Stronger
Disclaimer : Naruto is belong to Masashi Kishimoto, but Sasuke is MINE #dibakarsakura,
Warning : OOC, Aneh, Gaje, Typo and Miss Typo bertebaran dimana-mana, penulisan tidak menggunakan kaidah EYD yang benar #apadah
Author Bacot Area : Okeh, akhirnya setelah ehemsetengahtahunlebihehem Aphro menghilang dari dunia perfanfic-an Indonesia#eh?, saya balik lagi tapi kali ini bawa FF pair Sasusaku, hehehehe Enjoy this one guys, Mind To RNR Mina?
"Apa yang kau lihat saat ini pada diriku,
Itu bukan aku yang sebenarnya.
Dendam, amarah, keputusasaan,
keinginan kuat untuk memiliki mu lagi
tak bisakah kau lihat itu dimataku saat ini?
yang kau lihat pada diriku saat ini, hanya sebuah topeng
topeng yang ku gunakan untuk merebutmu kembali "
Sakura's Apartement
Sakura memandang pantulan bayangannya di cermin, wanita itu tersenyum puas saat nambahkan lipstick berwarna nude sebagai sentuhan terakhir make up-nya. Surai sewarna bunga sakura itu di gelung keatas dan menyisakan sedikit poni yang menutup dahi lebarnya. Sakura mengambil blazer creamnya lalu mengambil Heels bewarna nude pink miliknya sebelum keluar dari walk in closetnya dan membuka pintu apartementnya, dari tadi sudah ada seseorang yang memencet bell apatermentnya dan Sakura tahu siapa itu, Sasuke Uchiha.
"Ah… Selamat pagi Sasuke-san …." Ujarnya, wanita itu tersenyum lalu mengambil Key card yang menjadi kunci apatermentnya, Sasuke masih diam mematung melihat wanita ini berjalan mendekatinya dan berbalik untuk mengunci pintu apatementnya terlebih dahulu.
"Aku harap Hinata-san tidak akan keberatan sama sekali kalau anda pulang terlambat semalam." Ujar Sakura
"hn…." Sakura hanya tersenyum tipis, bahkan suaminya tak berubah sekalipun.
"kau biasa sarapan berat stiap pagi?" Tanya Sasuke, Sakura menggeleng
"Tidak, selama di inggris aku terbiasa sarapan ringan saja." Ujar Sakura, Sasuke membukakan pintu mobil sport mewahnya untuk Guilliana, Wanita itu masuk kedalam mobilnya dan menunggu Sasuke untuk masuk kedalam mobilnya.
"keberatan kalau mampir ke Victorian Café di dekat kantorku?" Sakura tersentak saat mendengar Sasuke mengajaknya ketempat favorite mereka
"Tentu, kau yang menentukan kemana kita akan sarapan bukan?" Ujar Sakura, Sasuke tersenyum entah bagaimana hanya dengan duduk di sampingnya saja, Sasuke berhasil merasakan déjà vu seperti saat bersama Sakuranya.
"aku harap kau menyukai tempatnya." Ujar Sasuke, Sakura mengeluarkan Ipadnya dan mulai mendesign pakaian lagi
"Sedang persiapan Fashion Line?" Sakura mengangguk, lalu memandang lansung Sasuke yang masih fokus mengemudi.
"Bagaimana anda tahu?" Sasuke tersenyum lalu mengambil sesuatu dari dashboard, Sakura tahu apa itu, ipadnya yang tertinggal satu jam sebelum kecelakaan itu di mobil suaminya.
"ini milik istriku, kau boleh melihat-lihat isinya." Sakura mengambilnya, masih sama dia bahkan masih ingat dengan jelas pattern yang ia gunakan untuk membukanya
"kau tahu pattrennya?" Sakura tersentak, wanita itu terdiam lalu mencoba mencari alasan
"Hanya menebak saja…" Ujar Sakura, Sasuke memandang curiga hanya dia dan Sakura yang tahu bagaimana wanita ini bisa membuka Pattern-nya dengan mudah
"menebak? Hanya Sakura dan aku yang mengetahuinya." Ujar Sasuke, ia bisa melihat wanita itu memalingkan wajahnya terlihat tengah memikirkan sesuatu, Sasuke meminggirkan mobilnya di pinggir jalan.
