First, mau ngucapin makasih yang udah review ya meskipun aku berharapnya ada 20review tapi ternyata cuman ada 15 yasudahlah udah Alhamdulillah segt juga hahaha. Ini chap2-nyaaaaaa! Sumpah jangan protes karena e karena makin sini makin gejos ffnya.

.

.

Ini fanfic punya aing ya punya aing pokoknya. Kalo castnya bukan punya aing, punya aing sih cuman Taehyung doang /g/ itu punya Allah SWT-Tuhan YME :))) BACOT YAAA HAHAHA ENJOY ENJOOOOY! Jangan lupa review ya kalo engga nanti bisulan :))) g.

.

.

Misunderstanding ch. 2 / 3

Kim Seokjin x Kim Taehyung ; TAEJIN

.

by TAEVJIN


Jin masih diam, alisnya bertaut pertanda ia sedang bingung. Ya, bingung akan kekasihnya yang tiba – tiba saja berubah menjadi seperti singa sedang merajuk—singa betina lebih tepatnya. Seingatnya, ia tidak melakukan apa – apa sebelum ia masuk ke kamar mandi. V sendiri yang bilang ia ingin menunggunya keluar kamar mandi.

"Apa aku mandi terlalu lama?"

"Tidak mungkin Seokjin bodoh! Kau bukan Suga yang mandi berjam – jam karena ketiduran di kamar mandi!"

"Apa ia kesal karena aku terlalu seksi?"

"…"

"…kau semakin bodoh Seokjin"

Jin berceloteh sendiri. Masih berkutat dengan pikirannya akan kenapa-Taehyung-tiba-tiba-meninju-perut-indahnya. Abaikan pikirannya yang terlalu percaya diri. Kemudian Jin memakai bajunya, masih ingat kalau ia baru saja selesai mandi dan belum berbalut apapun selain handuknya.

"Ah… Kau kenapa sih TaeTae? Ini sakit, uh!" Jin meringis sembari memakai bajunya dan mengelus perutnya yang pasti memerah.

"Aku harus—" DRRTT… DRRTT…

Jin mengedarkan pandangannya ke nakas, mencari iPhone-nya yang tergeletak disana. Namun smartphone-nya itu tidak berbunyi, malah tidak ada notification yang masuk. Ia mengedarkan matanya kembali dan menemukan iPhone milik kekasihnya di kasur. Jin mengambilnya dan menemukan 1 panggilan tak terjawab bertuliskan 'Eomma'. Hendak menelefon ibu dari kekasihnya kembali, Jin membuka lock screen milik kekasihnya tersebut namun tiba – tiba smartphone itu menampilkan sebuah artikel berjudul—

'Lee Guk Joo Berkencan dengan BTS Jin'

Jin membulatkan matanya. Seingatnya ia tak pernah berpacaran, V adalah cinta pertamanya dan cinta terakhirnya, tentu. Ia bahkan hanya berteman dengan Noona-nya itu, wajarkan? Tapi mengapa mereka malah dirumorkan berpacaran begini?

Jin masih membaca artikel tersebut dengan alis bertaut. Saat ia melihat komentar artikel tersebut, ia terkekeh sendiri.

'Wow, Lee Guk Joo pasti mempunyai aura yang hebat'

'Benarkah? Kkk~ mereka cocok'

'Wah! Beruntung sekali Lee Guk Joo mendapatkan kekasih seperti BTS Jin, dia sangat tampan!'

'Yah sayang sekali, padahal aku suka dengan BTS Jin kk~' dan sebagainya.

Jin tersenyum. Ia tersadar bahwa kekasihnya baru saja membaca artikel itu dan cemburu. Ia pasti sangat kesal sampai – sampai meninju perutnya.

"Aku suka caramu cemburu padaku, TaeTae" Jin menggumam sembari keluar kamarnya dan membawa iPhone milik V dan miliknya. Berencana meluruskan kesalah pahaman yang terjadi antara ia dan kekasihnya—yang cemburu—itu.

.

xxx

xxx

.

"Ah! Kenapa aku kalah terus sih?!"

Itu keluhnya Jungkook, si magnae yang sedang bertanding game dengan hyung – hyungnya, dan ia selalu kalah. Ini bahkan sudah ketiga kalinya. Kali pertama ia merengek meminta kesempatan dengan embel – embel 'aku magnae, kenapa kalian tega berbuat seperti ini padaku?' Lalu mereka mengalah dengan Jimin yang membela Jungkook. Itu pasti. Kemudian kali kedua, dengan embel – embel dia tidak fokus. Namun kali ketiga, hyungnya menolak bahkan Jimin sekalipun.

