Stronger
Disclaimer : Naruto is belong to Masashi Kishimoto, but Sasuke is MINE #dibakarsakura,
Warning : OOC, Aneh, Gaje, Typo and Miss Typo bertebaran dimana-mana, penulisan tidak menggunakan kaidah EYD yang benar #apadah
Author Bacot Area : Okeh, akhirnya setelah ehemsetengahtahunlebihehem Aphro menghilang dari dunia perfanfic-an Indonesia#eh?, saya balik lagi tapi kali ini bawa FF pair Sasusaku, hehehehe Enjoy this one guys, Mind To RNR Mina?
"Apa yang kau lihat saat ini pada diriku,
Itu bukan aku yang sebenarnya.
Dendam, amarah, keputusasaan,
keinginan kuat untuk memiliki mu lagi
tak bisakah kau lihat itu dimataku saat ini?
yang kau lihat pada diriku saat ini, hanya sebuah topeng
topeng yang ku gunakan untuk merebutmu kembali "
Sebisa mungkin Sakura terus melakukan Contact dengan Sasori dan Itachi, dua mobil jeep yang mengikutinya sejak tadi masih belum berhenti mengejarnya, sial Hyuga Hinata apa yang kau rencanakan lagi sekarang. Ibiki berbelok seperti yang sudah di katakan Sakura tadi, saat tiba di dermaga dua mobil lain muncul dan menghadang gerombolan mafia yang dugaannya di sewa oleh Hyuga bersaudara itu.
"Masuklah, Natasha akan bersama mu." Ujar Itachi, Sakura mengangguk ia melihat pengawal pribadi keluarga Uchiha dan Akasuna yang dulu pernah bekerja sebagai FBI bersama Sasori dan Itachi sementara seorang wanita bekebangsaan Rusia bernama Natasha membawanya masuk kedalam.
"You should stay here with me until we can control the condition, Miss Akasuna." Sakura menggangguk mengikuti perintah wanita blonde itu.
Sakura makin merasa tak nyaman saat beberapa kali terdengar suara hantaman dan suara peluru yang di tembakkan, ia tak pernah meragukan kerja para pengawal terlatih itu tapi ia cukup meragukan keselamatan Itachi dan Sasori yang juga ikut menghajar grombolan mafia sewaan itu. Sakura tak bisa mendekati pintu rolling door itu karena Natasaha berada di sana sesekali menghajar orang yang bermaksud menembakkan peluru kearahnya, Itachi ikut masuk saat dua orang sekaligus berusaha menembus pertahanan Natasha dan hampir membuatnya kewalahan, Sulung Uchiha itu dengan mudah menembak kaki orang itu dan menghajarnya sampai tersungkur ke tanah, Sasori masuk dan menyeret seseorang yang terlihat seperti pimpinan tim Mafia itu dan menjatuhkannya begitu saja membuat orang itu mengerang kesakitan.
"Katakan padaku siapa yang membayarmu?" Ujar Itachi, pria itu menodongkan pistolnya tepat kearah pria itu
"Hyuga Neji…" Sakura sudah bisa menduganya, Hinata pasti akan langsung melapor kepada Kakaknya tentang apa yang terjadi
"Sakura kau baik-baik saja?" Itachi mendekat kearahnya, pria itu bangkit dan mengacungkan pistolnya kearah Itachi tapi di detik berikutnya suara senjata api kembali terdengar, bukan Itachi yang tersungkur melainkan pria itu, Sasori berdiri di belakangnya dan menendang mayatnya hinga terjatuh.
"Harusnya kau habisi dulu sebelum meninggalkannya, bagaimana kalau kau mati? Kau tak akan bisa melihat putra kembar mu itu lahir." Itachi tersenyum tipis dan kembali menyimpan Pistolnya
"Terimakasih untuk itu, aku berhutang satu peluru padamu." Ujarnya, kedua pria itu mendekati Sakura yang masih terduduk di lantai dingin Gudang, Itachi melepas jasnya menyampirkannya di bahu wanita yang dia anggap adik saat ini.
"lebih baik kau tinggal dengan Sasori." Sakura menggeleng
"Tempatkan saja beberapa pengawal ini untuk mengawasiku di apartement." Ujar Sakura, Sasori terlihat akan membantah, bagaimanapun juga selama empat tahun belakangan ini ia menganggap Sakura seperti adik kandungnya.
