'Aku turun dipemberhentian ke 2, ah tolong jangan memanggilku dengan embelan -ssi aku tidak terbiasa dengan panggilan seperti itu, kita kan teman menurutku lebih baik kau memanggilku Daehyun –ah atau Daehyunnie saja, sesukamu' / 'Berbuat baiklah pada mereka, dan jangan lupa kenalkan pada hyung mu ini otte' / 'Ish aku ini sudah besar Jung Daehyun –ssi jangan meremehkan ku seperti itu' / 'Yak apa kau tidak mendengarku Himchan –ssi? Tolonglah, aku butuh tipe-x itu sekarang. Ata kau Yoo –ssi bisakah kau mengambilkan tipe-x ku yang terjatuh?'/ 'Habis tampang kau saat pertama kali masuk kelas ini membuat ku bergidik ngeri, kau tau , kau seperti pembunuh berdarah dingin yang haus akan mangsa.'

Main Cast

Jung Daehyun dan Yoo Youngjae (DaeJae)

Other Cast

Bang Yongguk dan Kim Himchan (BangHim) , Moon Jongup dan Choi Junhong aka. Zelo (JongLo) , Yoo Youngwon , cast akan bertambah sesuai alur cerita

Rating

T

Warning !

Boy x Boy, Typo everywhere, author newbie, bahasa ga jelas, bahasa susah dimengerti, alur ga jelas, so mohon kritik dan saran kalian dikolom Review

Disclaimer

BAP punya BABY, TS, OrangTua mereka dan Tuhan

Happy Reading ~ !

.

.

.

.

.

Keduanya masih dalam pikiran masing-masing sampai suatu suara membuyarkan lamunan mereka berdua yang akhirnya melepaskan pegangan tangan mereka. Tiin… tiin.. dengan terpaksa Youngjae melepaskan tangannya dari Daehyun terlebih dahulu, "Kajja Daehyun –ssi" ajak Youngjae sambil masuk kedalam bis tersebut disusul Daehyun dari belakang. Youngjae pun langsung mencari tempat yang sekiranya cukup untuk mereka berdua, beberapa menit berlalu hanya suara deruman mobil dan suara penumpang yang menemani perjalanan mereka berdua, Youngjae yang sudah bosan akhirnya mengalahkan sifat egoism nya, "Ah Daehyun –ssi kau akan turunan dipemberhentian berapa?" Tanya Youngjae sambil menolehkan kepalanya kekanan menatap daehyun, "Aku turun dipemberhentian ke 2, ah tolong jangan memanggilku dengan embelan -ssi aku tidak terbiasa dengan panggilan seperti itu, kita kan teman menurutku lebih baik kau memanggilku Daehyun –ah atau Daehyunnie saja, sesukamu" jawab Daehyun sambil menatap mata Youngaje dalam, Youngjae yang sedari tadi ditatap tak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah sang pemuda tampan didepannya ini, tadi pun saaat Daehyun menjelaskan ia hanya mendengar kata 'Daehyunnie' saja karna ia sibuk meneliti lekukan garis wajah Daehyun. "Youngjae –ah apa kau mendengar ku?" Tanya Daehyun ke Youngjae yang masih sibuk menatap Daehyun dengan tampang polosnya, pasalnya sedari tadi Youngjae hanya diam tak bergeming. Akhirnya dengan keberanian yang kuat Daehyun menggoyang-goyangkan bahu Youngaje, sontak Youngjae langsung sadar dari lamunan indahnya itu. "Nde? Wae Daehyunnie?"tanya Youngaje polos. Daehyun yang mendengar suara lembut Youngaje mengalun dipendengarannya membuat hatinya sangat senang, setidaknya Youngaje sudah menganggapnya teman sekarang. "Tidak apa-apa, kau kenapa diam sedari tadi? Aku berbicara tapi kau hanya diam." Ucap Daehyun dengan tampang yang ia buat sebal, "aa mian Dae aku terlalu banyak tekanan saat masuk sekolah hari ini jadi yaa kau tau lah" jawab Youngaje bohong, padahal ia sempat memikirkan bagaimana caranya Tuhan menciptakan makhluk sesempurna Daehyun. "Jangan terlalu dibebankan Youngjae –ah, eo sedikit lagi aku akan turun jaga kesehatanmu dan jangan terlalu banyak pikiran, itu akan mengurangi konsentrasi mu. Ppai Youngjae –ah" saran Daehyun sebelum ia benar-benar lepas dari pandangan seorang Yoo youngaje. Youngjae pun hanya duduk diam sambil memegang dadanya kuat-kuat yang mulai berdebar kencang. 'apakah ini yang disebut Love at First Sight?' ia tidak tau apa yang membuatnya berpikir demikian, tetapi saat melihat Dehyun , Youngaje merasakan ada sesuatu yang berbeda dengannya, biasanya jika ia bertemu dengan lelaki yang tak dikenalnya ia tak akan segugup dan secanggung ini apalagi tangannya sudah mulai keringat dingin, apakah ini gejala penyakit? Love syndrome? Ah ia bahkan tak berpikir jika ia akan jatuh cinta dengan seorang pria, sesama jenisnya. Bicara sesama jenis ia baru ingat jika ia dan Daehyun adalah laki-laki, dan perasaannya ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, ia harus mengubur perasaan ini dan mencoba untuk terbiasa jika harus bertatap muka dengan Daehyun . Ya ia harus.

