GRADUATION
Author by:
Mrs. Evil aka Avery Cho
.
Cast :
iKON B.I & Bobby
Seventeen Jeonghan, Dino & Meanie
Winner Seungyoon & Taehyun
BAP Zelo
BTS Jungkook
OOC Yuuya & Ryu
And other cast bertambah seiring berjalannya cerita
Disclaimer : semua cast disini milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Except Kyuhyunnnie is MINE!
Genre : Life-School/poprock(?)#plakk/komedi garing/friendship
Warning : YAOI! Boy x Boy/ BL /Shonen Ai, gaje, dan pastinya TYPO menjadi bumbu penyedap rasa dalam ff diluar nalar ini.
A/N : Sebenernya FF ini gue dedikasikan buat my lovely baby L Hanazawa, karena kegilaan kita sama dedek2 baru so, terima aja kalo kita berdua muncul sebagai OOC
And then, please just call me Evil.
IF YOU DON'T LIKE MY PAIR JUST CLICK [X] TO CLOSE. PLEASE, DON'T BASH MY PAIR!
NO COPAS NO PLAGIAT!
DON'T LIKE DON'T READ
So,.
HAPPY READING *^_^*
.
.
_Rin Tsukuyomi Present_
.
桜木 優矢 … 하루 김
.
.
"Please"
"No, thanks"
"Jebal"
"Anio~"
"Sunbaenim~"
"Shireo"
Tangan namja yang lebih pendek meraih tangan namja satunya yang bertubuh jangkung. "Setidaknya pertimbangkan nama marga kita yang sama" Jungkook benar-benar berjuang untuk melakukan hal ini, bahkan membuntuti Wonwoo sejak tiba di sekolah pagi tadi, –sangat bukan kebiasaannya sekali datang pukul setengah 7 ke sekolah –tapi Itu kebiasaan Wonwoo.
Pukul tujuh tepat dan Taehyun beserta guru kesiswaan sudah bersiap didepan gerbang sekolah untuk segera menutupnya, tentu saja masih membiarkan murid yang terlihat berlarian sepanjang jalan ke sekolah. Dan selamat untuk Taehyun, rombongan maraton terakhir yang nyaris terlambat membuatnya malu. Siapa lagi jika bukan Teman sekelompoknya, para pasangan Eomma-Aegy bonus duo Appa nya -_- ckckck.
Sudah terlambat, masih sempat numpang bercermin di pos keamanan sekolah –Jeonghan. Ada juga yang sibuk bertengkar –Jiwon dan Hanbin, Zelo dan Ryu malah sibuk gandengan ala ibu-anak. Yang paling terakhir masuk justru senyum-senyum sok charming sambil lambai-lambai ke guru kesiswaan plus nyempatin sapa Taehyun juga –murid Gatau diri ini sih Lee Chan.
Seolah tidak perduli pada bel, seorang gadis berambut mencolok masih teguh berdiam diri di parkiran sekolah. Iris caramelnya berbinar saat akhirnya menemukan objek yang di tunggu nya sedari pagi.
"KIM MINGYU!"
Baru saja membebaskan rambut grey nya dari helm senada seragam dan rambutnya, yang dipanggil langsung menoleh. Menaikkan satu alis pertanda bingung, pasalnya Mingyu tidak merasa mengenal wanita Ini yang jika dilihat dari warna pita nya yang biru –sewarna Dasi Wonwoo berarti siswi tahun ketiga.
Biasanya seorang sunbae menjunjung tinggi harga dirinya, dia yang manggil maunya dia yang didatangi. Tapi beda kasus kali ini, selain karena yang dipanggil cowok ganteng dialah yang membutuhkan bantuan disini. Jadi tanpa basa-basi lagi Yuuya menghampiri Mingyu lebih dulu, senyum manis dulu biar kesannya ramah.
"Kau tau siapa aku?"
Mingyu mengernyit, bingung juga ditanya begitu. Cewek aneh, datang-datang tanya tau tidaknya Mingyu tentang dia. Lain halnya kalau yang menghampirinya YoonA SNSD atau Suzy Miss A sih Mingyu akan dengan senang hati menjawab 'iya', nah kalau sunbae satu ini jadi bingung mau jawab apa. Yah mempertimbangkan nama keluarga baik-baik yang dijunjungnya akhirnya pemuda grey ini bermodalkan sok tau saja.
"Sunbae kan?"
"Kau tidak tau namaku?" Mingyu menggeleng canggung, yang bertanya malah tertawa. Biar menghargai dia ikut tertawa meski tidak tau sedang menertawai apa. "Kim Mingyu kau tau kan peraturan sekolah ini?". Oh sekarang ia tahu kemana arah pembicaraan ini.
"Mungkin kau merasa bagus memiliki warna rambut yang senada dengan seragam sekolah, tetapi meskipun sekolah kita memang dikhususkan untuk calon idol apa kau tidak tahu jika mewarnai rambut dilarang untuk siswa biasa yang belum terikat kontrak dengan agensi?" Tangan Yuuya menunjuk duo troublemaker yang memang terkenal karena keributan yang mereka ciptakan, siapa lagi yang dimaksud jika bukan Jiwon dan Hanbin. "Seperti dua orang bodoh disana, mereka diizinkan memakai fancy bahkan beberapa tindik di telinga untuk fashion mereka karena memang telah terikat kontrak dengan agensi".
Iris sang siswi menyipit tajam. "Jika kau mempertanyakan warna rambutku tentu kau tahu aku sudah terikat kontrak dengan agensi bahkan sebelum pindah kesini dari Jepang. Lalu apa-apaan itu, kau membawa motor kesekolah? Kau bahkan masih berada di tahun kedua, aku ragu kau telah memiliki sertifikat mengemudi, ini pelanggaran hukum! Tanpa izin dari sekolah, ini merupakan tindak kriminal. "
Sial, senior didepannya ini benar-benar memojokkannya. Jika begini tidak ada jalan lain, atur damai! "Jadi, apa yang bisa kulakukan untuk sunbae?" Gotcha! Akhirnya pertanyaan yang ditunggu Yuuya sejak tadi keluar juga dari mulut pemuda ini, yah meskipun ia bertanya dengan hati-hati.
