A/N : Heyhoo minna-saaaan! *digebukin karena gak update setahun*. Author bener-bener minta maaf sebesar-besarnya karena lama gak update,pas update pendek pula lagi *plak*. Tapi karena beberapa alasan, saya gak bisa lagi nulis chapter panjang-panjang, akhirnya saya memutuskan untuk memperpendek chapternya tapi update sesering mungkin. Eniwei, read & review, ne ?

Special thanks to Aliasca-chan, yang tanpanya mungkin cerita ini gak akan di update, karena author sempet mikir untuk mengabaikan cerita ini. Happy reading everyone~~~

Neko Kurapika

.

.

Author : Nemurase Hime

.

.

Disc : Hunter x Hunter copyright to Yashihiro Togashi

.

.

Chapter 7 : Uninvited Guest

Seorang tamu yang tak diundang merupakan pertanda buruk.

Pengertian itu sudah terukir di jiwa Kurapika Kuruta ketika tamu tak diundang membantai sukunya. Jadi ketika doorbell berbunyi, seluruh tubuhnya menegang seolah seseorang menyiram tulang-tulangnya dengan air es.

Terdengar suara seseorang-bukan, dua orang...tiga orang-samar-samar dari pintu depan.

"-gak pake otak, sih! Bisa-bisanya membunyikan bell dulu sebelum-"

"Tapi kata Bibi-"

"AKU GAK PEDULI APA KATA BIBIMU! ORANG YANG MIKIR ITU GAK MENCET BEL DULU SEBELUM MASUK KE RUMAH MUSUHNYA!"

Kurapika membeku ketika mendengar suara-suara yang begitu familiar. Sambil mengendap-endap ke arah pintu depan, ia memasang telinganya tajam-tajam.

Pintu depan terbuka dengan suara BRAK! Yang keras. Mata biru gelap milik Killua membalas tatapannya.

#####

"Pokoknya dia tidak ikut." Kata Nobunaga sambil memberi si 'kucing sadis'-nya Danchou tatapan tidak senang.

Si Kucing Sadis membalas tatapan Nobunaga tidak senang dengan tatapan kotor khas si Kucing Sadis. Tipe tatapan yang memberi pesan 'aku-akan-mencekikmu-sampai-tersedak-kalau-aku-peduli-denganmu-tapi-beruntung-bagimu-aku-tidak-peduli'.

Nobunaga meraih gagang pedangnya dengan gerakan mengancam sambil mendekati si Kucing Sadis yang sedang bertengger seperti biasa di bahu Kuroro.

Si Kucing Sadis mendesis tajam. Ia mengeluarkan cakar-cakarnya runcingnya dan melotot pada Nobunaga.

Shalnark mendesah pelan, setiap kali mereka berkumpul, pasti Nobunaga dan si Kucing Sadis itu selalu bertengkar. Apalagi kalau Nobunaga mendekati daerah kekuasaannya (a.k.a Bahu Kuroro).

Danchou anehnya bersikap santai pada tatapan saling membunuh yang dilemparkan Nobuanaga dan Nekora (a.k.a Kucing Sadis), seakan dia sudah biasa. Dia juga dengan santai menjelaskan bekas luka memanjang di pipinya kepada Shalnark yang didapatkannya oleh karena tanpa sengaja menarik ekor Nekora ketika dia sedang tidur.

Kalau Shalnark tidak tau lebih banyak tentang Danchounya, dia mungkin akan mengira Kuroro itu seorang Masochist.

"Misi kita kali ini sedikit berbahaya dari biasanya, Danchou. Dia bisa mengganggu." Timpal Shalnark yang dibalas dengan tatapan 'Terima kasih' Nobunaga karena telah mendukung pendapatnya (sesuatu yang jarang dilakukan oleh Genei Ryodan).

Kuroro terlihat sedang berpikir. Dia lalu (dengan sok keren) menutup matanya kemudian membukanya lagi, kemudian mengatakan, "Kalian benar."

Nekora memberikan tatapan tak percaya pada Kuroro. Terpampang jelas diwajahnya kalau dia tidak menyangka Kuroro bisa mengkhianatinya dengan cara yang begitu keji sampai-sampai tak terucapkan dengan kata-kata (yaitu dengan memenuhi permintaan Nobunaga daripada mengikuti keinginannya).

