Matching (END)

Author : Izumi Akiko

Genre : Romance, Friendship, School Life bit Humor

Leght : Threeshot

Rate : T – T+

Cast : Kim Namjoon & Kim Seokjin (NamJin) and BTS's member

Disclaimer

Cerita ini murni ide saya, jika ada kesamaan ide itu hanya KEBETULAN BELAKA. Pemain hanya nama yang saya pinjam untuk ff saya ini.

"Bagaimana reaksimu saat mengetahui secara langsung bahwa sahabatmu menjodohkanmu dengan seseorang yang aslinya belum kau kenal? Hanya karena alasan bodoh mereka melakukan ini. Dan hal ini terjadi pada Seokjin tapi masalahnya seseorang yang dipasangkan dengannya sungguh mesum."

WARNING : YAOI, BXB, OOC, TYPO.

Don't Like Don't Read

.

.

.

Happy Reading

.

.

Beberapa jam kemudian malam pun tiba begitu juga dengan kedua orang tua Seokjin yang sudah pulang. Sampai makan malam sikap Seokjin berubah, menjadi lebih pendiam dan murung hal itu tentu membuat kedua orang tuanya bingung dan khawatir dengan anak bungsunya.

"Kau kenapa sayang?" Tanya nyonya Kim sambil mengusap pelan pucuk kepala anaknya.

Seokjin yang diperlakukan begitu hanya diam menunduk sambil menggelengkan kepalanya pelan. Kedua tangannya pun berhenti dari aktifitasnya menyatap makanan.

"Umma mian aku sudah selesai. Aku ke atas dulu, selamat malam." Pamit Seokjin lalu bangkit dari duduknya dan pergi menuju kamarnya.

Kedua orang tuanya yang melihat sikap anaknya hanya menggelengkan pelan kepalanya kemudian melanjutkan acara makan mereka. Biarkan anak bungsu mereka menyelesaikan masalahnya sendiri, karena jika sudah tidak bisa pasti Seokjin akan menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya.

.

.

Setelah memasuki kamarnya Seokjin langsung menjatuhkan tubuhnya pada ranjangnya, meraih ponselnya yang terletak tak jauh darinya. Mengecek apa ada pesan dari Namjoon, karena dirinya masih berharap Namjoon tidak marah padanya.

Tapi disana tidak ada pesan masuk sama sekali, hanya ada beberapa notifikasi spam dari aplikasinya. Memang seharusnya Seokjin yang marah padanya tapi ingat fakta bahwa Seokjin terlalu baik hati. Kedua ibu jarinya pun menuliskan beberapa kata dikolom pesan berniat mengirimkan pesan untuk Namjoon. Namun, niat itu dia urungkan kembali dengan menghapus kalimat disana.

Cukup lama dirinya berkutat dengan pikirannya mengenai pesan apa yang ingin dikirimnya hingga akhirnya Seokjin menyerah. Lebih baik dirinya tidur dan besok akan meminta maaf secara langsung pada Namjoon.

"Semoga dia mau memaafkanku." Gumamnya

.

.

.

.

SKIP

.

.

.

.

Pagi pun tiba dengan sekotak bekal makan yang sudah Seokjin buat sendiri karena dia memang cukup pandai memasak dan ummanya mengakui hal tersebut. Hatinya menjadi semakin mantap akan meminta maaf pada Namjoon hari ini, persetan dengan rasa malu pikirnya.

Begitu sampai dikelasnya Seokjin langsung disambut oleh Yoongi yang begitu semangat memberikannya beberapa pertanyaan mengenai acara kencannya dengan Namjoon. Karena sebelumnya Seokjin sudah memberitahu Yoongi soal itu.

"Jadi gimana hyung? Apa kencan kalian kemarin berjalan lancar?" Tanya Yoongi semangat

"Ahh.. tidak begitu sih hehe. Kami sedikit ada masalah kemarin." Jelas Seokjin sambil membayangkan kembali kejadian kemarin

Yoongi yang mendengarnya langsung mengecutkan bibirnya lucu tapi kemudian kembali membuka suaranya.

"Maksudmu? Ceritakan padaku hyung!" Pinta Yoongi masih semangat

Dengan helaan nafas pelan akhirnya Seokjin mau tak mau harus menceritakan kejadian kemarin pada Yoongi. Entah bagaimana nanti reaksi sahabat ini, apa dia akan membenci Namjoon atau malah lebih parah.

.

.

"Mwo jadi begitu ya... kenapa kau menolaknya hyung?" Tanya Yoongi saat sesi bercerita sudah selesai dan pertanyaan itu malah membuat Seokjin kaget dan gelagapan

"Ma...maksudmu aku harus setuju begitu?" Ucap Seokjin bingung dengan wajah yang lagi – lagi memerah

"Menurutku sih hyung hehe." Balas Yoongi sambil tertawa pelan

Dan setelah itu dirinya pun membisikkan beberapa kalimat pada telinga Seokjin dan itu membuat rona merah semakin tercipta dikedua pipinya.