"Tenang saja Kim Mingyu-ssi aku tidak menerima sogokan, aku hanya akan menawarkanmu kerjasama yang menguntungkan ". Melihatnya tersenyum membuat Mingyu berpikir ulang, tapi mengingat pelanggarannya yang banyak sepertinya Mingyu lebih memilih mendengar opsi yang ditawarkan senior nya lebih dulu.
"Lanjutkan sunbae-nim"
"Aku adalah panitia pelaksana acara kelulusan tahun ini, yang artinya untuk kelulusan Jeon Wonwoo juga. Kau mengenalnya kan?" Yuuya melanjutkan katanya setelah Mingyu mengangguk.
"Aku ingin kau dan Wonwoo menjadi pemeran utama dalan mini-drama yang akan ditampilkan di acara kelulusan, kau dan Wonwoo artinya sepaket oke? Ini bukan permintaan tapi perintah, jika kau mau aku bisa mengurus izin resmi dari sekolah agar kau bisa membawa motor bahkan mobil ke sekolah atau kemanapun. Kau bahkan tidak perlu khawatir untuk mengecat rambutmu kapan saja, bonus nilai tambahan A+ untuk kegiatan ekstrakurikuler 4 semester yang artinya kau menikmati nilai tambahan ini sampai kau lulus"
Mingyu tercengang, sungguh tercengang. Untuk menjadi pemeran sebuah pertunjukan kecil di acara tahunan begini reward yang ditawarkan benar-benar diluar dugaan, dan Mingyu tidak bodoh untuk tidak langsung menjabat tangan sang senior. "Deal"
"Bagus! Sekarang urusan membujuk Wonwoo kuserahkan padamu, aigoo aku berhasil menyelamatkan baby ku!" Si pirang memekik sendiri, kemudian berbalik lagi saat mendengar nada protes Mingyu. "Ingat kataku tadi? Kalian berdua sepaket! Tak ada Wonwoo dan fasilitas yang mulai kau nikmati saat ini akan kucabut"
Oh sial, Mingyu baru ingat Wonwoo yang ia kenal takkan mau tampil untuk acara seperti ini selain untuk performance.
.
"Hyung Yuuya sudah menyelesaikan urusannya"
Seungyoon mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas yang ia genggam sedari tadi, menatap Taehyun yang duduk di sisi nya. Seolah memberi isyarat lewat ekor matanya yang tertutup lensa bening dengan frame leopard, agar si cantik melanjutkan omongannya.
Oh ya jangan salah yang digunakan Seungyoon hanyalah kacamata baca biasa, yah kacamata baca biasa yang bermotif leopard stylish membuat sang ketua dewan siswa yang telah debut setahun lalu sebagai solois itu benar-benar tampak berwibawa –dan Elegan.
"Katanya dia telah mengurus cast Lee Mongryong dan Xiang Nien, untuk tugasnya sendiri ia menyelesaikan naskah dialognya lebih dulu agar para cast bisa latihan lebih awal sedangkan untuk sketsa panggung sedang ia kerjakan"
Seungyoon merenggangkan ototnya. Ia menyerahkan dokumen dalam map biru yang terselip diantara tumpukan berkas lainnya pada Taehyun, saat ini keduanya memang berada di ruang pertemuan Dewan Siswa. "Itu adalah daftar sponsor yang akan membantu kita, diluar dugaan. Agensi dua bocah yang selalu ribut itu ikut menghubungi pihak sekolah untuk menawarkan bantuan dana, kita dapat tambahan performance dari solois Lee Hi. Gratis"
"Aih Hyung kenapa tidak sebut agensimu sendiri sih?" Taehyun melipat tangan, menatap lurus paras tampan kekasihnya. Eh kekasih? Apa aku menyebut kata kekasih? Baiklah baik, mereka memang sepasang kekasih tapi keduanya menyembunyikan hubungan ini, dengan kata lain backstreet.
"Ini kesalahan memalukan dan appaku malah membiarkannya, membuatku memiliki marga terasing dalam kartu keluarga. Lagipula aku tidak ingin Jiwon dan Hanbin merasa tidak nyaman jika tau aku putra CEO agensi mereka" Namja tampan bersuara khas serak itu tertawa kecil sembari mengacak gemas surai keemasan kekasihnya.
"Lalu menurutmu aku nyaman akan debut dibawah agensi appamu karena dirimu?" Suara itu terdengar kesal, sungguh. Bukannya tidak berterima kasih, hanya saja seolah ia debut bukan Karena kemampuan nya sendiri.
Seungyoon meraih jemari Taehyun, membawanya ke ujung bibir tebalnya –mengecupnya Lembut penuh kasih sayang. "Bukan begitu sayang, kau tahu pasti appa ku adalah seseorang yang bertangan dingin jika itu berurusan dengan perusahaan. Tugas ku hanya memperkenalkanmu padanya dan selanjutnya ia yang menilai, keputusannya untuk mendebutkanmu itu karena dia mengakui jika kau memang pantas. Nyatanya ia masih memberimu status trainee hingga hari kelulusan bukan?"
Taehyun menghela nafas, namun senyum segera merekah dibibir kissable nya. Seungyoon benar, mungkin dia hanya merasa terlalu sensitif. "Lalu bagaimana dengan urusan perizinan ke pihak sekolah?"
"Menurutmu kenapa diatas mejaku yang biasanya kosong sekarang ada begitu banyak berkas?" Taehyun menggeleng, tak ada ide sedikitpun. "Aku sudah mengurus semua tugas kita untukmu sayang".
