu, sauna, mengecat rambutnya, semua sudah ia lakukan selama berjam-jam. Intinya pagi harinya dibuat bukan untuk persiapan tetapi untuk memanjakan diri. Sementara chanyeol, ia membantu menyiapkan perlengkapan. Sambil sesekali termenung. Ia berusaha menjadi dewasa rupanya.

Hari ini upacara akan dilakukan di sebuah gereja di Seoul. Dan pestanya akan di selerenggarakan di hotel milik keluarga Namjoo. Katering dan dekorasi semua yang mengurus adalah keluarga Namjoo. Keluarga Chanyeol seperti di istimewakan.

Chanyeol datang lebih dulu ke gereja untuk melihat perkembangan para pegawai yang sedang mengerjakan tugas. Gereja masih sepi, hanya beberapa pegawai yang mendapat tugas mepersiapkan ini dan itu. Chanyeol berdiri di depan pintu gereja yang terbuka lebar. Karpet merah menjulur indah menuju sebuah podium berwarna putih. Tempat mengucap janji suci. Ia berjalan menyusuri karpet merah itu. Lalu terhenti di depan podium. Ia menatap kosong podium itu.

Pengantin wanita memasuki altar. Dengan di dampingi wali, pengantin itu berjalan sambil membawa buket bunga cantik. Gaunnya panjang menjuntai. Berwarna putih berseri. Sang pengantin memakai tiara yang menutupi seluruh wajahnya. Chanyeol membalikkan badannya. Ia menatap sang pengantin. Wali dari pengantin wanita melepaskan genggamannya dan membirkan pengantin wanita berjalan menuju podium bersama calon suami. Chanyeol meraih tangan pengantin wanita. Mereka mengucap janji suci di depan pendeta dan saksi yang ada di gereja. Selesai mengucapkan, Chanyeol membuka tiara sang pengantin. Ia tersenyum lebar.

"Nuna, kau sangat cantik hari ini." Ucapnya lembut. Wanita yang di panggil 'nuna' tersenyum.

"Mulai hari ini, kau akan menjadi nyonya Park, Nyonya Park baekhyun." Sambung Chanyeol. Wanita itu tersenyum sambil menundukkan wajahnya.

Chanyeol mendongakkan kepalanya agar air mata tak menetes. Ia menghela nafas berat. Menyepakkan kakinya entah untuk apa. Kedua tangannya ia masukkan ke saku celana.

Hambar.

Hambar rasanya tanpa dirimu disisiku.

Sepi.

Sepi rasanya tanpa tawamu yang menyenangkan.

Tetapi apa daya, hari ini kita tidak bisa bertemu.

Impian untuk berdiri di altar yang sama seakan berubah menjadi abu.

Hilang di tiup angin.

Bagaimana pun, Kita harus menghadapai kenyatan pahit ini.

Ia tersenyum kecil untuk menghibur diri. Ia membalikkan badannya lalu berjalan keluar gereja. Ia terus menundukkan kepalanya. Jenuh.

Saat di tengah jalan, ia di sapa oleh seseorang.

"Park Chanyeol". Sapa seseorang. Chanyeol mendongakkan kepalanya. Seseorang tsb melambaikan tangannya sambil tersenyum. Chanyeol membelalakkan matanya.

"Dosen Kim?" Chanyeol bertanya tak percaya. Seseorang yang di panggil dosen kim mengangguk.

"Yup, aku Kim Joon, dosenmu saat di Amerika. By The Way selamat untuk pernikahanmu. Aku tidak menyangka, ternyata kau tidak berniat menikahi sepupuku yang cantik. Heuh aku sudah menduga seperti ini lah yang akan terjadi." Ucap kim Joon tenang. Chanyeol tersenyum kecil.

"Aku ingin, tetapi aku tak bisa, hyung." Ucap Chanyeol pasrah. Kim Joon tersenyum sambil mengajak Chanyeol duduk di salah satu bangku gereja.

"Dimana baekhyun nuna?" Tanya Chanyeol. Kim Joon memiringkan kepalanya.

"Aku juga tidak tahu, aku juga baru datang hari ini. Tetapi aku dengar dia tinggal di rumah Young Hwi. Dia adikku. Yah..tidak tahu pasti lah dimana dia." Kim Joon menyandarkan badannya. Chanyeol mengangguk.