.

.

SKIP

.

.

Bel istirahat pun berbunyi dengan segenap keyakinannya Seokjin hendak berjalan keluar kelasnya membawa bekal yang ternyata bersisi bento itu. Tak lupa dengan semangat dari Yoongi.

"Semangat hyung! Aku yakin kau bisa!" Semangat Yoongi sambil menepuk kedua bahu Seokjin lumayan keras

Yang ditepuk hanya bisa meringis merasakannya, kemudian berjalan keluar kelas menuju kelas 2 yang berada dilantai 2. Tak lupa dengan kotak bekal yang dibawanya, selama di koridor kelas 2 Seokjin cukup menjadi bahan perhatian dengan banyaknya adik kelas yang menyapanya.

Jangan lupa Seokjin cukup terkenal sebenarnya di sekolahnya, begitu diirnya sampai kelas 2-A yang sebenarnya adalah kelas unggulan yang bersikan anak dengan kemampuan diatas kelas 2 lainnya Seokjin segera mencari keberadaan Namjoon namun tidak ada hingga pandangan matanya bertemu dengan Hoseok yang memang teman sekelas Namjoon.

"Jin hyung? Ada apa kesini?" Tanya Hoseok menghampiri Seokjin yang sedang berdiri di depan pintu kelasnya.

"Hi Hoseok – ah, itu aku mencari Namjoon. Dia kemana?" Balas Seokjin pada Hoseok

Namja yang terkenal akan bakat dancenya itu kemudian menampilkan eskpresi berfikirnya sebentar hingga seulas senyuman secerah matahari itu terukir dari wajahnya, bahkan Seokjin juga ikut tersenyum melihatnya.

"Namjoon ya, biasanya dia diatap sekolah hyung sendirian. Coba saja kesana, lagian disana sepi sih tak banyak juga yang tau." Jelas Hoseok semangat kemudian menatap kotak bekal yang dibawa Seokjin.

"Buat Namjoon ya?" Tanyanya penasaran dan itu malah membuat Seokjin kaget dan gelagapan

"E-eeh i-ya hehe. Ya sudah hyung kesana dulu ya." Balas Seokjin kemudian pamit meninggalkan kelas 2.

Sekolahnya ini memang ada 2 tingkat, dan tingkat paling atas sebenarnya ada di atap sekolahnya. Tapi memang tidak banyak yang tau, lagian untuk apa mereka kesana? Karena ruang seperti itu biasanya identik dengan debu dan burung – burung yang bersarang disana. Bahkan kalau lebih parah seperti ada aura mistis dan sejarah cerita hantu disana. Beruntung sekolah Seokjin tidak seperti yang terakhir.

Tak perlu waktu lama karena jaraknya tidak terlalu jauh juga, Seokjin pun sampai didepan pintu ruang atap sekolahnya. Dengan ragu antara ingin mengetuk pintu dahulu apa langsung membukanya, sekarang pikirannya sedang blank akhirnya Seokjin memilih langsung membuka pintu tersebut.

"Namjoon..."

BRAKK ~

BUGGH ~

"Ahhh!"

Baru saja Seokjin setengah masuk kedalam ruangan tersebut, tubuhnya langsung ditarik dan ditabrakkan pada pintu yang sekarang sudah ditutup. Rasa sakit yang lumayan cukup dirasakan pada punggunya hingga kedua matanya tertutup rapat.

Karena sekarang segudang perasaan takut dan pemikiran negatif bermunculan padanya. Namun hening kemudian terjadi, merasa tidak ada yang aneh hanya merasakan ada seseorang yang menatapnya sedari tadi Seokjin pun berani membuka kedua matanya hendak melihat siapa pelakunya.

"Jin hyung?" Suara Namjoon pun diikuti dengan kedua mata Seokjin yang terbuka

Jadi pelakunya sedari tadi adalah Namjoon sendiri pikirnya. Sekarang dihadapannya Namjoon sedang memphertikan Seokjin intens namun tidak seperti kemarin, kali ini tatapannya malah terkesan tulus dan bermakna. Kedua tangannya pun berada di antara kepala Seokjin terkesan seperti mengurung namja manis ini.

"Namjoon.."

"Apa yang hyung lakukan disini? Apa kau mencariku?" Potong Namjoon dengan nada yang sekarang terdengar lebih dewasa malahan

Dan sial! Jantung Seokjin malah berdetak kencang mendengarnya, sekarang Namjoon malah terlihat lebih dewasa darinya. Kedua tangan Seokjin yang sedari memegang kotak bekal pun mulai menyerahkannya pada Namjoon meski dengan perasaan gugup dan takut juga.

