Stronger

Disclaimer : Naruto is belong to Masashi Kishimoto, but Sasuke is MINE #dibakarsakura,

Warning : OOC, Aneh, Gaje, Typo and Miss Typo bertebaran dimana-mana, penulisan tidak menggunakan kaidah EYD yang benar #apadah

Author Bacot Area : Okeh, akhirnya setelah ehemsetengahtahunlebihehem Aphro menghilang dari dunia perfanfic-an Indonesia#eh?, saya balik lagi tapi kali ini bawa FF pair Sasusaku, hehehehe Enjoy this one guys, Mind To RNR Mina?

"Apa yang kau lihat saat ini pada diriku,

Itu bukan aku yang sebenarnya.

Dendam, amarah, keputusasaan,

keinginan kuat untuk memiliki mu lagi

tak bisakah kau lihat itu dimataku saat ini?

yang kau lihat pada diriku saat ini, hanya sebuah topeng

topeng yang ku gunakan untuk merebutmu kembali "

Sakura's Apatement

Sakura terbangun lebih pagi dari biasanya. Wanita itu tersenyum mendapati Sasuke masih berbaring dengan nyaman sambil memeluknya, hati-hati Sakura mengangkat tangan Sasuke dari perutnya dan mengambil pakaiannya yang tergeletak sembarangan di lantai kamarnya lalu memakainya. Sakura ganti mengambil pakaian Sasuke dan melipatnya lalu meletakkannya di sofa kamarnya sebelum keluar dari kamarnya.

Pemandangan pertama yang Sakura dapati saat keluar kamarnya adalah Natasha yang baru ingin masuk kekamarnya, Wanita Blonde itu menyapa Sakura dan mengatakan kalau ia akan tidur sebentar dan Will juga Trent akan di gantikan dengan Ben dan Logan hari ini, Sakura mengangguk maklum, setelah penyerangan mafia kemarin Sasori dan Itachi memperketat perlindungan Sakura.

Wanita musim semi itu masuk kedapurnya dan mengeluarkan beberapa bahan mentah yang akan ia olah sebagai bahan Sarapan paginya, Ia tak ingin membuat sesuatu yang rumit jadi ia putuskan ia hanya akan membuat Omelete, Bacon dan jus tomat untuk Sasuke. Wanita itu mulai mengolah bahan makanannya menjadi Sarapan pagi mereka.

Sasuke terbangun saat sinar matahari masuk dengan telak menyinari wajah dan tubuhnya, perlahan ia membuka kelopak matanya menampilkan Irish Onyxnya yang segelap malam. Senyuman kembali terlihat di wajahnya yang selalu terlihat datar tanpa emosi saat mendapati Guilliana yang ia lihat pagi ini saat ia bangun.

"Pagi, Sasuke-kun…." Ujar Sakura, wanita itu duduk di pinggir ranjang dan memberikan kecupan singkat di bibir Sasuke

"Mandilah, aku sudah menyuruh Kimberly pegawaiku untuk mengambil satu setel jas kantor untuk mu." Ujar Sakura, Sasuke mengangguk

"Guilliana?" Sakura menoleh saat Sasuke memanggilnya

"Maaf untuk yang semalam, aku tidak bermaksud…" Gerakan Sakura mematung mendengar kalimat Sasuke yang terputus, wanita itu menghela nafasnya dan kembali berjalan medekat kearahnya.

"Sudah ku bilang kan, Sasuke-kun? Sejak awal aku sangat tertarik untuk mengenal mu lebih jauh, Kau tidak keberatan dengan hal yang kita lakukan semalam." Ujarnya, Sasuke tersenyum mengerti

"Mandilah, Sarapannya sudah matang." Sasuke beranjak dari ranjang wanita itu dan masuk kedalam kamar mandi, Sakura menggeleng dan merapikan tempat tidurnya dan saat itu ponsel Sasuke kembali berdering,.