"Apa bentuk patternnya?" Habis sudah, Sakura tak mungkin tidak mengatakannya
"angka duapuluh delapan?" Sasuke tersentak wanita itu benar, Sasuke memandang balik Sakura
"Kenapa kau memilihnya?" Sakura mengalihkan pandangannya dan jawaban itu meluncur begitu saja
"biasanya orang akan menggunakan sesuatu yang bersifat pribadi dan sangat berharga untuknya sebagai bentuk Pattern, tanggal duapuluh delapan adalah tanggal ulangtahun Sakura-san sekaligus tanggal pernikahan kalian." Sasuke menggenggam setir mobilnya semakin erat.
Wanita ini, siapa dia sebenarnya? bagaimana dia bisa menjawab pertanyaannya dengan mudah dan sama persis dengan Sakura? Ia ingin sekali percaya bahwa wanita di sebelahnya ini bukan Sakura tapi seluruh gerak-geriknya selama beberapa jam ini cukup mencurigakan. Sasuke menghela nafasnya lalu menggemudikan kembali mobilnya menuju tujuan asal mereka, untuk sesaat Sasuke mulai merasa tak nyaman dengan atmosfir di sekitarnya. Semuanya menjadi canggung sejak pertanyaan terakhir Sasuke yang terjawab dengan mudah oleh wanita di sampingnya ini.
"dalam Ipad itu berisi design yang belum selesai." Ujar Sasuke, Sakura memandangnya lalu kembali melihat-lihat isi Ipadnya yang sepertinya tak pernah tersentuh sejak kecelakaan tragis itu
"Anda tidak membiarkan Hinata -san menyelesaikannya? Aku dengar dia juga seorang designer dan mantan model." Ujar Guilliana, Sasuke menggeleng
"aku tak akan membiarkannya, jika kau mau mungkin kau bersedia menyelesaikannya." Ujar Sasuke, Sakura mengangguk
"Akan ku kerjakan setelah proyek kita selesai." Ujar Sakura, mereka berhenti di depan sebuah café classic dan turun di sana, Sasuke berjalan mendahului Sakura dan memilih tempat duduk favorite mereka, Sakura masih ingat dengan jelas tempat itu. Tempat dimana pertama kali Sasuke memintanya menjadi kekasihnya, tempat pertama kali Sasuke memintanya menikah, dan tempat pertama kali dimana Sasuke mengajaknya tinggal bersamanya di rumah yang baru ia beli sehari setelah pertunangan mereka.
"duduklah." Sakura tersenyum saat Sasuke mempersilahkannya duduk
"Tempatnya bagus, kita bisa melihat kota Tokyo dengan jelas dari sini." Sasuke tersenyum melupakan sedikit dugaannya tadi
"Kau menyukainya?" Sakura mengangguk, tentu ia menyukainya ini adalah tempat yang paling banyak menyimpan seluruh kenangannya
"Sasuke-san …." Sakura memanggil pria yang kini tak berhenti memandangnya, Sasuke memanggil waiters dan memesan menu favoritenya
"Bagaimana dengan mu Guilliana?" Sakura memandang daftar menunya dan memesan sebuah Cake coklat dengan jus Cherry, wanita ini semakin mengingatkannya pada Sakura.
"Guilliana, kau sudah bertunangan?" Sakura hampir saja menjatuhkan Iphone nya saat mendengar pertanyaan konyol itu terlontar dari bibir Sasuke
"Belum. Sasuke-san boleh aku bertanya sesuatu yang bersifat agak pribadi?" Tanya Sakura, Sasuke mengangguk
"Anda sudah memiliki anak dengan Hinata-san?" Pertanyaan ini yang terus mengganggunya sejak dulu
"Tidak. menyentuhnya saja tidak pernah." Sakura tersenyum lalu mengangguk. Wanita itu tersenyum manis kearah waiters yang membawa pesanan mereka dan mulai melahap cake coklat pesanannya.
