Our Story

Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi

This Fanfiction (c) Kuroyuuki Tetsuya

Warning : Typos, OOC, tidak sesuai EYD, Absurd,

Alur Kecepatan, dsb.

Don't Like Don't Read

ENJOY!


"Hoo, akhirnya kau ingat juga, bagaimana kalau kita main lagi seperti du~lu "

"Yo-yoshida-kun, la-lama tidak berjumpa" ujar Miyuki sedikit membungkuk.

"Tidak usah terlalu sopan Miyuki, kita kan Te~man "

"I-iya "

"Tadi itu siapa? Miyuki? " tanya Yoshida.

"Eh? Ma-maksudnya Akashi-kun? "

"Laki-laki berambut Merah tadi, dia keluarga Akashi?, kau hebat juga bermain dengan orang seperti itu~haha Kapan kau akan memeras uangnya Miyuki? " tanya Yoshida mulai merangkul Miyuki.

Sedangkan Miyuki hanya bisa diam dan menggigit bibir bawahnya.

"Dia temanku…"

"Apa yang kau katakan Miyuki? "

"Di-dia temanku "

"Dia temanmu? Siapa peduli dia temanmu atau bukan?, aku hanya ingin uangnya, cepat berikan uang mu sebelum dia kembali "

"Ta-tapi aku…"

"Sudahlah cepat Bodoh kau lama sekali!"

"Ma-maaf!, tapi, aku benar-benar tidak membawa uang " ujar Miyuki takut-takut.

"Hah?! Jadi untuk apa kau disini sialan?, orang seperti kau harus diberi pelajaran tahu?! "

SYUUT!

GREB!

"Apa yang kau lakukan pada Yukimaru? " tanya Seijuuro menangkap tangan Yoshida.

Segera saja Miyuki mengumpat dibelakang Seijuuro.

"Lepaskan tanganku sialan! "

"Apa yang sedang kalian lakukan dengan Yukimaru? " tanya Seijuuro lagi.

"Aku hanya menghampiri teman lama ku dan meminta uangnya apa itu salah?! "

"Meminta milik hak orang lain itu salah " ujar Seijuuro dingin.

"Kau ini siapanya sih? Ibu nya? Kakaknya? Hah?! "

"Aku Tunangannya, apa ada masalah? " tanya Seijuuro.

"Eh? Kau bertunangan dengan Miyuki?, kau serius? "

"Aku tidak sedang bercanda "

"Pfft, bwahahaha, kau apa kau bodoh?, kau tahu? Dulu dia adalah Budak kami! " ujar Yoshida yang masih tertawa terbahak-bahak.

"Aku sudah tahu itu "

"…kau seriusan?, ahh! Sudahlah itu tidak penting!, yang penting sekarang berikan aku uang oi! Miyuki! "

"Kau tidak punya hak untuk memaksa Miyuki-san " ujar Kuroko datar.

"Tetsuya "

"Orang aneh mana lagi ini?! "

"Sungguh merepotkan…~aku lapar "

"Ra-raksasa ini! "

"Lebih kalian enyah dari sini brengsek! " ujar Seijuuro memandang Yoshida dengan tatapan 'Menjijikan'

"SIALAN KAU! " ujar Yoshida murka dan melayangkan Tinjunya ke arah Akashi.

BUK!

"Daiki? "

"Kau ingin berkelahi hah? " ujar Aomine.

"Dia pingsan Dai-chan "

"…"

"Kita diusir-ssu " ujar Kise.

"…"

"Te-terima kasih semuanya, kalian sudah membantuku…tadi " ujar Miyuki.

"Sama-sama Yuki-chan! "

"Hari ini sangat menyenangkan, kuharap lain kali kita bermain lagi-ssu! " ujar Kise.

"Iya "

RING RING RING!

"Ah, telepon " ujar Kise segera mengangkat telepon dari Kasamatsu-senpainya.

"Hal—"

"OI! KISE CEPAT KEMARI DAN LATIHAN DASAR BOCAH SIALAN!, KUTAMBAH LATIHANMU DUA KALI LIPAT! "

'Pip'

"…Aku lupa hari ini latihan-ssu, AKU BISA MATI DIHAJAR-SSU! "

"Aku pulang dulu Akashicchi! Miyukicchi!" " setelah itu Kise pun segera berlari.

"Aku juga harus kembali~Muro-chin sudah menyuruh kembali~jaa ne, Aka-chin, Miyu-chin~"

"Aku langsung pulang nanodayo "

"Kami juga pulang Akashi-kun, Yuki-chan~ lain kali aku akan bermain lagi Yuki-chan~, Dai-chan tunggu aku! "

"Iya Hati-hati! "

"Ayo kita pulang Yukimaru " ujar Seijuuro.