"Aku akan baik-baik saja Senpai jangan khawatir begitu…" Sasori hanya bisa menghela nafasnya mendengar permintaan wanita merah jambu itu.
"Natasha, William, Trent... akan melidungimu sekarang, mereka akan mengawasimu secara diam-diam jadi keluarga Hyuga tak akan curiga." Ujar Sasori sebelum melepas Jasnya dan keluar dari gudang itu tanpa menoleh kebelakang.
Itachi membantu Sakura bangkit dan mengantarnya ke mobil Sasori sebelum kembali ke mobilnya, sulung Uchiha itu melihat beberapa mayat anggota mafia yang mati karena pertikaian tadi, ia tak habis fikir kenapa semua Hyuga sepertinya sama saja, apa mereka memiliki kelaianan Psikopat yang menurun? Sulung Uchiha itu berbalik kembali dan mengendarai kembali mobilnya, ia akan menghubungi polisi nanti.
Sasuke menekan bel apartement Guilliana beberapa kali dan masih belum ada tanda-tanda wanita itu akan membukakan pintu untuknya. Pria itu berdiri bersandar di pintu apatement mewah itu sampai suara lift di ujung koridor mengejutkannya, ia bisa mendengar suara sepatu hak tinggi dan lantai yang beradu semakin mendekat, tak hanya itu ia mendengar suara Guilliana yang tengah berdebat, sepertinya dengan Sasori.
"Nii-san aku tidak butuh di jaga ketat dua puluh empat jam begitu…" Ia bisa mendengar gadis itu kembali memohon
"Kau yang bilang tidak ingin tinggal dengan kuGuilliana-chan dan kau sendiri kan yang minta untuk menempatkan mereka selama dua puluh empat jam diapatement mu?" Sasuke semakin menajamkan telinganya mulai tertarik dengan pembicaraan mereka.
"Sasori –nii maksudku kan mereka cukup menjaga saat aku ke kantor dan ke boutique saja," Memangnya ada apa? sampai gadis itu harus di kawal
"Tidak. mereka akan menjagamu selama dua puluh empat jam disekitar apatement mu. dan Natasha akan tinggal di apatement bersamamu." Ujar Sasori tegas
"Tapi…"
"Aku tidak menerima penolakan Guilliana Akasuna." Ujar Sasori, Sasuke berdiri memandang Sasori dan Sakura yang kini sudah berada dihadapannya bersama tiga orang bekebangsaan asing yang setahu Sasuke biasa di bayar kakaknya untuk menjaga Hana dan Meiko selama ia melakukan perjalanan bisnis di luar negri, ketiga orang itu membungkuk saat melihat Sasuke.
"Ah… Sasuke-kun sudah datang?" Sasuke tersenyum tipis dan mengangguk
"Kau datang untuk menyelesaikan proyek itu dengan adikku?" Tanya Sasori
"Hn… Sebenarnya ada yang ingin di bahas juga denganmu, tentang peninjauan lapangan secara langsung dan pembelian bahan baku." Ujar Sasuke, Sasori mengangguk
"Jika design kalian sudah selesai langsung hubungi aku dan Naruto. aku masih harus melakukan jadwal operasi sekali lagi dan tiga jadwal kemo untuk pasienku." Sasuke mengangguk paham mendengar penjelasan Sasori
"Atau… Kau bisa membahasnya sekalian dengan adikku." Ujar Sasori
"Hn."
"Nah, apa Itachi juga sudah membahas tentang proyek pribadi kami yang tidak ingin melibatkan perusahaan lain?" Sasuke kembali mengingat dan ia mengangguk, proyek mobil sport yang di ceritakan Itachi beberapa hari yang lalu.
"Aku harap kau bersedia menggarapnya tahun depan dengan perusahaanku. Aku menundanya selama satu tahun untuk proyek ini dan membiarkan dirimu berusaha menstabilkan perusahaanmu, saat kau berhasil kita akan lakukan kerja sama itu." Ujar Sasori
"Baik." Ujar Sasuke, Pria merah itu mengangguk
"Baiklah aku harus pergi sekarang, tiga orang ini akan menjaga Guilliana Trent dan Will akan berjaga di luar dan Natasha akan tinggal bersama Guilliana. Ku harap kau tidak keberatan dan jangan berani macam-macam pada adikku." Sasuke tersenyum tipis
"Aku mengerti." Sasori berbalik dan meninggalkan mereka, Sakura masuk kedalam apatementnya di ikuti Sasuke dan Natasha
"Natasha, You can take a rest on your room now." Ujar Sakura, wanita blonde itu menggeleng
"No, ma'am I will staying here." Ujar wanita asing itu
"Okay then, I'm and Sasuke will on my office…" Sasuke mengikuti Guilliana yang kini menarik tangannya masuk kedalam ruangan yang berada di sebelah tangga, ruangan yang cukup besar untuk di katakan sebagai kantor pribadinya.
