Matching

Author : Izumi Akiko

Genre : Romance, Friendship, School Life bit Humor

Leght : Threeshot

Rate : T – T+

Cast : Kim Namjoon & Kim Seokjin (NamJin) and BTS's member

Disclaimer

Cerita ini murni ide saya, jika ada kesamaan ide itu hanya KEBETULAN BELAKA. Pemain hanya nama yang saya pinjam untuk ff saya ini.

"Bagaimana reaksimu saat mengetahui secara langsung bahwa sahabatmu menjodohkanmu dengan seseorang yang aslinya belum kau kenal? Hanya karena alasan bodoh mereka melakukan ini. Dan hal ini terjadi pada Seokjin tapi masalahnya seseorang yang dipasangkan dengannya sungguh mesum."

WARNING : YAOI, BXB, OOC, TYPO.

Don't Like Don't Read

.

.

.

Happy Reading

.

.

.Motor yang dikendarai Namjoon pun berhenti mendadak dan itu membuat Seokjin tersadar dari lamunannya yang disusul dengan pertanyaan dikepalanya.

""Eh kenapa berhenti...Namjoon?" Tanya Seokjin sedikit canggung karena baru pertama kalinya dirinya memanggil nama asli pemuda didepannya.

Dan satu fakta lagi kalau mereka baru saling berkenalan beberapa jam yang lalu. Namjoon pun membuka helmnya lalu menolehkan kepalanya ke arah Seokjin yang berada dibelakangnya. Terlihat jelas raut wajah Seokjin yang tersirat rasa penasaran dan bingung.

"Hyung tolong turun." Titah Namjoon kalem dan itu malah membuat Seokjin semakin bingung namun tetap dilakukannya

"Ke-napa?" Tanya Seokjin lagi – lagi sambil berdiri disamping motor Namjoon lalu memandang pemuda yang bisa dikatakan mesum ini semakin bingung

"Hyung besok mau tidak kencan denganku?" Tawar Namjoon tiba – tiba seperti sedang mengalihkan pembicaraan

"Kencan? Humm baiklah, kapan?" Tanya Seokjin masih dengan raut wajah bingungnya

"Besok aku jemput deh jam 3 sore. Ya sudah aku pulang dulu." Ujar Namjoon sambil kembali memakai helmnya lalu menghidupkan mesim motornya

Dan hal itu malah membuat Seokjin panik melihanya.

"Eh Hey! Kau mau meninggalkanku disini?" Protes Seokjin merasa akan ditinggalkan sendiri sementara Namjoon memandangnya heran lalu kemudian tersenyum

"Aissh hyung kau ini. Coba berbalik." Titah Namjoon lagi sambil memutar bahu Seokjin agar membelakanginya

Didepannya saat ini ada sebuah rumah bercat warna oranye cerah yang tertutup pagar yang tidak terlalu tinggi. Desain rumahnya pun sederhana dengan 2 lantai tingkat.

.

.

.

Dan satu fakta kalau rumah tersebut adalah rumah Seokjin sendiri.

"Ini rumahmu hyung, kita sudah sampai tapi kau tidak sadar kah?" Tanya Namjoon yang diikuti dengan rona merah dikedua pipi Seokjin

Karena sekarang dia malu bung!

"Oh ma-maaf aku tidak fokus sebelumnya hehehe." Balas Seokjin kikuk sambil kembali menghadap Namjoon

"Ya sudah aku pulang dulu bye princess ~"

Dan diikuti dengan Namjoon yang mulai mengendarai motornya meninggalkan Seokjin yang lagi – lagi terpaku memandang kepergian Namjoon. Ayolah, hanya karena dirinya mendengar Namjoon memanggilnya 'Princess' kedua kakinya harus membeku begitu juga otaknya.

"Kurasa aku mulai gila" Gumamnya entah pada siapa

.

.

.

.

.

Sore ini dirasa cukup cerah, Seokjin pun terbangun dari tidur siangnya yang memang termasuk kebiasannya sedari kecil hingga saat ini. Begitu dirinya mengecek ponsel canggihnya yang keluar terbaru itu ternyata disana terdapat 3 pesan masuk. Satu dari Yoongi sahabatnya dan 2 dari nomor yang tidak dia ketahui.

