All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
The After Effect
Chapter 2
"Dimana Mr. Nott?" Hermione bertanya penuh emosi pada sekretaris bosnya yang berada di depan ruangannya.
"Mr. Nott masih ada tamu di dalam, Miss Granger, anda diminta menunggu sebentar, Mr. Nott akan menemui anda di ruangan anda." Sekretaris itu memberitahu Hermione.
"Tidak, aku akan menunggunya disini sampai ia selesai! Aku tidak akan membiarkannya kabur." Hermione berseru penuh emosi.
Sekretaris Theo itu hanya bisa mengangguk pelan dan menundukkan wajahnya. Hermione sebenarnya ingin menerobos masuk dan mengacungkan tongkatnya pada siapapun yang ada di dalam, berteriak dan meluapkan semua emosinya, tapi ia tahu dalam posisi seperti ini ia tidak akan mendapatkan apa-apa dengan kekerasan.
Hermione mondar-mandir di depan ruangan Theodore Nott dan menunggu sampai tamunya keluar, untuk masuk kedalam dan menghancurkan kepala bosnya itu.
Bagaimana bisa bosnya itu lagi-lagi membohonginya? Hermione kesal sekali. Sekitar dua puluh menit kemudian dua orang pria gemuk keluar dari ruangan itu dengan Theo di sampingnya, mereka mengatakan beberapa kata-kata perpisahan dan begitu kedua tamunya itu pergi Hermione mendorong Theodore Nott masuk lagi keruangannya dan mengunci pintu.
"Kau!" Hermione mengeluarkan tongkatnya dan mengarahkannya pada Theo, meletakkan ujung tongkatnya di leher bosnya itu.
"Whoa…Whoa… Hermione tenangkan dirimu." Theo mengangkat kedua tangannya di samping kepalanya, tanda ia tidak bersenjata.
"Tenang? Tenang?! Kau minta aku untuk tenang? Bagaimana aku bisa tenang jika aku bekerja di perusahaan sampah seperti ini?" Hermione berteriak.
"Hermione, aku tahu kau marah, aku tahu kau pasti kesal, tapi aku punya penjelasan yang rasional untuk ini semua." Theo berkata, berusaha menenangkan Hermione Granger yang benar-benar marah didepannya.
"Apa? Alasan apa? Kau ingin bilang kalau kita bisa memproduksi ramuan murah setelah ini? Kau sudah mengatakannya padaku delapan kali! DELAPAN KALI! Dan aku bahkan tidak tahu kenapa aku mempercayaimu untuk yang kedua kalinya! Aku pasti sudah gila." Hermione berseru kesal.
"Tidak, Hermione, bukan begitu, ramuanmu kali ini benar-benar bermanfaat, tapi tidak banyak orang kelas bawah yang memerlukannya." Theo berbohong. "Mereka tidak akan memerlukannya, kebanyakan orang-orang yang mengalami kemandulan sekarang adalah mereka yang berasal dari kelas ekonomi atas dan untuk apa membuat obat murah untuk mereka?" Theo berbohong lagi.
Hermione tertawa, ia menurunkan tongkatnya. "Kau kira aku bodoh?" Hermione bertanya pelan. Ia tahu sekarang ini sedang banyak penyakit yang menyerang seluruh lapian masyarakat sihir London, dan salah satu epidemic yang sebenarnya tidak layak disebut epidemic adalah epidemic kemandulan.
Dan Hermione tahu persis kalau banyak dari mereka berada di lapisan ekonomi bawah.
"Apa?" Theo bertanya pelan.
"Kau kira aku bodoh?" Hermione bertanya, menyipitkan matanya. "Apa kau pikir aku tidak tahu kalau mereka yang tidak mampu juga memerlukan ramuan ini?" Hermione bertanya.
Theo terdiam.
