Stronger

Disclaimer : Naruto is belong to Masashi Kishimoto, but Sasuke is MINE #dibakarsakura

Warning : OOC, Aneh, Gaje, Typo and Miss Typo bertebaran dimana-mana, penulisan tidak menggunakan kaidah EYD yang benar #apadah

Author Bacot Area : Okeh, akhirnya setelah ehemsetengahtahunlebihehem Aphro menghilang dari dunia perfanfic-an Indonesia#eh?, saya balik lagi tapi kali ini bawa FF pair Sasusaku, hehehehe Enjoy this one guys, Mind To RNR Mina?

"Apa yang kau lihat saat ini pada diriku,

Itu bukan aku yang sebenarnya.

Dendam, amarah, keputusasaan,

keinginan kuat untuk memiliki mu lagi

tak bisakah kau lihat itu dimataku saat ini?

yang kau lihat pada diriku saat ini, hanya sebuah topeng

topeng yang ku gunakan untuk merebutmu kembali "

Silverblend Restaurant, Los Angeles

Hinata menatap datar pria yang kini tengah duduk dihadapannya, ia tengah berbicara dengan lancar menggunakan bahasa inggris dan menyebutkan pesanan mereka tanpa ada satu kata yang salah sama sekali. Setelah pelayan restaurant itu pergi barulah Kiba memfokuskan pandangannya kearah Hinata, pria itu terdiam sesaat lalu mengeluarkan sebuah amplop putih dan sebuah kantung plastic berwarna biru pucat dengan label rumah sakit international Ramsay di depannya. Hinata memandang heran kearah Kiba yang kini sudah menyodorkan obat-obat itu padanya.

"Apa ini? Aku tidak membutuhkannya." Ujar wanita itu, Kiba memandang mengejek kearahnya.

"Buka dan baca amplopnya baru kau bisa putuskan kau membutuhkan itu atau tidak." Ujarnya, Hinata mengambil amplop itu dan membukanya. Wanita itu meringis pelan saat rasa nyeri kembali membakar bagian perutnya saat ia mendorong tubuhnya kedepan untuk mengambil amplop putih yang disodorkan Kiba kepadanya.

"Orang-orang itu membuat rahimmu cedera parah, ada empat memar yang berbahaya di beberapa titik rahimmu. Kau bisa kehilangan rahimmu sendiri kalau kau tidak meminum obat itu. Kau paham?" Hinata memandang Kiba, fikirannya membeku untuk sesaat mencoba mencari arti dari kalimat yang dikatakan Kiba kepadanya beberapa detik yang lalu.

"Apa ini lelucon?" Tanya Hinata, Kiba menaikkan sebelah alisnya

"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda dihadapanmu sekarang? Aku serius." Hinata menggenggam erat kertas yang ada di tangannya.

"Apa kau terlibat?" Kiba memandang datar wanita dihadapannya, ia tak tahu harus berkata Jujur atau tidak.

"Kenapa kau berfikir begitu?" Tanya Kiba, Hinata memandang kearahnya dan tersenyum kecut

"karena aku sudah menyelakai kakakmu." Rahang pewaris utama keluarga Inuzuka itu mengeras, tentu ia tentu tahu apa yang sudah terjadi pada kakaknya, dan tentu saja ia terlibat tapi sekali lagi dia menolak untuk mengatakan kebeneran dihadapan wanita Hyuga itu.

"Aku tidak terlibat, kau bisa percaya padaku." Hinata terlihat ragu tapi akhirnya wanita itu mengambil bungkusan yang disodorkan kiba kepadanya. Rahimnya hampir rusak, Itachi. Ya, pria itu pasti yang menyewa orang-orang itu. Sialan. Kenapa juga pria itu harus selamat. Hinata menjambak pelan rambutnya. Satu lagi hal berharga akan terenggut darinya.

Gaara's Office, Tokyo Japan

Jam tangan mewah yang melingkar sempurna di pergelangan tangannya menunjukkan jam dua belas siang. Pria bersurai merah itu tengah terpaku menatap layar Macbook pro miliknya. Sabaku no Gaara, pria tampan itu terlihat jelas tengah focus menatap sesuatu yang ada didalam Macbooknya, perhatianya sama sekali tak teralihkan saat seorang wanita bersurai coklat masuk kedalam kantornya sambil menenteng sebuah map coklat.