From : Yoongi – ya

Hyung apa sekarang ada tugas? Aku lupa hehehe.

From : 011xxxx

Siang Princess ~

Jangan lupa makan siang ...

Untuk pesan satu dari Yoongi tentu Seokjin langsung membalasnya karena memang kebiasaan sahabatnya itu yang selalu lupa akan tugas sekolah yang diberikan. Dan untuk dua pesan yang berasal dari nomor tidak dikenal itu Seokjin sempat berfikir beberapa saat kemudian baru membalasnya.

Reply to 011xxxx

Siapa?

Seokjin pun sempat kaget saat tiba – tiba sudah mendapat balas lagi.

From : 011xxxx

Namjoon.

Save nomorku hyung.

Dan sehabis itu Seokjin pun langsung menyimpan nomor tersebut, dan terjadilah percakapan antara mereka berdua. Hingga nyonya Kim datang menyuruh anak bungsunya ini mandi dan turun untuk makan malam karena Seokjin terbangun cukup sore dari tidur siangnya.

.

Malam pun menjelang percakapan dipesan singkat yang sempat terputus itupun kembali dilanjutkan karena Namjoon yang lagi – lagi mengirimi Seokjin pesan singkat itu. Dan jujur sebenarnya sudah beberapa kali Seokjin harus menahan malu sendirian karena membaca pesan singkat Namjoon. Karena selama mereka membalas pesan singkat tersebut tak jarang Namjoon sering menyelipkan gombalan semacamnya pada Seokjin.

Hingga sebesit pertanyaan yang sedari tadi ingin dia tanyakan pun muncul kembali diotaknya.

Reply To Namjoonnie

Aku ingin bertanya satu hal padamu. Ngomong – ngomong kau tau rumahku darimana?

Pertanyaan ini yang sebenarnya sedari tadi ingin Seokjin tanyakan tapi salahkan Namjoon yang selalu mempunyai topik pembicaraan baru dan menarik.

From Namjoonnie

Karena aku stalkermu Princess ~

Hahaha jangan takut, tentu saja dari seseorang.

"Huh pasti dari Yoongi." Gumam Seokjin setelah membaca balasan dari Namjoon, siapa lagi kalau bukan sahabat putihnya itu.

Dan kemudian satu pesan pun masuk kembali.

From Namjoonnie

Hyung aku punya pertanyaan untukmu, kenapa sih bibirmu itu terlalu manis hyung?

Sungguh sampai sekarang aku masih ingat dengan rasa manis bibirmu itu ~ :*

Lagi – lagi Seokjin harus merona dan menahan malunya sendiri saat membaca pesan Namjoon yang berisi gombalan seperti saat ini. Sudah cukup seharian pipinya harus selalu memerah dan lagi otaknya yang selalu blank jika berhubungan dengan namja tiang ini.

Reply To Namjoonnie

Mana ku tau soal itu. Sudah ya aku mau tidur dulu bye..

From Namjoonnie

Yah padahal aku masih mau berbalas pesan dengan Princess ku ~

Baiklah selamat malam hyung, mimpikan aku...

Dan Seokjin hanya tersenyum melihat balasan tersebut tanpa ada niat untuk membalasnya. Karena jika dibalas maka tidak akan ada akhir dari percakapan mereka sepertinya.

.

.

.

.

SKIP

.

.

.

.

Di salah satu rumah bernuansa merah bata itu ada seorang pemuda SMA sudah siap dengan penampilannya. Yah dia hari ini akan berkencan dengan sunbaenya, tapi dirinya menerima pesan sebelum memasuki garasinya hendak mengambil motor kesayangannya.

From : Jinnie Hyung

Namjoon sepertinya kencannya dibatalkan saja. Maaf hyung sedang dirumah sendiri tepatnya tidak boleh keluar rumah.

Lain kali saja, sebagai gantinya besok akan aku buatkan bekal untukmu.

Maaf sekali lagi.

Setelah membaca pesan tersebut sempat ada perasaan kecewa terbesit dihati Namjoon setelah membaca pesan singkat itu. Padahal sudah banyak rencana yang dia susun untuk kencannya hari ini. Tapi sebuah senyuman andalannya pun muncul dikedua sudut bibirnya.

