Stronger
Disclaimer : Naruto is belong to Masashi Kishimoto, but Sasuke is MINE #dibakarsakura
Warning : OOC, Aneh, Gaje, Typo and Miss Typo bertebaran dimana-mana, penulisan tidak menggunakan kaidah EYD yang benar #apadah
Author Bacot Area : Okeh, akhirnya setelah ehemsetengahtahunlebihehem Aphro menghilang dari dunia perfanfic-an Indonesia#eh?, saya balik lagi tapi kali ini bawa FF pair Sasusaku, hehehehe Enjoy this one guys, Mind To RNR Mina?
"Apa yang kau lihat saat ini pada diriku,
Itu bukan aku yang sebenarnya.
Dendam, amarah, keputusasaan,
keinginan kuat untuk memiliki mu lagi
tak bisakah kau lihat itu dimataku saat ini?
yang kau lihat pada diriku saat ini, hanya sebuah topeng
topeng yang ku gunakan untuk merebutmu kembali "
Hyuga Mansion, Tokyo Japan
Mobil sport Audi R8 berwarna hitam itu berhenti dengan mulus didepan sebuah bangunan mewah bergaya Eropa era Victorian. Sepasang pria dan wanita yang berada di dalamnya terdiam untuk sesaat, hanya suara nafas mereka dan music milik the script yang mengalun pelan yang mengisi keheningan. Wanita bersurai coklat yang duduk di bagian penumpang kembali menimbang-nimbang keputusannya untuk masuk kedalam dan menghadapi keluarga Hyuga sekali lagi, dia begitu enggan untuk masuk kedalam sana. Masuk kedalam rumah yang sudah menjadi neraka baginya selama tiga tahun dan menghadapi keluarga itu lagi setelah satu tahun bercerai rasanya seperti membuka luka lama kembali. Gaara dia menyadari kekhawatiran rekan kerjanya yang baru ia kenal selama satu minggu setelah kepindahannya, Pria itu menyandarkan tubuhnya kedua lengan kokohnya masih memegang roda setir dihadapannya.
"Kau ingin mundur?" Tanya Gaara, Ten Ten menoleh kearahnya, surai coklatnya yang biasa ia cepol kini bebas terurai, ia hanya menggunakan tank top hitam, jeans dan jaket kulit berwarana Hitam.
"Kau bercanda?" Ujarnya, Gaara mengalihkan pandangannya kedepan
"Jangan berbohong, dari raut wajahmu semuanya terlihat jelas. Aku bisa turun dan atasi ini sendiri." Ujarnya, Tenten menyandarkan tubuhnya.
"tidak, kita bisa lanjutkan. Aku baik-baik saja." Ujarnya.
"Kau yakin?" Gaara meyakinkan sekali lagi partner kerjanya dan Ten ten mengangguk mantap, Gaara menyodorkan sebuah flashdisk kepadanya.
"Langsung dari komputer Hyuga Neji, Mengerti? Aku akan membobol akun emailnya dari sini." Ujarnya, Ten Ten mengangguk mengerti lalu wanita itu keluar dari mobil.
Wanita cantik itu memegang sebuah Tas ransel coklat dan flashdisknya tersimpan dengan aman di dalam kantung jaketnya. Saat ia berada didepan gerbang besar itu dua orang petugas keamanan menghadangnya yang akan masuk kedalam. Seorang pria dengan rambut seperti mangkuk dan pria lainnya yang memakai kacamata hitam.
"anda sudah datang." Ujar pria bersurai gelap dan memakai kacamata hitam
"Target ada didalam?" Tanya Ten Ten, Lee pria yang menggunakan pakaian ketat berwarna hijau dan rambut hitam potongan mangkuknya menggeleng.
"Dia berangkat kekantor pagi-pagi sekali. Hanya ada adiknya didalam." Ten ten mengangguk mengerti
"Shino kau bisa bobol akses ke ruang kerjanya?" Tanya ten ten.