"Kau sudah minta maaf pada Hinata-san?" Tanya Guilliana, Sasuke menggeleng dan memeluknya dari belakang, pria itu menopang wajahnya di bahu mungil Sakura
"belum." Ujarnya, Sakura berbalik dan memandang bertanya kearah pria itu.
"Kenapa?" Tanyanya
"aku tak berminat, dia yang salah dengan menghina Sakura dan aku tak pernah menyukai hal itu." Sakura tersenyum
"Baiklah, hm… kau datang lebih cepat…" Ujar Sakura, wanita itu mengalungkan lengannya keleher Sasuke mempersempit jarak diantara mereka.
"katakan padaku…" sakura menggangkat alisnya, Sasuke memintanya duduk di pangkuannya sementara pria itu duduk diatas sofa.
"Apa yang terjadi padamu hari ini? Orang di boutique mu bilang kau tidak datang tapi saat aku langsung ke apartement mu, kau tidak ada." Ujar Sasuke, Sakura membiarkan Sasuke yang menenggelamkan wajah tampannya diantara lekukan lehernya.
"Ada dua gerombolan mafia yang mengikutiku saat kembali dari kantormu…" Mata Sasuke terbelalak
"Mafia?" Sakura mengangguk
"Beruntung Nii-san dan Itachi-senpai datang…" Ujar Sakura
"kau baik-baik saja, bukan? Kau tahu siapa yang menyewa mereka?" Sakura menggeleng lagi, ia tak ingin Sasuke sampai tahu siapa Hyuga Neji Sekarang ia ingin Sasuke tahu nanti secara perlahan
"Kau harusnya menyetujui saat aku bermaksud mengantarmu." Ujar Sasuke
"kenapa kau peduli padaku?" Sasuke mengecup singkat bibir Sakura membuat wanita itu terkejut
"Berapa kali harus kujelaskan? Aku melihat Sakura hidup dalam dirimu, kehilangan dirinya saja membuatku hampir ingin ikut menyusulnya mati. Aku tak ingin kehilangan mu seperti aku kehilangan Sakuraku, jangan lakukan hal konyol lagi dan biarkan aku terus ada di samping mu mulai detik ini." Ujar Sasuke, Sakura tersenyum miris. Kalau Sasuke seandainya tahu wanita yang berada bersamanya saat ini adalah Uchiha Sakura dan bukan Guilliana Akasuna, apa yang akan dilakukannya? Akankah dia membencinya karena sudah merasa tertipu olehnya?
"Sasuke-kun… Kau ke sini untuk membahas masalah bisnis denganku." Ujarnya, Sasuke menggeleng
"Ada yang lebih penting…" Ujar Sasuke, Sakura memandangnya
"Apa?" Tanya Sakura
"Menjauh dari Hinata." Sakura menghela nafasnya, ia bangkit lalu mengambil dua gelas Wisky dan memberikan salah satunya pada Sasuke
"Thanks." Ujarnya,Sakura tersenyum dan duduk di sebelahnya
"Kenapa harus menghindari dia, Sasuke-kun?" Sasuke menghela nafasnya, lalu memandang Wanita yang duduk di sebelahnya
"Karena aku ingin bebas darinya." Ujar Sasuke, Sakura tersenyum dan mengangguk
Sasuke rebahkan tubuhnya diatas sofa putih itu dan meletakkan kepalanya di pangkuan Sakura, Wanita itu seperti merasa Déjà vu sekarang Sasuke selalu seperti ini jika ia sedang lelah ataupun banyak masalah, Sakura paham itu. Sasuke benar-benar sedang lelah sekarang, lelah dengan hidupnya lelah dengan sandiwara pernikahannya dengan Hinata.
