Yeongweonhi Saranghae
By
Jihyun1289
a.k.a
Cho Sunghyun
…
Pairing :: ZhouRy, YeWook, KyuMin, KangTeuk (pair lain menyusul seiring jalannya chapter)
Rated :: T+ (apaan nih?)
Disclaimer :: SuJu milik Tuhan, diri mereka, orang tua masing-masing, SM… dan jangan lupa! Para couple saling memiliki!
Warning :: Boy x Boy, YAOI, BL, OOC(?), m-preg, gaje, typo(s), abal. DON'T LIKE DON'T READ! Tapi kalau Read, Review please… *bow*
Writer's Note :: Annyeong! *lambai-lambai di atas mimbar* #dilempar sandal butut# JiFa balik bawa lagi chap 3. Lagi-lagi harus bersyukur karna bisa lanjut nih fict. Langsung aja… Check it out!
Enjoy it!
Summary
"Kyunnie mau ketemu Minnie!"/Minnie tidak mau cekolah! Hwee… Minnie mau ke lumah Kyunnie, cekalang!"/"Aku setuju denganmu"/"Mmh Zho-aaammhh"/"Wae? Bukankah kau juga menikmatinya?"/Minnie mau Kyunnie…"/"Teukie eomma… Kajja!"/"Minnie… Sepertinya Teukie eomma marah dengan ahjussi"/"Panggil Kangin ahjussi 'appa' saja, ne?"/ ZhouRy, KyuMin, SiBum, HanChul and other pairs. CHAPTER 3 IS UP! Wanna RnR?
Chapter 3
Pagi ini suasana rumah Yesung dan Wookie sungguh heboh. Rumah Yesung dan Wookie? Mereka tinggal satu atap? Jika kalian bertanya, maka aku akan jawab "Ya". Kenapa? Aku jelaskan nanti.
Si kecil Kyuhyun. Adalah penyebab dari kehebohan itu. Kyuhyun? Ya, mereka –YeWook- memutuskan membawanya –Kyuhyun- pulang ke rumah. Satu alasan yang pasti. Karna mereka tak kunjung menemukan Kim songsaengnim -yang notabene-nya adalah paman dari Kyuhyun- hingga sore menjelang malam.
"HUAAA!" Kyuhyun masih menangis meraung-raung di lantai. Kaki kecilnya menendang-nendang Yesung yang berusaha mendekat untuk menghiburnya.
"Sudahlah… Jangan menangis terus begitu…" geram Yesung kesal karna Kyuhyun semakin menjadi-jadi saja.
"Kyunnie mau ketemu Minnie!" teriak Kyuhyun disela-sela tangisnya.
"Nde, nde… Nanti kita bertemu Minnie. Uljima… Berhentilah menangis" hibur Yesung.
"Cekalang!" kaki Kyuhyun semakin gencar menendangi Yesung. Satu tendangan kuat, dan Yesung kalah telak. Kyuhyun menendang bagian privasinya! Membuat Yesung sedikit mundur menjauh sambil memegangi sesuatu di antara pahanya yang serasa berdenyut.
"Yesung hyung? Gwaenchanayo?" panic Wookie saat melihat Yesung meringis kesakitan. Matanya terbelalak lebar melihat tangan Yesung yang memegangi 'milik'nya sendiri.
"Omo…" Wookie hanya diam termangu. Memandang sesuatu yang sedang ditutupi oleh Yesung.
"Kenapa diam saja? Aaarrgh…" Yesung menyadarkan Wookie dari pikirannya.
"E-eh? Hyung mau aku melakukan apa?" Tanya Wookie gelagapan. Namun segera berlari mendekat ke arah Kyuhyun yang kembali meraung.
"Uljima… Kyunnie ingin bertemu Minnie?" kata Wookie dengan lembut. Tangannya bergerak mengusap surai ikal Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk.