"Lalu untuk apa kita masih berada di ruangan ini? Bukannya kita harus masuk kelas?" Taehyun baru saja bangkit saat Seungyoon menariknya jatuh ke pangkuannya. "Seungyoon-ie?"
"Tidak perlu setiap saat menjadi murid teladan Taehyunnie" Seungyoon mengeratkan tangannya yang melingkari perut Taehyun, mencari kenyamanan dan kebersamaan yang jarang sekali bisa dinikmati keduanya akibat kesibukan disekolah dan shownya. "Untuk kali ini saja aku ingin menikmati kebersamaan ini" Taehyun tersenyum saat Seungyoon menenggelamkan wajahnya dalam dekapan Taehyun, membiarkan sang kekasih bermanja padanya. Ia tau jabatan sebagai ketua Dewan Siswa, ketua Panitia, salah seorang komposer di agensi ayahnya sendiri dan sebagai solois pasti membuatnya lelah.
.
Lee Chan menutup kembali pintu ruang pertemuan setelah apa yang dilihatnya, wajah imut nya tampak kebingungan. Ia mengerjap beberapa kali sebelum melanjutkan langkahnya dengn tatapan kosong. "Tadi itu.. Aku lihat apa ya". Ia memukul pelan kepalanya, seharusnya rasa penasaran melihat pintu yang sedikit terbuka tidak membuatnya mendengar pembicaraan pribadi orang lain. Ia merasa bersalah sekarang, satu yang ada di pikirannya saat ini –ia Butuh Jeonghan hyung-nya.
"Yo! Lee Chan!" Bocah seumuran Jungkook itu tersentak saat tangan berat seorang namja merangkul pundaknya sok akrab. 'Ah dia lagi!' –Chan membatin tak suka. Berusaha mengabaikan dan berjalan cepat, sayangnya kaki namja yang lebih panjang darinya itu malah mengiringi nya dan jadilah mereka terlihat seperti teman akrab yang jalan bersama.
"Hyung tolong lepaskan tanganmu, Jeonghan Hyung bilang aku tidak boleh dekat-dekat denganmu, Jeonghan Hyung tidak menyukaimu"
"Makanya Chan, bantu aku agar Hyung mu bisa menyukaiku" Pemuda tampan itu tersenyum penuh arti sambil menaik-turunkan alis tebalnya.
"Tapi.. bagaimana caranya aku membantumu hyung?" Chan berucap polos sambil menatap si pemuda yang ternyata berada di tahun ketiga Daehan High School, Choi–
" –CHOI KEPARAT SEUNGCHEOL! JAUHKAN TANGANMU DARI BABY KU!" Seungcheol mengangkat otomatis kedua tangannya saat suara bervolume super-ultra-uta itu menggema sepanjang koridor lantai dua gedung B, namun iris kelamnya tak berkedip menatap sosok malaikat nya yang berlari dengan kecepatan penuh kearahnya –mengabaikan Api yang menguar dipunggung namja cantik yang biasanya terlihat angelic itu.
Jeonghan benar-benar protektif pada Lee Chan, seolah tak ingin bocah itu lecet sedikitpun. Ia menangkup pipi Chan, menanyakan keadaannya hingga menghampiri Seungchol dengan berkacak pinggang. Yeoja –ani namja cantik itu terus mengomel, bahkan tak jarang keluar kalimat bernada sarkasme terhadap Seungchol. Sedangkan dirinya? Sibuk tersenyum memandangi paras molek Jeonghan yang masih mengomel di hadapan nya.
"YAKK! Kau dengar aku tidak sih?!"
"Iya cantik aku mendengar mu dari awal sampai akhir" Seungchol menjawabnya enteng sembari meraih surai caramel Jeonghan, membelainya lembut sebelum menghirup aroma Shampo yang tertinggal disela jemarinya.
Blush
Wajah Jeonghan merona parah, Chan yang benar-benar polos atau memang otaknya gesrek malah menempelkan punggung tangannya di kening Jeonghan. "Hyung, kau demam? Wajahmu merah, nafasmu memburu dan jantung mu berdebar kencang!" Well Chan tidak ragu menempelkan telinganya di dada kiri Jeonghan hanya untuk memastikan keadaan si cantik dari kelas vokal.
"M-Mwoya? A-Anieo.."
"Gwaenchana Lee Chan-ah Hyung ini hanya terlalu tampan hingga eomma mu terpesona"
Seolah mendapatkan kesadaran kembali Jeonghan mendelik dan segera meraih tangan Chan sebelum menarik anak kesayangannya itu. Seungchol tersenyum, melambai dari jauh hanya untuk menyapa punggung Jeonghan –dan Chan yang polos berbaik hati membalas lambaian tangannya.
"Yoon Jeonghan.. neomu yeppeoseo…" Dan Seungchol mengangkat tangannya hanya untuk kembali merasakan aroma rambut Jeonghan yang tertinggal disana.
.
"I Am A Good Boy!"
Suara musik terus berdentum diiringi paduan rapp dua namja yang telah dipenuhi peluh. Sebentar-sebentar meliukkan badan mengikuti irama musik. Beberapa bagian masih belum sempurna, namun latihan mereka sejak pagi telah memberikan kemajuan yang mengagumkan. Hanbin dan Jiwon, ya bagaimanapun mereka juga memiliki tugas sebagai salah satu pengisi acara.
Selain karena mereka termasuk panitia, mereka juga tidak ingin mengecewakan CEO mereka yang telah memberikan izin dan mendukung mereka. Mereka benar-benar bekerja keras, Hanbin bahkan melewatkan jam pelajaran ke 5-6 , yah hanya pelajaran evaluasi diri sih. Biasanya jam ini diisi dengan mempertunjukkan bakat masing-masing, jangan lupakan Daehan High School merupakan sekolah khusus untuk menjadi idol.
