Yeongweonhi Saranghae

By

Jihyun1289

a.k.a

Cho Sunghyun

Pairing :: ZhouRy, YeWook, KyuMin, KangTeuk, SiBum, HaeHyuk, HanChul (pair lain menyusul seiring jalannya chapter) slight LeeteukXOC

Rated :: T+ (apaan nih?)

Disclaimer :: SuJu milik Tuhan, diri mereka, orang tua masing-masing, SM… dan jangan lupa! Para couple saling memiliki!

Warning :: Boy x Boy, YAOI, BL, OOC(?), m-preg, gaje, typo(s), abal. DON'T LIKE DON'T READ! Tapi kalau Read, Review please… *bow*

a/n :: Annyeong^^ JiFa balik lagi bawa cerita yang sama tapi chapter berbeda. Masih ada yang minat baca? Oh iya, yang kemarin masih bingung sama KangTeuk, JiFa bakalan jelasin di chap ini. Dan buat yang minta SiBum dan HaeHyuk, udah JiFa sampirin *ditabok* juga di chap ini. Dan untuk YeWook, jeng jeng… Baca aja deh! ^.^v

Summary

"Chagi, jangan memasang ekspresi begitu di depan anak-anak!"/kau membuatku 'lapar'!"/"Apa yang kau pikirkan, eoh?"/"Minimi!"/"Aku kagum terhadapmu. Bibirmu itu mungil, tapi ternyata kalau sudah mengoceh tak bisa berhenti ya?/"Oppa!"/'Bummie! Bogoshippo~'/Apa ada hubungan khusus antara Kim songsae dan Park songsae?"/"Ne! Namanya Donghae hyung dan Eunhyuk hyung"/"Huh, apa kita masih punya harapan?"/"Kami berciuman"/"Koala merah"/"Appa… Aku menyukainya"/CHAP4 IS UP. Wanna RnR?

Enjoy it!

Chapter 4

Namja brunette itu masih terdiam. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Mata sipitnya terlihat kosong. Tangan kanannya masih saja mengaduk-aduk secangkir cappuccino yang tadi dipesannya. Panggil saja dia Yesung.

"Yesung hyung?" panggil Wookie sembari mengibas-ngibaskan sebelah tangannya di depan wajah Yesung.

"…"

"Hyung?" panggil Wookie sekali lagi.

"..."

"Huh!" Wookie hanya mendengus kesal karna Yesung tak juga sadar dari lamunannya.

"Yecung hyung!" seru Kyuhyun sambil menepuk-nepuk pipi Yesung.

"N-nde? Wae?" Tanya Yesung setelah sadar dari lamunannya. Wookie hanya menatap kesal. Bibirnya mengerucut dan pipinya sedikit ia gembungkan.

"Chagi, jangan memasang ekspresi begitu di depan anak-anak!" komentar Yesung santai. Tangannya bergerak mengangkat cangkir cappuccino-nya. Menyesapnya.

"Wae?" Tanya Wookie tak terima. Apa hubungannya dengan anak-anak?!

"Karna kau membuatku 'lapar'!" jawab Yesung enteng. Sengaja ia tekankan pada kata 'lapar'.

Wookie terkesiap mendengar jawaban Yesung. Air mukanya menjadi gugup. Ia merasa aliran darahnya terpusat pada wajahnya, terutama pipinya. Ia tak bisa menutupi rasa malunya hanya karna kata-kata ambigu dari Yesung.

"Hyung lapal? Mau kue Kyunnie?" tawar Kyuhyun sambil menyodorkan sepotong cheese cake-nya ke mulut Yesung. Yesung hanya tersenyum kemudian menerima suapan dari tangan Kyuhyun.

"Kau ini pintar sekali" puji Yesung sambil mengacak pelan suarai Kyuhyun.

"Kyunnie tinggal sendiri dengan ahjussi? Appa dan Eomma Kyunnie kemana?" Wookie menatap lekat wajah ceria Kyuhyun. Berbeda sekali dengan wajah menangisnya beberapa jam yang lalu.

