All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
The After Effect
Chapter 4
Satu tahun kemudian.
"Miss Granger, apa kau sudah membaca koran pagi ini?" Salah satu asisten Hermione bertanya.
Hermione menggeleng. "Tidak, memangnya ada apa?" Hermione bertanya tapi masih tetap fokus pada jurnalnya.
"Perusahaan Nott mengumumkan kebangkrutan mereka."
Hermione tersentak, ia segera mengambil koran yang dipegang asistennya dan membacanya.
Perusahaan Nott Bangkrut, Theo Nott Terlilit Utang dan Masalah Paten Ramuan
Theodore Nott, pemilik dari Nott Company akhirnya mengumumkan kalau perusahaan mereka mengalami pailit dan dalam dua minggu kedepan dan akan melakukan likuidasi bagi para pemilik saham.
Kita semua jelas tahu apa yang menjadi alasan utama perusahaan yang sebelumnya menguasai seluruh pasar ramuan di Inggris ini bangkrut
Delapan bulan yang lalu, begitu GM Company berdiri, seketika harga saham perusahaan Nott memang langsung turun, tapi tidak ada satupun yang mengira kalau tidak sampai satu tahun Nott Company akan bangkrut.
Sekarang ini 99% pasar ramuan di seluruh Inggris bahkan di seluruh Eropa sudah dikuasai oleh GM Company yang dimiliki oleh Hermione Granger (mantan kepala riset dan pengembangan Nott Company) dan Draco Malfoy (mantan pelahap maut dan teman baik Theo Nott).
GM company, dibawah Hermione Granger dan Draco Malfoy berhasil membuat banyak ramuan yang dibutuhkan masyarakat dan dengan harga yang layak bagi seluruh kalangan.
Mulai dari ramuan sesederhana Blemish Blitzer sampai ramuan paling rumit dan mahal seperti Wolfsbane. Bukan hanya memproduksi ramuan-ramuan yang sudah ada sebelumnya, mereka juga membuat banyak ramuan-ramuan baru yang sudah di patenkan atas nama Hermione Granger, Draco Malafoy, dan mendiang Severus Snape.
Bukan hanya perusahaannya yang bangkrut, sekarang Theodore Nott juga terkena masalah utang karena ia diduga menggelapkan sejumlah besar keuntungan perusahaan, karyawan-karyawan yang setelah ini akan kehilangan pekerjaan mereka juga sudah mulai menuntut kompensasi mereka.
Seakan-akan masalah Mr. Nott belum cukup banyak, Harry Potter, Savior Of WizardingWorld mengajukan tuntutan atas delapan paten ramuan yang berada atas nama Theodore Nott. Mr. Potter berkata bahwa seharusnya semua ramuan itu dipatenkan atas nama Hermione Granger dan ia akan membuktikannya di persidangan.
-Harry Potter dan menuntut Theodore Nott atas paten ramuan… hlm 3
-Hermione Granger, Draco Malfoy, dan GM Company… hlm 5
-Hermione Granger, Draco Malfoy, sekedar bisnis atau?...hlm 7
Hermione melipat koran yang dipegangnya dan kembali fokus pada jurnalnya.
"Oh iya, Miss Granger, Mr. Malfoy akan kembali hari ini." Asistennya memberitahunya lagi.
Hermione menahan senyumnya. "Beritahu aku kalau ia sudah kembali."
Draco pergi ke Scotlandia untuk mengesahkan perjanjian perusahaan mereka dengan petani aconite. Draco dan Hermione sedang mengembangkan Wolfsbane yang lebih baik lagi, selain dari sisi harga, mereka juga berusaha membuat efek dari Wolfsbane versi mereka lebih baik. Karena itu mereka membutuhkan banyak aconite selain untuk percobaan, juga untuk bahan baku ramuan yang akan di jual ke pasar.
Selama ini yang membuat Wolfsbane mahal adalah karena sulitnya bahan baku didapatkan, belum lagi kebanyakan mereka yang membutuhkannya tinggal dalam kemiskinan karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang stabil. Selama ini GM Company berhasil menekan harga Wolfsbane di pasaran karena mereka bisa mensubsidinya dari keuntungan penjualan ramuan lain.
"Miss Powell, beritahu Miss Granger kalau aku sudah kembali." Draco berseru dari depan pintu ruangan kerja Hermione.
Miss Powell, asisten Hermione, tersenyum pada Draco kemudian tersenyum pada Hermione. "Miss Granger, Mr. Malfoy sudah kembali."
Hermione tertawa pelan. "Terimakasih informasinya."
"Ah, Miss Powell, bisakah kau keluar sebentar?" Draco bertanya.
Miss Powell mengangguk, ia kemudian keluar dari ruangan Hermione dan meninggalkan dua orang itu di dalam.
"Kau sudah kembali?" Hermione bertanya begitu Draco duduk dimejanya.
"Well, aku sudah disini." Draco memberitahu, ia mengambil jurnal di depan Hermione dan membolak-balikkan halamannya.
"Bagaimana?" Hermione bertanya penasaran.
"Bagaimana kabarku?" Draco bertanya.
"Bagaimana hasil kesepakatanmu dengan mereka?" Hermione bertanya, memutar matanya.
"Well, coba lihat wajahku." Draco menunjuk wajahnya.
"Apa?" Hermione bertanya pura-pura tidak mengerti. "Kau punya jerawat baru?"
Draco tertawa. "Aku berhasil, aku membuat kesepakatan dengan mereka dan mereka akan menyuplai kebutuhan aconite kita mulai sekarang." Draco memberitahu kabar gembiranya.
Hermione tersenyum. "Kerja bagus." Hermione menepuk-nepuk pundak Draco.
"Ah, Granger, kudengar Nott sudah bangkrut." Draco berseru.
Hermione mengangguk pelan.
"Kenapa wajahmu seperti itu?" Draco bertanya.
Hermione diam saja.
Dan seketika Draco mengerti. "Kau mengkuatirkan masalah efek samping dari ramuanmu sebelum ini?"
Hermione mengangguk pelan, tangannya yang masih memegang pena bergetar. Draco menarik Hermione kedalam pelukkannya.
"It's okay." Draco berseru, menepuk-nepuk pundak Hermione. "Kita akan segera menyelesaikan semuanya."
-To Be Continued-