"Iya—"

BRUK!

"Eh?, ke-kenapa aku lemas? " tanya Miyuki.

"Ayo, bisa jalan? " tanya Seijuuro.

"Bi-bisa,.uhk! "

"Kemari, akan aku gendong sampai rumah " ujar Seijuuro.

"Iya " Miyuki pun naik ke punggung Akashi.

"Akashi-kun…terima kasih " gumam Miyuki pelan.

Seijuuro pun hanya Tersenyum.

Sementara itu…seorang masih memperhatikan mereka berdua dan bergumam.

"Maaf, aku masih mencintai Miyuki…"


Semuanya kembali Normal seperti biasanya Miyuki dan Seijuuro selalu berangkat ke sekolah bersama.

Dan Seperti biasanya juga setiap kali Miyuki membuka loker pasti akan berserakan beberapa surat cinta dari laki-laki yang bercampur Sampah kertas, kaleng dan juga kulit pisang, serta surat Ancaman dari beberapa perempuan.

Surat cinta dari laki-laki itu tidak pernah dibaca oleh Miyuki, karena selalu langsung dibuang oleh Seijuuro dengan alasan 'Yukimaru milikku!, itu Mutlak!' Begitu.

Surat Ancaman?, tentu saja itu karena beberapa perempuan tidak menyukai Miyuki yang selalu bersama Seijuuro.

Surat Ancaman itu berisi 'Menjauh dari Akashi-sama! ' begitu atau 'Jangan mendekati Akashi-sama kau wanita jal**g'! ' begitu.

Yang lebih parah? Tentu ada!

'Menjauh dari Akashi-sama, kau jal**g' dasar pelacu*!' Begitu.

Jujur saja sebenarnya Miyuki sangat tidak suka dengan surat Ancaman itu tapi dia tidak mau membuat Seijuuro khawatir.

Hari ini pun juga begitu.

SRAK!

'Lagi? ' batin Miyuki menatap surat-surat dan juga sampah-sampah yang berserakan.

SET!

"Eh? " Miyuki menatap Seijuuro yang mengambil surat yang tadi ada ditangannya dan segera membuang surat-surat itu.

"Yukimaru milikku!, itu MUTLAK! " Ujar Seijuuro merobek-robek surat itu lalu membuangnya ke tempat sampah.

Miyuki sedikit terkekeh melihat Seijuuro yang bertingkah seperti anak kecil.

"Apa yang kau tertawakan Yukimaru? " tanya Seijuuro yang tidak sengaja melihat Miyuki sempat terkekeh tadi.

"Hehe, tidak ada " ujar Miyuki tersenyum sembari membuang sampah-sampah.

"Hm? Sudahlah ayo " ujar Seijuuro berjalan mendahului Miyuki.

Miyuki ikut berjalan di sebelah Seijuuro dan sampai mereka berpisah kelas.

"Miyu~ki-chann!, Ohayou! " Sapa Minami.

"O-ohayou, Haru-san " ujar Miyuki sedikit kaku (?)

"Mouu!, panggil aku Mi-na-mi! " ujar Minami meng'eja nama kecilnya.

"Ha'i, Minami-san? "

"Hehe!, hari Ini sangat dingin bukan? " ujar Minami meniup-niup telapak tangannya.

"Benar hari ini sangat dingin, aku sangat kedinginan " ujar Miyuki.

"Hm?, sarung tanganmu kemana? " tanya Minami memperhatikan tangan Miyuki yang sedang mencatat.

"Tertinggal dirumah " gumam Miyuki malas.

"Kau pasti sangat kedinginan deh nanti hehe~" ledek Minami.

"…"

'Aku lapar~,pelajarannya masih beberapa menit lagi~'

'Ingin segera kumakan bento buatan Sasaki ' batin Miyuki memutar-mutar bolpoinnya.

TETT TETT TETT!

"Uwahh! Akhirnya Istirahat juga! " ujar Minami yang segera melesat pergi ke kantin.

Miyuki hanya terkekeh melihatnya.

'Bento~ Bento~' batin Miyuki membuka Tasnya.

"Eh?! Are?, Areee?, bekalnya…mana? " ujar Miyuki frustasi yang mencari kotak Bentonya.

DRRTT DRRTT!

Sasaki Calling.