Jiwon dan Hanbin memang akan memperkenalkan diri sebagai Bobby & B.I dengan nama grup duo iKON, namun tidak mungkin mereka membawakan lagu debut mereka yang bahkan belum dirilis secara digital. Jadi atas saran Yang Hyun Suk –selaku CEO mereka akan membawakan lagu senior mereka dari Big Bang, lagu berjudul Good Boy milik sang leader G Dragon dan Taeyang.
"Aah... "
Hanbin menghela nafas berat, sambil berbaring di lantai kayu ruang latihan dance yang tentu saja dikelilingi kaca. Jiwon meraih sebotol air mineral di samping nya, meneguknya hingga habis lebih dari setengah botol. Tak lama ia ikut bergabung, berbaring dilantai menatap langit-langit ruangan yang dihiasi lukisan langit biru dengan awan putih yang menenangkan pikiran.
"Jiwon-ah"
"Ng.."
"Aku lelah, sungguh!"
"Aku ragu kau sedang membicarakan kondisi kita sekarang"
Hanbin tertawa kecil, disamping kepalanya. Tidak melihat, Jiwon hanya meraba ekspresinya diudara. "Benar, kau memang selalu benar tentang ku Jiwon-ah"
"Kau tahu pasti. Aku tau semua tentang mu" Jiwon hanya diam bahkan saat wajah Hanbin berbalik ke arah nya, mencoba menerka pikiran pelajar tahun kedua itu lewat ekor matanya.
"Tidak, mungkin tidak semuanya" Hanbin tersenyum penuh arti sambil kembali mengalihkan pandangannya pada langit diatas mereka.
Jiwon menghela nafas. "Dengarkan aku Hanbin-ah, aku tau kau adalah seseorang yang bertanggung jawab lebih dari siapapun. Kita telah melaluinya selama tiga tahun terakhir dan menunggu beberapa bulan lagi tidak akan membuat mu expire kau tahu". Jiwon tertawa kecil berusaha menyelipkan candaan diujung kalimatnya, dan Hanbin terkekeh pelan.
"Kalau kuingat-ingat kita tidak pernah akur didepan orang-orang, tapi selalu kompak saat berdua" Hanbin tertawa.
"Kau benar, kita selalu akur saat berdua. Tapi aku tidak tahu kenapa tidak bisa tidak berdebat denganmu" ia tersenyum kecil.
Pandangan keduanya mengawang-awang hingga yang lebih muda membuka suara. "Mungkin, mungkin saja tanpa sadar kita melakukannya untuk sibuk berdua, agar tidak ada orang lain yang sempat untuk masuk diantara kita"
"Kecuali Yuuya" Jiwon menyambung.
"Ya.. Kecuali Yuuya" Hanbin menimpali.
Dan keduanya menghabiskan menit-menit terakhir jam ke 5-6 dengan tertawa sambil membicarakan Yeoja berdarah Jepang yang selalu berhasil melerai keduanya dengan tindak kekerasan.
.
.
Suara tepuk tangan riuh menyambut Zelo dengan rapp nya yang super cepat dan keren, tidak dipungkiri kemampuannya inilah yang membuatnya sangat diperhatikan Oleh murid lain. Sesaat setelah sang guru meninggalkan ruang latihan seorang yeoja dengan surai ash blonde nya segera menghampiri Zelo dengan sebuah lunch box.
"My Baby so amazing! Ayo makan! Kau pasti lelah!"Yeoja keturunan Jepang itu sumringah, segera membuka lunch box yang dibawanya, mengambil dua pasang sumpit yang masih tersegel sebelum menyerahkannya satu pada sang namja.
Zelo mengernyit, sebenarnya mereka dapat paket makan siang gratis dari sekolah, namun yeoja satu ini selalu menghampiri nya lebih dulu dan menyeretnya untuk makan siang bersama. Dan jika ia menolak, maka jawaban yang didapatnya akan selalu sama.
"Uri baby tidak boleh makan sembarangan, babyZe sedang dalam masa pertumbuhan. Dan makanan kantin hanya akan membantu mu fokus, bukan menutrisi pertumbuhan mu! Ta-dah! It's Takoyaki! Main course of today!" Ryu menunjuk kotak lain Yang lebih kecil. "Ada sushi juga sedikit wasabi, babyZe tidal terlalu suka Yang pedas kan?" Ia mengambil sebuah cup kecil yoghurt, membukanya perlahan lalu menuangkan ke kotak Yang sedikit lebih kecil dari kotak takoyaki, kotak berisi salad Yang diaduk pelan.
"Noona tidakkah makanan ini akan membuatku semakin tinggi?" Ryu menahan diri untuk tidak menerjang Zelo saat itu juga, demi neptunus dan kerang ajaib spongebob! Zelo imut sekali saat menanyakannya!
"Memang, aku sengaja. Agar saat B.A.P comeback dan kau makin tinggi, Himchan oppa takkan bisa mencakar wajahmu! Lagipula aku suka tatapan iri dengki para hyungmu terhadap tinggi badanmu baby!" Sejujurnya jika ditanya Zelo tidak mengerti perkataan Ryu, tapi yah orangnya sepertinya tidak mau mengoreksi jawabannya –jadilah Zelo hanya melanjutkan makannya.
Ting!
Ryu mengetuk layar ponselnya saat suara pertanda pesan masuk itu terdengar. "Pesan dari Jeonghan, gambar sketsa untuk panggung sudah selesai sepertinya." Ia menjawab singkat saat Zelo bertanya –lewat Tatapan nya. Bocah nama bertubuh menjulang itu hanya mengangguk sambil menikmati makanannya. Namun kali ini dering itu berasal dari ponsel Zelo, dan nadanya lebih panjang –telpon Masuk.
"Yeoboseo"
"..."
"Ah ye sunb –ani Seungyoon hyung"
"..."
"A-Ah iye hyung"
"..."
"Nde, akan kuberitahukan padanya"
Piip
"Wae baby?"