"Gaara-sama…" Ujarnya, Gaara menoleh, mendapati Ten ten beridiri dihadapannya, wajah wanita tomboy itu terlihat serius berbeda dengan biasanya.

"Ada apa?" ujarnya, Tenten maju satu langkah lalu memberikan map coklat itu kepada Gaara.

"Yakuza? Yang menyerang Sasori –nii dan Itachi-san adalah Yakuza? Jadi mantan suami mu itu punya koneksi bagus dengan mafia brengsek macam mereka?" Tenten mengangguk mantap, sebenarnya ia ingin sekali mengoreksi kata mantan suami. Memang ia sudah bercerai dengan Neji tapi dia tak ingin mengingat lagi hubungan apa yang pernah mereka jalani setelah apa yang neji lakukan padanya.

"Tenten, empat tahun yang lalu saat Sakura Uchiha meninggal dunia karena kecelakaan mobil. Apa Hinata sempat bertemu dengannya?" Tanya pria itu, tenten mengambil tempat duduk di seberang meja Gaara, wanita itu mengangguk.

"Kau tahu kenapa?" Tanya gaara lagi,

"Aku tidak yakin, tapi sebelum dia pergi aku sempat mendengar percakapannya dengan Neji dan Hanabi." Tenten diam sesaat, ia menunggu reaksi Gaara

"Mereka membicarakan tentang mafia dan Sakura." Gara menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi berlengannya.

"Lanjutkan." Ujarnya,

"Kenapa anda mengintrogasi saya, Gaara-sama?" Tanyanya, Tenten tahu benar seberapa besar kekuatan Gaara dalam menangkap tikus seperti Hyuga, ia bisa menebak saat itu pria itu sedang mencoba membongkar sesuatu darinya.

"Aku dipindah tugaskan dari Amerika kembali Ke Jepang untuk menyelidiki sesuatu yang mencurigakan dan menangkap Hiashi Hyuga. Perdagangan gelapnya sudah membuat cemas dua Negara adikuasa. Yang ku bicarakan saat ini adalah bisnis gelap mereka, dan aku juga menangkap kabar tentang beberapa kasus pembunuhan berencana yang mereka lakukan di masalalu. Belum lama ini, Sasuke Uchiha, suami dari Sakura dan juga Suami dari mantan adik iparmu itu, menelfonku. Dia meminta penyidikan ulang tentang kasus kematian istrinya empat tahun lalu. Letnan Kakuzu yang menangani kasus ini saat itu dan mengatakan kalau itu adalah murni kecelakaan, tapi, ada beberapa fakta mengganjal yang mencurigakan. AKu harap kau tidak keberatan membantuku. Nona." Ujarnya, Tenten hampir kehilangan nafasnya saat mendengar suara tegas dan dingin milik Gaara berbicara panjang lebar.

"Baiklah. Apa yang kau butuhkan?" Tanya wanita bersurai coklat itu pada akhirnya

"Apa dirumah itu ada CCTV?" Tanyanya, Tenten mengangguk.

"Hampir disemua ruangan." Ujar wanita bersurai coklat itu

"Itu berate ada di ruangan kerja Hyuga Neji juga?" Tanya Gaara

"Seingatku, mereka memasangnya juga." Ujar Tenten.

"Kau tahu dimana ruang kontrolnya?" Tanya Gaara, Tenten mengangguk mantap.

"Kapan rumah itu kosong?" Tanya Gaara lagi,

"Akan kucari tahu, kalau kau mau aku bisa memata matai mereka dan masuk kedalam keluarga itu lagi." Kalimat itu membuatnya terkejut, gila tentu saja dia bahkan tak tahu apa yang ada di otaknya saat membiar kan kata-kata itu meluncur keluar begitu saja dari dalam mulutnya.

