HAAAAAAAAAIIIII! ((anjir ya knp aing selalu rusuh maafkeun)) ada yang kangen sama ff ini? kayanya sih engga ya...ha sedih bgt anjir :( btw makasih buat kalian yang review ilysm pokoknya aing tau ko siapa aja yang review pokonya makasi bgt. ini last chap ya, semoga memuaskan/? soalnya ini drama abis parah gaasik bhay. sekali lagi makasi buat kaliaaan! dan maaf kalo banyak salah di ff ini MWAH *kecup manja*

.

.

Ini fanfic punya aing ya punya aing pokoknya. Kalo castnya bukan punya aing, punya aing sih cuman Taehyung doang /g/ itu punya Allah SWT-Tuhan YME :))) BACOT YAAA HAHAHA ENJOY ENJOOOOY! Jangan lupa review ya kalo engga nanti bisulan :))) g.

.

.

Misunderstanding ch. 3 / 3

Kim Seokjin x Kim Taehyung ; TAEJIN

.

by TAEVJIN


Itu Jin. Ia berdiri tepat dibelakang V dan menghimpit jarak antara mereka berdua. V ingin berlari namun entah mengapa kakinya sulit digerakkan. Hatinya terus mengumpat dan menyumpah serapahi Jungkook yang telah membohonginya. Ia yakin pasti Jin yang menyuruhnya.

"Kim Taehyung…"

Jin memutar badan V agar berhadapan dengannya. Menempatkan lengan kanannya tepat di sebelah kepala V, sedang tangan kirinya mengambil gelas berisi orange juice yang baru saja V bawa.

"Kenapa tidak pergi dengan yang lain?" pertanyaan pertama yang keluar dari mulut V.

'Bodoh! Apa – apaan kau Kim Taehyung'

"Huh? Kau masih bertanya?" Jin menautkan alisnya. "Kita masih mempunyai sesuatu yang harus diselesaikan" kerutan pada kening Jin makin jelas.

"Apanya?"

'Bodoh kau Kim Taehyung bodoh bodoh!'

Jin menarik paksa tangan V, tidak peduli tangan kekasihnya akan memerah pun. Ia harus menyelesaikan semua ini, kan?

"Lepas! Sudah kubilang jangan menyentuhku kan?!"

"Jin hyung!"

"Hyung!"

"Lepaskan aku!"

Jin menulikan telinganya. Masa bodoh dengan teriakan V yang sekarang sudah seperti gadis akan diperkosa pun. Kemudian ia membuka pintu kamar miliknya dan Suga. Menguncinya sembari masih mengenggam pergelangan tangan V erat.

"Kim Seokjin!" V berteriak tepat dimana Jin menghempaskan tubuhnya ke pintu kamar. Yang lebih tua menempatkan salah satu lengannya tepat disebelah kepala yang lebih muda, bermaksud mengunci pergerakannya agar tidak memberontak lagi.

V mencoba mengatur nafasnya. Ia lelah berteriak. Tidak, sebenarnya ia lelah dengan kekasihnya.

"Jangan mencoba kabur lagi." suara Jin berubah drastis. 'Dia marah' batin V sadar akan perubahan kekasihnya. 'Kenapa dia yang marah? Bukankah seharusnya aku yang marah?' batin V.

"Katakan apa alasanmu meninju kekasihmu ini tadi pagi" Jin bertanya, menunggu kekasihnya menjawab. Meskipun ia sudah tau apa jawabannya.

"…"

"TaeTae"

"…"

"Kau tidak mau menjawab?"

"…"

"Kim—"

"Apa aku harus mengatakannya sendiri? Tidak bisakah kau mencari tau? Kenapa? Kau sudah tidak peduli padaku, hyung? Baik, aku tidak apa – apa. Dari dulu memang aku yang mengejarmu kan? Oh, aku lelah dengan semua ini. Jika kau ingin bersama wanita itu, pergi saja hyung…"

"Apa – apaan kau ini?"

"Tidakkah kau tau bahwa aku kesal membaca artikel itu? Kenapa aku tidak tau tentang kau yang membawa namanya sebagai ucapan terimakasih? Sejak kapan kau berkencan dengannya? Kau bermain dibelakangku, hyung? Kau benar – benar tidak menyukaiku?"

