Stronger
Disclaimer : Naruto is belong to Masashi Kishimoto, but Sasuke is MINE #dibakarsakura,
Warning : OOC, Aneh, Gaje, Typo and Miss Typo bertebaran dimana-mana, penulisan tidak menggunakan kaidah EYD yang benar #apadah
Author Bacot Area : Okeh, akhirnya setelah ehemsetengahtahunlebihehem Aphro menghilang dari dunia perfanfic-an Indonesia#eh?, saya balik lagi tapi kali ini bawa FF pair Sasusaku, hehehehe Enjoy this one guys, Mind To RNR Mina?
"Apa yang kau lihat saat ini pada diriku,
Itu bukan aku yang sebenarnya.
Dendam, amarah, keputusasaan,
keinginan kuat untuk memiliki mu lagi
tak bisakah kau lihat itu dimataku saat ini?
yang kau lihat pada diriku saat ini, hanya sebuah topeng
topeng yang ku gunakan untuk merebutmu kembali "
H&G Boutique
Wanita merah jambu itu tengah sibuk memilih-milih beberapa desighn yang ia siapkan untuk hari ini. kedua tangannya sibuk memilih gaun panjang bewarna pastel dan cerah untuk di kenakan Mikoto Uchiha, beberapa kali ia meminta asistennya untuk membawa keluar dan menunjukkannya kepada Mikoto agar dia sendiri yang memilihnya, sementara wanita itu menghampiri Hana yang kini tengah sibuk memilih beberapa Perhiasana hasil designnya untuk di padu padankan dengan Gaun-gaun ciptaan Sakura.
"Nee-chan melihat ekspresi si jalang itu?" Hana tertawa kecil dan mengangguk
"wajahnya sudah memucat sejak dia kembali dari kamar tadi pagi. Bahkan saat kami berangkatpun dia terus melihat kearah ponselnya, sebenarnya apa yang kau lakukan padanya?" Sakura menyadarkan tubuhhnya kearah rak kaca tempatnya menyimpan perhiasan karya Hana di sana.
"Hanya mengirim beberapa gambar padanya dan Sasuke-kun itupun kalau Sasuke-kun sudah melihatnya." Hana menghela nafasnya
"Maksudmu gambar yang berhasil diambil Itahi saat mengikutimu sebelum kecelakaan itu?" Sakura mengangguk
"lalu apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Hana,Sakura menaikan kedua bahunya
"lakukan seperti yang Itachi-nii sarankan, Sasori-senpai juga akan pulang ke Jepang besok, dia menghubungiku tadi dia diundang secara pribadi untuk menghadiri pesta itu oleh Mikoto Okaa-sama ." Ujar Sakura, Seorang pegawai masuk dan membungkuk kearahnya
"Guilliana-sama Client anda sudah menunggu dan meminta anda membantunya memilihkan gaun yang tepat untuknya." Sakura mengangguk
"buatkan mereka dua gelas Ocha." Ujar Sakura, lalu melangkah ke ruangannya di ikuti Hana di belakangnya.
Sakura melihat Mikoto dan Hinata tengah berdebat masalah warna gaun dan modelnya, Hinata sepertinya sangat tidak menyukai pilihan Sakura, dan sesekali menyampaikan ketidak setujuaannya tentang sederet gaun dan perhiasan yang sudah disiapkan di sana untuk mereka pilih, wanita indigo itu sesekali menyatakan ketidak setujuannya dan komentar-komentar keberatannya dengan sopan kepada Mikoto. Sakura berjalan mendekati mereka membuat Mikoto tersenyum lembut kearahnya, senyuman yang tak pernah di dapatkan Hinata selama empat tahun menjadi menantunya.