"Aku tertarik padamu…." Kali ini Sakura tersedak minumannya sendiri
"anda sudah memiliki istri Sasuke-san… " Ujar Sakura, Sasuke memakan pan cake-nya dan meminum kopi pahitnya
"Aku tidak peduli, aku akan segera menceraikannya setelah proyek itu berhasil." Sakura tertawa mendengarnya
"Kau terdengar jahat sekali." Ujar Sakura, Sasuke tersenyum dan menggeleng
"Aku tak mau menyakitinya lebih lama lagi, dia wanita yang baik dan dia tak pantas mendapatkan siksaan ini." Sakura memandang bosan cakenya, wanita baik? Sasuke taukah kau rubah betina itu yang sudah memisahkanmu dari istri dan anakmu.
"Hyuga tak pernah sebaik itu." Ujar Sakura, Sasuke paham perasaan wanita ini menurut cerita Itachi dan Sasori, Guilliana melihat langsung peristiwa penembakkan orangtuanya ia dulu bersembunyi di dalam lemari bersama Sasori dan itu membuatnya trauma berat akan Jepang, entah apa yang berhasil menyeretnya pulang kembali ke tempat kelahirannya setelah lebih dari sepuluh tahun menetap di Inggris.
"aku paham." Ujar Sasuke, Sakura berpindah duduk di sebelah pria itu
"kau keberatan kalau mampir keapatementku malam ini setelah meeting?" Sasuke tersenyum lalu menggeleng,
"pastikan Sasori tidak membunuhku keesokan harinya." Sakura tertawa, mengangguk
"Tentu Saja. Sasuke-kun …." Sasuke benar-benar gila, beberapa jam mengenal wanita ini benar-benar seperti kembali kedalam pelukan Sakuranya.
Keduanya tiba di kantor tepat pukul sepuluh pagi, Sakura tahu ini sudah terlambat sepuluh menit dari jadawal rapat yang sudah mereka rencanakan, Sasuke terlihat biasa saja ia tahu kalau Sasuke tak ingin orang-orang dikantor memberi cap jelek padanya. Sakura berjalan di sampingnya mereka membahas pekerjaan dan sesekali Sasuke membisikkan sesuatu yang bisa membuatnya terkikik geli sendiri. Satu lagi sisi Sasuke yang menghilang telah kembali, dia tidak lagi sedingin sebelumnya.
"Teme…" Kau terlambat, Ujar Naruto begitu mereka memasuki ruang rapat
"Kau datang bersama Guilliana -chan? Teme kau sudah punya Hinata-chan …" telinga Sakura panas saat mendengar itu
"Urusai Dobe!" Ujarnya, Naruto hanya mendengus Sakura tahu maksud perkataan naruto tadi hanya bercanda, wanita itu mengambil tempat duduk di samping sasuke dan mengelus punggungnya, pria itu hanya tersenyum tipis kearahnya.
"Tidak apa-apa, aku sudah biasa menanggapi Namikaze sialan itu." Naruto memberikan deathglare terbaiknya sebelum memulai rapat.
Sakura kini tengah duduk di ruangan Sasuke dan memainkan Ipadnya, mendesign beberapa pakaian untuk koleksi musim panas boutiquenya yang baru. Sasuke menggeleng melihat wanita merah jambu yang kini menjadi partner bisinisnya, ia benar-benar mirip dengan Sakura saat sedang mengerjakan sesuatu, terlalu Fokus untuk menjadikan semuanya sempurna. Sakura menyadari sejak tadi sasuke mengamatinya, wanita itu menoleh dan tersnyum membuat pria itu kembali teringat akan Sakura.
"Sasuke-kun apa design kontruksi yang kau buat sudah selesai?" Sakura beranjak dari Sofa dan berjalan kearah mini bar di sudut ruangan kantor Sasuke untuk mengambil dua gelas Wine untuk mereka.
"Hampir." Ujar Sasuke, pria itu meletakkan kaca matanya dan berjalan menghampiri Sakura, wanita itu memberikan segelas wine untuk Sasuke dan gelas lainnya ia minum sendiri.
