Waiting For You

Genre : Hurt , Romance , Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin , KyuHyuk , Minho, and etc.

Part : 4/?

Warning : Genderswitch , Miss Typo

Disclaimer : Saya hanya menyalurkan inspirasi melalui cerita, ff ini hanya pelampiasan khayalan saya yang terlalu tinggi. Jadi apabila anda semua tidak menyukai ff ini saya harap anda tidak usah membacanya. DON'T LIKE DON'T READ!

Summary : Cinta adalah satu kata semu yang mengandung seribu makna, satu kata yang dapat membuat duniamu seakan berhenti berputar saat itu juga. Satu kata yang dapat membuat dirimu senang maupun sedih di saat bersamaan, bagaimana jika cinta yang kau harapkan tidak seperti itu?

Music : 헤어지는(A Good bye) By Super Junior

"Kau mau kemana agasshi?" Hyukkie menghentikan langkahnya mendengar suara seseorang menegurnya, segera wanita itu membalikan badannya menatap seorang pria yang terus mengikutinya. Mata Hyukkie terbelalak menatap lelaki itu.

"NEO!"

Lelaki itu tersenyum tipis menatap wajah hyukkie, yeah! Lelaki itu adalah lelaki yang selalu mengikuti hyukkie dari bus hingga sekarang, lelaki itu melangkahkan kakinya mendekat ke arah wanita itu. "Annyeonghaseyo agasshi" ucap lelaki itu seraya membungkuk hormat.

"Park ahjussi, yeogiseo mwohaneungeoya?" Hyukkie terlihat sedikit gugup menatap lelaki yang di panggil 'Park ahjussi' olehnya, terlihat dari jemarinya meremas ujung bajunya.

"Aku datang menjemputmu agasshi" mata Hyukkie terbelalak mendengar pernyataan lelaki yang merupakan bodyguardnya itu. Kepala wanita itu menggeleng cepat seolah menyatakan dia tidak setuju dengan pernyataan itu.

"SHIRREO...!" pekik Hyukkie, membuat bodyguardnya menggelengkan kepala gusar. Yah! Lelaki paruh baya itu tahu bahwa untuk membujuk wanita di depannya ini cukup sulit. "Tapi kau harus pulang agasshi, jangan pergi keluar tanpa pengawasan" nada lembut Park ahjussi sedikit membuat Hyukkie tenang, di tatapnya lelaki paruh baya yang tengah menatapnya dengan teduh.

"Geundhe, aku masih mau liburan ahjussi" lelaki paruh baya itu tersenyum mendengar suara manja wanita yang sudah di anggapnya sebagai anaknya sendiri itu, telapak tangan lelaki itu bergerak mengelus lembut pundak Hyukkie, menyalurkan perasaan hangat lewat elusan itu.

"Kau masih bisa liburan agasshi" Hyukkie membulatkan matanya mendengar penuturan Park ahjussi, di tatapnya manic lelaki paruh baya itu dengan penuh harap. "Jinjja?" Tanyanya dengan suara yang melengking, membuat Park ahjussi terkekeh geli melihat reaksi wanita di depannya. Lelaki paruh baya itu menganguk sekilas sebagai jawaban. "Ne, tapi kau harus pergi dengan bodyguard yang lain agasshi" wanita itu mengangguk semangat mendengar hal itu, di peluknya lelaki paruh baya itu erat.

"Gomawo Park ahjussi" lelaki paruh baya itu tersenyum lembut mendapati tingkah manja Hyukkie. "Ne, jangan pergi tanpa pengawasan lagi arra!" ucapnya dengan penekanan pada kalimat terakhirnya. "Arrasseo, kau memang namja terbaik setelah appaku. Park ahjussi" ucap Hyukkie setelah melepaskan pelukannya, kedua orang itu melangkah bersama meninggalkan gang itu.

0o0o0

Manik foxy Sungmin terbelalak lebar melihat lelaki yang tengah menyeringai di depannya, nafas wanita itu tercekat. "YyYesung oppa" ucap Sungmin gugup, diliriknya dua orang lelaki yang berdiri di samping Yesung. Kedua lelaki itu tersenyum jahil kepadanya. "Ya! kenapa kalian ada di sini eoh?" bentak Sungmin geram, sungguh wanita itu sangat kesal sekarang. Ketiga lelaki itu sungguh membuat dirinya ketakutan tadi, di tatapnya tajam ketiga lelaki yang tertawa melihat reaksi Sungmin.

