Stronger
Disclaimer : Naruto is belong to Masashi Kishimoto, but Sasuke is MINE #dibakarsakura
Warning : OOC, Aneh, Gaje, Typo and Miss Typo bertebaran dimana-mana, penulisan tidak menggunakan kaidah EYD yang benar #apadah
Author Bacot Area : Okeh, akhirnya setelah ehemsetengahtahunlebihehem Aphro menghilang dari dunia perfanfic-an Indonesia#eh?, saya balik lagi tapi kali ini bawa FF pair Sasusaku, hehehehe Enjoy this one guys, Mind To RNR Mina?
"Apa yang kau lihat saat ini pada diriku,
Itu bukan aku yang sebenarnya.
Dendam, amarah, keputusasaan,
keinginan kuat untuk memiliki mu lagi
tak bisakah kau lihat itu dimataku saat ini?
yang kau lihat pada diriku saat ini, hanya sebuah topeng
Uchiha Mansion, Tokyo Japan
Ibiki memarkirkan mobil mewah itu dengan anggun di depan pintu masuk rumah utama keluarga Uchiha, Sasuke turun bersama Hinata, setelah mengantar Sakura kerumah Sasori ia dan Hinata memutuskan untuk kembali kerumah besar ini, Sasuke ingin tahu bagaimana kelanjutan kasus pembunuhan Sakura yang sedang di selidiki ulang. Hinata mengikutinya dari belakang wanita itu mencoba tenang sekalipun fikirannya berantakan dan tubuhnya bergetar ketakutan. Perusahaan ayahnya bangkrut, Itachi ternyata sadar kalau dia pembunuh Sakura dan Sekarang Sasuke akan menceraikannya. Cerai. Kata-kata itu terasa di teriakkan dengan lantang berkali kali dalam benaknya. Mereka menghentikan langkahnya saat melihat Mikoto dan Fugaku sudah menghampiri mereka dan memeluk Sasuke. Mikoto hanya memandang datar kearah Hinata yang sudah mencoba membunuh putra sulungnya.
"Sasuke, Aku senang kembali. Kemana Guiliana?" Tanya Mikoto, Sasuke membalas senyum ibunya itu dan menjawab
"Aku mengantarnya pulang kerumah Sasori-nii sebelum kesini. Kaa-san aku minta tolong, suruh Ayame merapihkan kamar tamu hari ini." Ujar Sasuke, ketiga orang yang ada bersamanya menatapnya bingung
"Apa kita akan kedatangan tamu, Sasuke?" Tanya Fugaku, bungsu Uchiha itu menggeleng sebagai balasan.
"tidak, aku yang akan pindah kekamar itu." Ujar Sasuke, Mikoto memandangnya dan menantunya itu bergantian
"kalian bertengkar?" Tanya Mikoto
"Kami sudah memutuskan bercerai. Aku sudah meminta pengacaraku untuk membuat surat perceraiannya setelah kami menandatanganinya Hinata harus segera keluar dari sini." Ujarnya dingin, Fugaku dan Mikoto melihat satu sama lain dan wajah putra mereka
"Aku tidak mau, Sasuke-kun. Perceraian ini semuanya idemu, sejak awal aku tidak setuju, aku tidak melakukan kesalahan apapun." Ujarnya bersikeras, Sasuke berbalik dan memandang Hyuga Hinata dengan sepasang irish kelamnya.
"Kau masih belum mengerti juga ya? Kau mencoba membunuh kakakku, menipu keluarga ku, mencelakakan kakak iparku dan keponakan kembarku, kau juga pelaku pembunuhan Sakura empat tahun yang lalu." Ujarnya, mendengar seluruh penuturan putra bungsu mereka baik Fugaku dan Mikoto terkejut
"Kau… Kau benar-benar wanita Jalang sialan!" kali ini Mikoto maju nyaris menampar wanita itu, beruntungnya Hinata ia tidak jadi terkena tamparan Mikoto berkat Sasuke dan Fugaku yang menghalanginya.