"Sasuke-kun, Kau dimana?" Sakura menatap layar ponselnya sekali lagi saat terderngar suara Mikoto Uchiha dari seberang sana

"Obaa-san…" Ujarnya

"Lho? Guilliana-chan?" Sakura tersenyum

"Iya, Sasuke-kun menginap di apartementku semalam, maaf tapi kami membicarakan proyek sampai kelewat malam dan aku tidak tega membiarkan Sasuke-kun mengemudi sendiri kerumah." Ujar Sakura

"Oh… aku paham, aku hanya sedikit khawatir karena Hinata bilang Sasuke belum pulang sejak semalam. Nah, Guilliana -Chan apa kau bisa mampir dulu kerumahku sebelum ke boutique ku? aku ada acara amal hari ini, perlu sedikit bantuan mu." Sakura menimbang sebentar sebelum memberikan Jawabannya kepada Mikoto

"tentu saja, Obaa-san " Sakura bisa mendengar tawa merdu Mikoto dan suaranya yang antusias setelah mendengar ucapan Sakura

"Apa kau juga bisa ikut? Siapa tahu kau akan berminat menjadi salah satu donatur atau orang yang akan membeli sesuatu di pelelangan nanti, Aku berniat menjual beberapa tas dan dompet ku yang sudah bosan ku gunakan." Sakura tersenyum geli sedikit, sikap ibu mertuanya yang mudah bosan pada satu benda ini kembali lagi dan bagusnya, dia memilih melelangnya untuk kegiatan amal ketimbang membiarkannya di rumah menjadi barang rongsokkan.

"Benarkah? Aku akan tertarik sekali, Baa-san hanya saja mungkin aku tidak bisa lama-lama. Aku masih harus membantu Sasuke-kun menyelesaikan proyek kami." Ujar Sakura

"Ah… Itachi-kun sudah menceritakan proyek itu. lalu sampai dimana perkembangannya?" Sakura mendengar nada antusias dalam suara Mikoto

"Aku dan Sasuke-kun berniat melakukan peninjauan lapangan secara langsung ke Los Angeles tapi kami masih belum tahu kapan. Design bangunan utama sudah hampir selesai dibuat hanya tinggal sedikit lagi dan aku akan membuat design interiornya." Jelas Sakura

"kelihatannya menyenangkan. Aku harus berterimakasih padamu dan Kakak mu Guilliana-chan, aku tidak tahu apa yang terjadi pada keluargaku kalau kalian tidak datang dan membantu. Kau sudah menyelamatkan perusahaan kami dari cengkraman Hyuga dan juga mengembalikan putra bungsuku seperti semula. Terimakasih banyak." Sakura tersenyum, senyum pedih yang membayangkan kalau sebenarnya ia tengah bermain drama di hadapan orang-orang yang ia sayangi

"Aku senang bisa membantu Obaa-san." Sakura bisa mendengar Mikoto menghela nafasnya

"ah… aku hampir lupa kau seharusnya sudah siap-siap ke kantor sekarang, baiklah kita lanjutkan nanti saat bertemu ya." Sakura mengangguk, gerakan yang pasti tak akan bisa di lihat Mikoto

"Sampai bertemu nanti Baa-san ." Ujarnya sebelum sambungan terputus dan meletakkan Iphone Sasuke diatas meja riasnya, Wanita musim semi itu mengambil jubah mandinya sebelum keluar dan kembali menggunakan kamar mandi tamu di apartementnya.

Sakura masih duduk di depan Cermin merias dirinya Saat Sasuke baru saja keluar dari kamar mandi, pria Uchiha itu berjalan masuk kedalam walk in closet Sakura mengambil satu setel jas kantor yang sudah di siapkan Sakura tadi pagi sementara wanita Musim semi itu tengah memberikan sentuhan akhir pada riasan wajahnya. Sakura berjalan mendekat kearah Sasuke saat melihat pria itu memasang dasinya, jemari lentiknya meraih dasi itu dan merapihkannya sedikit .

"Sasuke-kun langsung ke kantor?" Sasuke mengangguk, keduanya berjalan menuruni tangga ke meja makan

"aku akan mengantarmu ke Boutique dulu." Ujar Sasuke sambil menyantap omelet dan bacon yang dibuat Sakura tadi

"Kau keberatan kalau mengantarku ke Mansion Uchiha saja?" Sasuke menaikkan sebelah alisnya

"Kenapa? kau ingin Hinata membunuhmu, ya?" Ujar Sasuke, Sakura hanya tertawa lalu menggeleng

"Bukan, Ibumu menelfon ke ponselmu saat kau mandi tadi, aku mengangkatnya. Dia meminta bantuanku untuk datang menata busananya pagi ini karena ia akan menghadiri acara amal, dia juga mengundangku tidak enak kalau aku tidak datang." Ujar Sakura, Sasuke mengangguk mengerti

"Baiklah, aku harus megambil beberapa berkas yang ketinggalan juga. Itachi meminta ku mengambil berkas keuangan yang sempat ku priksa sebelum kedatangannya minggu lalu." Sakura mengangguk maklum.