"Bagus, beritahu aku hasilnya. Beri tahu Kankuro juga untuk melacak Kakuzu dan terutama seorang montir yang menangani mobil Sakura Uchiha malam itu, nama montir itu Hidan." Tenten mengangguk mengerti lalu ia menunduk sebentar sebelum keluar dari ruangan kepala FBI Jepang yang baru diangkat satu minggu yang lalu itu.

Setelah kepergian wanita bersurai coklat itu dari ruangannya, Gaara kembali memutar rekaman CCTV yang ia dapatkan dari kantor Uchiha Corporation. Pria bersurai merah itu merasa tak ada yang salah sampai saat rekaman itu memutar hasil rekaman jam sebelas malam, layar menjadi gelap. Seseorang yang masuk kedalam ruangan Itachi pastilah orang dalam. Dia masuk keruang control Security dan mematikan CCTV di ruangan Itachi sebelum menyerang. Itu sebabnya kenapa saat Konan Sekertaris CEO Uchiha corp itu mejerit minta tolong tak ada yang mendengar dan membantu, Gaara menyandarkan tubuhnya. Siapa? Tapi siapa yang orang dalam yang berani ikut campur dalam urusan ini? Gara memijat pelan pelipisnya, pria itu mengeluarkan sebuah map berwarna merah yang sempat diberikan Sakura kepadanya sebelum wanita itu meninggalkan Jepang dan beranjak ke Los Angeles.

Ia membacanya dengan teliti, semua petunjuk ada disana, termasuk foto Kakuzu dan Hidan dan alamat mereka tinggal. Sasori sudah menyelidikinya sejauh ini. Pria itu benar-benar merencanakan penghancuran keluarga Hyuga dan menuntut balas tentang kematian keluarganya. Ia membalik lagi halaman map berikutnya dan sebuah passport ada didalamnya. Gaara mengambil sarung tangan karetnya dan membuka dua buah passport yang ada di dalamnya, ini jelas passport palsu, foto beberapa orang yang ia ketahui sebagai pembunuh bayaran yang paling dicari ada didalamnya, masa berlaku passport itu sudah habis tapi jelas terlihat itu bukan passport asli. Hyuga menyuap seseorang di department imigrasi untuk membuat passport ini lolos dari pemeriksaan, bahkan pekerjaan orangnya sangat rapih, benar-benar professional. Ia mendcih pelan, jadi ini kah cara mereka bermain? Membuat passport palsu untuk menghilangkan jejak bahkan gembong narkotika kelas kakap adalah mereka juga? Dan beberapa kasus pembunuhan saingan bisnis mereka juga ulah mereka? Kedua orangtua Sasori dan Sakura. Bagaimana bisa di dunia ini hidup manusia selaknat itu?

Ponselnya berdering saat ia masih berkutat dengan fikirannya. Terlalu banyak kasus tentang keluarga Hyuga yang harus ia tangani, tapi ia tahu pasti mana yang harus dia gunakan untuk menyelesaikan semuanya. Ia akan menyelesaikan kasus Sakura dahulu baru setelah itu sisanya, bukti yang di kumpulkan Sasori bisa menjadi petunjuknya, bukan mustahil masih banyak nama-nama yang terlibat didalamnya. Gaara meraih ponselnya, nama Uchiha Sasuke tercetak jelas dilayar ponselnya, tanpa fikir panjang pria tampan itu mengangkat ponselnya.

"Kapan kau kembali ke Jepang?" Pria bersurai merah itu tidak terkejut dengan pertanyaan salah satu sahabatnya.

"Sekitar Satu minggu yang lalu, ada apa?" Tanyanya, Sasuke menghela nafasnya diseberang sana.

"Aku tahu kau menyelidiki kembali kasus percobaan pembunuhan istriku." Gaara menyandarkan tubuhnya, ia menghempaskan map merah miliknya. Alasannya kepada Tenten tadi memang bukan alasan yang sebenarnya.

"Dia sudah memberitahu mu?" Tanya pria itu

"Hn. Kemarin malam. Sampai sejauh mana perkembangannya?" Tanya Sasuke. Gaara menghela nafasnya, pria itu mengambil headseat Bluetooth nya dan berdiri dari tempatnya duduk mengambil sebuah gelas Kristal sebelum menuangkan Campage kedalamnya.