"Aku tidak melakukannya, aku tidak pernah melakukan hal sekejam itu. Bukan aku pelakukanya, Sasuke-kun kau bahkan tidak punya buktinya, bagaimana bisa kau menuduhku seperti ini." Ujar wanita itu
"Kau mau bukti? Akan kuberikan bukti itu secepatnya. Lihat dirimu sekarang, Hinata. Kau benar-benar menyedihkan." Ujarnya, Mikoto memandang tajam wanita itu
"Kau tahu apa yang kau lakukan? Bahkan langit tak akan menerima mu dan bumi enggan kau pijak. Kau sudah menghancurkan keluargaku, membuat kami mederita dan kehilangan Sakura dan cucu laki-laki pertama kami, seorang yang seharusnya menjadi pewaris berikutnya.
Bagaimana bisa kau membunuh seorang bayi yang bahkan belum lahir? Bayi sahabatmu sendiri yang bahkan tak akan bisa menyakitimu Hinata? Apa yang Sakura dan Putraku lakukan padamu, apa yang keluargaku lakukan kepadamu? Kau seorang wanita, seharusnya kau tahu bagaimana rasanya kehilangan putramu!" ujar Mikoto, kedua tungkainya lemas mendengar berita itu, Sasuke menopang tubuh ibunya saat wanita itu nyaris pinsan
"kau benar-benar tekutuk, kau dan seluruh keluargamu. Katakan pada Hiazhi aku akan menuntut balas atas semua yang kau lakukan pada keluargaku. pergi dari sini sekarang juga, Ibiki akan mengantarmu kembali ke Hyuga Mansion." Ujar Fugaku
"Tou-san, aku bersumpah bukan aku. Aku tidak melakukan itu, Sasuke-kun aku tidak tahu apa-apa, apapun yang di katakan oleh Itachi-nii itu tidak benar. Sama sekali tidak benar." Ujarnya, Sasuke memandang nanar kearah wanita itu, ia selalu menganggap Hinata sebagai adiknya, tapi apa yang dia dapat sebagai balasan benar-benar membuatnya muak, ia dan Sakura terpisah selama empat tahun, mengalami itu saja ia merasa seperti jiwanya sudah direbut paksa dari raganya, ditambah fakta kalau putranya menjadi korban, bayi yang bahkan belum mengenal ayah dan ibunya dan memiliki kesempatah melihat dunia, bayinya yang masih dalam kandungan istrinya sudah lama meninggal, saat mendengar itu ia merasa seperti tak ada lagi harapan baginya untuk bertahan, bagaimana bisa ia memaafkan wanita ini sekarang.
"Aku selalu menganggap mu sebagai adikku, Hinata. Tapi yang kau lakukan saat ini, ini benar-benar membuatku membencimu. Apa yang sudah aku lakukan padamu, hah? Pergilah, kau dengar apa yang dikatakan Tou-san." Ujarnya, Hinata menggeleng dan menghapus air matanya ia berlutut sekarang dan memeluk kaki Sasuke
"aku tidak akan meninggalkanmu, tidak akan pernah. Aku akan disini, aku tidak akan setuju untuk bercerai. Tidak akan." Ujarnya lagi, Sasuke melepaskan kedua tangan wanita itu dengan kasar
"Keluar." Ujarnya
"Sasuke-kun…"
"Apa kau tuli? Aku bilang Keluar!" tepat pada saat itu juga Ibiki masuk kedalam mansion mewah mereka
"Ibiki, bawa Hinata kembali kerumah orangtuanya." Ujar Fugaku, Ibiki mengangkat koper wanita itu, Hinata berdiri dan memandang Sasuke
"Surat cerainya akan langsung aku kirim kerumah ayahmu. Kita bertemu di persidangan dua minggu lagi." Ujarnya, Sasuke menggendong ibunya yang kini benar-benar tidak kuat bahkan untuk berjalan karena syok dan marah kekamar kedua orangtuanya.