"Ini permintaan maafku yang kemarin." Ucap Seokjin pelan sambil menundukkan kepalanya dalam

Namjoon yang segera melihat kotak bekal itu segera tersenyum kemudian menerimanya sambil menarik sebelah tangan Seokjin.

"Tau saja hyung aku lagi lapar. Ayo ikut aku!" Ajak Namjoon membawa Seokjin ke salah satu beton yang bisa dijadikan tempat duduk disana.

.

.

.

.

Keduanya duduk berdampingan, Namjoon dengan tidak sabar membuka kotak makan tersebut sementara Seokjin memandang sekitarnya yang lumayan bersih dan nyaman. Hembusan angin pun dirasakannya, pantas saja Namjoon betah kesini pikir Seokjin.

"Hyung..."

"Ada apa Namjoon – ah?" Tanya Seokjin sambil menoleh kepada orang yang bertanya

"Suapin aku ne hehehe." Pinta Namjoon dengan cengirannya

Ekspresi sweatdrop pun muncul diwajah Seokjin tapi pada akhirnya tangannya pun menyuapi Namjoon yang terlihat begitu kegirangan seperti anak berumur 3 tahun yang diberi permen banyak dan enak oleh ibunya.

"eeummm makanannya enak hyung. Apa ini buatanmu?" Ujar Namjoon sambil menerima suapan dari Seokjin yang hanya memandangnya dalam diam

"Iya buatanku. Terima kasih sebelumnya hehehe." Jelas Seokjin sambil tertawa kecil disana

Karena baru kali ini dirinya memasakkan sesuatu untuk seseorang yang bukan keluarganya. Bahkan Yoongi saja belum pernah mencoba masakannya, padahal sahabatnya itu terkenal akan porsi makannya yang tidak bisa dibilang sedikit.

"Besok buatkan aku bekal lagi ya hyung!" Pinta Namjoon dengan mulut yang masih penuh makanan, sementara Seokjin hanya tertawa melihatnya.

Dirasa sepertinya suasana canggung mulai hilang diantara mereka berdua.

"Biaklah, tapi ga gratis loh hahaha." Ujar Seokjin sambil kembali menyuapkan makanannya

"Mwo aku harus bayar begitu?" Tanya Namjoon bingung dan seketika mulai panik

Hei dia tidak bawa uang masalahnya sekarang, dan itu alasannya mengapa ke atap sekolah ini.

"Iya kau harus bayar setiap satu bekal. Tapi ga boleh pake uang, karena aku tidak jualan ya." Jelas Seokjin sambil membereskan kotak makannya, karena bekalnya sudah habis.

"Tidak pake uang hyung?" Ujar Namjoon yang dibalas anggukan dari Seokjin

.

.

Namjoon pun berfikir sebentar mengenai dengan apa dia membayar jasa sunbaenya ini. Sebuah seringai pun kembali tercipta di kedua sudut bibirnya, mungkin sifat mesum Namjoon kambuh lagi.

"Hyung aku sudah tau bayarnya pake apa ~" Ujar Namjoon yang langsung dihadiahi tatapan penasaran dari Seokjin

"Dengan ap-mmpphhhh..."

Baru saja Seokjin hendak menoleh kesamping bibirnya sudah berhadapan duluan alias menempel dengan bibir Namjoon. Dengan gerakkan cepat Namjoon menarik tengkuk Seokjin agar semakin mendekat, kemudian sebelah tangannya pun menarik lengan Seokjin hingga akhirnya sekarang posisi mereka sama seperti kejadian kemarin.

BRAK ~

PRAAK ~

Itu suara kotak makan yang jatuh karena sudah dilempar Namjoon duluan, Seokjin yang ingin mengambilnya pun hanya bisa pasrah karena Namjoon sama sekali tidak melepas tautan mereka. Yang ada malah memperdalam ciumannya, Seokjin harus menahan rasa sakit lagi saat merasakan Namjoon kembali mengigit bibirnya seperti meminta akses lidahnya untuk memasuki mulutnya.

"Sssshhh...mmmphhh.." Ringis Seokjin tertahan yang diikuti dengan bagian dalam mulutnya yang dijelajahi semangat oleh lidah Namjoon.

Lama kelamaan ciuman mereka pun berubah menjadi ciuman yang cukup panas karena Seokjin mulai membalas ciumannya, keduanya pun sibuk mencari spot yang enak hingga salah satu dari mereka merasa sudah mulai kehabisan nafas. Dan kali Seokjin yang mengakhiri ciuman mereka.