"…"

"Kenapa diam? Benar? Oh, baiklah. Aku lelah. Taukah kau bahwa tadi sore aku berharap kau akan langsung bertanya ada apa denganku, meskipun kau baru saja mandi, masa bodoh. Namun ternyata kau diam di kamar dan membiarkan aku pergi. Lalu kau keluar kamar, dan aku berharap kau mencegahku pergi, namun apa? Kau biarkan aku pergi…"

Jin masih diam. Membiarkan kekasihnya meluapkan keluh kesahnya.

"Dan kau menyuruh Jungkook untuk datang ke taman menghampiriku kan? Kau pasti tau aku berharap itu kau, Hyung. Tapi kenapa kau… Ah bukan, aku lupa. Apa yang aku pikirkan selama ini benar ya? Kau memang tidak menyukaiku kan. Kau hanya sebatas kasihan denganku yang mencintaimu dari awal kita bertemu…"

"…"

"A-aku tidak mau kehilanganmu… Namun jika kau ingin pergi, pergi saja dengan Lee Guk Joo, hyung. Aku tau kau pasti risih mempunyai kekasih seorang lelaki. Kau pantas mendapatkan seorang wanita… Semua orang bahkan bilang kalian cocok, menurutku juga begitu…"

Jin masih diam. Menunggu V melanjutkan kalimatnya, namun ternyata ia tertunduk dengan pundaknya yang mulai bergetar. Kekasihnya menangis. Dan itu adalah hal yang jarang. Jin merasa bersalah. Pasalnya sosok—namdongsaeng sekaligus kekasih—dihadapannya ini menangis karenanya. Namun tersirat rasa bahagia karena perkataan V tentang tak ingin kehilangan dirinya.

Hening.

V masih tertunduk, enggan melihat lelaki yang berdiri didepannya saat ini. Tadi ia kesal, namun sekarang hatinya lebih merasa sakit. Semua yang ia ucapkan benar – benar apa yang ada pikirkannya, yang selalu menganggunya. Hatinya merutuki dirinya yang bodoh karena tidak bisa menahan air matanya, tapi apa boleh buat?

"Taehyung…"

"…"

"Angkat kepalamu, TaeTae"

"…"

Jin menghela nafas. Kemudian kedua tangannya menangkup wajah V agar ia menatap matanya.

"Tatap mataku, Taehyung"

V mengerjabkan matanya dan mengeluarkan air mata baru. Kedua ibu jari Jin ia gunakan untuk menghapus air mata kekasihnya, kemudian tersenyum dan menatap lekat Kim Taehyung-nya.

"Apa kau bodoh?" pertanyaan Jin membuat V membelalakan matanya. "Kau pikir aku tidak mencari tahu? Bagaimana bisa aku diam saja saat kekasihku meninjuku tanpa sebab, hm? Aku tau kau kesal karena artikel itu, aku juga membacanya, dan tidak kah kau membaca artikel itu sampai akhir? Noona bilang aku bukanlah kekasihnya, dan itu benar. Mana mungkin aku bermain dibelakangmu? Maka aku akan jadi orang terbodoh sedunia jika melakukannya…"

"Jadi—" V baru saja akan menyela perkataan Jin, namun jari telunjuk Jin berhenti tepat di bibirnya.

"Jangan menyela, dengarkan aku dulu,"

V mengedarkan matanya agar tidak menatap kekasihnya. "Sudah kubilang tatap mataku, dan jangan mengalihkan pandanganmu ataupun menyela perkataanku sebelum aku selesai bicara,"

"…terimakasih untuk selalu mengharapkan aku mengejarmu, juga maaf karena aku lalai dalam hal kejar – mengejar. Tinjuanmu itu sangat sakit kau tau? Dan lagi aku tau kau akan marah, maka aku berencana memakai baju dulu baru menyelesaikan masalah kita, namun kau tiba – tiba pergi…"

"Kenapa—"

"Taehyung." Jin menegur, kekasihnya memang tidak mengenal aturan. Kapanpun, dimanapun.