"Apa ada masalah disini, Uchiha-san?" Mikoto menggeleng lalu menunjuk deretan gaun-gaun itu
"Apa ini Gaun yang kau sarankan untukku?" Sakura mengangguk pantas
"Bisa jelaskan kenapa seluruh warna gaunnya berwarna peach, beige, dan berwarna pastel, selain itu modelnya, apakah seluruh gaun ini masih pantas di gunakan oleh wanita berusia limapuluh tahun seperti ku?" Sakura tersenyum mendengar pertanyaan Mertuanya, pertanyaan yang selama ini selalu Sakura rindukan
"Tidak, nyonya. Sebelum anda kemari bersama menantu anda, Hana -senpai sudah meminta saya jauh-jauh hari untuk medisighn Gaun untuk anda sementara semua perhiasan ini adalah hasil karya Hana-senpai. Sebelumnya saya membanca tentang anda di beberapa majalah lifestyle dan Fashion, anda selalu menjadi trent centre mode di jepang untuk wanita seusia anda, tapi sayangnya anda selalu tepaku dengan warna gelap, warna tanah, dan warna-warna netral lainnya.
Saya harus mengakui kalau anda masih terlihat sangat cantik di usia anda Uchiha-san, untuk itu saya ingin public melihat anda dengan penampilan anda yang berbeda dalam acara peringatan ulangtahun pernikahan anda besok malam, Gaun-gaun berwarna cerah ini mampu menampilkan kecantikan anda yang selama ini tersembunyi di balik warna-warna gelap yang selalu anda kenakan, selain itu anda juga perlu mencoba sesuatu yang baru dengan style fashion anda, model gaun ini tak terlalu menantang, justru ini akan membuat anda terlihat elegan saat acara nanti malam." Jelas Sakura panjang lebar, Mikoto tersenyum mendengarkan penjelasan wanita yang ia kenal dengan nama Guilliana Akasuna, bagaimana wanita ini bisa begitu mirip dengan menantu kesayangannya, seandainya Mebuki masih hidup begitu juga denga Kiazhi mereka pasti akan sangat senang bertemu dengan wanita ini.
"benarkah? Kalau begitu coba pilihkan satu gaun yang menurutmu pantas untukku." Hinata yang tak terima dengan kebaikan ibu mertuanya itu menoleh kearah Mikoto
"Tapi… Okaa-sama bagaimana pandangan public nanti dan bagaimana dengan pendapat Otou-sama jika tahu and memakai gaun ini untuk acara penting besok malam…"
"Aku tahu dengan baik siapa suamiku, Hinata-chan dan Fugaku-kun bukan orang yang suka membatasi istrinya dalam masalah berpakaian. Dia akan menyukainya, aku justru merasa ini akan menjadi kejutan untuknya di hari ulangtahun pernikahan kami besok malam." Ujar Mikoto, Sakura tersenyum penuh kemenangan mendengar jawaban Mikoto dan melemparkan pandangan mengejek kearah Hinata yang di balas dengan tatapan tajam wanita indigo dihadapannya.
"Saya juga akan membantu anda setelah ini, Hinata-san " ujar Sakura, Hinata memaksakan senyumnya
"terimakasih untuk tawarannya, Guilliana-san tapi saya bisa memilihnya sendiri. Apa anda memiliki koleksi lain selain gaun-gaun ini?" Sakura mengangguk lalu memanggil salah satu pegawainya
"Key, tolong antarkan Nyonya Uchiha untuk melihat koleksi gaun malam kita untuknya, pastikan itu adalah koleksi terbaik yang kita pamerkan saat fashion Show di Millan kemarin." Ujar Sakura, pegawai bernama Keyko itu menunduk sebelum mengantar Hinata memilih gaunnya
"Maafkan menantuku, Guilliana-chan. Dia memang begitu, selalu ingin melakukan apapun sendiri." Sakura agak terkejut begitu juga dengan Hana saat Mikoto menambahkan embel-embel chan di belakang namanya.