"Igeo nuuna, Seungyoon hyung menyuruh kita semua berkumpul di ruang pertemuan Dewan Siswa. Katanya ada rapat kepengurusan" Si yeoja mengangguk paham sebelum menyuruh Zelo kembali melanjutkan makannya.
.
"Eotte Seungyoon-ah?"
"Aku sudah memberitahunya, yang lain juga. Tapi kenapa mesti aku? Kau kan juga bisa" Seungyoon melipat tangannya, menatap yeoja bersurai emas di hadapan nya.
Yuuya menaikkan kedua kakinya keatas meja. "Well putra seorang CEO YG Entertainment tidak boleh pelit loh!" Ia tertawa saat Seungyoon bersiap melemparkan standing calendar di sisi nya ke arah sang yeoja. "Arra.. Arra.. tidak akan kubocorkan kok!" Ia menurunkan kakinya saat pintu ruangan terbuka, Jungkook masuk dengan dua Caramel Macchiatto dingin di tangannya, disusul Taehyun dibelakangnya yang memilih dua cup Ice Americano.
"Uuuu gomawo baby! Sini! Sini!" Yuuya segera menarik sebuah kursi di sisi nya untuk Jungkook, setelahnya Seungyoon melakukan hal yang sama untuk Taehyun. "Jangan melakukan nya terlalu kentara dong, mentang-mentang hanya aku dan baby ku yang berada disini"
Seungyoon mengedikkan bahu dan Taehyun tersipu malu(?) Entahlah, keempatnya memutuskan untuk menyesap minuman masing-masing. Tak lama keheningan yang tercipta sirna oleh kehadiran satu-persatu anggota panitia kepengurusan.
"Aigoo untuk apa lagi pertemuan ini?" Dino atau Chan merengek, tumben. Jeonghan yang terduduk di sisi nya terkekeh kecil sembari mengusap sayang kepala dongsaeng kesayangannya.
Jiwon dan Hanbin hanya bersender pada kursi masing-masing, masih kelelahan bawaan latihan membuat mereka yang biasanya ribut menjadi pendengar.
"Aku masih ada tugas dan pekerjaan menulis lirik dari TS, cukup katakan yang penting saja" Ryu merengut, sambil membawa notepad jemarinya berputar disana, menggores pena berwarna silver diatas lembaran-lembaran kertas yang tak lagi kosong.
Entah karena bersimpati atau apa, Zelo yang baru kali ini melihat Ryu tampak kelelahan memijat pundaknya pelan. Tentu saja wajah lelah yeoja pecinta Ryuzaki itu tergantikan dengan ekspresi berbunga-bunga. "Aigoo uri baby sangat perhatian pada eomma eoh?" Ia mencubit pipi Zelo gemas, membuat namja jangkung itu menghela nafas.
'Mulai lagi' –batin Zelo.
Seungyoon berdehem membuat suara-suara tidak jelas yang memenuhi ruangan senyap seketika. Pandangan terpusat pada namja berseragam lengkap dengan blazer dan kacamata tanpa lensa –hanya untuk fashion pastinya.
"Kita berkumpul disini untuk menentukan para cast yang tersisa, kalian tahu bukan hanya Lee Mongryong dan Xiang Nien karakter dalam komik Princes Of Prince ini kan?" Seungyoon membagikan print out yang baru saja dibuat Yuuya pagi tadi, membuat yang lain menghela nafas.
Pangeran Lee Mongryong: Kim Mingyu
Jenderal Xiang Nien: Jeon Wonwoo
Kasim Byeon Hakdo:
Pengawal Bangja:
Bangsawan Kangrim:
Hakim Han Gaewi:
3 orang gisaeng Kangrim:
MingMing (adik Xiang Nien):
2 orang pengawal Gaewi:
4 orang pengawal kejaksaan:
5 orang warga desa:
Seungyoon menatap satu-persatu wajah frustasi di hadapan nya, bisa dipastikan mereka semua mengalami mental breakdown karena berpikir harus berurusan lagi dengan tumpukan catatan kesiswaan.
Taehyun tersenyum kecil sebelum menghentakkan dengan sengaja tiga buah kliping di meja berbentuk persegi panjang tersebut, seketika seluruh pandangan beralih ke arah nya. Ada total tiga kliping disana, ada yang bersampul biru, merah dan kuning.
Seungyoon meraih sebuah kliping Bersampul biru, menarik perhatian anggotanya. "Aku ini bukan tipe ketua tak bertanggung jawab yang akan menyusahkan anggotanya tau, kami berdua –aku Dan Taehyunnie telah menyusun daftar siswa untuk calon cast yang kita perlukan."
"Dan hanya terbagi tiga kliping untuk masing-masing angkatan, kita bisa mencari bersama. Kliping biru berisi profil siswa tahun ketiga, warna merah untuk siswa tahun kedua dan kuning untuk siswa tahun pertama. Warna sampulnya ku sama kan dengan warna dasi tiap angkatan agar lebih mudah." Taehyun buka suara. "Sekarang sebaiknya kita memisah duduk dan mendekat pada angkatan masing-masing"
Seungyoon yang duduk di tengah –kursi Ketua, Taehyun dan Yuuya yang duduk Berjejer disisi kirinya tidak bergeser. Hanya Jiwon yang mengganti kursinya dengan Ryu dan duduk disisi kanan Seungyoon, berhadapan dengan Taehyun. Hanbin tetap pada kursinya dihadapan Yuuya, dan Ryu berpindah ke kursi Jiwon disamping Hanbin, berhadapan dengan Jungkook.
Jadi urutan kursinya dari kiri Seungyoon ada Taehyun, Yuuya, Jungkook dan Zelo. Disisi kanan ada Jiwon, Hanbin, Ryu dan Jeonghan. Sementara Chan duduk di kursi ujung yang berhadapan dengan Seungyoon.
