Last chap:

Gokudera tersenyum, dan senyuman itu pertanda sesuatu yang buruk bagiku.

Oh kamisama, tolong bantu bungkam mulut anak baru ini!


.

Aku berjalan bersama Yamamoto menuju ke kantin, maklum isi perut minta diisi karena mereka sudah membentuk boyband dan girlband yang tengah duet bersama hingga mengguncang seluruh sistem pencernaan. Lesu, memikirkan kenyataan bahwa kini ada seseorang yang lebih mengerikan dibanding Hibari Kyoya yang bengis.

"Tsuna, mikirin apa sih?" lagi-lagi Yamamoto terlihat cemas.

"Eh? Ti-tidak... tidak ada." Jawaban yang sama. Bohong.

"Ciaossu! Dame-Tsuna... Yamamoto...!"

Aku menoleh ke arah sumber suara dan mendapati seonggok makhluk kaktus(?) chibi sedang tersenyum sambil menyodorkan sesuatu yang dilapisi kain serbet bermotif kotak-kotak berwarna pink. (kenapa harus warna itu? Karena warna pink adalah warna yang paling dibenci author tapi terlihat manis untuk Tsuna! #apa maksudnya itu? *diitak typer lagi deh!*)

"Re-Reborn!? Kenapa kau muncul dalam wujud ini lagi?"

"Ahahaha... sudah lama juga ya anda tidak menampilkan wujud yang ini?"

Reborn berdeham-ria.

Dia terpaksa memunculkan wujud Arcobalenonya kembali dikarenakan alasan dia pasti akan diajak bertarung lagi oleh Hibari dan Alaude yang notabene keduanya adalah pasangan kakak-beradik paling angker se-Namimori kalau Reborn berada dalam wujud adultnya.

Reborn cepat-cepat memasang wajah tersenyum kepadaku dan Yamamoto.

"Ayo cepat ambil, kalau tidak... akan kutembak kau dengan Dying-Will Bullet!"

"HIIIIIEEY~ ba-ba-baik!" aku segera mengambil bento dari tangan Reborn.

"Maa... Maa... anda jangan sekasar itu pada Tsuna."

"Aku tidak pernah kasar pada anak didikku, tapi kejam pada mereka. Sudah dulu!"

Reborn menghilang di balik tembok koridor sekolah, sementara Yamamoto menunjukkan senyuman begonya dan sweatdrop yang tadi muncul satu di dahiku menjadi gerimis menutupi wajah.

Reborn, apa salahku?

.


K0ush4fukuj1 represented multichap...

"Tonari no Gokudera-kun"

Adopted KHR chara from Amano Akira-sensei

.

.

RE:MEMBER!

.

- DON'T LIKE, DON'T READ-

.

.

I'M ALREADY WARN YOU!


.

Aku menemukannya!

Entah kenapa mataku selalu mendapatkan sosoknya yang terlihat berbeda itu diantara yang lain.

Warna rambut putih keperakannya yang indah, mata green-dianya yang berkilau, serta kacamatanya yang membuatnya elegan sekaligus melindungi kedua bola matanya itulah alasan kenapa dia terlihat berbeda.

"Tsuna-nii, kenapa melihat ke arah Gokudera-nii terus?"

Terlonjak kaget, aku segera menoleh ke arah kiri.

"Fuuta? Sedang apa disini? Sama siapa?"

"Tadi Fuuta sedang mencari Basil-nii untuk melaporkan sesuatu yang rahasia, tapi... kenapa Basil-nii tidak ada?"

"Basil? Oh tadi rasanya aku melihatnya gemetaran di ruang Club Boxing, ahahaha."

"A-apa?"

Aku segera menggandeng Fuuta dan melesat menuju ke ruang Club Boxing diikuti oleh Yamamoto dan disana memang terlihat Basil di dalam ring sedang gemetar tanpa henti, kedua tangannya sudah terbalut sarung tinju berwarna biru.
"O-oniichan, hentikan!" tanpa sadar aku mencegah Ryohei.