"ah…. Tidak apa-apa, Uchiha-san. Kami sudah banyak menangani Client dari berbagai Negara dan kalangan, sikap mereka berbeda-beda, jadi saya dan Hana-senpai sudah terbiasa menangani Client seperti itu. bagaimana jika kita lanjutkan memilih gaunnya?" Mikoto dan Hana mengangguk setuju
Hinata melihat kejauhan mertua dan kakak iparnya itu memilih gaun untuk acara besok malam di bantu desighner bernama Guilliana, Hinata heran bagaimana mungkin wanita itu bisa sangat mirip dengan Sakura, warna rambutnya, irish emeraldnya. Hanya cara tersenyum dan bicaranya juga selera fashionnya yang menarik saja yang berbeda. Hinata masih memilih-milih beberapa gaun di dalam boutique itu, ia mengenali beberapa model yang mirip dengan yang di gunakan beberapa selebritis ternama Hollywood, jadi dia sudah sehebat itu ya? Menguasai pasar Fashion di benua Amerika dan kabarnya juga Eropa. Hinata mengamati sebuah gaun berwarna biru muda dengan lengan panjang dan belahan di bagian roknya yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Tidak buruk juga, Hinata meminta pegawai Boutique untuk mengambilnya dan mencoba gaun itu.
Mikoto sekarang dihadapkan dengan pilihan untuk memilih dua gaun terbaik yang sudah di cobanya tadi. Sakura duduk di sebelahnya memberikan sebuah penjelasan tentang gaun-gaun itu sementara Hinata masuk kedalam menenteng sebuah paper bag dan duduk di sebelah Mikoto. Wanita indigo itu sudah mendapatkan gaunnya rupanya.
"Bagaimana kalau aku pilih yang ini saja, Guilliana-san ?" Mikoto memintap pendapat Sakura dalam hal ini, wanita itu memperhatikan gaun berwana Peach bermodel mermaid, dengan lengan pendek dan bagian belakangnya meng-ekspose sebagian punggung putihnya, tak bisa di pungkiri memang, Istri Uchiha Fugaku itu masih terlihat sangat cantik dan Anggun di usianya yang sudah menginjak Lima puluh dua tahun itu.
"Anda akan terlihat sangat anggun sekali jika menggunakan gaun itu di tambah dengan menggunakan perhiasan ini menjadi aksesories tambahan." Ujar Sakura sambil mengambil kotak berisi anting berlian hasil karya Hana.
"Ya, aku setuju Okaa-sama, anda pasti akan terlihat anggun dengan dandanan yang simple." Ujar Hana, Mikoto tersenyum puas mendengar komentar Hana dan temannya
"Kalau begitu aku ambil gaun ini, Guilliana. Bisakah kau juga memilihkan sepasang Tuxedo atau jas resmi untuk suamiku dan kedua putraku?" Hinta tesentak, bagaimana bisa ia lupa Sasuke bahkan tidak sempat membeli pakaian pestanya dan ia juga tidak begitu tahu tentang selera Sasuke.
"Aku sudah memilihnya untuk Itachi-kun berdasarkan rekomendasi, Guilliana." Ujar Hana, Mikoto mengangguk
"Jane, bantu aku memilih beberapa Tuxedo dan Jas." Ujar Guilliana, Hinata berdiri
"aku ikut, aku akan memilih untuk Suamiku juga." ujar Hinata, tapi Mikoto menahannya
"Gulliana adalah designer hebat, dia akan memilih pakaian pesta terbaik untuk Fugaku-kun kau hanya perlu diam di sini Hinata-chan , lagi pula aku juga ingin melihat gaun pilihan mu." Hinata terpaksa kembali duduk dan memilih mengeluarkan gaun pilihannya dari dalam paper bag miliknya, sementara Sakura menggeleng kecil dan memilih Tuxedo untuk Ayah mertuanya dan Suaminya. Hati Sakura kembali terasa ngilu saat mengingat Suaminya, Sasuke Uchiha bagaimana jika ia bertemu dengan Sakura nanti? Haruskah ia tetap berpura-pura seperti sekarang? Gadis itu menggeleng, dia harus mengalahkan emosinya dulu sekarang ia tidak boleh bertidak ceroboh sedikit saja sekarang.
Sakura masih ingat dengan jelas detail busana favorite Sasuke, dia memilih sebuah Jas resmi berwana hitam dengan kemeja berwarna biru dongker dan dasi berwana perak. Pria itu selalu jauh merasa lebih nyaman saat mengguanakan Jas ketimbang Tuxedo, sementara untuk Fugaku dia memilih satu stel Jas yang serasi dengan gaun Mikoto, setelah puas dengan hasil kerjanya, Wanita itu meminta beberapa pegawainya untuk membawa pakaian-pakaian itu ke hadapan Mikoto, baru saja kedua kaki jenjangnya akan melangkah keluar, namun sebuah dering ponsel berhasil mencegahnya, nama 'Akasuan Sasori' tertera jelas sebagai pemanggil.