"Kenapa tidak mengejarmu? Itu akan percuma, kau akan terus kabur dan tidak membiarkan aku menangkapmu kan? Aku juga tau kau butuh waktu sendiri dulu. Aku mengenalmu Taehyung, kita bukan baru berkenalan hari kemarin. Dan soal ucapan terimakasih kepada Noona, itu karena ia yang selalu jadi tempat curhatku sebelum kita pacaran seperti ini, apa salah?—

—Percaya padaku, kau hanya cemburu, maka dari itu kau jadi seperti ini. Aku mencintaimu Taehyung, sangat. Untuk apa aku menjalin hubungan hanya sebatas rasa kasihan? …Dan apakah kau lupa? Lee Guk Joo-noona adalah saudara jauhku, mana mungkin aku berpacaran dengannya?"

Jin panjang lebar mengatakan itu semua sembari masih menatap lekat kekasihnya—V, yang sekarang mengerjabkan matanya seperti orang bodoh. Dengan pipi merona, belum lagi hidung memerah akibat menangis.

"A-apa?" V gelagapan. "Jadi… kau dan Lee Guk Joo… adalah saudara jauh?" Tanya V dengan dibalas anggukan dari Jin.

Hening. Untuk beberapa saat. Namun tiba – tiba…

BUGH!

V meninju perut Jin untuk kedua kalinya, namun tidak sekeras yang pertama. Jin baru saja akan mengucapkan sepatah kata namun V menyelanya dengan sahutan.

"Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal?! Ah, hyung! Aku benci padamu! Aku terlihat seperti orang bodoh sekarang!"

V merengek sembari menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

'Bodoh! Kau menjijikan Taehyung!' teruslah mengumpat, Kim Taehyung.

"Aku sudah mengatakannya saat awal kita berpacaran, benar saja kau lupa…" Jin masih dengan tangannya yang mengelus perutnya.

"Jin hyung! Aku memalukan, uh!" V menggeleng – gelengkan wajahnya. Benar, ini amat sangat memalukan. Semua yang terjadi hari ini hanya kesalah pahaman, bahkan ia sampai menangis.

"Taehyung, jangan tutupi wajahmu"

Jin berinisiatif untuk menarik tangan kekasihnya, namun V enggan menyingkirkan tangannya dan tetap menutupi wajahnya.

"Buka tanganmu, TaeTae sayang…"

V perlahan membuka wajahnya dan pipinya merona hebat. Bagaimana tidak? Ia malu pada dirinya sendiri.

Yang lebih tua mendekatkan wajahnya dengan maksud mencium kekasihnya, sesekali melumat bibir tipis tersebut kemudian tak lebih dari semenit, iya melepaskan tautannya.

"Aku suka caramu cemburu. Kau terlihat bodoh, namun itu karena kau tidak ingin kehilanganku, terimakasih," Jin merengkuh V kedalam pelukannya. Mencium pucuk kepala sang kekasih dengan penuh kasih sayang.

"Jangan pergi, hyung… Meskipun tadi aku menyuruhmu pergi, aku tak akan mungkin bisa melepasmu dengan wanita…" V menelusupkan wajahnya kedalam dada bidang milik Jin, lalu menggesek – gesekan kepalanya pelan.

"Tidak akan, TaeTae. Mana bisa aku mecintai orang lain sedangkan kau adalah cinta pertama dan terkahirku, hm?"

"Aku tau itu, hyung…"

"Aku mencintamu, Taehyung…"

"Akupun, Jin hyung…"

Hening sejenak. Dengan posisi mereka masih berpelukan. Erat.

"Jangan ada hal semacam ini lagi, oke?" Jin melepas pelukannya dan mengecup bibir Taehyung lagi. Dan V mengangguk pelan dalam ciuman mereka.

Pada akhirnya itu semua hanya sebatas kesalah pahaman dan V yang terbakar cemburu. Padahal, dalam artikelnya Lee Guk Joo mengatakan bahwa kekasihnya bukan Jin. Namun V hanya membacanya sampai komentar netizen. Lol. Taehyung bodoh—masih umpatan yang sama dari seorang Kim Taehyung.

.

xxx

xxx

.

Jin dan V. Mereka sedang bersantai berdua dibalkon, jika kalian ingin tau. Dengan posisi Jin yang kakinya selonjoran dan V yang berada di hadapan yang lebih tua, dengan memeluknya.

"TaeTae, kau harus membalas semua ini," Jin mengarahkan telunjuknya pada perutnya yang memerah.