"Ya, aku sudah mengganti sidik jari dan scan kornea matanya dengan milik anda dan identitas anda juga sudah dipalsukan." Ujar Shino.
"Aku ingin bantuan lagi." Ujar Ten ten
"Gaara ada disana, dia akan mengakses langsung e-mail milik Hyuga Neji, salah satu dari kalian harus tinggal dengannya. Mengerti?" Ujarnya, Lee mengangguk dan pergi kearah yang di maksud Ten Ten
"Shino kau ikut aku." Ujar wanita muda itu. Ten ten mengganti pakaiannya menjadi pakaian seorang bodyguard ia memakai earphone agar bisa berkomuni kasi dengan Gaara, wanita itu juga memakai wig berwarna pirang platina dan lensa kontak berwarna hijau untuk penyamarannya. Saat ia masuk kedalam mansion dengan penyamaran seperti ini, sebelumnya Shino di perintahkan Neji untuk mencari satu lagi mantan FBI yang bisa di pekerjakan sebagai pengawal pribadi, dan Shino juga Lee sebenarnya adalah orang suruhan Itachi dan Sasuke yang sudah di tempatkan disana sejak Itachi kembali ke Jepang untuk menggali informasi dan mengankses data rahasia perusahaan Hyuga.
"Shino-san…" Keduanya berhenti, Hanabi gadis itu menggunakan Croptee berwarna Hitam dan hontpants berwarna maroon, ia menggunakan Sneakers wedges berwarna Hitam dan tas ransel merah, kedua tangannya memegang beberapa buku diktat, Ten ten melirik jam sekarang sudah jam 10.
"Aku akan pergi ke kampus, apa aku boleh mengemudi sendiri?" tanyanya, ia berjalan medekat, sepasang manik lavendernya memandang Ten Ten dengan curiga.
"Dia adalah petugas keamanan baru yang diminta Neji-sama…" ujar Shino, gadis itu mengalihkan pandangannya dari Ten ten dan memandang Shino lagi
"Baiklah, berikan saja kunci mobilku, aku akan menyetir sendiri. Konohamaru tidak bisa menjemputku hari ini." Ujarnya, Shino mengambil kunci mobil Porche milik gadis Hyuga itu dan memberikannya kepada Hanabi.
"Selamat bekerja." Ujar Hanabi sebelum meninggalkan mereka berdua.
"Kau yakin sudah aman?" Tanya Ten ten
"Hiashi dan Neji sudah berangkat kekantor tadi pagi, aku bisa pasti kan itu." Ujar Shino,
"Bagaimana dengan CCTVnya?" tannya Ten ten
"Aku sudah mematikan hampir semua yang terpasang disudut ruangan ini. Tidak aka nada yang mencurigai kita." Ujarnya, Ten ten mengangguk mengerti,
"Ten ten, kau bisa dengar aku?" Suara gaara mengalun dan terdengar dari earphone yang terpasang di telinganya.
"Ya, aku sudah masuk." Ujar Ten Ten
"bagus, akses komputernya sekarang. Aku sudah dapat sandi akunnya." Ujarnya, Tenten duduk dikursi kebesaran Neji, kedua tangannya bergetar saat ia akan mengakses komputer pribadi pewaris kerajaan bisnis Hyuga itu.
"Sudah. Apa yang harus ku lakukan sekarang?" Ujarnya
"Unduh file yang ada di dalam flashdisk itu." Ujar Gaara
"Kemana aku harus mengunduhnya? Website ke polisian atau Youtube?" Tanyanya gaara menghela nafas pelan.
"keduanya. Lakukan dengan cepat, ada mobil lain masuk kedalam rumah itu." Ujar Neji.
"Kau gila?" dengan tangan gemetaran Ten Ten melakukan apa yang di perintahkan gaara padanya sementara Shino dengan siaga memegang pistol dan menunggu di ambang pintu ruang kerja Hyuga Neji.
"seseorang datang, Ten Ten-san, cepatlah." Ten ten memandang cemas kearahnya, data yang di unduhnya sudah mendekati tujuh puluh lima persen, ia mengetukkan jarinya dengan tidak sabar.