"biarkan aku bersamamu malam ini, Guilliana. Biarkan aku mengganggap kalau kau adalah Sakura malam ini saja…" Sakura harus berusaha mati-matian menahan tangisnya, melihat wajah Sasuke yang terlihat selama ini sangat frustasi di balik topengnya yang tenang selama di kantor dan mendengar kalimat permintaan maafnya barusan membuat wanita itu mau tak mau ingin berteriak pada Sasuke sekarang juga kalau ia sedang menyamar untuk membalaskan dendam.
"Sasuke-kun?" Panggil Sakura
"hn.." Ujar Pria itu tanpa membuka matanya, Sakura mengelus surai dark blue pria itu, Sasuke benar-benar merasa nyaman dengan sikap wanita yang kini tengah bersamanya
"kau bisa beristirahat di kamarku, jangan tidur di sini." Ujar Sakura, kelopak mata Sasuke terbuka dan menampilkan sepasang onixnya, bibir pria itu tertarik membentuk senyuman khasnya yang selalu mampu membuat jantungnya berdebar.
"Tidak, aku ingin tetap begini, Guilliana." Ujarnya, Sakura mendesah
"Ayolah Sasuke-kun …." Ujar Sakura, Sasuke bangun dan mengangguk. Sakura menuntunnya menaiki tangga apartement dua laintainya dan membiarkan Sasuke masuk ke kamarnya.
"Aku ambilkan baju Sasori-nii dulu, kalau Sasuke-kun ingin mandi pintu di pojok ruangan itu kamar mandinya." Ujar Sakura, sebelum menghilang dari balik pintu. Sasuke menatap pintu yang tertutup dan memandang sekitar kamar itu.
Irish pria itu tertarik dengan sebuah novel classic yang berada di sebuah nakas tepat di sebelah ranjang Sakura, Novel Classic berjudul Home karya Nora Robeth. Sasuke membuka halamannya, Novel yang berisi tia cerita dari tiga orang tokoh wanita yang berbeda menceritakan tentang hidup mereka yang luar biasa. Sasuke ingat novel ini, Novel classic ini juga novel yang selalu Sakura baca secara berulang-ulang sejak jaman mereka duduk di bangku Universitas, tak hanya itu Guilliana juga mengkoleksi novel-novel Classic lainnya dan beberapa buku berisi Sketh mode yang ia buat.
"Kau tertarik dengan buku-buku itu ya, Sasuke-kun?" Sasuke menoleh dan tersenyum, Wanita bersurai pink itu berjalan mendekat membiarkan Sasuke merangkul pingganggnya
"Hm… Sakura suka membaca novel-novel Classic ini berulang-ulang sejak jaman kami Kuliah." Ujar Sasuke, Sakura tersenyum, setidaknya Sasuke masih mengingatnya
"Benarkah? Aku harus minta tolong Mikoto-baasan menunjukkan koleksi bukunya padaku kalau aku berkunjung ke sana membantunya memilih busana." Sasuke mengangguk dan mencium puncak kepala wanita merah jambu
"tunggu di sini sebentar, biar ku siapkan air panas." Sasuke mengangguk dan mengambil salah satu novel dalam rak buku itu dan duduk diatas sofa yang menghadap balkon.
"The Boy Who Fell Out Of The Sky." Gumamnya, Pria itu membuka halaman pertama dan membacanya, kedua alis matanya mengerut membaca tulisan tangan yang ada di dalam buku itu.
"Kalau aku memang tak bisa hidup menjadi diriku sendiri dan kembali kesisimu, maka biarkan aku hidup menjadi oranglain dan merebut wanita yang sekarang mengambil posisi yang pernah ku tempati." Sasuke berfikir siapa yang dimaksud Guilliana tentang ini? Sasuke merasa mengenal tulisan ini tapi dimana? Kenapa rasanya ia begitu mengenal model tulisan ramping tak bercacat yang satu ini.
"Sasuke-kun ?" Sasuke menoleh dan menutup buku itu Saat Guilliana menghampirinya
"Ah… Tertarik dengan karya Ken Dornstein?" Sasuke mengangguk
"Aku membaca sinopsisnya sekilas dan tertarik untuk membacanya." Wanita itu tersenyum manis padanya
"Ini tulisan mu?" Sakura mengangguk
"Siapa pria yang kau maksud dan wanita yang ingin kau rebut posisinya?" Sakura mematung, Wanita itu mengambil buku itu dan meletakkannya di rak buku.