"Kalau begitu berhentilah menangis… Minnie akan marah kalau tahu Kyunnie menangis. Kyunnie tak ingin Minnie marah, 'kan?" giliran Yesung yang termangu. Pemandangan di depannya ini sungguh membuatnya tersentuh. Tanpa sadar, seulas senyum terukir di bibirnya. Wookie memang bersifat penyayang dan keibuan. Tapi melihat pemandangan saat ini, Wookie terlihat layaknya seorang ibu.
"Beres, 'kan?" ujar Wookie sambil tersenyum bangga ke arah Yesung karna sudah bisa menghentikan tangisan Kyuhyun.
"Hyung bilang kita akan beltemu Minnie?" Kyuhyun kembali bersuara.
"Nde… Tapi kau mandi dulu" kata Yesung yang sudah berdiri di depan Kyuhyun. Kyuhyun mengangkat kedua lengannya ke atas sembari menatap Yesung.
"Mwo?" Tanya Yesung tak mengerti.
"Gendong Kyunnie!"
"Ish… Arraseo… Dasar manja!" Yesung segera mengangkat tubuh Kyuhyun. Menggendongnya menuju kamar mandi.
XoOoX
"Eomma… Nanti Minnie ikut ke cekolah Eomma, ne?" pinta Sungmin sebelum keluar dari mobil untuk masuk ke sekolah. Leeteuk hanya tersenyum menanggapi permintaan Sungmin. Dikecupnya dengan sayang dahi Sungmin.
"Nde… Sudah sana, nanti Minnie terlambat" kata Leeteuk.
"Annyeong, Eomma" Sungmin keluar dan menutup pintu mobil. Meninggalkan Leeteuk yang masih memasang senyum malaikatya. Mengamati sang aegya hingga tak terlihat lagi karna sudah masuk ke dalam kelas.
Leeteuk sudah bersiap untuk pergi. Kembali memasang sabuk pengaman dan memutar kunci untuk menyalakan mesin. Tapi belum sempat mesin menyala, seorang yeoja paruh baya mengetuk kaca mobilnya.
"Leeteuk-ssi?" panggil yeoja itu. Mau tak mau Leeteuk menurunkan kaca jendela mobilnya. Tersenyum pada yeoja paruh baya –pemilik Sapphire Blue- itu.
"Ne?"
"Sungmin menangis" kata yeoja itu dengan nada panic yang tak bisa ditutupi lagi. Senyum Leeteuk hilang. Berganti dengan matanya yang terbuka lebar dan mulutnya yang sedikit terbuka. Ia segera keluar dari mobil. Berjalan bersama yeoja paruh baya itu menuju kelas Sungmin.
"Hwee!" mata Leeteuk menatap tak percaya pada Sungmin yang saat ini tengah terduduk di kursinya. Ia segera berlari mendekat ke arah Sungmin.
"Minnie… Waeyo?" Tanya Leeteuk khawatir bercampur penasaran.
"Hiks… Kyunnie tidak ada~ Hua!" ujar Sungmin ditengah isaknya. Leeteuk hanya speechless mendengar penuturan Sungmin. Sebegitu ber-pengaruh-nya-kah, Kyuhyun bagi Sungmin?
"Mungkin Kyunnie belum datang" jawab Leeteuk asal.
"Geojitmal! Minnie tidak mau cekolah! Hwee… Minnie mau ke lumah Kyunnie, cekalang!"
"Nanti pulang sekolah kita ke rumah Kyunnie…"
"Cekalang!" mata Minnie mulai berkaca-kaca kembali. Melihat itu, Leeteuk segera meng'iya'kan permintaan Sungmin. Bisa gawat kalau Sungmin mengamuk di sekolah.
XoOoX
Dua orang namja manis ini telah berdiri di depan pintu besar sebuah rumah mewah nan megah sejak sepuluh menit yang lalu. Satu namja berusia dewasa, sedangkan namja yang lain masih balita. Namja balita dengan semangatnya mengetuk pintu besar di hadapannya itu. Sedangkan sang namja dewasa hanya diam. Menggigit bibir bawahnya gelisah.
