Stronger
Disclaimer : Naruto is belong to Masashi Kishimoto, but Sasuke is MINE #dibakarsakura,
Warning : OOC, Aneh, Gaje, Typo and Miss Typo bertebaran dimana-mana, penulisan tidak menggunakan kaidah EYD yang benar #apadah
Author Bacot Area : Okeh, akhirnya setelah ehemsetengahtahunlebihehem Aphro menghilang dari dunia perfanfic-an Indonesia#eh?, saya balik lagi tapi kali ini bawa FF pair Sasusaku, hehehehe Enjoy this one guys, Mind To RNR Mina?
"Apa yang kau lihat saat ini pada diriku,
Itu bukan aku yang sebenarnya.
Dendam, amarah, keputusasaan,
keinginan kuat untuk memiliki mu lagi
tak bisakah kau lihat itu dimataku saat ini?
yang kau lihat pada diriku saat ini, hanya sebuah topeng
topeng yang ku gunakan untuk merebutmu kembali "
Akasuna's Corporation
Sakura kembali merobek dan meremas kasar kertas berisi hasil designnya, wanita merah jambu itu memijit pelan dahinya dan menghela nafas berat. Suasana di mobil sudah membuatnya dan Sasuke menjadi sangat canggung setelah pembicaraan mereka pagi ini. wanita cantik itu memandang pesan singkat yang dikirimkan Sasori beberapa waktu lalu dan sekali lagi menghela nafas frustasi, Hyuga Hinata akan menemuinya besok dan Sasuke pasti juga akan ada di sana, bahkan bungsu Uchiha itu belum menghubunginya lagi sampai sekarang setelah pembicaraan mereka. Sekalipun Sasuke bersikap lembut padanya tadi pagi bukan berarti pria itu tidak kecewa sama sekali dengan apa yang sudah ia lakukan. Sakura memandang berkas yang berada di mejanya. Berkas berisi penyelidikan Sasori atas semua kejahatan Hyuga selama empat tahun belakangan ini, Sakura harus memberi tahukan hal ini pada Sasuke, sekarang juga. Wanita cantik itu menghela nafasnya dan memandang ragu ponselnya, ia takut Sasuke tak mau menemuinya tapi ia juga harus menyampaikan hal ini kepada bungsu Uchiha itu dan menyelesaikan satu persatu masalah yang timbul kepermukaan belakangan ini. Setelah mantap dengan keputusannya wanita itu mengabil ponselnya dan dengan cepat mencari nama Sasuke di daftar kontak sebelum menghubungi pria itu.
Uchiha's Corporation
Sasuke masih sibuk dengan laporan yang ia buat dan rencana keberangkatannya sesegera mungkin ke LA untuk meninjau lapangan proyek barunya dengan perusahaan Uzumaki dan Akasuna. Bungsu Uchiha itu menyandarkan tubuhnya dan menghela nafas berat, Itachi dan Sasori sudah memberitahunya perihal bergabungnya Hinata sebagai asisten Sakura dan menurutnya ide gila itu sama sekali tak masuk akal sekalipun mereka bermaksud untuk balas dendam. Pria raven itu medelik menatap ponselnya dan mendapati nama Guilliana Akasuna sebagai si pemanggil, ia menghela nafasnya sebelum kembali menjawab panggilannya.
"ada yang perlu ku bicarakan Sasuke-kun dan aku harap kau bisa menemuiku malam ini jam 8 di Victorian Restaurant, aku tidak peduli seberapa marahnya dirimu padaku yang penting kau harus hadir." Sasuke menghela nafasnya
"Aku sibuk, Sakura. Kita akan ke LA beberapa hari lagi dan aku harus mengurus Visa kita, asal kau tahu aku cukup frustasi jika harus ada Hinata disana." Ia bisa mendengar suara Sakura mendengus di seberang sana.
"Aku mohon Sasuke-kun, ini mendesak." Sasuke menaikan sebelah alisnya, sudah empat tahun memang ia tak berhubungan dengan istrinya tapi sikap memaksa Sakura tak pernah berubah.