"Aku akan panggilkan dokter Kabuto. Tolong Kaa-san, jangan terlalu di fikirkan aku akan menangani ini semua, aku hanya butuh Kaa-san sehat." Ujarnya, Mikoto menangkupkan kedua telapak tangannya ke wajah putranya, ia membelai sayang surai dark blue milik putra bungsunya
"Kau sudah tersiksa selama empat tahun ini, bagaimana bisa aku tidak khawatir? Sasuke, kami semua kehilangan Sakura dan bayi kalian. Aku hanya tidak menyangka selama ini aku bisa memintamu mempertahankan pernikahan mu dengan wanita iblis itu dan membuatmu terjebak seperti ini." Ujarnya
"aku tidak apa-apa. Saat itu juga keluarga kita tidak tahu apa-apa tentang Hinata." Ujar Sasuke, Mikoto memandnag kedalam irish kelam putranya
"apa yang terjadi pada Itachi karena berurusan dengan Hinata itu, aku tidak ingin terjadi lagi kepadamu atau kepada Itachi. Jangan berurusan lagi dengannya, setelah bercerai dengan Hinata langsung putuskan hubungan dengan keluarganya, baik bisnis dan hubungan yang lainnya. Kau mengerti?" ujar Mikoto, Sasuke mengangguk mengerti
"Kaa-san istirahat dulu disini, aku akan menghubungi dokter Kabuto. Kami akan baik-baik saja, jadi tolong jangan di fikirkan." Ujarnya, Mikoto mengangguk dan membiarkan Sasuke meninggalkannya.
Hinata menghentikan langkahnya, ia membiarkan Ibiki menunggunya di samping pintu bagian penumpang saat mobil Lamborghini aventador milik Itachi memasuki pekarangan. Pria itu memarkirkan mobilnya di belakang mobil yang akan di tumpangi Hinata lalu keluar dari sana bersama Hana.
"wah… ada yang ingin pergi lagi? Kau baru sampaikan, kenapa sudah mau pergi lagi?" Tanya Hanya, wanita ini, Hinata memandang Itachi yang sejak tadi mempertahankan sikap diamnya dan memandang datar kearahnya
"Kau…" ia menunjuk wajah Itachi, menahan rasa sakit di perut bagian bawahnya Hinata maju dan memukul dada bidang sulung Uchiha itu dengan tas tangannya
"Kau yang menyewa orang-orang itu untuk menyelakaiku, kau yang membuatku menderita seperti ini. Kau sadar apa yang sudah kau lakukan, aku akan kehilangan rahimku!" ujar Hinata, Hana menghentikan aksi brutal Hinata terhadap suaminya itu membuat wanita indigo itu hampir terjengkang kebelakang.
"kau membabi buta suamiku karena hal itu? Hah… yang benar saja, kau seharusnya selidiki siapa yang melakukan itu.."
"Hana…" wanita bersurai coklat itu menoleh kebelakang dan melihat Suaminya menggeleng pelan
"Mereka sebenarnya suruhan kakakmu, tapi mereka sekarang berbalik menyerang kakakmu." Ujar Itachi, Hinata memandang tak percaya pria uchiha dihadapannya
"ingat yang kau lakukan pada istriku, Hinata?" Tanya pria itu, suara sedingin serpihan e situ tepat menghujam jantungnya
"Aku menuntut balas untuk itu, mereka adalah sindikat kakakmu yang berhasil di tangkap Kiba di pelabuhan New Jersey dua tahun yang lalu. Kakak mu menyuap hakim New Jersey saat itu agar dia bebas dari tuntutan tapi dia tidak melakukan hal yang sama dengan orang-orang yang merupakan sindikat narkotika kakakmu. Mereka kabur. Kalau Neji tidak terlalu sibuk dengan uang dan wanita simpanannya seharusnya dia menyadarinya.
"aku balik menyewa mereka, untuk menghajarmu. Jadi, bagaimana rasanya terancam tidak memiliki Rahim dan tidak berguna, huh?" ujar Itachi, pria itu memandang tajam kearah Hinata yang kini memandangnya dengan tatapan yang sama
"kau akan membayar untuk semua ini Itachi." Ujarnya, Itachi melipat kedua tangannya di dada dan mencondongkan tubuhnya kearah Hinata
"Pastikan kau melunasi dulu seluruh hutang keluarga mu terhadapa keluarga Uchiha dan Akasuna sebelum melakukannya." Ujar Itachi lalu ia pergi meninggalkan Hinata bersama Hana. Dan masuk kedalam mansion keluarga Uchiha.
Sasuke masuk keruang kerja kakaknya begitu ia mendengar suara Itachi dan Hana di koridor lantai dua, melihat adiknya masuk kesana itachi bergegas menyusulnya. Sasuke sudah duduk di sofa letter u di tengah ruangan kantor kakaknya itu dengan segelas malrot di tangannya, ia menyesapnya.
