Our Story

Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi

This Fanfiction (c) Kuroyuuki Tetsuya

Warning : Typos, OOC, tidak sesuai EYD, Absurd,

Alur Kecepatan, dsb.

Don't Like Don't Read

ENJOY!


"Itu karena aku menyukai-mu nanodayo…"

"Eh? "

"…Benarkah? " tanya Miyuki tidak percaya.

"…"

"Shi-shintarou-kun? "

"A-aku hanya bercanda nanodayo!, mana mungkin aku menyukaimu nanodayo!, aku berkata seperti itu karena ingin membuatmu tidak menangis nanodayo!, ja-jadi jangan salah paham nanodayo! " ujar Midorima panjang lebar.

"Ja-jadi begitu ya? "

"A-aku sampai kaget tadi…"

"Jangan dianggap serius nanodayo! "

"Baiklah…"

"Aku pulang nanodayo, sampai jumpa " ujar Midorima pergi.

Miyuki hanya masih terpaku dan diam di tempat yang sedari tadi masih memperhatikan punggung Midorima yang semakin lama semakin hilang dari pandangan hingga—.

"Yukimaru! "

'Akashi-kun? '

"Y-ya? " saut Miyuki masih membelakangi Seijuuro.

"Aku…akan menjelaskan semuanya dirumah, jadi…ayo kita pulang ya? " ujar Seijuuro menarik lengan Miyuki pergi dari tempat itu.

Miyuki hanya diam tidak berkata apa-apa saat Seijuuro menarik lengan-nya.

'Benarkah?, benarkah itu hanya bercanda? ' batin Miyuki masih terus berpikir 'ah!, Shintarou-kun sudah bilang hanya bercanda!, dan sekarang aku harus fokus! '

"Yukimaru?, kau mendengarku? "

"Ah—? "

"Itu semua—"

##FLASHBACK##

Siang itu aku merasa agak lelah, hingga tanpa sadar aku tertidur di meja kerjaku.

Tidak lama saat aku masih tertidur, tiba-tiba saja aku mendengar ada suara yang sangat keras membuatku terbangun dari tidurku.

Sesaat kemudian terdengar seseorang berbicara.

"Ke-kenapa?!, kalian berciuman? "

"Yukimaru? "

"A-ah!, ma-maafkan aku " ujar Yukimaru menunduk lalu berlari meninggalkan kantor.

"Apa-apaan kau? " ujarku mendorong Sekretaris itu menjauh dariku, karena jarak kami yang sangat dekat.

Jujur saja wajahnya sangat menyebalkan.

Lalu dia hanya Tersenyum genit.

Aku pun berjalan ke arah kotak bento buatan Yukimaru yang berhamburan dan kulihat ada Memo kecil yang tersimpan disana.

'Ne…Akashi-kun, maaf semalam aku tidak memberitahu, mu alasan mengapa akhir-akhir ini sifatku berubah menjadi aneh, aku hanya tidak ingin pekerjaanmu terganggu itu saja, tapi aku akan bilang padamu sekarang.

Sebenarnya belakangan ini…aku merasa kalau seperti ada yang mengikutiku…mungkin lebih tepatnya Penguntit, aku juga merasa ada yang memgambil fotoku diam-diam, aku takut karena sampai saat ini orang itu masih mengikutiku'

Ps: tolong jangan khawatir ya.

Yukimaru Miyuki.

Setelah kubaca Memo dari Yukimaru tiba-tiba saja aku mulai emosional.

Aku berusaha menahan emosiku.

"Akashi-san~lupakan saja gadis jelek itu~datanglah padaku~" goda Sekretaris itu, betapa bodohnya aku, aku baru sadar apa yang terjadi sungguh.

"Sialan "

"Akashi-san~"

"SIALAN! " Emosiku meluap, tanpa pikir panjang lagi aku melemparkan gunting Merahku yang memang selalu kubawa kemana-mana, aku melemparkannya ke arah Sekretaris itu hingga mengenai rambut menjijikannya itu rambut panjangnya berubah menjadi pendek sebelah dan kulihat sedikit darah keluar dari pipinya.

Dia sangat Shock sepertinya.

"Hei…!, apa kau tahu yang baru saja kau lakukan apa? " tanyaku sangat kesal.