"A-ah… maafkan aku hyung! Sakit ya? Uh… aku akan melakukan apapun untuk membalasnya…" V mengelus daerah perut Jin yang benar saja terlihat memerah akibat tinjuannya.

"Melakukan apapun untuk mebalasnya, hm?" Jin mengelus pipi kekasihnya. V menautkan alisnya karena bingung. Namun selang beberapa detik kemudian ia baru saja ingat bahwa kekasihnya itu terkadang berubah menjadi seorang yang…mesum.

'Eh?! Apa yang baru saja kau katakan, Kim Taehyung?!'

"Kalau begitu, ayo kita ke kamar dan menghabiskan malam bersama… Aku dan adik-kecil-ku merindukanmu," Itu Jin. Dengan smirk andalannya, yang selalu V takuti.

'Aku yakin besok aku tidak akan bisa berjalan… Oh, Taehyung malang sekali nasibmu…'

Dan benar saja, Jin langsung menangkat tubuh yang lebih mungil darinya dan membawanya ke kamar milik ia dan Suga. Lalu menguncinya.

"Ah! Jin hyungggg!"

.

xxx

xxx

.

"Hyung, bagaimana kalau Jin hyung dan Taehyung hyung belum berbaikan?" si magnae bertanya kepada Jimin yang berada tepat disampingnya.

Mereka berdua—ah bukan, mereka berlima; Jimin, Jungkook, RapMon, Suga dan J-Hope, baru saja pulang makan malam ditraktir oleh Jungkook. Sebenarnya oleh Jimin alasannya peraturan yang kalah akan meneraktir masih berlaku, dan Jimin tidak mau diputuskan oleh Jungkook jadi ia membayar semua makanan. Kasihan juga kalau kekasihnya yang baru saja beranjak dewasa itu harus membayar sendiri.

"Mereka pasti sudah berbaikan" jawab Jimin.

"Iya, sudah… Lihat saja itu" J-Hope menunjuk kearah balkon dorm mereka dan memperlihatkan Jin sedang mengangkat tubuh V dibawa masuk.

"Seokjin itu… mengambil kesempatan dalam kesempitan" celoteh Suga.

"Itu namanya bukan mengambil kesempatan dalan kesempitan, hyung. Itu memang kesempatan yang tidak boleh di sia – sia kan," RapMon tiba – tiba saja menaruh tangannya di pinggul Suga. Dan langsung dihadiahi cubitan di pinggangnya.

"Aw! Min Yoongi kau jahat sekali dengan kekasihmu yang tampan ini," ringis RapMon, sembari makin mengeratkan tangannya di pinggul Suga.

"Kalau begitu jangan diganggu," ujar Jimin. "Lebih baik kita pergi ke tempat lain, aku tidak ingin terbawa nafsu mendengar desahan mereka. Nanti Jungkook aku—"

BUGH!

"Hyung mesum! Kemarin lusa kan kita baru saja melakukan-nya!" Jungkook, dengan setengah berteriak. Dan membuat J-Hope, RapMon dan Suga menahan tawanya.

Sedangkan Jimin? Meringis akibat pukulan Jungkook, dan menahan malu atas perkataan kekasihnya. "Kook-ie ya… Kau keceplosan," dan dibalas Jungkook yang tersenyum kikuk.

Yah, begitulah. Semuanya berakhir dengan indah.

THE END

.

xxx

xxx

.


YAAAAAAAAAAAAAY! Beres yasalam finally! Maafin endingnya gaasik. yha maklumin author amatir da aku mah apa atuh:-) masih dengan makasih ya buat kalian semuaaaa! love you sekali yang udah review makasih juga yg udah baca. ini ff geje bgt ya maaf banyak dramanya pula lebay bgt anjir maafin.

BTW, aing udah kuliah huhuhu doain ya biar bikin ff taejin/namgi/jikook/yoonmin :( soalnya udah kepikiran cuman gaada waktu buat luanginnya huaaa sedih bgt anjir anak asrama nie huuuu.

last, masih dengan tolong kasih review ya hahaha :D nuhun sabandungeun pokoknya. btw kalo ada yang mau kenalan sama w bole ko bole w gagigit, lewat twitter bole line bole pm bole. TAEVJIN di twitter jgn lupa y mwa mwa.

DADAAAAAAAAAAAAAAHHHH! kalian luar biasa! xoxo! :-*