Reply To Jinnie Hyung

Ya sudah aku temani ya hyung.

10 menit lagi aku kesana, tunggu aku.

Sehabis membalas pesan Namjoon kembali memasuki rumahnya, berniat berganti pakaiannya menjadi lebih santai lalu menuju garasi lagi dan mengeluarkan motor kesayangannya. Dengan kecepatan penuh Namjoon pun menuju rumah Seokjin yang tidak terlalu jauh dengan rumahnya.

.

.

.

.

.

Sementara itu Seokjin yang sebelumnya sempat kesal juga karena harus ditinggalkan sendiri dirumah dan tidak boleh keluar rumah dan dia tidak tau apa alasan orang tuanya akan hal tersebut tapi dirinya harus kembali kaget saat membaca pesan Namjoon.

From Namjoonnie

Ya sudah aku temani ya hyung.

10 menit lagi aku kesana, tunggu aku.

Kedua alis Seokjin pun mengernyit saat membaca pesan singkat dari Namjoon. Sungguh anak itu selalu diluar pemikirannya.

TING ~

Bel rumahnya pun berbunyi langsung saja Seokjin pun turun dari kamarnya yang berada dilantai dua.

CKLEEK ~

"Annyeong hyung ~" Sapa Namjoon dengan cengiran khasnya sambil menampilkan seikat bunga

"Ah. Namjoon?" Ujar Seokjin tersentak kaget saat dikejutkan dengan Namjoon yang sekarang ada dihadapannya dengan seikat bunga mawar berwarna merah muda

"Ini untukmu hyung hehe." Ucap Namjoon sambil memberikan seikat bunga mawah merah muda yang dibawanya pada Seokjin

"Go..gomawoo. Masuklah dulu, maaf dirumahku sepi hehe." Balas Seokjin sambil menerima bunga yang berwarna favoritnya itu dengan tersipu

Karena baru pertama kalinya Seokjin menerima bunga, yap karena selama ini dirinya yang ada selalu menerima surat. Entah dari siapa, pengirimnya pun tidak disebutkan disurat tersebut.

.

.

.

.

Diruang tamu kediaman Kim ini Namjoon duduk disalah satu sofa yang tersedia disana. Sedang menunggu tuan rumah yang pergi ke arah dapur, dalam diam dan tenang Namjoon menunggu Seokjin yang katanya sedang membuatkannya minum. Dan beberapa saat kemudian tuan rumah yang ditunggu datang membawa nampan yang terdapat segelas minuman.

"Ini minumannya..Namjoon hehe." Ucap Seokjin dengan canggung sambil menaruh segelas minuman segar yang pas untuk hari yang cerah seperti sekarang

Dan Namjoon pun tersenyum mendengarnya, kemudian dirinya hanya diam memandang Seokjin yang dihadiahi tatapan heran dari objek yang dipandangnya.

"Ada apa?" Tanya Seokjin bingung sambil menatap dirinya

Sekarang sebenarnya Seokjin hanya menggunakan pakaian sehari – harinya dirumah. Hanya kaos tanpa lengan yang sebenarnya itu adalah baju basket berwarna merah dan celana pendek selutut berwarna biru tua. Tidak ada yang aneh darinya bukan?

"Hyung duduk disini deh." Titah Namjoon sambil menepuk tempat duduk yang dimaksud

Kedua pipi mulus Seokjin pun sekejap memerah saat mendengar ucapan Namjoon barusan. Memang Namjoon hanya menyuruhnya duduk, tapi bisa dilihat dimana tempat duduk yang dimaksud. Karena Namjoon menepuk kedua pahanya yang berarti menyuruh Seokjin agar duduk dipangkuannya.

Heol? Apa maksud namja ini? Benar – benar Namjoon itu mesum bagi Seokjin, padahal jika dilihat dari luar atau pertama kali kenal kesan pertama Namjoon itu begitu innocent dan cuek yah begitu sih menurut dirinya tapi sayangnya kesan pertama mereka bertemu sudah menggambarkan sekali kalau seorang Kim Namjoon itu mesum ternyata.