Leeteuk dan Sungmin. Ya, mereka kini berdiri di depan pintu rumah megah paman Kyuhyun. Sungmin masih saja mengetuk pintu besar itu dengan tangan mungilnya. Dapat Leeteuk lihat dengan jelas, tangan Sungmin memerah. Tentu saja! Ini karna sang pemilik rumah tak kunjung membukakan pintu. Sebenarnya ini bukan sepenuhnya salah sang pemilik rumah. Hanya saja ketukan Sungmin kurang keras.
"Minnie…" Leeteuk berusaha menghentikan tangan Sungmin. Namun sayang, Sungmin segera menarik tangannya dan kembali mengetuk pintu besar itu lagi.
Ingin sekali Leeteuk membantu. Ada bel di sudut tembok di samping pintu itu. Namun Leeteuk enggan menyentuhnya.
XoOoX
Leeteuk PoV
Aku merasa kasihan dengan Sungmin. Tangannya sudah memerah. Tapi apa daya. Aku tak bisa menghentikannya. Alih-alih membantunya. Aku tak mau. Tidak. Aku tidak akan menekan bel itu. Aku baru ingat setelah kami sampai ke sini. Tempat tinggal Kyuhyun. Itu berarti rumah Kanginnie?
Tapi melihat tangan Sungmin…
Aku hanya menggigit bibir bawah dengan gelisah. Tangan Sungmin semakin memerah. Pasti sakit. Orang tua macam apa aku ini? Tega membiarkan anakku menangis dan terluka karena keegoisanku?
Aku menghela napas panjang. Melangkah dengan perlahan mendekati bel yang ada di sudut tembok samping pintu. Aku mengambil napas dalam sebelum…
Ting tong…
Menekan belnya. Aku menekan sekali. Tak ada jawaban. Kucoba tekan sekali lagi. Namun saat aku hampir menekan tombol bel itu, pintu terbuka. Menampakkan seorang namja dewasa berbadan besar. Yang tak lain adalah Kanginnie. Aku menghela napas antara lega dan gugup.
Leeteuk PoV End
XoOoX
"Hyung… Kenapa Minnie tak datang-datang?" rengek bocah kecil berusia 3 tahun. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun, kepada Yesung dan Wookie.
"Hyung…" rengek Kyuhyun lagi karna tak kunjung mendapat jawaban baik dari Yesung maupun Wookie. Hening. Kyuhyun yang merasa diacuhkan pun cemberut. Memasang wajah ngambeknya.
Wookie hanya terdenyum melihat sikap Kyuhyun. Sedangkan Yesung semakin erat mendekap tubuh Kyuhyun yang ada di pangkuannya. Saat ini mereka sedang ada di danau. Duduk santai di bawah pohon oak besar di tepi danau. Menikmati udara siang ini yang entah mengapa terasa sangat hangat dan nyaman. Bahkan Yesung dan Wookie membolos kuliah. Dan ya! Bagaimana bisa mereka bersantai-santai? Bagaimana kalau paman Kyuhyun itu mencari keponakannya. Terlebih paman itu adalah dosen mereka sendiri.
"Hyung…" lirih Wookie. Kepalanya bersandar nyaman di pundak Yesung.
"Hn?" sahut Yesung. Mata sipitnya melirik sekilas ke arah Wookie lalu kembali terpejam.
"Aku setuju denganmu" kata Wookie masih dengan suara lirih namun terdengar jelas oleh Yesung.
"Hm…" guman Yesung pelan.
XoOoX
Seorang namja jangkung sedang berjalan santai menyusuri koridor SM University yang sepi karna memang masih ada jam kuliah. Memeriksa tiap ruang. Memastikan tak ada satupun orang yang membolos jam pelajaran. Petugas kedisiplinan. Sebut saja dia Zhoumi. Petugas kedisiplinan? Untuk apa? Aku tegaskan, ini adalah kampus elit yang hanya siswa-siswi cerdas, kaya, dan popular saja yang bisa masuk ke sini. Jadi kampus ini sangat menerapkan kedisiplinannya!