"Aku baru saja menemukan dua passport palsu, dari wajahnya aku sudah bisa mengenali mereka Darui dan Omoi, dua orang pembunuh bayaran paling dicari saat ini." Ujarnya, ia bisa mendengar Sasuke mengumpat kasar diseberang sana.

"brengsek." Ujarnya,

"Kau mencurigai mereka?" Tanya Sasuke, Gaara menyesap liquid keemasan itu pelan

"ya. Istrimu memakai supir sebelum kecelakaan naas itu?" Tanya Gaara.

"Ya, John Hashibara. Keturunan Jepang-Afroamerika." Ujar Sasuke, Gaara meletakkan gelasnya dan dengan cepat meraih map merah yang teronggok menyedihkan diatas mejanya.

"Seorang keturunan Jepang-Afroamerika katamu?" Sasuke membenarkan,

"Ada apa?" Tanya Sasuke lagi

"Apa pria itu selamat?" Sasuke terdiam sebentar.

"Dari laporan Letnan Kakuzu, mobil istriku ditemukan hancur dan hangus terbakar, ada mayat seorang pria di bagian pengemudi dan mayat palsu yang awalnya kuduga itu istriku. Keduanya dalam keadaan hangus terbakar." Ujar Sasuke, Gaara tediam

"Sasuke, Sakura menceritakan padamu bagaimana ia selamat?" Gara memelankan suaranya saat mengajukan pertanyaan itu

"belum. Dia kehilangan bayi kami dalam kecelakaan itu dan menyinggungnya membuatnya tertekan." Ujar Sasuke, Gaara mengangguk mengerti

"Aku mengerti. Aku belum bisa menjelaskan apapun tapi, kemungkinan Kakuzu memberikan laporan palsu padamu. Aku yakin orang yang kau maksud dengan John Hashibara itu adalah Darui atau Omoi, karena sampai saat ini keduanya masih buron setelah pembunuhan pengusaha muda bernama Mei Terumi.

Tapi lagi, aku harus mengatakan padamu aku belum bisa memberikan jawaban apapun. Sejauh ini hanya itu bukti yang kudapatkan dari map merah yang di berikan istrimu." Gaara kembali memelankan suaranya saat menyebut kata 'istri'

"Aku tahu. Aku punya ide, aku tahu ini gila. Tapi ini bisa menekan Hyuga untuk mengungkapkan sendiri kesalahan mereka." Ujar Sasuke, Gaara terdiam.

"Apa itu?" Tanya Gaara

"anak buahku berhasil menemukan posisi Kakuzu dan mengantongi sedikit informasi tentang hidan." Ujar Sasuke, Gaara tidak heran. Sasuke adalah pria yang memiliki segalanya dan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.

"Kakuzu sedang dalam masa bebas tugasnya untuk tiga bulan ini dan ada di Osaka bersama istrinya. Sementara Hidan masih dalam proses pencarian. Kakuzu terkait dengan kasus criminal yang dilakukan keluarga Hyuga yang lainnya dan dia mengantongi sejumlah bukti kuat yang bisa kita gunakan untuk menjatuhkan tikus got itu.

"termasuk kecelakaan maut istrimu empat tahun lalu?" Sasuke memebenarkan,

"Pancing dia keluar Gaara. Terakhir yang kudengar ia akan melakukan transaksi gelap lagi dengan Hyuga malam ini di pelabuhan Osaka. Ada sebuah kedai minum di situ dan sumberku memastikan disitu mereka akan bertemu." Ujar Sasuke

"jadi apa idenya." Gaara kembali mendengarkan COO muda itu memberikan penjelasan untuknya lewat telfon secara medetail.