"Ada apa, senpai ?" Tanya sakura
"kau tahu aku akan pulang ke Jepang hari ini bukan, sakura-chan?" Sakura mengangguk mendengar kalimat pertama orang yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri itu
"aku sudah membereskan rumahmu kok, senpai." Sasori hanya menjawabnya dengan gumaman singkat
"Aku sudah menyelidiki tentang pernikahan Sasuke dan Hinata, Sakura. Ada hal yang aneh dengan info yang kudapat dari sumberku." Sakura mengangkat kedua alisnya, ternyata dugaannya benar, Wanita itu memakai cara licik untuk mendapatkan suaminya
"dan apa hal ganjil itu?" Tanya Sakura
"Akan aku jelaskan nanti setelah aku tiba di Jepang, semua bukti tekait berada di tanganku saat ini, semua bukti itu bisa kita gunakan tidak hanya untuk menghancurkan Hinata, Tapi juga Neji dan Hanabi." Senyum licik itu terpampang begitu saja di di bibir manisnya
"terimakasih untuk bantuanmu, Senpai." Ujar Sakura
"Kau tahu aku juga memiliki dendam atas kematian kedua orangtuaku pada si tua Bangka Hiashi, bukan? Aku dengan senang hati akan membantumu, tujuan kita semua sama Sakura. Tak perlu Sungkan kalau kau membutuhkan bantuanku. Aku bahkan sudah menempatkan anak buah ku untuk memata-matai Hyuga-Hyuga sialan itu." Sakura tersenyum, senyum licik yang kini ia tunjukkan.
"Baiklah, aku harus kembali kepanggung drama lagi sekarang, sampai bertemu nanti Senpai , hubungi aku kalau kau sudah tiba di bandara." Ujar Sakura, sebelum memutus sambungan telfon.
Sakura kembali masuk kedalam ruangannya dan melihat Mikoto tengah memandang puas semua pakaian rancanganya untuk di guanakan keluargaa besarnya. Sakura duduk di sofa dihadapan mereka dan tersenyum.
"Aku sangat puas dengan semua karya mu, Akasuna-san. Kebetulan sebelum kemari Hana-chan memberitahuku kalau kau juga konsultan Fashion untuk beberapa tokoh-tokoh terkenal di Eropa, bukan?" Sakura mengangguk
"Bagaimana kalau kau membantu ku? menjadi Konsultan Fashion dan Penata busana ku untuk menghadiri acara resmi dan amal yang biasa di lakukan keluarga Uchiha?" Sakura tersenyum menang sekarang, satu lagi jembatan berhasil ia bangun untuk mempermudah langkahnya
"dengan senang hatiUchiha-san." Ujar Sakura, Mikoto tersenyum lalu berdiri dari tempatnya duduk
"Suamiku sudah mengundang Kakak mu secara khusus, ikutlah bersamanya akan ku kenalkan dengan Sasuke. Kau pasti akan senang bekenalan dengannya, dia pria hebat mungkin saja kalian bisa membangun kerja sama bisnis? Aku dengar kakakmu sangat sibuk dengan rumah sakit untuk para penderita Kanker yang di bangunnya hampir di beberapa Negara besar, jadi kau juga memegang kendali di perusahaan pusat yang berada di jepang, akan sangat baik jika kalian bertemu dan membicarakan bisnis." Ujar Mikoto, Hinata menatap tidak suka kearah ibu mertuanya itu, Jelas sekali wanita Uchiha senior ini bermaksud membuatnya berpisah dengan suaminya.