"boleh kulihat?" Sasuke mengangguk, Pria itu membiarkan Sakura menghampiri Meja gambarnya yang besar, wanita itu kembali takjub dengan hasil karya Sasuke. Tak salah ia menjadi mahasiswa yang menempati peringkat pertama Nasional saat kuliah. Sasuke berjalan mendekat tiba-tiba merangkul pinggang Sakura wanita itu sedikit tersentak namun mencoba untuk bersikap biasa saja.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya Sasuke, Sakura memandang gambar gedung mewah itu dan mengangguk
"Elegan, indah, kokoh, dan berkelas." Empat kata itu mampu mendeskripsikan design Sasuke dengan sempurna
"Aku senang kau puas, setidaknya kau bisa membantuku membuatnya menjadi lebih sempurna, dengan Interior yang kau design." Sakura mengangguk
"Kapan kira-kira kau akan menyelesaikan designnya?" Tanya Sakura,
"Secepat yang kau inginkan, aku tahu kau designer dan model yang cukup sibuk." Sakura menggeleng
"Tidak sesibuk itu, satu-satunya pekerjaan yang tak bisa ku tunda adalah pengerjaan pakaian pengantin bangsawan Maroko yang sudah mereka pesan beberapa bulan yang lalu." Sasuke terkejut juga mendengar menuturan Guilliana, Wanita ini benar-benar designer kelas atas yang professional.
"Hebat." Sakura tersenyum mendengar pujian singkat suaminya
"Nah aku harus kembali ke boutique sekarang." Ujar Sakura, Sasuke mengambil jasnya
"Biar kuantar." Sakura menggeleng membuat Sasuke menaikkan sebelah alisnya
"Pekerjaan mu jauh lebih penting dari mengantar seorang wanita. Aku bisa pesan Taksi." Sasuke menggeleng
"Tidak, ijinkan aku mengantarmu atau ku suruh supirku mengantarmu?" Sakura menggeleng, dia masih saja keras kepala seperti dulu
"Supirmu saja." Ujar Sakura, wanita itu menunggu Sasuke menelfon supir pribadinya, wanita itu melihat keseluruhan ruangan Sasuke yang tak berubah hanya saja foto pernikahan mereka sudah diganti menjadi Foto pernikahan Sasuke dan Hinata, Sakura melihat deretan figura di dinding yang masih memajang sebagian besar fotonya dan atas meja kantor Sasuke ia bisa melihat dengan jelas foto saat Sasuke tengah mencium perutnya yang saat itu mengandung putra mereka.
"Kau melihatnya?" Sakura berbalik mendapati wajah datar Sasuke, wanita itu mengangguk
"Sekarang kau tahu bagaimana miripnya kalian, bukan?" Sakura mengangguk sekali lagi, tentu saja ia tahu karena sosok di potret itu adalah dirinya.
"dia hidupku, aku bahkan rela memberikan apapun asalkan itu bisa membuatnya kembali." Sakura memegang dadanya, entah kenapa jantungnya terasa sukar untuk berdetak menengar suara baritone itu mengatakannya
"saat kau kembali aku berharap kau dia, saat bertemu denganmu pagi ini sepanjang hari ini aku terus merasa seperti Sakura kembali padaku." Guilliana menahan tangisnya
"maaf, tak seharusnya aku mengatakan ini padamu…." Pria itu berbalik Sakura menahan pergelangan tangannya membuat Sasuke kembali menatapnya
"Dia … pasti masih hidup di suatu tempat, menunggu waktu yang tepat untuk kembali kedalam pelukanmu, Sasuke-kun" Sasuke mengangguk
"Aku selalu mempercayai kemungkinan itu." Sakura tersenyum, Wanita itu mendekatkan wajahnya kearah Sasuke dan ciuman hangat itu terjadi begitu Saja. Sasuke memeluknya semakin erat, menarik dirinya semakin mendekat seakan tak membiarkannya untuk lepas barang sedetik saja.