"Bagaimana kau bisa sampai disini?" Tanya Chanyeol.

"Aku di undang di pernikahanmu, bodoh. Apa kau tidak melihat namaku di daftar tamu? Ckckckck... Aku menyempatkan cuti 3 hari untuk mengambil waktu ini. Dan kau? Ckckckck..kau bahkan cuti lamaaa sekali bersama Baekhyun. Lalu bagaimana aku bisa berhubungan baik dengan Namjoo? Keluarga Namjoo adalah pelanggan setia perusahaanku. Mereka selalu membeli bahan baku di tempatku. Lalu mereka memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaanmu di bidang manajemen. Yah bagaimana tidak, mereka adalah pengusaha terkenal. Bisa berkontrak dengan banyak perusahaan. Ckckckck.." Jelas Joon. Hening sesaat..Joon kembali membuka percakapan.

"Apa kau sedang ada masalah dengan Baekhyun?" Tanyanya. Chanyeol menunduk. Joon seperti mengetahui sesuatu.

"Ah arra arra, arraseo..." Joon mengangguk tanda mengerti.

"Andai saja semua ini tak terjadi. Kau tidak tahu betapa stresnya aku, hyung." Chanyeol menggelengkan kepalanya sedikit.

"I Know that feels,Dongsaeng...Kau harus berusaha menerima apapun yang terjadi. Hadapi semua masalah dengan gagah berani. Kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Kau harus bangkit." Ucap joon menyemangati. Chanyeol berterima kasih pada Joon. Joon tersenyum sambil merangkul muridnya itu.

" To Be Honest, aku masih mencintainya."

Kim Joon mengangguk.

"Aku yakin dia baik-baik saja. Karena aku selalu menjaganya. Percaya padaku."

Sekali lagi Kim joon meng'iya'kan perkataan Chanyeol.

"Oh My gosh, sebentar lagi aku ada rapat. Aku harus pergi. Kita akan bertemu siang hari nanti, okey? See yah" joon berdiri dan meninggalkan Chanyeol sendiri. Chanyeol menatap Joon dari bangku gereja.

"See you.."

Baekhyun sedari tadi cemberut. Ia sangat kelaparan. Ia memberontak berkali-kali, tetapi para pengawal tak merespon. Baekhyun amat kesal. Tak lama, salah satu pengawal membawakan sebuah bungkusan. Baekhyun tersenyum senang. Pasti makanan, gumamnya. Pengwala itu melemparkan bungkusan itu lalu melepaskan ikatan baekhyun. Baekhyun membuka bungkusan. And...

"NASI KEPAL?" Teriak Baekhyun. Pengawal terkejut mendengar suara melengking Baekhyun.

"Sudah makan saja, daripada tidak makan." Ucap pengawal ketus. Baekhyun mencibir. Ia mulai memakan nasi kepal itu. Enak juga, batinnya. Baekhyun sudah menghabiskan semua. Dan tiba-tiba ia merasakan berat di kepalanya. Kepalanya pusing. Pandangannya kabur. Matanya memaksakan untuk tertutup. Pendengarannya juga sedikit terganggu.

"Sepertinya obatnya sudah bereaksi." Ucap salah satu pengawal. Baekhyun lemas.

"Baiklah, tinggalkan dia."

Seketika Baekhyun langsung hilang kesadaran. Semuanya menjadi gelap dan sunyi.

12:45 KST

Upacara Pernikahan akan segera di mulai. Chanyeol mulai bersiap. Namjoo juga mulai merias diri. Chanyeol menatap dirinya di cermin. Tuxedo hitam rapi. Ia menatap matanya yang sedikit sembab. Ia mengepalkan tangannya dan menekannya ada meja rias. Menahan amarah.

Tak lama, ibu Chanyeol datang dan menyuruhnya untuk segera ke altar. Chanyeol hanya mengangguk.

Upacara pernikahan dimulai. Semua tamu berkumpul ddan duduk di bangku yang tersedia. Chanyeol sudah berdiri di depan podium bersama pendeta. Pengantin wanita datang bersama wali. Chanyeol membalikkan pengantin terttutupi tiara. Chanyeol tersenyum. Menatap pengantin wanita sebagai Baekhyun. Ia tersenyum senang. Pengantin wanita sudah ada di samping Chanyeol. Chanyeol agak aneh dengan kelakuan Kim Joon yang sedang telpon dengan seseorang. Wajahnya panik dan bingung. Chanyeol tidak konsentrasi. Ia tidak mendengarkan apa yang di katakan pendeta. Kim Joon buru-buru keluar dari gereja. Chanyeol mengikuti dengan ekor matanya. Ia kembali fokus.