Masing-masing terlihat sibuk dengan kliping mereka, terlihat berdiskusi saat Ryu mengetuk jarinya –menarik Perhatian. "Aku ingin tau seperti apa karakter Kasim Byeon Hakdo yang dimaksud disini, kupikir kita harus mencari wajah yang sesuai dengan image para cast"
Hanbin yang duduk disamping Ryu manggut-manggut, sebenarnya dari tadi dia hanya setuju saat Ryu atau Jeonghan menunjuk profil siswa. Terlalu lelah untuk ikut mencari, atau mungkin sifat malas nya kumat.
Yuuya membuka smartphone nya, mengetuk aplikasi pengolah kata –mencari File terakhir yang dibuatnya. "Kasim Byeon Hakdo, seseorang yang berpihak pada Pangeran Lee Mongryong. Karakter nya seorang yang bahkan terlihat mempesona tanpa berbicara, suka menggoda tapi dapat diandalkan dalam pertarungan maupun perdebatan. Berpasangan dengn Pengawal Bangja dan berkulit putih nyaris pucat."
"Aaaaa arraseo nuunim, jadi kita harus mencari karakter namja yang tubuhnya tinggi, sifatnya penggoda, tapi kuat dan mempesona?"
Pertanyaan Chan disambut anggukan pembenaran Yuuya yang sibuk menggigiti ujung penanya –fokus mencari referensi bersama Taehyun dan Seungyoon, jangan tanya Jiwon kemana. Dia hanya duduk disana sambil menyesap Americano milik Seungyoon, awalnya ia menyasar Caramel Macchiato milik Yuuya tapi terlalu manis dan ia kurang bersahabat dengan sesuatu yang manis.
.
Sementara disaat yang sama, dilingkungan yang sama, namun di tempat yang berbeda...
"Wonwoo-ya jebal!"
"..."
"Jeon Wonwoo!"
"..."
"Wonwoo hyung!"
"..."
"Kitsune*!"
Wonwoo sontak menghentikan langkahnya, membuat namja yang lebih tinggi darinya langsung menubruk punggung namja bermata rubah tersebut. Yang menabrak sih tidak goyah, yang ditabrak lah yang terdorong –hampir Jika Mingyu tidak cepat menarik tangan Wonwoo. Tentu saja tarikannya yang kuat membuat punggung Wonwoo menubruk dada Mingyu, jika dilihat dari sudut pandang orang lain mereka berdua seolah tengah melakukan backhug.
Wonwoo berbalik, merengut kesal pada sahabatnya. Yang ditatap malah nyengir childish, padahal kalau orang lain yang ditatap setajam itu oleh Wonwoo pasti sudah kabur ketakutan. Berbanding terbalik dengan namja berambut grey yang malah tersenyum lebar sambil menangkup wajah Wonwoo. "Mau ya? Aotsuki no Kitsune?"
Hmmph
Wonwoo tak dapat menahan senyum gelinya saat Mingyu memanggilnya dengan julukan itu, versi Mingyu sih artinya kurang lebih Si Musang Awan Biru. Jangan heran, ini mengacu pada pertemuan pertama mereka.
Saat itu keduanya masih Siswa sekolah menengah, sekolah mereka mengadakan studi tour bagi siswa tahun pertama dan kedua ke Jeju-do. Mereka Berada di sekolah yang sama, namun tak saling mengenal sama sekali.
Pagi itu Wonwoo yang mengenakan sweater berbulu berwarna putih sedang berjalan seorang diri di tepian tebing memukau yang memang tersaji di Pulau Jeju, langit yang cerah dan berwarna biru memang menarik perhatian orang untuk menjelajah landscape indah yang ditawarkan Jeju Island.
Mingyu yang waktu itu sedang berlari pagi –saat Temannya yang lain masih terlelap di penginapan, tertarik oleh sosok putih yang sedang berjongkok di tebing yang lebih tinggi dari jalan yang dipijak Mingyu. Mungkin karena jaket berbulu nya yang berwarna putih, jika ini winter Mingyu akan mengira sosok itu adalah rubah salju. Tapi sosok itu terlihat seperti awan putih diantara hamparan langit biru yang tak berawan, tadi rubah salju sekarang awan? Apa rubah diantara awan biru?
Namun saat menghampirinya yang ditemukannya adalah pemuda manis dengan iris musang yang mempesona, mereka akrab dengan cepat dan entah bagaimana caranya menjadi tak terpisahkan sejak saat itu. Dan sejak saat itu pula jika Wonwoo merajuk maka Mingyu akan mengingatkannya pada pertemuan pertama mereka dengan memanggilnya Aotsuki no Kitsune, atau bahkan kawai Kitsune dan Wonwoo akan Langsung tersenyum dengan manis.
Manis? Iya bagi Mingyu sosok Jeon Wonwoo adalah makhluk paling manis yang pernah dikenalnya. Meskipun Wonwoo pendiam dan jarang bicara, terlihat dingin dan menakutkan –apalagi Saat menatap seseorang dengan iris musangnya. Namun saat ia tersenyum wajahnya berubah manis dan berseri, meski bagi Mingyu diamnya Wonwoo dan sifat dinginnya tetap terlihat sangat manis sih.
Orang lain takkan tahu, karena hanya Mingyu –untungnya Yang menyadari semua pesona dan sikap manis Wonwoo.
"Molla!"
Wonwoo memutuskan duduk di bangku yang tersedia di koridor tempat mereka berpijak, untungnya mereka berada di area tahun pertama sehingga koridor benar-benar sepi. Kelas tahun pertama memiliki jam istirahat yang lebih cepat dibanding kelas tahun kedua dan ketiga, jadi Masuk pelajaran ke 5-6 juga lebih awal. Jadwal ini disusun untuk menghindari tumpahan siswa dan siswi di kantin.