"Sasuke-kun …." Sakura melepaskan ciuman itu begitu saja, melepaskan dirinya dari pelukan Sasuke saat mendengar suara Hinata mengintrubsi mereka
"Ini…" baru Sakura akan menjelaskan wanita itu sudah mendekat dan menampar wajahnya
"Pergi Dari sini Kau WANITA JALANG!" Hinata berusaha memukul Sakura dengan tas tangannya, wanita it uterus menjerit dan membabi buta kearahnya
"Hinata Cukup!" Ujar Sasuke kedua tangan kekarnya berusaha menahan tangan mungil Hinata yang mencoba menampar dan memukul Sakura dengan tas tangannya, pria itu mengunci gerakan Hinata dengan mudah.
"LEPAS! LEPASKAN AKU SASUKE-KUN , AKU HARUS MEMBERIKAN DIA PELAJARAN! LEPASKAN AKU!" Hinata terus meronta dan mencoba melepaskan kedua tangan Hinata, Sakura hanya memandang dingin kearahnya wanita itu cukup menikmati melihat sisi psikopat Hinata terlihat dengan jelas sekarang.
"HENTIKAN HINATA!"
"TIDAK! LEPAS! LEPASKAN AKU WANITA ITU HARUS MATI DIA AKAN MEREBUTMU!" Hinata terus meronta mencoba melepaskan dirinya dari Sasuke
"Aku bilang berhenti sekarang juga HYUGA HINATA!" Hinata berehenti begitu saja, Sasuke tak menyertakan nama Uchiha di depan namanya dan justru memanggilnya dengan Hyuga Hinata, seperti ia tak pernah menganggap pernikahan mereka nyata selama empat tahun ini.
"Sasuke-kun …." Lirihnya, Wanita itu menunduk menahan tangisnya,
"Keluar…." Ujar Sasuke tenang Hinata menggeleng dan justru menangis
"Sasuke-kun …. Gomen, aku… aku hanya…."
"Kau benar-benar sudah keterlaluan…." Ujarnya, wanita Hyuga itu mendongak dan memandang langsung kearah Onyx Sasuke
"Aku? keterlaluan? Bagaimana denganmu? Kau membiarkan aku hampir membusuk menunggumu untuk mencintaiku, aku melakukan apapun untuk membantumu, aku mencintaimu tak bisakah kau lihat itu sekali saja? Kenapa kau tak berhenti membuatku menunggu?" Sasuke hanya diam dan membiarkan Hinata memukul dada bidangnya, Sakura hanya bisa menutup mulutnya tapi bagaimanapun juga semua ini salah Hinata dan ini hukuman baginya
"Itu bukan cinta Hinata, semua yang kau lakukan menunjukkan seberapa egoisnya dirimu dan seberapa menyedihkannya hidupmu." Ujar Sasuke
"Begitu? Kalau begitu bagaimana dengan Sakura? Apa bedanya aku dengand dia? aku dari keluarga terhormat sementara dia dari keluarga biasa saja dan bekerja sebagai model rendahan, wanita itu sengaja membuatmu untuk menikahinya agar kau…" PLAK! Sakura kembali terbelalak tak percaya, Sasuke dengan mudah menampar Hinata di depan matanya
"Kau tidak tahu apapun tentang Sakura, dia wanita baik-baik dari keluarga terhormat sekalipun dia bukan seorang konglomerat. Dia tak pernah mengincar hartaku sedikitpun dan aku… aku yang membuatnya hamil setelah pertunangan kami karena aku yang memaksanya untuk tinggal satu atap, sebagian saham yang aku miliki di perusahaan ini adalah miliknya, dan sampai matipun aku tak akan membiarkan kau memiliki apa yang Sakura dapatkan dariku. Tidak saham, cinta ataupun hatiku. Jangan pernah bermimpi kita akan memiliki anak karena aku sudah memilih Sakura sebagai satu-satunya wanita yang berhak mengandung anakku." Ujar Sasuke panjang lebar, Guilliana mendekat kearahnya dan menenangkan pria itu, Hinata menatap tajam wanita merah jambu yang berdiri di sampingnya
"Keluar…" Ujar Sasuke, Hinata tetap berdiri dihadapannya membuat Sasuke semakin gusar.