Silverblend Restaurant, Los Angeles

Tubuh Sakura mematung mendengar penuturan Kiba. Sudah satu jam tapi wanita itu belum beranjak dari tempatnya duduk dan masih betah menguping pembicaraan dua orang lawan jenis itu. Seseorang pasti membayar orang untuk melakukan ini kepada Hinata, rahim wanita itu dalam kondisi memar parah, Sakura jelas tahu apa akibat selanjutnya kalau Hinata tidak meminum obat yang di berikan Kiba padanya. Ia juga pernah merasakannya, tepat Saat setelah kecelakaan itu dan keguguran bayinya. Wanita indigo itu akan kehilangan rahimnya, kehilangan harta paling berharga sebagai seorang perempuan miliknya.

Sakura buru-buru membalikkan tubuhnya saat Hinata berjalan melewatinya tanpa menoleh, wanita bersurai merah jambu itu memandang punggung Hinata yang bergerak menjauh. Ia tidak tahu harus merasa bagaimana senang atau sedih? Semuanya terlalu rumit dan membuat kepalanya pening seketika.

"Wow, menguping bukanlah hal yang baik, Nyonya Uchiha." Ia tersentak saat suara Kiba menyapa pendengarannya. Wanita itu menoleh dan memandang galak kearahnya

"Jangan ceroboh menyebut namaku, Kiba." Pria itu hanya nyengir lebar dan menggaruk belakang kepalanya

"Ada apa dengan Jalang sialan itu?" Kiba mengambil tempat duduk dihadapan Sakura

"Kakak Ipar kita yang tercinta membuatnya memiliki nasib malang. Yah sebenarnya, aku terlibat." Sakura menaikkan sebelah alisnya

"Itachi dalang dari semua ini? Kenapa?" Kiba memanggil pelayan dan meminta sebotol Vodka

"Kau fikir kenapa? Dia membuat kakak ku harus menerima kenyataan kalau rahimnya akan diangkat, dia nyaris membuat ketiga keponakan juga tak memiliki ayah. Apa ada alasan lagi yang lebih bagus untukku, untuk menghentikan acara balas dendammu dan kakak iparku?" Tanya Kiba, ia membiarkan pelayan bersurai pirang dengan name tag Gretchen menuangkan Vodka kedalam gelas Crystal mereka.

"Tapi ini keterlaluan, Kiba." Sakura memandang tak setuju kearah pria yang entah kenapa kini terlihat furstasi

"Aku tahu. Aku bahkan tidak bisa bilang padanya kalau aku terlibat. Entah kenapa aku justru merasa kalau aku jauh lebih brengsek daripada bajingan manapun sekarang padahal aku melakukan hal yang tepat pada seorang jalang yang tepat." Ujarnya, Sakura melongo mendengar jawaban dari pria itu

"Kalau kau merasa lebih brengsek dari bajingan manapun lalu kenapa kau melakukan apa yang Itachi Suruh padamu, Moron?" Sakura menjauhkan gelas crystal yang disodorkan Kiba kepadanya.

"Ayolah Sakura, kau tahu Hana adalah satu-satunya alasanku hidup. Dia kakakku, orang yang harus ku jaga satu-satunya sepeninggal ayah dan ibuku. Kau fikir aku tidak gila saat mendapat berita kakakku dengan tololnya dalam kondisi hamil tua menyelamatkan mu dan meminum racun tanpa memikirkan nasibnya dan bayi kembarnya? Apa kau gila? Tentu aku tak akan tinggal diam." Sakura mengepalkan tangannya

"Kalau begitu kenapa kau tidak balas dendam saja padaku?" Kiba menegak cairan beningnya hingga tandas dan mulai ronde kedua ajang minum vodka tengah hari bolongnya.

"Karena aku tahu kau tidak bersalah. Aku tahu itu, lagi pula kalau aku tidak melakukannya Sasuke pasti sudah memenggal kepalaku." Ujar pria Inuzuka itu.