"Sekali kali kalau kita berkencan kau yang bayar, Kook-ie sayang" ujar Jimin dan dihadiahi Jungkook memukul lengannya keras.

"Dasar pelit! Sekalian saja tidak usah kencan lagi denganku!" Jungkook melompat ke sofa, menjauhi Jimin yang membuatnya kesal.

"Eh?! bukan begitu Kook-ie, ah…" Jimin panik. Iya, siapa yang tidak panik saat kekasihnya merajuk.

"Hey, hey… Aku minta maaf ya?" bujuk Jimin. Namun nihil, Jungkook langsung memalingkan wajahnya.

"Yah berantem deh" J-Hope terkekeh sembari masih memainkan game.

"Hoseok, kau punya popcorn? Sepertinya akan ada drama disini, hahaha" ejek RapMon santai.

Jimin men-death glare-mereka, tapi mereka sama sekali tidak peduli dan masih fokus pada game. Awas kalian, hati Jimin menyumpah serapahi kedua hyung-nya.

BLAM!

V tiba – tiba datang dengan menghentakkan kakinya, ia langsung duduk disebelah Jungkook. Raut kesal bercampur dengan sedih menimbulkan kemerahan pada wajahnya. Sebenarnya ia tidak sedih, namun ada rasa sakit hati saat ia membaca artikel itu dengan bukti bahwa Jin menaruh nama Lee Guk Joo di Thanks to-nya. Entahlah, intinya ia kesal dan seketika ia ingin menangis namun tentu ia tahan. Untuk apa menangis, aku sudah memberinya tinjuan bukan? Rasakan kau Kim Seokjin! –hati V berteriak.

"Oy, Taehyung jangan membanting pintu, Suga sedang tidur" ujar sang leader.

V tidak menghiraukan perkataan hyung-nya. Iyalah, sedang kesal kan.

"eh, Taehyung hyung? Kenapa?" Jungkook berubah drastis menjadi lembut lagi, namun ini tidak berlaku untuk Jimin.

"Jungkook, kau tidak menghiraukan aku?" ini Jimin, siapa lagi yang bertanya kalau bukan dia.

Jungkook memelet kan lidahnya pada Jimin, membuat Jimin memicingkan matanya. Ia punya rencana untuk menaklukkan Jungkook. Tapi tidak sekarang. Jimin menjauh dari Jungkook, alhasil bergabung lagi bertanding game dengan J-Hope dan RapMon.

"Jungkook, aku—"

CKLEK.

"Hoamh…"

V memutar kepalanya memastikan siapa yang keluar. Ekspetasinya Jin akan keluar dan bertanya padanya tentang; apa yang terjadi, kenapa ia meninjunya, kenapa ia berkata 'jangan sentuh aku' dan lainnya. Namun itu bukan Kim Seokjin—hyung sekaligus kekasihnya—melainkan Min Yoongi yang baru saja bangun tidur.

"Oh, hai Yoongi hyung! Selamat Sore!" sapa Jungkook. Dibalas Suga dengan lambai tangan. Nyawanya belum terkumpul penuh.

"ah, Yoongi hyung, sudah bangun? Bagaimana tidurmu, hm?" RapMon tiba – tiba saja mempause game yang sedang ia mainkan bersama Jimin yang lalu digantikan oleh J-Hope. Menghampiri kekasihnya yang beranjak ke dapur.

"hm…" Suga hanya menggumam.

Kembali pada V yang menghembuskan nafasnya kasar, sekarang. Tersirat rasa kecewa akan kenapa Jin hyung tidak keluar dan mencoba bertanya akan apa yang baru saja terjadi? Apa mungkin…

"Taehyung hyung? Kau belum menjawab pertanyaanku, ada apa denganmu?"

V menghirup udara sebanyak – banyaknya, kemudian menghembuskannya perlahan.

"Jungkook, aku—"

CKLEK.

Oh, perfect timing, lagi. Kedua kalinya. Kali ini benar Jin. Siapa lagi kalau bukan dia? Jin muncul dari kamarnya dan menatap langsung ke arah kekasihnya yang sedang bicara dengan Jungkook. Ia segera melangkahkan kakinya mendekati V, namun V menyadari itu. Jadilah…

"Taehyung" Jin.

"Jungkook" V.

V yang baru saja berdiri dan hendak menarik Jungkook, tertahan oleh Jin yang menarik tangannya. Jadi posisi mereka adalah saling tarik – menarik.