Mingyu ikut duduk disisinya. "Hyung kau tega melihatku di skors pihak sekolah? Rambutku bagaimana? Masa harus ku cat hitam? Kalau aku tak dapat izin khusus aku tidak bisa bawa motor lagi kesekolah, lalu kita harus naik bus setiap hari! Kau kan tau rumahku benar-benar jauh dari halte bus, masa aku keringatan begitu? A-"
Wonwoo membungkam mulut Mingyu dengan bibirnya –eh Enggak ding dengan tangannya maksud gue :3
"Aku bahkan belum mengatakan apapun Mingyu-ya"
Okay Mingyu langsung membungkam mulutnya.
"Pertama, aku bahkan tidak tau kau memintaku untuk melakukan apa. Kau dan siswa tahun pertama itu sama-sama datang dan memberondong ku dengan kalimat panjang yang bahkan tidak dapat kudengar, bagaimana aku akan mengiyakan sesuatu yang bahkan tidak kuketahui?"
Wonwoo melipat kedua tangannya, sementara Mingyu menepuk keningnya paham.
Setelah menjelaskan segalanya secara perlahan dan menambahkan sedikit bumbu agar cukup meyakinkan Wonwoo nampak berpikir.
"Jebal-yo, kau tahu ini sangat penting bagiku kan? Rewardnya sangat menggiurkan, dan kau tahu bagian terpenting? Untuk siswa tahun terakhir seperti mu mereka akan memberi kesempatan untuk terakses ke beberapa agency!"
Wonwoo masih berpikir, ia memang telah menerima beberapa tawaran untuk tandatangan kontrak dengan beberapa agency. Tetapi ia benar-benar buta akan situasi kerja agency tersebut, ia butuh referensi dan sumber informasi. Wonwoo mengangguk pelan.
Lagipula berdasarkan penjelasan Mingyu –dari Siswi yang menawarinya, akan ada beberapa media yang meliput acara tahunan kali ini. Sebenarnya yang memancing media adalah kabar burung yang berhembus bahwa putra sulung CEO Yang Hyun Suk yang di rahasiakan identitas nya bersekolah di Daehan HS.
Bagusnya, beberapa agency ternama mengirimkan staff nya untuk mencari bibit baru ke sekolah yang terkenal karena menjadikan siswa-siswinya seperti trainee di perusahaan selama menuntut ilmu disana. Makanya kebanyakan lulusan Daehan HS langsung debut setelah beberapa bulan menandatangani kontrak dengan agency, atau ada juga yang langsung menjadi trainee agency sejak masih sekolah seperti Hanbin dan Jiwon.
"Baiklah biarkan aku melihat naskahnya dan setelah itu akan kuputuskan"
Perkataan Wonwoo sudah final dan Mingyu bersyukur namja manis bermata musang itu tidak langsung menolaknya.
.
"Aku setuju!"
"Tidak ada penolakan?" Seungyoon mengitari penghuni ruangan dengan iris kelamnya, semuanya mengangguk akhirnya ia mengeluarkan selembar profil dari kliping bersampul birunya, diikuti Hanbin yang mengeluarkan selembar profil dari kliping bersampul merah.
Taehyun mengambil kedua lembar profil itu dan menggabungkannya dalam kliping lain bersampul hijau dengan judul 'Daftar Pengisi Acara Penamatan Daehan High School'
"Waktunya cemilan!"
Semua mata beralih pada Jeonghan dan Chan yang datang Dengan beberapa kotak Americano dan Strawberry Milkshake ditangan Jeonghan, dan beberapa kotak ditangan Chan yang juga membawa sekantong snack ditangan lainnya. Mereka bertepuk tangan riuh sembari membantu Keduanya membagikan camilan pada seluruh anggota.
.
.
××Meanie 3××
.
.
Pagi itu menjadi hari yang lebih cerah dari biasanya, Taehyun yang dihari sebelumnya hanya berdua dengan Sang guru kesiswaan pagi itu ditemani oleh Seungyoon dan Jungkook sekaligus. Memasang senyum manis didepan gerbang, membuat para siswa yang biasanya hanya berlalu malah memperlambat jalannya mendapati penjaga gerbang yang tampak bersinar.
Seungyoon dan Jungkook tampak berbicara pada beberapa siswa yang berlalu, dan Taehyun sibuk mendisiplinkan siswa yang melenceng ditemani sang guru kesiswaan. Biasanya siswa yang terlihat berpenampilan 'Over' Tak seperti hari sebelumnya akan mereka interogasi, jika memiliki kartu identitas dari agency sebagai trainee atau telah terdaftar maka mereka akan dibiarkan.
Namun jika yang berpenampilan nyentrik tanpa kartu identitas dari agency akan di disiplinkan dan mendapatkan sanksi dari pihak sekolah. Bukannya pilih kasih, tapi ini memang aturan dasar dari sekolah. Dan sejauh ini, cara itu cukup memotivasi para siswa/siswi untuk belajar dan berlatih lebih giat dalam mengasah bakat mereka.
.
'Uhuk.. Uhuk.. Tes.. 1.. 2.. 3.. Annyeonghaseo sunbaenim, chingudeul~ Bangtan Sonyeondan-eun Jeon Jungkook yeogitta!'
Suara Jungkook yang menggema dari ruang siaran sekolah menggema keseluruh penjuru Daehan High School. Sontak saja hal itu direspon teriakan riuh oleh seluruh penghuni sekolah, beberapa siswa memukul meja memeriahkan suasana.
"Ne.. Ne.. Sebenarnya aku ingin memberikan informasi untuk siswa yang telah mendaftar sebagai pengisi acara tahunan Daehan HS harap berkumpul di aula utama gedung C pada jam 5-6 awal! Ingat ya jam 5-6 awal bukan akhir, untuk yang ingin mendaftar harap membaca pamflet yang sudah tertempel disetiap mading diseluruh angkatan dan unit!"