Sementara di gudang tempat Baekhyun di sekap.

Baekhyun mengerenyitkan dahinya. Ia masih pusing. Tetapi ia merasa sesak berlebihan. Ia perlahan membuka matanya. Ia terbatuk sesekali. Betapa terkejutnya ia. Gudang terbakar sekarang. Ia bingung harus apa. Ia masih terikat. Sambil terbatuk-batuk ia berusaha melepaskan ikatan. Dan terlepaslah ikatan itu. Ia berlari kesana-kemari, tetapi ia tidak bisa keluar. Gudang itu sangat luas dan banyak material yang mudah terbakar disana. Ia mulai lemas. Pintu keluar sudah ada didepannya, tetapi ia tidak kuat. Sepertinya ia terlalu banyak menghirup asap. Ia terjatuh lemas sambil memegangi dadanya.

Seketika pintu gudang terbuka dengan sekali gebrakan. Baekhyun mengangkap cahaya dari luar gudang.

"Cha-chanyeol..."

Tetapi Baekhyun tak kuasa akhirnya pingsan.

Chanyeol menangkap sinyal aneh /?. Seperti ada seseorang yang memanggilnya. Tapi ia tak tahu dimana. Lalu ia membelalakkan matanya.

"Baekhyun nuna!"

Chanyeol pergi dari podium. Semua orang terlihat bingung. Termasuk Namjoo. Chanyeol keluar dari gereja dan langsung masuk ke mobilnya. Memacu dengan kecepatan yang cepat.

Ia memacu mobilnya sesuai insting. Dan insting itu mengantarkannya kepada gudang besar yang terbakar. Petugas pemadam kebarakan dan ambulans mulai bekerja. Dan ada satu mobil sportnya terpakir di dekatnya. Chanyeol keluar dari mobilnya. Ia mendekati police line. Ia berpapasan dengan Kim Joon yang keluar dari gudang terbakar itu sambil membawa seseorang yang ditutupi kain putih basah. Dan Chanyeol tahu benar itu siapa. Jelas itu Baekhyun. Kim joon menatap tajam Chanyeol. Chanyeol hanya menganga. Kim Joon masuk ke ambulans bersama Baekhyun yang hilang kesadaran. Chanyeol mengikuti ambulans itu sampai ke rumah sakit.

Di rumah sakit, Chanyeol menhampiri kamar Baekhyun. Ia terhenti di ambang pintu melihat kim Joon sedang ada di samping Baaekhyun, merapikan baju Baekhyun. Kim Joon merasakan keberadaan Chanyeol. Ia keluar dan menghampiri Chanyeol. Ia mendorong Chanyeol sampai memberntu dinding.

"Inikah yang disebut baik-baik saja? Apakah ini caramu mengawasinya. Jika aku tidak datang tadi, ia pasti sudah mati didalamnya." Ucap Joon sambil meletakkan lengannya di leher Chanyeol. Chanyeol kebingungan.

"Aku sudah memberimu amanat besar dengan berjanji menjaga baekhyun. Tetapi begini kah caranya? Memang benar dugaanku, kau benar-banar lelaki yang buruk. Seharusnya aku mencegahmu mendekati baekhyun sejak dulu." Ucap Joon sadis.

"Hyung, ini salah paham. Tolong tenang."

"Tenang katamu? Adikku sedang dalam bahaya dan kau hanya leha-leha sambil bilang tenang? Oh? Jangan –jangan kau yang mengurungnya di gudang itu? Iya kan? Agar tidak mendatangi pernikahanmu."

"Oppa, please stop it." Ucap Baekhyun lemah. Joon dan Chanyeol menoleh kearah Baekhyun. Tak lama kemudian Young Hwi datang.

"Baekhyuuun...astaga apa yang terjadi padamu...". Young Hwi menangis tak keruan. Baekhyun dan Young Hwi berbeda 1 tahun. Jadi mereka saling menganggap kakak-adik. Baekhyun hanya menggeleng sambil tersenyum. Young Hwi membelai rambut Baekhyun. Joon dan Chanyeol ikut masuk ke kamar.