"Sudah kubilang jangan sentuh aku!" teriak V sembari menghempaskan tangannya kasar—menarik perhatian semua yang ada disana; Jungkook dengan tangannya yang masih digenggam V, RapMon yang sedang berbicara dengan Suga, termasuk J-Hope dan Jimin yang sedang bertanding game—namun sayang usaha V gagal, Jin mengcengkram tangannya kuat.

Hening. Untuk beberapa saat.

"Lepaskan aku hyung!"

"…"

"Jin hyung!"

"…"

"Akh… J—jin hyung, s—sakit…" V meringis, entah sadar atau tidak, Jin baru saja mempererat genggamannya. Menimbulkan kemerahan pada pergelangan tangan V.

Jin melepasnya, tentu saja. Dilihatnya sekarang kekasihnya sedang berusaha kuat menahan air matanya, geram. V berjalan menuju pintu dorm. Menyiapkan sepatunya dan hendak pergi keluar.

"Hey! Kim Taehyung! Mau kemana kau?!" sahut RapMon—namun, BLAM.—ia dibalas dengan bantingan pintu. Sang leader menghembuskan nafasnya berat.

Jin masih disana, diam sembari memperhatikan pintu dorm yang sekarang sudah tertutup rapat. Tak menyangka bahwa ia akan melukai kekasihnya dan membuatnya seperti itu.

"Sebenarnya ada apa dengan kalian?" Suga angkat bicara.

Jin masih diam.

"Hyung, kau dan Taehyung berkelahi?" Jimin memandang Jin.

"Hyung—" baru saja Jungkook hendak bertanya, Jin sudah menyelanya.

"Tidak, aku dan Taehyung baik – baik saja" Jin duduk di sofa dengan santai. Sebenarnya hatinya tidak. Ia merasa bersalah karena sudah melukai kekasihnya.

"Yak, hyung. Mana ada baik – baik saja tapi Taehyung bersikap seperti itu padamu?" protes J-Hope.

"Hanya masalah kecil Hoseok, tenang saja"

"tapi hyung, Taehyung hyung—" Jungkook lagi lagi disela oleh Jin.

"ia takkan kemana mana, percayalah padaku"

Semuanya mengangguk. Ya, itu masalah Jin dan V. Tapi tetap saja mereka harus tau kan? Tapi sang hyung tertua sudah berkata seperti itu mau bagaimana lagi. V memang hanya takluk dengan Jin kan.

.

xxx

xxx

.

Beberapa menit kemudian semuanya berubah seperti semula. RapMon dengan Suga masih berbincang didapur. Jimin dan J-Hope masih bertanding game. Tinggalah Jin dan Jungkook yang duduk di sofa.

"Hyung, Taehyung hyung tidak dikejar?" Jungkook akhirnya bertanya.

"Tidak, sudah kubilang dia tidak akan kemana mana kan"

"Bukan itu hyung, maksudku kalau hyung tidak mengejarnya bukankah Taehyung hyung akan tambah kesal?"

"Iya, aku tau"

"lalu?"

"Taehyung butuh waktu sendiri dulu, Jungkook. Lagi pula dia tidak akan pergi jauh – jauh, kau tau bukan dia mudah tersesat"

Jungkook membuat huruf 'O' dengan mulutnya, tanda ia mengerti. Memang benar, yang mengerti seorang V hanya Jin.

.

xxx

xxx

.

"apa? Dia benar tidak mengejarku?"

"Kau jahat sekali Jin hyung, ini sakit tau!"

"Bodoh untung kau tidak menangis Taehyung!"

"Ini menjijikkan! Semuanya karena artikel bodoh itu!"

"Tapi…"

"Apa jangan – jangan…"

"Oh, tidak…"

Itu V. Pasti. Sudah 1 jam berlalu, Ia sekarang berada di taman dekat dormnya. Taman ini sekarang sudah sepi, jelas saja. Ini sudah pukul 5 sore dan anak kecil sudah diharuskan pulang oleh orangtuanya bukan? Sedangkan V, datang kemari karena hatinya yang sedang kesal bercampur sedih. Belum lagi pikirannya yang berkutat dengan pertanyaan masihkah Jin hyung mencintainya atau tidak. Ini memusingkan, batin V.

V diam lagi. Masih dengan pandangan yang sama, tertuju pada sebuah lorong jalan yang sepi. Hari makin larut, ia takut sebenarnya, tapi ia malas pulang ke dorm. Lagi pula tidak akan ada fans atau sasaeng kan? Pikirnya.