Matahari telah tiba, tanda hari baru sudah tiba. Dan kita lihat seorang Yoo Youngjae yang sedang makan sarapannya dengan hikmat tanpa teriakan-teriakan seperti kemarin pagi. "Bagaimana sekolah mu kemarin Jae –ah?" Tanya Youngwon sebelum menyuapi nasi goreng kedalam mulutnya. "Baik dan lancar hyung, kemarin aku bertemu dengan orang-orang aneh hyung dan yang lebih anehnya lagi mereka adalah temanku hyung" jelas Youngjae dengan mata berbinar. "Maksudmu? Hyung tidak mengerti, jika mereka adalah orang aneh dan mereka adalah temanmu berarti kau juga termasuk orang aneh itu dong?" Tanya Youngwon sakartis disertai kekehan. "Ish aku tidak aneh hyung, hanya saja teman sebangku ku lebih tua 2 tahun dariku, lalu orang yang berada didepan mejaku mengikuti kelas akselerasi sewaktu Junior High School sehingga mereka lebih muda 2 tahun dariku, lalu ada orang yang baru masuk langsung berbuat onar dan kerjaannya hanya mendengarkan music dan memegang pulpen aku juga tidak yakin apa aku bisa berteman dengannya nanti, dan yang terkahir ada orang yang pulang bersama denganku kemarin, ia datang terlambat dan masuk kelas terlambat pula huhh dasar namja pabbo" ucap Youngjae panjang lebar disertai dengan raut muka yang berubah-ubah. "Berbuat baiklah pada mereka, dan jangan lupa kenalkan pada hyung mu ini otte" balas Youngwon sambil berdiri bersiap merapikan peralatan makan. "Kau sudah siap Jae –ah?" Tanya Youngwon ke Youngaje yang sedang merapihkan dasinya. "sudah hyung, kajja" jawab Youngjae, dan ia langsung melesat masuk kedalam mobil sang hyung.

Setelah turun dari mobil sang hyung, Youngjae langsung masuk kedalam gerbang sekolahnya hingga suatu suara yang membuatnya menoleh "Youngjae –ah !" panggil Daehyun dari kejauhan sambil tangannya melambai-lambai ke arah Youngaje, Youngjae yang melihat Daehyun berlari kearahnya membuatnya bersemu. "Kajja kita masuk kelas bersama" ajak Daehyun yang dibalas anggukan dari Youngjae. "Youngjae –ah apa kemarin kau pulang dengan selamat?" Tanya Daehyun basa-basi. "Eh? Tidak, aku pulang sampai rumah dengan selamat, wae?" jawab Youngjae seadanya, "Habisnya kemarin saatku turun dari bis kau masih diam, kukira kau dibawa kabur oleh supir bus itu" ceplos Daehyun yang dihadiahi jitakan dikepalanya dari Youngjae, "Ish aku ini sudah besar Jung Daehyun –ssi jangan meremehkan ku seperti itu" kesal Youngjae sambil mempoutkan bibirnya berapa centi, "Aku tidak yakin jika kau sudah besar" cibir Daehyun, ternyata ia ingin membangunkan singa yang sedang lapar, "Yak ! kemari kau Jung Daehyun !" Youngjae pun berlari mengejar Daehyun hingga mereka sampai dikelas, Daehyun pun langsung menutup kepalanya menggunakan kedua tangannya bersiap menerima hadiah dari Youngjae yang lain, tetapi setelah ia menutup matanya ia tidak merasakan apapun, akhirnya ia memutuskan untuk membuka matanya dan melihat Youngjae yang sedang menegak air minumnya, "Apa yang kau lakukan Youngjae –ah?" Tanya Daehyun, jujur ia bingung ia kira Youngjae akan kembali memukulnya tetapi Youngjae malah santai saja, "Apa yang kulakukan? Kau tidak melihat aku sedang apa hah?" jawab Youngjae ketus, mencoba untuk marah rupanya. "Yaa aku tau kau sedang minum tapi kenapa kau tidak memukulku?" Tanya Daehyun hati-hati "karna aku haus bodoh, mengejarmu menguras semua energiku pagi ini, anggap saja kita impas Daehyun –ssi" jawab Youngjae penuh penekanan, Daehyun pun hanya tersenyum, melihat wajah Youngjae yang bemandikan keringat mebuat daehyun ingin sekali mengelap (duh bahasanya) keringat itu, dan suatu lampu muncul diatas kepala Daehyun, dengan cekatan ia mengobrak-abrik isi tasnya dan menemukan sapu tangan yang kemarin ia taruh 'untung saja masih bersih' batin Daehyun. Dengan hati-hati ia memberikan sapu tangan miliknya untuk Youngjae agar mebersihkan sisa-sisa peluh itu, "gomawo Daehyunnie" kata Youngjae manis ke Daehyun, dan demi apa daehyun ingin memakan youngjae saat itu juga.