"Bisa beritahu aku siapa yang datang, Gaara-san?" Ujar tenten, tepat saat itu sudah terunduh seratus persen.
"Hyuga Neji, keluar dari sana secepat mungkin aku akan menghapus jejakmu di emailnya." Ujar Gaara, Wanita itu mengangguk setelah me-logout akunnya wanita itu mematikan komputer pribadi Hyuga Neji dan setelah mencopot flash disknya ia melangkah keluar bersama Shino. Ten ten keluar dari pintu belakang agar tidak berpapasan dengan Neji, wanita cantik itu mengambil jalan memutari mansion mewah itu sebelum akhirnya bisa keluar dan melewati gerbang dengan selamat. Ia membuka penyamarannya, wig pirang platinanya ia lepas, lensa kontaknya juga dan membuangnya ketempat sampah. Wanita itu berjalan kembali dan masuk kedalam mobil Audi R8 berwarna hitam milik Gaara, setelah Lee keluar ia masuk dan duduk di sebelah kapten FBI muda itu.
"Bagus, setidaknya kau tidak ceroboh seperti kebanyakan agen wanita di Jepang." Ujarnya, Ten ten mendelik kearah pria bersurai merah itu.
"Aku hampir terbunuh. Kenapa bisa sampai Hyuga Neji kembali?" Gaara menutup layar Macbooknya dan meletakkannya di jok belakang, ia menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan anggun keluar dari kompleks perumahan mewah itu.
"Aku tidak tahu, mungkin ada berita baru tentang penurunan saham perusahaannya." Ujar Gaara. Ten ten menyandarkan tubuhnya dan menghela nafasnya berat.
"Aku ada tugas untukmu." Ujar Gaara, pria itu mengambil map berwarna merah maroon dari jok belakang dengan mudah dan memberikannya kepada Ten ten.
"Temukan posisi Omoi dan Darui. Aku akan berangkat ke Kobe besok bersama Sasori dan Itachi untuk melacak Hidan." Ujarnya, Tenten membaca NDA milik kedua tersangka pembunuhan itu.
"Bagaimana dengan kasus Kakuzu?" Tanya Ten ten.
"Setelah Video itu tersebar, biarkan kepolisan yang mengurusnya, tapi kalau dia tidak di tendang keluar juga dari kepolisian, berarti dia punya dukungan seseorang yang cukup kuat dibelakangnya. Aku juga ingin kau cari tahu tentang bukti apa saja yang di temukan di tempat kejadian kecelakaan maut Sakura Uchiha." Ujar Gaara
"Baiklah, ada lagi?" Tanya Ten ten
"Untuk saat itu saja dulu. Aku masih melakukan penelitian tentang kasus lain yang menyangkut keluarga mereka." Ujarnya, Ten ten mengangguk mengerti.
Uchiha's Corporation
Itachi memandang layar Macbooknya dengan puas, sebuah rekaman polisi Korup dengan seorang anggota mafia Yakuza yang bekerja sama dengan Hyuga tersebar luas di dunia maya. Gaara. Calon adik ipar Sasori itu pasti dalang di balik semuanya. Pria itu menyandarkan tubuhnya pelan ke kursi berlengan kebesarannya. Ia tidak pergi kekantor hari ini, dokternya masih bersi keras melarangnya untuk beraktifitas. Hyuga, ia penasaran bagaimana reaksi Kakuzu tentang ini, apa yang akan di lakukan Neji selanjutnya untuk melindungi ayah dan adiknya? Dan bahkan dirinya sendiri.
"Sayang?" Pria itu menoleh, Hana muncul diambang pintu kantornya, wanita itu menggunakan kemeja berwarna putih dan hotpants jeans, dia memang ibu dari ketiga anaknya tapi dia tetap terlihat cantik.
"ya?" tanyanya,
"Kiba sudah datang." Mengangguk lalu bangkit dari tempat duduknya, pria itu menggunakan sandal rumahnya, ia hanya menggunakan celana jeans dan kemeja hitam yang di keluarkan dan kedua lengannya terlihat, surai darkbluenya ia biarkan terikat longgar.