"Aigoo… Aku tidak mengira dia akan ketakutan" ucap Donghae memegangi perutnya yang keram akibat tertawa terlalu keras, Sungmin menundukan kepalanya menyembunyikan rona merah yang terlihat jelas di pipi putihnya. Membuat ketiga lelaki itu tertawa semakin keras. "Ya! geumanhae" bentak Sungmin, wanita itu menatap tajam ketigga lelaki di depannya. "Arrasseo Min, kami hanya bercanda" ucap Donghae di sertai kekehan kecil di akhir kalimatnya.

"Kenapa kalian bisa ada di sini eoh?" Tanya Sungminlagimanik foxynya menatap penuh selidik pada ketiga sahabatnya itudan sahabat Kyuhyunmenuntut jawaban atas pertanyaannya. "Kami mengikutimu" Sungmin mengalihkan tatapannya beralih menatap Minho yang baru saja menjawab pertanyaannya. "Mengikutiku?" gumam Sungmin lirih, wanita itu menatap bingung kepada sosok Minho yang mengangguk mendengar gumamannya.

"Ne, kami mengikutimu, bahkan kita berada di pesawat yang sama saat kemari"

"Tapi aku tidak melihat kalian"

"Itu karena kami hebat!" ucap Donghae bangga, lelaki itu menepuk-nepuk dadanya membuat Sungmin menatap tajam padanya. Wanita itu mengerucutkan bibirnya mendengar penuturan Minho, kesal? Tentu saja! Wanita itu merasa di permainkan oleh ketiga lelaki yan telah menjadi sahabatnya sejak lama itu, Sungmin membalikan badannya melangkah kesal meninggalkan ketiga lelaki itu.

"Minnie-ah! Kau sudah bertemu dengan bocah itu?" Sungmin menghentikan langkahnya mendengar suarapertanyaan Donghae, wanita itu membalikan badannnya menatap ke arah ketiga lelaki itu. senyumterpaksadi ulaskannya di bibir mungilnya. "Ne" ucapnya singkat.

Aku memang telah bertemu dengannya, meskipun hanya melihat wajahnya…

"Jinjja? Bagaimana dengan bocah pabbo itu?" Sungmin terkekeh kecil mendengar ejekan Donghae untuk Kyuhyun, wanita itu mengalihkan tatapannya ke samping. Manik foxy itu terpejam seolah berusaha mengingat wajah lelaki yang dicintainya. "Dia semakin tampan" ucapnya tulus, senyum kecil terpatri di wajah manis Sungmin.

"Keundhe, kau mau kemana Min?" Sungmin kembali menatap ketiga lelaki itu, pertanyaan Yesung sedikit membuatnya kaget. Di tatapnya lelaki yang tengah menatap balik padanya, jari telunjuk lelaki itu mengarah pada koper yang sedang di bawa Sungmin. Seolah menuntut jawaban atas pertanyaannya.

"Ah! IIgo, aku mau mencari penginapan" ucapnya sedikit kikuk, tangan wanita itu bergerak mengelus tengkuk lehernya sendiri. Dahi yesung berkerut mendengar pernyataan Sungmin, tak lama senyum manis terpatri di wajah tampan lelaki itu. "Baiklah, kau akan ikut bersama kami" wanita itu membelalakan matanya kaget mendengar pernyataanlebih tepatnya perintahYesung, kepala wanita itu menggeleng mendengarnya. Membuat dahi ketiga lelaki itu berkerut.

"Wae? Kami juga ingin bertemu bocah itu, jadi kau harus ikut dengan kami arra!" mata Sungmin semakin membulat mendengar perintah mutlak Donghae, sungguh! Wanita itu belum siap untuk bertemu Kyuhyun lagi.

"Hajiman"

"Arrasseo, kajja!" Sungmin tersentak kaget saat ketiga lelaki itu langsung menyeretnya, wanita itu tidak bisa lagi menghindar di bawah kukungan Donghae dan Minho. Sementara Yesung berjalan dengan santai di depan mereka. "Ikuti saja kami, Min" Sungmin beralih menatap Minho yang tengah berbisik lirih di telinganya, lelaki itu tersenyum hangat seolah berniat menenangkan Sungmin. Mambuat wanita itu hanya pasrah di seret kedua lelaki itu.