Wanita musim semi itu masih asik menyantap menu sarapannya bersama Sasuke sambil sesekali mengobrol dan bercanda. Setelah hampir empat tahun akhirnya baik Sakura dan Sasuke kembali bisa tertawa lepas, Sakura benar-benar lega karena akhirnya ia bisa membuat Sasuke kembali tertawa lepas setelah menurut penuturan Itachi ia berubah menjadi patung berjalan selama empat tahun belakangan ini. Perhatian Sakura teralih saat sebuah E-mail masuk kedalam ponselnya, wanita merah jambu itu menatap tak percaya isi pesan yang di kirim Itachi padanya, tanpa fikir panjang lagi Sakura menyalakan Televisi flatnya dan menyetel chanel bisnis yang menampilkan daftar saham pagi ini.

"Sasuke-kun!" Sasuke mau tak mau mengangkat pantatnya menanggapi panggilan wanita merah mudanya, irish Onyxnya melebar tak percaya menatap deretan daftar saham yang terpampang jelas sekarang,

Mustahil, satu kata yang terlintas di benak Sakura maupun Sasuke saat ini. Sasuke mengambil ponselnya dan Sakura bisa mendengar ia memanggil nama Neji dan meminta penjelasan berkali-kali tentang apa yang terlihat di bursa Saham saat ini. Saham perusahaan Hyugga menurun drastis hanya dalam hitungan jam, peringkat mereka langsung turun dari peringkat pertama ke peringkat ke enam. Apa yang sudah dilakukan Itachi sebenarnya? Sakura tersenyum puas, apapun yang di lakukan kakak iparnya itu ia harus berterimakasih karena Itachi berhasil memberi sedikit tekanan pada tikus pengerat seperti mereka.

"Ini gawat…" Irish Emerald green Sakura beralih memandang Sasuke yang kini meletakkan ponselnya kasar dan menghempaskan tubuhnya ke sofa ruang tengah apatementnya

"Sasuke-kun …." Sakura duduk di sebelah Sasuke mengusap punggung tegap pria itu pelan mencoba menenangkannya

"Kalau Hyugga Corp sampai bangkrut Uchiha Corp juga bisa bangkrut. Kami menerima suntikan dana yang cukup besar dari mereka…" Sakura memandang kelain arah, tentu ia tahu Hyuga tak akan benar-benar bangkrut, Itachi hanya memainkan permainan yang pernah di lakukan Hinta dulu, ia pasti memanipulasi keuangan perusahaan Hyuga dengan bantuan antek-anteknya yang sudah di tempatkan di perusahaan itu selama empat tahun terakhir, tak hanya itu Neji juga pasti sudah tertipu dengan menanamkan dana di perusahaan yang bermasalah. Ini pasti Ulah Itachi, tak salah lagi.

"Tidak, Akasuna dan Namikaze masih bisa menopang Uchiha. Kau lupa proyek kita? Akan ku pastikan perusahaan keluarga Akasuna terus melanjutkan proyek ini." Ujar Sakura

"terimakasih, Guilliana. Terimakasih banyak." Sakura membiarkan Sasuke menariknya dalam pelukan, membiarkan pria itu meluapkan emosinya disana.

"Apa maksudnya ini?!" Neji hanya bisa menunduk menghadapi ayahnya yang tengah murka pagi ini di ruang makan keluarga Hyuga, Kepala keluarga Hyuga itu secara terang-terangan melempar setumpuk berkas yang berhubungan dengan perusahaan ke wajah putra sulungnya

"Tou-san Aku bisa jelaskan, ini…"

"Aku memilihmu sebagai penerusku bukan untuk menghancurkan kerajaan bisnis yang di bangun leluhurku!" Ujar Hiashi Hyuga lagi, Hanabi yang duduk berhadapan dengan kakaknya juga hanya bisa menunduk takut

"Aku tidak tahu akan begini, laporan keuangan selama empat tahun ini selalu stabil bahkan menunjukkan peningkatan, dan…"

"Kau di bodohi! Fikiranmu hanya terisi penuh dengan sekelompok wanita murahan yang membuatmu bahkan tak menyadari kau sedang di tipu karyawanmu sendiri HYUGA NEJI!" 'Plak' Satu tamparan telak mengenai wajah tampannya

"Dan kau bahkan tertipu dengan membeli perusahaan dengan penuh sengketa itu. Aku tidak menyangka otak jeniusmu itu bahkan bisa melemah karena urusan wanita." Neji menggenggap erat berkas yang di lemparkan ayahnya tadi.

