Stronger

Disclaimer : Naruto is belong to Masashi Kishimoto, but Sasuke is MINE #dibakarsakura

Warning : OOC, Aneh, Gaje, Typo and Miss Typo bertebaran dimana-mana, penulisan tidak menggunakan kaidah EYD yang benar #apadah

Author Bacot Area : Okeh, akhirnya setelah ehemsetengahtahunlebihehem Aphro menghilang dari dunia perfanfic-an Indonesia#eh?, saya balik lagi tapi kali ini bawa FF pair Sasusaku, hehehehe Enjoy this one guys, Mind To RNR Mina?

"Apa yang kau lihat saat ini pada diriku,

Itu bukan aku yang sebenarnya.

Dendam, amarah, keputusasaan,

keinginan kuat untuk memiliki mu lagi

tak bisakah kau lihat itu dimataku saat ini?

yang kau lihat pada diriku saat ini, hanya sebuah topeng

Kantor Kepolisian Tokyo, Tokyo Jepang

Kakuzu keluar dari ruangan atasannya, ia mengacak-acak rambutnya dengan gusar. Sialan, hari ini benar-benar sialan. Seseorang sudah mengunggah Video rekaman traksaksinya dengan salah satu anggota Yakuza kepercayaan keluarga Hyuga. Brengsek, siapa yang berani mengunggah video itu. Kakuzu berjalan kemejanya, beberapa rekannya memandangnya tajam dan berbisik-bisik tentangnya membuatnya semakin gusar.

"Apa? Apa yang kalian bicarakan dibalik punggungku itu?" ujarnya, melihatnya yang gusar begitu, rekan-rekannya tak mau ambil pusing dan sambil mengumpat kembali mengerjakan aktifitas mereka. Kakuzu mengambil ponselnya dan mengubungi Hyuga Neji.

"Hei… Aku tidak bisa memproses pengirimannya sekarang." Ujar Kakuzu ia sudah siap-siap akan mendengar Hyuga Neji meledak diseberang sana.

"Apa maksudmu tidak bisa? Aku sudah membayarmu, Brengsek!" Ia memejamkan matanya, polisi itu keluar dari kantor polisi dan meluapkan kekesalannya

"Aku di scors! Seseorang mengunggah Video transaksiku dengan salah satu mafia kepercayaan mu." Ujarnya,

"Siapa? Sialan! Sudah kubilang kau seharusnya berhati-hati. Cari tahu siapa yang melakukannya dan segera hubungi aku." Dengan tiga kalimat terakhir itu sambungan telfon diantara mereka terputus, Kakuzu memandang layar ponselnya geram.

"Dia menyuruhku untuk menyelundupkan narkotika dalam jumla besar, lalu dia juga menyuruhku menyimpan bukti pembunuhan berencananya selama ini, dia juga memintaku menyelidiki Guiliana Akasuna, sekarang dia memintaku mencari tahu siapa yang mengunggah Video itu. Benar-benar sialan, dia fikir dia itu siapa? Kalau aku buka mulut dia pasti akan membusuk di penjara." Ia menendang kaleng beer yang dia buang sembarangan ke tepi jalan lalu sambil terus menggerutu ia masuk kembali kedalam kantor polisi.

Akasuna Mansion, Tokyo Japan

Lamborghini Aventador berwarna hitam itu memasuki pekarangan rumah mewah milik Akasuna Sasori dengan anggun, lalu terpakir dengan rapih tepat dibelakang Porche GT Carera milik Sasori yang terparkir di depan pintu masuk. Itachi dan Kiba turun dari mobil milik sulung Uchiha itu dan masuk kedalam, tak lama kemudian sebuah audi R8 berwarna hitam menyusul parkir di belakangnya, seorang pemuda bersurai merah dan wanita bersurai kecoklatan turun dari dari mobil mewah itu.

"Anda Yakin bisa mengandalkan para pengusaha ini dan Inuzuka Kiba?" Tanya Ten Ten sebelum masuk kedalam,

"ya, mereka itu sahabat dan salah satunya adalah calon kakak iparku, mereka juga bukan pengusaha sembarangan. Ayo masuk!" ujar Gaara, pria itu menyerahkan sebuah map Coklat berisi NDA orang-orang yang terlibat akan pembunuhan Sakura Uchiha.