"Kiba." Ia menuruni tangga menyambut adik iparnya itu yang kini sedang mendengar celotehan Meiko, pria Uchiha itu memberikan pelukan singkat kepada adik iparnya sebelum duduk bersebrangan.
"Meiko bermainlah diatas dengan adikmu ya? Tou-chan dan kaa-chan harus bicara dengan paman Kiba." Ujar Itachi, Meiko mengangguk paham dan turun dari pangkuan pamannya sementara Hana bergabung dengan mereka dan membawa satu buah botol berisi Dry White dan tiga buah gelas kaca.
"Satu hal yang aku tahu Nee-chan alkohol akan memperparah rahimmu." Hana mengangkat kedua bahunya tak acuh, ia menuangkan kedalam masing masing gelas itu Dry white dan beberapa buah kubik es batu.
"bagaimana?" Tanya Itachi, Kiba tahu apa yang dimaksud kakak iparnya itu.
"Berjalan lancar. Sakura hamil, itu terakhir yang kudengar." Ujarnya, Itachi menaikkan sebelah alisnya lalu mendengus kesal
"Dasar Sasuke, kenapa tidak bisa menunggu sebentar saja." Ujarnya,
"bagaimana si jalang itu?" kali ini suara hana yang dingin memecah keheningan
"Aku membuatnya mengalami kondisi yang sama dengan mu, tenang saja." Ujar Kiba, ia memandang iba kearah kakaknya.
"Kau benar-benar serius mau minum alkohol Nee-chan? Tapi rahim mu…"
"operasi pengangkatannya sudah dilakukan minggu lalu." Ujar Hana, wanita itu menegak lagi alkoholnya, saat ia akan menuangkannya lagi tangan Itachi menahannya
"Tidak. Satu gelas aku bisa mentolerirnya, lebih dari itu tidak akan." Ujar Itachi, Hana terlihat akan protes
"Aku membutuhkan Alkohol." Ujar Hana,
"Kau tidak membutuhkan apapun. Hana hentikan." Kali ini Itachi merebut paksa gelas Kristal Istrinya
"Biarkan aku minum." Itachi menggeleng tegas.
"Tidak. Satu gelas, itu batas yang bisa ku tolerir, kau sedang dalam tahap pemulihan dan kau juga harus memikirkan si kembar, kau perlu menyusui mereka." Ujarnya Hana menyandarkan tubuhnya ke sofa, sementara Itachi merangkulnya dalam pelukan hangatnya.
"sejak kapan kakakku jadi sentiment begitu?" Tanya Kiba, Itachi menghela nafasnya, ia mengecup puncak kepala Istrinya.
"Sejak jalang itu merusak rahimnya." Ujarnya, Hana mengangkat kepalanya
"Aku takut kau pergi itu kenapa aku menjadi stress begini." Ujarnya,
"aku tidak akan kemana-mana, kau tahu itu. Saat aku bersumpah akan mencintaimu dalam kondisi apapun dan sampai kapanpun itu berate selamanya." Ujarnya, Kiba tersenyum melihat mereka berdua.
"Well, setidaknya aku bisa percaya kau akan menjaganya dengan baik." Ujar Kiba, Itachi tersenyum samar.
"Kau menginap?" Tanya Itachi, Kiba mengangguk
"Apartementku ku jual sebelum berangkat ke Amerika, jadi aku belum mencari apartement baru lagi di Jepang. Aku akan tinggal disini kalau kau tidak keberatan, hanya untuk sementara tentu saja." Ujar Kiba
"Kau bisa tinggal selama yang kau mau." Ujar Itachi, keduanya masih berbincang tentang hal lain sampai ponsel sulung Uchiha itu berdering.
"ada apa Sasori?" tanyanya,
"Kiba sudah tiba di jepang?" Itachi melirik Kiba yang dib alas dengan tatapan bertanya oleh pria Inuzuka itu.