"Halo Miyuki-sama? "

"Ya? Sasaki ada apa? "

"Kotak Bento Seijuuro-sama dan juga Miyuki-sama tertinggal di Meja makan " ujar Sasaki.

"…dari tadi aku mencarinya kukira hilang"

"Apa perlu saya mengantarkannya ke sekolah Miyuki-sama? " tanya Sasaki.

"Tidak perlu repot-repot Sasaki, aku bisa beli di kantin " ujar Miyuki.

"Baiklah saya mengerti " Sasaki pun memutuskan telefonnya.

Miyuki pun pergi ke kelas Seijuuro.

"Permisi…" ujar Miyuki.

"Akashi-kun " panggil Miyuki.

Segera saja Seijuuro menghampiri Miyuki.

"Mana bekalku Yukimaru? " tanya Seijuuro.

"Ehm…etto, ba-bagaimana ya? "

"Hm? "

"Be-bekalnya tertinggal di Meja makan " ujar Miyuki menundukkan kepalanya karena takut Seijuuro marah.

Tapi sebaliknya Seijuuro mengelus puncak kepala Miyuki dan Tersenyum lembut.

"Eh…?, apa? " ujar Miyuki tanpa sadar mendongakkan kepalanya.

"Apa? " tanya Seijuuro balik yang masih mengelus surai Miyuki.

"K-kau tidak marah? " tanya Miyuki takut-takut.

"Tidak " ujar Seijuuro.

"Kalau begitu kita pergi ke kantin mau? " tanya Miyuki.

"Aku bawa Roti kita makan di atap saja, disana terlalu ramai " ujar Seijuuro.

"Oke! "

Diatap.

"Makan saja "

"Akashi-kun tidak makan? " tanya Miyuki.

"Tidak "

"Baiklah kalau begitu! "

Seijuuro pun hanya tiduran di pangkuan Miyuki.

"Coklat~Coklat~" gumam Miyuki.

"Ha'i, Akashi-kun aaa " ujar Miyuki menyuapi Seijuuro dengan Roti.

"Bagaimana enak? " tanya Miyuki.

"Hm "

.

.

.

.

"Tertidur ya? " gumam Miyuki Tersenyum kecil.

"Sesekali bolos pelajaran tidak apa kan?" Ujar Miyuki Tersenyum.

~Our Story~

Beberapa jam berlalu.

"Mmhh "

"Sudah bangun? " tanya Miyuki.

"Yukimaru? "

"Iya? "

"Aku tertidur? " tanya Seijuuro.

"Iya "

"Kenapa tidak membangunkan aku? "

"Akashi-kun tidurnya sangat nyenyak "

"Jam berapa sekarang? "

"Jam lima " ujar Miyuki.

"Sudah waktunya pulang ayo? " ajak Miyuki.

"Yukimaru…tanganmu dingin, sarung tanganmu mana? " tanya Seijuuro.

"Eh?, ehehe tertinggal dikamar " ujar Miyuki.

Seijuuro menghela nafasnya.

"Kenapa?, ayo! " ujar Seijuuro menggandeng tangan Dingin Miyuki.

"Iya! " ujar Miyuki.

Sepanjang jalan Seijuuro terus menggenggam tangan Miyuki.

Banyak Perempuan yang kelihatan kesal sangat sepertinya.

Seijuuro tetap jalan dan menggandeng Miyuki tidak memperdulikan perkataan orang-orang yang berbisik-bisik.

Miyuki dan Seijuuro memang sudah bertunangan, tapi sekolah tidak tahu karena mereka memang tidak pernah mengatakannya, yang tahu mereka sudah bertunangan hanya Orang-orang terdekat mereka, kalian tahu kan?.

"Akashi-kun, bagaimana kalau kita ke Maji Burger dulu? " tawar Miyuki.

"Boleh "

.

.

.

.

.

.

.

"Hmm~Manis~" gumam Miyuki meminum Susu Coklat.

"Manis " gumam Seijuuro.

"Hm? Apa yang manis? Kau kan tidak minum apa pun? "

"Yukimaru…kau manis " ujar Seijuuro.

"A-akashi-kun ini ditempat umum " ujar Miyuki.

"Tidak apa kan? Kau Manis kalau bersemu begitu~" goda Seijuuro.

"Uhhk!, ini lebih manis! " ujar Miyuki langsung menyodorkan Susu Coklat Ke arah Seijuuro dan berhasil diminum oleh Seijuuro.

"Upph!, uhuk! "

"Ah!, ma-maaf!, aku tidak sengaja! "

"Uhhk "

"Ha-habis kau menggoda ku seperti itu! " ujar Miyuki.