"Ada perkembangan baru?" Tanya Sasuke, Itachi mengambil gelas kristalnya dan menuangkan Dry White kedalamnya.
"Ya, Ada bukti yang ditemukan di lokasi kecelakaan Sakura." Sasuke menggenggam erat gelas kristalnya
"Aku sudah mengantar Sakura kerumah Sasori, aku rasa itu tempat yang aman saat ini." Ujar Sasuke, Itachi mengangguk setuju.
"Video polisi Korup itu, itu kerjaan mu dan Gaara-kan?" Tanya Itachi, Sasuke mendecih pelan dan mengangguk
"Aku tidak puna cara lain untuk memancing tikus seperti Kakuzu. Apa dia dipecat?" Tanya Sasuke, Itachi ikut bergabung dengan adiknya dan menggeleng
"Neji membayar atasan Kakuzu dan Videonya sudah di hapus satu jam setelah beredar. Walau begitu sudah ramai menjadi pembicaraan di Tokyo. Dia di Scors untuk beberapa minggu." Sasuke menandaskan gelas berisi anggur merahnya itu dan mengisi ulang gelasnya lagi.
"kau bilang ada bukti yang di temukan. Bukti apa?" Tanya Sasuke,
"Dompet dan ponsel istrimu, sebuah gelang kaki milik Hinata dan korek api gas yang di gunakannya untuk membakar mobil istrimu juga sebuah kartu identitas milik Omoi yang di temukan sudah terbakar nyaris setengahnya di dekat badan mobil." Sasuke meletakkan gelasnya
"Dimana bukti-bukti itu sekarang?" ujarnya, Itachi menegak Dry Whitenya hingga tandas lalu menyandarkan tubuhnya
"Kakuzu." Sasuke memijit pelan keningnya,
"Kau sudah geledah rumahnya?" Tanya Sasuke lagi, Itachi menggeleng pelan
"Belum. Aku tidak kepikiran sama sekali." Sasuke mendelik kearah kakaknya,
"Aku saja kalau begitu. Aku akan suruh anak buahku melakukannya." Ujarnya, lalu pria Uchiha itu keluar dari ruang kantor kakaknya dan pergi kekamarnya.
Sasuke mengambil ponselnya, pria itu menekan tombol panggilan cepat pada layar ponselnya dan setelah itu nada sambung terdengar diseberang sana.
"Sasuke-sama." Suara seorang pria menyapa pendengarannya,
"Hn. Aku ada tugas untuk kalian bertiga." Ujarnya, Sasuke beranjak dari tempatnya duduk, pria itu mengamati meja rias milik Hinata dan membuka lacinya, tidak ada yang penting dia akan menyuruh ayame membersihkan sampah ini besok,
"Kau tahu Letnan Kakuzu?" Tanya Sasuke,
"Ya, Sasuke-sama. Apa yang anda ingin kami lakukan kepadanya?" Tanya orang itu
"kau tidak perlu menyakitinya, Juugo. Aku hanya ingin kau menggeledah rumahnya, cari barang bukti pembunuhan istriku Sakura. Dompet, ponsel, tas, dan kalung juga gelang kaki Hinata." Ujarnya,
"Baik, Sasuke-sama. Kami akan melaksanakannya besok pagi." Ujarnya,
"Jangan terlalu terburu-buru, pria itu sedang di skors. Kemungkinan besar dia akan berada dirumah seharian." Ujarnya,
"Kami akan cari tahu kapan dia meninggalkan rumah itu, Sasuke-sama." Ujar Juugo lagi
"Aku mengandalkan kalian. Kabari aku secepatnya." Ujarnya, Sasuke menutup telfonnya, ia membuka laci meja rias Hinata, tak ada apa-apa yang mencurigakan. Ia baru saja akan menutup kembali laci itu saat tabung plastik bening berisi beberapa kapsul berwarna biru, menggelinding dan tertangkap indra pengelihatanyya.
"Apa ini?" ia mengamati tabung itu, ia tidak pernah melihatnya sebelumnya. Sasuke mengambilnya dan menyimpannya didalam kantungnya. Ia akan tanyakan ini kepada Sasori besok pagi, ia mengambil sisir milik Hinata, ada beberapa helai rambut disana. Pria itu menaikkan sebelas alisnya, lalu senyum sinis melengkung di bibirnya. Dia punya rencana.