Saat ia memasuki ruang tamu mansion mewah itu Akasuna Sasori sudah disana bersama dengan Kiba dan Itachi. Ketiga pria itu tengah mendiskusikan sesuatu sambil meminum segelas Campage, ia tidak tahu apa yang mereka bicarakan, lagi pula ia berani bertaruh ini tentang bisnis.

"Gaara…" Kiba-lah yang pertamakali membuka suara saat kapten FBI muda itu memasuki ruangan.

"Kiba…" ia berjabat tangan sebentar lalu duduk di sebelah Ten Ten di sofa empuk berwarna hitam milik Sasori.

"Apa yang ingin kau bicarakan denganku, Gaara?" kali ini Itachi yang membuka suara, Kiba menyerahkan dua buah data NDA yang dimiliki Omoi dan Darui.

"Kau saksi mata percobaan pembunuhan itu. Aku ingin tahu apakah dua orang ini terlibat kasus percobaan pembunuhan adik iparmu." Ujar Gaara, Itachi membuka kedua map tersebut dan mengangguk

"Sasuke bilang salah satu dari mereka menyamar menjadi John Hashibara. Pria keturunan Afroamerika-Jepang, dari salah satu diantara mereka siapa yang menyamar menjadi John?" Tanya Gaara lagi,

"Omoi." Ujar Itachi, pria itu memejamkan matanya saat mengingat kejadian empat tahun yang lalu itu.

"Sudah kuduga. Aku hanya melihat Darui beraksi sendirian selama ini, ternyata benar dugaan ku." Ujar Gaara

"bagaimana kau tahu mereka terlibat?" kali ini Sasori membuka suara

"mereka adalah pembunuh bayaran professional, tergabung dengan kelompok Yakuza yang sama seperti yang biasa di sewa keluarga Hyuga. Mereka juga terkait dengan sejumlah pembunuhan yang di lakukan keluarga Hyuga." Ujar Gaara,

"Lalu siapa wanita yang membantu mu Itachi? Kau tahu identitasnya?" Itachi menaikkan sebelah alisnya mencoba mengingat tapi nihil, wanita bersurai pirang dan berkulit gelap itu tidak menyebutkan namanya.

"Aku tidak tahu. Dia bahkan tidak menyebutkan namanya. Dia hanya seorang pengendara yang kebetulan lewat dan membantuku untuk berdiri dan mengeluarkan Sakura. Dia mengira kalau Omoi bukanlah penjahat dia mencoba menyelamatkan pria itu, aku sempat mencoba membujuknya tapi dia tidak mendengarkan, tepat pada saat aku menyeret Sakura menjauh mobil itu meledak." Ujar Itachi, Gaara mengangguk mengerti

"adalagi Gaara?" Kali ini Sasori, Gaara menggeleng

"Aku sudah menyelidiki lokasi kemungkinan kita bisa menemukan Hidan. Aku ingin tahu apa di sekitar situ atau di mobil yang hangus terbakar ada bukti yang tertinggal." Ujar Gaara

"Kalaupun ada pasti akan hangus terbakar." Ujar Kiba, Gaara termenung sesaat

"kami optimis akan menemukan petunjuk." Ujar ten ten

"aku tidak yakin tapi, Sakura masih mengenakan kalung dan cincin pernikahannya. Tidak ada lagi yang tersisa." Ujar Itachi, Gaara terdiam.

"Apa hasil pemeriksaan palsu yang saat itu dilaporkan kepada Sasuke-san, Itachi-san?" ujar Ten ten,

"mobilnya terhantam mobil lain dari arah berlawanan, merusak mesinnya dan tangki bensinnya bocor." Ujar Itachi,

"Apa ada seseorang yang menyulut api?" Tanya gaara lagi, Itachi mengangguk

"Hinata, tepat setelah ia menyuruh Darui menghajarku dan membuatku tak bisa bangun sama sekali. Ia menjatuhkan korek gas dalam keadaan menyala." Ujarnya, Gaara mengangguk

"Seharusnya ada barang-barang Omoi yang tersisa atau paling tidak korek apinya. Kalau ada sidik jarinya dan kita bisa buktikan itu Hinata, kita bisa meringkusnya." Ujar Gaara, Mereka mengangguk setuju

"lebih baik kita berangkat sekarang, mencari seseorang bukan hal yang mudah." Ujar Gaara, Itachi dan Yang lainnya mengangguk setuju

"Kita lebih baik berpencar Gaara, lebih menghemat waktu." Ujar Itachi, Gaara terdiam sebentar, ada dua tempat kemungkinan dimana Hidan berada. Ia menimbang sebentar sebelum mengangguk setuju.