"Saya pernah membahas tentang itu dengan Itachi-Senpai dan Sasori-Senpai , tapi karena keduanya sibuk, kerja sama itu belum bisa di lakukan. Itachi-Senpai dan istrinya juga saya sudah membuka perusahaan baru di Paris, kami berencana mengembangkannya untuk itu Sasori-nii juga turun tangan. Kami juga bermaksud meminta batuan Sasuke-san untuk hal ini. nanti aku bicarakan lagi dengan Aniki nanti saat dia sudah tiba di Jepang." Ujar Sakura, Mikoto mengangguk
"kau mengingatkan ku pada seseorang, ah… Sudahlah, kau tidak keberatan membantuku bersiap-siap besok sore?" Sakura mengangguk
"Dengan senang hati, Uchiha-San ." Sakura membungkuk sebelum Mikoto dan Hinata juga Hana berbalik keluar dari boutiquenya, ia tak menyangka untuk masuk kembali kedalam keluarga Uchiha saat ini, jauh lebih mudah dari perkiraannya.
Uchiha Mansion
Sasuke melepas dasinya dan menggulung kemeja biru dongkernya saat masuk kedalam rumah, perdebatan alot dengan Neji berhasil membuatnya lelah setengah mati. Sasuke melangkahkan kakinya semakin jauh masuk kedalam rumahnya, suara tawa seorang pria dewasa dan anak kecil dari halaman belakang berhasil menarik perhatiannya. Pria itu melangkah kehalaman belakang dan mendapati Itachi tengah bermain dnegan keponakannya. Jadi mereka sudah tiba.
"Cacuke-Jisan." Sasuke langsung mengakat Meiko kedalam gedongannya saat gadis itu berlari kearahnya, inikah rasanya saat kau benar-benar merasa kesepian? Merasa iri pada kakak mu sendiri yang memiliki keluarga yang bahagia sementara kau kehilangan calon buah hatimu dna istri yang kau cintai lalu terjebak dengan pernikahan konyol dengan wanita yang tidak kau cintai. Pernikahan yang di dasari alasan klasik seperti bisnis. Ini selalu terjadi pada kalangan bangsawan dan orang-orang kaya seperti mereka, pernikahan yang Sakral justru berubah menjadi jembatan untuk meraup keuntungan material.
"Apa kabar, Otoutou?" Sasuke memeluk Kakaknya singkat, empat tahun tak melihat kakak kesayangannya itun membuatnya rindu juga
"tidak begitu baik, Meiko-chan bagaimana kabarmu?" Tanya Sasuke, Meiko memeluk leher sasuke dan menyembunyikan wajahya di bahu sasuke
"Aku kangen Jii-san" sasuke tekekeh geli, Sejak dulu Meiko memang selalu menganggap Sasuke seperti ayah keduanya, Itachi bahkan tak keberatan jika putrinya bersikap manja kepada adik bungsunya itu, Sasuke selalu menginginkan memiliki anak bersama Sakura, tapi saat impian itu datang, seketika itu juga impian itu sirna, Hinata menghancurkannya.
"Kemana yang lainnya?" Tanya Sasuke
"Membeli pakaian untuk pesta besok malam." Ujar Itachi sambil masuk mengikuti adiknya keruang tengah
"Apa Otou-sama ikut dengan mereka?" Tanya Sasuke, Itachi menggeleng lalu meminta Meiko kembali dan memangkunya
"ada masalah apa di kantor?" Sasuke menghela nafasnya
"Perusahaan Hyuga ingin kita menangani proyek baru tentang pembangunan pusat perbelanjaan baru di Kyoto dan Millan." Ujar Sasuke, Itachi menaikan alisnya. Pusat perbelanjaan? Lagi? yang benar saja, perusahaan mereka multi nasional dan bukan hanya bergerak dalam bidang itu saja
"Kau bisa urushi Proyek baruku dengan Sasori, aku yang akan tangani si Hyuga sialan itu." ujar Itachi enteng, Sasuke memelototi kakaknya saat menengar ucapan terakhirnya
"Jaga bicaramu saat bersama Meiko, Baka aniki, nee-chan akan membunuhmu kalau dia tahu kau mengucapkan kalimat tak sopan di depan putrimu." Ujar Sasuke, Itachi hanya terkekeh
"aku dengan Namikaze Corp juga menawarkan kerja sama?" Sasuke mengangguk
"dengan tender lebih besar dari yang di tawarkan Hyuga corp." ujar Sasuke, Itachi berfikir sebentar
"kita harus mengatur waktu pertemuan dengan Naruto secara resmi untuk membicarakan bisnis itu, aku akan kembali kekantor minggu depan, jadi kau tak perlu khawatir." Ujar Itachi, Sasuke berjalan menuju mini bar dan mengambil segelas Wayne dan meminumnya
"aku tak pernah melihat mu minum bahkan selama Sakura masih hidup." Sasuke menghela nafasnya
"aku hanya ingin minum saja, Nii-san ." ujar Sasuke lalu meninggalkan gelasnya dan naik keatas tangga untuk kembali kekamarnya. Sasuke melepaskan pakaiannya asal dan masuk kedalam kamar madi, ia rasa air hangat bisa membantunya melupakan sejenak kelelahannya.