0o0o0

Seorang lelaki berkulit pucat terlihat tengah menatap kosong pada layar laptopnya, jemari lelaki sama sekali tidak bergerak menyentuh keyboard laptop itu. Terlihat sekali lelaki itu tengah memikirkan sesuatu, pikiran lelaki itu kembali terpusat pada kejadian beberapa saat lalu.

Cho Kyuhyun… yah! Lelaki itu tengah memikirkan pertemuannya dengan wanita itu, di saat wanita itu menatapnya. Yah! Kyuhyun memang melihat Sungmin di kasino hotel tadi, tangan lelaki itu bergerak perlahan membuka laci meja nakas tak jauh dari tempatnya duduk. Di ambilnya sebuah pigura yang ada di laci meja itu, lelaki itu menatap kosong pada gambar yang ada di pigura itu.

Gambar dirinya bersama seorang wanita dengan tangan saling bertaut satu sama lain tengah tersenyum ke arah kamera, gambar dirinya dengan…

Sungmin…

Lelaki itu segera mengembalikan pigura itu ke dalam laci meja nakas, kembali Kyuhyun melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda tadi. Jemarinya bergerak lincah di atas keyboard laptopnya, wajah itu kembali terlihat serius mengerjakan tugas perusahaan.

'cklek'

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya saat mendengar suara pintu terbuka, lelaki itu segera tersenyum menatap noonanya yang bediri di depan pintu. "Waeyo noona?" wanita itu mengerucutkan bibirnya mendengar pertanyaan bodoh dongsaengnya itu, di tatapnya tajam sosok dongsaengnya yang tengah memasang ekspresi polos. Cho Ahranoona Kyuhyunberjalan mendekati sosok Kyuhyun yang masih setia menatap dirinya.

"Ya! kenapa kau meninggalkanku saat acara tadi eoh?" bentaknya kasar, telapak tangan wanita itu memukul pelan bahu Kyuhyun. Sungguh! Wanita itu begitu kesal saat adiknya menyeretnya menjauhi kasino hotel dan meninggalkannya begitu saja di dekat gondola. Ahra menghempaskan tubuhnya kasar di atas sofa tepat di sebelah Kyuhyun yang tengah tersenyum kecil melihat tingkahnya.

"Mianhae noona" wanita itu kembali mengerucutkan bibirnya mendengar permintaan maaf Kyuhyun yang sangat tidak tulus, lihat saja lelaki itu sekarang! Lelaki itu tengah memamerkan evil smirks pada dirinya.

"Menyebalkan!" umpat Ahra kesal, Kyuhyun kembali terkekeh mendengar hal itu. Sejenak atmosfir di antara mereka menjadi hening, Kyuhyun kembali sibuk berkutat dengan pekerjaannya. Lelaki itu mengindahkan sosok noonanya yang tengah menatap dirinya kesal karena di acuhkan.

"Eomma memanggilmu Kyu" jemari lelaki itu berhenti bergerak saat mendengar penuturan noonanya, di pandanginya sosok noonannya dengan dahi berkerut. "Memanggilku?" gumamnya dengan dahi berkerut, Ahra memutar bola matanya kesal melihat tingkah dongsaengnya itu. Kepala wanita itu mengangguk sebagai awaban dari gumaman Kyuhyun.

"Arrasseo, aku akan menemuinya" lelaki itu segera berdiri dari posisi duduknya, kakinya melangkah santai meninggalkan noonanya yang tengah memandang dirinya sendu, wanita itu mengalihkan pandangannya menuju layar laptop adiknya. Jemari lentiknya bergerah lincah di atas keyboard laptop, wanita itu begitu gesit melanjutkan tugas dongsaengnya.

Sejenak Ahra mengalihkan pandangan menatap laci meja nakas yang belum tertutup sempurna, di tariknya laci meja nakas itu. Tangan mungil wanita itu bergerak mangambil pigura itu, jemari lentiknya bergerak mengelus gambar yang ada di pigura itu. Senyum miris terpatri di kedua belah bibir wanita itu.

"Mianhae Sungmin-ah" gumamnya lirih. Ahra segera meletakan kembsli pigure itu ke laci meja nakas.

