Chapter 3 : Roommate?
Summary : Kyuhyun dan Sungmin terpisah ketika mereka kecil. Berbekal kenangan pahit masa lalunya, Sungmin akan menemukan Kyuhyun yang dulu dikenalnya sebagai Kui Xian. Bisakah ia?
-KyuMin Fanfiction-
YAOI
Tittle : Memories
Pair : KyuMin /slight Super Junior couple
Other Cast :
(akan bertambah sewaktu-waktu)
Genre : Yaoi, Romance, Friendship, Hurt/Comfort
Warning : typo(s), bad language, don't like don't read
Disclaimer : Super Junior milik kita, KyuMin milik kita dan FF ini milik saya. Okeh?
DON'T JUDGE ANYTHING ABOUT ALL THE CHARACTERS IN THIS FICTION! IF YOU WANT, JUDGE ME! DEAL ..
Memories
'Tep'
Sungmin selesai dengan makan siangnya. Terimakasih kepada Kyuhyun yang telah membawakan makanan ini untuknya, karena kalau boleh jujur pun sebenarnya Sungmin lapar. Hanya saja dia tidak ingin mengatakannya. Ia meletakkan sendok dan garpu diatas piring dengan perasaan lega karena perutnya telah terisi.
Kening Sungmin berkerut tidak suka saat Kyuhyun mencoba meraih nampan berisi piring dan gelas yang telah kosong itu dari pahanya.
"Apa?" tanya Sungmin ketus yang membuat Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk mengambil nampan tersebut.
"Biar ku kembalikan ke dapur hyung," Kyuhyun berkata dengan halus dan dengan ekspresi tenang meskipun Sungmin menatapnya dingin. Ia kembali meraih nampan itu, tapi saat ia baru berhasil menyentuh ujungnya, Sungmin cepat-cepat menjauhkan nampan itu dari jangkauan tangan Kyuhyun.
"Tidak perlu! Kau ini.. jangan memperlakukanku seperti orang sakit!"
"Siapa yang memperlakukanmu seperti itu? Aku tidak begitu. Aku hanya ingin membantumu Sungmin hyung,"
"Aku bukan anak kecil." Sungmin beranjak dari kasurnya. Ia membalikkan badan sebelum keluar dari kamar itu, "Dan lagi, jangan memanggilku seperti itu."
"Kenapa?"
'Karena bicaramu mengingatkanku pada Kui Xian.' Jawab Sungmin dalam hatinya. Ia diam dan memilih keluar dari kamar itu. Membiarkan Kyuhyun yang masih duduk di tepi ranjang dengan berbagai pertanyaan mungkin dalam benaknya.
Namja manis itu menuju dapur dengan airmuka sedih. Urusannya akan semakin runyam jika ia terus-terusan berada didekat apalagi berdua saja dengan Kyuhyun. Bisa-bisa ia kehilangan kendali dan malah benar-benar menganggap Kyuhyun itu adalah Kui Xian-nya.
Oh ayolah, namja jangkung itu mempunyai aura natural yang menurut Sungmin begitu kental dengan aura Kui Xian. Mungkin lain kali ia harus memasang peringatan 'NO KYUHYUN' tepat di pintu kamarnya agar pemuda itu tidak bisa masuk sembarangan kedalam ruang privasinya.
Sungmin mencuci peralatan bekas makan siangnya sendiri. Ia bukan tipikal orang yang suka memanfaatkan keberadaan pembantu. Yah, walaupun tinggal di dorm ini memang ada petugas kebersihan, tapi ia lebih suka menyelesaikan urusannya sendiri tanpa merepotkan orang lain. Itulah Sungmin, dewasa namun sangat rapuh.
Tiba-tiba Ryeowook datang dan menepuk bahunya pelan. Sungmin menoleh mencari keberadaan sang pemilik tangan.
"Hyung, kalau sudah selesai kita berkumpul diruang tengah ya.."
Sungmin mengangguk pelan sebagai jawaban. Ryeowook tersenyum sekilas lalu beranjak pergi meninggalkan Sungmin yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Begitu semua bersih, Sungmin mengelap tangannya yang basah sejenak sebelum mengikuti langkah Ryeowook ke ruang tengah. Ia tiba paling akhir, terbukti semua member termasuk Kyuhyun dan minus dirinya sudah duduk manis di sofa. Sungmin duduk di paling pinggir di sebelah Siwon.