"Hn. Jam delapan di Victorian Restaurant, baiklah. Sampai bertemu nanti." Ujar Sasuke sebelum memutus sambungan telfonnya. Sasuke menggeleng pelan, apa urusan medesak yang di maksud istrinya, kenapa tiba-tiba Sakura memaksa bertemu dengannya? Apa ini ada kaitannya dengan keluarga Hyuga? Sasuke mengenyahkan fikirannya untuk sementara dan kembali menatap fokus kearah layar Macbooknya.
Uchiha's Mansion
Hinata menyelinap pelan ke dapur tempat Mikoto tengah memasak makan siang untuk mereka di bantu beberapa pelayan. Wanita indigo itu menggenggam sesuatu di saku baju terusannya dan mendekati ibu mertuanya pelan-pelan. Beberapa pelayan yang melihatnya langsung membungkuk dan pergi saat ia memberi perintah, hingga tiba saatnya hanya meninggalkannya dan Mikoto Uchiha sendirian.
" Kaa-san …" Mikoto tersentak dan nyaris menjatuhkan pisau dapur yang ia genggam saat Hinata memanggilnya pelan
"Jangan bergerak dan letakkan pisau itu sekarang atau Kaa-san yang akan mati tertembak." Mikoto mengikuti perintah Hinata saat merasakan ujung pistol tepat berada di dekat tulang rusuknya
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Mikoto, wanita paruh baya itu mencoba bersikap tenang dan mengenyahkan rasa takutnya
"Apa yang sudah kaa-san dengar hari ini tentang rencanaku, hal itu tak boleh bocor sedikit pun. Kalau itu terjadi aku tak bisa berjanji apa-apa untuk menyelamatkan nyawamu." Mikoto menarik nafasnya
"Seorang ibu tak akan membiarkan anaknya mati begitu saja. Aku menerima mu selama empat tahun ini sebagai menantuku dan menyayangimu seperti putri kandungku, tak ku sangka ini yang kudapat. Aku rasa orang-orang benar dalam anggapan memelihara seekor serigala di rumahmu itu berbahaya. Aku sudah salah menilaimu dengan menyetujui keingan Sasuke saat itu." Hinata semakin menekan pistolnya
"Aku tidak peduli dengan omong kosong itu, kaa-san. Aku memberikan kesempatan untuk mu hidup kali ini dan jangan buat aku menyesal karena melakukannya padamu." Ujar Hinata lalu berbalik, Mikoto menggenggam tangannya erat.
"Bunuh aku." Hinata berhenti diambang pintu dan memadang tak percaya kearah ibu mertuanya dan sesaat kemudian senyuman mengejek menghiasi bibirnya.
"Apa?" Mikoto balas menatap wanita yang terpaut duapuluh tiga tahun dari usianya
"Lebih baik aku mati ditangan seorang pembunuh dari pada aku harus menyaksikan putraku terbunuh di tanganmu." Hinata kembali tertawa mengejek kearah ibu mertuanya
"Kalau aku membunuhmu bukan jaminan aku tak akan membunuh putramu. Nyawa Itachi Uchiha dan kedua Akasuna itu yang ku inginkan KAA-SAMA," Ujar Hinata dengan penekanan di akhir kalimatnya sebelum meninggalkan dapur dan membiarkan beberapa pelayan masuk termasuk Chiyo-baasan yang merupakan kepala pelayannya.
"Mikoto-sama …" Chiyo-baasan memandang khawatir wanita yang sudah memperkerjakannya selama tiga puluh tahun itu, ia tahu nyonya Uchiha yang satu ini sangat menyayangi keedua putranya melebihi apapun dan ia juga tahu bagaimana perasaan Mikoto saat ini,
"Jangan biarkan suamiku tahu, Chiyo-baa…" Chiyo –baasan mengerti dengan permintaan Mikoto, dua tahun yang lalu Fugaku pernah menjalani operasi karena penyakit jantungnya, dan Mikoto tak akan bisa bertahan jika kehilangan suaminya.