"OOO SAWADAAAA~~ kau datang rupanya Sawada! Ayo kita bertarung to the extreme!"

"HIIIIIIIEEY~ bu-bukan... a-aku mau menjemput Basil, ada urusan penting oniichan."

"Ahahahaha... dia dicari Fuuta, senpai." Yamamoto ikut menjelaskan.

Akhirnya dengan berat hati, Ryohei melepaskan Basil. Anak berambut pirang itu berjalan lemas ke arahku dan yang lain kemudian Fuuta memeluk tubuhnya seakan tak mau kehilangan dirinya. Lagi-lagi Yamamoto hanya tertawa dan aku bernafas dengan helaan lega. Ryohei menggapitkan kedua lengannya ke pembatas ring, dia memanggil namaku.

"Oii~ Sawada! Lain kali kita bertanding ya, by one to the extreme!"

.

GLEK!

.

Aku menelan ludah. Berat. Haruskah kujawab "tidak mau?" dengan ketus? Tapi itu bukan gayaku dan terlebih aku menyukai adiknya meski aku sudah berpacaran dengan Yamamoto, bagaimana ini?

"A-ah... kapan-kapan saja oniichan."

"Tsuna-san, arigato!" Basil tersenyum lemah padaku dan aku mengangguk padanya.

"Tsuna-nii, arigato!"

"Sudah dulu senpai, terimakasih atas waktunya! Ahahaha!"

Ryohei melambaikan tangannya sebagai tanda kami boleh pergi dari tempat mengerikan itu, dan kami bergegas pergi sebelum kakak Kyoko berubah pikiran dan mengajak aku duel tinju dengannya? Bisa-bisa aku mati konyol di depannya.

"Ne~ ngomong-ngomong, kenapa tadi Tsuna-nii memandangi Gokudera -nii terus?"

"Eh? I-itu... itu...,"

"Kau suka padaku, Juudaime?"

Suara ini...

Tak salah lagi, Gokudera Hayato tengah berdiri di belakang Yamamoto sekarang. Anak baru itu menunjukkan senyuman mengerikan yang sama sewaktu di kelas tadi. Dan anehnya, kenapa dia tahu soal pemanggilan nama JU-U-DA-I-ME yang hanya diketahui oleh aku dan Reborn? Apa dia juga anak didiknya?

"HIIIIIEEY~~ ti-tidak! Bu-bukan itu, tapi kau terlihat berbeda." Ujarku sekenanya.

"Ahahahaha, jelas dia berbeda... dia kan dari Itali." Celetuk Yamamoto.

"EEEEEHH~? I-Itali?"

"Gokudera hayato, tumbuh besar di lingkungan keluarga mafia Itali, ibu kandungnya sudah meninggal dan akhirnya dia tinggal bersama ayah kandungnya dan kakak perempuan dari satu ayah yang sama."

"Eh?"

"DIAM KAU! JANGAN BACA ORANG LAIN!"

Mata Fuuta berkaca-kaca, dia bersembunyi di balik tubuh Basil yang agak besar darinya. Aku tahu Fuuta tak sengaja membaca karakter Gokudera, dan itu bukan keinginannya. Terlalu dibuat-buat kalau marah tanpa sebab, apalagi sama anak kecil bukan?

Aku mengarahkan telunjuk ke dada Gokudera lalu membuat wajah tak senang di hadapannya.

"K-kau! Fuuta itu masih kecil, ja-jangan bentak dia!"

"Juudaime, kenapa kau membelanya?"

"Maa... maa... sudahlah, jangan bertengkar." Yamamoto mencoba melerai.

"DIAM KAU, BASEBALL MANIAK!"

"Darimana kau tahu aku suka baseball? Sering lihat ya?" muka bloon Yamamoto muncul.

"Aku baru datang kemarin, YAKYUU-BAKA!"