Dirasa telah lengkap berkumpul semua, Leeteuk pun membuka pembicaraan. Ia ingin sedikit berbasa-basi dengan adik-adiknya sebelum masuk ke inti. Dia tak ingin terlalu buru-buru.
"Kalian tidak lupa kan kalau besok adalah konferensi pers kedatangan Kyuhyun?" ujar Leeteuk. Semua member merespon dengan anggukan sembari menunggu sang leader meneruskan kalimatnya.
"Bukan apa-apa, tapi aku ingin apapun tanggapan dari semua orang nantinya kita tetap mendukung Kyuhyun. Bagaimanapun juga dia bagian dari kita mulai hari ini. Kalian mau 'kan?"
"Tentu saja hyung," jawab yang lain serempak. Leeteuk tersenyum bangga dibuatnya.
"Ngomong-ngomong kalau kau hanya ingin membahas hal ini, kurasa hanya membuang waktu kita Teuki. Tanpa kau beritahu pun kita semua pasti akan mendukung Kyuhyun kok." Sahut Heechul dan disetujui oleh beberapa member. Karena pada dasarnya, mereka sadar pasti mulai besok akan ada yang namanya pro dan kontra dari beberapa pihak. Masa iya mereka akan membiarkan Kyuhyun menghadapi semua itu sendirian? Tidak kan?
Leeteuk menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bukan ini yang ingin dia bahas, dia hanya sulit mengawali pembicaraan inti. Maka ia sedikit bertele-tele. Tapi toh akhirnya keadaan mendesaknya juga.
"Err—sebenarnya bukan hanya itu.. i-ini mengenai bagaimana kita menunggu hari besok dan seterusnya."
"Menunggu hari besok?" tanya KangIn dengan wajah bingung.
Leeteuk mengangguk enggan, "Kau tahu, kebutuhan manusia saat malam adalah tidur, dan kupikir—"
"Ah! Aku tahu! Kamar 'kan yang kau maksud?" potong Hangeng tiba-tiba yang membuat member lain mulai mengerti arah pembicaraan ini. Ya, mencarikan Kyuhyun roommate-nya..
Leeteuk menjentikkan jarinya dan seolah berkata 'tepat sekali'. Ia menatap Hangeng haru karena telah membantunya mencari kalimat yang tepat agar semua mengerti maksud pembicaraannya.
"Siapa yang akan kau jadikan roommate-nya? Apa kau akan mengatur ulang semuanya?" kali ini Siwon yang biasanya tak banyak bicara beralih bertanya.
"Bukan, bukan begitu.. Begini, selama ini aku tidur sendirian jadi kupikir aku akan mengajak Donghae bersamaku."
"Mwoya?" Sungmin angkat bicara, "Donghae bersamaku hyung-ah.."
Leeteuk mengusap wajahnya frustasi. Benar 'kan, ia tidak tahu bagaimana menjelaskannya pada Sungmin. "S-sungmin, bukan apa-apa, tapi.. sepertinya kau dan Kyuhyun mudah berinteraksi, tadi saja kalian terlihat sangat akrab didalam kamar, jadi—"
"Kenapa aku? Bukankah ada Wookie yang sangat menyukai Kyuhyun? Atau, kenapa bukan kau sendiri hyung? Kau 'kan tidur sendirian. Lagipula kenapa harus repot-repot menggantikan Donghae daripada membawa Kyuhyun bersamamu."
Semua member diam. Tidak ada yang memberikan jawaban untuk semua pertanyaan Sungmin. Tak terkecuali Leeteuk yang semakin bingung dengan situasi ini. Ia membenarkan semua perkataan Sungmin tadi. Seharusnya dia lah yang membawa Kyuhyun, bukan malah membawa Donghae dan mengorbankan Sungmin. Sebuah keputusan sepihak yang sangat merugikan bukan?