Destello's Bar
Gaara, Tenten dan Kiba juga beberapa orang kepercayaan di Tim Tenten hari ini memutuskan untuk melepas penat di bar mahal malam ini. Ini bukan idenya, tentu saja bukan. Gaara. Atasan barunya itu yang mentraktir mereka untuk minum, dia bilang untuk merayakan keberhasilan mereka menyadap kantor Hyuga Neji kemarin dan membuat Kakuzu di scors selama beberapa minggu, tidak hanya itu rasanya Kepulangan kembali rekan lama bosnya itu dari Amerika merupakan salah satu alasan kuat Gaara mengajak mereka minum di bar ini.
"Pesan saja, aku yang bayar." Ujar kapten muda FBI itu, tenten mengangguk dan menyuruh Lee memanggil pelayan, wanita itu melepas kuncir cepol surai coklatnya dan membiarkan rambut panjangnya terurai bebas. Penat sehabis bekerja dan penyelidikan di Osaka hari ini membuatnya gila.
"Kerjamu bagus saat menyusup kedalam rumah mantan suamimu itu." Ujar Gaara, pria itu sudah menyalakan rokoknya dan menghisapnya
"Kau seorang perokok?" Tanya Tenten
"Tidak sering, aku hanya merokok saat aku ingin." Ujarnya, Tenten mengangguk wanita itu mengalihkan pandangannya ia melihat kesekeliling bar banyak pasangan yang sudah bergabung kelantai dansa saat seorang DJ memulai dentuman musik dari tempatnya bekerja. Tenten meraih gelasnya dan menegak beernya, sepasang irish coklatnya itu terpaku saat memandang Hyuga Neji masuk melalui ambang pintu bar mahal itu dengan seorang wanita. Dia tidak berubah.
"Itu dia kan?" Tenten menoleh, hanya tinggal gaara disana, Shino dan Kiba sudah kabur kelantai dansa duluan.
"Siapa yang kau maksud?" Tanya Ten, pria itu menaikkan kedua bahunya
"Mantan suamimu, dia disana kan? Arah jam tiga?" Gaara menunjukk kearah pria itu dengan rokoknya.
"Ya. Persetan dengan itu, aku tidak ingin membahas apa yang pria itu lakukan dengan jalang murahan yang ia sewa malam ini." Gaara tersenyum geli, pria itu menggeleng lalu mematikan rokoknya, ia berdiri dari tempatnya duduk
"Apa yang mau kau lakukan?" Tanya Tenten saat pria itu sudah meraih pergelangan tangannya
"Memeberinya pelajaran. Dia harusnya merasa rugi mencampakkan seorang wanita cantik, jenius dan berani sepertimu." Ujarnya, lalu ia membawa Tenten kelatai dansa
"Kau sudah gila ya? Kau seorang agen FBI!" ujar Tenten, Gaara menghentikan langkahnya dan memandang wanita itu
"Aku seorang pria biasa saat menghabiskan waktuku disini, seorang detektif juga membutuhkan malam untuk bersenang-senang." Ujarnya, Tenten menyentakkan tangannya
"Kalau begitu sewa saja pelacur murahan di sini atau tidurlah dengan mereka." Ujarnya sambil menunjuk wanita pegawai bar yang sedang mengantar minuman.
"Aku bukan mantan suamimu, Tenten. Wanita seperti mereka itu bukan tipeku dan melakukan one night stand dengan wanita yang baru ku kenal juga bukan gayaku sama sekali." Ujarnya enteng, ia baru akan melangkah lagi tapi wanita itu menghentikan langkahnya.
"Tunggu, lihat itu." Ujarnya, Gaara mengikuti arah pandang wanita bersurai coklat itu, Kakuzu ia berjalan melewati kerumunan orang yang tengah berdansa dan mengampiri Neji.
"Mereja pasti Ingin membicarakan sesuatu, Gaara." Ujarnya, Gaara memandang kearah gerombolan orang itu, Tenten mungkin benar.
"Ya, apa rencanamu?" Tanya Gaara, Tenten membisikkan sesuatu ke telinga pemuda itu membuat sudut bibirnya terangkat.