"Appa dan Eomma Kyunnie pelgi ke culga" jawab Kyuhyun apa adanya.

"Eoh?" baik Wookie maupun Yesung saling berpandangan dengan wajah heran dan bingung. Keduanya mengedikkan bahu.

"Hyung, kita cari Kim songsaengnim saja" usul Wookie yang dijawab dengan anggukan mantab oleh Yesung.

XoOoX

Leeteuk PoV

"Appa, lelah~" rengek Sungmin sambil menarik-narik tangan Kangin. Appa. Huh, menyebalkan! Beraninya Kangin menyuruh Sungmin memanggilnya appa?

"Appa, Minnie mau itu~" Sungmin kembali merengek di gendongan Kangin. Telunjuknya menunjuk penjual permen kapas.

"Ne, Appa belikan" ingin sekali aku menghentikannya. Tidak! Mereka tak boleh menyebut-nyebut kata 'Appa'! Sungmin tak boleh memanggil Kangin 'Appa' dan Kangin tak boleh menyebut dirinya 'Appa', terutama di depanku. Tapi aku tak bisa menghentikannya. Aku tak boleh merusak kesenangan Sungmin. Salah diriku sendiri. Memisahkan mereka selama 3 tahun lebih. Bahkan saat pertama kali aku tahu aku mengandung Sungmin, Kangin tak bersamaku.

Leeteuk PoV End

"Teukkie, gwaenchanayo?" Tanya Kangin yang menyadarkan Leeteuk dari lamunannya.

"Apa yang kau pikirkan, eoh?" Kangin beralih memandang Sungmin yang ada di pangkuannya. Ia terkekeh saat melihat hidung Sungmin terkena permen kapas pink itu. Tangannya bergerak untuk membersihkan hidung mancung itu.

"Pelan-pelan saja, Min" tegur Kangin. Sungmin menghentikan kegiatan makannya.

"Appa... Mana Kyunnie?" mata foxy bulat nan indah itu menatap polos pada Kangin.

"Minimi!" seru sebuah suara cempreng dengan nyaring. Sungmin mengalihkan perhatian kepada sang pemanggil yang sedang berlari kecil ke arahnya.

"Kyunnie~" matanya berbinar cerah. Buru-buru Sungmin turun dari pangkuan Kangin.

"Minimi…" Kyuhyun menerjang tubuh mungil Sungmin saat dirinya telah sampai di depan Sungmin.

Dua pasang namja dewasa itu –Kangin, Leeteuk, Yesung, Ryeowook- hanya saling berpandangan. Menatap tak percaya pada dua sosok mungil yang sedang berpelukan. Tapi tak lama kemudian, Yesung dan Wookie menundukkan wajahnya. Keringat dingin mengucur dari pelipis Wookie. Jemari Yesung bergerak menggenggam erat tangan Wookie. Menautkan jemari mereka.

"Membolos?" Tanya Kangin enteng. Tak ada sedikitpun raut marah atau kesal di wajahnya.

"S-s-songsaengnim, kami… Ka-kami…" Wookie menggigit bibir bawahnya. Tak tahu harus member alasan apa kepada dua dosen yang saat ini berdiri di hadapannya dan Yesung. Sebenarnya tak perlu mencari-cari alasan, karena alasan penting yang membuat mereka membolos adalah Kyuhyun.

"Hm… Gwaenchana… Kenapa kau terlihat takut-takut begitu?" Tanya Kangin dengan nada seramah mungkin agar tak membuat Wookie semakin takut.

"Err… Kyuhyun sudah bertemu pamannya, jadi…" Yesung menggaruk tengkuk belakangnya yang tak gatal. Mencoba menutupi perasaan gugupnya.

"Yecung hyung! Wookie hyung! Kita jalan-jalan caja!" ajak Sungmin yang sudah selesai berpelukan dengan Kyuhyun.