Apa boleh dikata.. Leeteuk mengambil keputusan ini juga dengan mempertimbangkan beberapa faktor yang medukung. Pertama, Donghae sejak awal memang membenci warna pink sedangkan Sungmin sendiri adalah sebaliknya. Ia pikir keduanya akan merasa tak nyaman satu sama lain dengan ketidak cocokan ini. Dan kedua yang paling utama adalah, Kyuhyun ternyata yang menginginkan dengan sendirinya agar disatukan kamar dengan Sungmin.
Semua berawal ketika Kyuhyun menghampirinya yang sedang duduk bersila didepan TV beberapa saat lalu. Awalnya Leeteuk kira Kyuhyun ingin bergabung menonton TV bersamanya disana. Tapi setelah member termuda itu menyapanya dengan formal Leeteuk mengambil kesimpulan bahwa Kyuhyun berniat mengajaknya berbicara. Mungkin membahas sesuatu.
"Hyung, bisakah aku meminta sesuatu?"
Begitu kata Kyuhyun. Dan tentu saja Leeteuk meng-iyakan, karena ia tak menemukan alasan untuk menolak. Dengan itu Kyuhyun mulai mengutarakan isi hatinya pada Leeteuk. Pemuda itu bilang ingin bersama Sungmin. Kamar maksudnya. Lalu dan tanpa berpikir dua kali Leeteuk langsung saja menyanggupi. Toh, rencana awalnya bersama Donghae adalah mengatur kamar Kyuhyun dengan Sungmin. Ini justru mempermudah jalan mereka jika Kyuhyun ternyata yang memintanya sendiri. Tapi ia dan Donghae melupakan satu hal..
Setujukah Sungmin dengan ini? Tentu saja jawabannya sudah diketahui baru saja. Ya, sebuah penolakan.
Suasana kini terasa canggung. Keheningan menyelimuti dan keresahan mendominasi. Terlarut dengan pikiran masing-masing maka semuanya diam begitu saja. Masing-masing tentu saja telah nyaman dengan roommatenya.
Heechul dengan Hangeng, KangIn dengan Shindong, Eunhyuk dengan Ryeowook, Yesung dengan Kibum, Sungmin dengan Donghae. Sedangkan Siwon tidak tinggal di dorm dan mengaharuskan Leeteuk tidur sendiri.
"Aku yang meminta Leeteuk hyung agar aku satu kamar dengan Sungmin hyung." ujar Kyuhyun.
Mendengar itu, sontak seluruh mata tertuju padanya. Berani sekali—pikir mereka. Apalagi Sungmin yang seakan ingin pingsan saja karena pengakuan Kyuhyun barusan.
"Begini saja.." sahut Heechul tiba-tiba. "Hyuk Jae, kau temani Sungmin. Dan kau Kyuhyun, bergabunglah dengan Wookie sampai Sungmin mau menerima-mu. Bagaimana?"
"Tidak bisa! Jangan sembarangan Chulie! Wookie itu—hmmph.."
KangIn segera membekap mulut besar Yesung sebelum namja itu berkata yang tidak-tidak. Ini sudah sering terjadi. Apapun yang berhubungan dengan Ryeowook, siapapun berani memastikan, Yesung pasti akan berulah. Entah dalam bentuk bagaimana.
Ada salah pengertian disini dan itu sedikit membuat Sungmin merasa sangat kejam dihadapan semua member. "Apa maksudnya sampai aku mau menerima Kyuhyun? Hei, aku tidak bilang kalau aku menolaknya 'kan?"
"Tapi, bukankah tadi kau.."
Sungmin memijat keningnya kuat-kuat. Ia merasa pusing. Bagaimana bisa semua beranggapan seperti itu terhadapnya? Seolah Sungmin adalah manusia terkejam yang menolak berbagi kamar dengan orang baru. Tidak! Ia tidak begitu. Tapi bagaimana menjelaskan kepada semuanya akan alasan sebenarnya?
Alasan yang jika dikatakan pasti hanya akan menyisakan kesan 'aneh' dan tidak masuk akal. Sungmin yakin itu. Karena memang selama ini tak ada seorangpun yang mengetahui tentangnya, masa lalunya, terlebih Kui Xian yang sekarang Sungmin semakin gila jika memikirkan kemungkinan Kyuhyun adalah jelmaannya.
