disclaimer: di cerita ini murni dunia muggle,alias NO MAGIC. maaf sebelumnya,hanya iseng mencoba. selamat menikmati^^


"Biarkan aku memelukmu,hanya sebentar saja… aku mungkin egois tapi… itu semua aku lakukan hanya demi kau… karna aku mencintaimu dengan seluruh hidupku…"

First

"Pernah ada seseorang yang mencintaiku dengan seluruh hidupnya"

Sudah 3 bulan ini aku berada di negeri orang,se-apartemen dengan sahabatku yang lebih dulu tinggal di negara ini. Inggris, negeri yang sengajaku pilih untuk melanjutkan studiku. Sejak kecil,aku memang berniat untuk kuliah di Inggris,dengan masuk universitas paling terkenal di dunia,Hogwarts University. Aku memilih jurusan kesenian,tepatnya vocal. Sementara sahabatku,Ginny Weasley, memilih jurusan sastra,tepatnya sastra prancis. Ah,ya, namaku Hermione Granger,19 tahun.

Kutatap langit malam bertabur bintang. Beruntung kamarku berada di lantai 3,sehingga melihat langit bisa leluasa. Tiba-tiba sebuah mobil sedan berhenti di depan apartemen,Ginny keluar dari dalam,bersama dengan seorang laki-laki. Laki-laki itu mencium puncak kepala Ginny sebelum masuk ke mobil dan pergi. Dengan senyum sumringah Ginny masuk ke dalam. Sengaja kutunggu dia di ruang santai.

"bersenang-senang,eh?" kataku begitu dia membuka pintu.

"hahaha,kau tau apa yang aku lakukan,Mione."katanya tetap dengan senyum.

"kulihat,kau sudah mantap dengan yang ini,eh? Kulihat selalu mobil sedan putih itu. Kemana pacarmu yang lain?" kataku sengaja menyindirnya.

"oh,ayolah Mione,mereka hanya teman…kau mengatakan seakan aku ini 'playgirl tingkat akut'!"kata Ginny,senyumnya sedikit memudar.

"haha,Ginny,aku hanya bercanda,kau ini,selalu sensitif. Mandilah, apa kau sudah makan?"

"ya,sudah. Aku mengantuk, padahal masih ada tugas dari dosen yang belumku kerja-hoam."

Aku mengikuti Ginny naik ke lantai 3, lalu masuk ke kamarku,yang berhadapan dengan kamar

Ginny. Aku membaca buku tentang teknik vocal hingga tertidur.

Pagi harinya aku bangun seperti biasa,kemudian mandi dan membuat sarapan. Ginny selalu bangun ketika aku sedang membuat sarapan.

"morning,Ginny,makanlah"kataku sambil meletakkan sepiring nasi goreng.

"yaya…kau juga Mione."katanya dengan senyum kecil.

Saat kami makan,tiba-tiba Ginny menepuk kedua pipiku.

"kenapa Gin?"tanyaku bingung.

"wajah secantik ini apa tidak laku di antara para pria? Kenapa kau tak mencoba menjalin hubungan? Sayang sekali wajah ini hanya bisa dipandang,tak bisa disentuh. Cobalah Hermione."katanya lalu kembali ke makanannya.

"ayolah Ginny,aku sudah bilang, aku ingin fokus pada kuliahku dulu. Lagipula belum ada yang sesuai denganku. kenapa kau menanyakan hal ini?"kataku lalu membereskan piring kami.

"ah,tapi menurutku keyakinanmu itu akan goyah sebentar lagi."kata Ginny sambil mengedipkan matanya,lalu pergi ke kamarnya.

"apa? Hei! Ginny! Apa maksudmu!" teriakku tapi tak digubris olehnya. "apa maksudnya,hah,goyah?" kuambil tasku lalu berangkat kuliah.

Selama pelajaran tak satupun materi masuk ke dalam otakku. Pikiranku melayang ke perkataan Ginny tadi. Seperti alarm yang terus menyala perkataannya terus tergiang-ngiang. Hingga tanpa sadar,kelas telah bubar. begitu keluar,hawa dingin menusuk tulang. Memang ini sudah bulan Oktober, daun-daun semua berguguran. Berserakan di sepanjang jalan. Mungkin karena udara yang dingin ini jalanan jadi sepi. Apa lebih baik aku membuat sup? Pikirku sambil menyebrang jalan.

Normal POV

Hermione menyebrang jalan tanpa melihat kanan-kiri. Tanpa menyadari sebuah motor melaju kencang dari arah kanan. Motor itu membunyikan klakson dan mengerem hingga membuat bekas gesekan di aspal. Hermione yang tersadar dari lamunannya,hanya terbelalak dan diam di tempat. Tepat beberapa centi di depan motor itu berhenti. Hermione menghembuskan nafasnya yang sedari tadi dia tahan. Pengemudi motor tersebut membuka helmnya. Wajahnya mencerminkan kekesalan.