"Baik Mikoto-sama …" Ujarnya sebelum membungkuk dan pergi mengawasi pelayan yang lain.
Victorian Restaurant
Sasuke bergegas mencari Sakura yang sudah pasti telah tiba sejak tadi dan mungkin menunggunya dengan kesal sejak tadi. ia berjanji akan menemui wanita itu tepat jam delapan malam dan ia terlambat setengah jam, ia berharap Sakura memaafkannya kali ini dan tak melempar apapun kearahnya nanti. Sasuke mengedarkan pandangannya dan ia menemukan wanita merah jambu itu duduk memadang jendela besar, dress hitamnya menambah kesan anggun padanya. Dan untuk kesekian kalinya, Uchiha Sasuke kembali jatuh cinta kepada istrinya.
"Maaf membuat mu menunggu." Sakura menoleh dan tersenyum
"Kau hanya terlambat setengah jam, tidak perlu berlebihan Sasuke-kun." Ujar wanita itu lalu ia menyesap segelas wayne yang ada di hadapannya.
"Aku tahu kau kesal, Sakura." Sakura menggeleng lalu memanggil waiters dan memesan makanan untuk mereka berdua.
"Jadi apa hal mendesak yang kau katakan tadi siang di telfon." Sakura menyerahkan berkas miliknya dan membiarkan Sasuke membacanya. Sakura bisa melihat tatapan wajah Sasuke mengeras saat membaca fakta itu satu persatu.
"Mereka memanfaatkan keadaan berkabung setelah semua anggota keluargaku tahu kau meninggal dan mereka juga menjebak ayahku?" Sakura mengangguk. Wanita merah jambu itu menghela nafasnya
"Tadi siang Kaa-san menelfonku." Sasuke memadang serius Sakura yang sedang memadangnya dengan serius saat membuka topik tentang ibunya.
"Aku hanya menghawatirkan kaa-san, Sasuke-kun." Sasuke menghela nafasnya dan menggenggam tangan Sakura pelan
"Ceritakan padaku apa yang terjadi hari ini." Sakura melepaskan genggaman Sasuke saat waiters mengantar makanan mereka dan menghidangkannya di meja.
"Kaa-san mengikuti Hinata pagi ini." Sasuke mendengar Sakura sambil menyantap steak tenderloine nya
"kemana?" Sakura ikut menyatap Tortelininya
"Sebuah Club kumuh di distrik Konoha, Kaa-san bilang ia melihat Hinata dan Neji menemui ketua kelompok mafia Yakuza." Sasuke menghentikan aktifitas makannya dan menegak cepat wayne-nya
"Apa? Mafia? Yakuza?" Sakura mengangguk, Sasuke meletakkan garpu dan pisaunya begitu saja, tiba-tiba nafsu makannya berkurang.
"Mereka membayar Mafia itu untuk membunuh Itachi , Sasori dan Aku." Sasuke terperanjat mendengar penuturan Sakura
"Kenapa?" Sakura meletakkan garpu dan sendoknya.
"Pertama, Itachi memanipulasi Saham keluarga Hyuga dan memonopoli perusahaan itu secara diam-diam. Kedua, dimata Hinata kita berselingkuh. Dan yang ketiga, Neji membenci Sasori karena kakakku memberikan suntikan dana yang besar untuk Hyuga agar perusahaan itu dapat bertahan dan membuatnya semakin terlihat tak berguna sebagai pimpinan perusahaan." Sasuke mengngangguk mengerti
"Hal yang ku khawatirkan adalah, Kaa-san …" Sasuke kembali menyantap makan malamnya perlahan dan memadang Sakura yang sudah melupakan makan malamnya sama sekali.
"Hinata memergokinya dan menyuruh anggota mafia itu mengejarnya, ia mencoba menghubungi mu dan Itachi tapi tak satupun menganggkat telfonnya, dia menghubungiku jadi aku mengirim beberapa pengawal untuk menolongnya dan membawanya ke boutique ku. aku mengantarnya pulang dan berpapasan dengan Hinata, dia sempat mengancam kaa-san dan aku tahu itu tak main-main. Kalau kau tidak keberatan, Sasuke-kun tolong izinkan aku mengirim beberapa anak buahku untuk mengawasi kaa-san ." Sasuke menghela nafasnya mendengar penjelasan Sakura.