"Baiklah, kita berpencar. Ten ten. Kau ikut aku." Ujar Gaara, mereka lalu keluar dari rumah mewah milik Akasuna Sasori itu dan pergi kearah berlawanan.

Kantor Kepolisian Tokyo, Tokyo Jepang

Kakazu memandang kesal layar komputernya. Dia seharusnya sudah meninggalkan kantor polisi tapi dia bisa bertahan dengan dalih mengerjakan pekerjaannya yang tersisa sebelum menjalani masa hukumannya. Alih-alih mengerjakan tugasnya polisi korup itu justru melacak jejak si peng-upload video transaksinya dengan mafia Hyuga. Bukan Kakuzu namanya kalau ia tidak turun tangan dan memastikan kalau dia yang akan menghajar orang itu sendiri dengan tangannya.

Dengan lincah polisi korup itu menjalankan aksinya, ia membuka website kepolisian dan youtube lalu entah apa yang dia lakukan dengan kedua perangkat lunak itu tahu-tahu alamat lengkap Hyuga Mansion dan keterangan lain beserta akun dan identitas pengguna email dan lokasinya terbaca jelas. Video itu di upload kemarin pagi jam sepuluh, di Hyuga Mansion dengan akun e-mail Hyuga Neji dan dari ruang kerjanya di istana megah itu. Brengsek, dia membabi buta dirinya saat ia melaporkan hal itu kepada Neji, ternyata pria sialan itu yang melakukan itu kepadanya. Tak perlu fikir panjang lagi, Kakuzu menutup semua akses komputernya dan memantikannya, lalu melangkah keluar dari kantor kepolisian dengan gusar.

"Neji Hyuga…" geramnya, bersamaan itu ia menekan layar ponselnya dan memanggil kontak yang ia tuju

"Ada apa? Kau sudah dapatkan siapa pelakunya?" suara diseberang sana bertanya dan membuat perutnya mual,

"Cih, lucu sekali Hyuga. Jangan berani macam-macam denganku, kau hanya pura-pura tidak tahu kan?" ujar Kakuzu lagi

"Apa maksudmu aku pura-pura tidak tahu? Apa yang kau maksud itu?" ujar Neji lagi, Kakuzu menggeram

"Kau yang meng-upload Video itu, kau tidak akan bisa mengelak lagi sekarang. Video itu di unggah dari akun e-mailmu dan lokasinya adalah kantor mu di Hyuga Mansion, pukul sepuluh pagi." Ujar Kakuzu, Neji terdiam sesaat

"Kau gila? Untuk apa aku melakukannya, kalau aku melakukan itu untuk menghancurkan mu itu namanya tindakan bunuh diri, kau pasti akan buka mulut soal semua kerja sama kita dan aku juga pasti akan hancur, buat apa aku melakukan hal itu?" Kakuzu terdiam lagi

"Lalu siapa? Kau fikir ada yang bisa menyadap komputermu dan masuk kedalam Hyuga Mansion tanpa kau ketahui?" ujar Kakuzu lagi, Neji terdiam ia teringat akan dua orang bodyguardnya, Shino dan Lee.

"Aku belum bisa pastikan, aku akan menghapus Video itu dan selesaikan semua masalah ini. Kau hanya perlu diam dan tutup mulut." Ujar Neji

"Aku sedang di hokum sekarang dan kepala kepolisian pasti akan mengadukan ini. Aku bisa di pecat!" ujarnya, lagi

"aku akan menyuap bos mu itu, bodoh! Jadi tenang saja dan kembalilah bekerja. Aku ingin kau lakukan satu hal lagi." Kakuzu menggeram mendengarnya

"Apa lagi?" bentaknya

"Bukti pembunuhan Sakura yang kau temukan di sekitar lokasi kejadian. Kau masih menyimpannya?" Kakuzu menaikkan sebelah alisnya bingung. Ah… kalung Hinata dan korek api juga sebuah dompet milik Sakura.