"Aku baru saja membuat temanku tidak…tunanganku kecewa gadis sial! " ujarku Murka.

Dia Shock mendengar bahwa Yukimaru adalah tunanganku.

"Tu-tunangan?! "

"Benar dia tunanganku!, dan kau baru saja melakukan hal yang lancang gadis sialan! "

"A—" dia masih berusaha membela dirinya.

Sial!, aku sudah tidak tahan, rasanya aku ingin membunuhnya!.

"Angkat kakimu dari sini sekarang juga "

"Ta-tapi! "

Gadis sialan ini!

"Sekarang!, aku tidak ingin melihat wajah JELEK MU! " Teriak ku Murka.

Segera saja dia ketakutan dan pergi berlari.

Sial, aku sangat kacau sekarang…!

Aku pun berlari mengejar Yukimaru yang mungkin sudah pergi jauh entah kemana.

Ah…kenapa saat Ini aku ingat kata-kata mu? Yukimaru?, maaf aku melanggar janjiku Yukimaru, janji untuk tidak bermain dengan benda tajam lagi.

##FLASBACK OFF##

"Itu semua hanya salah paham…"

"Be-begitu…"

"Tolong jangan pergi meninggalkan aku lagi Yukimaru…"

Gyut!

"Aku janji tidak akan membuat mu kecewa…"

"—Akashi-kun…janji ne? "

"Janji "

"Ehm…dan Akashi-kun aku sudah bilang bukan?, jangan bermain gunting lagi? " Ujar Yukimaru.

"…"

"Nakal! " ujar Miyuki menyentil dahi Seijuuro.

"—!"

"Hehe "

"Yukimaru, sepertinya saat ini kau sudah semakin berani eh? " Seijuuro menyeringai.

"Apa aku harus takut?, apa aku harus takut padamu? " tanya Miyuki Tersenyum.

"Kau tidak takut? "

"Tidak, untuk apa aku ta—hmpp—! "

Tiba-tiba saja Seijuuro mencium bibir Mungil Miyuki yang langsung membuat Miyuki terbelalak kaget.

"Hmp! Hmp! Hmp! "

Karena kaget Miyuki pun sedikit membuka bibirnya, dan kesempatan itu tidak dilewatkan oleh Seijuuro.

"Hmmpp!, ah! "

Segera saja Seijuuro memasukkan lidah miliknya mengabsen setiap jangka mulut Miyuki.

"Ah! Ah!—Akas—!"

Sedikit menggoda lidah Miyuki agar mau diajak bermain oleh Seijuuro.

"Hmmp!, ah!, hmpp! " desah Miyuki.

Karena merasa sudah hampir kehilangan nafas Miyuki memukul-mukul dada bidang Seijuuro, namun tidak ada respon dan Seijuuro masih saja sibuk bermain-main, kesal Miyuki pun menggigit bibir Seijuuro, segera saja Ciuman itu terlepas.

Segera saja Miyuki membersihkan sisa-sisa Saliva yang ada di sekitar bibir Miyuki.

"Kenapa kau menggigit bibirku Yukimaru? " tanya Seijuuro dengan nada sedikit kesal.

"Hahh, hahh, a-aku kehabisan nafas tahu! " protes Miyuki sebal.

"Atur nafas-mu Yukimaru, aku tidak mau menunggu lama " ujar Seijuuro.

"A-apa?, ka-kau mau melakukannya lagi?! " tanya Miyuki cemas.

"Tentu saja kan? " jawab Seijuuro santai.

"Tidak!, Tidak!, aku tidak mau lagi! " ujar Miyuki menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Aku mau " ujar Seijuuro menarik dagu Miyuki.

Miyuki hanya menggelengkan kepalanya.

"Kenapa?, bukannya itu sudah biasa? "

Miyuki menunduk terlebih dahulu baru menjawab "Ka-karena sudah lama tidak melakukannya…aku jadi malu…" ujar Miyuki dengan suara yang sangat kecil.

Seijuuro menghela nafasnya.

"Baiklah, tapi…lain kali tidak ada yang seperti ini lagi Yukimaru…" goda Seijuuro.

"Aku mengerti, jadi menjauh lah! " ujar Miyuki mendorong Seijuuro.

"Anak baik " ujar Seijuuro.