"Aku bisa mengaturnya. Sudah bicarakan ini dengan Aniki?" Sakura menggeleng, Sasuke tahu Sakura pasti memikirkan hal Ini sepanjang hari.
"Jangan terlalu kau fikirkan. Aku akan melindungi kaa-san dengan cara apapun. sekarang habiskan makanan mu." Sakura mengangguk mengerti dan memakan makanananya sekalipun ia merasa tak ingin.
"Sasuke-kun …." Sasuke menoleh dan memadang Sakura bertanya
"Kau keberatan kalau kita memiliki Kenzo lagi?" Gerakan tangan Sasuke berhenti mendengar penuturan Sakura.
"Aku juga menginginkannya, Sayang. tapi kondisi saat ini tak memungkinkan, setelah ini selesai aku tak keberatan sama sekali kalau kau memang berencana seperti itu." Sakura menghela nafasnya
"Aku merindukannya, saat ia menendang pelan perutku. Semuanya." Sasuke menghela nafasnya
"Tak hanya kau yang merasa begitu. Aku akan menemani mu malam ini, jadi cepat habiskan makan malammu." Sakura kembali menyantap makan malamnya sekali lagi dengan perasaan enggan.
Itachi memandang curiga ke balik pintu ruang kerjanya, ia memutuskan lembur hari ini dan menyiapkan beberapa hal terkait proyeknya di L.A bersama Naruto dan Sakura. Ayah tiga anak itu semakin curiga saat beberapa kali mendengar suara benturan benda keras dari balik pintu ruangannya, dan yang terakhir suara teriakan skretarisnya.
"Konan?" Panggilnya, tak ada sautan dari sekertarisnya. Curiga, Itachi mengambil sebuah pistol tipe Mark 23 dari dalam laci meja kantornya lalu dengan waspada mendekat kearah pintu ruangannya,
"Siapa disana?" Tak ada balasan, Itachi mengumpat pelan saat pintu terbuka dan sebuah tembakkan yang meleset diarahkan padanya, Sulung Uchiha itu dengan sigap menembak pria yang nyaris menembaknya dan mengenainya tepat di jantungnya. Nafasnya terengah saat melawan empat orang lainnya yang berusaha membunuhnya. Itachi menembak salah seorang yang lain di kakinya tapi orang itu menenbak tepat di bahunya.
"Sial!" Umpat Itachi lalu menembak pria itu sekali lagi tepat di kepalanya, tak lama setelah itu empat orang mantan FBI yang di pekerjakan Itachi masuk dan mengurus dua orang yang lainnya sementara dua orang dari pengawalnya membawanya kerumah sakit.
Sasuke tersentak bangun dari tidurnya, mimpi buruk lagi-lagi menghantuninya. Bungsu Uchiha itu menyentuh bahu sebelah kirinya yang sakit seperti terhantam sesuatu. Merasakan pergerakkan tiba-tiba di sampinya, Sakura terbangun dan mendapati Sasuke bangun dan berkeringat, nafas pemuda itu terengah. Sakura bangun dan mengusap pelan kedua lengan kekar Sasuke membuat pria raven itu menoleh kearahnya.
"Ada apa Sasuke-kun ?" Sasuke hanya menggeleng menanggapi Sakura, sesaat kemudian ponselnya berdering, tak perlu waktu lama Sasuke mengangkat telfon dari sang kakak.
"Nii-san …" Sasuke mendengar suara sang kakak yang mebuatnya khawatir.
"Sasuke, dimana kau sekarang?" Sasuke memandang Sakura sekilas lalu menjawab pertanyaan sang kakak.
"Bagus! Apa dia baik-baik saja?" Sasuke bergumam mengiyakan pertanyaan sang kakak.