"Katanya kau ada di rumah temanmu. Tetapi bagaimana kau bisa terjebak di gudang yang lalu terbakar. Gudang perusahaan kakakku pula. Apa kau berkunjung kesana? Berkunjunglah ke kantor saja. Untuk apa—"

"Young Hwi.." Joon memanggil. Young hwi menoleh.

"Katamu dia ada dirumah temannya? Tetapi nyatanya dia disekap di gudangku. Apa maksudnya ini?" Joon mulai bingung. Chanyeol menjentikkan jarinya.

"Nuna, siapa yang mengabarimu jika Baekhyun nuna ada di rumah temannya? Dan kapan itu?" Tanya Chanyeol seakan sudah mendapatkan sketsa jawaban.

"2 hari yang lalu. Saat itu aku sedang ada di rumah sakit. Tiba-tiba ada nomor tak dikenal menelponku. Katanya dari teman Baekhyun. Dia bilang baekhyun mabuk berat dan tak bisa pulang. Jadi Baekhyun menginap sampai 2 hari." Jelas Young Hwi. Chanyeol menggambarkan jawaban dalam kepalanya. Joon menjitak kepala adiknya.

"Yaa...Baekhyun tidak minum. Bagaimana kau bsia sobodoh itu?" Joon memeringatkan adiknya itu. Young Hwi memasang wajah bodohnya.

"Bisa kau beritahu aku nomor tak dikenal itu?" Pinta chanyeol. Young Hwi memberikan ponselnya. Chanyeol sekali lagi menjentikkan jarinya.

"Sudah kuduga"

"Kim Namjoo..." Chanyeol menggeram. Joon menoleh sewot. Chanyeol beralih pada Baekhyun.

"Nuna, siapa yang melakukan ini semua?" Tanya Chanyeol memastikan. Baekhyun diam. Baekhyun melihat kearah pintu. Terdapat Namjoo (of course) sedang bersandar di ambang pintu sambil memberikan tatapan mengerikannya pada Baekhyun. Baekhyun tidak berani menjawab.

"Siapa?" Tanya Chanyeol sekali lagi. Baekhyun menolehkan kepalanya ke arah pintu.

"Kukira kau sudah tahu jawabannya." Ucap Baekhyun sambil terus menatap ke arah pintu. Chanyeol berbalik. Jackpot! Namjoo ketahuan. Namjoo pergi dari sana. Chanyeol berlari menyusul Namjoo. Dan Namjoo berhasil ditangkap. Namjoo terpaksa berbalik. Ia menyilangkan tangannya didepan dada. Chanyeol menatap namjoo penuh kebencian.

"Ternyata benar, itu ulahmu." Ucap Chanyeol kesal. Namjoo memasang wajah tak berdosanya.

"Ah? Mworago? Bagaimana bisa ulahku?" Tanya Namjoo dengan rasa tak bersalah.

"dasar wanita iblis." Chanyeo memijit pelipisnya.

"Chanyeollie, bagaimana bisa kau tak mempercayaiku? Aku..aku tak tahu maksudmu? Aku saja baru tahu jika baekhyun ada di rumah sakit. A—aku tak melakukan hal yang membuang wktu seperti itu." Jelas Namjoo. Chanyeol menggelengkan wajahnya.

"Itu jelas kau...Kau...karena yang selama ini mengah curkan hidupku dan nuna hanya kau." Tegas Chanyeol. Namjoo memasang wajah terkejut.

"Cha—Chanyeolllie..tak kusangka kau jahat padaku seperti ini. Bagaimana bisa kau menuduh istrimu yang tak bersalah ini. Kau melemparkan semua masalah padaku. Aaawh..." Namjoo berlutut sambil menyeka air matanya. Chanyeol membuang muka.

"Oh..pasti kau sudah kena tipu nenek sihir itu ya? Astaga baekhyun mengelabuhimu menggunakan mantra apa sih? Bisa merubah jalur pikirmu. Menjadi menyalahkanku. Dasar nenek sihir.." sambung Namjoo sambil berdiri dan mengeleus dadanya. Berpura-pura sabar dan tersakiti. Chanyeol meraih lengan Namjoo dengan kasar.