"Ma-maksudmu?" Balas Seokjin gugup

SREET ~

DUGH ~

Setelah pertanyaan itu terlontar bukannya menjawab Namjoon segera menarik sebelah tangan Seokjin hingga sang empunya tertarik dan akhirnya terjatuh dengan bokongnya yang mendarat diatas kedua paha Namjoon. Bisa dikatakan sekarang Seokjin sudah duduk diatas pangkuan Namjoon. Oh jangan lupakan kedua pipinya yang lagi lagi memerah merona.

Kedua lengan Namjoon pun langsung memeluk hangat pinggang ramping Seokjin, dan begitu juga dengan dagunya yang ditaruh di pundak sebalah kanan Seokjin.

"A-apa yang kau lakukan Namjoon – ah?" Tanya Seokjin dengan nada gelagapan karena sekarang dia benar – benar gugup.

Kedua tangannya pun segera mencengkram pelan kedua lengan Namjoon yang melingkari pinggangnya saat meresakan hembusan nafas dan juga kecupan disekitar tengkuknya. Satu fakta bahwa area tengkuk adalah area sensitif seorang Kim Seokjin dan sepertinya Namjoon tau soal itu terlihat dari perlakukannya yang seperti sedang menggoda tuan rumah.

"Hmm menurutmu hyungghhh ~" Balas Namjoon dengan suara bassnya yang dibuat seseksi mungkin sambil menghembuskan nafasnya perlahan

Bibir Namjoon pun mulai memberi kecupan – kecupan ringan pada tengkuk Seokjin, mencoba menikmati harum tubuh sunbaenya yang menurutnya cukup polos dan terlalu baik hati. Dan Namjoon sudah memutuskan sendiri kalau wangi badan Seokjin mulai sekarang adalah wangi favoritnya, sementara Seokjin hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya menahan suara aneh yang bisa kapan saja keluar dari bibirnya dan cengkraman pada lengan Namjoon yang semakin kencang.

"Mmmm...kumohon berhenti Namjoon – ah." Pinta Seokjin dengan nada yang sedikit bergetar karena saat itu juga tubuhnya merasa seperti sedang terkena aliran listrik kecil yang menggelikan dan enak secara bersamaan.

Seperti tidak mendengar ucapan Seokjin, Namjoon malah semakin gencar mengecupi area tengkuk Seokjin dan mulai menggigit – gigit kecil area kulit disana.

"Aaahhh!" Ringis Seokjin saat merasakan Namjoon menggigit kecil tengkuknya dan dia yakin bahwa disana ada bekas kecil yang akan susah hilang untuk beberapa hari kedepan

Mendengar ringisan dan Seokjin, Namjoon pun menghentikan aksinya kemudian mengeratkan pelukannya dan mencium sebelah kanan pipi Seokjin lembut.

"Kenapa hyung ~?" Tanya Namjoon tepat disebelah telinga Seokjin dan itu cukup menggodanya ternyata

"Apa yang kau lakukan?" Ujar Seokjin merasa mulai tidak nyaman pada posisinya dengan mulai ingin bangkit namun sayang pinggangnya masih ditahan Namjoon.

Karena sekarang dirinya merasa malu meski Namjoon tidak melihat wajahnya, jantungnya pun berdetak sangat kencang dan mungkin saja Namjoon bisa mendengarnya. Dan parah lagi sialnya sekarang mereka hanya dirumah berdua saja.

BURGHH ~

BRAAK ~

Kedua mata Seokjin yang memang sudah bulat pun harus semakin membulat saat dengan gerakkan cepat Namjoon merubah posisi mereka. Bukan berarti sekarang bergantian, justru lebih parah. Sekarang Namjoon mengubah posisi mereka menjadi tiduran disofa dengan tubuh Seokjin yang ditindih oleh Namjoon. Apalagi sekarang wajah mereka satu sama lain sungguh dekat hanya menyisakkan beberapa cm.

Tanpa ucapan apapun Namjoon mulai kembali mencium belahan bibir Seokjin lembut, yang lama kelamaan ciuman itu terkesan menuntut. Sementara Seokjin hanya bisa pasrah dengan mulai mengalungkan kedua tangannya dileher Namjoon.