"Dengar, aku menghubungi Sasori tapi ia tak mengangkat telfonku, aku mengkhawatirkannya. Jika kau bersama dengan Sakura dan dia selamat, bawa dia ketempat aman segera, gerombolan pembunuh bayaran masuk kekantorku malam ini dan membunuh skretarisku, beruntungnya aku hanya tertembak di bagian bahu kiriku. Aku khawatir mereka juga berencana membunuh Sakura dan Sasori. Aku sedang dalam perjalanan ke mansion Akasuna, akan ku hubungi kau lagi." Ujar Kakaknya
"Nii-san…" Sasuke menghela nafasnya lalu kembali memakai pakaiannya yang berserakan di lantai kamar Sakura.
"Sakura ku tunggu di bawah, kita harus memastikan Sasori aman." Ujar Sasuke
"Ada apa sebenarnya Sasuke-kun?" Sasuke memandang khawatir istrinya lalu mengecup bibirnya singkat
"Hinata sudah memulainya. Berpakaianlah, ku tunggu di bawah." Sakura mengangguk mengerti, Wanita muda itu mengambil dua buah pistol dari laci nakasnya dan memberikannya kepada Sasuke lalu mengenakan pakaiannya dan mengambil satu pistol lainnya lalu keluar dari kamarnya.
Itachi menginjak pedal gas mobilnya semakin dalam, sesekali ia meringis menahan rasa sakit di bahu sebelah kirinya yang tertembah. Dua orang pengawalnya berniat membawanya ke rumah sakit tadi, tapi dengan tegas ayah Meiko Uchiha itu menolak. Itachi harus memastikan seluruh keluarganya aman maka dari itu dia meminta kedua pengawalnya mengawasi keluarganya yang lain di mansion Uchiha. Irish onyx sulung Uchiha itu melebar mendapati dua mobil jeep lainnya mengikutinya dari belakang.
"Sial!" Umpatnya saat menyadari isi peluru di pistolnya habis total, ia tak bisa berfikir jernih lagi sekarang, dengan modal nekat ayah tiga orang anak itu mengemudikan mobilnya lebih cepat dan menyalip mobil-mobil yang lain membuat mereka tertinggal dan menyebabkan kekacauan di kota Tokyo.
Itachi memarkirkan mobilnya asal begitu tiba di mansion Akasuna. Pria bersurai raven panjang itu masuk melalui ruang bawah tanah dan mengambil dua pistol simpanan Sasori yang berada di ruangan itu. Itachi yang sudah menghafal seluk beluk rumah megah sahabatnya itu langsung menuju ruang kerja Sasori yang berada di lantai tiga Mansion. Ia sempat menghajar beberapa orang yang ia temui di koridor dan tidak segan-segan menembak mereka yang mencoba menghalanginya.
Sasuke mengemudiakan mobilnya menyusuri kota Tokyo, dari sudut matanya ia memandang Sakura yang tengah memasukan peluru ke dalam pistolnya. Sasuke hanya bisa menghela nafasnya, sepertinya tidak bertemu dengan Sakura selama empat tahun membuatnya tak menyadari banyaknya perubahan yang terjadi pada diri istrinya.
"Apa Itachi-Nii baik-baik Saja?" Sasuke menghela nafasnya mendengar pertanyaan Sakura.
"Aku yakin itu, Aku akan benar-benar menghabisi Hyuga bersaudara itu dengan tanganku sendiri kalau mereka berani menyentuh Sasori dan Itachi." Ujar Sasuke, kedua telapak tangannya memutih saat ia menggenggam roda stir semakin keras.
"Sasuke-kun…" Sasuke merangkul Sakura mencoba membuat wanita itu tenang.
"Aku tak akan membiarkan mu pergi lagi. Pegang kata-kataku kali ini." Ujarnya, Sakura mengangguk
Sasori menembakkan sekali lagi pelurunya saat seseorang nyaris menembaknya untuk kesekian kalinya. Nafas anak tunggal keluarga Akasuna itu berderu dengan kasar, delapan orang lawan satu, Sasori tersenyum sinis dan mendecih. Hyuga memang seorang pengecut ulung. Dalam hatinya ia sudah merencanakan ribuan cara untuk membunuh Hyuga Neji dengan tangannya, membuat pria itu membayar mahal atas apa yang terjadi padanya dan keluarganya.