Entah kenapa disela-sela adu mulut Yamamoto dan Gokudera, Fuuta dan basil menyempatkan diri berpamitan padaku kemudian pergi meninggalkan kami bertiga di lorong koridor.

Aku hanya bisa pasrah memandangi keduanya tanpa memisahkan mereka satu sama lain, tapi aku tak menyadari bahwa ada seseorang dengan aura ungu dan bermata onyx yang menakutkan berdiri kurang lebih 5 meter dari kakiku berada.

Lama-kelamaan bulu kudukku merinding, jangan-jangan...

"Apa yang sedang kalian lakukan disini? Mengganggu kenyamanan Namimori, hm?"

.

AAAAAA~!

.

Itu dia... itu dia!

Sang skylark eh prefect bengis yang bernama Hibari Kyoya itu benar-benar berdiri dibelakangku, seram? Iya... bikin takut? So pasti! Tapi dia sebenarnya hanyalah melakukan tugasnya sebagai ketua komite keamanan di sekolah Namimori ini, bisa jadi alasan lainnya adalah... ingin ketenangan?

"Kenapa kalian melihatku seolah aku hantu, hm? Mau ku-kamikorosu?"

"Heh bodoh! Tidak lihat kami sedang berdebat?" sambar Gokudera cepat.

.

DUAR!

.

Bagai disambar petir di siang bolong, aku cepat-cepat menarik tangan Gokudera lalu menutup mulutnya yang asal bicara itu. Wajahku pucat pasi, keringat dingin bercucuran. Lalu mulai melirik Yamamoto untuk segera angkat kaki dari tempat itu, sejauh mungkin, selama padangan Hibari tak lagi terasa menusuk tapi...

"Maa... maa... tenanglah Hibari, kami hanya sedang membicarakan baseball."

"I-iya... mereka berdua membicarakan baseball...,"

Tonfa yang tadinya hampir terangkat tinggi, kini bersarang kembali ke balik jubah komite miliknya. Syukurlah yang sedang ronda(?) keliling kali ini Hibari, kalau bertemu dengan Alaude-san bisa-bisa tangan diborgol lalu kuncinya dibuang entah kemana. Meskipun begitu, keduanya tetaplah mengerikan.

"Begitu, hm?"

Aku mengangguk, Yamamoto tersenyum sebagai jawaban.

Dan Gokudera menjilat telapak tanganku yang sedang membungkam mulutnya dengan agresif.

"H-HIIIIIIEEY~~!"

Sesegera mungkin aku melepaskan tanganku dari mulut anak baru itu dan mulai mengibaskan tangan secepat mungkin. Gokudera tertawa lepas melihat tingkahku yang dirasanya sangat lucu.

"Juudaime lucu! Dan kau orang aneh... jangan ganggu Juudaime atau akan kuledakkan kau hingga berkeping-keping! Aku serius!"

"Siapa yang kau panggil aneh, hm? Kamikorosu!"

"Maju sini kalau berani!"

"Ahahahaha... menarik."

"Kau juga akan kuledakkan, Yakyuu-baka!"

Ah... Lagi-lagi hal tak diinginkan terjadi... Dan aku selalu ada ditengah-tengahnya! Menyebalkan!

Oh kamisama... aku harus bagaimana?


Ahee~ akhirnya dengan doa tulus(?) saya dapat menyelesaikan chap kedua ini... *terharu*

Dan seperti biasanya, chap ketiga nyusul lagi ya... dalam hitungan abad(?) lagi ^^'

Apdet chap kedua menurut saya yang paling cepet, biasanya apdet butuh waktu beberapa minggu... ini cuma hari *bangga*

Oh iya, terimakasih buat Azriel 1827 dan Okki-chan yang rela membaca fic gaje saya ini, tehee~ *tebar love-love*
#dibom Gokudera, ditembak Reborn+Xanxus, ditebas katana Yamamoto+Squalo, ditonfa Hibari, dan ditusuk trident Mukuro+Chrome

Ada ide? #diinjek typer 2x