"Ya, masih aman tersimpan. Aku masih menyimpannya." Ujar Kakuzu

"Bagus, aku ingin kau menghancurkannya." Ujar Neji, Kakuzu menghela nafasnya dia tidak bodoh

"Tidak. Aku akan menyimpannya, setelah kau selesaikan masalah ku ini aku baru akan menghancurkannya, sebelum itu aku akan menyimpannya bersama dengan bukti kematian pasangan Akasuna." Ujar Kakuzu sebelum mematikan ponselnya.

Los Angles, USA

Sakura dan Sasuke juga Hinata tengah duduk berhadapan disebuah restaurant. Wanita merah jambu duduk di sebelah suaminya sementara Hinata duduk bersebrangan dengan mereka. Wanita indigo itu memandang tidak suka kearah Sakura yang sampai detik ini masih ia ketahui sebagai Guiliana Akasuna. Seorang pelayan datang dan menuangkan merlot ke gelas mereka namun saat tiba pelayan itu akan menuangkan Anggur merah itu ke dalam gelas Guilliana, Sasuke menghentikannya.

"Dia tidak minum. Aku minta di ganti saja dengan Jus strawberry." Ujar Sasuke kepada pelayan restaurant itu, Hinata meraih gelas Kristal berkaki panjangnya dan menyesap red winenya.

"Kau tidak minum? Ini seperti bukan kau, Guiliana." Ujar Hinata, Sasuke memandang tajam kearah wanita Indigo itu.

"dia sedang tidak bisa minum Red Wine Hinata, untuk saat ini itu tidak baik untuk kondisinya." Ujar Sasuke, seorang pelayan datang dengan membawa segelas Jus Strawberry dan makanan pembuka mereka malam ini.

"Sasuke-kun, tidak biasanya kau mengajakku keluar makan malam seperti ini saat ulang tahun pernikahan kita, terimaksih karena sudah mengingat…"

"Aku mengajakmu bukan karena ingin merayakan ulang tahun pernikahan kita, Hinata. Kau tahu aku tidak pernah berniat menikahimu." Ingin rasanya Sakura tersenyum Sekarang tapi dia memilih untuk diam dan meminum pelan jus strawberrynya.

"benarkah, lalu kenapa kau meminta ku untuk datang?" Tanya Hinata lagi, Sakura merasa tak nyaman sekarang, beruntungnya rasa mual kembali menghantamnya

"Aku ingin ke toilet sebentar." Sasuke memandang Sakura sebentar

"Kau yakin? Kau tidak ingin kembali kekamar hotel saja?" Tanya Sasuke lagi, Hinata tercekat perhatian Sasuke kepada Guilliana sama persis seperti perhatian Sasuke kepada Sakura saat waita merah jambu itu tenga mengandung Kenzo dulu.

"Tidak aku bisa sendiri. Hanya mual, aku permisi sebentar." Ujarnya, mual? Hinata memandang Sasuke bingung

"Dia tidak sedang…" Sasuke memandang wanita yang sudah berstatus istrinya selama empat tahun itu, pria itu mengangguk mengiyakan pertanyaan Hinata

"Sasuke-kun, tapi bukan anakmu kan?" ujar Hinata, Sasuke tidak menjawab dia mengeluarkan sebuah map coklat dan memberikannya kepada Hinata

"apa ini?" Tanya Hinata

"Buka Saja." Hinata mengangkat sebelah alisnya bingung dengan kata-kata Sasuke, wanita itu membuka amplop coklat yang disodorkan oleh pria Uchiha itu dan membacanya perlahan, dadanya sesak ia memandang Sasuke dengan mata berkaca-kaca

"cerai?" ujarnya, Sasuke mengangguk mantap, ia memejamkan matanya

"Aku sudah tahu semua yang kau lakukan kepada Sakura. Aku tahu apa yang kau lakukan kepada keluargaku, kau mengancam ibuku, dan mencoba membunuh kakakku dan Sasori, kau bahkan sudah menghancurkan hidup kakak iparku, sudah tidak ada alasan lagi untukku untuk mempertahankan sandiwara ini." Ujar Sasuke

"Apa ini karena dia? Karena wanita itu hamil dan itu anakmu?" ujar Hinata suara wanita itu naik satu oktaf dari biasanya beruntung mereka memilih tempat VIP dengan privasi tertutup

"Ya dan segudang alasan yang kukatakan sebelumnya." Ujar Sasuke

"Kenapa? Aku memintamu untuk melihatku sekali ini saja kenapa tidak bisa kau kabulkan itu? Kenapa kau tidak bisa memberikan aku kesempatan? Kau bilang kau hanya mencintai Sakura, lalu kenapa sekarang kau bisa mencintai Guilliana?" ujar Hinata, Sasuke memandang tajam kearahnya