Sasori mengambil tongkat besi yang biasa ia gunakan untuk mengatur bara di perapian ruang kantornya dan memukul kepala salah seorang yang nyaris membunuhnya dengan tongkat itu. Ia tidak habis fikir, bagaimana mungkin ia bisa kecolongan sampai-sampai mereka bisa masuk kedalam mansionnya, mungkin memang salahnya sendiri karena tak menempatkan penjagaan apapun di mansionnya dan mengorbankannya untuk Sakura, baginya wanita merah jambu itu lebih membutuhkannya ketimbang dirinya.
"Brengsek!" Umpatnya saat sebuah belati tepat menyayat bagian perutnya, Sasori menembakkan pistolnya tapi tak ada peluru yang keluar dari sana, sementara empat orang lawannya yang tersisa menatapnya dengan padangan membunuh.
Sulung Akasuna itu berjalan mundur sambil menahan pendaharan pada perutnya, kenapa juga pistolnya harus habis dalam keadaan terdesak seperti ini. Ia memandang Figura kedua orangtuanya dan menghela nafasnya berat sebelum menghantam wajah salah seorang lainnya menggunakan tinjunya. Sasori melawan mereka berempat tanpa pertahanan apapun dan sambil menahan pendarahan di perutnya.
"Sasori!" Sasori menoleh kearah pintu dan mendapati Itachi berdiri di sana menghajar seseorang yang berusaha menembaknya dan menembak mati orang itu. Sulung Uchiha itu melemparkan sebuah pistol kearahnya, dan keduanya kembali melawan tiga orang sisanya dengan sisa kekuatan mereka.
Sasuke memandang dua mobil jeep di belakangnya yang membuntuti dirinya dan Sakura sejak mereka keluar dari apartement Sakura. Pemuda raven itu menoleh kearah Sakura yang sekarang sudah menyiapkan dua buah pistol di tangannya dan membuka jendela mobilnya. Sasuke memandang panik istrinya.
"Apa yang Kau lakukan Baka!" Sakura hanya tersenyum pada Sasuke lalu mengecupnya singkat
"Kemudikan Saja mobilnya dengan cepat Sasuke-kun …" Ujar sakura sebelum mengeluarkan setengah badannya dari kaca jendela mobil dan menembaki mobil di belakangnya.
"Sakura, jangan konyol!" Sasuke terus menambah kecepatan mobilnya sementara Sakura masih sibuk menembakki gerombolan mobil yang mengejar mereka.
"Shitt!" Umpat Sakura saat ia kehabisan peluru, wanita cantik itu masuk kembali kedalam tapi setelah mengambil pistol yang lainnya ia kembali menembakki mereka. Sasuke terus mengemudikan mobilnya dengan cepat dan menyalip tak beraturan mobil mobil yang melintas di kota Tokyo, Pria itu dengan sengaja menabrak mobil di depannya dan membuatnya menutupi jalan dan membuat kemacetan sebelum kabur melewati bahu jalan.
Sakura menghentikan tembakkannya saat memastikan dua mobil itu terjebak kekacauan yang di buat Sasuke dan kembali duduk di sebelah suaminya. Dengan cepat wanita itu mengisi ulang kembali pistolnya dengan peluru cadangan yang ia bawa di dashboard mobilnya.
"Kau hebat Sasuke-kun …" Sasuke menatap galak istrinya
"Hebat? Demi Kami-sama Sakura kau hampir membuatku mati jantungan!" Sakura tertawa lalu memandang suaminya
"Tapi kenyataannya tidak. tambah saja kecepatannya Sasuke-kun , Itachi-nii dan Sasori-senpai pasti membutuhkan kita." Sasuke hanya menggeleng tapi tetap mengikuti perkataan istrinya.