"ya, dia bersamaku. Ada apa?" Tanya Itachi
"Gaara dan aku akan melacak posisi Hidan besok. Gaara membutuhkanmu dan Kiba." Itachi menaikkan sebelah alisnya
"baiklah, aku mengerti." Ujar Itachi,
"Gaara ingin meminta informasimu tentang dua jasad yang di kuburkan saat itu. Ia ingin tahu siapa yang terbakar didalamnya, terutama supir pribadi adik iparmu." Itachi terdiam,
"Aku mengerti, jam berapa aku bisa menemui kalian dan dimana?" Tanya Itachi
"Besok, jam delapan tepat di rumahku." Ujar Sasori.
"Aku mengerti, sampai bertemu besok." Ujarnya, Hana memberikan pandangan bertanya pada suaminya itu tapi lagi Itachi hanya menggeleng dan menolak membahasnya lebih lanjut.
"Kita akan bertemu Sasori dan Gaara besok, Kiba." Ujar Itachi
"baiklah, aku ingin istirahat dulu, permisi Nii-san,Nee-chan." Setelah berkata begitu pria bersurai coklat itu meninggalkan mereka.
"Mau katakana sesuatu padaku?" Tanya Hana, Itachi menoleh dan mengecup pelan bibir wanita yang sudah di nikahinya selama hampir Sembilan tahun ini.
"Tidak sekarang sayang. Nanti." Ujarnya, lalu ia beranjak dar tempatnya duduk dengan Hana mengikutinya.
Sakura's Hotel room, Los Angles USA
Sasuke masih memandnag map coklat di hadapannya, pria itu membukanya dan membacanya sekali lagi, Surat perceraian. Ia sudah memutuskan hal itu, ia tidak bisa terikat dalam ikatan suci seperti pernikahan dengan seorang wanita yang sudah membunuh anaknya dan mencoba membunuh istrinya, lagi pula Sakura masih hidup dan sudah kembali kepadanya. Pria itu menghela nafasnya, Sakura baru keluar dari kamar mandi dan mengamati Sasuke yang memejamkan matanya dan menyadarkan tubuhnya kesofa. Wajahnya terlihat lelah dan mulai di tumbuhi janggut yang membuatnya terlihat lebih tua dari usianya. Sakura menghampiri pria itu dan menyingkirkan map coklat milik suaminya itu keatas meja membuat Sasuke tersentak dan membuka matanya.
"Kau lelah, mandilah air hangatnya sudah siap." Sasuke tersenyum Samar, ia menyentuh perut Sakura.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Aku harap kau mau mejawabnya." Ujar Sasuke, Sakura memandnag bertanya suaminya itu.
"Apa? Katakanlah." Manik hitam Sasuke memandnag kearahnya, ia menyentuh pipi Sakura yang kini bertambah Chubby setelah hambil tiga bulan.
"Ini ada kaitannya tentang kecelakaanmu, aku tak ingin membuat mu stress tapi aku harus menanyakan semuanya." Ujar Sasuke,
"Sasuke… Kau tahu kau bisa tanyakan itu." Ujar Sakura, Sasuke melihat rasa takut dan tersiksa itu di wajah istrinya.
"Tidak apa-apa, kalau kau takut kita bahas ini lain kali saja. Aku mandi dulu." Ujarnya, pria itu mengecup kening Sakura dan perutnya
"Sudah dengar kalau Hinata dipukuli kemarin malam?" Sasuke menghentikan langkahnya
"belum, dan aku tidak mau tahu." Ujarnya, Sakura berjalan mendekat
"rahimnya rusak parah. Kakamu dan Kiba terlibat, tapi sibodoh Kiba membawanya keapartementnya dan memanggil dokter." Ujar Sakura,
"aku tak ingin membahasanya Sakura, aku bahkan tidak peduli tentang hal itu. Dia pantas mendapatkan itu, oke? Aku ingin mandi." Ujar Sasuke, Sakura mengangguk wanita itu tidak mau ambil pusing tentang sikap Sasuke, belakangan ini pria itu memang sedang banyak fikiran entah karena apa. Sakura mengganti pakaiannya, ia duduk di sofa yang berada di tengah ruang hotelnya, ia memainkan liontin kalungnya. Haruskah dia ceritakan semuanya kepada Sasuke? Ia takut dan tak mau membayangkan masalalunya dan kecelakaan mobil yang dialaminya. Baginya mengingat itu sama saja dengan mencoba bunuh diri. Ia bahkan tak kuat membayangkan kalau saat itu dia melihat sendiri darah keluar dan mengalir ke kakinya, ia bahkan tak kuat melihatnya dan memikirkan kalau dia kehilangan putranya yang kurang dari duabulan akan lahir kedunia itu.