"Kau yang sudah merusak kesempatan mu sendiri, Hinata. Dan aku tidak pernah mencintai wanita lain, aku hanya mencintai Sakura." Ujar Sasuke

"Tapi kau…Guilliana dia bukan Sakura, kau mencintai dia bahkan dia mengandung bayimu!" Ujar Hinata, Sasuke memejamkan matanya

"Dia bukanlah Guilliana Akasuna, Bukan juga adik dari Sasori. Dia adalah istriku yang kau coba bunuh empat tahun yang lalu, dia adalah Uchiha Sakura, Hyuga Hinata." Kedua bolamata lavendernya terbelalak tak percaya

"Kau bilang tadi dia siapa?" ujar Hinata

"Sakura Uchiha. Lain kali saat kau mencoba melenyapkan Itachi, kau harus memastikan dia benar-benar sudah mati. Tepat setelah kau dan gerombolan mafiamu itu pergi dia sadar dan menolong istriku, tapi sayangnya dia tidak bisa menolong Kenzoku." Ujar Sasuke

"Ku peringatkan untuk menjauh dari istriku dan keluargaku, atau kali ini aku akan benar-benar membunuhmu dan keluargamu. Kita bertemu di pengadilan dua minggu lagi." Ujar Sasuke, pria itu melangkah meninggalkan Hinata

"Aku tidak akan menanda tanganinya. Aku tidak akan pernah bercerai dan melepaskanmu, kita tidak akan pernah bertemu di pengadilan! Kau tidak akan bisa menyentuhku atau keluarga ku, aku yang akan membunuh Jalang sialan itu!" ia menjerit dan merobek dokument itu

"JAGA MULUT MU HYUGA HINATA!" kali ini Sasuke meraung dan menggantam pintu ruangan VIP tempat mereka makan membuat Hinata terdiam

"Kau akan menandatanganinya dengan sukarela atau dengan cara lain. Kalau aku harus menekanmu, itu yang akan ku lakukan." Ujar Sasuke lalu pria itu keluar dari ruangan VIP restaurant dengan hamper seluruh mata memandnag kearahnya, Sakura sudah berdiri dihadapannya, anak rambut yang membingkai wajahnya terlihat berantakkan.

"kita kembali kekamar atau kau mau makan ditempat lain?" Tanya Sasuke, Sakura memandang Hinata yang terduduk di lantai ruang VIP, hatinya berdenyut sakit melihat itu. Ia menggelengkan kepalanya, wanita itu sudah membunuh anaknya dan merenggut kebahagiaannya dia tidak boleh mengasihaninya.

"Aku ingin makan yang lain. Ada restaurant kecil yang enak di sekitar sini, aku ingin makan di sana. Mereka bilang Steak dan sup asparagusnya enak sekali." Ujar Sakura, Sasuke mengangguk mengerti lalu ia menggandeng tangan wanitanya keluar dari gedung hotel mewah itu setelah membayar bill makan malamnya.

Osaka, Jepang

Itachi dan Gaara menghentikan mobil sport mereka didepan sebuah bengkel mobil yang berada dipinggiran kota ten, Gaara dan Itachi keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam bengkel tersebut. Seorang pria dengan surai merah se leher datang menghampiri mereka.

"Aku ingin bertemu dengan Hidan. Dia ada?" Tanya Gaara, Pria itu mengamati mereka sesaat

"ya, akan ku panggilkan sebentar." Ujar Nagato,

"Ten ten, hubungi Sasori dan Kiba untuk menghentikan pencarian kami sudah menemukan Hidan dan informasikan kita akan bertemu lagi di rumah Sasori." Ujar Gaara, Ten Ten mengangguk patuh akan perintah atasannya itu sementara ia menelfon seorang pria berambut pirang platina menghampiri mereka.

"Ada yang bisa saya bantu?" ujarnya, Gaara melangkah maju dan memperlihatkan lencana FBI miliknya

"Aku Gaara, kapten FBI Jepang dan dia adalah Itachi Uchiha." Mendengar Nama Itachi di sebut dan melihat ayah tiga anak ini melangkah maju membuat Hidan terkejut.

"Ah…Uchiha-san ada yang bisa saya bantu?" ujar Hidan.