0o0o0

Seorang wanita paruh baya itu terlihat tengah berbicara dengan seseorang melalui ponselnya, sesekali dia tertawa kecil dalam pembicaraan itu.

"Ah! Ne, geroum mereka pasti cocok"

"…"

"Ani! Dia sangat cantik" ucap wanita paruh baya itu, orbs bening itu menatap gambar yang ada di pigura yang sedang digenggamnya. Wanita paruh baya ituCho Heechultersenyum kecil melihat gamabr seorang wanita di pigura itu.

"…"

"Ye, mereka pasti cocok"

'cklek'

Heechul mengalihkan pandangannya menatap ke arah pintu, di tatapnya sejenak sosok anaknya yang sedang berdiri di depan pintu itu. "Ah! jeosonghabnida, saya harus pergi. Kita lanjutkan lagi nanti" segera Heechul mengakhiri panggilannya, setelah mengatakan itu.

Wanita itu kembali menatap pada sosok anaknya yang tengah menatap bingung pada tingkahnya tadi. "Eomma memanggilku?" Tanya Kyuhyun begitu melihat eommanya sudah mendudukan dirinya dengan nyaman di sofa ruangan, wanita itu mengangguk pelan menjawab pertanyaan anaknya. Tangan mulusnya beralih menepuk sofa di sampingnya seolah memerintahkan anaknya untuk duduk. Kyuhyun segera mendudukan dirinya di sebelah eommanya.

Sejenak suasana menjadi hening, kedua orang itu sibuk dengan pikiran mereka sendiri. "Kita akan kembali ke Korea minggu depan" Kyuhyun mengalihkan pandangan menatap sosok eommanya, lelaki itu menatap eommanya tidak percaya membuat Heechul tersenyum lembut. Jemari lentik wanita paruh baya itu bergerak mengelus rambut dark blonde anaknya.

"Wae? Kau tidak mau kembali ke Korea?" Kyuhyun menggelengkan kepalanya perlahan mendengar pertanyaan eommanya, lelaki itu merebahkan kepalanya dipaha eommanya. Manik onxy itu terpejam menikmati belaian eommanya di kepalanya. "Ani, aku ingin segera kembali ke Korea" ucapnya masih dengan mata terpejam, Heechul tersenyum kecil mendengarnya.

"Tapi kau tidak boleh bertemu dengan wanita itu arrasseo?" lelaki itu menganggukan kepalanya perlahan, kelopak mata itu perlahan terbuka. Dapat dilihatnya eommanya yang tengah menatap tajam padanya.

"Ingatlah Kyu, kau kemari untuk melanjutkan bisnis appamu. Kau tidak inginkan bisnis yang appamu jalankan selama bertahun-tahun harus gagal karenamu? Biarkanlah appamu tenang di surga, jangan membuat dia merasa gagal dalam menjalankan bisnisnya selama ini" Kyuhyun termenung sejenak mendengar penuturan eommanya, pikiran lelaki itu kembali berpusat pada appanya. Sosok lelaki yang sangat di sayanginya, lelaki yang telah pergi meninggalkannya dengan keluarganya. Mengingat hal itu sungguh membuat hatinya miris.

Lelaki itu kembali menatap sosok eommanya, senyum lembut di ulaskanya di kedua belah bibirnya, lelaki itu begitu menyayangi wanita yang sekarang tengah menatap lembut padanya. Wanita yang selalu menututnya hingga sekarang, merubahnya menjadi Kyuhyun yang sukses.

"Arrasseo eomma, aku tidak akan mengecewakan appa dan eomma" wanita paruh baya tersenyum lembut mendengar penuturan Kyuhyun, di peluknya sosok anaknya erat. Menyalurkan perasaan sayangnya lewat pelukan itu.

Kedua orang itu saling melempar senyum satu sama lain. "Kalau begitu eomma akan mengurus kepulangan kita minggu depan" ucap Heechul, wanita itu melangkah meninggalkan Kyuhyun yang masih setia duduk di sofa.

Lelaki itu menghela nafas gusar, kepala lelaki itu bergerak kearah pigura yang melekat di dinding. Di tatapnya pigura appanya yang sedang tersenyum, perlahan senyum tipis terpatri di bibir lelaki itu. "Aku tidak akan mengecewakanmu appa" gumamnya.