"Sekarang lihat siapa yang menginginkannya." Ujar Gaara, Tenten mendelik kearah pria itu
"Aku melakukannya untuk menguping mereka, kita bisa saja dapatkan informasi penting dari mulut sialan mereka itu dan aku tidak seburuk itu di lantai dansa." Ujarnya, Gaara mengangguk mengerti, keduanya melangkah ke lantai dansa dan ikut menggoyangkan tubuh mereka, Tenten sudah mengalungkan kedua tangannya keleher atasannya itu dan Gaara sudah melingkarkan kedua tangan kekarnya ke sekeliling pinggang mungil wanita coklat dihadapannya ini. Mereka menari mengikuti irama musik DJ tapi pendengaran dan fikiran mereka focus menangkap pembicaraan Hyuga Neji dan Kakuzu yang kini duduk di bar.
"kita hanya akan berdiri sejauh tiga langkah dari mereka." Ujar Tenten.
"Kalau dia mengenalimu dan curiga?" Gaara menaikkan sebelah alisnya.
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan agar dia tidak melihat wajahku." Ujarnya, Gaara hanya memberikan senyum setengahnya.
"Sekarang diam dan berkonsentrasilah." Ujar Tenten, keduanya masih asik berdansa dan semakin mendekat kesana, tapi Neji tidak begitu memperhatikan mereka.
"Kau sudah menghancurkannya?" Tenten mempertajam pendengarannya, apa yang ingin mereka hancurkan?
"Belum, aku sudah bilang aku tidak akan mengancurkan bukti itu sampai urusanku selesai. Lagi pula semuanya aman, aku menyimpannya di safe deposit box ku." Ujar Kakuzu, Gaara memandang kearah wanita itu heran
"Kau gila! Kasusnya di buka lagi sekarang! Seorang detektif muda menyelidikinya, mereka berhasil membuat Hidan buka suara tentang barang bukti itu, adikku juga sudah kembali kerumah setelah di usir oleh mertuanya. Kalau kau tidak membuangnya, kau fikir kau bisa selamat?" Gaara menganggukkan wajahnya, ia mengerti sekarang jadi yang ia maksud adalah barang bukti pembunuhan Sakura.
"tenanglah. Barang buktinya aman, mereka tidak akan mampu menyentuhnya. Kau harus percaya kepadaku." Ujar Kakuzu lagi.
"Bagaimana aku bisa percaya padamu?" kali ini suara Neji kembali membalas
"Safe deposit box itu hanya bisa di buka saat aku ada disana. Mereka membutuhkan kornea mata dan sidik jari juga suaraku untuk masuk kedalam. Tidak akan semudah itu." Bagitu ya, Gaara mengerti sekarang dimana pria brengsek itu menyimpan bukti pembunuhan Sakura.
"Baik. Tapi kau harus melenyapkannya saat aku memintamu lagi. Dengar, Itachi dan Sasori mereka tidak bisa diabaikan, Kakuzu. Mereka bukan lagi bocah yang sama seperi saat kami di bangku sekolah dulu." Ujar Neji, ada rasa takut dan terintimi dasi dalam suaranya.
"aku harus membuat mereka menyesal karena sudah melakukan penghinaan kepada Hinata hari ini, aku juga harus membuatnya menyesal sudah membuat perusahaanku di ambang kehancuran seperti ini. Dua pria itu, mereka benar-benar…" suara Neji terpotong saat seorang anak buahnya yang berbadan besar medekat kearah mereka dan membisikkan sesuatu, Neji memandang kearah mereka, Tenten mengalihkan pandangannya kearah Gaara, pria itu mengerti dan tanpa perlu waktu lama ia sudah menyambar bibir wanita bersurai coklat itu dan menjadi tontonan orang-orang dilantai dansa, tak terkecuali Kiba, Shino dan Lee.
"Apa-apaan mereka itu?" Kiba terperangah tak percaya melihat aksi Gaara dan Tenten yang kini sudah berciuman panas, keduanya bahkan sudah melangkah kearah meja bar tepat di samping Neji duduk sekarang.
"Kalau kapten dan nona Tenten tidak di hentikan mereka bisa becinta disini." Ujar Lee, Kiba terpaksa harus meninggalkan wanita yang sedang berdansa dengannya dan berjalan medekat kearah pasangan itu.