"Hah...hah.. aku hah hampir mati Namjoon – ah!" Protes Seokjin sambil mengambil nafas sebanyak – banyaknya

Ternyata rasanya berciuman cukup melelahkan juga pikirnya, entah ini karena dirinya yang terlalu payah atau Namjoon yang terlalu hebat dalam berciuman. Sungguh nafasnya seperti akan habis dengan posisi seperti barusan.

"Kau masih baru ya hyung ~ lama kelamaan pasti biasa kok. Mungkin kau bisa menjadi ganas hehe." Jelas Namjoon sambil perlahan mulai membuka kancing seragam Seokjin yang tentu mendapat perlawanan dari sunbaenya.

"A-apa yang mau kau lakukan?! I...ini ma-masih di sekolah..." Ujar Seokjin sambil menahan tangan Namjoon yang hendak membuka kancing seragamnya

Mendengar bahwa sunbae manisnya gugup Namjoon pun tersenyum miring melihatnya dan senyuman itu sekarang malah terlihat menyeramkan dimata Seokjin. Seperti akan ada hal yang tidak dia ketahui akan terjadi padanya.

"Oh disekolah ya, kalau udah dirumahku gimana hyung?" Tanya Namjoon dengan suaranya yang dibuat seseksi mungkin lagi.

Seokjin yang mendengarnya hanya diam sambil kedua tangannya mencengkram kedua lengan Namjoon erat. Dengan yakin Seokjin pun menganggukkan kepalanya pelan dan membuat seringai mesum semakin tercipta di kedua subut bibir Namjoon.

"Tandanya kau setuju hyung?! Baiklah pulang sekolah langsung kerumahku! Aku tidak menerima protes! Dan satu lagi hyung ~" Ujar Namjoon yang sekarang malah menampilkan nada manjanya

"Apa lagi?" Tanya Seokjin sambil mulai mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk.

"Mau jadi kekasihku kan? Ini memang terlalu cepat, tapi kita jalani dulu bisa kan.." Pinta Namjoon kali ini dengan tulus Seokjin yakin itu karena tidak ada lagi senyuman anehnya dan juga tatapan menggoda Namjoon.

Yang ada hanya senyuman tulus dan kedua matanya yang tersiratkan perasaan bukanlah nafsu belaka.

"Aku...mau Namjoonnie." Balas Seokjin malu – malu

Namjoon yang melihatnya kemudian tersenyum begitu tampan saat itu juga, dengan cepat bibirnya mengecup bibir Seokjin singkat lalu membawa sunbae yang sekarang sudah menjadi kekasihnya ini kedalam pelukannya. Relfeks Seokjin pun membalas pelukannya.

"Jangan lupa pulang sekolah ya hyung ~ kalau kabur akan kuberi hukuman." Bisik Namjoon dalam pelukan merekan

Dan selanjutnya Seokjin hanya bisa merutuk dalam hati atas jawaban 'iya' nya bukan, bukan yang dirinya menerima perasaan Namjoon. Tapi sebelumnya, cukup berharap dirinya bisa pulang dengan aman tanpa dicurigai kedua orangnya tuanya.

END

Dan mereka hidup bahagia selama - lamanya (?) xD hihi tamat juga ffnya ~

Gimana? Happy ending bukan, well meski Izumi masih merasa endnya ga enak banget ya T_T kasian Jin dimodusin mulu sama Namjoon. Dan kalau ada yang minta sequel hmm gimana ya hahaha.

Boleh curhat sebentar ya, chap 1 kan yang review lumayanlah nah Izumi udah seneng - senang aja ternyata ada yang niat review tapi begitu chap 2 update Izumi kaget bener - bener deh liat reviewnya nasik drasti :') terhura jadinya hehe. Makasih banyak loh ^^

Dan ini untuk balasan review yang non akun.

ayu : huaaa

cepat lanjutnya dong

kita sama namjin hard shipper :)

fighting

AN : Ini udah say :3 sesama NamJin shipper yak! ^^ Makasih udah baca sampe sini :)

zahra :

anjuttttttt thor sumpah lucu banget

AN : Kaya ada lucu - lucunya gitu ya hehe, makasih loh udah baca sampe sini :)

Kayshone : Uwaaah akhirnya nemu Namjin yeeeeee*angkat banner Vkook(?)

Thor saya NamJin hard shipper dan saya menyatakan bahwa ini ff yang susah payah saya temukan dengan perjuangan titik iler buat bacanya

duh ngomong apa -_-

pokoknya next XD kenapa namjinnya masih tahap itu XD kurang gregeet*tabok

AN : Ini udah update T_T maaf kalo ga sampe 'itu' merekanya ya hehehe btw makasih udah review yaaa

Dan untuk yang pake akun tunggu di PM aja ya ~ see you hehe