"Seseorang dari masalaluku, itu sudah lama sekali. Aku ingin melupakan hal itu sekarang." Ujarnya, Sasuke memeluk Sakura dari belakang
"Sungguh, aku benar-benar tidak suka dengan siapapun yang kau maksud dalam buku itu, karena dia membiarkan kau berubah menjadi oranglain." Sakura tersenyum miris, Sasuke pria yang dimaksud dalam tulisan itu adalah dirimu sendiri dan wanita yang dimaksud merebut posisinya adalah Hinata, Kalau aku menyadari itu akankah kau membenci dirimu sendiri atau kau justru akan berbalik membenci Sakura karena dia telah menipu mu?
"Sasuke-kun mandilah dulu, air panasnya sudah ku siapkan." Ujar Sakura, Sasuke mengangguk lalu meninggalkan wanita itu dikamarnya sendirian, Sakura menghabiskan waktunya menunggu Sasuke dengan kembali membuat Sketh baru busana yang akan di pamerkan pada saat fashion linenya di musim panas nanti.
Baru setengah ia menggambar sketsa gaun musim panas dering iphone Sasuke mengalihkan perhatiannya, Wanita itu mengambil ponsel Sasuke yang di letakkan di atas ranjangnya dan melihat layar touch screennya, Sakura tersenyum licik saat melihat nama Hinata sebagai si pemanggil, Sakura menjawabnya dan meletakkannya diatas nakas tanpa menjawabnya, tak lama kemudian Sasuke keluar.
"Aku dengar ponselku berdering tadi." Ujar Sasuke, Sakura menggeleng
"Sudah ku angkat kok, tapi langsung dimatikan." Ujar Sakura, Sasuke naik keatas ranjang Sakura
"Guilliana-chan Ini design baru lagi?" Sakura mengangguk mendekatkan dirinya kearah Sasuke, pria itu terssenyum dan merangkul Sakura
"Sasuke-kun …" Sasuke menatap wanita yang berada dalam pelukannya saat ini
"Kau tidak takun Hinata-san marah kau menginap di sini malam ini?" Tanya Sakura, Sasuke tertawa dan menggeleng
"tidak. biarkan saja itu hukuman darinya karena sudah menamparmu." Ujar Sasuke, pandangan Sakura beralih kearah ponsel sasuke yang ia letakkan di nakas kecil di sebelah ranjangnya.
"biar kurapikan sketsanya." Sakura mengambil Sketsa gaunnya dari Sasuke dan menyimpannya, Sasuke mengikuti Sakura dan memeluknya dari belakang.
Sakura hanya diam saja saat Sasuke mulai mencium leher jenjangnya, ia justru berbalik dan membiarkan Sasuke melumat habis bibir ranumnya. Ia bahkan tak menolak Saat tiba-tiba Sasuke menggendongnya ala bridal style dan menurunkannya di ranjang Sakura
"Enghhh…" lenguhan terdengar dari bibirnya begitu saja saat Sasuke kembali mencium lehernya dan kedua tangannya meremas kedua bukit kembarnya. Setelah itu, kalian bisa tebak sendiri apa yang terjadi diantara mereka berdua.
Uchiha Mansion, Sasuke and Hinata's Room
Hinata memutus sambungan telfonnya, kemarahannya sudah berada di puncak ubun-ubun sekarang. Tujuannya untuk meminta maaf pada Sasuke karena kelakuan tak menyenangkan yang ia lakukan tadi di kantornya benar-benar sudah terlupakan. Sasuke menginap dengan Guilliana, dan dia bisa dengan jelas mendengar kalau Sasuke tidak akan pulang malam ini. Hinata mengatur nafasnya wanita itu menahan tangisnya sebisa mungkin. Ia sudah bisa menebak apa yang sedang dilakukan Sasuke dan Guilliana sekarang, sesuatu yang tak pernah Sasuke lakukan bersama Hinata, sesuatu yang bahkan menurut Sasuke Hinata tak pantas mendapatkannya tapi bisa di dapatkan dengan mudah
Hinata menggenggam erat seprai ranjangnya, yang ada dalam benaknya saat ini adalah bayangan Guilliana Akasuna yang tersenyum mengejek kepadanya dan meneriakkan dengan lantang di depan wajahnya kalau ia menang, kalau ia berhasil merebut Sasuke dari pelukannya. Hinata tak habis fikir sebenarnya apa yang ada di benak Sasuke, wanita bernama Guilliana Akasuna itu apa menariknya dia di mata bungsu Uchiha itu? Guilliana Akasuna hanya wanita yang tak jelas asal usulnya, hanya wanita yang tak bisa apa-apa jika ia tidak diangkat anak oleh orangtua Sasori. Hinata melempar ponselnya kesembarang arah, mengacak-acak ranjangnya hingga benar-benar berantakkan, melempar semua benda yang mampu di jangkaunya dan berteriak frustasi. Hinata jatuh terduduk dan menangis, ia meremas surai indigonya. Ia sudah melakukan apapun memberikan apapun asalkan Sasuke bisa menjadi miliknya, ia bahkan rela menyingkirkan sahabatnya, Sakura hanya untuk mendapatkan Sasuke tapi ternyata itu masih belum cukup dan tak akan pernah cukup untuk membuatnya memiliki Sasuke seutuhnya.