Itachi membenturkan kepala seorang musuhnya ke dinding sebelum melemparnya ke lantai dasar mansion Akasuna saat Sasuke dan Sakura tiba. Ia menggerlingkan pandangannya kearah Sasori yang melawan dua orang sekaligus. Sasuke masuk kedalam dan menghajar dua orang yang lain. Arah pandang Sakura langsung ke pundang kiri Itachi yag sudah mengeluarkan banyak darah. Wanita cantik itu langsung mengambil ponselnya dan menghubungi beberapa pengawal bayaran mereka dan ambulance.
"Seharusnya Itachi-nii menurut saat mereka mau membawa Itachi –nii …" Ujarnya panik, Itachi tersenyum lemah wajah pucat karena kehilangan banyak darah
"Aku mengirim mereka ke rumah dan rumah sakit. Istri dan anak-anakku juga orangtuaku yang terpenting." Ujarnya, Sakura menggelengkan kepalanya.
"Jika sesuatu terjadi padaku, tolong jaga mereka untukku Sakura." Dan berikutnya Itachi Uchiha jatuh tak sadarkan diri. Sakura mendengar suara tembakkan dua kali dari arah ruang kerja Sasori, dan di susul teriakan frustasi Sasuke dan suara tembakkan sekali lagi.
Sakura berusaha membangunkan Itachi dan Sasuke melakukan hal yang sama pada Sasori. Sakura mencoba menghentikan pendarahan Itachi sampai tak lama kemudian beberapa terdengar kegaduhan di bawah dan suara ambulans. Sakura membiarkan tubuh Itachi dan Sasori di bawa masuk ke ambulans, sementara saat ia keluar mansion mewah itu Ia bisa melihat beberapa orang yang mengejarnya tadi sudah di bekuk dan di bawa kekantor polisi. Wanita cantik mengepalkan tangannya dan bersumpah. Hyuga akan membayar apa yang sudah mereka lakukan besok.
Hinata tercengang melihat Sasuke dan Sakura masuk bersama ke Mansion megah keluarga Uchiha. Sasuke memadangnya dengan sangat tidak biasa, bukan pandangan kagum atau apapun tapi lebih kepadangan muak dan ingin membunuh. Sakura tak jauh berbeda ia langsung membalas pelukan Mikoto saat wanita senior di keluarga Uchiha itu menangis mengetahui Itachi tertembak dan dalam keadaan kritis karena kekurangan darah. Meiko tak kalah kalutnya, gadis kecil itu masih menangis dan tak mau lepas dari gendongan Fugaku saat medengar kabar buruk tentang ayahnya.
"Hinata…." Wanita bersurai indigo itu berbalik memandang Sakura saat ia akan beranjak kedapur dengan alasan membuat Ocha untuk mereka.
"Aku berharap, pastikan Ocha yang akan kau buat aman sebelum korban kembali bertambah malam ini." Ujar Sakura, wanita indigo itu memandang sengit Sakura
"Maaf?" ujar Hinata
"Mungkin kau lupa, terakhir kali kau membuatkan kami Ocha kau merusak rahim Hana-nee dan membuatnya nyaris meninggal saat melahirkan. Aku harap kau tidak melakuakannya lagi padaku." Hinata menoleh memadang Sakura lalu mengubah tujuannya jadi naik kelantai atas mansion Uchiha dan meninggalkan seluruh keluarga Uchiha yang memandangnya heran.
"Biarkan aku yang membuatkan tea untuk kalian." Ujar Sakura, setelah mendapat persetujuan dari anggota keluarga yang lain wanita merah jambu itu berjalan kedapur dan membuatkan tea untuk seluruh keluarga Uchiha, dan tea paling special untuk Hinata.
TBC. Huaa maaf banget kalau Updatenya telat ya, saya sibuk banget belakangan ini sampai ga punya waktu buat nulis, doain aja ya semoga setelah UTS saya ga akan sesibuk ini, hehehe. Oke seperti biasa, ini chapter Stronger yang baru semoga bisa membuat kalian puas ya, dan maaf kalau makin lama makin ga jelas hehehe. Saya tunggu reviewnya mina.
Aphrodite Girl 13