"jadi semalaman dia menginap di apartementmu?" Tanya Sakura, pria itu mengangguk dan menusuk sebuah nachos dengan garpunya

"Bisa dibilang begitu. Aku membawanya ke apartementku setelah merasa bersalah sudah menyuruh anak buahku untuk menghajarnya." Kiba menuang lagi Vodka kedalam gelasnya

"lebih baik berhenti sebelum kau mabuk dan berurusan dengan polisi karena mengemudi dengan kadar alcohol lebih dari empat persen dalam tubuhmu disiang bolong." Ujar Sakura, Kiba menaikkan alisnya

"Aku bisa telfon supirku." Ujarnya, Sakura memutar bola matanya bosan

"Kau menyukainya?" Tanya Sakura,

"Siapa? Hinata? Kau bercanda ?" Sakura mendecih pelan

"Matamu tidak pandai berbohong seperti mulutmu, Kiba. Aku harus pergi, aku yang bayar minuman ini." Ujar Sakura setelah menyerahkan Bill lengkap dengan uang yang ia bayarkan untuk temannya ini.

"Aku duluan." Ujarnya. Kiba terdiam merenungkan pembicaraannya dengan Sakura.

"Apa Aku menyukainya? Aish… Aku benar-benar sudah gila." Ujarnya sebelum beranjak dan meninggalkan meja restaurant dan mengemudikan mobilnya keluar restaurant itu.

Ramsay International Hospital, Los Angeles

Sasuke memeluk singkat tubuh mungil Sakura saat mendapati wanita itu sudah menunggunya di ruang tunggu pasien rumah sakit internasional Ramsay. Pria tampan itu mengecup singkat bibir wanitanya sebelum duduk disampingnya dan menariknya kedalam pelukan hangatnya. Sakura menyandarkan tubuhnya ke dada bidang suaminya. Ia sudah menunggu setengah jam, dan pasien di dalam belum juga keluar.

"Apa kau sudah lama menunggu?" Tanya Sasuke. Sakura menaikkan alisnya lalu mengangguk

"kenapa Sasuke-kun? Kau masih ada rapat yang lainnya?" Sasuke menggeleng pelan,

"Tidak Sakura, Tidak apa-apa." Ujarnya, Sasuke membiarkan Sakura memainkan jemari nya yang kokoh pelan.

"Ada kabar baru dari Gaara?" Tanya Sasuke, Sakura menggeleng pelan.

"Aku bertemu Kiba." Ujar Sakura, Sasuke menaikkan alisnya bingung

"Adiknya Hana-nee?" Tanya Sasuke Lagi, Sakura mengangguk.

"dia bertemu Hinata tadi." Ujar Sakura, Sasuke memutar bola matanya bosan

"Mood ku sedang bagus, jangan bicarakan apapun tentang dia. Ngomong-ngomong soal polisi korup yang menangani kasusmu waktu itu. Aku sudah menemukan lokasinya, Gaara akan turun langsung kelapangan untuk menyelidikinya malam ini." Ujar Sasuke, Sakura menegakkan Tubuhnya dan memandang suaminya tak percaya

"Bagaimana bisa?" tanyanya, Sasuke tersenyum lalu mengecup keningnya

"Kau tidak pernah tahu seberapa bahayanya seorang Uchiha, Sakura." Ujar Sasuke pria itu tersenyum misterius.

"kita tunggu hasilnya dua sampai tiga hari lagi." Ujarnya Sakura mengangguk mengerti, keduanya menoleh saat seorang perawat keluar dengan membawa clip board berwarna merah dan memanggil namanya. Sakura dan Sasuke beranjak dari tempat duduk mereka dan masuk kedalam ruangan dokter kandungan rumah sakit Ramsay itu.

Dokter bersurai merah darah itu duduk dihadapan mereka dan tersenyum ramah kepada sepasang suami istri itu. Sara, dokter kandungan itu menanyakan beberapa pertanyaan standard dan melakukan pemeriksaan rutin kepada janin Sakura yang masih berusia empat minggu dalam kandungannya.

"Apa anda ingin melihatnya?" Tanya Sara, Sakura memandang Sasuke dengan pandangan memohon yang langsung disetujui bungsu Uchiha itu.

"Baiklah, mari ikut saya." Ujarnya, Sakura dan Sasuke mengikuti Sara.