0o0o0

"Jadi kapan kau akan bertemu Kyuhyun lagi?" di ruangan itu terlihat empat orang sedang duduk dengan santai di sofa yang berada di ruangan yang ada di The Venetian hotel, ketiga lelaki itu terlihat sedang menatap intens pada sesosok wanita di sana. Sungmin, wanita yang sedang di tatap intens oleh ketiga lelaki itu sedikit merasa risih.

"Molla" ucapnya singkat, ketiga lelaki itu menatap tajam padanya. "Kau tidak bertemu dengannya'kan?" tubuh Sungmin menengang mendapat pertanyaan penuh selidik dari Donghae, wanita itu menundukan kepalanya kikuk. Di gigitnya bibirnya gelisah, manik foxynya bergerak liar tanda kalau dia sedang gelisah.

"Min?" wanita itu tersentak kaget mendengar suara Yesung, di tengadahkan kepalanya menatap Minho. Seolah meminta pertolongan di antara desakan ini, wanita itu sedikit kesal saat melihat Minho hanya menggelang perlahan dan tersenyum kecil.

"Ya! jawab" Bentak Donghae kesal, lelaki itu sungguh tidak sabar mendengar jawaban wanita di depan mereka ini. "SsSebenarnya aku tidak bertemu langsung dengannya, aku hanya melihatnya dari jauh" nada suara wanita itu sedikit bergetar pertanda kalau dia sedikit takut, wanita itu perlahan menatap wajah ketiga lelaki itu. Menunggu respon mereka atas apa yang dirinya katakan.

Ketiga elaki itu menghela nafas gusar mendengar penuturan Sungmin. "Lalu apakah dia melihatmu" Sungmin menganggukan kepalanya perlahan menjwab pertanyaan Yesung, wanita itu meremas ujung bajunya resah melihat Donghae yang tampak menggeram marah.

"Bocah bodoh itu sudah berubah!" desis Donghae geram, tangan lelaki itu terkepal erat membuat buku-bukunya memutih. Segera lelaki itu berdiri dari duduknya, melihat itu Sungmin segera berdiri mencgah Donghae yang akan melangkah keluar.

Wanita itu takut jika Donghae akan menghampiri Kyuhyun dan menghajar lelaki itu, sungguh Sungmin tidak ingin hal itu terjadi. Melihat tatapan memelas Sungmin membuat Donghae mengurungkan niatnya, kembali lelaki itu mendudukan tubuhnya di sofa. Jemarinya bergerak memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri. "Brengsek!" desisnya geram.

"Jadi apa yang akan kau lakuakn Min?" Sungmin beralih menatap Yesung yang kembali bertanya padanya, wanita itu melirik ponselnya mencari ID kontak seseorang. "Aku akan menemuinya" ucapnya seraya tersenyum tipis, jemari lentik Sungmin bergerak lincah di atas layar touchscreen ponselnya.

To : EvilKyu

Kyu, bisakah kita bertemu? Aku menunggumu di gondola besok pagi, aku harap kau datang. Saranghae nae Kyunnie^^

Jemari lentik itu segera menekan tombol hijau di layar touchscreennya, di tatapnya ketiga lelaki yang sedangmenatap lembut padanya. "Berjuanglah Min" Sungmin tersenyum mendengar pernyataan Yesung, wanita itu menggepalkan tangannya ke udara "Fighting!" pekiknya sambil tersenyum lebar.

Ketiga lelaki itu tertawa keras membuat Sungmin juga ikut tertawa bersama. Wanita itu ingin sedikit menikmati malam ini, melepaskan semua pikiran yang seolah memberatkannya. Biarlah wanita melepaskan semua bebannya malam ini, yah! Hanya malam ini…

0o0o0

Pagi yang cerah, perlahan kelopak mata Sungmin terbuka saat sinar matahari memaksa masuk lewat celah jendela; membuat perempuan itu membuka kelopak matanya menampakan foxy bening didalamnya. Terlihat perempuan itu mengerjabkan matanya mencoba membiasakan cahaya yang masuk ke dalam retina mata indah itu. Perlahan wanita itu bangun dari posisinya, merenggangkan sedikit tubuhnya yang kaku semalaman.