"Tahu begini aku akan memutuskan untuk berhenti sepuluh tahun lagi, Hanya karena kedatangan Itachi Uchiha saingan bisnis mu saja kau sudah melemah. Kau lihat Uchiha sekarang? kedatangan putra sulung Fugaku itu bisa membuat mereka bangkit, kau harusnya tahu siapa yang kau lawan. Dia pemuda tercerdas dan jenius, dia mampu menguasai pasar eropa sejak usianya dua puluh satu tahun, saat itu bahkan dia belum menjadi presiden direktur dan hanya bergerak di balik layar. Apa yang kau lakukan pada usiamu yang kedua puluh huh? Kau hanya menghamili gadis sialan bernama Tenten itu dan menikahinya, setelah kau bosan dengannya kau bercerai dan hidup mu menjadi berantakan…"

"BERHENTI MEMBICARAKAN HIDUPKU! Tou-san bahkan tak bisa melakukan apapun saat Okaa-san menuntut cerai. Kau tidak ada bedanya denganku, berhenti mencampuri hidupku!" Habis sudah kesabaran Neji selama ini

"Anak Kurang ajar!" Tangan Hiashi yang bergerak menampar Neji lagi berhenti diudara saat Hanabi menahannya, Hyuga bungsu itu balas menatap tajam ayahnya saat Hiashi memandangnya tajam

"Tenangkan fikiran kalian sekarang. Aku yakin ada jalan keluar, kalau ini benar-benar ulah Itachi maka kita harus singkirkan dia. kalau kita tak bisa menyingkirkannya dengan cara bisnis kita maka singkirkan akarnya agar dia tumbang." Ujarnya, kedua pria Hyuga yang duduk di ruangan itu memanang gadis berusia enam belas tahun itu tak percaya

"Apa maksudmu?" Hanabi tak menjawab dan hanya tersenyum misterius saja membuat kedua pria Hyuga yang jauh lebih tua darinya memandangnya tak percaya.

Hinata kaget saat melihat Sasuke memasuki ruang makan keluarga Uchiha bersama Guilliana, dengan santainya wanita itu berjalan mendekati ibu mertua dan ayah mertuanya dengan Sasuke di belakangnya. Hinta kembali bergerak gelisah saat menerima E-mail masuk dari kakaknya, ia tentu sudah mengetahui kabar soal perusahaan mereka, ia sudah bisa menebak ulah siapa itu.

"Maaf terlambat Baa-san." Ujar Guilliana sambil tersneyum manis kearah Mikoto

"tidak sayang, kau tidak terlambat kita malah masih punya waktu untuk minum teh bersama." Ujar Mikoto

"jii-san, apa kabar?" Hinata benar-benar mau muntah sekarang medengar Guilliana basa-basi dengan kedua mertuanya

"Aku baik-baik saja, Guilliana. Senang melihatmu datang." Fugaku bahkan memberikan senyuman pada Guilliana, senyuman yang bahkan tak akan pernah Hinata dapatkan

"Kau keberatan untuk sarapan bersama kami?" Sakura menggeleng lembut

"Maaf, tapi Aku dan Sasuke-kun sudah sarapan bersama tadi." Hinata terkejut mendengar wanita itu menambahkan Sufix kun saat menyebutkan nama suaminya

"Kalian terlihat akrab sekali." Sakura hanya tersenyum

"Hn… akan lebih mudah untukku kalau kami akrab seperti ini dalam pengerjaan proyek." Hinata tahu kalimat suaminya barusan adalah sebuah kebohongan besar.

"Aku akan meyiapkan Ocha sebentar." Pamit Hinata, Hana yang mencurigai gerak-gerik Hinata barusan mengikuti wanita itu diam-diam.

\ Hana melihat Hinata mencampurkan sesuatu yang entah apa ke salah satu gelas Ocha yang ada di nampan itu, Istri Uchiha Itachi itu lansung kembali keruang tengah saat melihat Hinata berbalik di bantu beberapa pelayan membawa gelas-gelas berisi Ocha itu dan beberapa piring berisi beberapa dango. Hana mendelik saat gelas yang di tambah kan sesuatu tadi ke depan Sakura. Hana tahu mungkin tindakannya ini gila ia sedang hamil dan kalau dia sampai meminum teh itu kemungkinan besar ia akan dalam bahaya besar, tapi jika Sakura sampai meminumnya ia tak akan bisa melihat wanita musim semi itu menderita lagi, tanpa fikir panjang Hana menukar minumannya dengan minuman Sakura membuat semua mata memandang langsung kearahnya.