"Yukimaru, kau memberikanku Ciuman tidak langsung "

"Eh? "

"Kalau mau kau bisa langsung menciumku kok " ujar Seijuuro menunjuk bibirnya.

"Akashi-kun jangan bicarakan itu ditempat umum! " ujar Miyuki.

"Haha, kau malu? "

"Tentu saja kan?! "

"Kalau begitu ayo pulang " ujar Seijuuro.

"…"

"Tidak mau pulang?, kalau begitu aku tinggal "

"Tu-tunggu! "

"A-akashi-kun, Baka! Tunggu a—BRUK! "

"Itte! "

"Yukimaru! "

"Itte, Baka! Akashi-kun! "

"Ayo naik! " ujar Seijuuro ber'jongkok membelakangi Miyuki.

"Aku bisa jalan sendiri kok! "

"Bodoh, lututmu terluka, mana mungkin bisa jalan sendiri kan? "

"…"

"Ayo "

.

.

.

.

.

.

"Ini kan salahmu, meninggalkan aku sendiri! Dan berjalan cepat! " ujar Miyuki mengembungkan Pipinya.

"Hei! Jangan terlalu banyak gerak nanti kita jatuh! "

"hmp! "

"Pegangan saja "

Miyuki hanya diam dan mengalungkan lengannya di leher Seijuuro.

"Aku mengantuk "

"Tidur "

"Ne, jangan tinggalkan aku lagi…Sei—"

"Tentu tidak, tidak akan pernah, dan aku tidak akan pernah membiarkan siapapun mengambil mu dariku " ujar Seijuuro "Terutama Shintarou " sambung Seijuuro.


"Itte! Itte! Sakit! " ujar Yukimaru memukul-mukul lengan Seijuuro.

"Diamlah Yukimaru! "

"Pelan-pelan Baka Onii-san! "

"Aku bukan Onii-san mu, Yukimaru! "

"Kata Tou-sama aku harus memanggilmu 'Onii-san'! " ujar Miyuki masih memukul lengan Seijuuro.

"Tapi sekarang kita sudah bertunangan Yukimaru! "

"Uhhk! Makanya pelan-pelan! "

"Jangan banyak bergerak Yukimaru "

"Itte! "

"Sudah selesai "

"Sakit…"

"Arigatou, aku mau tidur, jangan bangunkan aku makan malam nanti aku tidak ikut " ujar Miyuki keluar dari kamar Seijuuro dan segera tidur dikamarnya.

Tapi sebelum tidur.

DRRTT DRRTT!

"Hm? "

Subject:-

From: Shintarou-kun.

Sudah tidur nanodayo ?

"Hm? Untuk apa Shintarou-kun mengirim email padaku? "

Subject:-

To: Shintarou-kun.

Belum, ada apa Shintarou-kun?

Subject:-

From: Shintarou-kun.

Ti-tidak ada apa-apa nanodayo, a-aku hanya ingin tanya, kau sudah baik-baik saja nanodayo?, ta-tapi bukan berarti alu peduli padamu nanodayo!

"Pfft, mengirim email saja Dia Tsundere "

Ujar Miyuki tertawa kecil.

Subject:-

To: Shintarou-kun.

Arigatou Shintarou-kun, aku baik-baik saja, aku tahu kau memang peduli padaku kok.

.

.

.

.

"Aku mengantuk…"

Beberapa menit kemudian Miyuki tertidur.

Cklek.

"Yukimaru sudah tidur " ujar Seijuuro pelan kemudian menyelinap kedalam selimut Miyuki.

"Hm? Email? " Seijuuro pun membuka handphone Miyuki.

"Shintarou? " membaca nama 'Shintarou' Akashi langsung mengerutkan alisnya memandang tidak suka email dari Midorima.

Subject:-

From: Shintarou-kun.

O-Oyasumi, Miyuki nanodayo.

"Hm " Seijuuro pun membaca email Midorima dari pertama.

"Cih! "

Gyuut!

"Hm? "

Seijuuro pun memeluk Miyuki juga.

"Yukimaru, milikku itu Mutlak…! "

.

.

.

.

"Aku, akan membuat Miyuki berpaling darimu nanodayo…"


TBC~


Hai~ Yuuki ada disini.

Gimana Greget nggak~?

Seru nggak~?

Kalo menurut kalian gimana?

Lebih suka Midorima sama Miyuki atau Seijuuro Sama Miyuki~?

Akhir Kata~


Mind To Review~?;3