"Kau lah yang nenek sihiri! Beraninya kau menuduh korban. Dasar ratu sandiwara. Hanya bisa sandiwara dan mencari tumbal korban sandiwaramu..." Teriak Chanyeol. Joon dan adiknya keluar dari kamar karena mendengar keributan.

Namjoo melepas paksa lengannya dari cengkraman Chanyeol.

"Okey..sepertinya aku sudah tak bisa bersandiwara. Baiklah, memang aku yang menyekapnya di gudang. Aku yang menjebaknya. Bertemu dengan seorang telepati handal bernama Luhan, dan dari sana lah aku mengetahui semua rahasia kalian. Dan juga kamera cctv yang senantiasa mengawasi kalian. Dan pada akhirnya Bakehyun di usir dari rumahmu. Betapa senangnya aku pada waktu itu. Oh ya, yang menelpon sepupu Baekhyun dan mengarang cerita jika Bakehyun mabuk. Tentu saja aku. So? What's wrong with that?" Jelas Namjoo tanpa rasa bersalah. Chanyeol mebelalakkan matanya.

"Bener-benar wanita tak punya hati kau ya!" Chanyeol hendak menampar Namjoo tetapi dicegah oleh seseorang yang meneriakkan namanya. Tentu saja ibunya.

"Cukup Park chanyeol. Apa yang kau lakukan dengan istrimu. Sungguh tidak sopan." Ucap Ibu Chanyeol sambil merangkul Namjoo. Namjoo tersenyum sinis.

"Chanyeolli hendak menamparku karena aku ingin mengunjungi Baekhyun. Bagaimana pun juga Baekhyun adalah temanku. Tetapi dilarang oleh Chanyeol, Omoni..."rengek Namjoo.

"Ckckckck sungguh picik sekali." Ucap Young Hwi sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.

Chanyeol akhirnya menjelaskan semuanya pada ibunya. Ibunya sanya terkejut. Namjoo terus mengelak tetapi apa daya,Chanyeol menang dalam hal ini. Apalagi mendapat dukungan dari joon.

"dan gudang itu milik perusahaanku. Namjoo Kim, Kau harus membayar semuanya." Ucap Joon sambil menyilangkan tangannya. Namjoo terbelalak.

"Bu-bukannya gudang itu sudah tak bertuan ya?" Namjoo panik. Joon menggelengkan kepalanya lalu menunjuk dirinya, seolah berkata 'tetap saja itu milikku'. Tak lama pegawai Joon datang dan menyeret Namjoo keluar dari rumah sakit. Joon melambaikan tangannya pada pegawai agar cepat membawa Namjoo pergi. Ibu Chanyeol menangis.

"Maafkan ibu, nak. Ternyata selama ini Ibu terjebak dalam tipuan Namjoo. Ibu sangat menyesal." Ibu Chanyeol menangis. Chanyeol memeluk ibunya erat.

"Tidak apa-apa, aku senang ibu sudah sadar." Ucap Chanyeol. Semua orang masuk ke kamar Baekhyun. Disana Bakehyun sudah berdiri di depan jendela sambil menatap pemandangan kota Seoul. Chanyeol melangkahkan kakinya.

"Nuna..." Panggil Chanyeol. Baekhyun menoleh. Ia menyelipkan beberapa rambutnya kebelakang telinga. Joon melirik sekitar. Lalu tersenyum memaksa.

"Ehmmm sebaiknya kita jangan ganggu Baekhyun, dia sedang sakit. Eeeghh.. istirahat yang cukup ya.." Ujar Joon sambil menarik adiknya dan merangkul ibu Chanyeol lalu keluar dari kamar. Sebelum menutu pintu, Joon mengacungkan jempol pada Chanyeol dan Baekhyun, lalu menutup pintu.

Chanyeol menghampiri Baekhyun.

"Nuna..aku minta maaf atas semuanya." Chanyeol membungkuk 90 derajat di depan Baekhyun. Baekhyun mengelus kepalany Chanyeol.

"kau tidak berubah ya." Baekhyun mengangkat bahu Chanyeol agar kembali berdiri tegak.

"Aku...sadar ini sudah terlalu jauh. Maksudku...yeah pada akhirnya kita tidak jadi bersama selamanya." Chanyeol gugup. Baekhyun hanya tersenyum.

"Aku..aku ingin kita memulai semuanya dari awal." Sambungnya lagi. Baekhyun mengerenyitkan dahinya.