"empat tahun yang lalu, adik iparku Uchiha Sakura mengalami kecelakaan di tebing tidak jauh dari sini. Aku dengar dari Letnan Kakuzu kalau kau adalah montir yang di tugaskan untuk membantunya menyelidiki hal mencurigakan pada mobil adik iparku. Kami sedang membuka kasusnya kembali apa ada sesuatu yang mencurigakan?" Tanya Itachi, Hidan terdiam sesaat lalu menggeleng

"Seingatku tidak…" ujar Hidan ragu, Gaara dengan cepat memaahami keraguan di wajah montir muda itu

"Apa ada sesuatu yang janggal?" Tanya Gaara, Hidan terdiam lagi

"Kondisi mobilnya bagus sebelum kecelakaan, dan yang rusak itu hanya bagian pengemudi yang penyok dan tanki bensinya yang bocor, mobilnya memang terbakar karena mobil itu memang meledak tapi ada beberapa bagian yang tidak hangus sepenuhnya." Ujarnya,

"Ah… Aku menemukan dompet milik Nyonya Uchiha, dan ponselnya yang terlempar keluar, selain itu di tempat kejadian ada sebuah korek api tidak jauh dari lokasi mobil dan sebuah gelang kaki bertuliskan Hinata." Ujar pria itu,

"lalu, kepada siapa kau memberikan semua bukti itu?" Tanya Gaara,

"aku menghubungi kepolisian dan Letnan Kakuzu datang untuk mengambilnya." Ujarnya, Itachi mengepalkan tangannya

"apa ada lagi yang lainnya?" Tanya Gaara

"ah iya, ada sebuah kartu identitas yang tercecer di dekat pintu pengemudi, hampir terbakar sebagian tapi nama dan foto orangnya masih terlihat jelas, seorang pria berkulit hitam, aku rasa ia berdarah asing." Ujar Hidan,

"Semuanya ada pada Kakuzu?" Tanya Itachi meyakinkan sekali lagi

"aku yakin ada padanya, Tuan. Karena aku lah yang memberikan bukti-bukti itu secara langsung kepadanya." Gaara mengangguk mengerti

"Terimakasih atas bantuannya, Hidan." Ujar Gaara, ia mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan montir itu begitu juga dengan Itachi dan Ten Ten,

"kita bicarakan ini di rumah Sasori nanti, Itachi." Ujar Gaara, Itachi mengangguk mengerti lalu masuk kedalam mobilnya dan mengendarainya kembali ke Tokyo.

La Samuels restaurant, Los Angeles, USA

Sakura memotong daging steaknya lalu memasukkannya kedalam mulutnya, rasanya seperti menelan bola karet. Ia tidak bisa menikmati makan malamnya dengan Sasuke, mual-mualnya benar-benar parah dan hatinya masih berdenyut mengingat kondisi Hinata yang menyedihkan. Ia tidak ingin goyah, tapi ia merasa bersalah entah untuk apa. Oh… dasar mood swing ibu hamil sialan! Dia benar-benar tidak bisa mengontrol dengan pintar emosinya.

"Ada apa?" Tanya Sasuke, Sakura menaikkan alisnya dan menggeleng

"katakan padaku ada apa, Sakura?" ujar Sasuke lagi

"Aku hanya merasa kasihan dengan Hinata." Ujarnya, Sasuke menghentikan gerakan garpu dan pisaunya yang tengah memotong steaknya

"Aku tidak. Itu hukumannya." Ujar Sasuke, lalu ia kembali makan

"kenapa kau tidak belajar mencintainya Sasuke-kun?" Tanya Sakura, Sasuke menaikkan alisnya

"kau mengharapkan itu?" Sakura buru-buru menggeleng

"maksudku bukan begitu, tentu aku mengharapkan kau setia seperti ini." Ujar Sakura

"Aku hanya bingung, dia wanita cantik dan anggun tapi ku akui dia memang seorang rubah betina yang jahat." Ujar Sakura

"Nah, sekarang kau tahu kenapa aku tidak akan bisa mencintainya. Aku lebih menyukai seekor singa betina sepertimu ketimbang seekor rubah betina seperti dia lagi pula, kau adalah wanita yang cantik dan anggun dimataku. Tidak ada yang lain." Ujar Sasuke, Sakura tersenyum dan kembali melanjutkan makan malamnya

"apa kita akan kembali ke Jepang besok?" Tanya Sakura, Sasuke mengangguk megiyakan.