Itachi's Office Room
Itachi masih sibuk di depan laptopnya di dalam ruang kantornya di mansion Uchiha, laki-laki itu menaikan sebelah alisnya mendengar jeritan yang cukup keras dari kamar adiknya, senyum licik terlihat di wajahnya, pria itu menyandarkan tubuhnya saat pekerjaannya selesai. Besok pagi keluarga Hyugga akan gempar dan mencari jalan keluar dari masalah yang baru saja di timbulkan Itachi.
"Itachi-kun" Itachi menoleh dan mendapati Hana yang berdiri di depan pintu kantornnya dengan piyamanya dan mengelus perutnya yang tengah hamil tua
"ah… Maaf, masih ada beberapa file yang harus ku selesaikan tadi." Ujar Itachi sambil mematikan Laptopnya dan menghampiri Hana
"kenapa belum tidur?" Hana mengeleng
"Jalang itu berisik sekali, untuk Okaa-sama dan Otou-sama juga Meiko tidak terganggu." Itachi terkekeh geli mendengar komentar istrinya, Itachi menutup pintu ruangannya yang langsung terkunci secara otomatis lalu merangkul Hana membawanya kembali kekamar mereka.
"Lagipula si kembar terus menendang perutku, mereka ingin ayahnya menemani mereka tidur." Tawa renyah Itachi kembali terdengar pria itu mengelus perut buncit Hana lalu menciumnya.
Sakura's Apartement
Sasuke memandang wanita yang kini tengah terlelap dalam pelukannya. Guilliana Akasuna benar-benar mirip dengan Sakura, pria itu mengecup dahi wanita itu sayang lalu kembali mempererat pelukannya. Ia benar-benar tak ingin terbangun besok pagi dan mendapati kenyataan kalau ia telah menikah dengan Hinata kembali bekerja ke kantor dan menghadapi Hinata lagi sesudahnya, ia juga enggan lagi-lagi harus menyadari kalau wanita yang tengah berbaring bersama dengannya tanpa sehelai benangpun saat ini bukanlah Sakura Uchiha, wanita yang menghilang dari kehidupannya selama empat tahun terakhir ini.
"Sakura…" Lirihnya, pria itu memadang langit yang mulai gelap dari jendela kamar Guilliana yang tak sepenuhnya tertutup tirai berwarna pastel itu.
"Aku memang bisa menahan perasaanku dari Hinata, tapi aku tak bisa… Menahan perasaanku untuk Guilliana. Maafkan aku, Sakura." Ujarnya, Sasuke kembali mengecup singkat puncak kepala merah mudah Sakura sebelum ia terlelap.
Irish emerald itu kembali terlihat, Sakura menggeliat sedikit dan menatap langsung wajah Sasuke yang tengah terlelap, wanita itu sempat mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan Sasuke, Sakura tersenyum miris dengan keadaan mereka sekarang.
"Kau tidak perlu meminta maaf, Sasuke-kun . Karena yang kau cintai saat ini adalah istrimu sendiri, Uchiha Sakura, bukan Akasuna Guilliana." Ujarnya pelan, Sakura mengelus singkat surai raven Sasuke sebelum merapatkan tubuhnya kearah Sasuke membiarkan pria itu semakit erat memeluknya. Karena Sasuke Uchiha hanya miliknya selamanya maka itu artinya tak ada yang boleh merebutnya dari tangan Sakura.
TBC. Well, saya tahu ini abal dan mungkin terkesan aneh juga pastinya masih banyak sekali Typo yang tertinggal tapi setidaknya hargai saya ya? Dengan memeberikan review untuk Saya. Thankies
Aphrodite Girl 13