"Tapi…"

"Gwaenchana, Wookie-ah. Tak perlu sungkan. Lagi pula akan lebih mengasyikkan jika kalian berdua ikut" tambah Leeteuk.

"Hm… Baiklah" Yesung menanggapi.

"Yaiy!" seru KyuMin bersamaan.

XoOoX

Henry masih memasang wajah dinginnya. Sesekali melirik kesal pada namja jangkung bersurai kemerahan yang duduk di sebelahnya. Berulang kali Henry menggeser duduknya agar sedikit menjauh dari Zhoumi. Tapi memang dasar koala! Zhoumi tetap saja ikut menggeser tubuhnya hingga ia kembali berdekatan dengan Henry.

"Ck! Apa maumu? Kenapa membawaku kemari? Jangan menatapku seperti itu! Kau itu menyebalkan sekali! …" Henry menggerutu tiada henti. Zhoumi yang sebetulnya mendengar ocehan Henry hanya berusaha menulikan pendengarannya hingga bibir mungil itu berhenti.

"Sudah?" Zhoumi masih setia menatap Henry dengan pandangan teduhnya.

"Aissh…"

"Aku kagum terhadapmu. Bibirmu itu mungil, tapi ternyata kalau sudah mengoceh tak bisa berhenti ya? Ckckck" Zhoumi menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berdecak seolah-olah ia memang benar-benar merasa kagum walau kenyataannya 'iya'.

"Shut up!" bentak Henry kesal.

"Waeyo?"

"Aku bilang diam! Dasar koala! Kau memperburuk mood-ku!" Henry hendak beranjak pergi namun dengan cekatan, tangan Zhoumi menahan pergelangan Henry. Menariknya kuat sehingga Henry kembali duduk di tempatnya semula.

"Kau ini kenapa, eoh? Kenapa bersikap seperti ini? Padahal ak-"

"Oppa!" pekik seorang yeoja berambut panjang dari jarak kurang dari 5 meter karna yeoja itu berjalan semakin mendekat.

"Huh! Silakan urusi yeoja-mu itu saja!" dengus Henry lalu cepat-cepat pergi dari tempat itu.

"Mo-"

"Oppa? Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya yeoja itu setelah sampai di depan Zhoumi.

"Eoh, Seo? Kau tahu aku kuliah di sini?" Zhoumi bertanya balik tanpa menjawab pertanyaan dari Seohyun –yeoja tadi-.

"Kau ini aneh sekali, oppa… Baru kemarin kita bertemu di sini. Dan aku pikir Oppa kuliah di sini. Ternyata memang benar" celoteh Seohyun dengan riang.

XoOoX

Henry melangkah, atau lebih tepatnya menyeret kaki jenjangnya dengan gontai. Berjalan melewati ruang tengah menuju tangga yang akan mengantarnya menuju lantai dua –kamarnya-.

"Henry?" panggil Bummie. Menginterupsi langkah Henry yang sudah akan menaikki anak tangga ke-3.

"Sudah pulang? Atau ka-"

"Eomma… biarkan aku istirahat, ne?" potong Henry dan kembali melangkah menuju kamarnya.

"Eoh? Tidak biasanya dia begitu. Atau…"

Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi

Klik

"Ye, yeoboseyo?" kata Bummie setelah menerima panggilan itu.

'Bummie! Bogoshippo~' seru orang di seberang. Siwon. Tentu saja.

"Hn…" sahut Bummie dingin. Ia memang sudah biasa mendengar pengakuan berlebihan dari suaminya itu.

'Ya… Chagi, kau tak merindukanku?' Bummie hanya memutar bola matanya dan berdecak. Jengah juga menghadapi kelakuan Siwon yang akan berubah kekanakan saat bersamanya.

"Hyung kenapa malah bersantai? Memangnya sudah jam makan siang-"

'-aniya… Aku sedang bosan karna meeting besar ya-'

"Mwo? Hyung sedang ada meeting kenapa menghubungiku? Dasar!"