"Jangan perlakukan aku seperti anak kecil! "

"Kau memang kecil Yukimaru "

"Maksudku anak Kecil Akashi-kun! "

"Dan lagi kau saja yang terlalu tinggi! " ujar Miyuki.

"Aku mau mandi dulu Yukimaru, kau sudah mandi? " tanya Seijuuro.

"Eh?, belum "

"Mau mandi bersamaku? " goda Seijuuro.

"Eh?, aku? "

"Te-TENTU TIDAK! " teriak Miyuki.

"AKASHI-KUN HENTAI! " teriak Miyuki keluar dengan membanting pintu.

Miyuki pun pergi kedalam kamarnya.

"Aku tidak percaya…"

"Aku tidak percaya kalau baru saja aku menggigit bibirnya…"

"—ah, itu memalukan sungguh " ujar Miyuki menutupi wajahnya.

"…Shintarou-kun, apa benar itu hanya bercanda…? " gumam Miyuki.

"—kalau itu benar…"

"Aku…tidak tahu harus berkata seperti apa…"

"…"

"Tolong…katakan padaku kalau itu tidak benar " ujar Miyuki menutup wajahnya dengan bantal.

.

.

.

.

.

.

.

"Tidak terasa sebentar lagi masuk sekolah " gumam Miyuki memperhatikan kalender.

'Semenjak itu, sudah 1 Minggu berlalu dan Shintarou-kun tidak pernah mengirim email padaku sama sekali ' batin Miyuki.

"Itu hanya bercanda kan? " gumam Miyuki.

'Tinggal beberapa hari lagi liburan musim dingin selesai…'

'Aku dan Akashi-kun akan menjadi murid kelas dua '

'Mayuzumi-senpai akan segera lulus dari Rakuzan, dan masuk ke universitas Tokyo '

Miyuki menghela nafas…

'Mibuchi-senpai, Nebuya-senpai, dan Hayama-senpai, pasti akan sibuk karena sebentar lagi dia murid kelas tiga '

"Pasti akan sepi…" ujar Miyuki.

Gyut!

"Apa yang kau pikirkan, Yukimaru? " tanya Seijuuro yang tiba-tiba datang dan tiba-tiba memeluk Miyuki dari belakang.

"Hyaa! "

"A-apa yang kau lakukan?! "

"Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan Yukimaru "

"Aku sedang memikirkan akhir liburan musim dingin—"

"Bagaimana kalau kita ke pekarangan? "

"Pekarangan? " tanya Miyuki bingung.

"Pekarangan Bunga, kau belum pernah kesana kan Yukimaru? "

"Iya, aku belum pernah kesana! "

"Ayo Yukimaru "

"Akashi-kun kau memanggilku seakan aku ini kuda " ujar Miyuki tertawa kecil.

"Hm?, lalu aku harus memanggilku apa?, Miyuki? " tanya Seijuuro.

Miyuki mengangguk senang.

"Ayo Miyuki " ujar Seijuuro menggandeng tangan Miyuki.

"Hn! "

"Mungki memang lebih baik aku memanggil-mu Miyuki dari sekarang " ujar Seijuuro.

"Hn?, kenapa? " tanya Miyuki.

"Bukannya, sudah jelas?, namamu akan menjadi Akashi Miyuki bukan? " tanya Seijuuro.

"Hmm, Akashi Miyuki ya? " gumam Miyuki.

"Ah!, Akashi-kun!, lihat itu bunganya cantik sekali! " ujar Miyuki.

"Seijuuro "

"Apa? "

"Panggil aku Seijuuro " ujar Seijuuro.

"Seijuuro…" gumam Miyuki.

"Anak baik "

"Kubilang jangan memperlakukan aku seperti anak kecil kan?! "

"Kau memang kecil "

"Kau yang terlalu tinggi! "

"Sudahlah lupakan saja! " ujar Miyuki frustasi.

"Hn, ya bunga-bunga ini siapa yang merawat? " tanya Miyuki.

"…bu "

"Apa? "

"Ibuku yang merawatnya " ujar Seijuuro.

"A-ah, begitu ya "

"Hm "

"Maaf, aku tidak bermaksud untuk…"

"Tidak apa "

"…"

"Mulai sekarang, bagaimana kalau kau yang merawatnya? " tanya Seijuuro.