Sasuke menolehkan kepalanya saat seseorang membuka pintu kamar pribadinya, seorang wanita bersurai indigo itu masuk kedalam dengan membawa dua buah paperbag yang dugaannya berisi busana pesta yang akan dia gunakan.
"Okaa-sama meminta Sasuke-kun untuk mencobanya." Ujar Hinata sambil memberikan Paperbag itu, sasuke mengeluarkan isinya dan merasa dejavu. Satu setel Jas resmi dengan desighn yang selalu bisa membuatnya merasa nyaman dan percaya diri, desighn yang hanya bisa di buat oleh Sakuranya.
"Dimana kalian membelinya?" Tanya Sasuke
"Di boutique milik Hana-neechan dan sahabatnya." Jawab Hinata singkat, Wanita itu mengamati Sasuke yang menperhatikan detail jasnya dengan pandangan kagum, bahkan setiap kali Hinata yang membelikan untuknya Sasuke hanya meletakkannya begitu saja dan tidak pernah memakainya, tapi kali ini berbeda Sasuke terlihat sangat menyukai gaun pilihan Guilliana itu, mau tak mau wanita itu merasa cemburu juga.
"Aku akan menemui Okaa-sama kau keluarlah duluan." Ujar Sasuke, Hinata tak memiliki pilihan lain selain keluar.
Sasuke tak mungkin salah mengenali desighn ini, Hanya Sakura yang bisa membuat model pakaian seperti ini dengan model dan warna yang begitu sesuai dengan dirinya. Pria itu langsung mencoba pakaian itu dan ini Sama, pakaian ini berhasil membuatnya nyaman, sama seperti buatan Sakura, siapa perancang busana yang membuatnya? Apakah dia Sakura? Sasuke kembali mengganti pakaiannya menggantung pakaian pestanya itu di walk in Closetnya sebelum keluar dari kamarnya dan berlari menuruni tangga menemui ibunya yang tengah bercengkrama dengan anggota keluarga yang lainnya.
"Okaa-sama." Miokotpo tersenyum mendapati anak bungsunya duduk di sampingnya
"Ada apa, sayang?"Ujar nya
"Siapa perancang busana yang membuat jas itu?" Mikoto menautkan kedua alisnya, heran ,mendengar pertanyaan putranya
"Adik angkat Sasori-kun, Guilliana Akasuna." Ujar Mikoto, ini aneh. Sasuke tak pernah tahu kalau Sasori memiliki adik angkat, atensinya ia pidahkan kepada Itachi
"Wanita itu tinggal bersama kami selama di paris dan membangun perusahaan yang bergerak di bidang Fashion bersama ku dan Hana di Paris. Kerja sama dengan perusahaan Akasuna yang ku maksud adalah proyek untuk meneluarkan mobil Sport terbaru dengan jumlah terbatas dan yang akan di desighn Khusus interiornya oleh Guilliana dan Hana." Ujar Itachi
"ya, gadis itu sangat hebat. Dia akan datang besok sore untuk membatuku berpakaian, sekaligus menjadi konsultan Fashionku besok. Aku bahkan berencana mengenalkan dia padamu." Ujar Mikoto bersemangat, Sasuke menyandarkan tubuhnya, dia fikir itu benar-benar Sakuranya. Apa Sakura benar-benar sudah meninggal dan dia tak akan pernah memiliki kesempatan lagi untuk memilikinya? Sasuke hanya bisa memaksakan senyumnya saat ibunya kembali bercerita tentang wanita Akasuna tersebut.