Diliriknya jam yang berada di meja nakas, mata wanita itu membulat melihat jam sudah menunjukan pukul 05.00 KTS. "Aishh…! Bagaimana aku bisa bangun sesiang ini, aku akan bertemu Kyuhyun. pabbo Sungmin" rutuknya kesal, segera wanita itu berlari ke kamar mandi yang berada di kamarnya. Menarik handuk yang tergantung di samping pintu kamar mandi itu. Mencoba mandi secepat mungkin.

0o0o0

Sungmin kini tengah berada di sebuah jembatan kecil dekat gondola, senyum manis terpatri di bibirnya saat menatap pemandangan yang ada di sekitar gondola itu. 'hening' hanya itulah satu kalimat yang terlintas di benaknya saat melihat suasana di sekitar gondola, hanya dirinyalah yang ada di tempat itu pagi ini. Yah! Mengingat ini masih sangat pagi untuk orang-orang keluar dari selimut mereka, tapi hal itu tidak berlaku bagi Sungmin.

Wanita itu tengah menunggu seseorang pagi ini, mengingat hal itu sungguh membuatnya gugup. Berkali-kali wanita menghela nafas mencoba menghilangkan rasa gugupnya lewat helaan nafas itu. Manik foxy Sungmin beralih menatap jam yang melingkar manis di lengan kanannya, wanita itu sedikit cemas sekarang.

Sekarang sudah pukul 05.00 dan sosok yang di tunggu belum juga datang, senyum miris terpatri di wajah Sungmin. Wanita itu begitu merutuki kebodohannya, Kyuhyun bakal tidak membalas pesannya semalam. Bagaimana dia berpikir Kyuhyun akan datang. 'bodoh' mungkin hanya itu yang bisa wanita itu ucapkan dari kedua belah bibirnya.

Sudah kuduga, kau tidak akan datang

Sungmin berniat meninggalkan tempat itu, tapi wanita itu mengurungkan niatnya saat melihat seluet tubuh seseorang yang sangat dikenalinya. Kembali kegugupan melanda wanita itu, di ukirkannya senyum canggung saat melihat sosok Kyuhyun yang berjalan semakin dekat ke arahnya.

Sungmin sedikit terpana melihat wajah Kyuhyun, lelaki itu begitu tampan dengan kemeja berwarna baby blue yang di padukan dengan celana jeans di bawah lutut. Sungguh lelaki itu semakin tampan dari lima tahun lalu, kedua orang itu kini tengah saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.

"Kyuhyun-ah, lama tidak bertemu" ucap Sungmin canggung, wanita itu menatap lembut pada sosok Kyuhyun yang menatap datar padanya. hati wanita itu sungguh sakit mendapat tatapan seperti itu dari lelaki di hadapannya.

"Kyuhyun-ah, bagaimana kabarmu?" mengindahkan perasaan sakit yang membuncah di hatinya, Sungmin kembali bertanya. Di ulaskannya senyum manis pada sosok lelaki yang masih bergeming di tempatnya, Kyuhyun masih menatap datar pada sosok Sungmin. Lelaki itu mengambil langkah mendekati Sungmin.

"Aku baik" ucapnya singkat dengan nada datar, Sungmin melebarkan senyumnya mendapat jawaban dari Kyuhyun. "Baguslah" ucap Sungmin lembut, sejenak suasana hening mengelilingi kedua orang itu. Sungmin mencoba menormalkan detak jantungnya yang seperti akan keluar saat itu juga jika tidak tulang dan daging yang melindunginya.

"Kyuhyun-ah, sebenarnya"

"Lupakan saja" dahi Sungmin berkerut mendengar perkataan Kyuhyun yang sedikit tabu baginya, wanita itu menatap bingung pada sosok Kyuhyun yang masih menatap datar padanya. "Lupakan saja janjiku lima tahun yang lalu padamu" nada dingin itu begitu membuat hati Sungmin sakit, wanita itu begitu sakit mendengar pernyataan Kyuhyun padanya. Senyum miris terpatri di wajah wanita itu, di tatapnya sosok Kyuhyun yang masih menatapnya datar.

"Wae?" lirihya, Kyuhyun tersenyum sinis mendengar pertanyaan Sungmin. Membuat hati wanita itu semakin sakit. "Karena kau sudah tidak mencintaimu" wanita itu membulatkan matanya mendengar kalimat Kyuhyun, bulir bening itu telang menggenang di pelupuk matanya. Bersiap keluar jika wanita itu tidak bisa menahannya lagi.