Bel kelas pun berbunyi, para siswa pun langsung kembali ketempat duduknya masing-masing termasuk Daehyun dan Youngaje yang tadi sempat hampir berantem. "Youngjae –ah tadi kau kenapa dengan si Jung itu?" Tanya Himchan penasaran. "Tidak apa-apa hyung" jawab Youngjae singkat sambil kembali mencatat catatan yang diberikan oleh Kang Sonsaengnim. "Ish aku serius Jae –ah" desak Himchan yang mulai menggoynag-goyangkan bangkunya dengan mulut yang dipoutkan sedikit. "Ish hyung berhentilah seperti anak kecil, ingat umur mu hyung kau bahkan lebih tua daripadaku" ucap Youngjae asal yang akhirnya Himchan malah makin menggoyang-goyangkan bangkunya mengakibatkan tipe-x yang ada di meja Yongguk jatuh kebawah meja Himchan. "Eo ! Jae –ah itu tipe-x siapa ya?" Tanya himchan dengan tampang bodohnya, "Bisa kau ambilkan tipe-x ku yang ada dibawah mejamu Himchan –ssi?" Tanya Yongguk dengan tampangnya yang masih dingin itu disertai suaranya yang berat. Himchan pun langsung bergidik ngeri mengetahui ia telah mengganggu sang singa yang sedang tidur. Daehyun yang disamping Yongguk hanya bisa berdoa agar Youngjae dan Himchan temannya sebangkunya Youngjae itu tidak akan kenapa-kenapa nanti. "Himchan –ssi apa kau mendengarku?" Tanya Yongguk, dari nada bicaranya ia sudah tidak sedingin tadi, Himchan yang masih pada tempatnya dan tidak bergeming apapun membuat Youngjae menoleh mendapati sang hyung yang sedang memegangi almamater yang dipakainya hingga kusut, Youngjae pun tidak tega melihat kondisi Himchan yang seperti itu, ingin youngjae membantu tetapi apa boleh buat ia juga takut sama seperti Himchan. "Yak apa kau tidak mendengarku Himchan –ssi? Tolonglah, aku butuh tipe-x itu sekarang. Ata kau Yoo –ssi bisakah kau mengambilkan tipe-x ku yang terjatuh?" pinta Yongguk dengan wajah yang sudah memelas, inilah yongguk yang asli yang hangat dengan semua orang, yang masih manja dengan orang yang dekat dengannya. Daehyun yang mendengar suara yongguk berubah dari biasanya menoleh, melihat Yongguk yang sedang berharap bahwa Himchan atau Youngjae mengambilkan tipe-x nya itu. "Youngjae –ah kau mendengar perkataan Yongguk bukan?" Tanya Daehyun yang dijawab anggukan dari Youngjae. Youngjae segera mengambil tipe-x itu dengan cepat dan tergesa-gesa, sedangkan himchan masih ditempatnya menonton Youngjae yang sedang berusaha mengambil tipe-x itu. "Cha Yongguk –ah, ige" ucap youngjae ke Yongguk yang dihadiahi gummy smile dari yongguk "Gomawo Youngjae –ah. Apa boleh aku memanggilmu itu? Kau bisa memanggilku Yonguk hyung karna aku lebih tua dari mu 2 tahun, kau juga Daehyun –ah" jelas Yongguk panjang lebar, sedangkan Daehyun dan Youngjae hanya diam lalu mengangguk, sungguh ia merasa Yongguk kasar dan sangar hanya dari luar saja tetapi didalamnya ia sangat baik dan hangat. "Mulai sekarang kita berteman ne? maafkan ku yang memberikan kalian kesan yang tidak baik saat kalian pertama kali melihatku, itu semua karna si hidung pesek " jelas yongguk, "Ne hyung kami akan berteman dneganmu" ucap Youngjae manis membuat yongguk merasa nyaman berada disekitarnya.