Klik

Bummie segera memutuskan panggilan dari suaminya itu. Ia tak mau Siwon menjadi tidak konsen dalam pekerjaannya. Itu sebabnya mengapa ia kesal.

"Aishh…"

XoOoX

"Minnie, setelah ini kita pulang, ne?" ajak Leeteuk pada Sungmin yang masih menikmati ice cream-nya.

"Minnie macih mau cama Kyunnie" jawab Sungmin dengan tak mengalihkan perhatiannya dari ice cream vanilla yang ia pegang. Leeteuk hanya menghela napas panjang.

"Sudahlah, Teukkie…" tangan Kangin menepuk pundak Leeteuk. Leeteuk sedikit terkejut dengan tindakan Kangin. Namun ia mencoba tenang. Sedangkan Yesung dan Wookie hanya saling memandang dengan penuh tanda Tanya di kepala mereka(?).

"Ne… Appa benal! Memangnya Eomma tak cuka jalan-jalan? Kenapa dali tadi minta pulang telus? Minnie 'kan macih mau cama Appa, Kyunnie, Yecung hyung, dan Wookie hyung…" tambah Sungmin yang membuat Yesung dan Wookie semakin tak mengerti.

"Err… Song…saeng-nim?" panggil Yesung. Baik Kangin maupun Leeteuk segera menoleh cepat ke arah Yesung.

"Sebenarnya… Umm… Mianhae, tapi sebenarnya… Apa ada hubungan khusus antara Kim songsae dan Park songsae?" Tanya Yesung to the point.

DEG

Keduanya merasa terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba dari Yesung. Leeteuk menundukkan kepalanya. Menggigit bibir bawahnya. Lidahnya terasa kelu.

"Sebenarnya…"

Flash Back

3 tahun yang lalu…

Leeteuk PoV

Malam ini salju turun. Dingin. Aku sedang berjalan sendirian menyusuri trotoar di daerah Daegu, tempat tinggalku saat itu. Ini salah satu kebiasaanku apabila sedang bermasalah dengan Kanginnie. Ya, suamiku. Sore ini kami bertengkar karena sudah sekitar tujuh hari ini dia mengacuhkanku. Aku memang kesal, tapi mungkin saja ia lebih merasa kesal.

XoOoX

Seminggu yang lalu kami bertengkar. Dan satu kesalahanku adalah menyebut nama 'Kang Min Hyun' yang merupakan mantan yeojachingu-ku. Dan aku benar-benar merutuki ucapanku. Mungkin karna itu, Kanginnie beranggapan bahwa aku memang tak pernah memiliki perasaan apapun padanya.

"Baiklah! Kalau itu memang maumu! Akan segera kuurus perceraian kita, dan kau bebas!" aku masih ingat kilatan amarah itu. Kanginnie marah padaku.

Pernikahan kami memang karna sebuah perjodohan konyol orang tua kami. Aku tak pernah mencintai Kanginnie. Bahkan aku sempat menolah perjodohan ini. Namun appa tetap memaksa. Akhirnya kami pun menikah. Tapi aku tetap mecintai Min Hyun.

Hampir satu tahun pernikahan kami berlangsung. Aku mulai merasa nyaman jika ada Kanginnie di sampingku. Aku nyaman dengan segala perhatian yang ia berikan padaku. Aku mulai mencoba menerima dan mencintainya layaknya suamiku. Namun itu semua tidak menutup kemungkinan aku bertengkar dengannya. Bahkan hampir tiap minggu kami bertengkar. Entah hal kecil ataupun besar, selalu kami ributkan.

XoOoX

Aku mendudukkan diri di sebuah bangku taman kota. Sepi. Karena ini memang sudah hampir pukul sebelas malam. Berkali-kali aku merapatkan jaket tebalku untuk menambah kehangatan.

Masa bodoh dengan mata sembabku karena terlalu lama menangis. Aku mendongakkan kepala ketika merasakan sepasang lengan kekar memelukku dari belakang. Alangkah terkejutnya aku. Ketika aku melihat wajah Kanginnie yang menunduk menatapku dengan senyumannya.