Si Kucing Sadis itu meloncat turun dengan cepat dan berjalan menjauh dari Kuroro. Ketika Kuroro hendak mengangkatnya, Nekora mendesis rendah dan membalikkan kepalanya ke depan lalu melanjutkan perjalanannya dengan aura cuek. Tindakan-tindakan seperti ini hanya mempunayi satu kesimpulan : si Kucing Sadis itu sedang marah (baca : ngambek)

Rasanya Shalnark tidak percaya ketika Kuroro menarik kembali keputusannya dan membiarkan Nekora ikut dalam misi Super Berbahaya dan Sangat Rahasia mereka hanya karena Kucing Sadis itu marah ketika Kuroro menolak keinginan manjanya.

Ketika si Kucing Sadis dan Pemanipulasi Unggul itu mau naik lagi di bahu Kuroro setelah permintaannya dikabulkan, dia memberikan Nobunaga tatapan puas dan mengejek yang membuat wajah Nobunaga memerah karena menahan marah.
Sesayang apa Kuroro pada kucingnya ?

#####

"Kurapika...?"

Anehnya, ketika Kurapika dihadapkan kembali pada teman-teman yang sangat dirindukannya, pikiran pertama yang terlintas dikepalanya adalah memori ketika Genei Ryodan berkumpul beberapa waktu yang lalu.

"Kurapika...kan ?" Tanya Gon dengan ragu.

"Bisakah kita memastikannya ?" Bisik Leorio di telinga Killua dengan suara keras sehingga Kurapika masih bisa mendengarnya.

"Mungkin kalau dia kita kasi laba-laba /gede/-"

"Semua kucing juga akan marah kalau dikasi laba-laba, Gon!" Tukas Killua tajam.

"Kurapika," Panggil Killua sambil mendekat kearahnya, "Kalau kau mengerti anggukkan kepalamu tiga kali lalu gelenggkan dua kali."

Kurapika dengan spontan menganggukkan kepalanya tiga lalu dan menggelengkan kepalanya dua kali.

"Ini benar-benar Kurapika." ujar Gon dengan nada tidak percaya.

"Tunggu dulu, kita harus memastikan lebih lanjut." Ujar Killua, "Sekarang, kalau kau mau ikut dengan kami, melompatlah ke meja dan lakukan tarian balet. Kalau kau tidak mau ikut dengan kami, lompat ke atas sofa dan lakukan tarian chacha."

Kurapika memberikan tatapan paling tajam pada Killua. Killua mundur selangkah dan mengantongi tangannya, "Yep, ini memang Kurapika. Tidak ada kucing yang bisa melotot sepertu itu."

"Kurapika...syukurlah, kami benar-benar khawatir." Kata Leorio dengan wajah lega. Dia mengulurkan tangannya untuk mengangkat Kurapika, namun Kurapika mundur selangkah.

"Kurapika...ada apa ? Ayo kita pulang, sebelum Pemimpin Genei Ryodan itu kembali."

Kurapika menggelengkan kepalanya, berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran aneh dikepalanya. Mengabaikan sesuatu dalam dirinya yang memaksanya untuk tidak pergi. Dia melompat ke lengan Leorio, membiarkan dirinya dibawa pergi menjauhi tempat yang telah ditinggalinya berbulan-bulan.

Keempat sekawan itu berjalan keluar, Gon (dengan sopannya) kembali menutup pintu rumah Kuroro Lucifer. Suara pintu tertutup menggema di rumah yang tiba-tiba kosong dan sepi itu.

#######

Beberapa jam kemudian, Kuroro Lucifer pulang dan mendapati rumahnya kosong dengan kunci pintu yang telah dibuka paksa.

Dengan gerakan sigap, dia mengambil mantel trademarknya, kemudian berjalan pergi di kegelapan malam.

To Be Continued

Angst yang saya janjiin chapter kemaren akhirnya gak jadi masuk. Gara-gara dokumen chapter 7 yasng sebenernya ilang *nangis darah*. Meskipun saya enggak sempat balas review para reader, setiap review selalu saya baca dan buat saya senyum. Jadi jangan lupa review ya!

Do'a in author ya supaya pinter dan nilai ujian mid-semesternya tinggi, jadinya kan bisa main komputer and update cerita ini, herheheh.

Sampai jumpa chapter depan~~~ Review, ne ?