"Terserah kalian saja. Yang jelas bukan itu yang kumaksudkan. Baiklah, Kyu? Kau ingin menjadi roommate-ku bukan? Kalau begitu ikut aku."
Bukan hal yang tidak wajar jika semua member kini terkejut. Itu wajar, sangat malah. Beberapa berpikiran bahwa Sungmin mulai melunak dan bisa menerima Kyuhyun, tapi hei! Bukankah terlalu cepat? Lalu apa yang membuat Sungmin menolak Kyuhyun tadi? Oke, mungkin itu privasi.
"Aku akan berubah pikiran jika kau tidak bangkit juga Cho!"
Dengan itu, Kyuhyun yang tadinya masih terpaku langsung bergegas bangkit tergesa-gesa sebelum Sungmin benar-benar melaksanakan ancamannya. Ia mengikut di belakang saat Sungmin dengan santainya berjalan entah kemana padahal forum(?) belum ditutup.
Begitu mereka tiba disuatu ruangan yang diyakini adalah kamar Hae-Min sebelumnya Sungmin segera menutup pintu itu lalu menguncinya. Dari dalam Sungmin bisa mendengar suara gemerisik yang bersumber dari luar kamarnya dan dia tahu itu.
"Jangan menguping!" ujarnya sarkastik. Seketika itu para manusia yang sudah siap memasang telinga tepat di depan pintu kamar yang sebentar lagi akan berubah menjadi milik KyuMin, mendadak gelagapan dan langsung menghambur menjauh dari sana.
"Haish—ketahuan.."
"Kira-kira apa yang akan Sungmin lakukan pada Kyuhyun ya?"
"Jangan-jangan Kyuhyun akan digantung terbalik olehnya?"
'PLETAK'
Satu jitakan halus mendarat di kepala Eunhyuk. "Sembarangan! Memangnya Sungmin sekejam itu, huh?"
.
.
.
Sungmin masih memastikan semuanya aman dan terkendali ketika ia berbicara dengan Kyuhyun nantinya. Dirasa tidak ada lagi yang ingin mencuri dengar dengan mengendap-endap di depan pintu kamarnya, ia membuka pembicaraan.
"Lalu? Sebenarnya apa maumu?"
"Apa mauku? Tentu saja menjadi roommate-mu."
Lelah berdiri, Sungmin beranjak mendekati ranjang lalu duduk ditepinya. Kyuhyun melakukan hal yang sama, bedanya Kyuhyun duduk di ranjang lain yaitu ranjang Donghae sebelumnya.
"Makanya, apa alasannya kamu sengaja memilihku, padahal masih ada yang lain. Aku tidak percaya jika kau mengatakan random sebagai alasannya."
Kyuhyun tersenyum. Sungmin memang pandai membaca situasi. "Kau yang membuatku memilihmu."
"Apa? Aku?" Sungmin berkata sambil menunjuk dirinya sendiri. Dan Kyuhyun mengangguk tanpa melepaskan tatapannya dari mata indah yang membuatnya terpikat hingga terpenjara didalam sana.
"Apakah aku ditolak?"
"Memang aku bicara begitu? Aku 'kan hanya menanyakan alasanmu Cho!" balas Sungmin kesal.
'Kenapa sih semua orang menganggapku begitu? Menyebalkan.'
Dalam keadaan bersungut-sungut, tanpa sadar Sungmin menghentak-hentakkan kakinya sembarangan. Bibir mungil yang mengerucut dengan pipinya yang sedikit menggembung itu tampak menggemaskan.
Sepertinya Sungmin tidak sadar sedang diperhatikan. Dia terus saja menggerutu tak jelas sementara Kyuhyun mati-matian menahan diri untuk tidak segera membawa kedua tangannya meraih dan menarik kekanan dan kekiri pipi bulat penuh yang sedang digembungkan secara tidak sadar oleh sang empunya.
Aiish—manis sekali…
"I..itu..itu karena," Mendadak salah tingkah, Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Apa Kyuuu~? Aish, lama-lama kau menyebalkan ya.. cepat katakan!"
"Seperti kataku tadi, kau yang membuatku memilihmu."