"apa kau tak punya mata! Matamu kau letakkan dimana matamu! Apa kau pikir ini jalan punya nenek moyangmu?" teriaknya marah. Hermione hanya diam, air matanya hampir menetes.

"Ma-maaf,a..aku ti..tidak melihatmu. Maaf. " Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Hermione.

"kau tahu,jika aku tidak bisa mengendalikan motorku tadi mungkin nyawamu sudah melayang!"katanya.

""Maaf,aku sungguh minta maaf." Kata Hermione sambil menunduk. Orang itu berdecak,lalu kembali memakai helmnya dan pergi. Hermione yang masih gemetar buru-buru melangkahkan kaki ke apartemennya. Sungguh suatu keajaiban dia pulang dengan selamat.

Setelah selesai membereskan rumah,Hermione segera mandi dengan air hangat. Seperti biasa,saat makan malam,Ginny tidak ada. Entah kenapa hari ini Hermione merasa terlalu lelah. Pikirannya kembali melayang ke kejadian tadi. Kalau saja pria tadi tidak bisa mengendalikan motor sportnya, mungkin benar apa yang dia katakanya,nyawanya sudah melayang. Sungguh terimakasih pada Tuhan. Tak berapa lama Hermione telah terlelap.

"kau hari ini ikutkan Hermione?"Tanya Ginny.

"kemana?" Tanya Hermione dengan tatapan bingung.

"kau lupa Hermione? Hari ini akan ada pesta Halloween!" kata Ginny dengan tatapan kaget.

"hahaha,Ginny,jangan pasang wajah itu. Tentu aku ingat." Kata Hermione dengan senyum lebar. Puas mengerjai Ginny.

"oh,Hermione kau hampir membuatku serangan jantung!" kata Ginny kesal. Hermione hanya nyengir melihat Ginny.

Sorenya,mereka berdua lewatkan untuk berdandan. Ginny memakai mini dress warna hitam dan jubah dengan warna senada. Dengan riasan bentuk bintang di kedua pipinya rambutnya dicat warna ungu,senada dengan warna bintang di pipinya. Sama seperti Ginny,Hermione juga memakai mini dress tapi berwarna merah,dengan jubah warna hitam. Rambutnya juga dicat warna blonde.

"sudah siap,Mione?" Tanya Ginny yang sudah memakai high heelsnya. Cukup 1 kata,untuknya, cantik.

"ya,apa aku terlihat berlebihan?"Tanya Hermione.

"terlihat pas dimataku,Mione. Ayo,berangkat, kita bisa terlambat untuk bersenang-senang!" Ginny menarik tangan Hermione keluar apartemen dan menyetop sebuah taksi menuju rumah teman mereka.

Sesampainya disana, mereka langsung menuju hall. Menjelang larut malam,pesta menjadi lebih gila. Ginny kelihatan mabuk berat. Hermione berniat mengambil gelas minuman di dekatnya,tapi ternyata ada seorang pria juga yang mau mengambil gelas itu. Tangan mereka bersentuhan.

"eh-"Hermione menatap pria yang berdiri di hadapannya itu.

"hey,bukankah kau wanita bodoh yang hampir kutabrak waktu itu?" kata pria itu dengan nada mencela.

"heh! Sembarangan saja kau, aku tak melihatmu karna kupikir jalanan sepi! Lagipula itu motor sport."kata Hermione sinis.

"hah,tidak mau mengakui kesalahan. Dasar wanita tak tahu malu." Katanya dengan tatapan mencela.

"hay,draco…"kata Ginny sambil merangkul Hermione,matanya sayu. "kau kenal drakkie,Mione?"katanya lagi.

"Ginny,kurasa,kau mabuk berat. Mana pacarmu?"kata Hermione khawatir. Tiba-tiba seorang pria datang yang Hermione duga adalah pacar Ginny.

"ehm,maaf nona. Aku Harry,bisa aku-"

"ya,ya,bawa saja dia"kata Hermione lalu pergi,meninggalkan Harry,Ginny,dan pria yang dipanggil draco tadi. Menjelang tengah malam,Hermione pulang. Hermione mengambil jalan yang paling dekat untuk ke apartemennya.

Hermione POV

Ahh..tubuhku rasanya berat sekali. Mungkin aku terlalu banyak minum. Kuseret diriku, saat kuingin masuk ke apartemenku,tiba-tiba terdengar suara tembakan beberapa kali. Lorong tempatku berdiri menjadi penuh asap,entah dari mana. Aku buru-buru memasukkan kode masuk intercom. Tiba-tiba ada orang yang membekapku.

"kuminta kau diam. Tutup mulutmu saja."

To be Continued…


nah...bagaimana? gak seru ya...yang baik hati tinggalkan jejak ya...alias tolong review...terimakasih^^