Sakura mengelus perutnya yang masih rata. Ia tak bisa menyembunyikan ini dari suaminya selamanya kan? Bagaimanapun juga wanita yang membantu Itachi dan dirinya saat itu membuatnya berhutang banyak saat itu dan supir sialan dan temannya itu juga pantas mendapatkannya. Sasuke keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang menggantung dipinggangnya, tanpa banyak bicara pria yang sudah di nikahinya selama lima tahun mengenakan pakaiannya dengan cepat dan duduk disampingnya.
"Aku akan menceritakannya." Ujar Sakura, Sasuke menoleh kearahnya.
"Semuanya. Aku akan menceritakan semuanya." Ujar Sakura, Sasuke merangkul wanita itu kedalam pelukannya, membiarkan wanita itu mencari posisinyamannya sebelum menceritakan semuanya.
"Bicaralah, aku akan mendengarkan." Ujar Sasuke, pria itu menggenggam tangan Sakura yang sudah gemetaran.
"aku baru kembali dari check up rutin hari itu, Hinata menelfon ku dan dia mengingatkan kalau kami ada janji bertemu, dia bilang dia ingin membicarakan proyek fashion line pertama kami yang akan di pamerkan di ajang New York Fashion Week tahun itu." Sakura terdiam sesaat.
"aku mempercayainya, kau tahu aku sangat menyayanginya seperti saudaraku sendiri. Jadi tanpa memikirkan hal negatif yang lain aku pergi, aku sempat berpapasan dengan Hana-nee dan Itachi-Nii di rumah saat aku mampir sebentar kerumah ibu untuk mengambil Tab ku. Dia berusaha mencegahku untuk pergi, aku sempat bertengkar dengan Hana-nee karena dia membicarakan hal buruk tentang Hinata dan aku tetap nekat pergi hari itu. Untungnya Itachi-nii ternyata mengikutiku. Di Tab itu ada rancangan yang akan ku luncurkan saat New York Fashion Week, aku berencana meberikan rancangan itu untuk di proses dengan Hinata, rencananya saat itu aku tidak akan hadir karena kandunganku sudah hampir menginjak delapan bulan dan dokter tidak menganjurkan untuk pergi keluar negri dengan pesawat.
Kami bertemu di sebuah restaurant di Osaka. Aku belum pernah kesana sebelumnya, Hanabi yang memberikanku alamatnya." Ujar Sakura
"Hanabi? Bagaimana gadis itu bisa terlibat?" Tanya Sasuke
"Aku tidak tahu tapi, Hanabi menghubungiku dia bilang Hinata sedang rapat di Osaka dengan beberapa client kami tapi dia tidak bilang yang mana, dia hanya memberiku alamat restaurant itu dan John membawaku kesana.
Saat aku tiba Hinata belum ada disana, aku menunggunya selama kurang lebih sepuluh menit, barulah setelah itu ia datang. Aku masih ingat dia menggunakan setelan resmi kantornya dan kami masih berbincang sebentar. Aku memberikan hasil USG kenzo yang terakhir untuk dia simpan, aku juga ingin dia bahagia karena kebahagiaan yang aku rasakan. Aku tidak berbicara lama dengannya, Itachi-nii menelfonku dan memintaku untuk pulang. Jadi aku pulang langsung pamit pada Hinata untuk pulang kerumah lebih awal karena aku tahu kau pasti akan mengkhawatirkan ku, pertemuan hari itu, aku belum sempat meminta izin padamu untuk pergi.