Jungkook menarik nafas, melirik siswa dari unit Producer and Recording yang bertanggung jawab atas ruang siaran. Siswa bername-tag Boo Seungkwan dengan dasi berwarna kuning –siswa Tahun pertama itu hanya mengangguk, mengatur beberapa tuas dan tombol di hadapan nya –menyesuaikan Dengan headphone yang bertengger manis di kepalanya.
"Baiklahhh! Sebagai penutup aku akan membawakan sebuah lagu untuk kalian semua yang merindukanku setelah seminggu tak bertemu!"
Seungkwan memberi kode pada Jungkook untuk menggunakan headphone yang tersedia di sana. Jungkook yang duduk disamping Seungkwan meraih gitar akustik nya, ditemani musik ringan yang di play Seungkwan Jungkook mulai memetik senar gitar. Membawakan lagu Eyes, Nose, Lips milik member Bigbang –Taeyang.
.
'Mianhae Mianhae hajima~'
WHOAAAAAAAAAAA
Suasana kantin sekolah maupun ruang pelajaran riuh seketika, saat suara lembut Jungkook yang meng-cover lagu Taeyang terdengar. Setelah itu seluruh sekolah sunyi, mungkin fokus mendengarkan suara merdu maknae BTS itu. Dua siswa asal china dengan rambut keriting nya bahkan memejamkan mata, tidak memahami seluruh arti lagu namun menikmati keindahan suara teman seangkatan nya.
Yuuya dan Jeonghan yang kebetulan berada di kantin bersenandung kecil menikmati suara Jungkook yang menenangkan. Daehan High School benar-benar tenang, dan disetiap pelosok sekolah hanya lantunan suara merdu Jungkook yang terdengar mengisi setiap sudut ruang. Bahkan segala aktifitas di ruang guru ikut terhenti mendengar lagu indah yang dibawakan oleh nya.
Pada saat lagu berakhir dan Jungkook mengucapkan terima kasih seluruh penjuru sekolah dipenuhi riuh tepuk tangan dan sorakan pujian. Mendengar antusiasme para siswa membuat Jungkook tidak bisa tidak tersenyum lebar, well setiap orang menyukai pujian bukan?
Bahkan saat ia keluar dari ruang siaran beberapa teman, sunbae maupun guru yang berpapasan dengannya menepuk pundaknya bangga dan memberikan pujian.
.
Ting Ting Ting~
'Sekarang memasuki jam pelajaran ke 5-6 bagi siswa tahun pertama silahkan memasuki ruang kelas masing-masing dan bagi siswa yang telah mendaftar untuk acara tahunan silahkan menuju ke tempat yang telah di tentukan'
Setelah suara siswa dari ruang siaran terdengar para siswa yang mengenakan dasi dan siswi berpita kuning mulai meninggalkan koridor, otomatis wilayah kelas satu menjadi sepi, terkecuali beberapa siswa yang justru meninggalkan kelas dan menuju aula utama gedung C.
Seungyoon, Taehyun, Yuuya dan Jungkook mengamati setiap wajah siswa yang berbaris tidak rapih di hadapan nya. Beberapa dari mereka saling terkejut, ada juga yang terlihat malas, antusias –dan Acuh.
"Kenapa kau disini sih?!" Seorang siswa dengan eyelinear mencolok menatap sinis siswa Iain yang berwajah cantik dengan Mata panda yang menggemaskan.
"Aku kan mau nilai tambahan, sesukaku sajalah" Yang ditanya meleletkan lidahnya dengan aksen Korea yang aneh.
"Cih ngomong saja masih belepotan mau ikut drama"
"Diam kau tiang albino!"
"Panda jelek jangan mengejekku!"
"Kalian berisik sekali! As #¥%&*"
"Pendek!"
"Shut the f**k off b*tch!"
"Mwoya?! You called me b*tch, you jerk!"
Seungyoon memijat pelipisnya saat para siswa satu sama lain mulai ribut, bahkan beberapa siswa asal china mulai mengeluarkan bahasa china nya yang disahuti siswa asal Amerika dengan umpatan astaga.
Yuuya dan Taehyun merengut, 'Ini perang bahasa kah?' –Jungkook Membatin. "YA IMMA, NEOYA! SHUT UP!"
Prakk
Semua terdiam. Trio Yuuya, Taehyun dan Jungkook terkejut saat untuk pertama kalinya melihat ketua mereka berteriak –dan Membanting kacamata brandednya ke lantai tanpa ampun. Seungyoon menatap tajam para siswa yang langsung terdiam, nafasnya memburu. Saat Taehyun meremas bahunya pelan seketika kesadaran menghampirinya, ia menarik nafas panjang.
"Mulai saat ini kami akan mulai mendampingi kalian sampai selesainya acara, ke depannya aku mengharapkan kerjasama yang baik dengan semuanya."
Glek
Dan entah kenapa suasana aula mendadak mencekam dengan suara serak bernada rendah si ketua tanpa kacamatanya, hell yeah mereka berharap sang ketua Dewan Siswa mendapatkan kacamata pengganti secepatnya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Annyeong! Evil balik dengan chapter dua! Sedih sih liat banyak viewers tapi yang follow+fav apalagi yang review seret banget T.T
But no problem, makasih buat yang mau review, yang fav, follow dan Cuma numpang baca tanpa ninggalin jejak. Evil tetep cinta kalian semua! *kiss n hug*
Apalagi liat nama L Lawliet DN baby terpampang di kotak review aaaaaaaa arigatou no hontou niii bebeb kuuu sayaaanggggg #XOXO
Salam kecup peluk buat editor kesayangan Evil nuuna Siput Choi xD #guling2 thanks buat saran dan nasehatnya~
Itu aja sih.. ah ya mau ngucapin Thanks To:
Siska Yairawati Putri, L Lawliet DN baby, URuRuBaek, Siput Choi nuuna
Last,
Review juseyo~