Akasuna Mansion,
Sakura kembali membolak-balik berkas yang di bawa Sasori, pria itu tiba lebih awal dari perkiraannya, ia menggunakan jet pribadi, Sakura tak akan heran untuk hal itu. Gadis itu memandang tak percaya bukti manipulasi data keuangan perusahaan Uchiha yang di lakukan Hinata, serta beberaa berkas penunjang lainnya. Wanita merah jambu itu memandang Sasori sekali lagi, pria berwajah baby face itu mengangguk sebelum menegak wisky yang sejak tadi ia minum.
"Mereka memanipulasi laporan keuangan lalu memalsukan tandatangan Fugaku Uchiha untuk menjual saham kepihak lain. Selain itu mereka berhasil memancingnya membeli sebuah perusahaan yang memiliki kasus gelap dibaliknya, bisa dikatan perusahaan Uchiha hampir bangkrut total setelah itu. Neji dan Hanabi datang kepada Sasuke dan Itachi menawarkan bantuan dengan persayaratan Sasuke harus menikahi Hinata, jadi yang mereka maksudkan adalah kerja sama perusahaan dan dengan ikatan darah. Beruntungnya perusahaan Uchiha berhasil stabil, tapi bukan berarti tikus-tikus Hyuga itu tidak mengambil keuntungan. Mereka seperti musuh di dalam selimut yang harus diwaspadai suamimu." Ujar Sasori, Sakur memegang dahi lebarnya
"lalu apa proyek yang kita rencanakan akan tetap berjalan?" Tanya Sakura, Sasori mengangguk
"Sampai Saat ini perusahaan Akasuna dan Namikaze masih berada di urutan ke tiga dan empat tapi kami akan bekerja sama dengan Uchiha sebagai taktik bisnis untuk menggulingkan Hyuga."
"Terlalu banyak tidakan curang keluarga Hyuga dalam berbisnis dan tentunya hal itu membuat semakin banyak rekan bisnis mereka yang berbalik membencinya. Jika kita mampu menarik Uchiha di pihak kita untuk melawan Hyuga, maka Perusahaan itu akan hancur dengan sendirinya." Ujar Sasori,
"Maksudmu?" Tanya Sakura
"Saat seorang pebisnis kehilangan partner bisnisnya, saat itu juga mereka dinyatakan kalah telak, Sakura. Aku akui bisnis kejam dan itu yang membuat si tua Hiashi nekat membunuh ayahku hanya untuk menghilangkan saingan bisnisnya satu persatu. Dan sasaran berikutnya adalah Fugaku dan Itachi. Kerja sama dengan Hyuga hanya kedok yang di gunakan Hiashi untuk menyingkirkan perusahaan nomor satu itu hancur. Kau sudah melihatnya bukan? Uchiha, Namikaze dan Akasuna yang sejak awal berada di peringkat satu, dua dan tiga teratas kini menjadi turun satu tingkat, itu baru awal Sakura. Tak ada yang bisa meramal apa yang akan terjadi dalam pasar saham berikutnya." Sakura mengangguk mengerti
"Aku akan membantumu, Sasori-senpai. Karena tujuan kita sama, sama-sama menghancurkan tikus-tikus seperti Hyuga."
Sakura mengambil berkas-berkas itu dan menyimpannya. Ia akan mempelajarinya nanti dan saat ia siap dia akan bergabung bersama Sasori dan Itachi untuk menyelamatkan perusahaan Uchiha dan melepaskannya dari jeratan Hyuga, tak hanya itu saat itu juga ia akan menyingkirkan Hinata Hyuga dari dunianya.
TBC. Saya tahuu semakin lama Chapternya semakin aneh, Gomenne mina, hhehehhe jika bekenan silahkan diisi kotak reviiewya, saya masiih menunggu kritik dan saran dari kalian semua.