"Maksudmu?" Tanya Baekhyun. Chanyeol mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya lalu berlutut dengan satu kaki depan Bakehyun.

"Ijinkan aku memilikimu seutuhnya. Will you marry me?"Chanyeol membuka kotak cincin. Baekhyun terkejut. Ia menitihkan air mata. Chanyeol terus tersenyum .

/sementara orang-orang yang mengintip dari luar (Joon, young hwi, ibu chanyeol)/

"Astaga kisah cinta yang mengharukan." Joon menyeka air matanya dengan lengan kemejanya. Sementara Young Hwi sudah menangis seperti anak kecil yang di ambil permennya.

"Ternyata cinta mereka memang tulus. Aku merasa bersalah tak bisa mengerti perasaan Chanyeol selama ini." Ibu Chanyeol menyeka air matanya dengan sapu tangan yang dibawanya.

/kembali ke Chanyeol dan Baekhyun/

Baekhyun memandangi sepasang cincin di depannya lalu menatap Chanyeol. Chanyeol memasang wajah penasaran. Baekhyun mengangguk dan tersenyum. Chanyeol bangkit dan memasangkan cincin di jari manis Baekhyun. Lalu mereka berciuman.

"Sudahlah, selamat untuk anakmu, bibi." Joon bangkit dari jongkoknya lalu pergi. Younghwi membungkuk 90 derajat lalu menyusul kakaknya. Sementara Ibu Chanyeol menatap kamar Baekhyun sebentar lalu pergi.

--3 days later—

Suasana gereja yang bernuansa putih. Gereja sudah dipenuhi oleh tamu undangan. Dan sekarang Baekhyun dan Chanyeol sedang mengucap janji suci didepan pendeta. Dan pada hari itu juga mereka sah menjadi suami istri. Dan Chanyeol tak lupa mengundang Namjoo dan Luhan. Mereka tampak lecek /? Kusut.

"Harusnya aku yang memakai cincin itu. Aku yang pertama kali memilih cincin itu tetapi Chanyeol tak mau." Rengek Namjoo. Luhan hanya memutar bola matanya.

"Harusnya aku yang memakai gaun itu. Itu juga gaun pilihanku, tetapi Chanyeol tidak mau."

"Semua itu milikku huwaaaaa.." Namjoo mulai menangis seperti bayi. Luhan sangat terganggu. Ia meminta maaf pada tamu undangan dan menyuruh Namjoo untuk diam.

"Shuh shuh Namjoo, jangan merengek seperti itu...". luhan tampak kesal. Namjoo menoleh sewot kearah Luhan. Luhan menundukkan kepalanya. Namjoo juga.

"Aku sudah menyiapkan rencana baru kita. Kali ini dijamin kau pasti akan mendapatka Chanyeol kembali" Ucap Luhan sambil membuka ponselnya. Namjoo senang sekali. Luhan menunjukkan semuanya.

"Lalu kapan kita akan melakukannya?" Tanya Namjoo. Luhan menunjukkan smirknya. Ia menoleh kearah Pasangan yang sedang bersuka cita.

"Hari ini. Tepat saat upacaranya selesai. Berarti sekitar setengah jam lagi." Jawab Luhan sambil melihat arlojinya. Namjoo mengeluarkan senyuman sinisnya.

"okey..laksanakan." Namjoo menjentikkan jarinya.

THE END

Parampaam! Selesailah ff ini astaga aku senang sekali.,. Terima kasih sudah mau membaca ff ga jelas ini. Kenapa kok nanggung sekali chapternya? Maaf itu disengaja. Pertama makasih kepada bandar publish. Tanpamu apa jadinya aku kekekeke...Sekarang aku lagi mengerjaakan ff baru dengan pariring yang sama. Kalo sequel, hemm..tidak sepertinya, sedang malas melanjutkan. Dan, karena saya suka otp ini, sepertinya beberapa ff kedepan aku akan menggunakan ChanBaek dan tentu saja GS. Maaf kalo ga nyaman. Yang mau usul tema, of course u can. Bilang aja lewat review (tapi takutnya ga aku baca) or langsung aja ke twitterku : keukimyongra

Tunggulah ffku yang selanjutnya. Mohon dukungannya okey ;)...sampai jumpa di ff ku yang lain.

XOXO,

-seishuuhara-