"Whoaa… kalian tidak akan Make out disini kan, Tenten, Gaara?" ujarnya, Gaara dan Tenten melepaskan ciuman mereka, Neji yang mendengar nama mantan istrinya itu di sebut memutar tubuhnya dan melihat kearah mereka. Pria berambut merah itu, siapa dia.
"Kau disini rupanya, jadi itu kau?" ujar Neji, Gaara melepaskan Tenten dan meraih pinggang mungilnya, wanita itu berjengit kaget saat lengan kekar bosnya itu melingkar di pinggangnya.
"kau juga, tidak berubah eh? Pergi ke bar, tidur dengan wanita jalang. Kemana wanita simpananmu yang waktu itu Neji, sudah merasa bosan?" kali ini Tenten yang mencibir
"Hn. Aku benar-benar merindukan mulut pintarmu, kau tidak berhak mengomentari hidupku sama sekali. Apa yang kau lakukan disini? Kepolisian menolakmu kan? Kau pasti butuh uang sampai mau tidur dengan pria ini." Tenten mengepalkan tinjunya, Gaara memandang Tajam pria Hyuga itu.
"Jaga bicaramu, dia tidak semurahan yang kau kira. Aku bukan orang yang membayarnya untuk tidur denganku, atau melakukan hal menjijikkan yang kau lakukan dengan wanita jalang mu itu. Lagi pula tuduhanmu terhadap pacarku itu sudah keterlaluan. Kau mantan suaminya kan? Pantas saja dia kabur dari rumahmu." Ujar Gaara, Neji tidak tahan lagi dia melayang kan tinjunya kearah pria bersurai merah itu tapi di tahan dengan mudah oleh Gaara.
"Jangan berbuat hal bodoh yang akan mempermalukan dirimu sendiri, Hyuga Neji. Lagi pula kami sudah selesai malam ini, aku harus mengantarnya pulang sebelum larut malam. Kau juga, sebaiknya berhati-hati dengan segala hal yang kau lakukan malam ini." Ujarnya, Lalu ia meninggalkan mereka, Kiba berhenti dihadapan pria Hyuga itu.
"Apa kabar Neji, sudah lama ya sejak pertemuan kita di New Jersey." Ujar Kiba, pria itu mendelik kearahnya
"Apa yang kau lakukan disini detektif, kau seharusnya masih bertugas di Amerika hingga hari ini." Ujarnya, Kiba menelengkan kepalanya kesamping dan tersenyum sinis.
"Perubahan rencana, atasanku di Jepang menarikku kembali kesini. Ada laporan tentang sindikat Narkotika dan perdagangan illegal di Jepang yang meresahkan beberapa Negara besar yang lain jadi aku di tugaskan untuk menyelidikinya di sini, di tambah aku dan rekan ku itu, Gaara sedang memeriksa beberapa kasus pembunuhan, jadi aku kembali kesini.
Mengingat aku pernah menangkap orangmu di pelabuhan New Jersey beberapa tahun yang lalu, aku berharap supaya kau tidak terlibat lagi, karena kali ini uang mu tidak akan bisa menyelamatkan kau dan keluargamu. Jadi, behati-hatilah." Ujarnya
"Ngomong-ngomong, itu setelah jas yang bagus dan wanita itu juga sangat cantik. Mungkin aku bisa membayarnya untuk menemaniku kapan-kapan." Ujar Kiba lagi lalu pria itu meninggalkan Neji yang masih mematung di lantai dansa bar.
Akasuna Mansion, Tokyo Japan
Sakura baru saja selesai merapihkan pakaiannya kedalam lemari saat pintu kamarnya terbuka dan sosok Sasuke muncul dari balik pintu. Wanita itu mendekat dan memeluk pria yang sudah menjadi suaminya selama ini dengan erat. Sasuke mengecup ringan bibir Sakura dan meletakkan bungkusan kertas diatas meja riasnya, Sakura menutup koper kosongnya dan meletakkannya di sudut ruangan lalu bergabung dengan Sasuke yang kini sudah duduk di ranjangnya sambil memainkan laptopnya.