Aku minta John untuk mengantarku pulang tapi pria itu justru mengemudikan mobilnya kearah lain, dia mengemudikan mobil itu dengan cepat dan sengaja menabrakkannya ke truk yang melaju dari arah lain. Mobilnya terbalik, saat itu aku mencium bau bensin yang menyengat dan rasa sakit di perutku, aku melihat darah keluar dari kakiku dan saat itu aku tahu kalau aku kehilangan dia. Mobil Itachi-nii datang, ia berusaha menarikku keluar tapi seorang pria berkulit hitam lainnya menghajarnya, aku melihat Hinata di sana bersama Neji. Aku meminta Tolong tapi wanita itu memandang datar padaku, ia menjatuhkan korek yang menyala tak jauh dari mobilku, pria itu berhasil menjatuhkan Itachi-nii ia tak sadar dan melihat itu mereka pergi. Aku sudah pasrah waktu itu, aku lebih baik mati dari pada hidup tanpa anakku." Sasuke memeluk wanita yang di cintainya itu, hatinya sakit mendengar detik-detik kecelakaan itu dari mulut wanitanya langsung.
"Seorang wanita yang tak ku kenal namanya datang, saat itu. Jalanan sepi sekali Sasuke-kun. Daerah itu bukan tempat yang biasa dilewati orang banyak. Itachi-Nii Sadar, ia menyadari api sudah semakin besar dan hampir menyambar mengenai badan mobil. Wanita itu dan Itachi-nii membuka paksa pintu mobil dan menarikku keluar, wanita itu berusaha menyelamatkan John, Itachi-nii memintanya untuk pergi tapi wanita itu tak mendengarkannya sama sekali. Itachi-nii menarikku menjauh dari tempat itu dan membawaku ke mobilnya, tepat saat itu terdengar suara ledakkan dari mobilku." Ujar Sakura, Sasuke terdiam untuk sesaat.
"Kenapa kau tidak menghubungiku segera setelah itu?" Tanya Sasuke
"Aku keguguran, Itaci-Nii membawaku kerumah sakit segera mungkin dan saat aku sadar aku di rumah sakit di Osaka, bayiku keguguran dan rahimku melemah. Aku masih syok karena pengkhianatan sahabatku sendiri dan kematian wanita yang menolongku. Itachi-nii sudah akan menelfonmu tapi aku melarangnya. Aku memintanya untuk pergi ketempat lain dan membalas dendam. Aku ingin Hinata merasa bersalah, aku ingin dia mimpi buruk setiap malam dan mati ketakutan, aku ingin membuatnya merasa berada di neraka saat ia merasakan surga saat bersamamu, itu kenapa aku tidak kembali padamu." Ujar Sakura, Sasuke memejamkan matanya
"Kau sudah disini, dan Kami-sama memberikan kesempatan sekali lagi bagiku untuk menjagamu dan menjadi seorang ayah. Dengarkan aku, mulai sekarang aku yang akan melakukan semuanya untukmu. John Hashibara, dia adalah pembunuh bayaran yang di sewa keluarga Hyuga. Mereka pasti sudah merencanakan ini sejak jauh-jauh hari terlebih Neji adalah orang yang merekomendasikan supir itu padamu." Sakura mengangguk setuju.
"Gaara minta aku menanyakan ini padamu. Dia sudah menemukan dua orang pembunuh bayaran yang di sewa keluarga Hyuga tapi aku belum bisa memastikan siapa salah satu dari mereka yang menjadi John. Entah Omoi atau Darui." Ujar Sasuke, Sakura meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya, detak jantung Sasuke adalah melodi terindah yang pernah ia dengar.