"Aku? "

"Hm "

"Tapi aku…,Baiklah! " ujar Miyuki Tersenyum.

"Sudah mulai gelap dan dingin, ayo kita kembali " ujar Seijuuro.

"Hn "

'Saat ini aku senang…namun aku terus memikirkan tentang perasaan Shintarou-kun '

'Saat mengatakan suka wajahnya terlihat serius, tidak terlihat bercanda…'

'Kalau itu semua benar, aku harus berkata apa, saat bertemu nanti?'

'Bukankah akan Canggung? '

'Gomenasai, Shintarou-kun… '


"Kutunggu dibawah, 5 Menit "

"Tu-tunggu aku Sei! "

"Aku berangkat! "

"Aku tidak telat kan? " tanya Miyuki.

"Tepat waktu "

"Hehe! "

"Sudah kubilang jalan saja kan? " ujar Miyuki.

"Lebih cepat diantar " ujar Seijuuro.

"Tapi saat kita sampai tadi banyak yang memperhatikan! " ujar Miyuki.

"Abaikan saja "

"Uh!, terserah sa—! "

Kata-kata Miyuki terputus saat membuka loker karena surat-surat cinta dari para laki-laki.

'Lagi? ' batin Miyuki.

"Miyuki milikku itu mutlak! " ujar Seijuuro membuang surat-surat itu ketempat-nya.

"Lagi? " tawa Miyuki melihat Seijuuro yang sepeti itu.

"Ayo kita lihat kelas kita " ujar Miyuki menuju papan pengumuman.

"Hm, Yukimaru Miyuki " gumam Miyuki mencari namanya.

"Hn?, kelas 2-A? "

"Are?, Akashi Seijuuro…?, kelas 2-A?! "

"Sei!, coba lihat!, kita sekelas! " ujar Miyuki menunjuk papan pengumuman dengan senang.

"Hm "

"Tidak sia-sia aku belajar, hehe! "

"Anak baik " ujar Seijuuro.

"Sudah kubilang aku bukan anak kecil! "

"Kau memang kecil "

"Kau yang terlalu tinggi "

"Sudahlah lupakan saja! " ujar Miyuki.

"Aku mau duduk dekat jendela " gumam Miyuki.

"Sei, kau duduk dimana? " tanya Miyuki.

"Disini " ujar Seijuuro sudah duduk di paling depan.

"Are?, jauh sekali! " ujar Miyuki yang duduk dipaling belakang sementara Seijuuro di paling depan.

"Kalau begitu aku disini " ujar Seijuuro duduk di depan Miyuki.

"Hehe, itu lebih baik! " ujar Miyuki Tersenyum.

"Yuki-chan? "

"Hn?, Minami-chan? "

"Uwahh!, kita sekelas lagi Yuki-chan! "

"Ahaha, iya "

"Aku kangen kamu Yuki-chan! " ujar Minami memeluk Miyuki.

"Ne, ne, kau tahu Midorima Shintarou? "

"Eh?, y-ya aku tahu, ada apa? "

"Ehehe, kemarin aku bertemu dia do kereta!, dan dia menolongku dari om-om!, yang meraba-raba rokku! " ujar Minami.

"Eh, begitu ya?, untunglah kau di tolong " ujar Miyuki.

"Iya!, sepertinya aku jatuh cinta! " ujar Minami.

"La-lalu Ryouta-kun bagaimana? "

"Ah, aku hanya menyukainya sebatas idola saja kok! "

"Baguslah kalau begitu "

"Bagaimana, apa kau punya alamat emailnya? " tanya Minami.

"A-aku, aku tidak mempunyainya " ujar Miyuki.

"Begitu ya, Sayang sekali…"

"Maaf ya "

"Tidak apa!, aku akan berjuang! "

'Kenapa aku berbohong? '

"Miyuki " panggil Seijuuro.

"Ya?, ada apa Sei? "

"Kenapa kau tidak memberikan alamat email Shintarou? " tanya Seijuuro.

"Eh, y-ya, aku merasa tidak enak saja, kalau langsung memberikannya tanpa izin dulu dari Shintarou-kun…" ujar Miyuki.

"Kau…"

"Ya? "

"Kau, tidak menyukai Shintarou kan? "


TBC


Review~;3