"Kang-"

"Ssstt…" dia menempelkan jari telunjuknya tepat di atas bibirku.

"Gwaenchana... Jangan kau pikirkan lagi, akan kulakukan untukmu" ujar Kanginnie lirih sambil mendudukkan diri di sampingku. Aku terhenyak. Apa maksudnya?

"Apa maksudmu?" Tanyaku heran. Air mataku semakin deras mengalir. Sedangkan Kanginnie malah tersenyum lembut. Tangannya mengusap suraiku.

"Aku tahu bagaimana perasaanmu" jawabnya. Aku bisa melihat dia tersenyum. Senyum yang terkesan ia paksakan. Apa maksudnya ini… Ia benar-benar akan menceraikanku?

"Kanginnie, bukan itu yang kurisaukan!" dan setelahnya aku berlari pergi meninggalkannya. Kembali menuju rumah, mengemasi barang-barangnku dan pergi tanpa sepengetahuan Kangin.

Aku tidak ingin berpisah darinya. Tapi aku juga tak ingin ia terus merasa bersalah dan ingin menceraikanku. Aku mencintainya. Aku yakin, aku mencintainya. Lebih baik aku pergi. Dan aku memutuskan pergi ke Seoul.

"Hiks…"

Leeteuk PoV End

End of Flash Back

XoOoX

Canggung.

Atmosfir ini sungguh tak nyaman bagi keempat namja dewasa itu. Salah satu dari mereka telah selesai bercerita dan saat suasana yang tercipta saat ini begitu kaku.

"Minnie mau itu!" teriakan histeris Sungmin mencairkan suasana.

"Kyunnie juga mau!" celetuk Kyuhyun.

"Tapi itu punya Minnie!" seru Sungmin tak terima sambil masih berusaha meraih boneka bunny besar yang dibawa Kyuhyun. Eh? Boneka bunny?

"Dari mana kalian mendapatkannya?" Tanya Kangin heran sambil menunjuk bunny pink besar yang dibawa Kyuhyun.

"Dari hyung yang itu" telunjuk Kyuhyun terarah pada seorang namja bersurai semi ikal yang sedang berdiri di depan suatu stand permainan.

"Aigoo~ jadi tadi kalian pergi ke sana? Bersama orang yang tak kalian kenal? Dan menerima hadiah itu?" Wookie menunjuk bunny pink yang sekarang sudah berpindah ke pelukan Sungmin.

"Ani! KyuMin kenal hyung itu" elak Kyuhyun.

"Ne! Namanya Donghae hyung dan Eunhyuk hyung" Sungmin tak mau kalah.

"Aishh… Minnie, Kyunnie, jangan mudah percaya dengan orang lain! Kalau kalian diculik bagaimana?" nasihat Leeteuk pada KyuMin.

"Tapi hyung itu baik…" kata Sungmin lirih.

"Annyeinghasimika…" sebuah suara ramah terdengar dari samping Kanging.

"Donghae hyung!" seru Kyuhyun. Namja yang dipanggil Donghae itu hanya tersenyum.

"Perkenalkan, Lee Donghae imnida. Dan ini istriku, Lee Hyukjae" ujar Donghae memperkenalkan dirinya dan istrinya.

"A-ah, mianhae… Kami sudah berpikiran buruk" sesal Leeteuk.

"Gwaenchanayo" kali ini Hyukjae, atau Eunhyuk bersuara. Memamerkan gummy smile-nya yang terlihat begitu manis.

"Hyukjae-ssi, kau ini manis sekali" puji Kangin yang menghadirkan rona di pipi Eunhyuk. Donghae segera merengkuh pinggang Eunhyuk possessive. Leeteuk hanya menatap nanar pada Kangin yang baru saja memuji orang lain di depannya. Ia masih berhak cemburu, 'kan?