Ketiganya tengah melakukan USG untuk melihat janin Sakura. Begitu alat pendeteksinya diletakkan di perut Sakura yang bahkan masih rata, baik Sasuke maupun Sakura bisa melihat titik kecil berwarna hitam di rahim wanita bersurai merah muda itu. Sakura terdiam, perasaannya bercampur jadi satu, bahagia, khawatir dan takut ada dalam hatinya saat ini. Kematian Kenzo lagi-lagi membayanginya. Tidak, ia tidak mau kehilangan bayinya sekali lagi. Tidak dengan cara yang sama.

"Dia tidak akan pergi, dia tidak akan kemana-mana. Dia hanya akan lahir dengan selamat dan tumbuh dengan kita mengawasinya." Seakan tahu apa yang di fikirkan wanitanya, Sasuke menggenggam tangan Sakura dan membuat seluruh ke khawatirannya sirna.

"Aku akan menjaga kalian, Sakura. Kau bisa pegang kata-kataku." Sakura tersenyum lalu kembali menatap ke layar USG.

"Tolong cetak gambarnya, Dokter. Aku ingin menyimpannya." Sara mengangguk setuju, lalu empat lembar foto ia cetak dan berikan kepada Sakura.

"Janinnya sehat, Nyonya. Anda hanya perlu menjaga agar fikiran anda tidak stress mengingat riwayat anda yang pernah keguguran karena mengalami kecelakaan empat tahun silam. Rahim anda lemah, sedikit saja factor yang mengganggu anda bisa kehilangan bayi anda. Sekali lagi selamat." Ujarnya, Sakura mengangguk mengerti, ia mendengarkan seluruh penjelasan Hana dan menebus semua vitamin ibu hamil yang akan membantunya menjaga bayinya. Sebentar, setelah semua bukti terkumpul maka hanya sedikit lagi ia bisa hidup dengan tenang. Hanya setelah menendang seluruh keluarga Hyuga masuk kedalam penjara.

Blackmail's café, pelabuhan Osaka, Osaka Jepang

Seorang pria turun dari mobilnya, vest kepolisian dan tanda pengenalnya belum ia tanggalkan, surai panjang selehernya ia ikat longgar kebelakang sementara dengan langkah seringan angin ia masuk kedalam café di pinggiran pelabuhan Osaka itu. Seorang pria sudah menunggunya disana, sementara itu disisi lain café itu seorang dengan penyamaran duduk tak jauh dari mereka. Matanya focus memandang layar laptopnya, atau setidaknya begitulah kelihatannya. Kakuzu duduk di hadapan clientnya, Zabuza. Gembong narkotika kelas kakap itu terlihat tak asing lagi bagi pria misterius yang diam-diam mengamati pergerakan mereka. Zabuza selama ini di curigai sebagai salah satu gembong narkotik terbesar yang dimiliki oleh Hyuga.

"Aku bawa barangnya, kau bisa bereskan itu kan?" Tanya Zabuza, Kakuzu membuka tas yang disodorkan kepadanya oleh Zabuza dan mengeluarkan puluhan lembaran-lembaran dolar amerika.

"kau bisa percaya padaku." Ujarnya, Zabuza mengangguk dan tersenyum puas.

"Kapan bisa dip roses pengirimannya?" pertanyaan kembali terlontar.

"Kalau kau bisa selundupkan dalam bentuk lain, aku akan semakin mudah meloloskan ijinnya karena pasti tak akan ada yang curiga." Ujarnya, Zabuza mengangguk mengerti

"baiklah kalau begitu." Ujarnya, pria berbadan besar itu berdiri dari tempatnya duduk lalu meninggalkan Kakuzu sendirian. Tepat saat itu pria yang sejak tadi duduk di sudut lain café itu menutup layar laptopnya dan meninggalkan café itu setelahnya.

TBC. Aku tahu ini aneh banget. Maaf untuk telat UPDATE UN sudah didepan mata jadi saya bener-bener sibuk dengan TO dan segala persiapan UN dan pendaftaran universitas. Saya mohon doanya ya, kalau UN dan urusan pendidikan udah kelar saya pasti update kilat tapi untuk sekarang, saya ga janji bisa update kilat. Tetep saya mengharapkan kritik dan Sarannya.

Aphrodite Girl 13