All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
The After Effect
Chapter 6
Hermione Granger Dirty Little Secret is Out.
Theodore Nott, mantan pemilik Nott Company baru saja membuka rahasia besar ramuan kesuburan mereka. Bagi anda yang lupa, sebelum ini Nott Company berhasil membuat ramuan yang meningkatkan kesuburan penyihir-penyihir yang ada, baik perempuan atau laki-laki, tapi dibalik kesuksesan ramuan ini, terdapat efek samping.
Hampir semua penyihir yang mengonsumsi ramuan ini mengalami masalah dan keluhan atas kesehatan mereka, mulai hanya dari sekedar demam sampai gejala kerusakan ginjal.
Theodore Nott, yang sekarang sedang menjalani proses peradilan atas tuntutan Mr. Potter memutuskan untuk membuka semuanya. Sesuatu yang sangat mengejutkan.
Hermione Granger adalah orang yang berada di balik terciptanya ramuan berbahaya ini, Hermione Granger yang berada di balik tersebar luasnya ramuan ini di pasaran.
Mr. Nott berkata, bahwa Hermione Granger-lah yang harus bertanggung jawab atas semua efek samping yang diderita masyarakat, tapi kenapa sekarang Hermione Granger dan Draco Malfoy berpura-pura menjadi pahlawan di siang bolong?
GM Company belum lama meluncurkan ramuan serupa, dikurangi dengan efek samping sebelumnya dan ditambah dengan bahan yang bisa menghilangkan gejala sebelumnya.
Apa ini semua permainan Hermione Granger? Apa ia sengaja melakukannya?
-Harry Potter : Nott seharusnya dihukum di Azkaban seumur hidup…hlm 4
-Perjanjian kerja GM Company dengan petani Aconite Scotlandia…hlm 5
Draco meremak kertas koran ditangannya, ia akan menghancurkan kepala Theodore Nott dengan tangannya setelah ini.
Draco segera berdiri dari kursinya dan setengah berlari menuju ke ruangan Hermione di sebrang ruangannya.
"Hermione!" Draco berseru, langsung masuk ke ruangan Hermione tanpa mengetuk pintu dan mengabaikan asisten Hermione yang sepertinya dari tadi sudah mengetuk pintu itu.
Hermione tidak ada di dalam. Draco menghela nafasnya.
"Kemana Miss Granger pergi?" Miss Powell bertanya kuatir.
"Sudah berapa lama kau mengetuk pintu?" Draco bertanya.
"Sekitar lima belas menit." Miss Powell memberitahu.
"Apa ia ada disini sebelumnya?" Draco memastikan.
Miss Powell mengangguk. "Aku masih mengantarkan kopinya dan juga korannya setengah jam yang lalu, sebelum aku membaca apa isi koran hari ini." Miss Powell berseru pelan.
Draco diam. "Miss Powell, aku ingin kau dan asistenku mengurus kantor sebentar sampai aku kembali, jika ada yang datang dan meminta penjelasan, beritahu mereka kalau aku akan mengeluarkan penjelasan resmi dalam waktu dekat." Draco memberitahu.
Miss Powell mengangguk mengerti.
Draco mengangguk kemudian ber-disapparating.
.
Hermione Granger duduk di sofa ruang tamunya, matanya kosong, ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, lebih buruk, ia tidak tahu apa yang harus dipikirkannya.
Padahal program mereka sudah hampir selesai, sudah delapan puluh persen orang yang pernah mengonsumsi ramuan gagal brengsek itu sudah mengonsumsi ramuan baru yang akan menyelesaikan semua masalah, tapi Theodore Nott harus menghancurkan semuanya.
Hermione tidak lagi berani menunjukkan wajahnya di depan orang-orang, bagaimana ia akan menyelesaikan masalah ini? Bagaimana ia akan menebus rasa bersalahnya pada orang-orang banyak? Bagaimana ia akan menebus rasa bersalahnya pada dirinya sendiri? Ia sudah membahayakan banyak orang dan tidak seharusnya ia masih bisa hidup tenang, apa yang harus dilakukannya sekarang?
Hermione mulai menangis, ia menutup wajahnya dengan tangannya dan mulai menangis seperti bayi. Ia menyesal, benar-benar menyesal, ia takut, ia kuatir.
Suara pop kencang terdengar didepannya, Draco Malfoy muncul didepannya dengan wajah yang benar-benar terlihat kuatir dan cemas.
"Hermione, kau baik-baik saja?" Draco bertanya, tidak tahu apa yang harus dikatakannya, ia tentu tahu kalau Hermione tidak baik-baik saja, tapi ia tidak tahu apa lagi yang harus dikatakannya.
Hermione menggeleng, dan terus menangis.
"Draco…" Hermione menangis. "Apa yang harus kulakukan?"
Draco berjalan cepat dan memeluk Hermione erat.
.
"Aku bersumpah akan memberi Nott pelajaran." Harry berseru penuh emosi.
"Potter, aku tidak peduli akan apa yang akan kau lakukan pada Nott, yang penting sekarang Hermione." Draco berseru, berusaha tenang. "Apa yang harus kita lakukan?"
Harry menghela nafasnya. Ia dan Draco mulai menjalin hubungan yang sedikit lebih baik dan rutin. Draco adalah partner Hermione dan Harry adalah sahabat Hermione, jadi mereka berdua harus bisa mentolerir keberadaan satu sama lain.
"Dimana Hermione sekarang?" Harry bertanya.
"Flatnya."
"Sudah berapa lama?"
Draco melihat jam tangannya. "Hampir dua belas jam."
Harry menutup matanya, ia mengerang kesal kemudian memakai jacketnya. "Kita beruntung jika ia belum menghilang." Harry berseru.
Harry dan Draco sampai di flat Hermione, tapi semuanya sudah terlambat. Beberapa buku kesayangannya sudah tidak terlihat, lemari pakaiannya juga nyaris kosong, hanya ada dua surat yang tergeletak di meja ruang tamunya. Satu untuk Harry dan satu untuk Draco.
-To Be Continued-