Bel istirahat pun berbunyi membuat seluruh siswa yang sudah lapar langsung mengerumuni kantin. "Ayo hyung kita ke kantin, aku penasaran dengan kantin sekolah ini, mereka bilang sekolah ini mempunyai kantin bakso yang enak" ajak Youngjae ke Himchan yang masih merapihkan alat tulisnya. "Ne Youngjae –ah. Ah Jongup Zelo kau kekantin juga bukan? Ayo kita bersama-sama." Ajak Himchan yang dibalas anggukan dari pasangan JongLo itu. Mereka pun keluar kelas menuju kantin, sampainya disana Yougnjae langsung mencari tempat duduk yang sekiranya cukup untuk mereka ber 4 sedangkan Himchan sedang memesan bakso yang Youngjae bilang tadi. Disaat Youngjae, Himchan, Jongup dan Zelo sedang makan tiba-tiba ada 2 orang yang datang ke mereka ber 4. "Apa boleh kita bergabung Youngjae –ah?" Tanya Daehyun ke Youngjae yang dibalas anggukan dari sang empunya. "Kau duduklah Daehyun –ah, aku yang akan memesan makanan" suruh Yongguk ke Daehyun "Hyung aku mau baksonya yang banyak yaa" pinta Daehyun dengan nyengir. "Dia jadi baik padamu?" Tanya Youngjae penuh selidik ke Daehyun, pasalnya sebelum insiden tadi Yongguk bahkan tidak mau berbicara dengan orang-orang termasuk daehyun yang disampingnya. "Ne, dia bilang kmarin ia harus dikejar target untuk menulis lagu makanya ia sangat tertekan dan emosional." Jelas Daehyun ke Youngjae. Setelah Yonguk kembali dengan 2 mangkok bakso, Youngjae mulai memperkenalkan Yongguk ke temannya yang lain (Himchan, Jongup dan Zelo). Setelah perkenalan itu selesai keadaan yang disekitar mereka sudah tidak secanggung tadi karna Daehyun yang selalu saja mencibir Youngjae membuat yang lain tertawa bahkan Himchan juga ikut mencibir Youngjae yang akhirnya mereka akan tertawa bersama. "Aku tidak mengira jika kau sangat takut denganku Himchan –ah." Kata Yongguk ke Himchan sedang yang lain diam, mendengar dialog dari kedua hyung tertuanya. "Habis tampang kau saat pertama kali masuk kelas ini membuat ku bergidik ngeri, kau tau , kau seperti pembunuh berdarah dingin yang haus akan mangsa." perkataan Himchan membuat Yongguk tertawa lantang. "Kenapa kau?apa itu lucu?" Tanya hImchan dengan muka yang sebal, "Itu sangat lucu Himchan –ah, kau orang pertama yang mengatakan bahwa aku seperti pembunuh berdarah dingin hahaha" kata Yongguk diikuti kekehan dari yang lain. Sampai akhirnya bel kelas berbunyi, tanda akan dimulai pelajaran selanjutnya dan waktu istirahat telah selesai.

TBC? or Delete?

Review please !

Note :

Uwaaa ! apa ini? apa itu? maaf ya reader -nim kalo makin kesana alurnya makin ga jelas terus juga terlalu cepet, tapi bakal diusahain kok makin kesana bakalan makin baik, oh iya makasih banget yaa yang udah review dan ngasih semangat dan do'a wkwk. Okee See you all next chap !

Biggest thanks to :

faticha13, Bbangssang, , Jung Rae Gun, Yamashita657,Guest077, wei-choco, kekemato, and all of you guys