Sebuah tangan tiba – tiba hinggap di pundak V. Sebelum berbalik ia bereskpektasi Jin lah yang mendatanginya, namun yang ia temukan adalah…

"Taehyung hyung, ini sudah sore, hyung harus pulang" itu Jungkook. Siapa lagi yang memanggilnya hyung selain Jungkook?

V menghembuskan nafasnya kasar. 'Apa sih yang aku harapkan? Jangan – jangan apa yang aku pikirkan benar…'

V memandang Jungkook, "aku tidak akan pulang kalau Jin hyung ada di dorm"

Jungkook tersenyum, "Jin hyung sedang keluar, hyung. Bersama dengan yang lainnya, jadi di dorm hanya ada Taehyung hyung dan aku saja"

V menautkan alisnya, "dia pergi?" dan dibalas anggukan oleh Jungkook.

"Ayo hyung kita pulang, aku tidak mau ada orang jahat apalagi hantu yang mendatangi kita, hiii" Jungkook bergidik ngeri. Pasalnya daerah ini memang benar – benar sepi, ditambah hari semakin gelap. Kejahatan mungkin saja terjadi kan?

"Masa bodoh, lagi pula jika sesuatu terjadi padaku dia tidak akan peduli, kan?" V, dengan menyamarkan nama seseorang dengan kata dia. Siapa lagi seseorang yang dia maksud kalau bukan kekasihnya.

"Dia pasti peduli, Hyung…"Jungkook menggelengkan kepalanya, "ayo cepat pulang hyung! Kau bisa merajuk dengan Jin-hyung tapi tidak disini, tempat ini menakutkan… lebih baik di dorm seperti kau menguncinya agar tidak masuk ke dorm?"

Entah apa yang Jungkook pikirkan, namun perkataannya membuat V berpikir sejenak.

Akhirnya V mengangguk dan berjalan bersama Jungkook. Sebenarnya dia bertambah kesal mendengar Jin pergi dengan yang lain. Pemikirannya semakin kuat, bahwa Kim Seokjin itu sudah tidak menyukainya.

.

xxx

xxx

.

Benar saja, V tidak menemukan sepatu yang lainnya. Hanya ada sepatunya dan Jungkook sekarang. Suasana sepi, semuanya benar – benar sedang pergi. V mendudukan dirinya di sofa, ia butuh sesuatu yang segar namun ia malas bergerak.

"Jungkook? Bisa tolong aku bawakan orange juice di kulkas?"

"…"

"Jungkook?"

"…"

V mengedarkan kepalanya, ia tidak menemukan sosok Jungkook yang tadi ada dibelakangnya.

"Shit. Yang benar saja…"

V bangkit, berjalan menuju dapur dan membuka kulkas mengambil orange juice yang ada. Saat ia akan berbalik—

"Sudah merasa baikan?" Tanya sosok lelaki tinggi yang berdiri tepat dibelakangnya. V tau jelas suara siapa itu—suara yang selalu memanjakannya setiap waktu.

Bukankah Jungkook bilang hanya ada dia dan aku saja? Jadi dia…

'Oh hell, awas kau Jeon Jungkook!' V mengumpat dalam hatinya.


DORRRR! NGAHAHAHA FF APA INI ANJIRRRR?! gabanget ya najis maafin ini ff emg gaasik banget apa sih? apa?! gatau ah pusing hahaha. yang minta lanjut ini udah yaa, yang minta panjang...maaf aku gapunya yang panjang2, aku bukan bangtan ;( HAHAHAHA (g. segini udah panjang belum?kalo belum ya maaf;(

yang review sumpah makasih banget, kalo ada kata kata lanjut sama penasaran tuh bikin happy anjir makasih bgt terharu sini peluk!:") kalo bisa nanti reviewnya agak panjang ya biar nambah semangat akunya /ea ea/ ahaha, tapi gpp ko pendek juga at least kalian udah ninggalin jejak gakaya sider :) /eh emg ff aku ada sidernya gt.../ hahahaha

review yg login aku bales via pm yaaa hehehe, tq tq kalian semua mwa mwa sekaliiii!

Ini FF udah fix chapternya cuman 3, jadi tar update yg last. Terus bocoran nih, konfliknya diomongn trs TaeJin marah - marah anjir sedih ;((( pokoknya drama abis tapi gaasik sih HAHAHAHAHA

YAUDAH BYEEEEEEE ILY KALIAN SEMUA NOMU SARANGHAEK! :-3