"Aku sudah merindukan Kaa-san." Ujar bungsu Uchiha itu, Sakura hanya tersenyum menanggapinya

"Sudah kabar dari Itachi-nii dan Gaara?" Tanya Sakura lagi, Sasuke menggeleng

"kalau sudah mereka pasti akan menlfonku, Sakura. Jangan khawatir, kita pasti akan segera menyelesaikan kasus ini secepat mungkin." Ujar Sasuke lagi, Sakura mengangguk setuju

"aku ingin pastikan semua keluarga Hyuga menderita." Ujar Sakura, Sasuke menggenggam tangan wanitanya

" aku tahu, dan kau akan medapatkannya" ujar Sasuke lagi.

Hyuga Mansion, Tokyo Japan

Neji masuk dan membanting pintu masuk kasar. Sulung Hyuga itu masuk keruang tengah membuat adik bungsunya meringsut ketakutan ke sudut ruangan, tak ingin menggubris Hanabi Neji duduk di hadapan layar TV miliknya dan mengamati rekaman CCTV di ruangannya dan seluruh mansion seharian ini.

"Dimana Shino dan Lee?" Tanyanya, kepada Hanabi gadis enambelas tahun itu menggeleng

"Aku tidak tahu Nii-san, terakhir aku melihatnya dia bersama seorang bodyguard baru yang kau minta…"

"bodyguard baru? Aku tidak meminta siapapun untuk mencari pengawal baru Hanabi!" ujar Neji gusar

"brengsek! Aku minta kalian lacak dia sekarang juga aku tidak mau tahu bagaimana caranya tapi bawa mereka kehadapanku!" ujar Neji lagi, sementara pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

Akasuna Mansion, Tokyo Japan

Hari sudah larut saat mereka tiba di mansion mewah itu Itachi duduk di sofa dan memijit pelan dahinya. Bukti kuat ada di Kakuzu, kemungkinan besar bukti yang lain juga ada di tangannya. Masalahnya adalah bagaimana caranya untuk masuk mengambilnya kembali?

"Apa yang kalian dapatkan dari Hidan?" Tanya Kiba,

"ada beberapa bukti di tempat kejadian saat dia dipanggil untuk menderek bangkai mobil Sakura kebengkelnya." Ujar Gaara

"Bukti? Bukti seperti apa?" Tanya Sasori

"dompet dan ponsel milik Sakura yang terlempar keluar, korek api dan gelang kaki milik Hinata serta ID card yang kemungkinan bisar adalah milik Omoi." Ujar Itachi,

"dimana bukti-bukti itu sekarang?" Tanya Kiba lagi

"begitu mendapatkan buktinya dia menghubungi pihak kepolisian dan Kakuzulah yang mengambil dan menyimpan semua itu. Apa ada bukti seperti itu saat penyelidikan, Itachi-san?" ujar Ten ten, Itachi menggeleng lemah

"aku bahkan baru tahu tentang itu semua sekarang." Ujarnya, Ten Ten mengangguk mengerti

"Aku takut kalau Kakuzu akan melenyapkan bukti itu." Ujar Itachi

"dia tidak akan melakukannya, dia pasti menyimpannya untuk menjatuhkan Hyuga kalau sampai ia terseret dan dia dirugikan. Aku yakin itu, kita harus merebutnya kembali setidaknya bukti-bukti itu cukup kuat untuk menuntut Hinata dan saudara-saudaranya." Ujar Gaara

"Aku juga mencurigai dia menyimpan bukti untuk kasus yang lainnya." Ujar Itachi, Sasori menoleh kearahnya

"Maksudmu?" tanyanya lagi, Itachi menyandarkan tubuhnya

"Dia menyimpan bukti pembunuhan kedua orangtuamu, Sasori." Ujar Itachi lagi, Suasana ruangan itu menjadi hening untuk seketika.

TBC. Hehehhee aku ga bisa prediksi tinggal berapa chap lagi FF ini tapi yang pasti kayaknya ga lama lagi bakal kelar. Heheheh so, aku harap ini ga terlalu terburu-buru dan memuaskan kalian semua, terimakasih sudah membaca, saya harap kalian masih berkenan mengisi kolom review di kotak review saya. Kritik dan Sarannya saya tampung kok.

Aphrodite Girl 13