"Makanya, aku tanya apa maksudmu karena aku tidak mengerti! Yah! Jangan membuatku marah!"
Sungmin membentak dengan keras. Ia kelihatan kesal, betul-betul kesal. Semua ini gara-gara Kyuhyun! Pemuda itu seperti sedang menguji kesabarannya.
Kyuhyun masih diam. Dia sibuk memperhatikan wajah Sungmin yang terlihat semakin manis ketika marah, sampai-sampai dia lupa kalau Sungmin menunggu jawaban darinya. Ya Tuhan, makhluk di depannya ini benar-benar manis.
Perlahan Kyuhyun beralih mendekat. Berdiri didepan Sungmin lalu sedikit membungkuk untuk meraih wajahnya. Dia menangkup kedua pipi Sungmin. Diusapnya lembut pada bagian itu sambil berbisik halus.
"Karena.. aku menyukaimu." katanya tepat di wajah Sungmin. Membuat pemuda itu merinding saat nafas Kyuhyun menerpa kulit wajahnya. Kyuhyun tersenyum mendapati perubahan airmuka Sungmin. Cubitan ringan diberikannya sesaat sebelum melepas tangannya dari pipi Sungmin.
'Blush~'
Sungmin menyentuh pipinya yang tiba-tiba terasa panas dan dia yakin jika sekarang ini ada semburat merah yang sangat menggelikan di pipinya. Mendapat perlakuan tadi dari Kyuhyun sudah membuatnya berdebar seperti ini.
Sungmin masih bisa merasakan sedikit jejak tangan Kyuhyun di pipinya. Itu membuatnya jengkel. Aneh sekali rasanya. Harusnya dia tidak pasrah begitu saja saat Kyuhyun berani menyentuhnya. Lihat sekarang akibatnya.. jantungnya berdebar lagi.
"Menyukai apa? Dasar bodoh, aku tidak melakukan apapun padamu. Lagi pula kita baru bertemu." Sungmin berusaha menunjukkan ketidaksukaannya. Tapi wajahnya yang memerah justru memperlihatkan hal sebaliknya.
"Hyung yakin ingin aku mengatakan apa yang kusukai darimu?" Kyuhyun tersenyum geli ketika mencoba menggoda Sungmin.
"TIDAK!" tolak Sungmin dengan suara melengking. "Lebih baik aku keluar saja. Bisa gila aku jika berdebat denganmu."
Sungmin bangun dan hendak keluar dari kamar itu sebelum Kyuhyun menginterupsinya.
"Sungmin hyung, kau payah.."
"Yah! Sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu!"
"Lalu aku harus memanggilmu apa?"
"Kau pikirkan sediri," Dengan perasaan dongkol Sungmin membuka pintu lalu melenggang keluar meninggalkan ruangan terkutuk itu.
Tanpa dia tahu, perkataannya berdampak pada Kyuhyun. Pemuda itu masih berdiri disana ketika sosok Sungmin benar-benar menghilang. Dia tersenyum penuh arti lalu bergumam untuk dirinya sendiri.
"Hmm—ide bagus. Aku akan mencarikan namamu untuk kupanggil."
-TBC-
Reader : Golok, mana golok!
*lari kenceng, nabrak pohon TAT* maaaaapp~ jangan bunuh saya gara-gara apdet lama T_T
Jujur ini murni bukan karena authornya sibuk atau apa, tapi ini karena saya harus nungguin lappy selesai diservis, sementara mau ke warnet jauuuh .. apdet via hape juga ngga bisa 3
Chapter ini pasti garing ya, udah pendek pula..
Jadi mari-mari, saya ngga ngelarang adanya kritik, pedes juga boleh ^^. Mau bash? Boleh, asal saya ya yang di bashing bukan cast. Inget, BUKAN CAST! Karena disini saya Cuma minjem nama mereka.
Special Thanks to :
Kim Soo Hyun, Choi Sila, Izanami kayo, LyaELF'snower, winecoup94, Syubidubidu, dengel okie, MsJongjin, joyer, Sarang KyuMin, meytha, Kyuminjoong, KyuLoveMin, Lyta andrea, Kyuminimin, Guest, heeyeon, reaRelf, Riyu, black devil
Last, review?