Mata Zhoumi tak sengaja menangkap siluet seorang namja yang tengah duduk di salah satu bangku kantin, memainkan ponselnya sambil sesekali meneguk soft drink yang ada di sisi kirinya. Sebuah seringai mengerikan tersungging di bibirnya saat ia mengetahui siapa namja itu.
Dengan langkah pelan dan tak bersuara, Zhoumi mengendap mendekati namja tadi. Sekarang ia sudah berdiri di samping kiri namja itu. Mencoba mengintip ke arah ponsel namja tadi. Penasaran dengan apa yang dilakukannya.
"Membolos, Mochi?"
"Eoh? Gya!" pekiknya kaget. Dan dengan reflex, mengayunkan tangan kirinya yang sedang memegang soft drink ke arah Zhoumi. Membuat soft drink itu membasari baju Zhoumi. Dan dengan tidak elitnya, Zhoumi terjatuh ke belakang karna terkejut sekaligus shock dengan teriakan namja itu.
Henry –namja yang membuat Zhoumi terjatuh- mulai panic sendiri. Ia segera berdiri dan hendak menolong Zhoumi. Namun sialnya, ia terpeleset karena tumparan soft drink yang ada di lantai. Membuatnya terjatuh tepat di atas badan Zhoumi. Bibir mereka bertemu.
"Hmphh!" Henry yang sudah sadar segera mengangkat kepalannya. Melepaskan ciuman –kebetulan- mereka.
"Apa yang-mphhh" tangan kanan Zhoumi menekan kepala Henry dengan kuat. Sedangkan tangan kirinya menahan pinggang Henry. Membuat Henry tak bisa berkutik. Barang sedikit pun.
Bibir Zhoumi bergerak melumat. Begitu lembut sehingga Henry merasa terbuai. Menyesapi manisnya bibir Henry. Menghisapnya kuat. Seakan-akan ingin menghabiskan bibir ranum itu saat ini juga. Lidahnya dengan lihai menyapu permukaan bibir Henry yang memerah dan mulai membengkak. Menyapu belah bibir Henry yang masih tertutup rapat serapat pejaman matanya.
"Mmh Zho-aaammhh" niat Henry sih ingin protes. Tapi saat bibirnya sedikit terbuka, Zhoumi tak menyiakan kesempatan emas di depan mata. Namja jangkung itu melesakkan lidahnya ke dalam mulut Henry. Mengabsen deretan gigi putih Henry. Menjilati rongga mulut Henry. Membuat Henry sendiri merasa geli. Saliva mereka bertukar. Bahkan ada yang tercecer di sekitar dagu Henry.
"Eeemmphh" dengan sisa tenaga yang ia miliki, Henry mengangkat kepalanya. Melepaskan ciuman sepihak itu, walau ia juga menikmatinya.
Henry segera beranjak dari badan Zhoumi. Mendudukkan dirinya di lantai. Mengelap kasar bibirnya dan membersihkan saliva yang ada di dagunya. Entah itu milik Zhoumi atau miliknya sendiri.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Henry sarkastik sambil menatap tajam Zhoumi yang masih memamerkan senyum sejuta watt-nya.
"Wae? Bukankah kau juga menikmatinya?" Tanya Zhoumi balik yang mendapat death glare dari Henry sendiri.
"Ya, mengapa kau ke kantin? Tak kuliah, eoh?" Tanya Zhoumi –lagi-. Kali ini ia sudah berdiri. Membersihkan kemeja dan celananya yang mungkin saja berdebu.
"Park songsaengnim tidah datang" jawab Henry apa adanya. Bibirnya mengerucut. Merasa tak dianggap?
"Kau tidak membantuku berdiri?" alis Henry bertautan. Bibirnya yang saat ini bengkak dan merah itu semakin mengerucut. Kedua lengannya ia lipat di depan dada. Zhoumi menyeringai. Dengan sekali tarik, badan Henry sudah berdiri namun limbung. Ia terjatuh di pelukan Zhoumi.
"Koala!" pekik Henry saat dengan tiba-tiba Zhoumi mengangkat tubuhnya ala bridal style dan membawa tubuhnya lari menjauh dari kantin.