"terimakasih Sasuke-kun, kau benar-benar membelikannya." Ujar Sakura, wanita itu tersenyum lebar saat mendapati bungkusan kebab turki itu dan mengeluarkan dua buah kebab turki yang baru saja di beli Sasuke,
"kau harus menghabiskannya, aku harus keliling kota Tokyo untuk mendapatkannya." Ujarnya, Sakura tersenyum minta maaf. Ia sedang ngidam saat ini dan ini benar-benar merepotkan, ia langsung menelfon Sasuke saat ia tiba-tiba menginginkan kebab turki itu.
"Sasuke-kun yang satu ini untukmu." Ujarnya, Sasuke tersenyum, ia meninggalkan pekerjaannya sebentar lalu membiarkan Sakura mendekat kearanya, pria itu melingkarkan satu tangannya ke pinggang istrinya dan membiarkan Sakura menyandar di dada bidangnya sambil memakan kebab pesanannya, ia ikut makan dengan istrinya itu.
"kau menginap?" tannya Sakura,
"kenapa? Aku fikir kau justru memang ingin aku menginap." Ujar Sasuke, wanita itu mengangguk.
"memang." Ujarnya, Sakura meraih laptop Sasuke dan membaca file yang ada didalamnya
"Saham Uchiha Corp naik terus." Ujarnya, Sasuke mengangguk ia mengecup puncak kepala istrinya
"itu karena kau kembali, aku merasa aku bisa melakukan apapun dengan benar saat kau ada disini bersamaku." Ujarnya, Sakura meletakkan laptop Sasuke di sampingnya, kebab turki yang ada di tangannya sudah habis, ia meletakkan tangan besar Sasuke keatas perutnya yang sudah sedikit mulai membesar.
"Kau merindukan dia?" Tanya Sakura, Sasuke tersenyum dan mengangguk
"tentu saja aku merindukannya." Ujarnya, ia mengelus pelan perut Sakura dengan tangannya yang lain lalu mencium perut istrinya itu.
"kau harus kuat, Uchiha Junior. Kau tidak boleh lemah, kau harus bertahan." Ujarnya, Ia mengecup Sekali lagi perut Sakura yang sudah mulai membesar itu.
"Tou-chan benar-benar menantimu untuk lahir, dan aku tidak akan melakuka kesalahan yang sama lagi. Aku akan akan melindungimu kau akan lahir dan kita akan hidup bahagia, dengan begitu kakakmu Kenzo tidak akan bersedih disana. Kau mengertikan?" ujar Sasuke, ia meletakkan telinganya di perut Sakura ia belum bisa merasakan apa-apa tapi ia merasa bahagia sekarang.
"Dia akan baik-baik Saja Sasuke-kun, kau tidak perlu khawatir untuk enam bulan kedepan dia akan aman bersamaku." Ujar Sakura, wanita Sasuke tersenyum dan mencium bibir ranum milik wanitanya.
TBC. Yak saya butuh waktu lama untuk part ini, abis ga dapet SNMPTN jadi agak gloomy gitu wkwkkwkw tapi I back on my track again now. Aku tahu sih kayaknya part ini agak gimana gitu, jadi mungkin kurang memuaskan. Maafkan saya u.u
Ada satu readers yang review katanya gaya Bahasa saya berubah, entah di Fict ini atau Fict You all I wanted. Saya juga merasa kalau cara penulisan saya berubah kok hehehe, tapi jujur saja, Fict ini saya buat sudah hampir dua tahun dan selama itu saya belajar banyak dari author author senior yang kasih review disini, saya mencoba memperbaiki tata Bahasa dan typo saya yang bertebaran, dan saya juga memperbaiki pemilihan kata saya. Saya ga tau berubahnya semakin baik atau semakin buruk tapi yang jelas fict ini sih menunjukkan proses saya dalam belajar menulis jadi, saya harap anda tetap menyukainya meskipun berbeda. Hehehe
Okay, one last thing…. Aku juga keluar dari comfort zone ku loh hohoho, aku bikin Fict TobToka, aku tahu sih resikonya bakal sepi pembaca tapi aku suka mereka wkwkwkkw, jadi kalau disini ada fansnya Tobirama juga silahkan mampir ke fict saya yang satu itu, judulnya Memories. saya berharap fict itu juga bakal bisa di terima kayak fict Sasusaku saya. Terimakasih sudah membaca, jangan lupa reviewnya, saya butuh kritik dan saran kalian.
Aphrodite Girl 13