Seperti mendapat persetujuan Namjoon mulai melakukan hal lebih pada Seokjin. Sebelah tangannya perlahan memasuki kaos Seokjin yang memang longgar, mengusap dengan gerakkan sensual pada perut rata Seokjin yang berhasil membuat tubuhnya menegang dan merinding secara bersamaan.

"Eungggghh mmmphhhhh..." Lenguh Seokjin saat merasakan sengatan sengatan listrik kecil mengenai tubuhnya.

TES

Dan saat itu setetes air mata pun turun dari kedua mata Seokjin yang masih terpejam. Beruntung Namjoon menyadarinya dan segera menyudahi ciuman mereka dan juga perbuatan tangannya, menatap kedua mata Seokjin yang masih tertutup namun turun air mata dari sana.

Perlahan kedua matanya pun terbuka dan memerah. Namjoon yang melihatnya pun segera mengampus air mata itu dengan ibu jarinya, sementara Seokjin hanya diam memandang wajah Namjoon yang tersirat rasa bersalah.

"Maafkan aku hyung, sungguh aku hampir kelewatan." Sesal Namjoon sambil bangkit dari posisinya diikuti dengan Seokjin sambil mengusap kedua matanya.

"Tidak apa – apa." Balasnya pelan

Suasana hening pun terjadi diantara mereka berdua, dengan wajah Seokjin yang masih memerah dan bibirnya sedikit bengkak. Sementara Namjoon hanya menunduk dengan raut wajahnya yang terlihat begitu menyesal itu. Cukup lama mereka dalam keadaan seperti itu hingga Namjoon bangkit dari posisinya.

"Aku pulang dulu hyung, maaf sebelumnya. Annyeong." Pamit Namjoon tanpa melihat ke arah Seokjin lalu berjalan menuju pintu utama rumah ini.

Seokjin hanya diam setelah mendengar ucapan Namjoon yang terdengar begitu dingin dan datar, kepalanya pun hanya bisa mendongak saat melihat punggung Namjoon yang menghilang. Tubuhnya saat ini sungguh kaku dan tidak bisa diajak bergerak sama sekali, hatinya pun juga merasakan sedikit retak disana.

"Maafkan aku Namjoonie.."

To Be Continued

Update lagi akhirnya hehe ^^) Izumi aslinya ga bisa banyak berkata lagi disini jadi bales review dari readers yang baik hati deh hehe ~

minkook94 :

aish namjoon kenapa ambil kesempatan dalam kesempitan banget. cepet update

An : Iya emang Namjun mah gitu sih orangnya '-')b, ini udah update cepat ~

HappyHeichou :

lanjutlah ...
namjoon mesum wkwk

An : Emang mesum dia mah aslinya hihi

nuruladi07 :

namjun mesum ewh-,- tapi tetep lav :v next yep

An : Ini udah diupdate hehehe

MMahlynda :

update kilat thorrrr :D

An : Ini udah ~ '-')b

Lee Shikuni:

Itu berhenti pasti karena Rap Mon gtw rumah Jin. -,- #PD Ini keren. Aduh~/Kiss scene-nya... Semoga Shi gk batal puasanya karna bacanya siang2. Next, ya~

An :Sekarang udah ga puasa nah aman nih baca chap selanjutnya hehe, ini udah di next ~ ^^

anaknyaKimJaejoong :

NamJin emang matching :D

An : EMANG! PAKE BANGET DAH (Maaf capslock)

Joker950818:

uwaahh namjoon mesum xDD
belum pacaran aja udah di grepe apalagi udah pacaran ckck
nah itu berhenti mau di apin hayoo? uwaahh pengen baca lanjutannyajngn thor aku suka ceritanya. apa lagi namjin karna aku hardcore namjin shipper xDDD

An : Ini udah dilanjut ~ ^^/ emang Namjun mah mesum asli hahaha, kalau begitu kita sama ~ /kibarbannernamjin

sehunerp :

ga bisa ngebayangin namjoon yang biasanya lawak jadi semanly ini/? xD
jangan bilang kalo namjoon mau nembak si jin wkwk

An : Ya kali kali gitu ya lawaq dianya wks, hoho chap ini belum sepertinya ~

Oke segitu aja ko ._. mohon review lagi ya ~ terutama untuk sider's ayolah beranikan dirimu untuk komen '-'b

Selamat Lebaran juga ~

RnR please