XoOoX
Sungmin masih menangis. Namun kali ini tangisannya lirih. Wajahnya yang telah basah oleh iar mata ia tutupi dengan kedua tangannya sendiri. Di samping kanannya, duduklah sang eomma –Leeteuk- yang hanya bisa menatap sendu pada Sungmin.
Hening.
Canggung.
Kira-kira seperti itulah suasanan ruang tamu rumah Kangin saat ini. Hanya suara tangis lirih Sungmin yang mengisi ruangan.
"Uljima…" satu kata yang keluar dari bibir Kangin. Tertuju pada Sungmin. Setelah keheningan cukup lama yang menyelimuti mereka.
"Kau mau coklat? Atau ice cream?" tawar Kangin. Mencoba bersikap wajar dan ramah.
"Huhuu… Minnie mau Kyunnie…" ujar Sungmin dengan masih tetap menutup wajahnya.
"Tapi Kyunnie belum pulang, Minnie…" Leeteuk mulai bersuara. Tak tahan dengan tangisan Sungmin yang tak kunjung berhenti.
"Hm… Begini saja… Kita cari Kyunnie sama-sama, eotte?" tawar Kangin. Sungmin yang mendengar tawaran Kangin langsung membuka wajahnya. Matanya sang sedikit bengkak karna lama menangis berbinar senang.
"Jeongmal?" Tanya Sungmin dengan semangat.
"Ne… Tapi sebelumnya bersihkan wajahmu dulu" Kangin berjalan mendekati Sungmin. Berjongkok di depan Sungmin. Menjulurkan tangan kanannya yang memegang tissue basah untuk membersihkan wajah Sungmin yang bisa dipastikan lengket karna air mata.
"Ahjucci" panggil Sungmin setelah Kangin selesai mengelap wajahnya. Kangin hanya tersenyum hambar. Bukankah sakit? Jika kenyataan mengatakan Sungmin itu adalah anaknya –menurut Kangin pribadi-, namun Sungmin sendiri tak tahu keadaan sebenarnya.
"Eo-eomma…" lirih Sungmin sambil masih menatap Kangin.
Kangin berdiri. Ditatapnya lekat wajah Leeteuk yang saat itu juga memandangnya. Mata mereka bertemu. Namun Leeteuk segera mengakhiri kontak mata itu. Memalingkan wajahnya ke arah lain. Kangin hanya menghela napas berat.
"Teukie eomma… Kajja!" ujar Kangin sambil tersenyum iseng. Leeteuk segera melengos ke arah Kangin. Menatapnya tajam. Seolah-olah mengatakan 'apa katamu?'
"Minnie… Sepertinya Teukie eomma marah dengan ahjussi" Kangin melirik Leeteuk sekilas.
"Eomma… Eomma kenapa malah?" Tanya Sungmin dengan nada tak suka.
"…"
"Eomma…"
"…"
"Eomma…"
"Haish… Eomma tidak marah" jawab Leeteuk akhirnya.
"Yaiy! Kajja ahjucci!" seru Sungmin bersemangat.
"Panggil Kangin ahjussi 'appa' saja, ne?"
DEG
To Be Continued
Tuh 'kan YeWook nya kurang! Kependekan! Hancur! Ga banget! Pengobral janji!
Mianhae…
Jeongmal mianhae kalau tidak memuaskan! T,T JiFa sadar, chap ini terlalu pendek. Ini aja udah mati-matian JiFa usaha biar bisa update. Semua gara-gara keyboard manja yang tiba-tiba error.
Selain itu JiFa lagi uring-uringan nih… Gara-gara sedikit masalah.
Dah! Segitu aja curhatan memuakkan dari JiFa.
Jangan lupa review yaaa~
Hm… 2 hari lagi atau ga besok JiFa update deh… ^_^
Special thak's to :
Evilkyu – YunJaeKyuMin4eve – cloud prince – miho – hanmond – Yefah KyuminShipp Clouds – Guest – kyuqie
^^Gomawo^^
*bow*