Hermione sekarang tertawa. "Aku tidak mengerti kenapa kau begitu memikirkan tentang keuntungan? Apa ramuan-ramuannya lainnya tidak memberikanmu uang lagi? Kenapa kau selalu melakukan ini? Kenapa kau hanya memikirkan keuntungan, keuntungan, dan keuntungan?" Hermione bertanya, suaranya terdengar penuh dengan frustasi.
"Tidak Hermione, bukan begitu." Theo berusaha menjelaskan.
"Kau tahu? Aku berhenti." Hermione berseru tiba-tiba.
"Apa?" Theo berseru, tidak percaya apa yang baru saja di dengarnya.
"Aku berhenti! Aku berhenti dari perusahaan sampah ini." Hermione berseru penuh emosi.
Giliran Theo yang tertawa. "Kau tidak bisa berhenti begitu saja Hermione, bagaimana dengan semua riset yang sedang berjalan sekarang?" Theo bertanya, ia kuatir, ia tidak bisa kehilangan potion master terbaik perusahaan mereka begitu saja.
"Aku tidak akan melakukan riset dan menghasilkan ramuan untuk perusahaan yang tidak punya hati." Hermione berseru kesal, ia sudah teguh akan keputusannya.
Hermione berjalan ke arah pintu.
"Kau tidak bisa berhenti begitu saja Hermione!" Theo berseru.
"Bisa. Aku bisa!" Hermione berseru ia mengangkat tongkatnya dan mengarahkannya pada Theo. "Stupefy."
.
"Apa?" Hermione berseru kencang, tidak percaya apa yang baru saja didengarnya dari pria didepannya yang merupakan perwakilan kementrian. Hermione dan pria ini dipisahkan oleh konter dan Hermione berseru benar-benar kencang, membuat semua orang disekitarnya melihat kearahnya.
"Maaf Miss Granger, tapi data yang ada menyatakan kalau ramuan-ramuan itu tidak dipatenkan atas nama anda."
"Kalian tidak bisa melakukan ini padaku!" Hermione berteriak kesal, ia menarik kerah pria di depannya sampai ia berdiri. "Aku menghabiskan waktu siang dan malam untuk semua ramuan-ramuanku itu dan sekarang kalian bilang kalau ramuan itu tidak dipatenkan atas namaku?!" Hermione berseru kesal
"Maaf Miss Granger, tapi memang di data kami semua ramuan yang anda sebutkan tadi tidak di patenkan atas nama anda." Pria itu mengulangi pernyataannya tadi ia terlihat sedikit ketakutan, beberapa petugas keamanan mulai berdatangan untuk mencegah terjadinya sesuatu yang buruk.
Hermione seketika melepaskan tangannya dari kerah orang didepannya. Ia menarik nafasnya dan berusaha menahan emosinya, apalagi sudah banyak orang yang memperhatikannya sekarang.
"Kalau begitu atas nama siapa ramuan itu dipatenkan?" Hermione bertanya lagi.
"Theodore Nott." Orang itu memberitahu lagi.
Hermione merasa kepalanya akan pecah. Ia benar-benar ingin menarik kerah pria didepannya lagi tapi ia tidak mau petugas keamanan di sekitarnya menyeretnya keluar.
"Miss Granger." Pria itu berseru lagi.
"Apa? Apa lagi?" Hermione berseru kesal.
"Apa anda bisa pergi sekarang? Ada orang yang mengantri di belakang anda."
Hermione memegang tongkatnya erat, berusaha menahan dirinya untuk tidak megutuk pria didepannya.
Hermione menghentakkan kakinya kesal lalu pergi.
Ia punya beberapa pilihan sekarang.
Pertama, pergi ke kantor lamanya, mencari Theodore Nott dan memecahkan kepalanya.
Kedua, pergi ke kantor lamanya, mencari Theodore Nott dan memecahkan kepalanya.
Ketiga, pergi ke kantor lamanya, mencari Theodore Nott dan memecahkan kepalanya.
Hermione berjalan ke salurang floo. Hilang arah dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
-To Be Continued-