"ah… aku baru ingat kalau Guilliana-chan itu sedang diet, dia tidak begitu menyukai minuman yang manis. Jadi lebih baik dia meminum teh ku." Ujar Hana, Sakura memandangnya heran tapi Hana justru memandangnya untuk tenang dan melanjutkan peran.

"ah… iya, aku lupa memberitahu Hinata-san." Ujar Sakura

"Kalau begitu silahkan diminum." Ujar Mikoto, Hinata memandang cemas kearah Hana yang kini tengah meminum tehnya begitu juga dengan Sakura dan Itachi.

'PRANK' gelas itu terlepas dari genggaman Hana begitu saja, Sakura menatap horror kearah Kakak iparnya yang tiba-tiba mengejang kesakitan dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya

"Dokter! Itachi-kun angkat Hana-chan kemobil mu sekarang." Sakura bertambah syok melihat darah mengalir dari kaki Hana

"Itachi-senpai Bayinya!" Itachi memandang kearah pandang Sakura

"Hana! Hana tetap buka matamu!" Itachi berlari dengan cepat membawa Hana keluar dari rumah mewah keluarga Uchiha, mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi sementara Sakura duduk di sebelah Hana

"Itachi…" suara lemah hana mengintrupsi kegiatan menyetir Itachi, sulung Uchiha itu memberikan satu tanannya untuk di genggam Hana

"kalau memang kau harus memilih nanti Aku atau kedua putra kita. Jangan ragu untuk menyelamatkan mereka." Ujarnya

"Bodoh! Tidak akan ada yang mati! Jangan berani menutup matamu Hana atau aku akan benar-benar marah saat ini!" Wanita bersurai itu hanya tersenyum lemah, bibirnya mulai memucat rasa sakit yang ia rasakan pada rahimnya terus ia tahan, ia harus bertahan paling tidak ia tidak boleh mati sebelum kedua putra kembarnya berhasil di keluarkan dari rahimnya.

"Nee-san, Gomenasai..." Hana menggeleng lemah

"Aku bersyukur setidaknya aku bisa menyelamatkan mu lagi, aku tidak akan pernah bisa melihatmu menderita. Sekuat apapun seorang wanita mereka memiliki batas." Ujar Hana nafasnya mulai terengah

"Aku tidak pernah menyesal, Sakura…." Sakura menggeleng, mencoba membuat Hana untuk berhenti bicara

"Itachi-nii lebih cepat…" Ujar Sakura panik

"Tenanglah Sakura aku sedang mencoba, Hinata sialan aku akan membuatnya membayar mahal karena melakukan ini." Itachi tak berhenti mengumpat dan menambah kecepatan mobilnya, topeng tenang dan dinginnya pecah begitu saja

"Bertahanlah Hana…" Hana mengeratkan genggaman tangannya pada Itachi

"Itachi-kun Sakit sekali….argh…" Itachi rasanya ingin menulikan telinganya sekarang juga, ia pernah melihat Hana menderita saat melahirkan Meiko dan ia belum siap mental dengan hal ini.

"Sebentar lagi, sebentar lagi dan kali kalian akan baik-baik saja." Ujarnya, Sakura membiarkan Hana menyandar pada tubuhnya.

Perasaan bersalah itu menyergap didadanya begitu saja, Hana memang bilang kalau dia ikhlas tapi Sakura tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri kalau sesuatu sampai terjadi pada Hana. Wanita itu sudah banyak membantunya, bahkan dia berani mengambil resiko yang cukup berbahaya untuknya dan calon bayinya dan Itachi. Sakura benar-benar merasa bersalah dan tak berguna sekarang, Hana rela melakukan apapun dan memberikan apapun untuk membantunya, sementara ia menumbangkan Hinata Hyuga saja ia tidak bisa. Sakura bersumpah, ini terakhir kalinya keluarga Hyuga bisa menyentuh keluarga Uchiha, jika mereka berani menyentuh mereka lagi Sakura bersumpah keluarga Hyuga akan bersujud di hadapannya dan Hinata dia akan membayar untuk perbuatannya hari ini.

TBC. Yah, saya tahu sih ini abal, abal sangat malah. Saya tunggu ya reviewnya heheheheh.

Kemarin ada yang tanya bedanya Guilliana dan Sakura, seberanya mereka itu satu orang yang sama, Guilliana Akasuna adalah Sakura Uchiha yang menyamar, secara physicly mereka itu mirip hanya aja dari cara berpakaian, cara bicara dan cara berfikir Guilliana itu jauh lebih berani ketimbang Sakura yang sebenarnya. yah semoga paham ya…