"Gomawo…-"

"Kangin. Panggil saja Kangin"

Eunhyuk kembali tersenyum sebelum menjawab.

"Gomawo, Kangin-ssi. Dan kau bisa memanggilku Eunhyuk atau Hyukkie saja"

"Nde, Hyukkie, Donghae… Ini istriku, Leeteuk" kata Kangin sambil merangkul pundak Leeteuk.

"Dan mereka…"

"Kim Yesung imnida. Dan istriku, Kim Ryeowook" kata Yesung memperkenalkan diri. Kangin dan Leeteuk segera menoleh ke arah YeWook.

'Jangan bercanda…'

XoOoX

Tap tap… Brak brak

"YA! Lebih baik berikan saja sepatu itu padaku dan akan kugunakan untuk menampari wajahmu!" bentak seorang namja cantik yang tengah duduk di sofa ruang tengah kediaman Kim family.

"Eo-eomma…" namja jangkung itu menghentikan langkahnya kesalnya. Badannya mematung. Berkeringat dingin. Gugup sekaligus takut. Kesal sekaligus menyesal.

"Tidak bisakah kau berjalan dengan benar?" namja cantik itu –Heechul- melangkah mendekati Zhoumi yang masih mematung.

"Eomma…" Zhoumi mencoba bersikap wajar. Tersenyum kikuk kepada Heechul yang menatapnya tajam.

"Woa~ Eomma… Neomu yeppeo" puji Zhoumi. Tentu saja dengan maksud tertentu. Walaupun Heechul memang benar-benar cantik.

"Jangan berani menggoda Eomma-mu, dasar kurang ajar!" Heechul menjitak kepala Zhoumi dengan cukup keras. Membuat Zhoumi meringis kesakitan.

"Eomma… Aku baru saja pulang kenapa sudah dimarahi?" Tanya Zhoumi dengan nada sesedih mungkin.

"Sudahlah, Heenim…" Hangeng mencoba menengahi.

"Appa?" alis Zhoumi berkerut. Memandang heran Hangeng yang berdiri di samping eomma-nya.

"Aku mengambil cuti" jawab Hangeng yang bisa menebak apa maksud Zhoumi.

"Anak ini berisik sekali! Suara langkahnya benar-benar mengganggu! Menyebalkan!" gerutu Heechul.

"Jangan marah-marah terus, Chullie… Kau bisa cepat tua…"

"MWO?!"

"Lari, Appa!" seru Zhoumi sambil berlari bersama Hangeng menuju kamarnya.

"KALIAAAAAANN!" teriakan Heechul begitu nyaring. Bahkan sangat nyaring meskipun Zhoumi sudah mengunci rapat pintu kamarnya.

"Huh, apa kita masih punya harapan?" pertanyaan Hangeng sungguh tak masuk akal.

"Semoga saja masih" jawab Zhoumi asal.

"Huh! Ini semua karena Appa!" dengus Zhoumi setelah merebahkan badannya di ranjangnya.

"Kenapa kau menyalahkan Appa? Appa hanya ingin membelamu! Dan lagi, apa maksudmu berjalan dengan menghentak-hentakkan kaki seperti itu?" kilah Hangeng tak terima dan mencoba membela diri.

"Aku kesal! Tapi aku sangat senang, Appa…" kekeh Zhoumi. Bibir itu tak henti-hentinya tersenyum ketika mengigat kejadian pagi tadi di kampus bersama Henry.

"Kau ini kesal atau senang, eoh? Biar Appa tebak! Ini pasti ada kaitannya dengan perasaanmu?" Hangeng yang terlihat antusias, ikut berbaring di samping Zhoumi. Bedanya, Hangeng tengkurap.

"Ne, tebak lagi, Appa!"

"Hm… Seorang yeoja?"

"Mwo? Aish... Appa! Dasar gay tak tahu diri!" dengus Zhoumi mulai kurang ajar.

"Mwo?" Hangeng terlihat tak terima dengan ucapan Zhoumi barusan.