Sungmin terkekeh lirih menanggapi kalimat Kyuhyun, di tatapnya kembali sosok lelaki itu. Menggeleng perlahan sebagai jawaban atas penuturan Kyuhyun. "Wae? Kau sudah mencintai orang lain?" kaki mungil itu melangkah perlahan mendekati sosok lelaki itu, di raihnya tangan Kyuhyun. menggenggam tangan itu erat.

"Ani, aku hanya merasa kau tidak pantas untukku. Aku kaya dan tampan, aku memiliki pendidikan yang tinggi. Masih banyak wanita yang menginginkanku, dan kenapa aku harus bertahan dengan dirimu yang bahkan sangat jauh di bawahku. Cih! Sungguh tidak pantas" bulir bening yang sedari tadi di tahan oleh wanita itu mengalir deras membasahi pipi putihnya, hati wanita itu sungguh sakit mendengar kalimat Kyuhyun yang dingin dan tak berperasaan.

"Jadi kau tidak mencintaiku lagi?" Kyuhyun tertawa sinis mendengar pertanyaan Sungmin, lelaki itu menatap remeh pada sosok wanita itu. "Ne, aku sudah tidak mencintaimu. Jadi kita akhiri saja Sungmin-ssi, ah! aku masih ada pekerjaan. Aku harus pergi sekarang, jaga dirimu Sungmin-ssi" lelaki itu segera beranjak dari tempatnya setelah mengatakan hal itu, meninggalkan sosok wanita yang sekarang tengah menatap sendu padanya.

Bulir bening itu semakin deras mengingat semua kalimat yang Kyuhyun katakan padanya, tangan mungil wanita itu bergerak mencengkram dadanya berniat mengurangi rasa sakit yang kian membuncah. Sakit! Sungguh sakit mengingat semua kejadian yang mereka alami tadi, tangisan Sungmin semakin keras mengingat saat kalimat Kyuhyun kembali muncul di benaknya. Kalimat yang sungguh mengejek dan meremehkan dirinya, kalimat yang keluar dari bibir kekasihmantan kekasihnya.

Mengingat hal itu kembali membuatnya tersenyum miris dalam tangisnya, Kyuhyun bukan lagi kekasihnya. Kalimat itu keluar sendiri dari bibir lelaki itu tadi, kalimat yang menyatakan hubungan mereka berakhir. Sungguh bodoh dirinya masih menganggap Kyuhyun masih kekasihnya.

Bodoh! Kau bahkan masih menganggap dia kekasihmu, hah! Betapa bodohnya kau Lee Sungmin…

TBC/END?

Special Thank's To :

nahanakyu, Ahel, KyuMin Is Real, Sunghyunnie, hyuknie, Cho Kyuri Mappanyukki, fzkhrfa, Evil Thieves, kyurin minnie, Kyumin addict, ANAKNYADONGHAE, sansan, vicsparkyu4ever, BbuingBbuing137, , beibhy kyuminalways89, mayacassielf, Keys47, nikyunmin, KimShippo, Lee Shurri.

Annyeong author pabbo dan seksoy datang lagi*tebar bunga#plakk* ok! Karena takut di chapie ini kepanjangan jadi author nggak bisa bales review kalian semua chingudeul, mianhae*bow. Jadi author bales reviewnya yang penting-penting aja ne~^^

R : FF ini kok mirip sama drama BBF?

A : karena author terinspirasi dari drama itu, jadi memang ada beberapa scene yang mirip. Tapi author hanya terinspirasi dan bukan mengcopas dari drama itu, hal ini udah di jelaskan di chapter dua^^

R : Username author di FB Shinta Movic ya?

A : iya, itu username author^^

R : author nanti ada bakal ada Donghae ya?

A : iya, itu nae fishy udah muncul^^

Ok! Itu aja dulu, chapter pertanyaan yang lain bakal terjawab sendiri di chapter-chapter depan^^

Thank's to :

Sunghyunnie, hyuknie, Puthri mala99, XxStarLitxX, , Lee Shurri, vina-fosa.

terimakasih buat yang udah memfollow author beserta cerita ini juga yang telah memfavoritekan author dan cerita ini^^*cipok#plakk*

Follow twitter author ne~^^

shinta_soohyun

nanti author follback^^

saranghae readerdeul*lambai-lambai*

REVIEW PLEASE…