"Aku mencintaimu." Ujar Sakura, mempererat pelukannya
"Aku tahu, aku juga mencintaimu. Kita kerjakan pekerjaan ini, lalu kita kembali ke Jepang setelah itu baru kita selesaikan semua kasus ini dan hidup bahagia lagi. Aku tidak mau kehilanganmu sekali lagi." Ujarnya, Sasuke mengambil map coklat miliknya dan berdiri.
"kau mau kemana?" Tanya Sakura,
"Aku harus memberikan surat perceraian ini kepada Hinata. Aku tidak bisa berpura-pura kau sudah mati dan menikmati pernikahan bisnis ini dengan iblis sepertinya." Sakura mengangguk mengerti
"Kau adalah satu-satunya dan selamanya akan tetap begitu. Yang pertama dan yang terakhir. Itu adalah dirimu Sakura." Ujar Sasuke sebelum pergi meninggalkan wanita itu sendirian.
Kantor kepolisan Tokyo, Tokyo Jepang
Kakuzu memang sedang dibebas tugaskan tapi dia tetap kekantor polisi untuk melakukan beberapa 'tugas tambahan' dari Hyuga Neji setiap minggunya. Minggu ini adalah jadwalnya mengurus izin pengiriman barang dan pemeriksaannya, ia berharap Hyuga sulung itu sudah merubah bentuk narkotikanya agar lebih mudah untuk diselundupkan. Pria itu baru saja akan duduk di mejanya dan menulis laporan palsu untuk meloloskan 'bosnya' dalam pengiriman narkotik itu dan barang illegal lainnya saat ia melihat seluruh petugas kepolisian berkerumun menjadi satu di salah satu meja rekan kerjanya.
"Yang benar saja, pantasnya nama polisi jelek dimata masyarakat ternyata semuanya ulahnya."
"Gila, kalau begini kepercayaan masyarakat akan menurun kepada kita."
"bisa-bisanya ya dia? Ckckck …. Dia yang melakukan kesalahan itu dan kita yang terkena imbasnya." Mendengar bisik-bisik rekan kerjanya hal itu membuatnya penasaran pria itu melangkah maju lalu melihat apa yang dilihat teman-temannya.
"ada apa? Apa yang kalian lihat?" sontak semua kepala menoleh kearahnya dan memberikan pandangan muak, mereka satu persatu bubar dan kembali kemeja mereka.
"hey, aku bertanya ada apa?" ujarnya sekali lagi, tak ada yang menjawab akhirnya ia melihat sendiri apa yang dilihat rekan-rekan kerjanya.
"Letnan Kakuzu." Ia menoleh, kepala kepolisian Tokyo berdiri dibelakangnya,
"ikut aku sekarang Juga." Ujarnya, Kakuzu dalam hati menyumpah akan menemukan siapa pelakunya, pria itu dengan terpaksa mengikuti langkah kaki kepala kepolisian Tokyo itu kekantornya.
TBC. Sempet selama dua haru stuck gimana caranya mau lanjut fic ini wkwkwkkw tapi akhrnya hari ini bisa juga setelah empat jam bermain dengan fantasi gw buat nyelesain part ini. Ada yang bingung dengan kasus Sakura jadi aku bikin Sakura membuka sendiri kejadiannya disini, dan yang bingung dengan pelaku pengeroyokan Hinata juga aku harap udah puas sama jawaban yang saya kasih. Saya ga akan mendiscontinue Fic ini dan You All I Wanted karena saya menghargai sekali semua yang nge-fave dan kasih review, saya Cuma harus mencari inspriasi buat lanjut makanya updatenya agak lama. Untungnya UN udah kelar YEAY! I got my fredoom back LOL, terimakasih buat yang udah setia menunggu dan medoakan saya. Saya harap Chap ini mengobati kerinduankalian dan kalian puas.
Buat yang minta contact Social media Saya ini saya kasih.
FB : Florentina Dewi
Twitter : falexandreia13
Instagram : falexandreia13
: Falexandreia13
Line: falexandreia13
Wkwkkwkw aku kasih semua tuh biar ga pada kepo LOL
RNR ya mina…..
Aphrodite Girl 13