"Maksudku… Eomma 'kan yeoja… Dan tentu saja sifat gay Appa itu menurun padaku. Jadi… Yaaaa akuu… Err… Appa tahu maksudku, bukan?" Zhoumi ikut tengkurap.

"Jadi dia namja? Baiklah, apa yang kalian lakukan?"

"Kami berciuman"

"Mwo? Kalian… Apa kalian berpacaran?"

"Aniya"

XoOoX

Tok tok tok…

Bummie masih saja mengetuk pintu itu. Berharap pemilik kamar itu mau membuka pintu. Ya, ini sudah malam dan Henry belum keluar sejak pagi tadi ia pulang.

"Henry?" panggil Siwon yang berdiri di samping Bummie.

"Bagaimana ini, hyung?" panic Bummie.

"Biarkan aku berbicara dengannya. Lebih baik kau turun dan temani Jino saja" kata Siwon bijak sambil menyerahkan Jino ke gendongan Bummie.

"Hyung yakin?" Tanya Bummie memastikan. Siwon menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Dikecupnya dahi Kibum pelan.

"Kalau begitu aku turun dulu" Bummie beranjak turun bersama Jino di gendongannya.

Tok tok tok

Siwon kembali mengetuk pintu kamar Henry setelah melihat Bummie sudah benar-benar turun.

"Ya, Henry, kau di dalam? Henry? Buka pintunya"

Cklek

Pintu itu masih tertutup. Dan Siwon yakin tadi itu suara yang ditimbulkan karena Henry memutar kunci pintu kamarnya. Itu berarti Henry mengijinkannya untuk masuk, bukan? Siwon tersenyum sebelum membuka pintu itu dan melangkah mendekati Henry yang sudah duduk di kursi pianonya.

"Tidak bermain biola, eoh?" Tanya Siwon sembari mengusap surai Henry.

"Ani" jawab Henry ketus.

"Waeyo?" Siwon masih sabar menanggapi kelakuan Henry.

"Ketinggalan di rumah koala langka itu!" jawab Henry kesal. Lebih kesal jika mengingat kejadian siang tadi.

"Koala langka? Kapan kau ke kebun binatang? Koala jenis apa memangnya?" Henry speechless mendengar pertanyaan tak berakal dari Siwon.

"Koala merah"

"Oh… Lalu kenapa kau meninggalkannya di sana? Dan untuk apa kau membawa biola ke kebun binatang, eoh?" Henry semakin geram saja menanggapi Siwon.

"Aish… Sudahlah, Appa" tak ingin lebih lama mendengar pertanyaan-pertanyaan yang dipastikan akan berlanjut jika ia menannggapinya.

"Henry… Eomma bilang kau pulang pagi? Dan setelahnya tak turun dari kamar? Apa ada masalah?" Tanya Siwon dengan sedikit khawatir.

"Ani. Appa tak perlu khawatir. Nan gwaenchana…" jawab Henry dan membuat suasana menjadi hening. Siwon sibuk melihat-lihat kamar Henry yang lumayan rapi untuk ukuran namja.

Bounce the music let your feet go round

To the floor and Imma break it down

Let me in, let me show you all my bling bling

And all my kicks kicks baby-

Klik

"Kenapa tak diangkat?" dahi Siwon berkerut.

"Malas" sahut Henry.

"Malas? Memangnya dari siapa?" Siwon berjalan mendekat ke ranjang Henry. Mendudukkan diri di sisi ranjang itu.

"Appa… Aku menyukainya"

"Nde?"

To Be Continued

Yosh… Gimana nih? T,T *ngelap ingus*

Silakan saja yang mau flame... Tapi janganlaaah… JiFa udah susah payah nih… No bash, just review, okay? :D

Special Thanks to :

Miho – Hanmond – Yefah KyuminShippClouds – Guest – Kyuqie – Chu – Jang Taeyoung – IyaSiBum – YunJaeKyuMin4eve – Lee Chizumi

^^Gomawo^^

*kiss*