"Keluar dari ruanganku sekarang atau ku panggil security untuk mengusirmu secara paksa!" Ujarnya, Hinata menggeleng tak percaya dengan sikap Sasuke barusan
"Sasuke-kun kau lupa siapa yang…"
"Aku tak pernah melupakannya, aku akan mengembalikan semua saham yang kau tanam dalam perusahaan ini. setelah itu kita berdua akan sama-sama bebas." Hinata menggeleng
"Tidak, kau tidak bisa…"
"Keluar sekarang juga Hyuga Hinata." Ujar Sasuke, Hinata terpaksa berbalik dan meninggalkan ruangan itu, Sasuke menghempaskan tubuhnya ke Sofa Sakura duduk di sebelahnya, pembelaan Sasuke barusan akan dirinya membuatnya benar-benar mengetahui seberapa besar cinta pria itu padanya.
"Ibiki sudah datang, kau bisa ke bawah sendiri atau perlu kuantar?" Tanya Sasuke, Sakura menggeleng
"Aku bisa sendiri, maafkan aku sudah membuat kau dan istrimu bertengkar." Sasuke menghela nafasnya pria itu menangkupkan tangannya ke wajah Sakura menatap lurus kematanya
"Kau tidak perlu bersikap seperti itu. Kami memang sering bertengkar belakangan ini." Ujar Sasuke, Sakura memberanikan dirinya sekali lagi mencium singkat bibir Sasuke.
"maaf." Ujarnya, Sasuke tersenyum lalu mengecup kening Sakura
"pergilah jangan buat Client mu menunggu, aku akan menjemputmu sore ini." Ujar Sasuke, Sakura menganggguk lalu meninggalkan ruangan pria itu.
Sasuke mengambil figura berisi potret Sakuranya, pria itu memandang potret sempurna wanita yang menyandang nama Uchiha itu. Sasuke mengusapnya pelan. Sakura, senadainya dia melihat Guilliana, akankah dia mengizinkan Sasuke untuk mencintainya?
Hinata memegang pipinya yang masih terasa nyeri setelah terkena tamparan telak dari suaminya. Ini semua pasti gara-gara Guilliana, Sasuke tak pernah menamparnya apalagi membentaknya, semenjak wanita itu dan Itachi juga Hana kembali dari paris semuanya berubah, Hianata melihat Ibiki membukakan pintu untuk Guilliana saat wanita itu keluar dari gedung mewah perusahaan Uchiha. Wanita bersurai Indigo itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Nii-san aku ingin kau suruh anak buahmu untuk mencari tahu siapa Guilliana Akasuna sebenarnya selain itu, Aku perlu bicara denganmu. Kita bertemu di Apartement Hanabi malam ini." Ujarnya sebelum memutus sambungan telfon begitu Saja, Wanita Hyuga itu mengirim pesan entah pada siapa dan berikutnya ia hanya tersenyum kecut kearah mobil mewah yang di tumpangi Wanita itu dan Ibiki.
"Kelici merah jambu itu akan mati."
Sakura mengambil iphone nya yang berdering, kedua alisnya terangkat melihat siapa yang menelfon, Akasuna Sasori. Tanpa fikir panjang Sakura mengangkat telfonnya
"Ada apa, Senpai ?" Tanya Sakura
"Dua mobil jeep mengikutimu sejak tadi." Sakura menoleh kebelakang dan benar Saja, Hinata wanita itu pasti menjebaknya
"tetap tenang dan dengarkan aku, minta Ibiki memotong jalan dua kilometer lagi lalu ikuti jalan itu terus, saat tiba pinggir dermaga turunlah dan masuk kesalah satu gudang yang sudah ku siapkan, kau akan aman disana." Sakura mengangguk
"dan mereka?" Tanya Sakura
"Sisanya seragkan padaku dan Itachi." Ujar Sasori, Sakura mengangguk, wanita merah jambu itu langsung meminta Ibiki mengikuti intruksinya. Hyuga, kalian tidak pernah tahu siapa yang kalian lawan saat ini.
TBC. Yah saya tahu chapter ini ga sepanjang chapter 4 heheheh, saya langsung update dua chapte sekaligus karena tiga minggu kemarin terpaksa tidak bisa update, yah biasa derita anak SMA yah, UAS heheheh, semoga suka ya Minaa, dan selalu di tunggu reviewnya.
Aphrodite girl 13
